• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB V"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

53 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang gambaran ibu yang bekerja dalam memberikan asupan nutrisi pada anak usia 3 tahun di Kelurahan Lesanpuro Kota Malang dapat disimpulkan bahwa:

1. Pada responden 1 1) Kebiasaan Ibu

Ibu tetap terlibat dalam menyiapkan makanan dan menentukan jadwal makan anak. Ibu membatasi anak balitanya untuk jajan di warung-warung.

Anak bisa makan sendiri sejak usia 1 tahun.

2) Pemberian Makanan

Jenis makanan yang diberikan seperti: Karbohidrat, protein, lemak, sayuran dan buah-buahan. Diberikan setiap hari. Frekuensi makan 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan selingan, dengan jumlah tiap kali 1 piring habis.

3) Dapat disimpulkan kebiasan Ibu dalam menyiapkan makanan baik, demikian juga dalam pemberian makan baik. Tapi berat badan dan tinggi badan anak masih kurang dari angka normal.

(2)

54

2. Pada responden 2 1) Kebiasaan Ibu

Ibu tidak terlibat dalam menyiapkan makanan dan menentukan jadwal makan. Hal tersebut digantikan oleh sang nenek. Ibu juga tidak terlalu membatasi anak jajan di warung-warung. Anak belum bisa makan sendiri.

2) Pemberian Makanan

Jenis makanan yang diberikan hanya karbohidrat, protein, dan lemak.

Bubur sebagai makanan utamanya, karena anak tidak mau makan nasi.

Frekuensi makan 3 kali makan bubur dalam sehari. Jumlah tiap kali makan adalah 1 ½ sachet bubur habis.

3) Dapat disimpulkan kebiasaan ibu dalam menyiapkan makan dan pemberian makan yang bernilai gizi lengkap pada anak kurang Namun hal tersebut tidak berpengaruh pada status gizi anak. Anak mengalami berat badan lebih dari angka normalnya.

Kesimpulan dari 2 responden bahwa asupan nutrisi yang diberikan oleh ibu yang bekerja ada perbedaan. Dari 2 ibu yang bekerja, ternyata dalam peran memberikan makanan berbeda, asupan nutrisi yang diberikan berbeda, dan kondisi anak berbeda. Adapun faktor lain yang mempengaruhi yaitu faktor riwayat genetik, tingkat kesukaan anak pada makanan, kondisi anak, dan riwayat kesehatan pada anak tersebut.

(3)

55

5.2 SARAN

Mengingat bahwa ibu yang bekerja di luar rumah selalu mencari pengganti pengasuh untuk anaknya, maka hal tersebut dapat berpengaruh salah satunya dalam hal pemberian asupan nutrisi pada anak. Maka disarankan kepada:

1. Bagi Ibu

Disarankan ibu yang bekerja di luar rumah dan memiliki balita, tetap mengontrol makanan yang dikonsumsi anak dalam setiap hari. Sehingga kondisi berat badan maupun kecukupan zat gizi dapat terpantau dengan baik dan memperhatikan asupan gizi sesuai dengan kebutuhan setiap anak yang ada dalam buku KIA yang telah dimiliki.

2. Institusi/Pelayanan Kesehatan

Disarankan kepada intitusi maupun pelayanan kesehatan dapat memberikan gambran pemberian nutrisi yang baik dan sehat kepada Ibu Balita.

3. Institusi Pendidikan

Disarankan kepada institusi pendidikan untuk dapat mencari informasi dan bahan yang lebih mendalam untuk menambah wawasan mahasiswa.

4. Bagi peneliti

Menerapkan Ilmu Keperawatan anak dan mempelajari lebih luas lagi ilmu keperawatan pediatrik

Referensi

Dokumen terkait

Negeri Semarang. Atiek Zahrulianingdyah, M.Pd. Kata Kunci: Kebiasaan Makan Pagi, Keaktifan di Sekolah, Status Gizi pada Anak. Makan pagi bagi anak usia sekolah sangatlah

Dan kebiasaan makan juga sangat berpengaruh, karena dengan kebiasaan makan bersama akan membiasakan balita untuk makan dengan benar.Sehingga untuk mencapai status gizi

Hindari kebiasaan memberi makanan siap saji pada anak karena biasanya tidak segar, zat gizi kurang lengkap, banyak mengandung zat adiktif. ATASI SEGERA MASALAH

Ibu yang memiliki pengetahuan yang kurang baik dengan penerapan pola makan yang kurang baik, namun memiliki anak dengan status gizi baik dapat disebabkan karena

Hal ini menunjukkan anak balita dengan asupan protein yang cukup akan menghasilkan status gizi yang baik, demikian sebaliknya anak balita mengalami gizi kurang

Selain hidangan yang lengkap, upaya ibu didalam menarik perhatian anak agar mau makan dan tertarik makan makanan yang dihidangkan agar kebutuhan gizi terpenuhi

Hal ini dikarenakan praktik pengasuhan juga berperan penting terhadap faktor asupan gizi dan faktor status kesehatan pada balita, antara lain kebiasaan atau pola pemberian makan pada

Terdapat perbedaan praktik ibu dalam pemberian makan balita, tingkat konsumsi zat besi dan vitamin A setelah pendampingan gizi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.. Tidak