• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar Mudah Ilmu Sharaf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Belajar Mudah Ilmu Sharaf"

Copied!
195
0
0

Teks penuh

Berkaitan dengan hal tersebut, dosen sebagai tenaga pengajar pada perguruan tinggi dituntut untuk melaksanakan kewajiban tridharma perguruan tinggi dengan sebaik-baiknya dan seimbang. Buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan buku karya salah satu dosen Fakultas Syariah UIN Mataram yang memuat topik Mudah Belajar Ilmu Syaraf MATAN AL-BINA'.

ﺑﻲ

Ucapan Basmal pada permulaannya adalah ketulusan penulis menyusun karyanya, kerana keinginan berorganisasi adalah rahmat Allah yang meliputi segala yang ada. Menurut ulama, kandungan al-Quran terkandung dalam Surah al-Fatiha, kandungan Surah al-Fatiha terkandung dalam kalimat al-Basmalah, dan kandungan al-Basmal terkandung dalam simbol titik. huruf ba' yang bermaksud:.

ﻛﺎ َن

ﻤْ َﻣﺠ ِنآْﺮُﻘ ْ

ﻟا ِﻓﻲ ٌﺔَﻋﻮ

Penulis memulakan dengan bercakap tentang basmalah untuk mengambil tabarruk pada sabda Rasulullah tentang kepentingan membaca basmalah pada setiap bahagian yang bernilai dengan ucapan:. Menurut ulama, kandungan al-Quran terdapat dalam Surah al-Fatiha, kandungan Surah al-Fatiha terdapat dalam kalimat al-Basmalah, dan kandungan al-Basmalah terdapat pada lambang titik huruf tersebut. ba' yang bermaksud:. Dalam pendahuluan ini, penulis Matan Al-Bina Wa al-Asas menerangkan secara ringkas perkara-perkara yang akan dibincangkan.

ﺎًﺑﺎَﺑ

Bentuk kata kerja yang tidak mempunyai salah satu huruf illat di atas disebut fi'il salim (kata kerja selamat). Manakala kata kerja dengan mana-mana huruf ini disebut fi'il mu'tal (kata kerja sakit), dan seterusnya, kata kerja tersebut dipanggil fi'il misatl, mudha'af, lafif, naqish, mahmuz dan ajwaf, semuanya ditambah. bersama-sama. dalam ungkapan seterusnya.

TSULATSI MUJARRAD

Selain itu ada beberapa pembahasan yang juga akan dibahas yaitu pembahasan tentang fi'il yang salah satu hurufnya ilat (penyakit) yaitu “ﺍ” atau “ﻱ” atau “ﻭ”.

بﺎَ ْ ﻟﺒَا

Fungsi Kata Kerja

Kata kerja transitif adalah kata kerja yang memerlukan maf’ul bih (objek) yang disebut “fi’il muta’addiy”, yang mempunyai arti sebagai berikut:.

وــُﻤـْﻟا

ﺼﺮَﻧ ٌﻞَﻓْﻮَﻧ

أﺎَﻤ

ﻟا ِﻓﻰ

جَﺮَﺧ ٌﺮِﻓﺎ َﻇ

ﺎَﻓ ِﺗﺎَﺳ ﻷ

بَر َ ْﻴﻦﻤَـﻟﺎَﻌْﻟا

Fi'il ajwaf wawu (ﻯﻭﺍﻭ ﻑوجوﺍ), yaitu fi'il yang huruf tengahnya (ain fi'il) berasal dari huruf wawu (ﻭ), seperti kata “ﻥا” (memilih) berasal dari kata “ﻥو”. 3). Fi'il mahmuz fa' (ءَف ﺯومُمْوْمْوْمْوْمَثْمَثِ) adalah fi'il yang diawali dengan huruf fa', seperti kata “عظم”.

ﻟا ُﺮْﻳِﺪُﻤـ ْ ﻟا

Kata “ﻞﻌﻓ” disebut fi’il shahih, yaitu fi’il yang tidak mengandung huruf alif (ﺍ), huruf ya’ (ﻱ), wawu (ﻭ) dan tidak rangkap. Selain fi'il shahih, terdapat pula fi'il yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1). Fi'il naqish wawu (ﻯﻭﺍﻭ ﺺﻧ), yaitu huruf terakhir fi'il (lam fi'il) berasal dari huruf wawu (ﻭ), sebagaimana kata “ﺍﺰﻏ” (perang) berasal dari kata "ﻭﺰﻏ". 4).

ﺼﺮْﻨَ�

ا ُلﻮُﺳَر َلﺎَﻗ ﷲ

ا :(ﻢﻠﺳو ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻠﻰﺻ)ﺎ َﻇ َكﺎَﺧَ

Bentuk mashdar (ٌﺭَدْﺼَم), yaitu nama suatu perbuatan yang huruf-hurufnya tersusun dari huruf-huruf kata kerja itu sendiri. ilmu", "tulisan" (ﺐتك) nama bendanya adalah "tulisan" (ابتك) dan seterusnya. Selanjutnya pada bab "ُلُنْفَی -َِلَنَف" mashdari tidak tetap, melainkan mempunyai derajat yang berbeda-beda (lihat di kamus) , sebagai berikut 1).

ﺼﺮَﻧ ٌﻞَﻓْﻮَﻧ

ﺟْوُﺮﺎ

أ َﺲَﻠَﺟ ِسﻮُﻠُﺠ

Namun menurut ulama muhaqqi, mashdar adalah mimi isim yang mempunyai arti mashdar, bukan mashdar.13. Jadi tegasnya mashdar mimi adalah bentuk lain dari mashdar ashli (ﻲﻠﺻﺃ ﺭﺪﺼﻣ) yang dibuat dengan menambahkan huruf mim di awal kata dengan skala “ًﻼَﻌْﻔَﻣ” dan mempunyai arti yang sama.

ﻞِﻋﺎَﻓ

13 Lihat dalam karya al-Syekh al-'Allamah Mushthafa al-Ghalilaniy, Jami' al-Durus al-'Arabiyah, (Bauerut: al-Maktabah al-'Ashriyah, 1993), jilid II, hal. Bentuk isim fa 'il (ﻞﻋﺎﻔﻟﺍ ﻢﺳﺍ), yaitu kata yang menunjukkan seseorang yang melakukan sesuatu (does) dengan skala :.

ءﺎَﺟ ُ ِﺻﺮﺎَّﻟﻨا

مِزﺎَﺟ ْو َ

ﻷا ِ ِﺷﺮﺎَﺒ َّﻄﻟﺎِﺑ

Perkataan “ٌﻞـِﻌﻔﻣ” dengan huruf mim bermaksud fathah dan ain bermaksud kasrah, seperti perkataan “- ﺲﻠَﺟ ﺲِﻠْﺠﻳ” (duduk), kata namanya ialah “ٌﺲِﻠـﻀ”. Sebagai contoh, perkataan "ﺐﺘَﻛ" (tulisan) untuk menjadi kata nama (nama tempat) dibuat dengan tegasan "ٌﻞَﻌْﻔَﻣ" sehingga menjadi "ٌﺐﺘْﻜَﻣ" (tempat penulisan), perkataan "َﺪ menjadi.

ﻟﺠا ٌْﻴﺮَﺧ

Bentuk perkataan ini berfungsi untuk menyatakan maksud "orang yang/ter" dalam bab muharrad tsulasi, seperti perkataan " َﺐَتــَخ" (tulis) akan menjadi makna yang ditulis/dirakam/ditulis/) apabila ia menjadi " ٌﺏْوُت. ْﻜَمُ, ٌَبْوُتْﻜََ , dan juga perkataan ٌﻉْوُفْرَم dan ٌﺏْوُﺼْngَc seperti dalam contoh berikut. Ini berlaku dengan kata kerja mudhari' yang kata kerjanya bermaksud dhummah atau fethah, seperti perkataan "لَدَ" makanُ, seperti perkataan "لَدَ" makan. .

ﻞَﺧْﺪَﻣ ﻟﺠا َﻟﺠا

ﺔَﻌِﻣﺎ

Contohnya perkataan " ُﺩُﺮْﺒَﻳ - ﺩَﺮَﺑ" (mengisar/mengasah) untuk membuat alat runcing ialah " ٌﺩَﺮْﺒِﻣ" (alat mengasah) seperti dalam ayat:.

دُ ْﺒﺮَ�

ﻓﺎ َﻇ

ﺪْﻳِﺪَ ْ ﻟﺠا

Tanda kata kerja dalam bab ini ialah huruf ain (ـ��َﻋ) dengan makna fathah pada kata kerja madhi (َﻞ�َﻌَﻓ) dan huruf ain kata kerja pada kata kerja mudhari’ dengan makna kasrah (ُﻞ�ِﻌْﻔَﻳ). Biasanya penentuan makna bentuk kata kerja adalah dengan cara ini al-Ta'diyah dan kadang-kadang dalam bentuk biasa.

هِدﺎَﺒِﻋ

Oleh karena itu, tanda fi’il tsulβsi mujarrad pada bab kedua ini adalah “ﺮﺴﻛ ﺢﺘﻓ”. Kata kerja transitif adalah kata kerja yang memerlukan maf'ϋl bih (objek) dan disebut fi'il muta'addiy,19 sebagaimana kata kerja َﺏَﺮـَﺿ memerlukan maf'ul (objek) yaitu.

ﺲِﻠْ َﻳﺠ ٌَ

ﻟﺪَو

ﻟﺠا

ﺮْﺤَﻟﺒا ِﻓﻰ

Tanda kata kerja madhi ialah huruf ain fi'il (ـَﻋ) dengan makna fathah, seperti perkataan " َﺏَﺮَﺿ" dan " َﻊَﺿَﻭ" dalam susunan kalimah seperti berikut.

24 ِلﺎَّﻤُﻌ ْ

Tanda fi'il amar adalah huruf hamzah yang mengikuti huruf ain fi'il (ـِﻋ) pada fi'il mudhari' “ ُﻞِﻌْﻔَﻳ”, seperti kata “ ﹾﺏ ﹺ ﹾﴐﹺﺍ” dari fi'il mudhari' “ ﹸﺏ ﹺ ﹾﴬﹶ ﻳ”. dapat dilihat dari struktur kalimat berikut.

ﺿﺮِا ْب

ﺿﺮ َب

ﺟﻤ ًﻼْﻴ

Bentuk mashdar mimi merupakan bentuk lain dari mashdar ashli (ﻲﻠﺻﺃ ﺭﺪﺼﻣ), seperti kata “ًﻼْﻌِﻓ” dimana huruf mim ditambahkan di awal kata sehingga menjadi “ًﻼَﻌْﻣ sama”. Misalnya kata “ﺎﺑﺀﺿ” yang berarti pukulan, maka ditambahkan huruf mim di awal kata menjadi “ًﺑﺮْﻀَﻣ” yang juga berarti pukulan seperti terlihat pada struktur kalimat berikut.

ءﺎَﺟ

Misalnya dari kata “َﺏَﺮـ�ـَﺿ” (memukul), orang yang memukul menjadi “ٌﺏِﺭﺎ�َﺿ” (orang yang memukul) seperti pada contoh struktur kalimat berikut:.

ﻷا ُلَّو

ﻷا ُْﻴﺮِﺧ

ﺪْﻳِﺪَ ﻟﺠا ْ

ﻟﺨا َو ُءﺎـَ ْ

هُؤﺎَﻨِﺑ-

Pada contoh di atas, kata kerja َﺢَﺘ��َﻓ huruf lam fi’il berbentuk huruf ha’ (huruf khalaq) yang memerlukan maf’ul (benda) yaitu kata “َﺏﺎ�َﺒﻟَﺍ ". Kata kerja intransitif, yaitu kata kerja yang tidak memerlukan maf'ul karena maknanya sudah lengkap, seperti kata “ﹶﺐـﹶﻫﹶﺫ” (pergi) dan “ُﻊ�َﻤْﻠَﻳ” (bersinar) dengan struktur kalimat sebagai berikut :.

ﺐَﻫَذ ٌﺮِﻓﺎ َﻇ

Tanda-tanda kata kerja madhi dalam bab ketiga ini ialah huruf ain fi'il (ـَﻋ) dan lam fi'il (ﻟـ) keduanya mempunyai makna fathah dan salah satunya adalah huruf khalaq, seperti kata-kata "َﺐَﻫَﺫ" ( pergi) dan َﺢَﺑَﺫ (sembelihan). , dan “َﻝَﺄَﺳ” dalam urutan ayat berikut. Kata kerja mudhari' surah ini ditandai dengan huruf dan kata kerjanya (ـَﻋ) mempunyai makna fathah seperti kata "ُﺢَﺼْﻨَﻳ" (menasihati), mengatakan.

Tanda fi’il amar adalah huruf hamzah yang bermakna kasrah, karena a’ain fi’il (ـِﻋ) dalam fi’il mudhari’ “ُﻞَﻌْﻔَﻳ” mempunyai arti fathah, seperti kata “ﹾﺐﹶﻫ ﹶﻫ ﹾ” fi'il mudhari' “ ﹸﺐﹶﻫ ﹾﺬ ﹶﻳ”, seperti pada contoh kalimat :.

نآْﺮُﻘﻟ ًةَءاَﺮِﻗ

ﺴ ُلاَﺆ

ﻷا ُلَّو

ﻟﻨَا ُﺔَﺣﺎ َﺼ

Bentuk mashdar mimi merupakan bentuk lain dari mashdar ashli (ﻲﻠﺻﺃﺭﺪﺼﻣ), seperti kata “ًﻼْﻌِﻓ”, dimana di awal kata ditambahkan huruf mim, sehingga menjadi “ًﻼَﻌْﻔَﻣ” dan keduanya mempunyai arti yang sama, seperti kata “ﺢﺼﻨﻤـﻟ ﺍ” (nasihat) maksudnya adalah kata “ﺔﺣﺎﺼﻨﻟﺍ” (nasihat), sebagaimana terlihat pada struktur kalimat berikut: . َو ُﺢ َﺼْﻨَﻤـ ْ ﻟا. Mengungkapkan “orang yang ada/dulu” dalam surah ini (tsulasi mujarrad) berarti “ٌﻝْﻮُﻌْﻔَﻣ”, seperti kata “ﺃَﺮَﻗ” (membaca) bila diubah menjadi “sesuatu yang dibaca/dibaca”.

ﻌْﻔِﻣﺎ

ﻟﺒَا ٌﻞَﻓْﻮَﻧﺎ

رﺎَﺸْ�ِﻤ�ﺎِﺑ

لﺎَﺜ

ﻧﺤ ِمِز َّﻼ�ا

ﺮِﻓﺎ َﻇ َتْﻮ َﺻ

ﻟا

Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak memerlukan maf'ul, yang pada umumnya disebut fi'il34 like.

نﺎ

أﻷا ُﻢِّﻠَﻌُ�

ا ُﺐَﻌَّﻟﺘ

Bentuk Mashdar Mimi adalah bentuk lain dari Mashdar Ashli ​​​​​​(ﻲﻠﺻﺃﺭﺪﺼﻣ ﻲﻠﺻﺃﺭﺪﺼﻣ), seperti perkataan “ًﻼْﻌِﻓ”, yang menambahkan huruf MIM yang sama, dan menjadi huruf MIM yang sama. , kerana perkataan “ ُﻊَمْمَمـلﺍ (pendengaran) adalah sinonim dengan perkataan.

اﺎَﻤ ِّﺴ

ن َﻛﺎْر َ أ

Contohnya, perkataan "ُﺐَلْلَی -َﺐِكَل" (loj) yang ditukarkan kepada kata nama (nama tempat) dengan mengambil kira "ٌــَكْفَك" menjadi "ﺐَلَلَكَك", seperti contoh ayat di bawah.

ﻟﺒ َْ

ﻧﺤ ﺎًﻣِز َﻻ

ﻷا َ َﻋﻠﻰ

Penentuan makna bentuk kata kerja sentiasa bergantung kepada kata kerja biasa, seperti ayat berikut: َنُسَح ٌدْدیَﺯ (Zaid telah melakukannya dengan baik).

ﻦ ُﻈَ� َﺎﻤَﻛ

ﻦ ُﺴَﺣ ُﻞَﻤَﻌْﻟا

Bentuk mashdar ashli (ﻲﻠﺻﺃ ﺭﺪﺼﻣ) dari bab “ُﻞَﻌْﻔَﻳ -َﻞَﻌَﻓ” tidak tetap tetapi harus dicari di kamus karena mempunyai skala yang berbeda-beda:1.

ا ُةَءاَﺮِﻗ

ﻜَّﺘُﻣ ﻟﺤا

راَﺪِ ْ

ﻟﺠا َﻰَ�َﺑ

ﻋﻠﻰ ُﺐِﻳﺠ ِﺐُﻨُﻟﺠا

ﻢِ� َﻋﺎ َو

ﻷا ُدَﻻْو

Perubahan Kata

Tanda kata kerja madhi dalam bab ketiga ialah kata kerja huruf ain (ـِﻋ) dengan makna kasrah, seperti kata “َﺐَﺴَﺣ” (harap/kira), seperti contoh ayat berikut.

ﺎً ِﻟﺒﺎ َﻃ اًﺪِﻣﺎَﺣ أ

ﻳﺤ ِﺴ

ﺐ ِﺴْ َﻳﺤ

Contohnya, perkataan " ُﺐَُلَلی - َﺐِكنَل" (bermain) menjadi kata nama (nama tempat) boleh dibuat dengan menggabungkan perkataan " ٌــَكْفَكَم ", sehingga menjadi "ﺐَكُلَكَ" (tempat bermain), seperti contoh. ayat di bawah.

FI’IL MAZID

FI’IL YANG DITAMBAHKAN HURUF

عاَﻮْﻧ َ

BAHASAN PERTAMA

Tentang Penambahan Satu Huruf (Ada 3 (Tiga) Bab)

ﻷا ُعْﻮَّﻟﻨ

باَﻮْﺑ َ

Tipe pertama adalah kata kerja yang menambahkan satu huruf pada tiga huruf yang terdiri dari tiga bab. Selanjutnya dalam 12 bab ini terdapat 3 nau' (jenis) yaitu fi'il (kata kerja) yang ditambah tiga huruf menjadi 1 (satu) huruf yang terdiri dari tiga (3) bab, yaitu :.

ﻟﺒ

Untuk membentuk fi’il muta’addiy (ﺔ�ﻳﺌﺘﻠﻟ) (kata kerja yang memerlukan maf’ul bih), seperti kata “َﻡَﺮ��ْﻛَﺃ” (dimuliakan) pada contoh berikut. Contoh lainnya adalah kata “َﻞَﺧَﺩ” (enter) menjadi “َﻞَﺧْﺩﺃ” (enter) setelah ditambahkan huruf hamzah qatha’ (ﺃ) pada awal kata, seperti pada contoh berikut: َ. Dengan demikian, penambahan huruf hamzah pada awal kata dapat diartikan sebagai awalan “aku” dan akhiran “bisa”, seperti kata tulis, pukul, buka, tutup, dan sebagainya.

42 ُءﺎَﻣَﺮُﻜ ْ

Kata “َﻡَﺮْﻛَﺃ” berasal dari “َﻡُﺮًﻛ” (mulia) yang diterjemahkan menjadi “mulia-bisa”, dengan awalan “ME” dan akhiran “BISA”, yaitu Zaid mengagungkan Bakar, karena kata “َﻡ” memerlukan . Ekspresikan pergi ke sesuatu” (ءﻲ�ﺸﻟﺍ ﻲ�ﻓ ﻝﻮﺧﺪ�ﻟ), seperti masuk pagi, masuk sore hari seperti pada kalimat berikut.

ﻟا ُﺬِﺗﺎَﺳ َ

ﻷا َقَﺮْﻋ َ أ

Untuk membentuk fi’il muta’addiy (ﺔ�ﻳﺪﻌﺘﻠﻟ) (kata kerja yang memerlukan maf’ul bih), seperti kata “َﻡَﺮ��ْﻛَﺃ” (memuliakan) pada contoh berikut. menyatakan pohon yang berbuah, seperti terlihat pada contoh struktur kalimat berikut. Mengekspresikan perasaan dalam bentuk sifat-sifat, ( ِﺔَﻔ�ِﺻ ْﻲِﻓ ِﺊْﻴﱠﺸﻟﺍ ِﻥﺍَﺪ ْﺟِﻮِﻟ) seperti kata “ َﻢ�َﻈْﻋَ ﺃ” (meningkat ase can) sebagai rasa hormat dan seperti kata “َﻢ�َﻈْﻋَﺃ” (meningkatkan) sebagai rasa hormat dan.

ﻔﻰْﺷ َ أ

ة ْﻴﺮِﺜ َﻛ ﺎًﻤ

Bentuk ini adalah standard, maka huruf pertama adalah dhummah-kan dan huruf sebelum akhir adalah kasrahh-kan seperti “ ُرِﻈْنُی” kata kerja mudhari’ yang diseimbangkan dengan kata “ ُِكْفُيو” yang berasal dari kata kerja Madhhi “ َرَﻈَن.” (lihat ), kemudian dia menambahkan huruf hamza di awal kata, sehingga menjadi “ ُرِﻈْنُو - رَﻈ " dengan awalan "dengan" dan akhiran "kan".

أ ﻟﻰِإ

ﻻﺎَﻌْ�ِإ

Menghormati orang tua adalah bagian dari suatu kewajiban Contoh lainnya adalah kata “ُﻝﺎَﺧْﺩِﺇ” yang berasal dari kata “-َﻞَﺧْﺩَﺃ.

ﷲا َّنِإ ٌرِدﺎَﻗ

ﻋﻠﻰ ِلﺎَﺧْدِإ

ﻴﻦِﻤ َ�ﺎَﻌْﻟا

ﻣﺨ ُﷲاَو ُﺟِﺮ

ﻟﻰِإ ْﻢُ�

Bentukan isim fa'il dibentuk dengan menambahkan huruf mim yang mempunyai arti dhummah pada awal kata dan diterjemahkan menjadi "orang yang" atau pelaku. Kita juga dapat menyebutkan contoh lain seperti kata ٌﺝِﺮﺨُﻣ (mengeluarkan) sebagai isim fa'il dari kata kerja “ ﺝﺮﺨُﻳ– ﺝﺮﺧﺍ ﺎﺟﺍﺮﺧﺇ” dan ُﻞِﺧْﺪُﻣ (memasukkan) sebagaimana adanya aku gagal dalam kata kerja.

ﻟﺤا َﻦِﻣ ِةَﺮْﺠ

Pembentukan isim al-maf'ul dibentuk dengan menambahkan huruf mim yang mempunyai arti dhummah pada awal kata dan memberi arti pada huruf tersebut sebelum akhir serta menerjemahkannya dengan makna. Dapat juga dijadikan contoh lain seperti kata ٌﺝَ قرآ از او ( dikecualikan) sebagai isim maf’ul dari kata “ أﺍرخﺇ - ﺝ ون ﺝ ﺝ ﺝ ﺝ ﺝ ﺝ ﺼ ﺍ “ dan ُ ﺍ ﺿ ﺍﺍ ﺍ (dimasukkan ) sebagai isim maf' dari kata "ُ ﺍﺍﺇ - "         pada struktur kalimat berikut.

ﺎَﻬْ َﻟﻴِإ

ﻟﺒا ُبﺎ

Pengertian fi'il ini biasanya digunakan dalam arti banyak/sering, yang dapat muncul dalam arti fi'il, seperti kalimat: "َﺔ��َﺒْﻌَﻜﻟﺍ ٌﺪ��ْﻳَﺯ َﻑﱠﻮ��َﻁ" (Zaid sering kali mengelilingi Ka'bah). Untuk menyatakan “ ُﺔ��ﱠﻳِﺪْﻌﱠﺘﻟَﺍ”, yaitu mengubah fi’il biasa (kata kerja yang tidak memerlukan benda) menjadi kata kerja yang memerlukan benda (transitif), misalnya kata.

ﻟا َﻚْﻠِﺗ ْ ِﻓﻲ

Untuk melakukan tindakan terhadap objek " ِﻢ�ْﺳﻹﺍ َﻦ�ِﻣ ِﻞ�ﻌﻔْﻟﺍ ِﺫﺎ�َﺨﱢﺗﻟﻻﺗﻰﻻ dari sekarang" (perkemahan). Mengungkapkan arti menerima sesuatu “ِﺊْﻴ�ﱠﺸﻟﺍُﻝْﻮ�ُﺒَﻗ”, seperti kata “َﻊﱠﻔ�َﺷ” (menerima syafaat/pertolongan), yang diambil dari kata ﺷ” (pertolongan) seperti pada struktur kalimat berikut:.

ﻊَّﻔَﺷ ُهﺎَﺧَ

ﺮﱠﺴَﻓ” (menjelaskan) apabila ditukar menjadi kata nama aktif, perkataan “ٌﻞﱢﻌَﻔُﻣ” akan diikuti sehingga menjadi. Sebagai contoh, perkataan " َﺮﱠﺴَﻓ" (menerangkan) apabila ditukar kepada kata nama maf'ul kemudiannya dirawat dengan perkataan "ﻞﱠﻌَﻔُﻣ" sehingga menjadi.

ﺔَﻳﻵﺎِﺑ

ﺚِﻟﺎَّﻟﺜا ُبﺎَﻟﺒا

ﻒَ�ﺎ َﺿ ُﷲا

ﻚَﺑاَﻮَﺛ 55

ﻓ َﻋﺎ َﻚ

ﻠَﺗﺎَﻗ ُﷲا ُﻢُﻬ

ﻞَﻋﺎَﻓ

ﻞِﻋﺎَﻔُ�

Kata ini merupakan skala baku yang terdiri dari tiga huruf yaitu ﻞــﻌــﻓ, setelah itu ditambah satu huruf yaitu huruf alif menjadi َﻞَﻋﺎَﻓ. Kata ini merupakan kata baku untuk membentuk fi'il mudhari', sebagaimana kata "َﻞَﺗﺎَﻗ", merupakan fi'il mudhari'.

ﻦﻳِ َّ

ﻪِﻠﻴِ�َﺳ ِﻓﻲﺔﻳﻵا

ﺔَﻠَﻋﺎَﻔُﻣ

ﻻﺎَﻌِﻓ

ﻋﻠﻰ ٌﻞ

لﺎَﻌْﻴِ�

ﻟ َﻔ َﻋﺎ

ﺮ ُءا

ﻟﻪ

ﻞِﻋﺎَﻔُﻣ

Bentuk mashdar ketiga jarang terjadi. ﺍﺭﺩﺎﻧ) dalam struktur kalimat, meskipun ada kata-kata itu. Ada mashdar langka dengan skala “ ٍﻝﺎﻌﻴﻓ”, seperti kata “ ًﻻﺎﺘﻴﻗ َﻞﺑﺗ”, sehingga tidak bisa dibandingkan dengannya57.

ﻞَﻋﺎَﻔُﻣ

BAHASAN KEDUA Penambahan Dua Huruf

Jenis yang kedua adalah fi’il yaitu menambahkan 2 (dua) huruf pada yang semula terdiri dari 3 (tiga) huruf. Selanjutnya bab ini membahas tentang fi'il yang terdiri dari 3 (tiga) huruf (stulasi mujarrad), yang kemudian ditambah 2 (huruf) sehingga menjadi 5 (lima).

ﻟﺬا

Bentuk penambahan 2 dua huruf mempunyai lima bab seperti yang dijelaskan dalam bab berikut.

ﻟﺤا َﻓ

مﺎ َﺴْﻗ َ

ﻻﺎَﻌِﻔْﻧِا

ﺟ ِءﺎ

Bentuk isim fa'il baku dan dibentuk dengan menempatkan huruf mim di awal dan memberi martabat kasrah pada huruf sebelum akhir. Misalnya pada kata “َﺮَﺴَﻜﻧِﺍ” (dibelah) kandungan maf’ulnya adalah َﺮَﺴَﻜﻨﻣ seperti pada struktur kalimat berikut :.

ﻟﺒ ِﻧﻲﺎَّﻟﺜا ُبﺎ

ﻟﻪَّو َ

ﻞِﺑِﻹا َﻚِ� َذ

Kata kerja mazid adalah kata kerja yang terdiri dari 3 (tiga) huruf kemudian ditambah 1 huruf atau dua huruf. Dalam contoh di atas, terdapat dua kata kerja iaitu perkataan “َﻊَﻤَﺟ” (mengumpul) dan “َﻊَﻤَﺘْﺟِﺍ” (berkumpul/berkumpul) yang menjadi bukti tindakan pertama iaitu mengumpul.

ﺒﺰَﺘْﺧِاا

Bab ini menyenaraikan kata kerja dengan dua huruf ditambah, seperti perkataan "َﻞ�َﻌَﻓ" dengan 2 (dua) huruf ditambah; huruf alif dan ta' antara ain fi'il dan fa' fi'il menjadi "َﻞَﻌَﻓِﺍﺘ", yang terdiri daripada lima huruf. Bagi maksud membuat “ُﺫﺎَﺨﱢﺗﻻَﺍ” seperti perkataan “َﺰَﺒَﺧ” (roti) dalam “َﺰَﺒَﺘْﺧِﺍ” (membuat roti) mengikut susunan ayat berikut:.

ﺘﺮ

أ ُﺖْﻨُﻛ ﺎﻣ يِرْد

ﻢ َﺼَﺘْﺧ ﺎﻬُﺗْ

أ : ﺎﻤُﻫُﺪَﺣ َ

Bentuk fi'il madhi ini merupakan bentuk baku yang terdiri dari tiga huruf fi'il, kemudian ditambah 2 huruf yaitu alif di awal kata dan ta' sebelum a'in fi'il, seperti kata " َﺐَﺘَﻛ " (menulis) berubah menjadi " َﺐَﺘَﺘْﻛِﺍ" (menulis untuk diri sendiri). Bentuk fi'il mudhari' ini merupakan bentuk baku yang terdiri dari tiga huruf fi'il, kemudian ditambah 2 huruf yaitu alif di awal kata dan ta' sebelum a'in fi'il yang kemudian ditambah dengan huruf mudhara'ah (alif, nun, ya' atau ta') seperti kata “َﺮَﻘَﺣ” (ofensif) diubah menjadi “ُﺮِﻘَﺘ ْﺤَﻳ” ( menyinggung) seperti pada kalimat berikut :.

ﻻﺎَﻌِﺘْﻓِا

Untuk makna “َعَفَt” (timbal balik), seperti kata “َمَﺼَتْ خِﺍ” yang berarti saling bertentangan, seperti yang digunakan oleh Ibnu Abbas ketika menjelaskan makna “fathir” dalam komposisi tersebut.

فَﻼِﺘْﺧِا ُﻌْﻟا

ﻤَﻠﺂ ِء

Contoh mafuil adalah kata “ٌﺐَسَتْﻜُم” (yang banyak dikerjakan) seperti kata “ُﺔَسبَستْﻜُمْلَﺍ” yang diberi huruf ta’. Fiqh adalah ilmu hukum syariah yang bersifat praktis dan dikembangkan (diperoleh) dari dalil-dalil yang terperinci.71.

ﻟﺒ ُﺚِﻟﺎَّﻟﺜا ُبﺎ

نﻮـُ�َﻳ ْن َ

ﻟﺠا َنْﻮَ�

Bentuk isim fa’il dan isim maf’ul kelihatannya sama, namun berbeda, karena sebenarnya isim fa’il itu seimbang. Kata ini dapat diterjemahkan menjadi dua, yaitu isim fa’il atau isim maf’ul, tergantung niat orang yang mengucapkannya, seperti pada kata berikut ini.

ﻪْﺟﻮ ْ�ا

ﻟﺒ ُﻊِﺑاَّﺮ�ا ُبﺎ

Dalam bab ini terdapat kata kerja yang ditambah dua huruf, seperti kata " َﻞ�َﻌَﻓ" ditambah 2 (dua) huruf; huruf ta’ di awal perkataan dan a’in sebelum huruf yang terakhir sehingga menjadi “ َﻞﱠﻌَﻔَﺗ”. Untuk menyatakan maksud al-Muthawa'ah (ﺔﻋﻭﺎﻄﻤﻟﺍ), iaitu kata kerja yang menerangkan akibat daripada sesuatu perbuatan yang berlaku, seperti perkataan " َﺮﱠﺴَﻜَﺗ" (patah) akibat daripada perkataan "ﺮﱠ. dalam susunan ayat berikut:.

ﻛ َ َّﺴﺮ

ذﺎَﺘْﺳ ُ أ

Untuk menyatakan "menjadi" seperti kata "ٌﻢﱢﻳَﺃ" (janda), diubah menjadi kata kerja "َﻢﱠﻳَﺄَﺗ" (janda/menjadi janda) dengan skala "َﻞﱠﻌ" seperti pada kalimat berikut. Untuk menyatakan "ﺐﻠﻄﻟﺍ" (permintaan), misalnya kata "ٌﺔَﻠَﺠَﻋ" (segera) dijadikan verba "َﻞﱠﺠَﻌَﺗ" (segera bertanya) dan (segera) dijadikan ﻠﻠﺠ " (segera bertanya) begitu pula kata "َ ﻥﺎَﻴَﺑ ” (informasi) menjadi “َﻦﱠﻴَﺒَﺗ” (meminta informasi/cek), seperti terlihat pada contoh kalimat berikut.

ﺼﺮ ُﻞُﺟَّﺮ�ا

Bentuk fi'il madhi ini terdiri dari tiga huruf yaitu “َﻞَﻌَﻓ”, setelah itu ditambah dua huruf yaitu huruf “ﺕ” dan huruf. ﻉ”, contoh kalimatnya adalah “ﺍًﺮْﺼَﻧ” (membantu) ditambah dua huruf ta’ dan nun, sehingga menjadi “َﺮﱠﺼَﻨَﺗ” (coba membantu) seperti pada struktur kalimat berikut.

ﻞُّﺟ َﺘﺮَ�

Bentuk kata kerja amar adalah sama dengan bentuk kata kerja madhi, kecuali kata kerja amar diberi hukum hukuman, misalnya perkataan " ْﻢﱠﻠَﻜَﺗ" seperti yang dapat dilihat dari susunan ayat berikut. Contoh ayat ialah perkataan "ُﺏﱡﺮَﻘﱠﺘﻟﺍ" (mendekati), seperti yang boleh dilihat dalam susunan ayat berikut.

ﷲا ﻟﻰإ َ

Sedangkan contoh kata adalah kata “ٌﻢﱢﻠَﻜَﺘُﻣ” (yang berbicara) seperti terlihat pada struktur kalimat berikut. Bentuk isim maf'ul berbeda dengan isim fa'iln, karena isim maf'ul huruf ain mempunyai arti fathah dan diterjemahkan dengan arti "dalam atau ter", seperti kata.

ﻷاَو ِ ِﻟﻪَّو َ

ﻧﺤ اًﺪِﻋﺎ َﺼَﻓ

Contoh al-musyarakah antara dua orang adalah seperti “ﻭٍﺮْﻤَﻋ ﻭ ٌﺪْﻳَﺯ َﺪَﻋﺎَﺒَﺗ” (Zaid dan Amar menjauhi satu sama lain) dan contoh orang yang bermaksud antara al-mus atau ya adalah seperti antara al-mus atau ya. ﻮَﻘْﻟﺍ َﺢَﻟﺎَﺼَﺗ ” (Manusia berdamai antara satu sama lain). Dalam bab ini, kata kerja dengan dua huruf telah ditambah, seperti perkataan "َﻞ�َﻌَﻓ" ditambah 2 (dua) huruf; huruf ta' di awal perkataan dan huruf alif antara fa'.

ﺪَﻋﺎَﺒَ�

Misalnya untuk menyatakan makna al-musyarakah, yaitu melakukan sesuatu secara bersama-sama atau makna 'di antara satu sama lain', baik yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, maka kata 'َﺪُﻌَﺑ' (jauh) diubah menjadi 'َﺪَﻋﺎَﺒَﺗ ' (menjauhi satu sama lain) dan "َﺢُﻠَﺻ" (damai) diubah menjadi " َﺢَﻟﺎَﺼَﺗ", seperti yang dapat Anda lihat pada contoh berikut.

ضَرﺎَﻤَ�

سْرَّﻠﺪِ�

دَراَﻮَﺗ ا

Untuk menyatakan maksud "sekadar menyampaikan makna", seperti perkataan "َﻼَﻋ" (tinggi) dan "ﺎًﻤَﺳ" (tinggi/bangga), ia ditukar kepada "ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ" (tinggi) dan "ﻰَﻣﺎَﺗ (proud), as. anda boleh lihat dalam contoh berikut.

ﻟﻰﺎَﻌَ�

ﺴ َﻣﻰﺎ

ﻋﻠﻰ َّﻟﺘا

ا ُءﺎﻓﻮﻟﺠ

ﻓﻰ ِﻗ

ﻋﺎ َﻞ

ﺻﺮﺎ ُﻞُﺟَّﺮ�ا

ﻋﺎ ُﻞ

بَرﺎَﻘَﺘَ�

ﻋﺎ ْﻞ

اْﻮُﻧَوﺎَﻌَ�

ﻋﺎ ًﻼ

Contoh kalimatnya adalah kata “ُرُاَنّتلﺍ” (saling membantu) seperti terlihat pada struktur kalimat berikut.

ﻟﺘا ُ ُﺻﺮﺎَﻨ

Sedangkan contoh kata adalah kata “ٌﺐﺐﻐَﻐَتُڿَ” (yang saling membenci) seperti terlihat pada struktur kalimat berikut. Bentuk isim maf'ul berbeda dengan isim fa'il, karena huruf isim maf'ul mempunyai arti fathah dan diterjemahkan dengan arti "dalam atau ter", seperti kata "ُرَﻅنَنَتُمْلَﺍ" (yang masih menjadi perdebatan . ) seperti pada contoh kalimat di bawah ini.

ﻦِﻣ ِﺮ َﻇﺎَﻨَﺘ ْﻟﻤا

BAHASAN KETIGA Tambahan Tiga Huruf

Jenis ketiga ialah kata kerja yang asalnya terdiri daripada tiga huruf dengan tiga huruf ditambah, kata kerja seperti empat bab.

ﻷا ُبﺎَﻟﺒا

Menyatakan permintaan suatu tindakan (ﻞﻌﻔﻟﺍ ﺐﻠﻄﻟ) seperti kata “ َﺮ��َﻔَﻏ” (maaf) diubah menjadi “ َﺮَﻔْﻐَﺘ��ْﺳِﺍ” (meminta maaf) seperti pada struktur kalimat berikut. Mengekspresikan kemajuan atau keberanian terhadap suatu hal seperti kata “ُﺃْﺮ�ُﺟ” berubah menjadi “َﺃَﺮْﺠَﺘ�ْﺳِﺍ” (berani) sebagai bentuk fi’il mudhari’.

أ ُﺖْﻨُﻛﺎﻣ ْﺴَ�

Nabi saw memohon ampun sebanyak 70 kali dalam satu hari, sebagaimana sabda baginda: "Sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah sebanyak 70 kali dalam satu hari"91. Berikan perubahan (ﻞ��ﻴﺤﺘﻟﺍ), contohnya perkataan “ ٌﺮ��َﺠَﺣ” (batu) menjadi “ َﺮَﺠْﺤَﺘ�����ْﺳﺍ” (menjadi batu/berbatu) seperti yang dapat dilihat daripada susunan ayat berikut. .

أىَﺮْﺧ

أ ٌﺮِﻓﺎ َﻇ َﻓ

ح َﺘﺮْﺳﺎ َْ

ﻟﻰ ُ

ﻷا ِﺔَﻓْﺮُﻐ ْ ﻟا ﻓﻲ

Bentuk fi'il mudhari' ada tiga huruf, kemudian ditambah tiga huruf sebagai huruf tambahan dan menjadi huruf mudhara'ah, Contoh kata tersebut adalah kata "ُﺏَرَستْسَی" (dekat) seperti pada struktur kalimat berikut.

لْﻮَﻘ ْ ﻟا

Bentuk isim maf'ul berbeda dengan isim fa'il karena isim maf'ul huruf ain mempunyai arti fathah dan diterjemahkan berarti "dalam atau ter", seperti kata "ُﺐﺘﻜﺘﺴﻤ ْﻟَا" (yang mana kamu diminta untuk perhatikan ini) seperti pada contoh kalimat sebagai berikut. Bentuk isim maf'ul berbeda dengan isim fa'il karena isim maf'ul huruf ain mempunyai arti fathah dan diterjemahkan berarti "dalam atau ter", seperti kata "ُﺐﺘﻜﺘﺴﻤ ْﻟَا" (yang mana kamu diminta untuk perhatikan ini) seperti pada contoh kalimat sebagai berikut.

نﻮــُ�َﻳ ْن َ

ﺰْ�ِﺮَﻐ ْ ﻷا

ﻀﺮَﺤ

Sekadar untuk menyatakan sesuatu perbuatan ( ِعْجِفِلﺍ ِﺩﱠرَﺠُمِل), seperti perkataan “َﻼَح” (manis) yang ditukar kepada “ﻰَلْوَلْحِﺍ” (manis) dengan menambahkan tiga huruf seperti yang dapat dilihat dalam susunan ayat berikut. Perkataan yang serupa dengan perkataan ini tidak terdapat dalam al-Quran, kecuali satu perkataan menurut Ibn Abbas ketika dia membaca perkataan " یِوُنْﺜَt" (pergi) dalam firman Allah berikut: 100.

Ingatlah, sesungguhnya (orang-orang munafik) membelakanginya (Muhammad). Ingatlah ketika mereka menutup diri dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka bawa, sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

وَﺬْﻋِا َبذ

قاَرْو َ ْ

ﻴِﻌْﻓِا ًﻻﺎَﻌ

ﺐِﻠْ َﻳﺠ ِا

ﻷا َﻢَﻨَﻐْﻟا

ﻴﺮِﺜ َﻜْﻟا

ﻴﻦـَ�

Menurut ulama, tidak banyak perkataan yang seberat ini, perkataan yang termasuk dalam timbangan ini antara lain.

ا ًﻻاَّﻮِﻌْﻓ

بﺎَﻟﺒا ُﻊِﺑاَّﺮ�ا

رﺎَﻔ ْﺻِا

ا َّلﺎَﻌْ�

رﺎَ ْﺣﻤِا ِْ َو

ﺴﻲ

لﺎَﻌْﻔَ�

ا ًﻻﺎَﻌْﻴِﻌْﻓ

ا َْﻴﺮِ ْﺣﻤ

BAB III

RUBA’I MUJARRAD

Kata “َﺝَرْحَﺩ” berasal dari kata fi’il medhi yang terbentuk dari empat huruf yang artinya menggelinding dan tentunya ada yang menggelinding (Zaid) dan ada yang menggelinding (batu). Kata “َﺦَبْﺭَﺩ” berasal dari kata fi’il medhi yang terbentuk dari empat huruf yang artinya rukuk yang tidak memerlukan maf’ul.

MULHAQ TADAHRAJA

Sedangkan ia hanya terpakai kepada kata kerja biasa seperti perkataan " ٌﺪْﻳَﺯَﻞَﻗْﻮَﺣ" (Zaid ber-hauqalah (membaca hauqalah).Kata kerja ruba'i mujarad ialah kata kerja yang asalnya terdiri daripada empat huruf asal kemudian disambung dengan perkataan dahraja.

ﻻ ُﷲا

Tanda bentuk kata kerja fi’il ruba’i mujarrad pada bab ini adalah fi’il madhi terdiri dari empat huruf sebagai huruf aslinya, seperti kata “َﻞَﻗْﻮَﺣ” yang terbentuk dari “ ﱠﻟﻠﻪﺎِﺑﻱﻟﻓ ﻻَﻭ ﻝْﻮَﺣ َ ﻻ".112 C Fungsi Kata Kerja Fungsi kata kerja ini adalah untuk membentuk kata kerja yang tidak memerlukan suatu benda yang disebut fi'il biasa, seperti kata “َﻞ�َﻗْﻮَﺣ” pada contoh kalimat berikut.

ﺔَ ِﺗﺤﺎَﻔ ْ

Tanda surah ini ialah kata kerja madhi yang terdiri daripada empat huruf dengan penambahan huruf ya' di antara kata kerja fa' dan a'in. Tanda bentuk kata kerja kata kerja ruba'i mujarrad dalam bab ini adalah kata kerja madhinya yang terdiri dari empat huruf sebagaimana huruf asalnya, seperti kata "َﺮَﻄْﻴَﺑ".

ﻞ ْﺼ َﻔْﻟا ْ ِﻓﻲ أ

Contoh kata yang diseimbangkan dengan bentuk mashdar seperti di atas adalah kata “َﺔَﻠَﻤْﺴَﺑ” dan “ًﻻﺎَﻘْﻴِﺣ” yang dapat dilihat pada contoh kalimat berikut:. Fungsi kata kerja ini adalah membentuk kata kerja yang memerlukan suatu benda yang disebut fi’il muta’addiy, sebagai sebuah kata.

ﻻﺎَﻌْﻴِ�

رﺎ َﻄْﻴِ�

Tanda dalam surah ini ialah kata kerja madhi yang terdiri daripada empat huruf dengan penambahan huruf ya' antara fa'. Perkataan di atas adalah kata kerja madhi ruba'i mujarrad, yang terdiri daripada empat huruf asal yang bersambung (dengan cara yang sama) dengan perkataan tersebut.

ﻹا ُرِﻮْﻬَ ُﻳﺠ

Ketetapan itu berlaku untuk kata kerja muta'ddiy, seperti dalam kes " َﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ ٌﺪْﻳَﺯ َﺭَﻮْﻬَﺟ" (Zaid menyaring (membaca) Al-Quran). Tanda bentuk kata kerja kata kerja ruba'i mujarrad dalam bab ini adalah kata kerja madhi yang terdiri dari empat huruf sebagai huruf awal, seperti kata "َﺭَﻮْﻬَﺟ".

و َ اًراَﻮْﻬِﺟ أ

Perkataan di atas ialah kata kerja madhi ruba'i mujharrad yang terdiri daripada empat huruf asal yang berkaitan (sama) dengan perkataan "َﺝَرُ ْحَﺩ". Contoh kata kerja medhi ialah perkataan "َ َرَوَمْﺜَع" (muncul) seperti yang dapat dilihat dalam susunan ayat berikut:.

ﻴﺮْﺜَ�

Tanda bentuk kata kerja fi’il ruba’i mujarrad pada bab ini adalah fi’il madhi terdiri dari empat huruf sebagai huruf yang sebenarnya, seperti pada kata “َﺮَﻴْﺜَﻋ”. Fungsi verba ini adalah untuk membentuk verba yang tidak memerlukan suatu benda yang disebut fi'il biasa, misalnya kata.

ﻴﺮْﺜَﻌُ�

Sebagaimana dipahami dengan kata ruba’i yang berarti empat karena diambil dari kata arba’ (empat) dan kata mujarrad yang berarti sederhana.

مﺎَﻣِ ﻹا ْ

و َ اًرﺎَﻴْﺜِﻋ أ

Fi'il ruba'i mujarrad adalah fi'il yang aslinya terdiri dari empat huruf asli, dipahami dari kata ruba'i yang berarti empat karena diambil dari kata arba' (empat), dan kata mujarrad yang hanya berarti . Tanda bentuk kata kerja fi’il ruba’i mujarrad pada bab ini adalah fi’il madhi terdiri dari empat huruf sebagai huruf yang sebenarnya seperti kata “َﺐَﺒْﻠَﺟ”.

ﻞَﻤَﻌﻟا

Fungsi kata kerja ini adalah membentuk kata kerja yang disebut fi’il mutaddiy, yaitu kata kerja yang memerlukan maf’ul bih, seperti kata “َﺐ��َﺒْﻠَﺟ” (kerudung), sebagaimana terlihat pada struktur kalimat berikut.

ﻻَﻼْﻌِﻓ dan

ﻟﺒ ُسِدﺎ َّﺴ�ا ُبﺎ

أ َ َﻋﻠﻰ ِﻪﻴ

Tanda surah ini ialah kata kerja madhi yang terdiri daripada empat huruf dengan tambahan huruf ya' di hujungnya. Tanda bentuk kata kerja kata kerja ruba'i mujharrad dalam bab ini ialah kata kerja medhi yang terdiri daripada empat huruf sebagaimana huruf asalnya seperti perkataan "ﻰَلْلَف".

ﻘﻰْﻠَﺳ ٌﺪْ�َز

Arti dari mulhaq adalah menyatukan dua mashdar, yaitu kata yang menyambung dan kata yang menjadi penghubung. Fungsi kata kerja ini adalah membentuk kata kerja yang disebut fi’il mutaddiy, yaitu kata kerja yang memerlukan maf’ul bih, seperti kata “ﻰَﻘْﻠ�َﺳ” (meregangkan), seperti terlihat pada struktur kalimat berikut .

ﻠﻰْﻌَ�

ﻟﺤا َمﺎَﻣ َ أ

ﻠﻲْﻌ َﻔُ�

ﻘﻲ ْﻠَﺴُ�

127Abu al-Hasan 'Ubaidillah bin Muhammad 'Abdissalam bin Khan Muhammad bin Amanillah bin Hisam al-Din al-Rahmaniy al-Mubakafuriy, Mir'atul al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih, (Hindu: Idarah al- al-Ilmiyah wa al-Da'wah wa al-Ifta', 1984), jilid IX, hlm.

RUBA’I MAZID

ا ْﻮَّﻟﻨ

ﻷا ُع: ُلَّو

Kata kerja ruba'i ruba'i mazid ialah kata kerja yang asalnya terdiri daripada empat huruf asal, kemudian ditambah satu huruf untuk menjadikannya lima huruf. Tanda bentuk kata kerja kata kerja ruba'i mazid dalam bab ini ialah kata kerja madhi yang terdiri daripada empat huruf yang ditambah satu huruf seperti perkataan "َﻞَﻠْﻌَﻔَﺗ".

ﺮَﺠَﻟﺤا َﻚِ�َذ

Tipe pertama ini adalah kata kerja yang ditambahkan satu huruf ke dalam empat huruf aslinya, yaitu bab satu derajat saja. Tanda bab ini adalah fi'il medhi terdiri dari lima huruf dengan tambahan huruf ta' di awal kata.

وُﺪَﻌ ْ ﻟا َمﺎَﻣ َ

ﻧﻲﺎَّﻟﺜا ُعﻮَّﻟﻨ َا

نﺎَﺑﺎَﺑ َﻮُﻫَو

ﻟﺒ ُلَّوَ

ﻷا ُبﺎ

Tanda bentuk kata kerja kata kerja ruba'i mujharrad dalam bab ini ialah kata kerja medhi yang terdiri daripada empat huruf sebagai huruf asal seperti perkataan "َعُلْنَشْفِﺍ" yang ditambah dua huruf, menjadikannya enam huruf. Perkataan di atas ialah fi'il madhi ruba'i mujharrad yang terdiri daripada empat huruf asal yang ditambah dua huruf untuk menjadikannya enam huruf.

ﻧﺠِﺮْﺣِا

Tanda bentuk kata kerja kata kerja Ruba'i Mujarrad dalam bab ini adalah kata kerja Madhi yang terdiri dari empat huruf sebagai huruf asalnya seperti kata "ﱠﻞ��ud Lelaki itu mendapat gumpalan setelah dia keluar.

ا ُراَﺮْﻌ ِﺸْﻗ

Contoh kata adalah kata “ﱠﺮَﻌ�َﺸْﻗﺍ” (sangat menyeramkan) seperti terlihat pada struktur kalimat berikut.

MULHAK TADAHRAJA

Perkataan di atas adalah kata kerja madhi yang berbunyi seperti perkataan "َﺝَﺮ ْﺣَﺪ�َﺗ" yang terdiri daripada lima kata asal. Contoh perkataan dalam bentuk kata kerja madhi ialah perkataan "َﺐ��َﺒْﻠَﺠَﺗ" (bertudung) seperti yang dapat dilihat pada susunan ayat berikut:.

ﺐَﺒْﻠَ ﺗﺠ َ

Perkataan di atas adalah kata kerja madhi yang bunyinya serupa dengan perkataan “َﺝَﺮ ْﺣَﺪ�َﺗ”, yang terdiri daripada lima huruf asal. Contoh perkataan dalam bentuk kata kerja madhi ialah perkataan "َﺏَﺭْﻮ�َﺠَﺗ" dan "َﺮَﺛْﻮ��َﻜَﺗ" (banyak), seperti yang dilihat dalam susunan ayat berikut:

ﺬْﻴِﻣَﻼَّﻟﺘا َﺮ أ

ﺠَﺘاْﻮُ�َرْﻮ

حْوُﺮُ ْ ﻟﺠا َﻦِﻣ

Tanda bentuk kata kerja mulhaq tadahraja ialah kata kerja madhi yang terdiri daripada lima huruf asal yang sama bunyinya dengan huruf asal, seperti perkataan "َﻝَﻮ��ْﻌَﻔَﺗ" yang ditambah dua huruf, menjadikannya enam huruf. Contoh perkataan dalam bentuk kata kerja madhi ialah perkataan "َﻙَﻮ�ْﻫَﺮَﺗ" seperti yang dilihat dalam susunan ayat berikut.

ﺸ�َا ِنﺎَﺑ ﺎ

Kata kerja mulhaq tadahraja ialah perkataan yang menyamai pembentukan perkataan "َﺝَﺮ ْﺣَﺪ��َﺗ" (tadahraja) dari segi bacaan, bilangan huruf dan susunan huruf. Tanda kata kerja bentuk mulhaq tadahraja ialah kata kerja madhi yang terdiri daripada lima huruf asal yang bunyinya sama dengan huruf asalnya, seperti perkataan "ﻰ��َﻠْﻌَﻔَﺗ" ditambah dua huruf, menjadikannya enam huruf.

ﻘﻰْﻠ َﺴَ�

Ciri-ciri surah ini adalah fi'il madhinya terdiri dari lima huruf dengan tambahan huruf ta' di awal dan huruf ya' di akhir. Zaid tidur di lehernya), yaitu dia tidur di lehernya. Fungsi kata kerja pada bab pertama ini adalah untuk membentuk kata kerja yang disebut fi'il beraturan, yaitu kata yang tidak memerlukan maf'ul.

ﻠﻰْﻌَﻔَ�

ﻟﺪَﻮْ�ا

ﻠﻰْﻌَﻔَﺘَ�

Contoh perkataan dalam bentuk kata kerja madhi ialah perkataan "ﻰَﻘْﻠ�َﺴَﺗ" seperti yang dilihat dalam susunan ayat-ayat berikut.

ﻹا َّنَ

ILHAK IHRANJAMA

ﻧﺠَﺮَﺣ

Contoh kata berbentuk fi'il madhi adalah kata “َﺲ�َﺴْﻨَﻌْﻗِﺍ” seperti terlihat pada struktur kalimat berikut. Contoh kata adalah kata “ُﺲِﺴْﻨَﻌْﻘَﻳ” (dadanya membusung sekali), seperti terlihat pada struktur kalimat berikut.

بَّﻼ ُّﻄﻟا

Perkataan di atas ialah kata kerja besar yang bunyinya serupa dengan perkataan "َمَﺠْنَخَحِﺍ" yang terdiri daripada enam huruf asal.

ﻻَﻼْﻨِﻌْﻓا

ا ُسﺎ َﺴْ�ِﻌْﻗ

ﻟﺒﻧﻲﺎَّﻟﺜا ُبﺎ

Fi’il mulhaq ihranjama ialah lafaz yang disamakan dengan pembentukan lafaz “َﻢَﺠْﻧَﺮ��َﺣِﺍ” (ihranjama), dilihat dari segi bacaan, bilangan huruf dan susunan hurufnya. Tanda bentuk kata kerja mulhaq ihranjama ialah kata kerja madhi yang terdiri daripada enam huruf asal yang sama bunyinya dengan huruf asal, seperti perkataan "ﻰ��َﻠْﻨَﻌْﻓِﺍ" yang ditambah dua huruf, menjadikannya enam huruf. .

ا َﻠﻰْﻨَﻌْ�

Tanda bab ini adalah fi'il medhi terdiri dari enam huruf dengan tambahan huruf hamzah di awal dan huruf nun di antara 'ain dan lam fi'il serta huruf ja' di akhir. Fungsi kata kerja pada bab pertama ini adalah untuk membentuk kata kerja yang disebut kata kerja umum, yaitu kata kerja yang tidak memerlukan, seperti kata “ﻰَكْنَلَلْسِﺍ” (tidur di tengkuk) yang merupakan kata derajat yang sama. seperti kata “َمَﺠْنَرَحِﺍ” sebagaimana dapat dilihat pada struktur kalimat berikut.

ا َﻘﻰْﻨَﻠْﺳ

ﻠﻲ ْﻨَﻌْﻔَ�

ﻓِا ًءﻼْﻨِﻌ

ءﺎَﻘْﻨِﻠْﺳ ﻻَا

FI’IL SALIM DAN GHAIR SALIM (kata kerja selamat dan tidak selamat)

مﺎـ َﺴْﻗ َ

ﻷا :ِمﺎـ َﺴْﻗ َ

ﺔَﻴِ�ﺎَﻤَّﻟﺜا

FI'IL SALIM DAN GHAIR SALIM (kata kerja aman dan tidak aman) (kata kerja aman dan tidak aman). Karena tidak ada surat illat ( و ي ا) . . 143 Yang dimaksud dengan istilah stulasi mujarrad salim adalah fi'il yang berbentuk tiga huruf dan tidak mengandung satupun huruf alif, wawu atau ya' sebagai bentuk surat penyakit. . 144 Yang dimaksud dengan Stulasi Mujarrad Ghair Salim adalah fi'il yang terdiri dari tiga kata, namun salah satu hurufnya adalah huruf wawu atau ya' atau alif.

ﻟﺬاس

ﺒﺮْﺧ ُ أ َﻻَ

ﺑ ِ ﱠﻟﻠﻪٱ ِﻞﻴِﺒَﺳ ﻲِﻓ

Dan kadangkala mu'tal (ill) ialah kata kerja yang mempunyai salah satu huruf illat dalam fa' fi'ilnya, seperti "َدَعَﻭ" (janji) dan "عَسَی" (mudah). Kadangkala kata kerjanya ialah ajwaf, iaitu perkataan yang kata kerjanya mengambil salah satu huruf ilat, seperti perkataan “َﻝ َ َ ق” (ayat) dan.

ل َﻛﺎ ُﺐِﻟﺎ َّﻄﻟا

Yang dimaksud dengan kata kerja mu'tal ialah kata yang mempunyai huruf ilat pada huruf fa' fi'il. Allah lebih mengutamakan orang-orang yang berperang dengan harta dan jiwanya daripada orang-orang yang turun selangkah.

ﻦَﻣ ِﺱﺎﱠﻨﻟٱ َﻦِﻣَﻭ

Tidak sama antara mukmin yang duduk (yang tidak berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dan yang berperang di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Kepada masing-masing Allah menjanjikan pahala yang baik (syurga), dan Allah memberikan pahala yang lebih besar kepada orang yang berperang daripada orang yang duduk.

ﻝﻮُﻘَﻳ

Rasulullah bersabda: 'Mahukah kamu aku beritahu bahawa sebaik-baik harta bagi seseorang ialah wanita solehah, apabila suaminya melihatnya, dia menggembirakannya, apabila suaminya menyuruhnya, isterinya taat kepadanya, dan apabila suaminya menyuruhnya, dan apabila suaminya menyuruhnya? tiada di rumah, dia menjaga (nama suami). Kadang-kadang kata kerja itu naqish, iaitu kata yang menggantikan lam kata kerja dengan huruf illat, seperti kata “ﺍَﺰ��َﻏ” (perang) dan.

ةَﺮـْﻤَ ﻟﺠا ْ

Yang kedua ialah kata kerja yang dinamakan lafif mafruq iaitu kata kerja yang fa' dan kata kerja lam ialah huruf illah, sama seperti perkataan “ﻰَﻗَﻭ”. Lafif maqrun ialah kata kerja yang hurufnya fa' fi'il dan lam fi'il ialah huruf illah, seperti ًءﺎَﻗِﻭ -ﻲِﻘَﻳ - ﻰَﻗَﻭ (memelihara) dan.

عاَﻮْﻧ َ أ

Kadangkala kata kerja itu mudha'af, iaitu perkataan yang kata kerjanya ain dan lam daripada jenis huruf yang sama, seperti perkataan "ﱠﺪ�َﻣ", yang asalnya "َﺩَﺪ�ﻣ", dan kemudian nilai yang pertama dibuang huruf dan digabungkan dengan huruf dal yang kedua Jenis pertama adalah wajib iaitu dua huruf yang serupa dan sah, atau huruf pertama mati dan yang kedua sah, seperti perkataan "َّﺪَﻣ", "ُّﺪُﻤَ�. " dan " اًّﺪﻣ".

Jenis kedua ialah hukumnya boleh, iaitu perkataan yang huruf pertamanya sama dan sama nilainya manakala huruf kedua mati kerana baru, seperti perkataan "ﱠﺪ�ُﻤَﻳ ْﻢ�َﻟ" iaitu asal "ْﺩُﺪ�ْﻤَﻳ ْﻢ�َﻟ", kemudian nilai huruf pertama dipindahkan ke huruf mim, kemudian huruf kedua diberi kepentingan dal, atau kepentingan fathah, dhummah, atau kasrah, kerana kepentingan roti telah hanya datang, maka huruf pertama adalah dal idgham-kan, sehingga. Status dhummah huruf dal pertama dipindahkan ke huruf mim, sehingga menjadi ْدﺪـُﻤَ� ْﻢـَ�, kemudian huruf dal kedua di idgham-kan sehingga menjadi “ ّﺪـُﻤَ�� dengan statusnya” . " َّﺪـُﻤَ� ْﻢَ�", atau status dhummah sehingga menjadi " ُّﺪــُﻤَ� ْﻢــَ�" atau status kasrah sehingga "  menjadi َ�" dal terakhir ialah status huruf dal yang baharu.

Huruf pertama pada waktu idgham-kan adalah sama dengan huruf kedua. Huruf pertama pada waktu idgham-kan adalah sama dengan huruf kedua.

ﻷا ِﻪـِﻓوُﺮُﺣ ُﺪ

Ibn Umar meriwayatkan bahawa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW: "Siapakah di antara orang-orang mukmin yang paling besar? Mahmuz lam, iaitu perkataan dengan huruf hamzah di tengah-tengah akhir perkataan, seperti " َﺃَﺮَﻗ. " (baca), "َﺄَﺘَﺧ" (menahan).

ﻦ َُﻣﺤ

ﷲا َّﺮ�ا

ﻀﻲ ْﻘ َِﺗﺤﺎ َﻓ

ﻟﻰﺎ َو}

نﻮُ َﺣﻤْﺮُﺗ

Shahihat" (fi'il shahih), misalah (fi'il mu'tal), mudha'af (fi'il mudha'af), Lafif (fi'il lafif maqrun en mafruq), naqhish (fi'il naqish, Mahmuz (fi'il mahmuz) en Ajwaf (fi'il ajwaf).

Daftar Pustaka

Referensi

Dokumen terkait