BAB III
METODE PELAKSANAAN 3.1 Pendahuluan
Bab ini menjelaskan metode pelaksanaan yang digunakan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan judul "Solusi Modern dalam Pemeliharaan Radiator Mobil: Alat Deteksi Kebocoran Otomatis". Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan alat deteksi kebocoran otomatis pada radiator mobil sebagai solusi modern dalam pemeliharaan kendaraan. Metode pelaksanaan mencakup desain alat, prosedur pembuatan, pengujian alat, dan hasil pengujian.
3.2 Desain Alat
Desain alat deteksi kebocoran otomatis pada radiator mobil dibuat berdasarkan konsep teknologi sensor dan Internet of Things (IoT). Alat ini dirancang untuk mendeteksi kebocoran pada radiator mobil secara real-time dan mengirimkan notifikasi kepada pemilik kendaraan melalui aplikasi mobile atau menggunakan buzzer untuk indikasi jika terjadi kebocoran pada radiator sehingga pengguna langsung cepat mengambil Tindakan pada kendaraan . Komponen utama alat ini meliputi sensor pressure, sensor suhu air, modul komunikasi IoT, buzzer, dan mikrokontroler.
1.Sensor Pressure Transmitter
Sensor pressure memiliki kapasitas untuk mengukur penurunan tekanan hingga 50 bar, atau 5 MPa, dan dapat mendeteksi penurunan tekanan yang signifikan, yang dapat menandakan adanya kebocoran. Ketika terjadi penurunan tekanan, sensor ini akan membaca dan menampilkan data pada layar LCD dan aplikasi smartphone. Jika ada penurunan tekanan yang menunjukkan bahwa radiator mengalami kebocoran, buzzer akan mengeluarkan sinyal suara yang keras untuk pengguna untuk mengetahuinya dengan cepat. Selain itu, sistem ini memiliki kemampuan untuk mengirimkan notifikasi ke smartphone pengguna, yang memberikan lapisan keamanan tambahan dengan memastikan bahwa pengguna mendapatkan peringatan langsung dan memiliki kemampuan untuk segera mengambil tindakan pencegahan.
2.Sensor Suhu air VDO
Sensor suhu air VDO berfungsi untuk melacak suhu cairan pendingin di dalam radiator dan mengidentifikasi kebocoran atau masalah lainnya melalui peningkatan suhu yang tidak normal. Ini memiliki keunggulan daya tahan dan dapat beroperasi pada suhu ekstrim hingga ±120 derajat Celsius, yang sesuai dengan kondisi suhu radiator mobil. Sensor ini memastikan data yang diperoleh selalu akurat dan real-time karena dirancang untuk menanggapi perubahan suhu dengan cepat. Sistem pemantauan kendaraan dapat mengintegrasikan data suhu, memungkinkan pengguna mengaksesnya melalui perangkat elektronik yang terhubung, seperti smartphone, Lcd dan buzzer
3.Mikrokontroler
Mikrokontroler berfungsi sebagai pusat kontrol untuk memproses data yang diterima dari sensor dan mengirimkannya ke modul komunikasi IoT. Modul ESP32 digunakan dalam penelitian ini karena dapat mengirimkan sinyal melalui jaringan WiFi dan Bluetooth serta diintegrasikan dengan tampilan LCD dan perangkat smartphone, memungkinkan penampilan data secara real- time dan memberikan notifikasi kepada pengguna melalui layar LCD.
5. buzzer piezoelectric
Buzzer ini dibuat untuk memberi tahu pengguna saat terjadi kebocoran radiator dengan mengeluarkan suara keras untuk memberi tahu mereka untuk menghentikannya. Buzzer ini terletak di dalam kabin kendaraan, sehingga pengguna dapat dengan jelas mendengarkan suara peringatan.
Dengan tingkat kebisingan sebesar 85 dB dan frekuensi 2.8 kHz, buzzer ini memungkinkan suara peringatan didengar dengan jelas meskipun ada kebisingan latar belakang di dalam kendaraan.
4.Modul Komunikasi IoT
Menggunakan aplikasi Blynk yang dapat diakses melalui ponsel pintar, modul ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol dan memonitor alat menggunakan perangkat mobile.
Dengan terhubung ke jaringan internet atau Bluetooth, modul ini dapat mengirimkan notifikasi secara real-time ke aplikasi mobile yang terhubung. Aplikasi Blynk menawarkan antarmuka yang mudah digunakan yang memungkinkan pengguna untuk melihat data yang diterima dari sensor dan mengendalikan pengaturan.
5. Lcd 1602 with I2C Serial Interface Module
LCD ini berfungsi sebagai indikator yang terletak di dalam dashboard kendaraan, memudahkan pengguna untuk memonitor suhu dan tekanan dalam radiator, sehingga meningkatkan kenyamanan berkendara. Dalam penelitian ini, LCD yang digunakan dalam penelitian ini memiliki keunggulan signifikan, yaitu menghemat pin pada ESP 32 karena hanya membutuhkan 4 pin dari 16 pin untuk menampilkan data lcd dan mampu menampilkan hingga 32 karakter dengan 16 karakter di baris atas dan 16 karakter di baris bawah. Selain itu, LCD ini memiliki trimpot yang dapat diatur intensitas lampu dan kontras layar, yang memungkinkan pengguna menyesuaikan visibilitas sesuai kebutuhan. Fitur-fitur ini memastikan bahwa informasi
penting tentang kondisi radiator selalu dapat diakses dengan mudah dan jelas oleh pengguna, yang membantu mereka membuat keputusan yang cepat dan tepat untuk menghindari kerusakan.
3.3 Proses Perancangan Pembuatan dan Pengujian
Dalam kegiatan ini metode pelaksanaan kegiatan ditampilkan pada gambar 3.1
Keterangan flowchart pengerjaan alat pendeteksi kebocoran otomatis pada radiator mobil :
1. Identifikasi Masalah dan Tujuan
Dalam pelaksanaan kegiatan pertama kali yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi masalah yang akan dijadikan bahan dasar dari kegiatan ini. Dimana yang menjadi masalah atau topik penelitian ini adalah untuk menyelesaikan masalah mobil yang sering mengalami overhead pada saat berkendara dan indikasi nya selalu kebocoran pada radiator, penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kebocoran pada radiator secara otomatis sehingga sebelum terjadinya overhead, pengendara bisa langsung cek kendaraannya dan di lakukan pemeriksaan ke bengkel terdekat. Alat ini diharapkan mampu menjadi sumber income bagi peneliti, sumber lapangan pekerjaan baru bagi masyarakan sekitar, mengurangi masalah overhead bagi seluruh pengendara
2. Analisa Kebutuhan
Secara substansial, pengembangan suatu produk akan memerlukan komponen dan perlengkapan secara spesifik yang memberikan kemampuan untuk memastikan kinerja dan keandalannya. Dalam penelitian ini, adabanya sensor suhu air, sensor tekanan, buzzer, modul ESP32, dan LCD. Masing-masing komponen dipilih dan disesuaikan dengan spesifikasi yang telah dirancang untuk membangun sistem deteksi kebocoran pada radiator mobil. Kebutuhan alat dan bahan penelitian harus sesuai secara ketat dengan spesifikasi teknis dan fungsionalitas yang diinginkan untuk memastikan keberhasilan pengembangan dan implementasi alat ini. Seleksi komponen yang tepat merupakan langkah krusial dari proses penelitian ini dalam mencapai hasil yang optimal.
3. Pencarian Data
Setelah merancang kebutuhan alat dan bahan yang diperlukan, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data pendukung yang menjadi pondasi utama dari penelitian ini. Data pendukung penelitian diperoleh melalui berbagai sumber, termasuk jurnal-jurnal penelitian terdahulu yang relevan. Artikel-artikel ilmiah juga akan menjadi bahan telaah kami sebagai referensi dalam pelaksanaan penelitian ini. Hal ini sangat penting dalam pengumpulan data, guna memastikan penelitian yang dilakukan sesuai dengan kaidah keilmuan yang kuat dan dapat dipercaya sehingga hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Perancangan desain
Alat pendeteksi kebocoran pada radiator terdiri dari sensor tekanan dan sensor suhu yang posisi secara strategis pada selang radiator. Sensor tekanan memantau tekanan yang signifikan, sementara suhu cairan pendingin dalam radiator dipantau oleh sensor suhu. Kedua sensor tersebut bersinergi memberikan indikasi awal adanya kebocoran. Dalam perancangan desain, kami menggunakan perangkat lunak AutoCAD untuk memastikan akurasi dan keandalan desain alat ini.
Berikut adalah tampilan desain hasil rancangan kelompok kami dari berbagai pandangan :
GAMBAR 1.Tampak samping
GAMBAR 2. Tampak isometri dan tampak atas
5. Sinkronisasi Semua Prangkat
Setelah persiapan komponen selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah merakit sistem sesuai dengan rancangan yang telah disusun. Proses perakitan dimulai dengan
mengonfigurasi modul IoT menggunakan ESP32. ESP32 ini akan berfungsi sebagai pusat kendali yang mengintegrasikan seluruh sistem sensor dan komunikasi. Langkah berikutnya adalah merakit semua kabel dan menghubungkannya dengan komponen-komponen yang sesuai, seperti sensor tekanan dan sensor suhu. Setelah itu, alat pendeteksi kebocoran dipasang pada selang radiator, memastikan semua sensor terpasang dengan posisi yang optimal untuk mendeteksi perubahan yang terjadi. Setiap komponen dipasang dengan teliti untuk memastikan keandalan sistem dalam memonitor kondisi radiator secara real-time.
6 . Pengujian
Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi ketahanan dan keakuratan alat pendeteksi kebocoran pada radiator secara keseluruhan. Proses ini melibatkan serangkaian uji coba yang dirancang untuk menguji performa alat dalam kondisi yang beragam. Setelah pengujian awal selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba langsung pada kendaraan, khususnya pada radiator mobil yang mengalami kebocoran pada sistem radiator. Tujuan dari uji coba ini adalah untuk memastikan bahwa alat berfungsi dengan baik dalam mendeteksi kebocoran pada situasi sebenarnya, sehingga keandalannya dalam lingkungan operasional nyata dapat dipastikan.
7. Pengamatan dan Evaluasi
Pada tahap pengamatan dan evaluasi, kami akan melakukan penilaian komprehensif terhadap berbagai aspek dari alat yang telah dikembangkan. Evaluasi ini mencakup identifikasi dan analisis kelebihan serta kekurangan alat deteksi kebocoran pada radiator. Setiap aspek akan dinilai secara mendetail untuk memastikan fungsionalitas dan keandalannya dalam kondisi operasional. Jika ditemukan kekurangan atau area yang memerlukan perbaikan, maka langkah-langkah evaluasi ulang akan dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kinerja alat melalui proses iteratif yang melibatkan pengujian, analisis, dan penyempurnaan berkelanjutan. Dengan demikian, alat ini dapat mencapai tingkat optimal dalam memberikan solusi efektif untuk deteksi kebocoran pada radiator mobil.
8. Pembuatan Laporan Akhir
Laporan akhir ini disusun dengan tujuan untuk mendokumentasikan secara komprehensif serangkaian kegiatan yang telah dilakukan selama proses pengembangan alat pendeteksi kebocoran pada radiator. Laporan ini mencakup seluruh tahap pengerjaan, mulai dari perancangan, perakitan, hingga pengujian dan evaluasi. Setiap langkah pengujian dan pengamatan yang telah dilakukan dicantumkan secara rinci sebagai bukti konkret dari proses pengerjaan dan validasi alat ini. Selain itu, laporan ini juga bertujuan untuk menyajikan analisis hasil yang diperoleh dari pengujian, serta mengidentifikasi kelebihan dan potensi perbaikan dari alat yang dikembangkan.