URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN
Belanja Modal Aset Lainnya (Pengembangan SIM RS)
PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN
RSUD KI AGENG SELO WIROSARI
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PEKERJAAN : Belanja Modal Aset Lainnya (Pengembangan SIMRS) LOKASI : RSUD Ki Ageng Selo Wirosari
SUMBER DANA : ( BLUD) TAHUN ANGGARAN : 2023
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Berdasarkan Permenkes No. 24 Tahun 2022 di dalam BAB II dengan judul Penyelenggaraan bagian kesatu umum tertera jelas bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan wajib untuk menyelenggarakan rekam medis elektronik. Fasilitas pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud terdiri dari tempat praktik dokter mandiri, dokter gigi, tenaga Kesehatan lainnya, puskesmas, klinik, rumah sakit dan apotik. Oleh karena itu RSUD Ki Ageng Selo Wirosari yang merupakan Rumah Sakit Pemerintah kelas D wajib untuk melakukan penyelengaraan rekam medis elektronik.
Dalam peraturan Menteri yang dimaksud dengan rekam medis elektronik adalah dokumen yang berisikan data, identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien disimpan dengan menggunakan system elektronik. Tujuan sebenarnya dari penyelenggaraan rekam medis elektronik ini ialah untuk mempermudah dan meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan, menjamin keamanan, kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan data rekam medis serta mewujudkan penyelenggaraan dan pengelolaan rekam medis yang berbasis digital dan terintegrasi.
Rekam medis elektronik merupakan salah satu subsistem dari system
informasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang terhubung dengan subsistem informasi lainnya di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pada dasarnya rekam medis elektronik ini merupakan pondasi untuk pertukaran data yang diwadahi oleh Kementrian Kesehatan ke dalam satu platform Indonesia Health Services (IHS). Platform ini merupakan perwujudan dari pilar ke enam transformasi sistem kesehatan yaitu pilar transformasi teknologi kesehatan.
Jelas bahwa untuk mendukung program Kementrian Kesehatan demi terlaksananya tranformasi teknologi Kesehatan, RSUD Ki Ageng Selo Wirosari harus mempersiapkan, dan membuat system digitalisasi terintegrasi untuk setiap aspek pelayanan yang diberikan terhadap pasien, baik itu data pasien, resume medis, laboratorium, radiologi, resume medis, obat, asuhan keperawatan dan lain sebagaimana yang termasuk di dalam semua layanan yang diberikan harus terdigitalisasi. Untuk mewujudkan Rekam Medis Elektronik ini Kementrian Kesehatan menargetkan seluruh Penyelenggara Fasilitas Kesehatan harus sudah siap maksimum tanggal 31 Desember 2023.
1.2. NAMA DAN JENIS KEGIATAN
Nama dan Jenis Kegiatan adalah : Belanja Modal Aset Lainnya – Pengembangan SIMRS 1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud : Terlaksananyan pengembangan SIMRS untuk penambahan Modul Rekam Medis Elektronik (RME)
Tujuan dari Implementasi RME:
1. Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa kesehatan atau pasien, agar semua proses administrasi dan pelayanan medis dapat dilaksanakan dengan akurat.
2. Untuk menjaga integritas data, sehingga data yang ada bisa dikatakan valid.
3. Untuk informasi para dokter dan staff di rumah sakit berkaitan dengan adanya data pasien yang sudah ada.
4. Untuk memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi-fungsi manajerial
didalam pengendalian pelaksanaan kegiatan.
5. Untuk memudahkan manajemen dalam pengambilan kebijakan dan evaluasi terhadap hasil yang setelah penarapan sistem oleh rumah sakit.
6. Untuk meningkatkan kontrol pimpinan terhadap kinerja rumah sakit, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pada rumah sakit.
7. Tersedianya sistem EMR yang lengkap di dirumah sakit, baik kegiatan front office maupun back office yang terintegrasi menjadi ringan dan tertib.
8. Berjalannya kegiatan operasional komputerisasi baik dari segi hardware maupun software serta bagian pendukung lainnya secara cepat dan mudah.
9. Untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan dan transparansi dalam pengelolaan SDM rumah sakit yang merupakan faktor kunci dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi.
10. Selaras dengan program BPJS 1.4. SASARAN
Tersedianya aplikasi RME yang terintegrasi antara sistem informasi manajemen ( SIM RS ) pada front office dan back office beserta paket pendukung pelayanan yang optimal dan nyaman, terciptanya sistem yang dapat membantu administrasi pelayanan dan dapat membantu efisiensi administrasi dan dapat membantu efisiensi administrasi perumahsakitan sebagai dasar transparansi, tersedianya laporan yang dapat disajikan dengan cepat dan akurat, adanya kepuasan pelanggan eksternal (pasien) dan pelanggan internal (dokter dan pegawai).
1.5. LOKASI KEGIATAN
RSUD Ki Ageng Selo Wirosari Jl. Raya Blora – Purwodadi Km. 19 Kel. Kunden Wirosari 1.6. SUMBER PENDANAAN
Kegiatan dibiayai dari sumber pendanaan BLUD Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 150.000.000,- termasuk pajak – pajak yang membebani.
1.7. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Nama PA/KPA/PPK : Eny Setyo Widiasih,S.Si.,Apt.,MPH Satuan Kerja : RSUD Ki Ageng Selo Wirosari
1.8. REFERENSI HUKUM
a. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit menyatakan bahwa Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat
yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat dengan karateristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
b. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
c. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit mengamanatkan bahwa setiap bahwa Setiap Rumah Sakit wajib menyelenggarakan SIMRS atau Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang harus memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.
d. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis
1.9. LINGKUP KEGIATAN
Pengembangan SIMRS untuk Penambahan Modul RME mencakup : Pengembangan Modul – Modul sesuai kebutuhan Rumah Sakit
Pengembangan modul-modul utama pada aplikasi sistem RME sebagai berikut:
1. Modul PAKET RME
1) Soft ware login RME Dokter IGD&RAJAL 2) Soft ware login RME Perawat IGD&RAJAL 3) Soft ware assesment Dokter IGD&RAJAL 4) Soft ware assesment Perawat IGD&RAJAL 5) Soft ware CPPT IGD&RAJAL
6) Soft ware SOAP IGD&RAJAL 7) Soft ware e-resep IGD&RAJAL 8) Soft ware login POLIKLINIK 9) Soft ware CPPT
10) Soft ware SOAP 11) Soft ware e-resep
12) Soft ware e-LABORATORIUM 13) Soft ware e-RADIOLOGI
Membuat dokumentasi yang lengkap (Kertas dan Elektronik)
1) User Requirement
2) User Interface
3) Testing
4) Security Level
5) Form Input/ Output
6) User Manual
Pengadaan Hardware Validasi Informasi dan Data
1) Data dan fasilitas yang perlu disediakan oleh pengguna jasa:
2) Penyediaan oleh pengguna jasa 3) Laporan dan Data
4) Data pasien dan keterangan lengkapnya Alih Pengetahuan (Transfer Knowledge)
Penyedia jasa harus mengadakan pelatihan, semacam kursus singkat diskusi, dan seminar terkait dengan tata cara penggunaan aplikasi serta cara kerja dari seorang admin dan bagaimana sebuah admin dapat mengawasi kegiatan jalannya aplikasi.
1.10. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah kurang lebih selama 30 (Tiga Puluh ) hari kalender dan harus dilaksanakan proses user acceptance test dengan waktu pelaksanaan minimal 5 (lima) hari kerja dari tanggal serah terima pekerjaan.
1.11. PERSYARATAN PENYEDIA JASA
1. Memiliki izin usaha sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku 2. Mempunyai NPWP Perusahaan
3. Mempunyai Akte Pendirian Perusahaan 4. Mempunyai Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
5. Bersedia menandatangani Perjanjian Kerahasiaan Data dan Informasi sesuai dengan kebijakan RSUD Ki Ageng Selo Wirosari
6. Memiliki tenaga ahli dengan latar belakang dan pengalaman yang luas dalam implementasi RME dan SIMRS pada Rumah Sakit yang setara
7. Sanggup untuk memberikan garansi atas berfungsinya barang/jasa secara sempurna selama satu tahun sejak serah terima.
8. Memiliki komitmen untuk mengamankan data dan informasi yang berkaitan dengan RSUD Ki Ageng Selo Wirosari.
9. Memiliki komitmen dan disiplin terhadap tanggung jawab dan jadwal pekerjaan.
1.12. TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN
1. 1 Orang Programmer/Developer yang disyaratkan sekurang-kurangnya setara Strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi negeri/swasta/luar negeri dengan pengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun.
1.13. OUTPUT
Output yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
1. Aplikasi RME - Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang dapat dioperasionalkan dan digunakan untuk mengelola dan menyimpan data-data medis pasien beserta keterangan lainnya.
2. Dokumentasi yang berkaitan dengan pengembangan sistem, antara lain dan tidak terbatas pada requirement, desain sistem.
3. Program dengan source code.
4. Dokumentasi seluruh sistem dan perangkat lunak berupa technical manual.
5. Dokumentasi SOP (System Operating Procedure) maupun SMP (System Maintenance Procedure).
6. Pelatihan, pendampingan/asistensi, garansi dan pemeliharaan.
1.14. LAPORAN
Jenis laporan yang harus diserahkan kepada pengguna jasa adalah:
Laporan pendahuluan, berisi:
1. Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh 2. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya 3. Jadwal kegiatan penyedia jasa
Laporan mingguan
1. Aktivitas yang dilakukan oleh masing-masing anggota tim pengembangan aplikasi 2. Hasil yang telah dicapai maupun kendala yang dialami serta rencana penanganan
kendala tersebut
3. Presentase hasil pekerjaan terhadap milestone ataupun hasil akhir yang telah ditetapkan
Laporan akhir
1. Laporan pendahuluan 2. Laporan mingguan
3. Dokumentasi lain yang berkaitan dengan kegiatan proyek pengembangan sistem ini.
DIBUAT OLEH :
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
Eny Setyo Widiasih,S.Si.,Apt.,MPH NIP . 19780514 200501 2 012