Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, yang selanjutnya disebut PPATK, adalah lembaga independen yang dibentuk untuk mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang. Berdasarkan Pasal 32 huruf a, Kelompok Analisis Hukum Isi mempunyai tugas menyusun pendapat hukum dan pertimbangan hukum bagi internal dan eksternal badan PPATK, menyusun pertimbangan hukum dalam pemberian peringatan atau sanksi, dan rekomendasi dalam pemberian peringatan, penerbitan sanksi. , atau pencabutan izin usaha pemohon. , penyiapan permintaan penafsiran atau fatwa kepada pihak yang berwenang, penyiapan catatan putusan perkara, dan penyiapan pengkajian hukum di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. Kelompok muatan peraturan perundang-undangan pada huruf b Pasal 32 mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan di bidang hukum, penyiapan pengkajian dan penyusunan peraturan hukum, produk hukum lainnya, dan/atau ketentuan internal di bidang pemberantasan uang. bidang pencucian uang dan pendanaan teroris, ketentuan internal dan perjanjian atau kontrak yang mengikat PPATK secara hukum, penyiapan lembaga koordinasi, sinkronisasi dan sosialisasi peraturan hukum dan/atau produk hukum lainnya di bidang pencegahan pencucian uang dan pendanaan teroris, penyiapan pelaksanaan pertimbangan peninjauan materi peraturan perundang-undangan di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme serta pelaksanaan pengelolaan dokumentasi dan jaringan informasi hukum.
Kelompok peneliti analisis sektor korupsi proaktif dan substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf a bertugas melaksanakan perumusan kebijakan. bidang analisis dan penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi, melakukan analisis dan penyidikan secara proaktif, mengkoordinasikan dan melaksanakan permintaan data dan informasi serta pertukaran informasi, melakukan tindak lanjut atas laporan keterlambatan transaksi, mengkoordinasikan permintaan penghentian sementara transaksi kepada penyedia jasa keuangan, mengoordinasikan dan memberikan rekomendasi kepada lembaga penegak hukum mengenai pentingnya penyadapan atau penyadapan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik, penyampaian hasil analisis dan penyidikan, serta informasi kepada lembaga penegak hukum, lembaga lainnya dan lembaga intelijen keuangan negara lain, mengkoordinasikan, menilai dan melaksanakan analisis dan investigasi terhadap permasalahan dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi yang menjadi kepentingan umum, melakukan analisa strategis, mengkoordinasikan dan melaksanakan studi kasus dengan unit kerja dan/atau instansi terkait, mengkoordinasikan dan melakukan peninjauan atas permintaan analisis dan investigasi dari pimpinan PPATK, lembaga penegak hukum, lembaga lain, badan intelijen keuangan di negara lain, dan pengaduan masyarakat, mengkoordinasikan dan melakukan pemantauan dan evaluasi tindak lanjut atas permohonan tersebut. hasil analisis dan penyidikan proaktif terhadap dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi pada lembaga penegak hukum, lembaga lain dan keuangan badan intelijen, serta pelaksanaan reformasi birokrasi, manajemen risiko, dan administrasi Direktorat. Kelompok substantif analisis dan penyidikan tindak pidana korupsi reaktif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf b mempunyai tugas merumuskan kebijakan di bidang analisis dan penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi, melaksanakan analisis dan penyidikan reaktif, koordinasi. dan melaksanakan permintaan data dan informasi, serta pertukaran informasi, . melakukan tindak lanjut atas laporan keterlambatan transaksi, mengkoordinasikan permohonan penghentian sementara transaksi kepada penyedia jasa keuangan, mengkoordinasikan dan memberikan rekomendasi kepada aparat penegak hukum mengenai pentingnya penyadapan atau penyadapan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik, menyampaikan hasilnya analisis dan investigasi, serta informasi kepada lembaga penegak hukum, lembaga lain dan lembaga intelijen keuangan negara lain, mengkoordinasikan, menilai dan melakukan analisis dan investigasi terhadap permasalahan dugaan pencucian uang di sektor korupsi yang menjadi perhatian kepentingan umum, strategis melakukan analisis, mengoordinasikan dan melakukan studi kasus dengan satuan kerja dan/atau instansi terkait, mengkoordinasikan dan melakukan penilaian atas permintaan analisis dan investigasi dari pimpinan PPATK, lembaga penegak hukum, lembaga lain, lembaga intelijen keuangan negara lain dan pengaduan masyarakat, mengoordinasikan analisis dan proses pemeriksaan serta pelaksanaan dalam rangka uji kelayakan dan keandalan penyelenggara negara, mengkoordinasikan dan menyampaikan informasi dan rekomendasi hasil analisis dan penelitian penyelenggara negara kepada instansi yang berwenang, serta mengkoordinasikan dan melaksanakan pemantauan dan evaluasi tindak lanjutnya. -melaporkan hasil analisis dan penyidikan proaktif mengenai dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi kepada lembaga penegak hukum, lembaga lain, dan badan intelijen keuangan negara lain. Pengelompokan tugas Direktorat Analisis dan Penelitian II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 terdiri atas: kelompok analisis dan penelitian substantif bidang perpajakan; kelompok substansi analisis dan penelitian bidang perbankan, pasar modal, asuransi, narkotika, dan pendanaan teroris; Dan. kelompok analisis substansi dan investigasi sektor kegiatan kriminal lainnya.
Kelompok substansi analisis dan penyidikan bidang fiskal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 huruf a mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan di bidang analisis dan penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang fiskal, dengan membawahi melakukan analisa dan penyidikan secara proaktif berdasarkan laporan pengangkutan uang lintas negara dan laporan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana di bidang perpajakan, tindak pidana kepabeanan, dan tindak pidana cukai, melakukan analisa dan pemeriksaan reaktif, mengkoordinasikan dan melaksanakan permintaan data dan informasi, serta pertukaran informasi, melakukan tindak lanjut atas laporan keterlambatan transaksi, mengkoordinasikan permohonan penghentian sementara transaksi kepada Penyedia Jasa Keuangan, mengkoordinasikan dan memberikan rekomendasi kepada lembaga penegak hukum mengenai pentingnya penyadapan atau penyadapan terhadap informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik, pengalihan hasil analisis dan penyidikan, serta informasi kepada lembaga penegak hukum, lembaga lain, dan lembaga intelijen keuangan negara lain, melakukan koordinasi, melakukan penilaian, dan melaksanakan analisis dan penyidikan permasalahan dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang fiskal yang menjadi kepentingan umum, melakukan analisis strategis, melakukan koordinasi dan studi kasus dengan satuan kerja dan/atau instansi terkait, melakukan koordinasi dan melakukan penilaian atas permintaan analisis dan penyidikan terhadap pimpinan PPATK, lembaga penegak hukum, lembaga lain, lembaga intelijen keuangan negara lain, dan pengaduan masyarakat, serta koordinasi dan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi tindak lanjut hasil analisis dan penyidikan yang proaktif dan reaktif terkait dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang fiskal kepada lembaga penegak hukum, lembaga lain, dan lembaga intelijen keuangan negara lain. Kelompok substansi kerja sama dalam negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 huruf a mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan di bidang kerja sama dalam negeri, penyiapan koordinasi dan peningkatan jaringan kerja antar lembaga dan organisasi lain di dalam negeri, koordinasi dan pengelolaan penyediaan jasa. dukungan kepada penegak hukum dalam proses penanganan tindak pidana pencucian uang, tindak pidana pencucian uang, dan/atau tindak pidana asal, serta permintaan informasi mengenai perkembangan penyidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik tindak pidana pencucian uang, tindak pidana pendanaan teroris, dan /atau tindak pidana asal berdasarkan hasil analisis dan/atau hasil pemeriksaan PPATK, penyiapan permintaan tindak lanjut informasi produk informasi PPATK yang disampaikan kepada instansi penerima, penyiapan fungsi kesekretariatan Panitia Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Asal. Pencucian Uang, dan penyiapan koordinasi penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi perjanjian kerja sama di dalam negeri dalam rangka pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan teroris antara PPATK dengan pihak dalam negeri terkait.
INSPEKTORAT
Pusat Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi :. penyiapan dan pengelolaan desain kebijakan dan cetak biru sistem aplikasi, jaringan, infrastruktur, operasi, evaluasi keamanan, arsitektur teknologi informasi; penyiapan perumusan rekomendasi sistem aplikasi, dan perancangan antarmuka sistem aplikasi, struktur basis data, arsitektur aplikasi, dan basis data; penyiapan pengembangan pemrograman dan implementasi sistem aplikasi; persiapan pelaksanaan analisis dan pengujian fungsional sistem aplikasi yang dibangun atau dikembangkan; penyiapan perencanaan dan pelaksanaan sosialisasi penggunaan sistem aplikasi; penyiapan petunjuk teknis di bidang teknologi informasi; penyiapan pengelolaan dan pengkajian keamanan sistem teknologi informasi; penyiapan pelaksanaan dan evaluasi penjaminan mutu dan pengendalian mutu layanan dan produk sistem teknologi informasi; penyiapan perumusan dan penyampaian rekomendasi sistem teknologi informasi; penyiapan sistem pelayanan teknologi informasi; penyiapan pengelolaan infrastruktur sistem teknologi informasi; penyiapan pemeliharaan prasarana, perangkat, dan sarana pendukung teknologi informasi; penyiapan penyediaan kelangsungan layanan operasional sistem teknologi informasi berdasarkan rencana pemulihan bencana; penyiapan keamanan dan penanganan insiden sistem teknologi informasi; Dan. Pengelompokan fungsi Pusat Teknologi Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 terdiri atas:. kelompok substansi pengembangan aplikasi sistem;. kelompok substansi penyelenggaraan sistem teknologi informasi;. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:. penyiapan dan pengembangan program pelatihan/kurikulum, modul, metode dan materi pembelajaran, serta jadwal pendidikan dan pelatihan; penyiapan bimbingan dan pengembangan kompetensi staf pengajar; penyiapan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan kinerja pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan; penyiapan evaluasi dan pemantauan pendidikan dan pelatihan; penyiapan peninjauan dan penilaian hasil pendidikan dan pelatihan; penyiapan penilaian dan penyusunan laporan kinerja penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; penyiapan koordinasi pemenuhan tenaga pengajar non-widyaiswara dan widyaiswara pada Pusat; penyiapan pengembangan tenaga pengajar non-widyaiswara dan widyaiswara di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme; penyiapan pengembangan ahli di bidang tindak pidana pencucian uang dan pendanaan teroris; penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional, baik nasional maupun internasional; persiapan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan struktural; penyiapan koordinasi kerja sama dengan pihak ketiga di bidang pendidikan dan pelatihan, serta pemantauan hasil kerja sama pendidikan dan pelatihan; pelaksanaan pengelolaan rumah tangga terpusat meliputi tata usaha, kearsipan, dan pengadaan barang dan jasa; pelaksanaan pengelolaan perpustakaan pusat; dan o.
Gabungan fungsi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pencegahan Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris terdiri atas: kelompok isi program pendidikan dan pelatihan serta evaluasi;. kelompok substansi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; Dan. Kelompok isi dan evaluasi program pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada Pasal 62 huruf a mempunyai tugas menyusun dan mengembangkan program pelatihan/kurikulum, modul, metode pengajaran dan bahan pendidikan dan pelatihan, menyiapkan pelaksanaan bimbingan dan mengembangkan kompetensi mengajar. staf, penyiapan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan keberhasilan pelaksanaan kegiatan pendidikan, penyiapan evaluasi dan pemantauan pendidikan, penyiapan review dan evaluasi hasil pendidikan, penyiapan review dan penyusunan laporan keberhasilan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, serta penyiapan konten terkait sistem pengelolaan pembelajaran. Kelompok inti penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada huruf b Pasal 62 mempunyai tugas melaksanakan penyiapan jadwal pendidikan, penyiapan koordinasi pemenuhan pelajar tidak terdidik dan pelajar asing di Pusat, penyiapan pembinaan pelajar pekerja tidak terdidik. dan pelajar di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pencegahan pendanaan teroris, penyiapan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional, baik tingkat nasional maupun internasional, penyiapan pelaksanaan pendidikan pendahuluan dan struktural dan pelatihan, penyiapan koordinasi kerjasama dengan pihak ketiga di bidang pendidikan dan pelatihan serta pemantauan hasil kerjasama pendidikan dan. pelatihan, serta penyiapan pengembangan profesi di bidang tindak pidana pencucian uang dan pendanaan teroris.