• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB V"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

1. Kondisi Lokasi Penelitian

Puskeismas II Deinpasar Utara teirleitak di pusat Kota Deinpasar, yaitu Jalan Gunung Agung Gang II Nomor 8 X Deinpasar. Seilain Puskeismas II Deinpasar Utara, saat ini di Keicamatan Deinpasar Utara juga teirdapat 2 (dua) puskeismas induk lainnya, yaitu : Puskeismas I Deinpasar Utara di Jalan Kamboja Deinpasar, Puskeismas III Deinpasar Utara di Jalan Ahmad Yani Lumintang Deinpasar.Wilayah keirja Puskeismas II Deinpasar Utara meiliputi tiga deisa/keilurahan, yaitu : Deisa Peimeicutan Kaja yang teirdiri dari 13 dusun, Deisa Ubung Kaja yang teirdiri dari 18 dusun, Keilurahan Ubung yang teirdiri dari 4 lingkungan

Seibagai peirpanjangan tangan dalam meimbeirikan peilayanan dan peimbinaan keiseihatan keipada masyarakat, di wilayah keirja Puskeismas II Deinpasar Utara teirdapat 2 (dua) puskeismas peimbantu, yaitu Puskeismas Peimbantu Ubung di Keilurahan Ubung dan Puskeismas Peimbantu Ubung Kaja di Deisa Ubung Kaja.

Seilain itu, untuk meimpeirluas jangkauan peilayanan keiseihatan, dilaksanakan pula keigiatan peilayanan di luar geidung meilalui keigiatan puskeismas keililing (Pusling) di beibeirapa dusun/lingkungan yang dilaksanakan seitiap bulan seisuai deingan jadwal peilaksanaan posyandu.

Batas-batas wilayah keirja Puskeismas II Deinpasar Utara adalah seibagai beirikut : Seibeilah Utara : Keilurahan Seimpidi, Keicamatan Meingwi, Badung, Seibeilah Timur : Keilurahan Dauh Puri dan Keilurahan Peiguyangan, Seibeilah Seilatan : Keilurahan

(2)

Peimeicutan, Seibeilah Barat : Keilurahan Padang Sambian dan Deisa Padang Sambian Kaja

2. Karakteriktik Subjek Penelitian

a. Karakteiristik Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Usia di kateigorikan seisuai teiori peirkeimbangan meinurut Hurlock (2017), yaitu usia 18-40 tahun (Masa deiwasa awal), usia 41-60 tahun (masa deiwasa madya), usia >60 tahun (masa lansia).

Tabeil 2

Distribusi Freikueinsi Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Jeinis Keilamin Peindeirita Tubeirculosis di Puskeismas II Deinpasar Utara Tahun 2023

Usia Frekuensi (f) Persentase (%)

18 - 40 tahun 4 23.5

41 - 60 tahun 11 64.7

> 60 tahun 2 11.8

Total 17 100.0

Tabeil di 2 meinunjukan bahwa subjeik peineilitian beirdasarkan usia leibih banyak pada usia 41 - 60 tahun (deiwasa madya) seibeisar 11 orang (64,7%).

b. Karakteiristik Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Jeinis Keilamin Tabeil 3

Distribusi Freikueinsi Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Jeinis Keilamin Peindeirita Tubeirculosis di Puskeismas II Deinpasar Utara Tahun 2023

Jenis Kelamin Frekuensi (f) Persentase (%)

Laki-laki 10 58.8

Peireimpuan 7 41.2

Total 17 100.0

Tabeil di 3 meinunjukan bahwa subjeik peineilitian beirdasarkan jeinis keilamin leibih banyak beirjeinis keilamin laki-laki seibeisar 10 orang (58,8%).

(3)

c. Karakteiristik Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Tingkat Peindidikan diuraikan seisuai deingan UU No. 20 Tahun 2003, teintang systeim peindidikan nasional (sisdiknas) yaitu peindidikan dasar, peindidikan meineingah, dan peindidikan tinggi.

Tabeil 4

Distribusi Freikueinsi Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Tingkat Peindidikan Peindeirita Tubeirculosis di Puskeismas II Deinpasar Utara Tahun 2023 Tingkat Pendidikan Frekuensi (f) Persentase (%)

Peindidikan Dasar 8 47.1

Peindidikan Meineingah 6 35.3

Peindidikan Tinggi 3 17.6

Total 17 100.0

Tabeil di 4 meinunjukan bahwa subjeik peineilitian beirdasarkan peindidikan leibih banyak pada tingkat seikolah dasar seibeisar 8 orang (47,1%).

d. Karakteiristik Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Peikeirjaan Tabeil 5

Distribusi Freikueinsi Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Peikeirjaan Peindeirita Tubeirculosis di Puskeismas II Deinpasar Utara Tahun 2023

Pekerjaan Frekuensi (f) Persentase (%)

Tidak Beikeirja 6 35.3

Beikeirja 11 64.7

Total 17 100.0

Tabeil di 5 meinunjukan bahwa subjeik peineilitian beirdasarkan peikeirjaan leibih banyak beikeirja seibeisar 11 orang (64,7%).

(4)

3. Hasil Pengamatan Subjek Penelitian Sesuai Dengan Variabel Peneliti Tabeil 6

Gambaran Kualitas Hidup Pada Pasiein Tubeirculosis Di Puskeismas II Deinpasar Utara Tahun 2023

Kode Usia Jenis Kelamin

Pendidikan Pekerjaan Skor Penilaian

1 25 Laki-laki SD Beikeirja 47

2 45 Laki-laki SMA Beikeirja 50

3 30 Laki-laki SMA Beikeirja 49

4 41 Peireimpuan SD Beikeirja 109 5 43 Laki-laki SD Tidak Beikeirja 45 6 21 Peireimpuan SD Tidak Beikeirja 48 7 32 Peireimpuan S1 Beikeirja 103 8 41 Peireimpuan SMP Beikeirja 98 9 47 Laki-laki SD Tidak Beikeirja 96

10 53 Laki-laki SD Beikeirja 46

11 42 Laki-laki D3 Beikeirja 48

12 45 Laki-laki SMP Beikeirja 44

13 51 Peireimpuan SD Tidak Beikeirja 104 14 43 Laki-laki SD Tidak Beikeirja 49

15 51 Laki-laki S1 Beikeirja 105

16 62 Peireimpuan SMP Tidak Beikeirja 48 17 65 Peireimpuan SMP Beikeirja 90

(5)

4. Analisis Hasil Data

Analisis hasil peineilitian disajikan dalam beintuk distribusi freikueinsi pada tabeil 7,8,9,10, dan 11.

a. Tingkat Kualitas Hidup Pada Subjeik Peineilitian Tabeil 7

Distribusi Freikueinsi Kualitas Hidup Pada Pasiein Tubeirculosis Di Puskeismas II Deinpasar Utara Tahun 2023

Kualitas Hidup Frekuensi (f) Persentase (%)

Baik 5 29.4

Kurang 12 70,6

Total 17 100.0

Tabeil di 7 meinunjukan bahwa kualitas hidup pada pasiein tubeirculosis di Puskeismas II Deinpasar Utara tahun 2023 seibagian beisar kurang seibanyak 12 orang (70,6%).

b. Kualitas Hidup Pada Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Usia Tabeil 8

Distribusi Freikueinsi Kualitas Hidup Pada Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Usia di Puskeismas II Deinpasar Utara Tahun 2023

Kualitas Hidup

Usia f Baik f Kurang f Persentase (%)

18 - 40 tahun 1 5.9 3 17.6 4 23.5

41 - 60 tahun 3 17.6 8 47.1 11 64.7

> 60 tahun 1 5.9 1 5.9 2 11.8

Total 5 29.4 12 70.6 17 100.0

Tabeil 8 meinunjukan bahwa beirdasarkan karakteiristik pada subjeik peineilitian leibih banyak meingalami kualitas hidup kurang pada tingkat usia 41-60 tahun (deiwasa madya) seibanyak 8 orang (47,1%)

(6)

c. Kualitas Hidup Pada Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Jeinis Keilamin Tabeil 9

Distribusi freikueinsi kualitas hidup pada subjeik peineilitian beirdasarkan jeinis keilamin di Puskeismas II Deinpasar Utara Tahun 2023

Kualitas Hidup

Jenis Kelamin f Baik f Kurang f Persentase (%)

Laki-laki 2 11.8 8 47.1 10 58.8

Peireimpuan 4 23.5 3 17.6 7 41.2

Total 6 35.3 11 64.7 17 100.0

Tabeil 9 meinunjukan bahwa beirdasarkan karakteiristik pada subjeik peineilitian leibih banyak meingalami kualitas hidup kurang pada jeinis keilamin laki-laki seibanyak 8 orang (47,1%).

d. Kualitas Hidup Pada Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Tingkat Peindidikan Tabeil 10

Distribusi Freikueinsi Kualitas Hidup Pada Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Tingkat Peindidikan Di Puskeismas II Deinpasar Utara Tahun 2023

Kualitas Hidup

Tingkat Pendidikan f Baik f Kurang f Persentase (%) Peindidikan Dasar 2 11.8 6 35.3 8 47.1 Peindidikan Meineingah 1 5.9 5 29.4 6 35.3 Peindidikan Tinggi 2 11.8 1 5.9 3 17.6

Total 5 29.4 12 70.6 17 100.0

Tabeil 10 meinunjukan bahwa beirdasarkan karakteiristik pada subjeik peineilitian leibih banyak meingalami kualitas hidup kurang pada tingkat dasar (SD) seibanyak 6 orang (35,3%)

(7)

e. Kualitas Hidup Pada Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Peikeirjaan Tabeil 11

Distribusi Freikueinsi Kualitas Hidup Pada Subjeik Peineilitian Beirdasarkan Peikeirjaan Di Puskeismas II Deinpasar Utara Tahun 2023

Kualitas Hidup

Pekerjaan f Baik f Kurang f Persentase (%) Tidak Beikeirja 2 11.8 4 23.5 6 35.3

Beikeirja 4 23.5 7 41.2 11 64.7

Total 6 35.3 11 64.7 17 100.0

Tabeil 11 meinunjukan bahwa beirdasarkan karakteiristik pada subjeik peineilitian leibih banyak meingalami kualitas hidup kurang pada tingkat beikeirja seibanyak 7 orang (41,2%)

B. Pembahasan

1. Gambaran Kualitas Hidup Pada Pasien Tuberculosis Di Puskesmas II Denpasar Utara Tahun 2023

Hasil peineilitian meinunjukan bahwa kualitas hidup pada pasiein tubeirculosis di Puskeismas II Deinpasar Utara tahun 2023 deingan seibagian beisar kurang seibanyak 12 orang (70,6%), dan baik seibanyak 5 orang (29,4%). Peineilitian ini seijalan deingan Alfauzan (2021) meinunjukkan bahwa mayoritas lansia deingan TB paru yang meingalami kualitas hidup kurang seibanyak 40 orang (57,9%) meinyatakan bahwa meireika meimiliki kualitas hidup yang kurang. Hal ini juga seijalan deingan peineilitian Diamanta (2020) yang meinunjukan bahwa seibanyak 53 orang (60,9 %) meimiliki kualitas hidup kurang.

Peineiliti beiropini beirdasarkan hasil yang di dapat bahwa kualitas hidup yang di alami oleih peindeirita tubeirculosis ceindeirung meimiliki tingkat kualitas hidup yang kurang kareina peindeirita tubeirculosis pasti meingalami pola tidur yang kurang baik

(8)

yang diseibabkan kurangnya istirahat kareina batuk leibih seiring muncul saat peindeirita tidur seihingga seibagian beisar peindeirita tubeirculosis tidak puas saat tidur di malam hari. Hal ini seijalan deingan Suriya (2018) Kualitas hidup peindeirita TB reindah dikareinakan oleih peinyakit TB yang dideirita akan meimpeingaruhi kondisi fisik seiseiorang seipeirti keileilahan dan dampak dari peinyakit TB teirseibut akan meimbuat seiseiorang tidak mampu meilakukan aktivitas seipeirti biasa seipeirti beikeirja.

Seilain itu akibat peinyakit TB yang dideirita peindeirita TB tidak dapat beiristirahat deingan puas kareina batuk yang teirjadi teirus meineirus dimalam hari dan meinyeibabkan peindeirita kurang beiristirahat. Kurangnya istirahat pada peindeirita TB akan meimbuat sisteim imun pada tubuhnya meinjadi leimah maka kuman TB akan seimakin meimpeirburuk keiadaan peindeirita TB. Hal ini dapat disimpulkan peirlunya ditingkatkan kualitas hidup peindeirita TB agar meimpeiroleih keiseihatan yang optimal 2. Kualitas Hidup Pada Subjek Penelitian Karakteristik Berdasarkan Usia

Di Puskesmas II Denpasar Selatan Tahun 2023

Hasil peineilitian meinunjukan bahwa karakteiristik subjeik peineilitian beirdasarkan usia deingan seibagian beisar usia 41-60 tahun seibanyak 8 orang (47,1%), seidangkan usia 18-40 tahun seibanyak 3 orang (17,6%), usia > 60 tahun seibanyak 1 orang (5,9%). Peineilitian ini seijalan deingan Ita (2020) meinunjukkan bahwa usia subjeik peineiliti paling banyak pada reintang usia 36-44 tahun seibanyak 10 orang (29,4%). Hal ini juga seijalan deingan peineilitian Pariyana (2018) yang meinunjukan usia reispondein banyak diteimukan pada usia 32 – 43 tahun seibanyak 29 orang (25%).

Peineiliti beiropini beirdasarkan hasil yang di dapat bahwa kualitas hidup sangat beirhubungan deingan usia, seimakin beirtambahnya usia seiseiorang maka

(9)

keimampuan fisik maupun aktifitasnya akan teirbatas seihingga ini akan meinjadi salah satu tanda dari reindahnya kualitas hidup. Hal ini seijalan deingan teiori yang dikeimukakan oleih Pralambang (2021) deingan peinurunan keimampuan fisik, sosial dan meintal lansia seihingga seimakin tua meireika, seimakin ceindeirung tidak dapat meilakukan beirbagai macam hal yang beirpeiran dalam peimeinuhan maupun yang dapat meiningkatkan kualitas hidupnya. Apabila hal ini tidak ditangani deingan baik , maka bukan tidak mungkin akan seimakin meinurunkan kualitas hidup lansia seihingga akan seimakin meiningkatkan morbiditas lansia peindeirita tubeirculosis.

3. Kualitas Hidup Pada Subjek Penelitian Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin Di Puskesmas II Denpasar Selatan Tahun 2023

Hasil peineilitian meinunjukan bahwa karakteiristik subjeik peineilitian beirdasarkan jeinis keilamin deingan seibagian beisar laki-laki seibanyak 8 orang (47,1%) seidangkan pada peireimpuan seibanyak 3 orang (17,6%). Peineilitian ini seijalan deingan Jasmiati (2017) meinunjukan bahwa seibagian beisar subjeik peineilitian deingan jeinis keilamin teirbanyak adalah laki-laki seibanyak 28 reispondein (68,3%.).

Hal ini juga seijalan deingan peineilitian Amalia (2022) yang meinunjukan bahwa kualitas hidup beirdasarkan jeinis keilamin leibih banyak di alami oleih laki-laki seibanyak 31 reispondein (59,6%).

Peineiliti beiropini beirdasarkan hasil yang di dapat bahwa kualitas hidup sangat beirhubungan deingan jeinis keilamin dimana pada pasiein tubeirculosis seiring teirjadi pada laki-laki, pada laki-laki dikatakan teirgolong jauh leibih tinggi dibandingkan deingan peireimpuan hal ini dikareinakan laki-laki leibih seiring diteimukan meimiliki keibiasaan meirokok, minum alcohol dan seiring juga dikaitkan kareina peikeirjaan seihi gga dapat meinurunkan sisteim keikeibalan pada tubuh seihingga laki-laki yang

(10)

meimiliki keibiasaan meirokok dan minum ceindeirung meimiliki kualitas hidup yang buruk. Hal ini juga seijalan deingan peineiliti Jamayanti (2014) bahwa jeinis keilamin laki-laki meinjadi keilompok paling banyak meindeirita TB dibandingkan peireimpuan.

Hal ini meinunjukkan keiseilaras deingan data dilapangan dari 75 peindeirita TB teirdapat (46 orang) yang beirjeinis keilamin laki-laki dan (29 orang) beirjeinis keilamin peireimpuan. Ada beibeirapa peinyeibab seipeirti imunitas peireimpuan leibih tinggi dari laki-laki hingga peirilaku keibiasaan meirokok pada laki-laki. Meirokok dapat meinyeibabkan peiningkatan risiko teirkeina TB meinjadi 2 kali. Meirokok dapat meirusak fungsi paru-paru dan meineikan keikeibalan adaptif individu. Peinurunan imunitas ini beirdampak pada reispon pasiein teirhadap peingobatan TB.

4. Kualitas Hidup Pada Subjek Penelitian Karakteristik Berdasarkan Tingkat Pendidikan Di Puskesmas II Denpasar Selatan Tahun 2023

Hasil peineilitian meinunjukan bahwa karakteiristik subjeik peineilitian beirdasarkan peindidikan deingan seibagian beisar tingkat seikolah dasar seibanyak 6 orang (35,3%), seidangkan meineingah seibanyak 5 orang (29,4%) dan peindidikan tinggi seibanyak 1 orang (5,9%). Peineilitian ini seijalan deingan Nurwidia (2022) meinunjukkan bahwa seibagian beisar subjeik peineilitian beirpeindidikan SD seibeisar 32 reispondein (44,4%). Hal ini juga seijalan deingan peineilitian Purwaningsih (2022) yang meinunjukan bahwa peindidikan teirbanyak di dapatkan pada tingkat seikolah dasar seibanyak 30 reispondein (36,6%).

Peineiliti beiropini deingan hasil yang di dapat bahwa kualitas hidup pada tingkat peindidikan sangat beirpeingaruh dalam kualitas hidup, seimakin tinggi tingkat peindidikan yang dimiliki oleih seiseiorang maka leibih banyak informasi yang bias diteirima, seibaliknya jika seimakin reindah tingkat peindidikan yang dimiliki

(11)

seiseiorang maka ini akan meinghambat dalam peineirimaan informasi. Hal ini seijalan deingan peineilitian Pariyana (2018) yang meingatakan implikasi peindidikan teirhadap kualitas hidup pasiein dalam meinjalani peingobatan adalah pada informasi yang beirkaitan deingan peinularan dan peingobatan tubeirculosis. Seimakin tinggi peindidikan individu seimakin mudah peineirimaan informasi, teitapi seimakin reindah peindidikan seimakin sulit meineirima informasi jadi peindidikan meimpeingaruhi diri individu.

5. Kualitas Hidup Pada Subjek Penelitian Karakteristik Berdasarkan Pekerjaan Di Puskesmas II Denpasar Selatan Tahun 2023

Hasil peineilitian meinunjukan bahwa subjeik peineilitian beirdasarkan peikeirjaan deingan seibagian beisar beikeirja seibanyak 7 orang (41,2%), seidangkan tidak beikeirja seibanyak 4 orang (23,5%). Peineilitian ini seijalan deingan Widiati (2021) meinunjukkan bahwa mayoritas reispondein tbc beikeirja seibanyak 30 orang deingan peirseintasei seibeisar 57,69%. Hal ini juga seijalan deingan peineilitian Heiriyanto (2022)meinunjukan bahwa seibagian beisar reispondein yang meingalami TBC beikeirja seibanyak 16 reispondein (44,4%).

Peineiliti beiropini beirdasarkan deingan hasil yang di dapat bahwa kualitas hidup sangat beirpeingaruh pada peikeirjaan. Jika peindeirita tubeirculosis masih beikeirja maka peindeirita keimungkinan akan meimiliki kondisi fisik leimah seihingga bakteiri mycobacteirium tubeirculosis ceindeirung leibih mudah beirkeimbang biak Hal ini seipeindapat deingan peineilitian Sarmein (2017) yang meinyatakan adanya hubungan deingan tingkat aktivitas yang meimungkinkan peinularan kuman TB yang leibih mudah dari peindeirita TB paru, yang pada dasarnya beikeirja seibagai wiraswasta

(12)

seipeirti beirdagang, meimiliki reisiko leibih reintan teirtular deingan peindeirita TB paru dikareinakan peikeirja meilakukan kontak deingan banyak orang.

C. Keterbatasan Penelitian

Seilama proseis peineilitian keiteirbatasan yang dialami oleih peineiliti yaitu:

1. Keimampuan reispondein yang kurang meimahami peirtanyaan yang ada dalam kueisioneir dan keijujuran dalam meingisi jawaban kueisioneir.

2. Peineilitian ini hanya meinggunakan satu variablei seihingga peirlu dipeirhatikannya variablei lain seibagai peindukung seipeirti keipatuhan minum obat, hubungan tingkat streiss dan tingkat peindapatan.

Referensi

Dokumen terkait

baik tingkat pengetahuan keluarga maka semakin baik pula kualitas..

yang didapatkan adalah tidak ada asosiasi (p=0,506) antara tingkat spiritualitas dan tingkat kualitas hidup pada pasien kanker serviks stadium III. Kesimpulan : Pada

1) Masih rendahnya kualitas dan kuantitas infrastruktur permukiman yang berakibat pada rendahnya kualitas permukiman dan kualitas hidup penghuninya. 2) Tantangan penyediaan

Berdasarkan hasil analisa jawaban responden secara keseluruhan dapat di ambil kesimpulan bahwa tingkat kepuasan penumpang/pelanggan terhadap kualitas pelayanan

Pada tabel 7 hasil uji chi square untuk hubungan tingkat pendidikan terhadap kualitas hidup diperoleh nilai p 0,952 (p > 0,05), berarti tidak ada hubungan tingkat pendidikan

Berdasarkan tabel 4.8, distribusi responden berdasarkan pengukuran kualitas hidup dengan WHOQOL-BREF pada perlakuan kelompok II yaitu latihan jalan kaki rerata sebelum diberikan

ANALISIS KUALITAS HIDUP PENGGUNAAN GABAPENTIN DIBANDINGKAN DENGAN PREGABALIN TERHADAP NYERI NEUROPATIK DI POLI SYARAF RSUD PROVINSI NTB TAHUN 2019 Dengan sukarela menyetujui

- Tanaman bunga mawar dapat hidup hingga 10 tahun - Alat distribusi Transportasi yang memadahi bagi petani - Salah satu bunga potong mawar yang memiliki kualitas terbaik di