PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Bimbingan keagamaan bagi lansia yang tinggal di PSLU Mandalika, NTB diberikan langsung oleh ustadz dan ustadzah. Lansia yang tinggal di ruang perawatan khusus (RPK) atau panti jompo mandiri, yang tidak bisa ke mesjid untuk mengikuti pelajaran agama, diberikan pendekatan khusus melalui pengajaran langsung secara individu. Lansia yang tidak pernah atau jarang mempelajari agama atau masuk Islam sebelum mengikuti pelajaran agama memiliki pemahaman yang kurang tentang agama.
Bimbingan keagamaan sangat penting bagi lansia dalam menjalani kehidupannya, baik untuk bertindak dalam kesehariannya di panti asuhan maupun dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penyuluhan Keagamaan Untuk Meningkatkan Prilaku Keagamaan Lansia di Panti Sosial Keagamaan Lanjut Usia (PSLU) Mandalika Bagi Lansia di Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Mandalika, NTB. Pelaksanaan pelajaran agama di PSLU Mandalika NTB bertujuan untuk menciptakan sesepuh yang beriman dan bertakwa sesuai dengan misinya. Sependapat dengan hasil wawancara di atas, peneliti juga melakukan wawancara dengan lansia yang rutin mengikuti pengajian di PSLU Mandalika.
Kendala pelaksanaan bimbingan keagamaan bagi lansia di Panti Sosial Lansia Mandalika (PSLU) Nusa Tenggara Barat. Implementasi Bimbingan Agama untuk Meningkatkan Prilaku Beragama di Panti Sosial Lansia Mandalika (PSLU), NTB. Pelaksanaan bimbingan agama dalam membantu pemenuhan kebutuhan spiritual lansia di PSLU Mandalika dipimpin oleh ustadz dan ustadzah.
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
Telaah Pustaka
Kerangka Teori
Oleh karena itu, sebagai pembimbing dalam memberikan bimbingan kepada seseorang perlu terlebih dahulu mengkaji permasalahan yang dialami oleh orang yang akan dibimbing. Untuk itu supervisor diharapkan mampu memberikan bimbingan sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan individu yang akan dibimbing. Pemahaman supervisor terhadap individu yang akan dibimbing sangat penting, agar dapat memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhannya.
Metode langsung yaitu pemberian bimbingan dilakukan dengan cara tatap muka dalam komunikasi antara yang dibimbing dan yang akan dibimbing.
Metode Penelitian
Dengan metode tersebut peneliti dapat mendeskripsikan data dan temuan penelitian terkait proses pelaksanaan bimbingan keagamaan sebagai upaya peningkatan perilaku keagamaan pada lansia yang tinggal di Panti Sosial Lansia Mandalika NTB. Dalam hal ini peneliti sebagai alat utama yang akan melakukan penelitian langsung di PSLU Mandalika, karena data yang diperoleh harus dapat dipertanggungjawabkan kesesuaiannya di lapangan. Dalam melakukan penelitian kualitatif, ada dua sumber data yang digunakan, yaitu data primer dan data sekunder.
Sumber data primer adalah data yang diperoleh langsung dari hasil wawancara dengan subjek penelitian dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 lansia di PSLU Mandalika, NTB yang akan diwawancarai dan diobservasi selama mengikuti kegiatan bimbingan keagamaan. Serta data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan ketua panti asuhan, petugas bimtek yaitu ustadz dan ustadzah, perawat dan pekerja sosial.
Sedangkan sumber data sekunder adalah data yang diperoleh dengan melakukan studi kepustakaan, yaitu upaya yang dilakukan peneliti untuk memperoleh data yang diperoleh dengan membaca, menelaah, mengkaji dan menganalisis sumber kepustakaan yang valid seperti buku, catatan kuliah yang berkaitan dengan pembahasan penelitian sebagai paradigma, teori-teori yang relevan. , dan berbagai jurnal yang berkaitan dengan judul dalam penelitian ini. Lansia yang akan diwawancarai adalah mereka yang sehat jasmani dan rohani serta rutin mengikuti kegiatan dakwah. Dokumentasi yang nantinya dapat digunakan peneliti berupa foto-foto pelaksanaan bimbingan keagamaan, foto-foto saat melakukan wawancara dengan subjek penelitian, catatan harian, dan data di PSLU Mandalika NTB sebagai gambaran umum dan data lansia yang dijadikan sebagai subyek penelitian.
Hal pertama dalam melakukan analisis data adalah mengklasifikasikan, mengarahkan dan membuang data yang tidak diperlukan, serta mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga dapat ditarik kesimpulan akhir dan diverifikasi 45 Data yang akan direduksi adalah hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait proses pelaksanaan dan kendala bimbingan agama di PSLU Mandalika, NTB. Data terkait pelaksanaan bimbingan agama kepada lansia di PSLU Mandalika NTB diperoleh dari hasil penelitian setelah mengklasifikasikan dan mengambil data yang sesuai kemudian menyajikannya untuk menemukan pola yang bermakna dan memberikan kemungkinan untuk menarik kesimpulan dan tindakan yang akan diambil.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Visi dan misi PSLU Mandalika tercermin dalam berbagai jenis layanan dan program layanan sehari-hari untuk lansia. Bagi lansia yang menjadi pendamping residensial di PSLU Mandalika, NTB harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan. Selain persyaratan di atas, saat wawancara dengan ketua panti, beliau menjelaskan hal-hal lain terkait pendaftaran dan penerimaan panti jompo di PSLU Mandalika.
Setelah memenuhi syarat pendaftaran sebagai pegawai di PSLU Mandalika, NTB, tersedia layanan untuk lansia. Bakti kumpul keluarga ini tidak dilakukan di PSLU Mandalika, NTB selama pandemi Covid-19 untuk mencegah penularan. Beberapa jenis program penitipan lansia yang rutin dilakukan di PSLU Mandalika, NTB seperti; Senam gabungan berlangsung dua kali seminggu pada hari Selasa dan Sabtu.
Mengenai alur pelayanan lansia di PSLU Mandalika NTB yaitu alur pelayanan untuk menerima pelayanan lansia, biasanya dari laporan dinas sosial kabupaten/kota, laporan masyarakat/organisasi sosial, instansi, perorangan dan keluarga , kami juga menemukan sesuatu di jalan dari pekerja sosial dan kemudian dibawa ke panti asuhan. Jika lamaran diterima, seleksi dilanjutkan dengan menerjunkan tim PSLU Mandalika ke lapangan untuk mengecek status pengurus senior. Pembantu senior yang tinggal di PSLU Mandalika NTB berasal dari kabupaten yang berbeda, jadi tentu ada keragaman budaya.
Sementara itu, saat peneliti melakukan wawancara dengan Ibu Dina selaku perawat dan caregiver di PSLU Mandalika memberikan penjelasan mengenai kondisi fisiknya. Hal ini sejalan dengan program yang diadakan di PSLU Mandalika NTB, salah satunya yang terpenting adalah pelaksanaan tuntunan agama untuk mempersiapkan bekal akhirat dengan menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Bimbingan Keagamaan untuk Meningkatkan Perilaku
- Bimbingan Keagamaan Secara Individu
- Bimbingan Keagamaan Secara Kelompok
Para sesepuh yang mengikuti bimbingan agama sudah mulai memahami ajaran agama dan semakin termotivasi untuk mengikuti pengajian di masjid. Meski dengan kondisi tidak sehat saat ini, para lansia yang mengikuti bimbingan agama tetap mengapresiasi para tamu yang datang.
Hambatan-hambatan dalam Pelaksanan Bimbingan
PEMBAHASAN
Pelaksanaan Bimbingan Keagamaan untuk
- Pelaksanaan Bimbingan Keagamaan di
- Metode Bimbingan Keagamaan di PSLU
- Materi Bimbingan Keagamaan di PSLU
Menurut hasil observasi peneliti, selain adanya lansia yang masih mandiri dan bisa ke mesjid, ada yang tidak mengikuti kegiatan pimpinan agama. Bimbingan keagamaan secara perorangan juga diberikan bagi lansia di panti mandiri yang kesulitan untuk pergi ke masjid. Pengajian yang dilakukan secara berkelompok ini dipimpin langsung oleh ustaz dan ustaz di Masjid Panti Asuhan Lansia Mandalika, NTB.
Pelajaran agama memberikan dampak positif bagi lansia yang tinggal di Panti Sosial Lansia (PSLU) Mandalika NTB dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi mereka untuk lebih aktif dalam menjalankan ibadah. Dengan adanya pengajian di PSLU Mandalika, NTB, pengetahuan para pembantu lanjut usia yang tinggal di sana bertambah sehingga bisa menjadikan mereka orang yang berakhlakul karimah. Diharapkan pelaksanaan tuntunan keagamaan bagi lansia yang tinggal di Panti Sosial Lansia Mandalika (PSLU) Mandalika Nusa Tenggara Barat dapat memenuhi kebutuhan spiritualnya guna memberikan ketenangan bagi lansia dalam menjalani kehidupannya. tinggal di panti asuhan.
Berdasarkan hasil wawancara di atas, kendala dalam pelaksanaan kepemimpinan keagamaan bagi lansia di Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Mandalika NTB berasal dari lansia itu sendiri. Dari sekian banyak yang tinggal di wisma mandiri, hanya sedikit yang benar-benar rutin dikunjungi oleh pemuka agama. Pemberian bimbingan keagamaan melalui pengajian di Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia (PSLU) Mandalika di NTB biasanya dilakukan di masjid panti asuhan.
Pemberian bimbingan agama melalui ceramah dihadiri oleh para lansia yang berada di wisma mandiri dan bisa datang ke masjid. Pelaksanaan bimbingan keagamaan bagi lansia dengan metode langsung melalui wawancara di PSLU Mandalika NTB dilakukan di masjid, wawancara dipandu oleh ustadzah dengan mewawancarai para pelayan lansia yang ada di masjid. Setelah melakukan wawancara tentang kebutuhan masing-masing petugas dinas senior, para sesepuh di PSLU Mandalika NTB mendapatkan bimbingan keagamaan dengan materi mulai.
Materi bimbingan keagamaan di PSLU Mandalika, NTB. Dalam pelaksanaannya, materi bimbingan keagamaan di PSLU Mandalika terkait dengan ajaran Islam diberikan sebagai berikut: Setelah melakukan bimbingan keagamaan bagi lansia di PSLU Mandalika, NTB, ketua panti juga secara rutin mengevaluasi program bimbingan keagamaan tersebut. Sesepuh yang rutin mengikuti tuntunan agama memiliki perilaku dan tutur kata yang berbeda terhadap orang lain dan dalam pelaksanaan ibadah agama lainnya.
Hambatan-Hambatan dalam Pelaksanaan Bimbingan
Mengikuti bimbingan agama seperti pengajian dan amalan ibadah lainnya dengan tujuan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya (akhirat). Semuanya tergantung, tentu saja, pada niat untuk melakukannya, dari hasil wawancara bahwa para lansia yang mengambil bimbingan agama berhutang pada niatnya untuk menambah wawasan dan memperbaiki diri. Berdasarkan kondisi menurun yang ditemukan pada lansia, pelaksanaan bimbingan keagamaan juga mengalami kendala, baik dari lansia itu sendiri, sarana dan prasarana.
Pelaksanaan kepemimpinan keagamaan di UPTD PSLU Mandalika NTB dilakukan secara rutin dengan jadwal pelaksanaan harian ustadz dan ustadz sebagai pembimbing keagamaan dengan metode langsung secara kelompok maupun perorangan. Bimbingan keagamaan memberikan dampak positif bagi lansia yang tinggal di PSLU Mandalika NTB, setelah mengikuti program lansia lebih mengenal ajaran Islam, terjadi perubahan perilaku keagamaan mereka dalam perilaku, tutur kata dan pelaksanaan perintah. dan jauh dari larangan Allah SWT Hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan bagi lansia yaitu: Bagi Lembaga Kesejahteraan Lansia Mandalika berharap dapat memberikan bimbingan keagamaan dengan memperhatikan lansia yang tidak bisa datang ke panti mesjid, sehingga akan membuat jadwal kunjungan agar kunjungan ke wisma lainnya dilakukan secara rutin dan sesuai jadwal.
Bagaimana cara memberikan pelajaran agama kepada orang tua di panti jompo mandiri yang tidak bisa pergi ke masjid karena tidak bisa berjalan?
PENUTUP
Kesimpulan
Penyampaian dilakukan dengan metode ceramah yang dipimpin oleh ustadz secara berkelompok di masjid, metode wawancara dilakukan secara individu atau kelompok oleh ustadzah, kemudian metode pengajaran kelompok secara berkelompok yang dipimpin oleh ustadz dan ustadzah. Materi yang disampaikan berkaitan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran agama Islam yang sangat dibutuhkan oleh lansia, materi tersebut adalah: 1) Aqidah yang berisi keyakinan tentang tauhid dan tauhid, serta larangan dan perintah Allah SWT, 2) . yang berisi rukun Islam seperti syahadat, shalat, puasa dan lain-lain, 3) Akhlak yang berisi ajaran tentang perilaku akhlak yang baik, cara bergaul dengan sesama sesepuh, dan sikap husnuzan.
Saran