• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELAJAR UI/UX DESIGN SEBAGAI PERANAN ASN DALAM REVOLUSI DIGITAL

N/A
N/A
Rendy Firnanda

Academic year: 2023

Membagikan "BELAJAR UI/UX DESIGN SEBAGAI PERANAN ASN DALAM REVOLUSI DIGITAL"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BELAJAR UI/UX DESIGN SEBAGAI PERANAN ASN DALAM REVOLUSI DIGITAL Rendy Firnanda

Analis Keimigrasian Pertama Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kotabumi

[email protected]

Pemerintah saat ini tengah berlomba-lomba dalam mengembangkan berbagai aplikasi digital demi memberikan kemudahan kepada masyarakat. Dengan berkembang pesatnya social media sepert Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube, dan beragam social media telah mentrigger pemerintah untuk tdak diam ditempat dan hanya menjadi penonton. Pemerintah mulai bergerak secara masif dalam mendukung penggunaan social media yang kini semakin merebak dimasyarakat. Kita dapat melihat diberbagai social media banyaknya aktvitas positf yang gencar dilakukan oleh akun-akun milik pemerintahan itu sendiri.

Sejak kemunculan beragam aplikasi sepert Gojek, Tokopedia, Ruang Guru, dan lainnya telah membuka mata pemerintah untuk turut serta bergabung dalam kemajuan teknologi tersebut.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia menjadi salah satu pasukan terdepan yang mendukung kemajuan teknologi ini.

Hal ini dapat terlihat dengan dilakukannya pengukuhan revolusi digital pelayanan publik pada 11 unit pusat kerja pada tanggal 12 Oktober 2020. Demi mewujudkan good governance yang bermuara pada pemberian pelayanan yang efektf, transparan, dan efisien terhadap masyarakat, Menteri Hukum dan HAM berharap agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki IT Minded, tdak gaptek sehingga revolusi digital pelayanan publik ini benar-benar dapat tercapai.¹

Revolusi Digital Pelayanan Publik

Menurut Technopedia, Revolusi Digital adalah perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital yang telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini.² Sehingga dapat kita katakan revolusi digital pelayanan public adalah perubahan yang dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan sistem digital sebagai alat bantu dalam memberikan pelayanan public yang lebih ramah dan efisien.

Seluruh jajaran di Kementerian Hukum dan HAM baik itu di Unit Utama, Kantor Wilayah (Kanwil), dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) berlomba-lomba dalam membuat layanan public berbasis sistem digital. Sehingga saat ini ada ratusan aplikasi online di seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenkumham.

¹ Hutabarat, D. 2020. Yasonna Resmikan Revolusi Digital Pelayanan Publik Kemenkumham. Diakses pada 27 September 2021, dari https://www.liputan6.com/news/read/4380718/yasonna-resmikan-revolusi-digital-pelayanan-publik- kemenkumham/

²Technopedia. 2017. Digital Revoluton. Diakses pada 27 September 2021, dari https://www.techopedia.com/definiton/23371/digital-revoluton

(2)

Revolusi Digital Pelayanan Publik yang dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM tentu perlu diacungi jempol mengingat mereka secara cepat dan tepat telah mengikut perubahan teknologi yang terjadi di Indonesia saat ini. Apalagi jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2020 bertambah menjadi 73,7% atau setara 196.71 juta jiwa dari total populasi 266.91 juta jiwa penduduk Indonesia.³

Dalam proses pembuatan aplikasi atau website, pemerintah biasanya menggunakan software house (SH). Sayangnya tdak semua SH memiliki kualitas yang baik, terutama dalam bidang user interface dan user experience. Acapkali produk yang dibuat ala kadarnya dan terkesan “yang pentng aplikasi bisa berjalan.” Sehingga website atau aplikasi yang dibuat oleh pemerintah hasilnya biasa saja atau terkesan tdak menarik. Hasilnya, tentu saja aplikasi atau website tersebut tdak mendapat sambutan meriah dari pengguna internet (sepi pengguna).

Selain itu, terkadang aplikasi atau website yang dibuat malah terkesan menyulitkan dan bukan mempermudah. Sulitnya melakukan verifikasi dokumen, aplikasi terkadang error, atau kesulitan dalam hal memilih tanggal pelayanan diaplikasi. Tidak hanya itu, tampilan website, pemilihan warna, jenis dan ukuran font, atau susunan tata letak dalam aplikasi atau website juga sering tdak diperhatkan oleh pemerintah. Bahkan mungkin saja beberapa lembaga pemerintah masih belum aware untuk menyediakan opsi website atau aplikasi yang ramah dengan kaum disabilitas sepert tuna rungu.

Berbeda halnya dengan aplikasi sepert Facebook. Dimana kaum disabilitas dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan mudah karena pengembang menyediakan fitur khusus kaum disabilitas.

Bahkan di tahun 2020, Facebook kembali menerima penghargaan sebagai 2020 Best Place to Work for Disability Inclusion oleh the Disability Equality Index.⁴

Dikarenakan sedikitnya minat pengguna internet dalam mengexplore aplikasi atau website yang telah dibuat oleh instansi pemerintah, banyak dari aplikasi tersebut pun yang berguguran. Baik itu menjadi gagal guna, atau ditnggalkan oleh para pemilik (kontennya tdak pernah diupdate) yang menggangap bahwa aplikasi atau website tersebut gagal. Namun meski gagal, banyak dari sebagian oknum mungkin berfikir setdaknya mereka telah ikut serta dalam revolusi digital tersebut. Apalagi mereka masih bisa menganggarkan biaya pembuatan website atau aplikasi serupa ditahun berikutnya.

Berbagai macam persoalan diatas tentu dapat diatasi apabila pemerintah memiliki tm UI/UX design sendiri. Tidak hanya bergantung pada pihak ketga, Software House. Oleh sebab itu dirasa pentng untuk mulai mencetak kader-kader aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kemampuan

³ Bayu, D.,J. 2020. Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Capai 196,7 Juta. Diakses pada 27 September 2021, dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/11/11/jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-capai-1967-juta

⁴ DEI. 2020. 2020 Best Places to Work. Diakses pada tanggal 27 September dari https://disabilityin.org/what-we- do/disability-equality-index/2020companies/

(3)

dalam hal manajerial di bidang UI/UX Design. Teknologi akan terus berkembang secara cepat, oleh sebab itu, kemampuan para ASN dalam bidang teknologi perlu ditngkatkan sedari dini.

User Interface (UI) dan User Experience (UX) Designer

Lantas apa itu UI dan UX Designer? UI Designer merupakan sebutan untuk orang yang mendesain interface (tampak muka) dalam aplikasi atau website agar menarik baik dari sisi bentuk, warna, juga tulisan. Disamping itu, juga mengatur tata letak, skema warna, bentuk tombol-tombol yang bisa diklik beserta jenis dan ukuran teks.

Sedangkan UX Designer adalah seseorang yang bertugas untuk memahami, mencari tahu dan bagaimana meningkatkan kepuasan pengguna saat menggunakan suatu aplikasi. Dengan memahami kedua hal ini, maka harapannya aplikasi yang dibuat oleh pemerintah nantnya dapat mudah digunakan dan bermanfaat bagi pengguna aplikasi tersebut.⁵

Dengan adanya ASN yang paham manajerial UI/UX Design tentu saja akan sangat membantu pemerintah dalam membuat terobosan yang tepat guna. Karena seorang UI/UX Designer lebih paham bagaimana membuat sebuah website atau aplikasi yang nyaman digunakan dan bagaimana aplikasi atau website yang digunakan tersebut menjadi lebih segmented dan tepat sasaran.

Selain itu, setelah aplikasi tersebut dibuat tentu harus dilakukan penelitan apakah aplikasi tersebut sudah tepat guna atau ada hal-hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan. Dan disinilah seorang UI/UX Designer terus bekerja. Karena jangan sampai aplikasi yang dibuat terkesan “yang pentng jalan” dan tdak membantu masyarakat malah mempersulit masyarakat dalam memberi pelayanan.

Bio Penulis

Rendy Firnanda merupakan Analis Keimigrasian Pertama, yang bertugas di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kotabumi, Lampung. Ia merupakan seorang magister of science jurusan digital society lulusan Internatonal Insttute of Informaton Technology (IIIT) Bangalore. Selama di India, Rendy juga turut aktf dalam organisasi dan berperan sebagai Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di India. Selain itu Rendy juga aktf diorganisasi kepemudaan lain sebagai Ketua Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) chapter Lampung. Selama kuliah Rendy sempat magang sebagai UI/UX Trainee di Radar Digital Development selama 6 (enam) bulan. Rendy dapat dihubungi melalui akun Instagramnya @rendyfirnanda.

⁵ Aprilia, P. 2020. Perbedaan UI dan UX Beserta Contohnya (Lengkap!). Diakses pada 27 September 2021, dari https://www.niagahoster.co.id/blog/perbedaan-ui-dan-ux/

(4)

Daftar Pustaka

1. Hutabarat, D. 2020. Yasonna Resmikan Revolusi Digital Pelayanan Publik Kemenkumham.

Diakses pada 27 September 2021, dari

https://www.liputan6.com/news/read/4380718/yasonna-resmikan-revolusi-digital-pelayanan- publik-kemenkumham/

2. Technopedia. 2017. Digital Revoluton. Diakses pada 27 September 2021, dari https://www.techopedia.com/definiton/23371/digital-revoluton

3. Bayu, D.,J. 2020. Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Capai 196,7 Juta. Diakses pada 27 September 2021, dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/11/11/jumlah- pengguna-internet-di-indonesia-capai-1967-juta

4. DEI. 2020. 2020 Best Places to Work. Diakses pada tanggal 27 September dari https://disabilityin.org/what-we-do/disability-equality-index/2020companies/

5. Aprilia, P. 2020. Perbedaan UI dan UX Beserta Contohnya (Lengkap!). Diakses pada 27 September 2021, dari https://www.niagahoster.co.id/blog/perbedaan-ui-dan-ux/

Referensi

Dokumen terkait