PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
KAJIAN TEORITIS
Belajar dan Pembelajaran
Belajar melalui latihan atau pengalaman langsung akan lebih efektif dalam mengembangkan sikap, keterampilan, berpikir kritis, dll. dibandingkan dengan hafalan belajar itu sendiri. Sedapat mungkin, pembelajaran ditransformasikan ke dalam berbagai bentuk tugas, sehingga anak melakukan dialog di dalam dirinya atau mengalaminya sendiri.
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Tujuan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah membantu siswa meningkatkan kebugaran dan kesehatan jasmani melalui pengenalan dan penanaman sikap positif, serta keterampilan gerak dasar berbagai aktivitas jasmani. Jadi, jelas bahwa pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan bagian dari pendidikan umum yang mengutamakan aktivitas jasmani, dan tujuan utama pendidikan jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan jasmani dan kesehatan siswa di sekolah.
Motivasi Siswa
Menurut Suparman (1996: 1) “Pendidikan jasmani dan kesehatan adalah bagian dari pendidikan menyeluruh yang mengutamakan kegiatan jasmani, yang mendorong hidup sehat untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, sosial, dan emosional yang serasi, serasi, dan seimbang”. Pendapat lain mengatakan bahwa motivasi belajar ditandai dengan jangka panjang, kualitas keterlibatan dalam pembelajaran dan kemampuan untuk melaksanakan proses pembelajaran.
Sarana dan Prasarana
Tanpa sarana dan prasarana tersebut pendidikan olahraga tidak dapat terlaksana dengan baik. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah akan berjalan dengan baik apabila proses pembelajarannya sesuai dengan kebutuhan atau tujuan yang berlaku, untuk itu harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Jika sarana dan prasarana tidak memadai, maka proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung secara optimal.
Senang sekali bagi mereka (guru penjasorkes) yang sekolahnya memiliki fasilitas penjasorkes yang cukup karena bisa melibatkan berbagai pihak agar pembelajaran penjasorkes berjalan dengan lancar. Namun, banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas pendidikan jasmani yang baik dan memadai dan seringkali harus mencari tanah kosong atau berdesak-desakan dengan beberapa sekolah lain untuk memanfaatkan lahan yang ada. Oleh karena itu, tidak heran jika pelaksanaan pendidikan jasmani yang demikian dari hari ke hari sering kali membuat siswa itu sendiri bosan.
Salah satu kendala kelancaran pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah adalah kurangnya fasilitas yang dimiliki oleh sekolah tersebut. Pengembangan sarana pendidikan jasmani berarti melengkapi yang sudah ada dengan mengadakan, memperbanyak dan membuat alat sederhana atau mengubah.
Modifikasi Pembelajaran
Mengubah ukuran, berat dan bentuk peralatan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa akan sangat mendukung proses pembelajaran pendidikan jasmani. Bermain takraw dengan bola rotan yang memiliki ukuran lebih besar dan berat 180-80 gram merupakan bentuk modifikasi dari ukuran, berat atau bentuk peralatan. Contoh lainnya adalah: bermain bola voli dan sepak bola dengan bola plastik dan memasang ring basket yang berukuran lebih kecil dari ukuran orang dewasa merupakan bentuk modifikasi dari kategori ini agar sesuai dengan kemampuan anak.
Berdasarkan prinsip ini, halaman sekolah dapat digunakan sebagai infrastruktur. dalam mempelajari pendidikan jasmani. Olahraga seperti sepak bola, bola voli, bulu tangkis, dll membutuhkan lapangan yang cukup luas, yang dapat disederhanakan dengan mengubah ukuran lapangan permainan. Hal penting yang harus diperhatikan oleh guru SMP Penjasorkes adalah anak lebih cepat lelah secara fisiologis dibandingkan orang dewasa, terutama yang tidak terlatih (Supartono dalam Winarno.
Dalam permainan bola basket, aturannya dapat disederhanakan sebagai berikut: siswa bebas di lapangan, sehingga tidak ada aturan tiga detik untuk tim penyerang, siswa dapat memimpin dengan satu atau dua tangan, dan tidak ada penalti untuk tim tersebut. melakukan hal-hal sebagai berikut: bola yang akan dipukul, pemain lawan tidak perlu memantulkannya, tetapi cukup meletakkannya di atas palang penyangga setinggi 75 cm untuk memudahkan siswa dalam memukul bola. Sebuah modifikasi bentuk permainan baseball di lapangan yang biasa digunakan oleh orang dewasa, jumlah pemain bisa ditambah 2-3 orang agar permainan lebih menarik.
Pengertian Kemampuan Guru
Kesesuaian metode dengan tujuan pengajaran, kesesuaian materi dengan pelajaran, kesesuaian metode dengan sumber dan fasilitas yang tersedia, kesesuaian metode dengan situasi belajar mengajar, kesesuaian metode dengan kondisi siswa, kesesuaian metode dengan waktu yang tersedia. Guru yang baik adalah guru yang berusaha menggunakan metode yang bervariasi sesuai dengan tujuan situasi dan kondisi tertentu. Media pembelajaran digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Alasan utamanya terkait dengan kemampuan guru membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit dan jelas seperti yang dikemukakan Gagne dalam Suryosubroto (1997:3). Pengelolaan kelas adalah sesuatu yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau pihak yang membantu dengan tujuan untuk mencapai kondisi yang optimal agar kegiatan pembelajaran dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan, Pembelajaran Arikunto memerlukan konsentrasi, oleh karena itu perlu diciptakan ’ suasana kelas sehingga dapat mendukung kegiatan pembelajaran yang efektif”. Kegiatan pengelolaan kelas menurut Suryosubroto (1997:40) menyebutkan kegiatan sebagai berikut : . “a) Menata meja dan tempat duduk, menempatkan papan tulis dan sebagainya b) menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi, dalam artian guru harus mampu menyikapi dan mengatur tata ruang kelas, misalnya mengendalikan tingkah laku siswa untuk mengarahkan agar tidak merusak suasana kelas".
Strategi adalah cara atau petunjuk bagi seorang guru pendidikan jasmani dalam pelaksanaan proses pembelajaran pendidikan jasmani untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam pendidikan jasmani. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani, guru harus menekankan aktivitas dan tindakan yang berbeda menggunakan modifikasi olahraga dalam pendidikan jasmani.
Kerangka konseptual
Pertanyaan Penelitian
Dalam penelitian ini ingin mengetahui dan mengetahui pelaksanaan kelas pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMPN 4 Pariaman. Uraian ini menyajikan distribusi variabel motivasi siswa, sarana dan prasarana, perubahan pembelajaran, dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMA Negeri 4 Kota Pariaman. Seberapa baik sarana dan prasarana dalam penyampaian pembelajaran pendidikan jasmani di SMA Negeri 4 Pariaman.
Berdasarkan data yang terkumpul dari 5 item pernyataan yang merupakan indikator kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran penjasorkes, masing-masing responden mendapatkan distribusi jawaban menurut tingkat klasifikasi sebagai berikut, klasifikasi No frekuensi 23 atau 7,4%. Dari data yang diperoleh dalam analisis deskriptif, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi pelaksanaan kelas pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 4 Pariaman. Dengan demikian jika ditinjau dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa “sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMP Negeri 4 Pariaman dalam pelaksanaan pembelajaran kependidikan.
Maka jika dilihat dari hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa “Modifikasi Pembelajaran di SMP Negeri 4 Pariaman dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan” tingkat kinerja responden 83,7% berada pada Sangat kategori bagus. Dengan demikian jika dilihat dari hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa “kemampuan guru SMP Negeri 4 Pariaman dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan” tingkat kinerja responden sebesar 92,6% berada pada kategori Sangat Baik. .
Jenis, Waktu dan Tempat Penelitian
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 4 Pariaman yang terdiri dari kelas VII.1,VII.2,VII.3,VII.4,VII.5,VII.6,VII.7,VII.8.
Jenis dan Sumber Data
Teknik Dan Alat Pengumpulan Data
Skala Guttman yang dikemukakan oleh Riduwan dimana setiap jawaban memiliki alternatif jawaban “ya” atau “tidak”. Angket yang digunakan adalah angket tertutup yaitu angket yang sudah memiliki alternatif jawaban sehingga responden tinggal mengisi fakta saja, karena jawaban responden “Ya” bernilai 1 (satu) dan jawaban responden bukan “Tidak”. bernilai 0 (nol).
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang distribusi frekuensi dari masing-masing variabel penelitian. Tampilan data jawaban responden terhadap variabel motivasi siswa dalam bentuk distribusi frekuensi dapat dilihat dari tabel 1 di atas, dimana masing-masing responden memberikan penilaian terhadap jawaban pernyataan menurut pendapatnya. Tampilan data jawaban responden terhadap variabel sarana dan prasarana dalam bentuk distribusi frekuensi dapat dilihat dari tabel 1 di atas, dimana masing-masing responden memberikan penilaian terhadap jawaban pernyataan menurut pendapatnya.
Penyajian data jawaban responden terhadap variabel modifikasi pembelajaran berupa distribusi frekuensi dapat dilihat pada Tabel 1 di atas, dimana masing-masing responden memberikan penilaian terhadap jawaban pernyataan menurut pendapatnya. Penyajian data jawaban responden terhadap variabel kemampuan guru dalam bentuk distribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 1 di atas, dimana masing-masing responden memberikan penilaian terhadap jawaban pernyataan menurut pendapatnya.
Jawaban Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan data di atas, persentase skor kinerja untuk indikator sarana dan prasarana sebesar 79,7%. Berdasarkan data yang terkumpul dari 7 item pernyataan yang merupakan indikator modifikasi pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes, masing-masing responden memperoleh distribusi jawaban berdasarkan tingkat klasifikasi sebagai berikut, klasifikasi No, frekuensi 75 atau 17,3%.
Pembahasan
Artinya keinginan siswa untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes bidang olahraga dan kesehatan sangat tinggi, dimana di SMP Negeri 4 Pariaman guru penjasorkes berhasil dalam melaksanakan pembelajaran penjasorkes sehingga itu menciptakan motivasi bagi siswa untuk mengikuti bagian. Guru penjasorkes diharapkan mampu menciptakan penjasorkes yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga pelaksanaan penjasorkes dapat berjalan dengan lancar. Kepala sekolah untuk dapat melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan terutama dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani, agar siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani.
Apakah guru penjasorkes anda juga ikut serta ketika anda bermain game pada saat kegiatan penjasorkes. Apakah guru penjasorkes anda selalu menyadari dan mengajarkan anda jika ada kesalahan dalam pelaksanaan penjasorkes. Apakah guru penjasorkes anda selalu membantu anda melakukan gerakan-gerakan yang kurang anda kuasai di penjasorkes?
21 Apakah waktu bermain yang dimodifikasi membuat pelaksanaan pelajaran Penjasorkes berhasil? 23 Apakah guru anda juga memodifikasi luas lapangan yang ada sehingga dapat disesuaikan dengan pelaksanaan pelajaran Penjasorkes.
PENUTUP
Saran
- Lampiran 1 Kisi-kisi angket penelitian
- Lampiran 2 Angket Penelitian
- Lampiran 3 Data Penelitian Tabel Kerja Perhitungan Validitas Instrumen
- Lampiran 4 Data Penelitian Tabel Kerja Uji Reabilitas Data Penelitian
- Lampiran 5 Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian
- Lampiran 6 Uji Validitas Menggunakan Point Biserial Correlation
- Lampiran 7 Tabel. Hasil Perhitungan Korelasi Point Biserial
- Lampiran 8 Analisis Deskriptif Variabel Motivasi Siswa
- Lampiran 9 Analisis Deskriptif Variabel Sarana Prasarana
- Lampiran 10 Analisis Deskriptif Variabel Modifikasi Pembelajaran
- Lampiran 11 Analisis Deskriptif Variabel Kemampuan Guru
- Lampiran 12 Dokumentasi Penelitian
13 Apakah anda merasa kurang nyaman dalam mengikuti pelajaran Penjasorkes karena lapangan sekolah yang kecil sehingga menyulitkan anda untuk beraktivitas? Apakah dengan kehilangan bola seorang guru olahraga yang memodifikasi bola sesuai dengan permainan yang akan berlangsung, hal ini membuat anda tetap termotivasi dalam latihan. 27 Apakah guru penjasorkes mengelola kelas dengan baik sehingga tidak ada siswa yang ribut saat pembelajaran berlangsung.
30 Guru penjasorkes selalu mengevaluasi materi yang disampaikan sebelum menutup pembelajaran. k = Jumlah item pernyataan Vt = Total Varians.