• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V 5.5.2 Kontrol Jarak dan h untuk Batang-Batang Diagonal

N/A
N/A
Tama Praha Nugroho

Academic year: 2025

Membagikan "BAB V 5.5.2 Kontrol Jarak dan h untuk Batang-Batang Diagonal"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

ANALISIS HASIL STRUKTUR RANGKA KUDA-KUDA

5.1 Pendahuluan

Pada bagian ini, Anda akan memberikan gambaran umum mengenai tujuan analisis struktur rangka kuda-kuda. Jelaskan bahwa rangka kuda-kuda digunakan untuk mendukung atap bangunan, yang memiliki beban berat. Oleh karena itu, analisis struktur sangat penting untuk memastikan bahwa rangka kuda-kuda dapat menahan beban dengan aman. Di sini juga, Anda dapat menyebutkan perangkat lunak yang digunakan untuk analisis, seperti SAP 2000, dan bagaimana perangkat ini dapat membantu dalam perhitungan gaya-gaya internal pada setiap batang kuda- kuda.

5.2 Perancanaan Struktur Atas

Analisis struktur rangka kuda-kuda dilakukan dengan menggunakan program bantu SAP v22 Desain kuda-kuda dimodelkan sebagai berikut :

gamba pemodelan struktur kuda-kuda pada SAP Standar Perencanaan;

1. Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung, SNI 03 1729- 2002

2. Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung, PPPURG 1987

3. Tabel Profil Baja

(2)

Data Teknis;

Bentang kuda-kuda = 19,8 m

Jarak antar kuda-kuda = 4 m

Profil kuda-kuda =

Mutu baja = BJ 41

Alat sambung = Baut

Tegangan leleh minimum (fy) = 250 MPa Tegangan putus minimum (fu) = 410 MPa

Profil gording = C.250.50.50.4,5 (Light Channel) Berat profil gording = 11,8 kg/m

Sudut kemiringan = 25o

Penutup atap = Genteng metal

Berat penutup atap = 15 kg/m2

5.3 Kontrol Penampang Kuda-Kuda (SAP 2000) 5.4 Perencanan Dimensi Batang Kuda-Kuda

Dalam perencanaan batang kuda-kuda, titik buhul dianggap sebagai sendi.

Gaya batang pada suatu kuda-kuda hanya ada 2 macam, yaitu sebagai batang tarik atau sebagai batang tekan, maka perencanaan kuda-kuda pada dasarnya merupakan perencanaan batang tarik dan batang tekan

5.4.1 Batang atas ( Batang Tekan)

Profil yang digunakan pada konstruksi kuda-kuda ini adalah profil siku sama kaki dengan ukuran 60.60.6 diperoleh data profil sebagai berikut:

- Tinggi profil (h1) = 60 mm - Lebar profil (b1) = 60 mm - Tebal profil (t1) = 6 mm - Berat sendiri (w) = 5,41 kg/m’

- Luas tampang (A) = 691 mm2 Ix = 227900 mm4

(3)

Iy = 227900 mm4 Gambar Profil siku sama kaki 60.60.6 ex = 17 mm

ex = 17 mm

a. Periksa kelangsingan penampang Sayap b2

t2<200

fy

60 6 < 200

250

10,00<12,65(OK)

b. Periksa kelangsingan batang

a

1=

a

8

- Kondisi tumpuan sendi-sendi k =1, dicoba digunakan 2 plat kopel (n = 2)

L1= La2

n+1=1550

2+1=516,67mm r1=

IAy=

227900691 =18,16mm

λ1=L1

ry=516,67

18,16 =28,45mm

dengan L a2 = panjang batang a2 - Arah sumbu bahan (sumbu x-x)

rx=

2.2.1Ax=

2.279002.691 =18,16mm

rx=K . La2

rx =1.1550

18,16=85,35mm Syarat :

λ x > 1,2. λ1 85,35 > 1,2. 28,45

85,35 mm > 34,14 mm (Ok) - Arah sumbu bebas bahan (sumbu y-y)

tpb = 10 mm

Iysg = 2. ((Iy + A).(ey + ½.tpb))

(4)

= 2. ((227900 + 691).(17 + ½.10))

= 1124688,00 mm

rysg=

2.IysgA=

11246882.691 =28,53mm

λy=K . La2

rysg =1.1550

28,53=54,33mm - Kelangsingan ideal

λiy=

λy2+m2 x λ12

¿

54,332+22x28,452

¿61,33mm

dengan nilai m (diambil) = 2 Syarat :

λiy > 1,2. λ1 61,33 > 1,2. 28,45

61,33 > 34,14 mm (Ok) c. Periksa terhadap gaya tekan

Dari perhitungan diatas diperoleh:

x = 85,35 mm

iy = 61,33 mm

Jadi  min  61,33 mm (diambil nilai terkecil antara x dan iy)

c=❑min

fEy

dimana E = 200000 MPa dan   3,14

c=61,33

3,14

200000250 =0,69

Dihitung ω, dengan ketentuan :

λc < 0,25 maka, ω = 1

0,2 5< λc < 1,2 ω= 1,43

1,6−0,67λc ω=1,25❑c

2

(5)

memenuhi 0,25 < λc < 1,2 maka :

ω= 1,43

1,6−0,67(0,69)=1,26 Nn1=0,85

¿0,85(2.A)fy

¿0,85(2.691) 250 1,26

¿233567,64N Syarat :

Nn2 > Nua2

233567,64 N > 186188,17 N (Ok) d. Periksa terhadap tekuk lentur torsi

J=2X

[ (

31b2.t23

)

+

(

31

(

h2.t2

)

t23

) ]

¿2X

[ (

1360.(6)3

)

+

(

13(60.6)(6)3

) ]

¿16416,00mm4 y0=2xt2

2=17−6

2=14,00mm x0=0

r02=Ix+Iy

A +X02+y02

¿227900+227900

691 +02+14,002

¿855,62mm4 fcrz= G . J

2.A . R02dengan G=80000MPa

¿80000+16416

2691855,62 =1110,62MPa H=1−x02+y02

r20 =1−02+14,002

588,62 =0,771mm

(6)

fcrz=fy

❑= 250

1,26=198,83mm fclt=

(

fcry2+Hfcrz

)

¿

¿

(

198,832x+11100,771 ,62

) [

1−

1−4x198(198,83,83x1110+1110,62,62)x0,7712

]

¿189,86MPa

Nn2 = 0,85.Nn = 0,85.(2.A). fclt

= 0,85.(2.691).189,86

= 223032,59 N Syarat :

Nn2 > Nua2

223032,59 N > 186188,17 N (Ok) 5.4.2 Batang bawah (Batang tarik)

Profil yang digunakan pada konstruksi kuda-kuda ini adalah profil siku sama kaki dengan ukuran 50.50.5. Batang b1, b2, b3, b4, b5, b6, b7, b8. P maks terjadi pada batang b1 = 170486,78 N dengan panjang batang (lk)=2,6 m. karena merupakan batang tarik maka perhitungan dilakukan sebagai berikut :

- Tinggi profil (h1) = 50 mm - Lebar profil (b1) = 50 mm - Tebal profil (t1) = 5 mm - Berat sendiri (w) = 3,77 kg/m - Luas tampang (A) = 480 mm2

Ix = 110000 mm4 Iy = 110000 mm4

ex = 14 mm Gambar Profil siku sama kaki 50.50.5

ex = 14 mm

(7)

a. Periksa kelangsingan

r min=

2.2.IxA=

2.1100002.480 =15,14mm

λ=Lb1

rmin= 1400

15,14=92,48mm<240mm dimana Lb1 = panjang batang b1

b. Periksa kekuatan

Untuk alat sambung las Kondisi leleh :

Φ.Tn1 = 0,90.fy.Abr

= 0,90.250.2.480

= 216000 N Dengan :

fy = tegangan leleh baja (Mpa) Abr = luas tampang bruto profil (mm2) Kondisi fraktur :

Φ.Tn2 = 0,75.fu.(0,85.2A)

= 0,75.410.(0,85.2.480)

= 250920 N

Φ.Tn diambil nilai yang paling terkecil antara Φ.Tn1 dan Φ.Tn2

Syarat :

Φ.Tn > Nub1

216000 N > 170486,78 N (Ok) 5.4.3 Batang diagonal ( Batang Tarik )

Profil yang digunakan pada konstruksi kuda-kuda ini adalah profil siku sama kaki dengan ukuran 45.45.5. Batang d1, d2, d3, d4, d5, d6. P maks terjadi pada batang d5 = 34111,55 N dengan panjang batang (lk)= 2,95 m. karena merupakan batang tarik maka perhitungan dilakukan sebagai berikut :

- Tinggi profil (h1) = 45 mm - Lebar profil (b1) = 45 mm

(8)

- Tebal profil (t1) = 5 mm - Berat sendiri (wg) = 3,38 kg/m - Luas tampang (A) = 430,2 mm2

Ix = 79100 mm4 Iy = 79100 mm4 ex = 12,8 mm ex = 12,8 mm

Gambar profil siku sama kaki 45.45.5 a. Periksa kelangsingan penampang

r min=

2.2.IAx=

2.791002.430,2=13,59mm

λ=Ld5

rmin= 2950

13,59=217,55mm<240mm dimana Ld1 = panjang batang d1

b. Periksa kekuatan

Untuk alat sambung las Kondisi leleh :

Φ.Tn1 = 0,90.fy.Abr

= 0,90.250.2.430,2

= 193590 N Dengan :

fy = tegangan leleh baja (Mpa) Abr = luas tampang bruto profil (mm2) Kondisi fraktur :

Φ.Tn2 = 0,75.fu.(0,85.2A)

= 0,75.410.(0,85.2.430,2)

= 224887,05 N

Φ.Tn diambil nilai yang paling terkecil antara Φ.Tn1 dan Φ.Tn2

(9)

Syarat :

Φ.Tn > Nud1

224887,05 N > 34111,55N (Ok) 5.4.4 Batang vertikal (Batang Tarik dan Batang Tekan )

Profil yang digunakan pada konstruksi kuda-kuda ini adalah profil siku sama kaki dengan ukuran 45.45.5. Batang vertikal v4 merupakan batang tarik dengan Pmaks= 56023,44 N. sedangkan batang v1, v2, v3, v5, v6, V7. merupakan batang tekan dengan Pmaks = -23695,06 N. Dari tabel profil baja diperoleh data profil sebagai berikut

- Tinggi profil (h1) = 45 mm - Lebar profil (b1) = 45 mm - Tebal profil (t1) = 5 mm - Berat sendiri (w) = 3,38 kg/m - Luas tampang (A) = 430,2 mm2

Ix = 78300 mm4 Iy = 78300mm4

ex = 12,8 mm profil siku sama kaki 45.45.5

ex = 12,8 mm

1) Batang tarik v4

a. Periksa kelangsingan

r min=

2.2.IAx=

2.783002.430,2=13,49mm

λ=Ld5

rmin= 2950

13,49=163,03mm<240mm dimana Lv4 = panjang batang v4

b. Periksa kekuatan

Untuk alat sambung las Kondisi leleh :

Φ.Tn1 = 0,90.fy.Abr

= 0,90.250.2.430,2

(10)

= 193500 N Dengan :

fy = tegangan leleh baja (Mpa) Abr = luas tampang bruto profil (mm2) Kondisi fraktur :

Φ.Tn2 = 0,75.fu.(0,85.2A)

= 0,75.410.(0,85.2.430,2)

= 224782,5N

Φ.Tn diambil nilai yang paling terkecil antara Φ.Tn1 dan Φ.Tn2

Syarat :

Φ.Tn > Nuv4

193500 N > 56023,44 N (Ok) 2) Batang tekan v3

a. Periksa kelangsingan penampang b2

t2<200

fy

45 5 < 200

250

9,00 < 12,65 (oke)

b. Periksa kelangsingan batang v4

Kondisi tumpuan sendi-sendi k=1 dicoba digunakan 2 plat kopel.

L1= Lv5

2+1=1830

2+1=610,00mm ry=

IAy=

7830430 =13,49mm

λy=L1

ry=610,00

13,49 =45,20mm dengan Lv5 = panjang batang v5

- Arah sumbu bahan (sumbu x-x) rx=

2.12.Ax=

2.783002. 430 =13,49mm
(11)

rx=K . Lv4

rx =1.1830

13,49 =135,61mm Syarat :

λ x > 1,2. λ1 135,61 > 1,2.45,20

135,61mm > 54,25 mm (Ok) - Arah sumbu bebas bahan (sumbu y-y)

tpb = 10 mm

Iysg = 2. ((Iy + A).(ey + ½.tpb))

= 2.((78300+430,2).(12,8+½.10))

= 893672,88 mm

rysg=

2.IysgA=

8936722.430,2,88=25,43mm

λy=K . Lv4

rysg =1.1830

25,43=71,96mm - Kelangsingan ideal

λiy=

λy2+m2 x λ12

¿

71,962+22x45,202

¿84,98mm

dengan nilai m (diambil) = 2 Syarat :

λiy > 1,2. λ1 61,33 > 1,2. 28,45

61,33 > 34,14 mm (Ok) c. Periksa terhadap gaya tekan

Dari perhitungan diatas diperoleh:

x = 135,61 mm

iy = 84,98 mm

Jadi  min  84,98 mm (diambil nilai terkecil antara x dan iy)

(12)

c=❑min

fEy

dimana E = 200000 MPa dan   3,14

c=84,98,33

3,14

200000250 =0,96

Dihitung ω, dengan ketentuan :

λc < 0,25 maka, ω = 1

0,2 5< λc < 1,2 ω= 1,43

1,6−0,67λc ω=1,25❑c

2

memenuhi 0,25 < λc < 1,2 maka :

ω= 1,43

1,6−0,67(0,96)=1,49 Nn1=0,85

¿0,85(2.A)fy

¿0,85(2. 430,2) 250 1,49

¿122542,50N Syarat :

Nn1 > Nuv5

122542,50 N > 23695,06 N (Ok) d. Periksa terhadap tekuk lentur torsi

J=2X

[ (

13b2.t23

)

+

(

13

(

h2.t2

)

t23

) ]

¿2X

[ (

1345.(5)3

)

+

(

13(45+5)(5)3

) ]

¿7083,33mm4 y0=2xt2

2=12,8−5

2=10,30mm x0=0

(13)

r02=Ix+Iy

A +X02+y02

¿78300+78300

430 +02+10,3 02

¿470,28mm4 fcrz= G . J

2.A . R02denganG=80000MPa

¿80000+7083,33

2x430x470,28=1401,12,62MPa H=1−x02+y02

r02 =1−02+10,3 02

470,28 =0,774mm fcrz=fy

❑= 250

1,49=167,64mm fclt=

(

fcry2+Hfcrz

)

¿

¿

(

167,642x0+,14017 74 ,12

) [

1−

1−4x167(167,64,64x1 401+1 401,12,12x0)2,7 74

]

¿162,81MPa

Nn2 = 0,85.Nn = 0,85.(2.A). fclt

= 0,85.(2.430,2).162,81

= 119012,63 N Syarat :

Nn2 > Nua2

119012,63 N > 23695,06 N (Ok)

Dalam perencanaan diatas, akhirnya hasil perencanaan dimensi batang kuda-kuda disajikan dalam table berikut :

Tabel V.8. Perencanaan dimensi batang kuda-kuda

No Batang Profil baja

1. a1, s/d a8 2L 60x60x6

2. b1, s/d b8 2L 50x50x5

3. d1, s/d d6 2L 45x45x5

(14)

4. v1, s/d v7 2L 45x45x5

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, diperoleh nilai kuat tekan optimal pada penambahan serat batang sagu dengan komposisi 10% dengan nilai kuat tekan 2,03

1. Gaya yang terdapat pada ban mobil yang di rem yaitu gaya....A. pegas B. gesek C. magnet D. listrik 2. Gaya tarik terbesar terletak pada

Batang V menahan gaya tarik sebesar 1,5 ton (permanen). Bila digunakan kayu jati mutu A dan baut penyambung ø 1/2&#34;. Hitunglah konstruksi sambungan tersebut ?.. BAB III.

Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan 1 elektroda batang dengan variasi kedalaman sedangkan pada 2 elektroda batang yang diparalel dengan variasi

Dari hasil analisa struktur dengan menggunakan bantuan software SAP 2000 v.11, maka di ambil gaya tekan yang terbesar yaitu pada batang yang dicetak tebal sebagai contoh

kibat beban-beban dari atas dan +uga dipengaruhi oleh 2ormasi tiang dalam satu kelompok tiang&amp; tiang-tiang akan mengalami gaya tekan atau tarik. ^leh tarena itu tiang-tiang

Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian hubungan gaya kepemimpinan orang tua terhadap hasil belajar fisika siswa kelas IX SMPN 2 Batang Anai yaitu terdapat dua gaya

Edo mendorong meja dengan gaya sebesar 30 N sehingga meja berpindah sejauh 2 m Seekor kuda menarik delman dengan gaya sebesar 4.000 N sehingga delman berpindah sejauh 15 m Sebuah mobil