Buku ini disusun untuk membantu guru PAUD dan orang tua anak usia 4-6 tahun dalam memahami dan menilai perkembangan sosial anaknya. Buku ini berisi informasi tentang perkembangan sosial anak usia 4-6 tahun, penilaian perkembangan sosial anak usia dini, stimulasi perkembangan sosial anak usia 4-6 tahun, dan instrumen perkembangan sosial yang dapat digunakan oleh orang tua dan guru. .
Perkembangan Sosial Anak Usia Dini Usia 4-6 Tahun
Menurut Hurlock dalam Musyarofah (2017), seorang individu memerlukan tiga proses untuk mencapai pembangunan sosial dan hidup bermasyarakat. Menurut Rahayu, dkk dalam Musyarofah (2017), ciri-ciri pembangunan sosial pada masa ini ditandai dengan meluasnya lingkungan sosial.
Pentingnya Penilaian Perkembangan Sosial Anak Usia Dini Penilaian perkembangan merupakan hal penting dan erat
Aspek perkembangan sosial anak usia dini diharapkan tercapai kemampuan dan hasil belajarnya, antara lain: kemampuan mengenal lingkungan, mengenal alam, mengenal lingkungan sosial, peran masyarakat dan menghargai keberagaman sosial budaya yang ada. berada di sekitar anak dan mampu mengembangkan harga diri, sikap belajar yang positif, pengendalian diri yang baik dan rasa empati terhadap orang lain.
Tujuan Penilaian
Menurut Suminah, dkk (2015) menyatakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari guru bekerja dengan anak, artinya guru tidak hanya memfasilitasi anak tetapi guru juga melakukan observasi. Program pengembangan pembelajaran yang disusun dan direncanakan sesuai dengan prinsip tumbuh kembang anak akan merangsang potensi anak menjadi anak yang kompeten.
Tahap Penilaian yang Benar
Komprehensif artinya penilaian pembelajaran oleh pendidik mencakup seluruh aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang tepat untuk memantau perkembangan keterampilan siswa. Penilaian yang dilakukan oleh pendidik merupakan komponen penting dalam kegiatan dan hasil pembelajaran.
Manfaat Penilaian Perkembangan Sosial Anak bagi Guru dan Orang Tua
Tahap Perkembangan Sosial Anak Usia 4-6 Tahun
Erikson dalam Musyarofah (2017) mengidentifikasi perkembangan sosial anak sebagai berikut: .. 1) Tahap 1: Basic Trust vs Disbelief (percaya vs ragu), usia 0-2 tahun pada tahap ini, pada saat anak memperoleh pengalaman. Keraguan (mandiri vs ragu), jika anak usia 2-3 tahun merasa mampu mengendalikan bagian tubuhnya maka hal ini dapat menimbulkan otonomi, sedangkan jika lingkungan terlalu banyak mengambil tindakan terhadap anak maka akan menimbulkan perasaan malu dan ragu. . . Marotz dalam Musyarofah (2015) Perkembangan sosial merupakan domain yang mencakup perasaan dan mengacu pada perilaku individu serta respon terhadap hubungannya dengan individu lain.
Kostelnik, Soderman dan Waren (Yahro, 2009 dalam Nurmalityari, 2015) menyatakan bahwa pembangunan sosial meliputi kompetensi sosial dan tanggung jawab sosial. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, perkembangan sosial anak masih sering pilih-pilih teman dan hanya mempunyai satu teman bermain. Selain itu, anak-anak juga sering bertengkar karena berebut mainan dan orang yang mereka anggap miliknya. Perkembangan sosial dimulai pada usia 4-6 tahun, hal ini terlihat pada kemampuannya dalam melakukan sesuatu secara berkelompok.
Perilaku prososial pada anak usia dini, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Pendidikan Prasekolah, meliputi.
Penilaian Perkembangan Anak
- Definisi
- Bentuk-Bentuk Penilaian Perkembangan Anak
- Manfaat Melakukan Penilaian Perkembangan bagi Orang Tua dan Guru
- Langkah Menyusun Penilaian Perkembangan Sosial Anak Usia 4-6 Tahun
- Beberapa Instrumen Penilaian Perkembangan Sosial Anak Usia 4-6 Tahun
Tujuan asesmen atau penilaian tumbuh kembang anak usia dini menurut Suyada, 2016 (dalam Eka, dkk: 2018) adalah untuk (1) mendeteksi perkembangan dan arah dalam melakukan penilaian diagnostik bila ada indikasi, yang meliputi mendeteksi status kesehatan dini anak, kepekaan sensoriknya. , perkembangan bahasa, motorik kasar, motorik halus dan sosial emosional; (2) mengidentifikasi minat dan kebutuhan anak usia dini; Merupakan teknik pengumpulan data yang dapat digunakan guru untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan atau pemikiran anak tentang sesuatu melalui percakapan langsung dengan anak dan orang tua. Dengan melakukan penilaian perkembangan, guru tidak hanya dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik, tetapi guru juga dapat mengetahui bakat, minat, kelebihan dan kekurangan anak, sehingga guru bersama orang tua siswa dapat memberikan dukungan belajar yang tepat kepada anak untuk mencapai hasil belajar yang optimal. (Didith, dkk, 2014).
Selain itu Supena, dkk (2018) menyatakan manfaat asesmen bagi orang tua adalah orang tua dapat mengetahui tingkat perkembangan anak yang berguna dalam mengembangkan pola pengasuhan yang sesuai dengan karakteristik anak. Dengan kata lain manfaat yang diperoleh orang tua dari melakukan penilaian perkembangan anaknya adalah orang tua mendapatkan informasi terkait kemajuan tumbuh kembang anaknya, aktivitas anaknya di sekolah dan di rumah dapat terkontrol dengan baik, serta dapat membangun kerjasama dengan guru. . Bagi orang tua yang ingin melakukan penilaian dapat melihat keterampilan sosial mana yang akan diukur sesuai dengan umur anak, kemudian orang tua dapat mengatur kejadian atau permasalahan yang akan menimbulkan perilaku sesuai dengan keterampilan yang akan diukur.
Namun orang tua dapat mengamati anaknya selama bersosialisasi dan memperhatikan perilaku sosial yang muncul sesuai dengan tingkat perkembangan usianya.
Strategi Pengembangan Sosial Anak Usia 4-6 Tahun
Karakteristik Perkembangan Sosial Anak Usia 4-6 Tahun
Standar tingkat pencapaian perkembangan sosial anak usia 4-5 tahun adalah anak mampu berinteraksi, menunjukkan reaksi emosi yang normal, mengenal tanggung jawab, mandiri dan mulai menunjukkan rasa percaya diri. Standar pencapaian prestasi tersebut dapat ditunjukkan oleh anak usia 4-5 tahun jika memiliki kompetensi dasar sebagai berikut. Hal ini menjadikan anak usia 4-5 tahun menjadi anak yang banyak bermain dan dianggap aktif dalam permainan tersebut.
Harga diri pada anak kecil sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mengenal dan mengevaluasi diri sendiri dan orang lain. Jika anak usia 4-5 tahun menganggap dirinya lebih baik dari anak lainnya, maka ia akan menjadi pribadi yang percaya diri. Setidaknya ada 2 hal yang dapat menunjukkan bahwa anak usia 4-5 tahun mulai menunjukkan rasa percaya diri, yaitu mereka bangga dengan hasil pekerjaannya dan berani mengungkapkan perasaan, pertanyaan, atau pendapatnya sendiri di depan orang lain. yang lain. rakyat.
Kemandirian pada anak usia 4-5 tahun lebih terfokus pada kemampuan anak dalam membantu dirinya sendiri secara langsung, yaitu tanpa bantuan orang lain.
Kegiatan yang Dapat Dilakukan untuk Mengembangkan Aspek Sosial Anak Usia 4-6 Tahun
Saat Anda mendiskusikan perilakunya dengan anak Anda, jelaskan alasan aturan yang ditetapkan oleh orang tua atau pendidik. Setidaknya ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa anak usia 5-6 tahun sudah mulai menunjukkan kedisiplinan, yaitu penerapan aturan yang ada, mengikuti aturan permainan, mengembalikan peralatan permainan pada tempatnya, membuang sampah pada tempatnya. , tunggu dengan sabar giliran mereka dan berhenti bermain di waktu yang tepat. Perkembangan sosial anak dipengaruhi oleh 4 (empat) hal, yaitu pemberian kesempatan bersosialisasi dengan orang lain di sekitar anak; adanya minat dan motivasi untuk bersosialisasi; adanya bimbingan dan petunjuk dari orang lain yang dianggap sebagai teladan bagi anak, dan anak mempunyai kemampuan komunikasi yang baik (Susanto, 2011).
Dalam mengembangkan perkembangan sosial emosional anak diperlukan metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan aspek tersebut. Berikut beberapa cara yang bisa digunakan. Contoh kegiatan yang dapat ditransfer pada anak usia dini untuk perkembangan sosial emosional antara lain sebagai berikut: (Nurjannah. Menurut Nugraha (2004) dalam Wardany, Jaya dan Anggraini (2016), permainan kooperatif adalah permainan yang dimainkan oleh sekelompok anak, dimana masing-masing anak Anak diberikan peran dan tugas masing-masing yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan bersama.
Outbound adalah kegiatan bermain yang dilakukan di alam terbuka berdasarkan prinsip experiential learning (belajar melalui pengalaman langsung) yang bersifat kreatif, edukatif dan rekreatif, serta petualangan digunakan sebagai media penyampaian materi dengan melibatkan anak dalam segala aktivitas yang dilakukan. (Isbayani, Sulastri, .
Stimulasi Perkembangan Sosial Anak Usia 4-6 Tahun 1) Stimulasi untuk anak usia 4-5 tahun
Perilaku yang mencerminkan rasa percaya diri anak dapat dirangsang dengan cara orang tua atau guru mengajak anak mengikuti lomba yang sesuai dengan minat anak, memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar apa yang diinginkan anak, bukan anak tidak memaksakan kehendaknya, Anak diberi kebebasan memilih asalkan aman baginya. . Untuk mengembangkan sikap bertanggung jawab pada anak, kita dapat menstimulasi anak dengan memberikan kesempatan pada anak untuk melihat barang-barang yang dimiliki anak, memberikan kesempatan pada anak untuk mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya dengan sebaik-baiknya, kesempatan pada anak untuk membereskan permainannya setelah selesai bermain. bermain. Ada berbagai stimulasi yang dapat dilakukan untuk membantu anak, seperti mengajak anak bekerja sama.. untuk menentukan aturan main dan konsekuensinya, anak disuruh untuk tidak bertengkar dengan temannya karena mainan dan mau tunduk, jika Anak mulai putus asa atau bosan untuk ditemani sambil memberikan semangat bahwa ia bisa menyelesaikannya dan tentunya tidak lupa memberikan rasa percaya diri kepada anak.
Agar anak mau berteman dengan siapapun dan tidak menunjukkan kasih sayang, kami mengajak anak untuk selalu menyapa temannya, mengajak anak bermain bergantian, dan juga menasihati anak untuk selalu bekerjasama dengan temannya tanpa membeda-bedakan. Kemampuan berbagi dapat anda kembangkan dengan cara mengajak anak untuk selalu menolong dan membantu orang lain, meminjamkan pensil warna ketika teman tidak membawakannya, selalu memberi kepada orang yang membutuhkan, berbagi kepada teman yang membutuhkan atau dalam kesulitan. . Anak juga harus didorong untuk mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik, hal ini dapat dilakukan dengan mendorong anak untuk selalu mengerjakan pekerjaan rumah dan memberikan contoh untuk selalu berusaha.
Dalam beraktivitas anak mampu mempunyai perilaku yang mencerminkan sikap peduli dan mau membantu, hal ini dapat dirangsang dengan cara orang tua dan guru mengarahkan anak untuk membantu teman yang membutuhkan pertolongan, membantu ketika melihat anak terjatuh, membantu teman memperbaiki dan menyimpan permainan. yang telah digunakan secara teratur.bersama.
DAFTAR PUSTAKA
Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
INTRUMEN OBSERVASI PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 4-6 TAHUN
Jika total skornya 1 – 17 -> anak masuk dalam kategori BB yang berarti belum berkembang, artinya anak masih perlu dibantu oleh orang tua atau diberi contoh untuk berkembang. sesuai dengan usia atau kriteria yang tidak. Meski begitu, orang tua/guru perlu lebih bersabar dalam menghadapi anak dan secara perlahan mengarahkan, memberitahukan bahkan mencontohkan perilaku pantas yang harus ditunjukkan anak ketika dihadapkan pada situasi sosial di mana ia harus bertindak sesuai indikator yang belum muncul. Jika skor totalnya 18 - 34 -> anak masuk dalam kategori MB, artinya sudah mulai berkembang, artinya anak sudah tahu apa yang harus dilakukan (tahu betul perilaku apa yang harus ditunjukkan dalam situasi sosial tertentu) ), namun anak masih perlu diingatkan oleh orang tua dan guru untuk melakukan hal tersebut, anak belum mempunyai inisiatif untuk bertindak sesuai indikator yang belum muncul, sehingga orang tua atau guru perlu mengingatkan anak apakah memotivasi anak untuk bertindak sesuai perilaku yang diharapkan ketika dihadapkan dengan situasi sosial. Sangat tidak disarankan bagi orang tua/guru untuk memarahi/memarahi anak dihadapan teman-temannya jika melakukan hal yang tidak sesuai harapan karena dapat menurunkan rasa percaya diri anak dihadapan teman-temannya. di depan teman-temannya, lakukan dengan baik atau jika sulit lakukan setelah anak selesai bermain.
Jika total skor 35 – 51 -> anak termasuk dalam kategori BSH artinya berkembang sesuai harapan, artinya anak dapat mandiri dan konsisten melakukan aktivitas sosial tanpa harus diingatkan atau diteladani oleh orang tua dan guru . Jika anak mendapat nilai pada kategori ini, orang tua/guru bisa merasa lega karena anak bisa berperilaku sosial sesuai dengan usianya. Keterampilan sosial seorang anak bersifat sementara dan masih dapat berkembang tergantung dorongan orang tua/pengasuh dan lingkungan.
Orang tua/guru dapat membaca referensi/mencari bantuan ahli jika melihat kendala yang dihadapi anak tidak dapat diselesaikan secara mandiri oleh orang tua/guru.