Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5164); Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pendanaan Tindak Pidana Terorisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5406); Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan yang selanjutnya disingkat PPATK adalah lembaga independen yang dibentuk untuk mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang.
Deputi Bidang Strategi dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan perumusan, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi, peraturan perundang-undangan, dan kerja sama terkait pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan teroris. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Deputi Bidang Strategi dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: perumusan, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi, peraturan perundang-undangan, serta kerja sama dalam dan luar negeri terkait pencegahan dan pemberantasan uang. kejahatan pencucian uang dan kejahatan pendanaan teroris; pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang strategi, hukum, dan kerja sama dalam dan luar negeri terkait pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan teroris; pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala PPATK. Direktorat Strategi dan Kerjasama Dalam Negeri mempunyai tugas merumuskan, melaksanakan dan mengoordinasikan kebijakan di bidang strategi dan kerja sama dalam negeri yang berkaitan dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan terorisme.
Direktorat Strategi dan Kerjasama Internasional membidangi perancangan, koordinasi dan. pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan kerja sama internasional dalam kaitannya dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan teroris. Direktorat Hukum dan Peraturan mempunyai tugas melaksanakan perumusan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan di bidang hukum yang berkaitan dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan teroris. Deputi Bidang Analisis dan Penyidikan mempunyai tugas melaksanakan perumusan, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan penyidikan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan teroris.
Direktorat Analisis dan Pemeriksaan I bertugas merumuskan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan di bidang analisis dan penyidikan secara proaktif terkait dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi, sektor fiskal, dan memberikan informasi mengenai kesesuaian dan kepantasan untuk mengisi pejabat publik. jabatan dan/atau jabatan strategis. Direktorat Analisis dan Pemeriksaan II mempunyai tugas perumusan, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan penyidikan secara proaktif terkait dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang keuangan, narkotika, lingkungan hidup, dan tindak pidana lainnya, serta dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang keuangan, narkotika, lingkungan hidup, dan tindak pidana lainnya. tindak pidana pendanaan teroris. Direktorat Analisis dan Pemeriksaan III mempunyai tugas merumuskan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan di bidang analisis dan penyidikan reaktif terkait dugaan tindak pidana pencucian uang, tindak pidana asal yang ditetapkan sebagai tindak pidana pencucian uang, dan dugaan tindak pidana pendanaan teroris.
INSPEKTORAT
Pusat Teknologi Informasi mempunyai tugas mengembangkan dan mengelola sistem pengolahan data, serta menyelenggarakan sistem informasi di lingkungan PPATK. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81, Pusat Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: koordinasi dan integrasi pengelolaan teknologi informasi PPATK;. penyiapan dan pemutakhiran kebijakan teknis, rencana strategis, standardisasi tata kelola, dan arsitektur teknologi informasi dan komunikasi; pelaksanaan pengelolaan program teknologi informasi;. desain, pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi dan informasi; pengelolaan layanan jaringan dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi; manajemen basis data dan sistem layanan data;. pengelolaan dan pemantauan keamanan teknologi informasi dan komunikasi; Dan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme bertugas menyelenggarakan pelatihan di bidang pemberantasan pencucian uang dan pencegahan pendanaan teroris.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pencegahan Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris menyelenggarakan tugas: menyusun kebijakan teknis pelatihan pemangku kepentingan di bidang pencegahan pencucian uang dan pendanaan teroris; penyiapan dan pelaksanaan koordinasi, sinkronisasi, dan integrasi rencana dan pengembangan program, kurikulum, media pengajaran, dan metode pengajaran pendidikan di bidang pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme; pelaksanaan pelatihan di bidang pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme; pelaksanaan kerja sama dan publikasi terkait pelaksanaan pelatihan di bidang pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme; pelaksanaan penjaminan mutu dalam penyelenggaraan pelatihan di bidang pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme; pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pelatihan di bidang pencegahan pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme; Dan. Pusat Pemberdayaan Kemitraan Pencegahan Pencucian Uang dan Pencegahan Terorisme mempunyai tugas menyelenggarakan penyusunan, pelaksanaan dan koordinasi kebijakan teknis di bidang pemberdayaan kemitraan dalam kaitannya dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana. pencucian uang dan pendanaan teroris.
TENAGA AHLI
TATA KERJA
Ketentuan lebih lanjut mengenai uraian pelayanan fungsional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi PPATK diatur dengan peraturan PPATK. Kepala PPATK secara berkala atau sewaktu-waktu apabila diperlukan menyampaikan laporan kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat mengenai hasil pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. PPATK wajib menyusun analisis jabatan, peta jabatan, analisis beban kerja, dan uraian tugas untuk seluruh jabatan di lingkungan PPATK.
Setiap unsur di lingkungan PPATK dalam melaksanakan tugas dan fungsinya harus menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, baik di lingkungan PPATK maupun dengan kementerian/lembaga terkait lainnya. Seluruh unsur di lingkungan PPATK wajib melaksanakan kebijakan reformasi birokrasi, manajemen risiko, dan sistem pengendalian intern pemerintah di lingkungannya masing-masing, yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, setiap pimpinan unit organisasi wajib memastikan pengarahan dan pengawasan terhadap unit organisasi di bawahnya.
Kepala kantor, direktur, pengawas, kepala pusat, kepala departemen, kepala subbagian, dan pegawai fungsional di lingkungan PPATK diangkat dan diberhentikan oleh Kepala PPATK. Pekerjaan tertentu aparatur negara di lingkungan PPATK dapat diduduki oleh bukan pegawai setelah mendapat persetujuan menteri yang menyelenggarakan urusan negara di bidang aparatur negara, dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
PENDANAAN
Bagan organisasi PPATK tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan PPATK ini. Perubahan susunan organisasi dan tata kerja dalam peraturan PPATK ini ditetapkan oleh Kepala PPATK setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara. Pada saat Peraturan PPATK ini mulai berlaku, kedudukan dan pejabat yang memangku jabatan di lingkungan PPATK didasarkan pada Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (Berita Negara ) Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1471), tetap menjalankan tugas dan fungsinya sampai dengan adanya penyesuaian berdasarkan Peraturan PPATK ini.
Pada saat Peraturan PPATK ini mulai berlaku, seluruh peraturan pelaksanaan dari Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan No. ), dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak diubah dan diganti berdasarkan Peraturan PPATK ini. Pada saat Peraturan PPATK ini mulai berlaku, Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan No. dan dinyatakan batal. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan PPATK ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.