• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIOGEOKIMIA KELAUTAN

N/A
N/A
Irma Suryana

Academic year: 2024

Membagikan "BIOGEOKIMIA KELAUTAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BIOGEOKIMIA KELAUTAN

Irma Suryana

(Meeting 1)

(2)

Capaian Pembelajaran

• Mahasiswa mampu menjelaskan nutrient (siklus dan faktor pembatas)

• Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk bahan organik di perairan

• Mahasiswa mampu menjelaskan distribusi fitoplankton

• Mahasiswa mampu menjelaskan keterkaitan antara fitoplankton dan nutrient di perairan laut

• Mahasiswa mengetahui distribusi bahan organik di perairan laut dan faktor yang mempengaruhinya

• Mahasiswa mengenal model N-P-Z

(3)
(4)

BAHAN ORGANIK DI LAUT

“Jumlah bahan organik terlarut dalam air laut biasanya melebihi rata-rata bahan organik tidak terlarut. Hanya berkisar 1/5 bahan organik tidak terlarut terdiri dari

sel hidup dan berasal dari proses metabolisme dan hasil pembusukan”

Adapun peranan bahan organik di dalam ekologi laut adalah sebagai berikut :

• Sumber energi (makanan)

• Sumber bahan keperluan bakteri, tumbuhan maupun hewan

• Sumber vitamin

• Sebagai zat yang dapat mempercepat dan menghambat pertumbuhan

• memiliki peranan penting dalam mengatur kehidupan fitoplankton di laut.

dissolved < 0.5 µm < Undissolved

(5)

Dissolved organic Dissolved organic

• Bahan organik karbon berukuran 0,3 – 3 mgC/ L pada perairan pantai, ditemukan sebagai hasil

peningkatan aktivitas fitoplankton dan polusi dari daratan.

• bahan organik nitrogen terlarut (5 – 300 μgN/L) dioksidasi menjadi nitrit+ oleh penyinaran yang bersumber dari radiasi ultra violet.

• Keseluruhan dari jenis dissolved organic di perairan

sangat tahan terhadap penguraian bakteri

(6)

Sumber Bahan Organik Terlarut

Daratan

Bahan organik terlarut dari daratan diangkut ke laut melalui angin dan sungai. Bahan organik terlarut yang berasal dari air sungai, bisa mencapai 20 mgC/l, terutama berasal dari pelepasan humic material dan hasil penguraian dari buah-buahan yang jatuh di tanah.

Penguraian organisme mati oleh bakteri

Ada dua mekanisme penguraian organisme mati yaitu secara autolisis dan bakterial. Dalam proses autolisis, reaksi penguraian terjadi karena adanya enzim di dalam sel dan hasilnya selanjutnya akan dilepaskan ke dalam badan perairan. Secara bakterial proses alamiah paling cepat terjadi dalam 2 minggu – 6 bulan.

Hasil metabolisme alga terutama fitoplankton.

Hasil fotosintesis alga akan melepaskan sejumlah bahan organic ke dalam badan perairan.

Produksi ini penting sebagai sumber energi untuk organisme laut lainnya dan juga berperan dalam kontrol ekologi.

Eksresi zooplankton dan binatang laut lainnya.

Eksresi zooplankton dan binatang laut lainnya menjadi sumber penting bahan organik terlarut di laut. Bahan-Bahan yang dikenal secara prinsip adalah Nitrogenous seperti urea, purines

(allantonin dan asam uric), trimethyl amine oxide dan asam amin, trimethyl amine oxide dan asam amino (glycine, taurine dan alanine)

(7)

Jenis dan konsentrasi dissolved organic

(8)

Efek Ekologi dari senyawa organik terlarut

• Sumber energi

• Sumber senyawa organik essensial, yang juga tergantung dari kondisi humic acid

• Sebagai penghambat tumbuh epifyt, shg mengurangi resiko blooming alga

Distribusi Senyawa organik terlarut

Secara umum, sebaran di wilayah pantai lebih tinggi dibandingkan dengan yang lebih jauh dari pantai

Variasi musim (pada wilayah yang berbeda musim, tertinggi antara musim semi-awal musim panas yakni 1.8 mg/L)

Variasi kedalaman (permukaan bagian yang tertinggi karbon dan nitrogen, dibawah eufotik mulai menurun sampai pada kedalaman 100 m, perairan dalam menurun drastis dengan perbandingan 100:25 dgn permukaan)

(9)

UNDISSOLVED ORGANIC UNDISSOLVED ORGANIC

• Bahan organik tidak terlarut dalam air laut berukuran lebih besar dari 0,5 μm.

• Pada lapisan permukaan air laut material organik tak terlarut ini berupa detritus dan

fitoplankton. Pada zona eufotik konsentrasinya lebih tinggi dari lapisan di bawahnya. Bahan

organik tak terlarut ini berfungsi menyediakan makanan untuk organisme pada beberapa

tingkatan tropik

(10)

Sumber Bahan Organik Tidak Terlarut dalam Air Laut

• Di bawah air sungai (4,2 – 109 gC/ l) berukuran lebih kecil dari rata- rata produksi primer di laut ( 4 – 1016 gC/ l).

• Sebagian besar particulate organic matter dilaut dihasilkan oleh

beberapa organisme penghasil utama seperti fitoplankton, makroalga dan bakteri kemoautotrofik. Produksi utama ini dihasilkan oleh

fotoautotrofik nanoplankton (berdiameter 2,0 – 20 μm).

• Sekitar 10 % dihasilkan dari tanaman dalam bentuk senyawa, berat molekulnya ringan seperti asam amino, asam trikarbosilik. Hasil ini dengan cepat dikonsumsi oleh bakteri.

• Hasil agregasi dan pengendapan dissolved organic matter dari laut.

• Pada subsurface dalam waktu tertentu butir-butir fecal zooplankton

merupakan komponen yang terbesar dari bahan organik tak terlarut.

(11)

Sifat Ekologi dan Perbedaan senyawa organik tidak larut (partikulat)

• Daerah Eufotik  fitoplankton, detritus dan bakteri.

Dekomposisi bakteri menjadi mekanisme dasar bagi detritus, bakteri menggunakan bahan

partikulate untuk suplay energi dan material bagi protoplasma. Selama proses respirasi dan metabolik CO2, amonia dan ion fosfat

dilepaskan ke dalam air.

(12)

Sifat Ekologi dan Perbedaan senyawa organik tidak larut (partikulat)

• Daerah Perairan Dalam  zooplankton, bakteri dan detritus

Gordon (1970) dalam Riley dan Chester (1971) memperlihatkan bahwa organik karbon tak

terlarut yang terdapat di laut dalam di Atlantik

dapat dihidrolisis oleh enzim seperti trypsin dan

a–amylase yang terjadi di zooplankton. Bagian

tersebut menjadi sumber makanan penting bagi

filter feeder di daerah Batipelagik.

(13)

Lanjut Part berikutnya di

pertemuan selanjutnya...

Referensi

Dokumen terkait

Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya (Wikipedia, 2012). Pupuk organik memiliki kelebihan dibanding dengan pupuk anorganik, diantaranya

Tujuan yang ingin dicapai adalah memberikan pemahaman ilmiah tentang laut Indonesia dalam rangka mendukung pembangunan industri kelautan, melalui penerapan-penerapan

Studi Bahan Organik Total (BOT) Sedimen Dasar Laut di Perairan Nabire Teluk Cendrawasih Papua.. Konservasi Tanah

Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar kimia anorganik dan persenyawaan anorganik dalam kegiatan kesehatan lingkungan 3.. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar kimia

Mata kuliah kimia ini mengajarkan pada mahasiswa gizi tentang kimia dasar anorganik dan organik meliputi pemahaman tentang atom, molekul, dan ion; stoikiometri; reaksi dalam

demand ) biasanya tinggi, (3) padatan organik dan anorganik yang mengendap di dasar perairan menyebabkab oksigen terlarut (DO) rendah, (4) mengandung bahan terapung.. dalam

Zona Laut Teritorial adalah batas laut yang diukur sejauh 12 mil dari garis dasar (pulau terluar) menuju laut lepas..

Produktivitas primer adalah jumlah bahan organik yang dihasilkan oleh organisme autotrof yaitu organisme yang mampu menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik