PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Narasumber utama adalah masyarakat Bungi yang merupakan nasabah Bank Bri Unit Tadokkong Kecamatan Pinrang Kecamatan Duampanua. Standard Operating Procedure (SOP) yang menjadi pedoman bagi unit Bank BRI Tadokkong untuk dipahami dan dipahami dalam melayani nasabah adalah sebagai berikut. Musriadi, Kepala Unit Bank BRI Tadokkong, mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara.
Memiliki dua bahasa Persia akan memberikan dampak positif bagi Bank BRI Unit Tadokkong. Bank BRI Unit Tadokkong dalam menjalankan tugasnya sangat bergantung pada pemenuhan jumlah pegawai dalam melayani nasabah. Pelayanan yang dilakukan pegawai dalam melayani nasabah di unit Bank BRI Tadokkong sudah sesuai dengan pelayanan syariah yaitu jujur dalam memberikan pelayanan tanpa memandang atau memihak nasabah yang satu dibandingkan nasabah yang lain.
Seluruh pelayanan dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan disepakati oleh manajemen unit BRI Tadokkong dan bank BRI lainnya. Bagaimana cara pegawai bank berkomunikasi dengan nasabah agar nasabah tidak ragu memilih Bank BRI Unit Tadokkong?
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
- Teori Optimalisa
- Teori Layanan
- Prinsip Layanan Perbankan Syariah
Yang diyakini adalah kehandalan tampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan di lingkungan sekitar merupakan bukti nyata pelayanan yang diberikan oleh penyedia jasa. Responsiveness, yaitu kesediaan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan akurat kepada pelanggan dengan menyampaikan informasi yang jelas. Dalam prakteknya, pelayanan yang baik mempunyai ciri khas tersendiri dan hampir semua perusahaan menggunakan kriteria yang sama untuk membentuk pelayanan yang baik.
Terdapat faktor pendukung yang mempengaruhi pelayanan yang baik, yang pertama adalah faktor manusia yang memberikan pelayanan yang berarti aparat kepolisian harus bisa cepat dan tepat dalam pelayanannya, dan yang kedua adalah faktor sarana dan prasarana yang menunjang kecepatan, ketepatan. dan ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan, dan yang terakhir, sarana dan prasarana yang dimiliki harus dikelola oleh orang-orang yang berkompeten. Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan jasa perbankan harus diarahkan kepada masyarakat sebagai pengguna jasa perbankan. Tujuannya tidak lain adalah agar pelayanan menjadi lebih optimal bagi setiap tamu atau calon nasabah, sehingga tujuan bank secara umum dapat tercapai.
Pelayanan yang baik sangat diperlukan dalam menjalankan aktivitas organisasi khususnya dalam dunia perbankan, dimana dalam menjalankan bisnis tidak lepas dari memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah agar nasabahnya merasa dihargai. Pelayanan yang baik merupakan kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang dapat memuaskan pelanggan sesuai standar yang telah ditentukan.
Tinjauan Konseptual
Universal yang artinya tidak membedakan suku, agama, ras dan golongan dalam masyarakat menurut prinsip Islam sebagai rahmatan lil alamin.28. Jasa adalah setiap tindakan atau aktivitas yang dapat ditawarkan oleh pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menimbulkan kepemilikan. Oleh karena itu perbaikan merupakan suatu lapisan dari sesuatu yang kemudian membentuk suatu struktur, perbaikan berarti kemajuan, menambah keterampilan dan kemampuan menjadi lebih baik.30 2.3.4 Kuantitas.
Besaran adalah suatu ukuran terhadap sesuatu yang memusatkan perhatian pada suatu besaran atau nilai yang dapat dihitung dengan pasti. Besaran adalah segala bentuk pengukuran yang berkaitan dengan jumlah usaha yang dapat dinyatakan dalam suatu angka atau persamaan numerik lainnya. Nasabah adalah orang yang mempunyai kontak atau menjadi nasabah Bank dalam hal keuangan dan merupakan tanggung jawab bank atas jasa atau jasanya. 31 Jadi dapat dipahami bahwa nasabah adalah orang yang menggunakan jasa.
Pelanggan merupakan orang yang menyikapi perasaan setelah proses produksi selesai, karena mereka adalah pengguna produk. Bank dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah badan usaha di bidang keuangan yang menarik dan menyalurkan uang masyarakat, khususnya penyediaan jasa lalu lintas kredit dan pembayaran serta peredaran uang 32 Bank BRI Unit Tadokkong merupakan bank yang memberikan kesempatan kepada masyarakat mengembangkan berbagai perekonomian dan jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kerangka Pikir
Kedelapan proses tersebut akan diteliti melalui wawancara mendalam mengenai optimalisasi layanan yang digunakan unit Bank BRI Tadokkong dalam rangka meningkatkan basis nasabahnya. Sesuai judul penulis, fokusnya adalah melakukan penelitian Optimalisasi Pelayanan untuk Meningkatkan Jumlah Nasabah Bank BRI Unit Tadokkong Kabupaten Pinrang. Untuk mengetahui layanan dan fasilitas apa saja yang ditawarkan Bank BRI unit Tadokkong kepada nasabah agar transaksi menjadi mudah dan nyaman.
Maka penulis melakukan wawancara di Bank BRI Tadokkong Unit dengan nasabah, Penulis juga menanyakan kepada Bapak Musriadi selaku pimpinan Unit Bank BRI Tadokkong. Berdasarkan hasil wawancara di atas terlihat bahwa pelayanan yang diberikan Unit BRI Tadokkong sehubungan dengan pelayanan yang ada di bank dilayani dengan cepat dan tepat sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) bank. Pegawai BRI Unit Tadokkong melayani nasabah dengan gaya bahasa yang mudah dipahami atau dipahami sehingga memudahkan nasabah dalam bertransaksi dan mendapatkan apa yang diinginkannya.
Hal tersebut diterapkan oleh Bank BRI Unit Tadokkong dalam memberikan pelayanan kepada nasabah, demikian disampaikan Ny. Jasmiati selaku nasabah Bank BRI Unit Tadokkong dari wawancara yang dilakukan mengenai reaksinya terhadap layanan yang diberikan mengatakan demikian. Salah satu institusi korporasi yang juga menganggap komunikasi sebagai komponen penting adalah Bank BRI Unit Tadokkong. Komunikasi pada Bank BRI Unit Tadokkong merupakan salah satu contoh bank yang berpegang teguh pada prinsip, dimana prinsip tersebut akan membuat pegawainya dapat memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah, prinsip tersebut merupakan salah satu unsur komunikasi.
Komunikasi yang dibangun pihak manajemen dengan pegawai di Bank BRI Unit Tadokkong memberikan pernyataan kepada peneliti bahwa komunikasi dalam suatu perusahaan sangatlah penting. Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat dipahami bahwa proses komunikasi dalam melayani nasabah di Bank BRI Unit Tadokkong sama dengan bank lainnya dengan memperhatikan apa yang diinginkan dan dibutuhkan nasabah. Berkomunikasi dengan bahasa yang sopan, santun, bersahabat dan sesuai dengan bahasa yang lazim digunakan di kawasan Bungi memudahkan nasabah Bank BRI Unit Tadokkong dalam memahami apa yang disampaikan oleh customer service.
Dalam hal ini BRI Unit Tadokkong sangat memperhatikan kebutuhan nasabah agar nasabah merasa nyaman bertransaksi dengan pihak bank. Hal ini dikarenakan peneliti memberikan wawancara kepada Rahmat Herman selaku Customer Service BRI Unit Tadokkong mengatakan demikian. Dalam mengoptimalkan pelayanan kepada nasabah, Bank BRI Unit Tadokkong menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang digunakan di sekitar Bank BRI Unit Tadokkong, sehingga nasabah dapat dengan mudah memahami apa yang dibicarakan pada saat berkomunikasi.
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Dari hasil wawancara diatas dapat dipahami bahwa dalam melayani nasabah, Bank BRI Unit Tadokkong sangat memperhatikan kenyamanan nasabahnya agar nyaman bertransaksi di bank, dengan menyediakan berbagai fasilitas kantor dengan tempat parkir yang luas. titik. memungkinkan nasabah pergi ke bank dengan nyaman. Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa Bank BRI Unit Tadokkong menunjukkan eksistensinya terhadap nasabah ditata sebaik mungkin dalam melayani nasabahnya, baik dari segi nasehat dan prasarana maupun dari segi penampilan para pegawainya. Dari hasil wawancara di atas dapat dipahami bahwa Bank BRI Unit Tadokkong sangat handal dalam melayani nasabahnya karena pegawai bank tersebut merupakan masyarakat yang berdomisili di sekitar Bank BRI Unit Tadokkong sehingga membuat nasabah merasa nyaman ketika menyampaikan pengaduan. pengalaman dan mudah untuk menghubungi mereka.
Terdapat dua cara yang dapat dilakukan Bank BRI Unit Tadokkong dalam memberikan informasi, yaitu informasi secara langsung dengan memberikan penjelasan langsung kepada nasabah. Di sini nasabah datang langsung ke bank dan bertemu dengan customer service. Dalam hal ini, Pemimpin Unit Tadokkong Bank BRI adalah contoh pemimpin yang menerapkan hal tersebut, dengan memerintahkan seluruh pegawainya untuk mengambil sikap tersebut. Hal ini dapat memperlancar segala aktivitas di Unit Bank Tadokkong.
Artinya, pegawai di Bank BRI Unit Tadokkong harus bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan dalam menjalankan tugasnya masing-masing karena merupakan amanah yang dapat dipertanggungjawabkan.