• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB v pusat industri kreatif dan umkm

N/A
N/A
Idulrahman @

Academic year: 2025

Membagikan "BAB v pusat industri kreatif dan umkm"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

ACUAN PERANCANGAN

A. Konsep Perancangan Makro 1. Analisa Penentuan Tapak

Melalui pendekatan aspek pemilihan lokasi pada, lokasi tapak didasarkan pada :

a. Lokasi sesuai dengan peruntukan lahan atau Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kendari

b. Lokasi Strategis, Lokasi harus mudah diakses oleh orang-orang yang ingin datang ke pusat edukasi ini.

c. Keamanan, Lokasi harus aman dari bahaya alam seperti banjir, gempa, atau longsor, agar pengunjung dan fasilitas tidak terancam.

d. Lingkungan, Kita harus memikirkan dampak lingkungan, seperti menjaga ekosistem alam dan menggunakan sumber daya alam dengan bijaksana.

e. Keberlanjutan, Lokasi harus mampu mendukung pertumbuhan fasilitas ini dalam jangka panjang tanpa merusak lingkungan sekitar.

f. Dukungan Masyarakat, Penting untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat dan pemerintah daerah dalam memilih lokasi yang tepat.

g. Luas lahan yang cukup dan memenuhi standar

Berdasarkan kriteria di atas, maka lokasi yang akan digunakan sebagai lokasi Perancanagn Pusat Industri Kreatif Dan UMKM, tepatnya di Kecamatan Kambu Kelurahan Bende yang merupakan Zona Kawasan Pelayanan pendidikan,perdagangan dan jasa serta rekreasi sesuai dengan fungsi bangunan yaitu Pusat industri kreatif dan UMKM

Gambar V.1 Penentuan Lokasi Perancangan Sumber: Ilustrasi Penulis, 2024

Arahan fungsi untuk Kecamatan Kadia ini adalah untuk kawasan

pendidikan perdagangan dan jasa serta rekreasi . Adapun gambaran mengenai letak Kecamatan Kadia, yaitu :

1) Batas Utara : Kecamatan Mandonga dan Kecamatan Puwatu 2) Batas Selatan : Kecamatan Wua-Wua

3) Batas Barat : Kecamatan Puwatu

(2)

4) Batas Timur : Kecamatan Mandonga dan Kecamatan Kambu Adapun Kriteria mengenai lokasi tapak yaitu :

a) Tapak memiliki luas tanah yang proporsional yaitu minimal 3,5 Ha.

b) Tapak dapat menampung Pusat Edukasi Bencana Alam karena berada dalam kawasan pendidikan, dengan tingkat kepadatan sedang.

c) Tersedianya jaringan utilitas kota berupa jaringan Telkom , jaringan listrik , jaringan air PDAM .

d) Letaknya Strategis dengan tersedianya jaringan transportasi berupa jalan primer yang dapat dilalui kendaraan umum maupun kendaraan pribadi

e) Topografi site yang datar dengan kondisi tanah yang agak keras dan cenderung lembab

2. Konsep Pengolahan Tapak

Menentukan sebuah lokasi diperlukan suatu pemikiran yang matang dengan mempertimbangkan berbagai macam aspek. Hal tersebut dikarenakan, lokasi merupakan faktor penentu yang membuat perencanaan bangunan memenuhi standarisasi. Sehingga melahirkan sebuah perencanaan yang baik. Konsep pengolahan tapak terdiri dari aksebilitas, sirkulasi sekitar tapak, keistimewaan alami tapak, keistimewaan buatan tapak, kebisingan, view keluar dan kedalam tapak, tanggapan terhadap iklim dan demografi. Sebelum melakukan analisa pengolahan tapak, berikut ini merupakan gambaran kondisi eksisting tapak yang menjadi data primer dalam pengolahan tapak yang terdiri dari :

a. Tata guna lahan

b. Keistimewaan fisik alami

c. Orientasi tapak terhadap arah matahri dan angin d. Kebisingan

e. View f. Pencapaian

g. Sirkulasi dan parkir h. Zonasi

i. Konsep penataan ruang luar a. Tata Guna Lahan

Gambar V.2 Lokasi Tapak Sumber: Ilustrasi Penulis, 2024

(3)

Adapun penentuan lokasi pada Perencanaan Pusat Industri Kreatif dan UMKM di Kota Kendari didasarkan pada kriteria berikut :

a. Lokasi perpustakaan umum yang direncanakan harus sesuai dengan peruntukan lahan yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah Kota Kendari Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kendari Tahun 2010-2030 yaitu kawasan yang diperuntukan untuk rencana kawasan pusat pendidikan serta perdagangan dan jasa

b. Kondisi topografi yang mendukung.

c. Tersedianya fasilitas kota

d. Luasan lahan sesuai dengan kebutuhan program ruang yang akan direncanakan.

e. Berada pada lokasi yang strategis dengan jangkauan aksebilitas yang mudah dari berbagai arah dengan dukungan dan pencapaian dengan sarana transportasi.

f. Tidak mengganggu dan menimbulkan masalah bagi lingkungan setempat.

g. Perkembangan lingkungan yang cukup baik.

Berdasarkan kriteria penentuan lokasi tersebut, maka lokasi yang sesuai untuk perencanaan Pusat Industri Kreatif Dan UMKM berdasarkan peraturan daerah Kota Kendari Nomor 1 Tahun 2012 tentang rencana tata ruang wilayah Kota Kendari tahun 2010-2030 dengan kawasan yang diperuntukan untuk rencana kawasan pusat pendidikan dan perdagangan dan jasa yaitu berada pada kawasan Kecamatan Kadia, tepatnya Kelurahan Bende.

b. Kondisi Eksisting

Data-data mengenai tapak Perencanaan Pusat Industri Kreatif dan UMKM ini adalah sebagai berikut :

a) Peruntukan : Pusat perdagangan dan jasa b) Luas tapak : ± 2 Ha

c) Koefisien dasar bangunan : 60 : 40 d) Garis sempadan bangunan : 12 meter e) Topografi : Tanah datar

Gambar V.3 Kondisi Eksisting Sumber: Ilustrasi Penulis, 2024

(4)

Lokasi tapak berada pada Kecamatan Kadia, Kelurahan Bende, tepatnya di Jalan Brigjen M. Yoenoes dengan luas tapak sekitar ± 3.5 Ha. Adapun batas-batas tapak adalah sebagai berikut :

a. Sebelah utara berbtasan dengan kali kadia

b. Sebelah timur berbatasan dengan Jalan damai dan perumahan warga c. Sebelah barat berbatasn dengan Jalan Brigjen M. Yoenoes

d. Sebelah selatan berbatasan dengan Kantor Mitsubishi Beta Berlian Kendari

c. Orientasi Matahari

Panas matahari secara normal bisa memiliki dampak positif dan negatif terhadap keberlangsungan kegiatan dalam bangunan.

Pemanfaatan dan pengendalian panas matahari yang menerpa bangunan secara benar bisa bermanfaat terhadap bangunan itu sendiri. Kesesuaian antara arah orientasi sinar matahari terhadap tapak akan mempengaruhi perletakkan bangunan di atas tapak, perletakkan bukaan- bukaan cahaya, dan prioritas perletakkan ruang-ruang di dalam bangunan.

Gambar V.3 Orientasi Matahari Sumber: Ilustrasi Penulis, 2024

Tanggapan mengenai orientasi matahari terhadap perencanaan bangunan :

a) Memaksimalkan bukaan pada bangunan untuk memaksimalkan cahaya masuk kedalam bangunan.

b) Penentuan arah Bangunan untuk meminimalisir cahaya matahari c) Penggunaan secondary skin sebagai usaha penanggulangan cahaya

menyilaukan.

d) Penggunaan ACP.

e) Penataan vegetasi pada sisi bangunan sebagai filtrasi panas matahari.

d. Arah Angin

Angin yang berhembus diatas tapak dapat dimanfaatkan sebagai penghawaan secara alami pada bangunan. Namun, angin yang

(5)

berhembus tidak selalu memberi dampak positif pada bangunan.

Partikel polusi pada kendaraan bermotor dapat terbawa oleh angin dan dapat memberikan dampak negatif pada fasad bangunan.

Gambar V.4 Arah angin Sumber: Ilustrasi Penulis, 2024

Diklim tropis angin berhembus dari arah timur dan barat begitupun yang terjadi pada kondisi eksisting tapak dengan itu untuk menyikapi itu perlu perlakuan khusus terhadap bangunan nantinya Tanggapan mengenai arah angin terhadap perencanaan bangunan :

a) Penempatan ventilasi yang berorientasi dengan arah hembusan angin, khususnya pada ruang-ruang yang mengutamakan pengudaraan secara alami.

b) Dalam penempatan tanaman dan bangunan dalam tapak, perlu diperhatikan arah angin yaitu dengan cara penempatan yang tidak terlalu mengelompok tetapi tetap teratur agar arah angin tidak terhalang.

e. Kebisingan

Gambar V.5 Kebisingan Sumber: Ilustrasi Penulis, 2024

Kebisingan pada tapak bersumber dari beberapa indikator seperti lalu lintas jalan dan fasilitas bangunan di sekitar tapak. Faktor kebisingan dapat dikelolah dengan strategi sebagai berikut :

(6)

a) Untuk meredam kebisingan, dapat dilakukan dengan pemberian buffer (penyaring) berupa vegetasi tanaman pada titik-titik sumber kebisingan yang kiranya memiliki potensi mengganggu kenyamanan pada bangunan di dekatnya.

b) Kelompok bangunan yang membutuhkan kebisingan rendah dijauhkan dari sumber kebisingan.

c) Penempatan open space pada bagian depan tapak, sebagai upaya menjauhkan bangunan dari sumber kebisingan.

f. View

Hal-hal yang menjadi patokan dalam menganilisi view yaitu pemandangan ke luar tapak (view macro) dan pemandangan kedalam tapak (view micro). Untuk lebih jelasnya mengenai anaslisi view pada tapak dapat dilihat pada gambar.

Gambar V.5 View Pada Tapak Sumber: Ilustrasi Penulis, 2024

Tanggapan mengenai view terhadap perencanaan bangunan :

a) Menutup pandangan yang mengarah pada perumahan warga, dan lahan kosong dengan upaya penataan lansekap.

b) View masuk yang baik berada pada arah barat dan utara, sebab berbatasan langsung dengan jalan raya. Tentunya arah tersebut menjadi titik pandang utama bagi orang-orang melintas pada jalan tersebut. Jadi, bentuk fasad bangunan harus diperhatikan dan dibuat menarik serta sebisa mungkin mencerminkan aktivitas yang ada di dalam tapak.

(7)

g. Pencapaian

Gambar V.5 Pencapaian pada Tapak Sumber: Ilustrasi Penulis, 2024

Tapak berada pada jalan Brigjen M. Yoenoes yang merupakan jalan utama untuk pencapaian ke lokasi tapak serta Jalan Kol. H. Abd.

Hamid Sebagai Alternatif pencapaian ke tapak. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan bangunan terkait dengan sirkulasi , yaitu :

a) Penempatan enterance yang jelas sehingga dapat dilihat dari luar tapak

b) Jalur main enterance dengan Main Exit yang terpisah untuk menciptakan sirkulasi kendaraan yang seimbang dan tidak menumpuk pada satu titik.

c) Sirkulasi searah antara sirkulasi di luar dan di dalam tapak menjamin kelancaran sirkulasi kendaraan .

d) Akses masuk khusus pejalan kaki dan jalur Kendaraan darurat (Side Entrance)

h. Sirkulasi dan Parkir

Gambar V.6 Analisis sirkulasi parkir Sumber: Ilustrasi Penulis, 2024

(8)

Fasilitas parkir pengelola dan service diletakkan pada parkir area utara

Gambar V.7 Parkir 45 derajat Sumber: Amanu 2019

Area parkir jenis ini ditempatkan pada parkiran pengelola dan pengunjung. Ini dimaksudkan agar meminimalisir lebar area yang dibutuhkan dan agar sirkulasi keluar dan masuk kendaraan menjadi lebih mudah. Kendaraan yang diwadahi adalah jenis sepeda motor dan mobil. Sesuai dengan jenisnya, untuk menerapkan parkiran jenis ini maka alur sirkulasi kendaraan dibuat menjadi satu arah

Gambar V.8 Parkir 90 derajat Sumber: Ilustrasi 2019

Area parkir jenis ini ditempatkan pada parkiran pengunjung dan pengelola. Dibutuhkan area yang luas untuk menerapkan sistem parkiran ini. Alur sirkulasi yang direkomendasikan adalah dua arah untuk keluar masuk area.

i. Penzoningan

Zoning yang dimaksud adalah mengatur perletakkan ruang-ruang di atas tapak berdasarkan sifat ruang secara umum. Zoning pada tapak dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara horizontal dan secara vertikal.

Area publik diletakkan pada sisi depan agar memudahkan akses pengunjung dan ruang-ruang yang sifatnya lebih privat diletakkan pada sisi belakang bangunan agar tidak terganggu oleh aktifitas yang terjadi pada area publik. Agar tidak terjadi perubahan suasana yang mendadak dari zona publik ke zona yang lebih privat, maka diantaranya akan diletakkan ruang-ruang zona semi publik.

(9)

Sedangkan, untuk pengaturan zonasi secara vertikal, pengaturannya adalah dengan meletakkan ruangan bersama pada lantai dasar, pada lantai berikutnya merupakan transisi antara area yang publik ke area yang lebih privat dan lantai tertinggi adalah ruangan-ruangan yang bersifat privat.

Gambar V.10 Penzoningan Pada Tapak Sumber: Ilustrasi Penulis, 2024 j. Penataan Ruang Luar

Tata ruang luar Kawasan Pusat Edukasi Bencana Alam yang terdiri dari, ruang sirkulasi pedestrian , ruang sirkulasi kendaraan dan parkir, taman dan area terbuka hijau, area untuk kegiatan outdoor, dan lain-lain.

a. Jalur Sirkulasi Pejalan Kaki

Pada jalur sirkulasi pejalan kaki dibuat perkerasan dari material paving block berwarna sebagai pengarah, pada bagian-bagian tertentu yang mempunyai perbedaan elevasi akan digunakan bidang miring berupa ramp. Vegetasi jenis semak digunakan sebagai pembatas dan pengarah.

b. Jalur Sirkulasi Pejalan Kaki

Pada jalur sirkulasi kendaraan dibuat perkerasan dari material aspal sebagai tempat melintasnya kendaraan, vegetasi jenis semak digunakan sebagai pembatas dan pengarah sedangkan vegetasi jenis pohon digunakan sebagai peneduh.

c. Taman

Pada taman elemen pembentuk ruang yang digunakan lebih dititik beratkan pada fungsi estetika dan ketenangan serta kenyamanan. Vegetasi jenis rerumputan akan digunakan sebagai groundcover sedangkan vegetasi jenis semak dan bunga-bungaan akan digunakan sebagai pengarah dan sekaligus juga memperindah taman. Beberapa bagian taman akan ditanami pohon sebagai peneduh dari panas matahari.

(10)

d. Ruang Terbuka

Ruang Terbuka dengan desain area interaktif dengan instalasi atau replika alat-alat yang digunakan dalam mitigasi bencana (misalnya, alat deteksi gempa, pompa air, dll.).Ruang ini juga dapat menjadi Bangun amphitheater terbuka untuk kegiatan edukatif, pameran, dan pertunjukan di luar ruangan. Ruang ini bisa mejadi zona terbuka untuk praktik mitigasi bencana alam seperti latihan evakuasi, pemadam kebakaran, dan penyelamatan.

a. Konsep ruang luar

Elemen ruang luar yang akan digunakan pada desain lansekap adalah:

a) Soft Material (Material Lunak) 1) Palem Raja

Gambar V.11 Pohon Palm Raja Sumber:Anonim, 2024

Pohon jenis ini memiliki fungsi estetika maupun sebagai pengarah sirkulasi (path) dalam penataan lasekap, baik sirkulasi pejalan kaki maupun kendaraan. Pohon ini dapat diletakan pada area jalur-jalur jalan atau sepanjang pembatas fisik tapak.

2) Kiara Payung

Gambar V.12 Pohon Kiara Payung Sumber:Anonim, 2024

(11)

Pohon jenis ini memiliki fungsi sebagai pelindung, penahan angin, dan filtrasi matahari. Apat diletakan pada area Open space (ruang terbuka) yang memerlukan perlindungan, misalnya pada area perkir kendaraan.

3) Beringin Putih

Gambar V.13 Pohon Beringin Putih Sumber:Anonim, 2024

Jenis pohon ini memiliki tajuk lebar dan rimbun. Fungsinya adalah sebagai unsure estetika, sebagai penahan angin, sebagai peneduh atau pelindung, dan sebagai landmark kawasan. Diletakan pada area-area yang memerlukan perlindungan maksimal dari sinar matahari. Terutama tapak sebelah barat guna mencegah sinar matahari sore yang tidak diinginkan.

4) Rumput Jepang

Gambar V.14 Rumput Jepang Sumber:Anonim, 2024

Ditempatkan pada area taman dan area terbuka sebagai groundcover. Dan sebagai penambah kesan fresh pada ruang luar dengan warna– warna hijau pada rumput, dan dapat dijadikan sebagai

b) Hard Material 1) Paving Block

Digunakan pada area parkir dan jalur pedestrian

(12)

Gambar V.15 Paving Block Sumber:Anonim, 2024 2) Lampu Taman

Berfungsi sebagai penerang disekitar taman, serta menambah estetika di malam hari serta digunakan di area sekitar taman

3) Tempat Sampah

Berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah baik itu disekitar tapak maupun diluar tapak.

Gambar V.16 Tempat Sampah Sumber:Anonim, 2024 b. Konsep Ruang Dalam

1) Material Finishing a) Komponen Lantai

Persyaratan teknis komponen lantai harga ekonomis, perawatan mudah, memiliki ketahanan akan noda, tahan lama, dan mempunyai ukuran, warna, dan corak yang beragam.

Gambar V.17 Lantai Keramik Sumber:Anonim, 2024

(13)

Gambar V.18 Lantai Tegel Sumber:Anonim, 2024 b) Komponen Dinding

Persyaratan teknis komponen dinding diantaranya mudah perawatan, kokoh, tahan terhadap bahan kimia, tidak berjamur dan anti bakteri serta tahan lama

Gambar V.19 Lantai Tegel Sumber:Anonim, 2024

Digunakan pada setiap kelompok ruangan kegiatan, baik itu kegiatan membaca buku, kelompok kegiatan penunjang maupun servis.

c) Komponen Langit-langit

Persyaratan teknik dari komponen langit-langit yaitu mudah perawatan, tahan terhadap bahan kimia, tidak berjamur dan anti bakteri

Gambar V.20 Akustik Board Sumber:Anonim, 2024

Kelebihan dapat meredam kebisingan dari dalam maupun luar ruangan.

(14)

Gambar V.21 Gypsum Board Sumber:Anonim, 2024

Kelebihan dari gypsum board memiliki tampilan yang menarik dan bersih. Memiliki banyak aksesoris, dan motif. Dapar dibuat bertingkat dan tidak mudah terbakar.

2) Warna

Tabel V.1 Warna dan Efek Psikologisnya

No Warna Efek psikis

1

Putih Memberikan ketenangan,

menghadirkan kesan luas dan bersih 2 Abu-abu Menggambarkan kesan serius,

damai, independen dan luas 3 Hijau Penuh kedamaian, seimbang, stabil,

pengasih, baik hati 4

Biru muda Penuh kedamaian, penih cinta, tulus, kreatif, penyayang,

komunikatif

5 Biru tua Bertanggung jawab, memberi ketenangan, bijaksana

6 Merah Penuh semangat

7 Merah muda Penuh cinta, rileks, ramah tamah 8 Jingga Hangat, kreatif, penuh kegembiraan,

ekspresif

9 Kuning Periang, antusias, optimistik, kompetitif

10 Ungu Terbuka, berpandangan terbuka Sumber:Analisis Penulis, 2024

Dari tabel di atas maka tidak semua ruang pada perpustakaan umum dapat diterapkan analisa warna tersebut. Sehingga ruang-ruang yang dapat diterapkan analisa warna di atas adalah ruang ruang yang penggunaannya dapat disesuaikan dengan analisa tersebut.

(15)

B. Konsep Perancangan Mikro 1. Analisis Fungsi

Pusat industri kreatif dan UMKM sebagai bangunan pengembangan industri kreatif skala lokal di Kota Kendari dalam sub sektor desain produk, kriya dan kuliner yang memiliki 3 fungsi utama yaitu :

a. Inkubasi bisni b. Edukasi c. Rekreasi

Fungsi-fungsi tersebut kemudian dibagi menjadi tiga bagian, yaitu fungsi primer, sekunder, dan penunjang. Adapun fungsi Pusat industri kreatif dan UMKM di Kota Kendari adalah sebagai berikut :

Tabel V.2 Analisis fungsi

Klasifikasi Fungsi Jenis Aktivitas

Primer - Sebagai tempat

mengembangkan kreatifitas - Sebagai tempat mengelolah Industri kreatif dan UMKM - Sebagai tempat memasarkan produk

Menyediakan informasi dan pengetahuan

Berdiskusi Mengelolah Melayani

Menyediakan jasa pengembangan produk yang berpotensi

Sekunder Sebagai tempat rekreatif dan edukatif

Study tour Rekreatif

Menyediakan fasilitas exhibitions and display Mengadakan bazar dan bedah produk

Mengadakan seminar ilmu pengetahuan

Penunjang Sebagai tempat makan dan minum

- Sebagai tempat penitipan barang - Sebagai tempat penyimpanan barang - Sebagai tempat beribadah - Sebagai tempat parkir

Makan dan minum Menitipkan barang atau produk

Menyimpan barang atau produk

Beribadah Parkir

Menjaga keamanan dan kebersihan

Mengontrol jaringan listrik

Berhadas Sumber:Analisis Penulis, 2024

(16)

2. Analisis Pelaku Kegiatan

Pada Perencanaan Pusat Industri kreatif dan UMKM di Kota Kendari ini terbagi dalam 6 sub sektor bidang desain produk, fesyen, kriya, kuliner, periklanan serta seni pertunjukan dan musik.Pelaku dikelompokan nenjadi sebagai berikut :

a. Pengelola

Pengelola merupakan satu kesatuan yang erat kaitannya dalam pelaksanaan pengelolaan pusat industri kreatif yang mengontrol setiap kegiatan dari sub sektor industrf kreatif dan UMKM desain produk, fesyen, kriya, kuliner, periklanan serta seni dan musik.

Gambar V.22 Struktur Pengelola Industri Kreatif dan UMKM Sumber:Penulis, 2024

b. Pengunjung

Pengenjung dalam pusat industri kreatif dan UMKM dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Para pelaku industri kreatif dan UMKM atau start up yang ingin mengembangkan produk usahanya dan diberikan kesempatan itu berkegiatan industri kreatif dan UMKM.

2. Masyarakat umum yang berminat mengikuti pelatihan, seminar, melihat pameran inovasi, dan memberi produk kreatif yang di adakan di pusat industri kreatif dan UMKM.

c. Triple Helix

Triple Helix merupakan stakeholder faktor penggerak berperan sangat penting dalam keberhasilan pusat industri kreatif. Pelaku yang termasuk dalam triple helix antara lain:

1. Cendekiawan

(17)

Cendekiawan merupakan seseorang yang memiliki keahlian dan kemampuan dalam mengolah seni dan ilmu pengetahuan. Dalam industri kreatif pelaku ini terdiri dari peneliti, penulis, aktor, budayawan, seniman, pengajar, dan tokoh lain di bidang seni, budaya dan ilmu lain yang terkait dengan industri kreatif dan UMKM.

2. Bisnis

Bisnis merupakan suatu kesatuan organisasi yang dibentuk untuk memfasilitasi ketersediaan barang dan jasa kepada konsumen. Bisnis ini biasanya dimiliki oleh pihak swasta untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

3. Pemerintah

Pemerintah merupakan suatu organisasi yang memiliki wewenang mengelola kegiatan suatu Negara. Peran pemerintah dalam pengembangan industri kreatif didorong oleh adanya kegagalan pasar yang disebabkan monopoli, eksternalitas, barang publik, informasi yang asimetris, ketidakefisienan yang tinggi dan ketidakmerataan hasil pembangunan.

3. Pengelompokan Kegiatan

Pengelompokkan kegiatan berdasarkan atas analisa pelaku yang melakukan kegiatan dalam pusat industri kreatif dan UMKM . Dalam analisa pelaku kegiatan, maka menghasilkan pengelompokkan ruang sebagai berikut :

1). Kegiatan Pengelola 2). Kegiatan Fesyen

a. Inkubasi Bisnis b. Pendidikan c. Event

d. Kompetisi dan Penghargaan e. Pameran

3).Kegiatan Desain Produk a. Inkubasi Bisnis b. Pendidikan c. Event

d. Kompetisi dan Penghargaan e. Pameran

4).Kegiatan Kriya a. Inkubasi Bisnis b. Pendidikan c. Event

d. Kompetisi dan Penghargaan e. Pameran

5).Kegiatan Kuliner a. Inkubasi Bisnis b. Pendidikan c. Event

(18)

d. Kompetisi dan Penghargaan e. Pameran

6).Kegiatan Periklanan a. Inkubasi Bisnis b. Pendidikan c. Event d. Pameran

7).Kegiatan Seni Pertunjukan dan Musik a. Inkubasi Bisnis

b. Pendidikan 8).Kegiatan Pasar Seni 9).Kegiatan Penunjang

4. Analisis Aktivitas Pelaku dan Kebutuhan Ruang

Untuk mendapatkan kebutuhan ruang pada Pusat Industri Kreatif dan UMKM di Kota Kendari, maka diperlakukan menganalisa aktivitas pelaku terlebih dahulu. Berikut ini merupakan table kebutuhan ruang berdasarkan aktivitas pelaku baik pengelola maupun pengunjung

Tabel V.3 Analisa kebutuhan ruang pengelola

Pelaku Aktivitas Kebutuhan Ruang

Ka UPT - Memberikan kebijakan mengenai pengembangan

dan usaha perusahaan R. Ka UPT Kabag Keuangan - Melakukan pengelolaan

terhadap dana yang diterima maupun dikeluarkan

R. Kabag keuangan Kabag Teknis Umum -Bertanggung jawab

terhadap operasional kegiatan dari awal hingga akhir

R. Kabag Teknis Umum Divisi Desain Produk

Manajer Divisi -Mengatur semua kegiatan dalam bidang

desain produk R. Manager

Sekertaris -Membantu manager

menyiapkan kegiatan sehari hari

R. Sekertaris Seksi Pelatihan - Mengatur semua

kegiatan dalam bidang desain produk

Kantor Divisi Seksi Event - Mengelola setiap

kegiatan event desain produk

(19)

Seksi Kompetisi dan Penghargaan

- Mengelola setiap kegiatan kompetisi dan penghargaan desain produk

Seksi Pameran - Mengelola setiap Kegiatan Pameran desain prduk

Divisi Fesyen

Manajer Divisi - Mengatur semua kegiatan dalam bidang desain produk

R. Manager Sekertaris - Membantu manager

menyiapkan kegiatan sehari-hari

R. Sekertaris Seksi Pelatihan - Mengelola setiap

kegiatan pelatihan fesyen

Kantor Divisi Seksi Event - Mengelola setiap

kegiatan event fesyen Seksi Kompetisi dan

Penghargaan

- Mengelola setiap kegiatan kompetisi dan penghargaan fesyen Seksi Pameran - Mengelola setiap

Kegiatan pameran fesyen Divisi Kriya

Manajer Divisi - Mengatur semua kegiatan dalam bidang desain produk

R. Manager Sekertaris - Membantu manager

menyiapkan kegiatan sehari hari

R. Sekertaris Seksi Pelatihan - Mengelola setiap

kegiatan pelatihan kriya

Kantor Divisi Seksi Event - Mengelola setiap

kegiatan event kriya Seksi Kompetisi dan

Penghargaan

- Mengelola setiap kegiatan kompetisi dan penghargaan kriya

Seksi Pameran - Mengelola setiap Kegiatan pameran kriya

Divisi Kuliner Manajer Divisi - Mengatur semua

kegiatan dalam bidang desain produk

R. Manager

(20)

Sekertaris - Membantu manager menyiapkan kegiatan

sehari hari R. Sekertaris

Seksi Pelatihan - Mengelola setiap kegiatan pelatihan kuliner

Kantor Divisi Seksi Event - Mengelola setiap event

kegiatan kuliner Seksi Kompetisi dan

Penghargaan

- Mengelola setiap kegiatan kompetisi dan penghargaan kuliner Seksi Pameran - Mengelola setiap

Kegiatan pameran kuliner Divisi periklanan Manajer Divisi - Mengatur semua

kegiatan dalam bidang Periklanan

R. Manager Sekertaris - Membantu manager

menyiapkan kegiatan

sehari hari R. Sekertaris

Seksi Pelatihan -Mengelola setiap kegiatan pelatihan periklanan

Kantor Divisi Seksi Event - Mengelola setiap event

kegiatan periklanan Seksi Kompetisi dan

Penghargaan

- Mengelola setiap kegiatan kompetisi dan penghargaan periklanan Seksi Pameran - Mengelola setiap

Kegiatan pameran kuliner Divisi Seni Pertunjukan dan Musik Manajer Divisi - Mengatur semua

kegiatan dalam bidang seni dan musik

R. Manager Sekertaris - Membantu manager

menyiapkan kegiatan sehari hari

R. Sekertaris Seksi Pelatihan -Mengelola setiap

kegiatan pelatihan seni dan musik

Kantor Divisi Seksi Event - Mengelola setiap event

kegiatan seni dan musik Seksi Kompetisi dan

Penghargaan - Mengelola setiap kegiatan kompetisi dan penghargaan seni dan musik

(21)

Seksi Pameran - Mengelola setiap Kegiatan pameran

Divisi Pasar Seni Manager Divisi - Mengatur semua

kegiatan dalam bidang pasar seni

R. Manager eksi Pemasaran - Memasarkan kegiatan

yang ada di pasar seni

Kantor Divisi

Seksi Event -Mengelola setiap

kegiatan event pasar seni Administrasi dan

keuangan

- Mengelola keuangan pasar seni

Staff Gudang - Menyeleksi masuknya barang ke dalam gudang - Mendata barang dalam gudang

- Loker karyawan -R. Istirahat Housekeeping

Office Boy - Membersihakan area pusat industri kreatif - Menjaga keindahan ruangan

- Menyiapkan peralatan

- Loker Karyawan - R. Istirahat

Gardener - Merawat taman

- Menjaga keindahan lingkungan

Teknisi - Menangani masalah

yang berkaitan dengan bangunan, eletrikal, dan mesin

- R. Genset - Seluruh Pusat Industri Kreatif Front Office

Resepsionis -Menerima Tamu

-Memberikan informasi kepada pengunjung

Lobby Security

kepala Security -Menjaga keamanan - Mengkordinasikan dengan anggota

Kantor Keamanan

Satpam - Menjaga keamanan Pos Satpam

Sumber:Analisis Penulis, 2024

(22)

Tabel V.4 Analisa kebutuhan ruang desain produk

Pelaku Aktivitas Kebutuhan Ruang

Inkubasi Bisnis

Start Up Pengembangan dan

pembinaan start up

Co-office Kelas Desain Maker Space -Lab Material -Lab Kayu -Lab Jahit -Lab Komputer -Studio Desain Pendidikan

Masyarakat Umum

Mendesain Kelas Desain

Membuat pola

Memilih material Maker Space -Lab Material -Lab Kayu -Lab Jahit -Lab Komputer -Studio Desain Produksi

Membaca Perpustakaan

Event

Start Up Konferensi Auditorium

Masyarakat Umum Pameran Produk Galeri

Workshop R. Workshop

Kompetisi dan Penghargaan

Start Up Kompetisi Penghargaan Auditorium Pameran

Start Up Memamerkan Produk Galeri

Auditorium Masyarakat Umum Melihat Pameran Galeri

Auditorium

Pengelola Mengontrol seluruh

aspek kegiatan

R. Kontrol Sumber:Analisis Penulis, 2024

Tabel V.5 Analisa kebutuhan ruang kegiatan fesyen

Pelaku Aktivitas Kebutuhan Ruang

Inkubasi Bisnis

Start Up Pengembangan dan

pembinaan start up

Co-office Kelas Desain

(23)

aker Space -Lab Material -Lab Jahit -Studio Fesyen Auditorium Pendidikan

Masyarakat Umum

Mendesain Kelas Desain

Membuat pola Memilih material Teknik menjahit

Maker Space -Lab Material -Lab Jahit -Studio Fesyen

Membaca Perpustakaan

Event

Start Up Konferensi Auditorium

Masyarakat Umum Pameran Produk Galeri

Workshop R. Workshop

Kompetisi dan Penghargaan

Start Up Kompetisi Penghargaan Auditorium Pameran

Start Up Memamerkan Produk Galeri Auditorium Masyarakat Umum Melihat Pameran Galeri

Auditorium Pengelola Mengontrol seluruh

aspek kegiatan

R. Kontrol Sumber:Analisis Penulis, 2024

Tabel V.6 Analisa kebutuhan ruang kegiatan kriya

Pelaku Aktivitas Kebutuhan Ruang

Inkubasi Bisnis

Start Up Pengembangan dan pembinaan start up

Co-office Kelas Desain Maker Space -Lab Komputer -Lab Purwarupa -Studio Kriya Auditorium Pendidikan

Masyarakat Umum

Mendesain Kelas Desain

3D Modelin Maker Space

-Lab Komputer -Lab Purwarupa -Studio Kriya Memilih material

Produksi Purwarupa

Membaca Perpustakaan

Event

(24)

Start Up Konferensi Auditorium Masyarakat Umum Pameran Produk Galeri

Workshop R. Workshop

Kompetisi dan Penghargaan

Start Up Kompetisi Auditorium

Penghargaan Pameran

Start Up Memamerkan Produk Galeri Auditorium Masyarakat Umum Melihat Pameran Galeri

Auditorium Pengelola Mengontrol seluruh

aspek kegiatan

R. Kontrol Sumber:Analisis Penulis, 2024

Tabel V.7 Analisa kebutuhan ruang kegiatan kuliner

Pelaku Aktivitas Kebutuhan Ruang

Inkubasi Bisnis

Start Up Pengembangan dan pembinaan start up

Co-office Kelas Desain Maker Space -Dapur -Storage -Planting Auditorium Pendidikan

Masyarakat Umum

Pemilihan bahan Maker Space -Dapur -Storage -Planting Memasak

Membuat tampilan Membuat tampilan

Membaca Perpustakaan

Event

Start Up Konferensi Auditorium

Masyarakat Umum Pameran Produk Galeri

Workshop R. Workshop

Kompetisi dan Penghargaan

Start Up Kompetisi Penghargaan Auditorium Pameran

Start Up Memamerkan Produk Galeri Auditorium Masyarakat Umum Melihat Pameran Galeri

Auditorium Pengelola Mengontrol seluruh

aspek kegiatan R. Kontrol Sumber:Analisis Penulis, 2024

(25)

Tabel V.8 Analisa kebutuhan ruang kegiatan periklanan

Pelaku Aktivitas Kebutuhan Ruang

Inkubasi Bisnis

Start Up Pengembangan dan

pembinaan start up

Co-office Kelas Desain Maker Space -Lab komputer -Studio iklan Auditorium Pendidikan

Masyarakat Umum

Membuat iklan Kelas Desain

Mendesain Maker Space

-Lab komputer -Studio iklan 3D modeling

Shoot model

Membaca Perpustakaan

Event

Start Up Konferensi Auditorium

Masyarakat Umum Pameran Produk Galeri Kompetisi dan Penghargaan

Start Up Kompetisi Penghargaan Auditorium Pameran

Start Up Memamerkan Produk Galeri Auditorium Masyarakat Umum Melihat Pameran Galeri

Auditorium Pengelola Mengontrol seluruh

aspek kegiatan R. Kontrol Sumber:Analisis Penulis, 2024

Tabel V.9 Analisa kebutuhan ruang kegiatan seni pertunjukan dan musik

Pelaku Aktivitas Kebutuhan Ruang

Inkubasi Bisnis

Start Up Pengembangan dan

pembinaan start up

Co-office Kelas Desain Maker Space -Ruang latihan -Studio Auditorium Pendidikan

Masyarakat Umum

Menari dan menyanyi Kelas seni dan musik

Make up Maker Space

-Ruang latihan

-ruang editing dan rekam -Studio

Membuat intrumen Shoot model

(26)

Membaca Perpustakaan Event

Start Up Konferensi Auditorium

Masyarakat Umum Pameran Produk Galeri Kompetisi dan Penghargaan

Start Up Kompetisi Auditorium

Penghargaan Pameran

Start Up Memamerkan Produk Galeri Auditorium Masyarakat Umum Melihat Pameran Galeri

Auditorium Pengelola Mengontrol seluruh

aspek kegiatan R. Kontrol Sumber:Analisis Penulis, 2024

Tabel V.10 Analisa kebutuhan ruang pasar seni

Pelaku Aktivitas Kebutuhan Ruang

Pengelola Mengontrol seluruh aspek kegiatan

R. Kontrol

Start Up

Pengembangan dan

pembinaan start up Kios Menjual produk Gudang Masyarakat Umum

Membeli produk

Kios Memakai Jasa

Makan dan Minum Area makan Sumber:Analisis Penulis, 2024

Tabel V.11 Analisa kebutuhan ruang penunjang

Pelaku Aktivitas Kebutuhan Ruang

Pengunjung

Datang (tanpa / bawa kendaraan)

Pedestrian Plaza Drop off R. parkir Mobil R. parkir Motor Menunggu/ mencari

informasi

Lobby

R. Resepsionis R. Tunggu R. Merokok Istirahat

Taman R. rekreasi Lounge Food court

Beribadah Mushola

Pengelola Datang (tanpa / bawa kendaraan)

Pedestrian Plaza

(27)

Drop off R. parkir Mobil R. Parkir Motor Rapat dengan karyawan R. meeting istirahat

Taman R. rekreasi Lounge Food court

Beribadah Musholah

Menyeleksi start up R. seleksi Menyimpan barang lama

atau baru Gudang

Menerima barang baru Loading dock Penyimpang barang

karyawan Loker

Ruang penyimpanan listrik dengan voltase tinggi dari PLN

R. Genset Ruang tempat

pembuangan sampah sementara

R. Sampah

Penampungan air R. Penampungan air bersih

Memompa air dari

penampungan air R. Pompa Ruang perbaikan mesin

mesin rusak Bengkel

Sumber:Analisis Penulis, 2024 5. Analisis Persyaratan Kelompok Ruang

Setelah melakukan analisis kebutuhan ruang, maka dalam perencanaan Pusat Industri Kreatif dan UMKM di Kota Kendari dapat mengelompokkan ruang menjadi sebagai berikut:

a. Kelompok ruang pengelola utama b. Kelompok ruang desain produk c. Kelompok ruang fesyen

d. Kelompok ruang kriya e. Kelompok ruang kuliner

f. Kelompok ruang seni pertunjukan g. Kelompok ruang musik

h. Kelompok ruang periklanan i. Kelompok ruang pasar seni j. Kelompok ruang penunjang k. Kelompok ruang servis l. Kelompok ruang parkir m. Kelompok ruang utilitas

(28)

6. Analisis Hubungan Kelompok Ruang

Gambar V.23 Analisa Hubungan Kelompok Ruang Sumber:Penulis, 2024

Gambar V.24 Analisa Hubungan Kelompok Kegiatan Utama Sumber:Penulis, 2024

7. Analisis Sirkulasi Ruang

Gambar V.24 Analisa Sirkulasi Pengelola Sumber:Penulis, 2024

(29)

Gambar V.25 Analisa Sirkulasi Ruang Desain Produk Sumber:Penulis, 2024

Gambar V.26 Analisa Sirkulasi Ruang Fesyen Sumber:Penulis, 2024

Gambar V.27 Analisa Sirkulasi Ruang Kriya Sumber:Penulis, 2024

Gambar V.27 Analisa Sirkulasi Ruang Kuliner Sumber:Penulis, 2024

(30)

Gambar V.28 Analisa Sirkulasi Ruang Musik Sumber:Penulis, 2024

Gambar V.28 Analisa Sirkulasi Ruang Periklanan Sumber:Penulis, 2024

Gambar V.28 Analisa Sirkulasi Ruang Seni Pertunjukan Sumber:Penulis, 2024

Gambar V.28 Analisa Sirkulasi Ruang Pasar Seni Sumber:Penulis, 2024

(31)

8. Analisis Besaran Ruang

Tabel V.12 Analisa Besaran Ruang Pengelola Utama No Nama Ruang Sumber Standar

Ruang Kapasitas

Luas Ruang

(M2) 1 R. Ka UPT NAD 25 m2 / orang 1 orang 25 m2 2 R. Kabag

Keuangan NAD 20 m2 / orang 1 orang 20 m2 3 R. Kabag Teknis

Umum NAD 20 m2 / orang 1 orang 20 m2

Jumlah 65 m2

Sumber:Penulis, 2024 Tabel V.13 Analisa Besaran Ruang Desain Produk

NO Nama Ruang Sumber Standar

Ruang Kapasitas Luas Ruang

(M2) 1 R. Manager NAD 20 m2 / orang 1 orang 20 m2 2 R. Sekertaris NAD 16 m2 / orang 1 orang 16 m2 3 Kantor Divisi NAD 4 m2 / orang 5 orang 20 m2 4 Co- office NAD 4 m2 / orang 4 orang x 5 80 m2 5 Kelas Desain PDN 2 m2 / orang 32 orang x 3 192 m2 6 Maker Space

Lab Material Lab Komputer

PDN PDN

60 m2 / ruang 4 m2 / orang

1 ruang 32 orang

60 m2 128 m2 7 Studio Desain SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2 8 Perpustakaan SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2

9 Galeri SK 100 m2 / ruang 1 ruang 100 m2

10 R. Workshop AS 48 m2 / ruang 1 ruang 48 m2

11 R. Kontrol SK 15 m2 / unit 1 unit 15 m2

12 Gudang AS 30 m2 / unit 1 unit 30 m2

Jumlah 1.045 m2

Sumber:Penulis, 2024 Tabel V.14 Analisa Besaran Ruang Kegiatan Fesyen

NO Nama Ruang Sumber Standar

Ruang Kapasitas

Luas Ruang

(M2) 1 R. Manager NAD 20 m2 / orang 1 orang 20 m2 2 R. Sekertaris NAD 16 m2 / orang 1 orang 16 m2 3 Kantor Divisi NAD 4 m2 / orang 5 orang 20 m2 4 Co-Office NAD 4 m2 / orang 4 orang x 5 80 m2 5 Kelas Desain PDN 2 m2 / orang 32 orang x 3 192 m2 6

Maker Space Lab Cetak

Lab Material PDN

PDN 60 m2 / ruang

60 m2 / ruang 1 ruang

1 ruang 60 m2

(32)

Lab Jahit PDN 4 m2 / orang 32 orang x 3 60 m2 384 m2 7 Studio Fesyen SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2 8 Perpustakaan 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2

9 Galeri SK 100 m2 / ruang 1 ruang 100 m2

10 R. Workshop SK 48 m2 / ruang 1 ruang 48 m2 11 Make Up Room AS 20 m2 / ruang 1 ruang 20 m2 12 Dressing Room SK 24 m2 / ruang 1 ruang 24 m2 13

Catwalk Stage Stage

Audiens AS

PDN 36 m2 / unit

120 m2 / ruang 1 unit

1 ruang 36 m2 120 m2 14 R. Kontrol SK 15 m2 / unit 1 unit 15 m2

15 Gudang AS 30 m2 / unit 1 unit 30 m2

Jumlah 1.245 m2

Sumber:Penulis, 2024 Tabel V.15 Analisa Besaran Ruang Kegiatan Kriya

NO Nama Ruang Sumber Standar

Ruang Kapasitas Luas Ruang

(M2) 1 R. Manager NAD 20 m2 / orang 1 orang 20 m2 2 R. Sekertaris NAD 16 m2 / orang 1 orang 16 m2 3 Kantor Divisi NAD 4 m2 / orang 5 orang 20 m2 4 Co-Office NAD 4 m2 / orang 4 orang x 5 80 m2 5 Kelas Desain PDN 2 m2 / orang 32 orang x 3 192 m2 6

Maker Space Lab Material Lab Komputer Lab Purwarupa

PDN PDN PDN

60 m2 / ruang 4 m2 / orang 4 m2 / orang

1 ruang 32 orang 32 orang x 2

60 m2 128 m2 256 m2 7 Studio Desain SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2 8 Perpustakaan SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2

9 Galeri SK 100 m2 / ruang 1 ruang 100 m2

10 R. Kontrol SK 15 m2 / unit 1 unit 15 m2

11 Gudang AS 30 m2 / unit 1 unit 30 m2

Jumlah 997 m2

Sumber:Penulis, 2024 Tabel V.16 Analisa Besaran Ruang Kegiatan Kuliner NO Nama Ruang Sumber Standar

Ruang Kapasitas Luas Ruang

(M2) 1 R. Manager NAD 20 m2 / orang 1 orang 20 m2 2 R. Sekertaris NAD 16 m2 / orang 1 orang 16 m2 3 Kantor Divisi NAD 4 m2 / orang 5 orang 20 m2 4 Co-Office NAD 4 m2 / orang 4 orang x 5 80 m2 5 Kelas Desain PDN 2 m2 / orang 32 orang x 3 192 m2

(33)

6 Dapur AS 100 m2 / ruang 1 ruang 100 m2 7

R.Penyimpanan Bahan makanan Alat

SK SK

54 m2 / ruang 36 m2 / ruang

1 ruang 1 ruang

60 m2 36 m2 8 Lab Penyajian SK 3 m2 / orang 32 orang 96 m2 9 Perpustakaan SK 40 m2 / ruang 1 ruang 100 m2

10 Galeri SK 100 m2 / ruang 1 ruang 100 m2

11 R. Kontrol SK 15 m2 / unit 1 unit 15 m2

12 Gudang AS 30 m2 / unit 1 unit 30 m2

Jumlah 805 m2

Sumber:Penulis, 2024 Tabel V.17 Analisa Besaran Ruang Kegiatan Musik

NO Nama Ruang Sumber Standar

Ruang Kapasitas

Luas Ruang

(M2) 1 R. Manager NAD 20 m2 / orang 1 orang 20 m2 2 R. Sekertaris NAD 16 m2 / orang 1 orang 16 m2 3 Kantor Divisi NAD 4 m2 / orang 5 orang 20 m2 4 Co-Office NAD 4 m2 / orang 4 orang x 5 80 m2 5 Kelas Musik PDN 2 m2 / orang 32 orang x 3 192 m2

6 R. Rekam SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2

7 R.Editing SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2

8 R. Art director SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2

9 R.Musik SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2

10 R. Kontrol SK 15 m2 / unit 1 unit 15 m2

Jumlah 503 m2

Sumber:Penulis, 2024

Tabel V.18 Analisa Besaran Ruang Kegiatan Seni Pertunjukan

Sumber:Penulis, 2024

NO Nama Ruang Sumber Standar Ruang Kapasitas

Luas Ruang

(M2) 1 R. Manager NAD 20 m2 / orang 1 orang 20 m2 2 R. Sekertaris NAD 16 m2 / orang 1 orang 16 m2 3 Kantor Divisi NAD 4 m2 / orang 5 orang 20 m2 4 Co-Office NAD 4 m2 / orang 4 orang x 5 80 m2 5 Kelas Seni

pertunjukan PDN 2 m2 / orang 32 orang x 3 192 m2 6 R. Artis dan

make up SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2

7 R.Latihan SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2

9 R.Musik SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2

10 R. Kontrol SK 15 m2 / unit 1 unit 15 m2

Jumlah 463 m2

(34)

Tabel V.19 Analisa Besaran Ruang Kegiatan Periklanan

Sumber:Penulis, 2024 Tabel V.20 Analisa Besaran Ruang Kegiatan Pasar Seni

Sumber:Penulis, 2024 Tabel V.21 Analisa Besaran Ruang Kegiatan Penunjang

NO Nama Ruang Sumber Standar Ruang Kapasitas

Luas Ruang

(M2) 1 R. Manager NAD 20 m2 / orang 1 orang 20 m2 2 R. Sekertaris NAD 16 m2 / orang 1 orang 16 m2 3 Kantor Divisi NAD 4 m2 / orang 5 orang 20 m2 4 Co-Office NAD 4 m2 / orang 4 orang x 5 80 m2 5 Kelas

Perikalanan PDN 2 m2 / orang 32 orang x 3 192 m2 6 Studio Desain SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2 7 Perpustakaan SK 40 m2 / ruang 1 ruang 40 m2 8 Lab Komputer PDN 4 m2 / orang 32 orang 128 m2

Jumlah 536 m2

NO Nama Ruang Sumber Standar Ruang Kapasitas Luas Ruang

(M2)

1 Kios AS 4 m2 / orang 2 orang X 20 160 m2

2 Panggung AS 24 m2 / unit 1 unit 24 m2

3 R. Kontrol SK 15 m2 / unit 1 unit 15 m2

Jumlah 199 m2

NO Nama Ruang Sumber Standar Ruang Kapasitas Luas Ruang

(M2)

1

Auditorium Tempat Duduk R. Kontrol R. Transit R. Ganti Backstage Pre-Function

NAD SK AS AS SK AS

1,5 m2 / orang 12 m2 / unit 16 m2 / unit 2 m2 / orang 24 m2 / unit 64 m2 / unit

300 orang 1 unit 1 unit 5 orang 1 unit 1 unit

450 m2 12 m2 16 m2 10 m2 24 m2 64 m2 2

Mushola Tempat Sholat Tempat Wudhu R. Tunggu

NAD NAD AS

1,2 m2 / orang 0,8 m2 / orang 2 m2 / orang

40 orang 10 orang 10 orang

48 m2 8 m2 20 m2 3 Lobby

Hall

Resepsionis

NAD AS

0,8 m2 / orang 4 m2 / orang

100 orang 2 orang

80 m2 8 m2 4 Food Court

Tenant SK 9 m2 / tenant 5 tenant 45 m2

(35)

Sumber:Penulis, 2024 Tabel V.22 Analisa Besaran Ruang Kegiatan Servis

Sumber:Penulis, 2024 Tabel V.23 Analisa Besaran Ruang Parkir

Tempat Makan NAD 2 m2 / orang 30 orang

60 m2 5 RuangRapat AS 3 m2 / orang 12 orang 36 m2 6 ATM Center AS 1,5 m2 / unit 5 unit 7,5 m2

Jumlah 888,5 m2

NO Nama Ruang Sumber Standar

Ruang Kapasitas Luas Ruang

(M2) 1 R. Loker AS 2 m2 / orang 50 orang 100 m2 2 Pantry NAD 5,6 m2 / orang 1 ruang 5,6 m2 3 Lavatory SK 2 m2 / kubikal 8 kubikal x

6 lavatory 96 m2

4 Janitor NAD 4 m2 / orang 6 unit 24 m2

5 Loading Dock AS 12 m2 / unit 5 unit 60 m2

6 Gudang SK 60 m2 / unit 1 unit 60 m2

7 R. Keamanan AS 2 m2 / orang 2 orang x 3 12 m2

8 R. CCTV NAD 6 m2 / orang 2 ruang 12 m2

Jumlah 369,6 m2

NO Nama Ruang Sumber Standar

Ruang Kapasitas Luas Ruang (M2) Parkir Pengunjung

1 Parkir Motor NAD 2 m2 / motor

50 orang peserta x 4 sektor = 200 + 100 peserta tetap + Asumsi 100 penunjung bukan peserta = 400 motor

800 m2

2 Parkir Mobil NAD

12,5 m2 / mobil / 3 orang

30 orang peserta x 4 sektor = 120 + 60 peserta tetap + Asumsi 60 pengunjung

1000 m2

(36)

Sumber:Penulis, 2024 Tabel V.24 Analisa Besaran Ruang Utulitas

Sumber:Penulis, 2024 Keterangan

NAD : Neufert Arsitek Data SNI : Standar nasional Indonesia

PDN : Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 tahun 2008 tentang standar minimum ruang

SK : Studi Kasus AS : Asumsi Penulis

Dari hasil pendataan besaran ruang, makan total keseluruhan program ruang di Pusat Industri Kreatif di Bekasi adalah sebagai berikut.

bukan peserta = 240 / 3 = 80 mobil

3 Parkir Bus NAD 38,5 m2 / bus 3 bus 115,5 m2 Parkir Pengelola

1 Parkir Motor NAD 2 m2 / motor 50 orang =

50 motor 100 m2 2 Parkir Mobil NAD 12,5 m2 /

mobil / 3 orang

60 orang / 3 = 20 mobil

250 m2

3 Plaza AS

½ dari total lahan parkir pengelola dan

penunjung

1.132,75 m2

4 Drop Off NAD 12,5 m2 /

mobil 2 mobil 25 m2

Jumlah 3.423,25 m2

NO Nama Ruang Sumber Standar

Ruang Kapasitas

Luas Ruang

(M2) 1 R. Penampungan air AS 16 m2 / unit 1 unit 16 m2 2 R. Genset SNI 16 m2 / unit 2 genset 32 m2

3 R. Sampah SK 16 m2 / unit 1 unit 16 m2

4 R. Pompa Air SK 16 m2 / unit 1 unit 16 m2

5 Bengkel AS 16 m2 / unit 1 unit 16 m2

Jumlah 96 m2

(37)

Tabel V.25 Total Keseluruhan Besaran Ruang

Sumber:Penulis, 2024

Berdasarkan hasil perhitungan besaran ruang maka dapat diketahui luasan lantai gedung yang dibutuhkan dan perbandingannya dengan luasan site terpilih adalah sebagai berikut.

1. Luasan Terbangun adalah 17.663 m2 2. Luasan tapak adalah 35.000 m2

3. Perbandingan luasan lahan yang direncanakan terbangun pada tapak adalah maksimal 40 : 60 (40% terbangun dan 60% tidak terbangun),, sedangkan perbandingan yang ada adalah 7648 : 22752 yaitu 24 : 76 (24 % terbangun dan 76 % tidak terbangun).

NO Nama Ruang Besaran

Ruang jumlah Sirkulasi Jumlah 1 Kelompok Ruang

Pengelola Utama 65 m2

7.211,5 m2 50% 10.817,2 m2 2 Kelompok Ruang

Desain Produk 1.045 m2 3 kelompok Ruang

Fesyen 1.245 m2

4 Kelompok Ruang

Kriya 997 m2

5 Kelompok Ruang

Kuliner 805 m2

6 Kelompok Ruang

Musik 503 m2

7 Kelompok Ruang

Seni Pertunjukan 463 m2 8 Kelompok Ruang

Periklanan 536 m2

9 Kelompok Ruang

Pasar Seni 199 m2

10 Kelompok Ruang

Penunjang 888,5m2

11 Kelompok Ruang

Utilitas 96 m2

12 Kelompok Ruang

Servis 369,6 m2

13 Kelompok Ruang Parkir

3.423,25 m2

3.423,25

m2 100 % 6.846,5 m2

Jumlah 17.663,75 m2

(38)

9. Konsep Bentuk Dan Tampilan Bangunan

Gambar V.29 Bentuk Dasar Bangunan Pusat Industri Kreatif dan UMKM Sumber:Penulis, 2024

Gambar V.30 Bentuk Dasar Bangunan Pusat Kuliner Sumber:Penulis, 2024

Gambar V.31 Konsep Tampilan Bangunan Pusat Industri Kreatif Dan UMKM Sumber:Penulis, 2024

(39)

Gambar V.32 Konsep Tampilan Bangunan Kuliner Sumber:Penulis, 2024

10. Konsep Struktur Bangunan

Ada Beberapa dasar Pertimbangan umum yang digunakan dalam menentukan sistem struktur sebuah bangunan, yaitu Stabil, kaku dan kuat dalam menahan beban struktur, Kondisi dan daya dukung tanah, Ekonomis, dalam arti material mudah diperoleh, tidak boros, serta kemudahan dalam pelaksanaan dan pemeliharaan, Dapat menjamin kemanan terhadap masalah konstruksi dan bahaya kebakaran, Disesuaikan dengan fungsi bangunan, Fungsi ruang, tuntutan bentuk ruang, dimensi ruang, serta fleksibilitas dan efisiensi penataan ruang, Estetis dan dapat mendukung citra dan penampilan bangunan

1. Modul

Gambar V.33 Bentuk Modul Grid Sumber:Penulis, 2024

Menggunakan Modul grid Karena disesuaikan dengan bentuk dasar bangunanyang dominan berbentuk segi empat dan persegi panjang .

(40)

2. Sub Struktur

Sistem sub struktur menggunakan pondasi poer plat untuk menahan beban statis dan dinamis dari bangunan. Sesuai dengan kondisi tanah sekitar. a. Pondasi poer plat, dengan kriteria:

a. Digunakan pada struktur utama dan pendukung dari kolom utama.

b. Menyalurkan beban-beban elemen struktur secara merata dan menyebar.

c. Termasuk pondasi menerus dan harus bertumpu pada tanah yang keras.

d. Bisa dirakit di lokasi.

Gambar V.33 Bentuk Modul Grid Sumber:Amanu, 2023 3. Super Struktur

Gambar V.34 Struktur Rangka Kaku Sumber:Amanu, 2023

Pada bagian super struktur menggunakan Rigid Frame yang terdiri atas balok dan kolom sebagai penyalur beban dan gaya secara vertikal maupun horizontal karena sistem ikatan pada balok dan kolom ini sangat kuat karena membentuk sudut 900 dengan sifat kekakuan pada struktur membuat sistem ini sangat cocok dengan fungsi dan bentuk dari perencanaan Pusat Industri Kreatif dan UMKM

(41)

4. Upper Struktur

Gambar V.35 Space Frame Sumber:Amanu, 2023

Struktur rangka ruang adalah struktur rangka dari hasil pengembangan bentuk struktur rangka batang. Prinsip utama yang mendasari penggunaan rangka batang pemikul beban ialah penyusun elemen menjadi himpunan segitiga – segitiga membentuk sebuah komposisi lengkap yang stabil dengan demikian efisiensi dan efektifitas struktur rangka batang tersebut dapat diperbesar dengan jalan membuat struktur rangka tersebut bekerja secara tiga dimensi

11. Konsep Sistem Utilitas dan Keamanan Bangunan a. Sistem Pencahayaan

Sistem Pencahayaan pada bangunan ini terbagi menjadi dua yaitu pencahayaan Alami Pencahayaan buatan. Pencahayaan alami merupakan bentuk pencahayaan pada suatu bangunan yang diperoleh langsung dari sinar matahari. Pencahayaan alami dimaksudkan untuk dapat diterapkan pada ruang yang tidak kedap cahaya dan kedap suara. Pencahayaan buatan merupakan bentuk pencahayaan pada suatu ruangan atau bangunan dengan cara memberikan penerangan lampu yang dialiri listrik, pencahaan buatan kebanyakan dilakukan pada malam hari namun terkadang dilakukan pada siang hari juga, sebagai elemen pendukung.

b. Sistem Penghawaan

Pada perancangan bangunan menggunakan penghawaan alami dan penghawaan buatan. Sistem penghawaan alami mengoptimalkan sirkulasi udara dengan bukaan-bukaan pada dinding maupun atap. Pada pendekatan arsitektur kontemporer biasanya menggunakan bukaan selebar bidang untuk memasukan udara alami dan cahaya alami. AC Sentral merupakan suatu sistem AC dimana proses pendinginan udara terpusat pada satu lokasi yang kemudian didistribusikan/dialirkan ke semua arah atau lokasi (satu Outdoor dengan beberapa indoor).

c. Sistem Kelistrikan

Sumber utama aliran listri berasal dari PLN sedangkan sumber aliran listrik cadangan berasal dari genset, dan juga menggunakan sistem panel surya sebagai energi yang terbarukan.

(42)

Gambar V.36 Sistem Kelistrikan Sumber:Analisa Penulis, 2024 d. Sistem Jaringan air bersih dan air kotor

Air bersih berasal dari PDAM dan berasal dari sistem Panen Air Hujan (Rainwater Harvesting) . Air dari memanen air hujan ini dapat digunakan untuk menyiram tanaman, operasional toilet, mushola dll.

Gambar V.37 Sistem Jaringan Air Bersih Sumber:Analisa Penulis, 2024

Untuk air kotor, dibedakan menjadi black water dan grey water. Air kotor padat yang berasal dari kloset, urnal, bidet dan alat buangan lainnya diteruskan meunuju shaft air kotor padat disalurkan ke STP (Sewage Traetment Plant) biofil dengan bahan kimia yang bersifat menghancurkan dan mengencerkan limbah.

Gambar V.38 Sistem Jaringan Air Kotor Sumber:Analisa Penulis, 2024

Gambar V.39 STP Biofol Sumber:Analisa Penulis, 2024

(43)

e. Sistem Persampahan

Sistem persampahan pada bangunan Pelelangan Ikanini yaitu pada masing-masing ruang diletakan box sampah yang memisahkan masing- masing tipe sampah, kemudian sampah dikumpulkan menggunakan kereta yang dikumpulkan pada tempat pembuangansementara sebelum diangkut oleh truk pengangkut menuju TPA kota kendari.

Gambar V.40 Sistem Persampahan Sumber:Analisa Penulis, 2024

f. Sistem Keamanan

Sistem keamanan yang dipakai menggunakan cctv (close circuit television) yang digunakan untuk memantau situasi dan kondisi secara visual pada semua ruang/wilayah yang diletakkan di titik-titik tertentu di lingkungan bangunan pusat industri kreatif

g. Sistem Pencegahan Kebakaran

Proses pencegahan dan pemadaman kebakaran di dalam bangunan Pusat Industri UMKM INI menggunakan beberapa teknologi otomatis dan manual sbb :

Tabel V.25 Total Keseluruhan Besaran Ruang

No Alat Keterangan

1

Fire Alarm system

Penggunaan alat ini untuk memberitahukan apabila terjadi kebakaran. Diletakan pada Titik titik tertentu yang bunyi deringanya bisa menggapai semua ruangan sehingga tidak boros penggunaan alat.

2

Splinker

Alat ini berfungsi untuk memadamkan api secara otomatis apabila tabung pada alat tersebut terkena panas dengan derajat panas tertentu, maka akan pecah dan kemudian keluar air. Alat ini diletakan

(44)

pada semua ruangan kecuali ruang dengan alat peraga yang rawan rusak karena terkena air seperti kertas dan tinta tertentu yang bisa mencair.

3

Fire Hidrant System

Sebuah kotak yang berisi selang dengan jarak maksimal 35 m satu dengan yang lainnya, dengan panjang selang 30 m dan jarak semprotan air 5m.

Diletakan pada area plaza, kantor pengelola dan zona servis.

4

Smoke detector

Alat ini untuk mendeteksi asap yang ditimbulkan oleh kebakaran, dimana akan bekerja secara otomatis apabila ada asap yang terdeteksi dengan toleransi tertentu.Alat ini diletakan berdampingan dengan splinker.

5

Alat pemadam kebakaran ringan

Alat ini berupa tabung-tabung gas zat arang atau serbuk anti api dan dilengkapi dengan alat penyemprot.Untuk setiap area seluas 100 m2 disediakan satu alat ini.

Sumber:Penulis, 2024

Referensi

Dokumen terkait