• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bumi Sarana Beton in 2015-2017 period is not good because profitability ratio enterprise tend to decrease in that three years

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Bumi Sarana Beton in 2015-2017 period is not good because profitability ratio enterprise tend to decrease in that three years"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERTUMBUHAN LABA RUGI TERHADAP KELANGSUNGAN OPERASIONAL USAHA PADA

PT. BUMI SARANA BETON MAKASSAR Masrur1, Ibrahim Hafied2, Sultan Iskandar3

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3

ABSTRACT

The objective of this research is to know the development of profit and loss toward the business continuity and the causes of the decreases of profit and loss at Bumi Sarana Beton Ltd. of Makassar. Data were collected through observation and documentation by means of quantitative descriptive analysis. The result of the research shown that the development of profit and loss of PT. Bumi Sarana Beton in 2015-2017 period is not good because profitability ratio enterprise tend to decrease in that three years. Factors affecting profit and loss are (1) Net income has decreased quite dramatically namely 2017 is 13% from 2015, (2) High business costs such as marketing and sales expenses, and general administrative expenses.

Keywords: Profitability Ratio, Profit Margin, Trend Analysis.

PENDAHULUAN

Pada dasarnya, sebuah usaha yang didirikan mempunyai harapan dimasa mendatang,seperti perkembangan yang sangat pesat. Setiap usaha yang didirikan pasti mengharapkan tercapainya suatu tujuan yakni memperoleh laba dan mempertahankan stabilitas kelangsungan hidup operasional usahanya. Setiap perusahaan yang ingin sukses dan berkelanjutan, maka perusahaan harus berupaya untuk meningkatkan tingkat pendapatan yang diperoleh perusahaan, karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap tingkat capaian laba usaha yang maksimum.

Apabila perusahaan dapat meningkatkan tingkat pendapatan, maka hal tersebut memungkinkan perusahaan akan meningkatkan jumlah laba yang lebih besar.

Selain itu, hal tersebut juga dapat menaikkan tingkat efisiensi perusahaan. Agar senantiasa siap dalam menghadapi persaingan dan masalah-masalah yang terjadi maka, suatu perusahaan harus bersungguh-sungguh mampu membuat perencanaan yang cermat, teliti, dan tepat sasaran. apabila ingin terus berkompetisi dan bertahan di dalam bisnis yang mereka jalankan. . Apabila gagal mengontrol, maka biaya akan membesar dengan cepat sehingga

dapat dikatakan bahwa perusahaan akan mengalami kerugian.

Pada hakekatnya, informasi yang terdapat di dalam laporan keuangan menyajikan keterangan, catatan atau deskripsi tentang keadaan pada masa yang telah lampau.

Laporan laba rugi merupakan salah satu informasi laporan keuangan yang dapat menunjukan kinerja perusahaan. Informasi yang tedapat di dalam laporan laba rugi dapat memberikan manfaat dalam pengambilan keputusan keuangan, karena laporan laba rugi memberikan informasi bagi para investor dan kreditor dalam membantu mereka meramalkan jumlah penetapan waktu dan ketidakpastian arus kas dimasa depan.

Berkaitan dengan pentingnya laporan laba rugi dalam perusahaan, maka hal tersebut dapat diaplikasikan pada PT. Bumi Sarana Beton yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangunan beton, perdagangan beton, industri beton dan pengangkutan beton. Perusahaan ini memiliki kantor pusat yang berlokasi di Gedung Wisma Kalla Lt. 10 Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 08, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam melakukan pencatatan laporan laba rugi perusahaan juga perlu memperhatikan prinsip dasar akuntansi.

Menurut Rudianto (2012) salah satu prinsip

(2)

dasar akuntansi adalah matching principle (prinsip penandingan), yaitu menandingkan pendapatan dengan beban yang timbul untuk memperoleh pendapatan . Berkaitan dengan hal tersebut , maka berikut ini disajikan data perkembangan laba rugi yang dimiliki oleh PT. Bumi Sarana Beton untuk tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 yang dapat dilihat pada tabel 1.1 yaitu sebagai berikut:

Tabel 1.1

Data perkembangan Laba Rugi pada PT. Bumi Sarana Beton

Tahun

Laba (Rugi) komprehensif tahun berjalan

(Rp)

Perkembangan (%) 2015 1.830.457.201 - 2016 1.502.458.333 -17,92 2017 413.210.917 -72,50 Sumber:PT Bumi Sarana Beton. Tahun 2019

Berdasarkan perolehan laba yang dikemukakan di atas menunjukkan kinerja laba yang cenderung menurun setiap tahunnya, perkembangan ini bisa diakibatkan oleh berbagai permasalahan yang sedang dialami perusahan selama kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir. Hal tersebut dapat dilihat pada tahun 2016 perkembangan laba (rugi) mengalami penurunan sebesar 17,92%, Sementara pada tahun 2017 perkembangan laba (rugi) mengalami penurunan sebesar 72,50%.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti mengambil judul Pengaruh Pertumbuhan Laba Rugi Terhadap Kelangsungan Operasional Usaha Pada PT.

Bumi Sarana Beton.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang diidentifikasi pada penelitian ini adalah 1). Bagaimanakah pertumbuhan laba rugi terhadap kelangsungan operasional usaha pada PT. Bumi Sarana Beton?, 2) Apa sajakah penyebab terjadinya penurunan laba rugi pada PT. Bumi Sarana Beton?

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pertumbuhan laba rugi terhadap kelangsungan operasional usaha pada PT. Bumi Sarana Beton, dan 2) Untuk mengetahui penyebab terjadinya penurunan laba rugi pada PT Bumi Sarana Beton.

TINJAUAN LITERATUR Menurut Harahap (2001:267) dalam Andriyani (2015) berpendapat bahwa laba adalah perbedaan antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perusahaan pada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan itu. Menurut Andriyani (2015) Pertumbuhan laba merupakan kenaikan laba atau penurunan laba per tahun. Pertumbuhan laba dihitung dengan cara mengurangkan laba periode sekarang dengan laba periode sebelumnya kemudian dibagi dengan laba pada periode sebelumnya.

Menurut Rudianto (2012) laba (rugi) usaha adalah selisih antara pendapatan dan total beban usaha pada periode tersebut.

Apabila hasilnya positif, maka akan mengalami laba usaha. Apabila hasilnya negatif, maka akan mengalami rugi usaha pada periode tersebut. Menurut Pura (2012) Rugi merupakan selisih antara pendapatan dan beban, dimana beban lebih besar dari pendapatan.

Menurut Kasmir (2011:7) dalam Rizal (2018) laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Arti laporan keuangan yang menunjukkan kondisi perusahaan saat ini ialah keadaan masa kini. Menurut Hery (2015:3) dalam Tohir (2018) menyimpulkan bahwa laporan keuangan (Financial statement) merupakan produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transasksi bisnis. Menurut Jaya (2014) Laporan keuangan merupakan sumber informasi yang dapat membantu pihak internal maupun eksternal dalam menginterprestasikan keadaan kinerja suatu perusahaan.

Menurut Warren. et al. (2017), Laporan laba rugi menyajikan pendapatan dan beban untuk suatu periode waktu tertentu berdasarkan konsep pangaitan (matching consept) yang disebut juga konsep penandingan atau pemadanan, antara pendapatan dan beban yang terkait. Sedangkan menurut Suwardjono (2008:464) dalam Tompodung (2014) mendefinisikan laba sebagai imbalan atas upaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Menurut Sugiono and Untung (2016) unsur-unsur penting dari laporan rugi laba adalah terdiri atas: 1). Penghasilan utama (operating

(3)

revenue/Sales), 2) Harga pokok penjualan (Cost of goods sold), 3) Biaya usaha (operating expenses), 4) Penghasilan atau biaya diluar operasi pokok (Operating income and expenses atau non-operating), dan 5) Pos- pos insidentil atau pos-pos luar biasa (extraordinary items).

Menurut Harmono (2016) Analisis laporan keuangan merupakan alat analisis bagi manajemen keuangan perusahaan yang bersifat menyeluruh, yang dapat digunakan untuk mendeteksi/mendiagnosis tingkat kesehatan perusahaan, melalui analisis kondisi arus kas atau kinerja organisasi perusahaan baik yang bersifat parsial maupun kinerja organisasi secara keseluruhan.

Menurut Kasmir (2018) rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka- angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Menurut Rivai et al. (2013), analisis rasio merupakan pernyataan yang sederhana dan pada hubungan perbandingan antara dua komponen laporan keuangan.

. Jenis rasio keuangan yang digunakan yaitu rasio profitabilitas. Menurut Kurniawan T (2015) rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Menurut (Hanafi dan Halim, 2004) dalam Sebayang (2014) Profitabilitas merupakan salah satu cara untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (profitabilitas), baik dalam hubungan dengan penjualan, asset dan modal saham tertentu.

Menurut Wulandari (2015) rasio profitabilitas menggambarkan keberhasilan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba bagi perusahaan. Menurut Hasti (2015) Salah satu teknik yang dapat digunakanuntuk mengetahui keadaan suatu perusahaan dalam menganalisis laporan keuangan yaitu dengan menggunakan alat ukur profitabilitas. Menurut Iskandar (2016) rasio- rasio profitabilitas dimaksudkan untuk mengukur kemampuan usaha menghasilkan laba dalam hubungannya dengan penjualan, aset, maupun modal yang digunakan.

Jenis-jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan yaitu profit margin on sales, Hasil Pengembalian Investasi (Return on Investment/ ROI), dan Hasil Pengembalian Ekuitas (Return on Equity/ ROE).

Profit margin on sales atau ratio profit Margin atau margin laba atas penjualan

merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan.

Terdapat dua rumus untuk mencari profit margin, yaitu sebagai berikut.

Untuk margin laba kotor dengan rumus:

Margin laba kotor menunjukkan laba yang relatif terhadap perusahaan, dengan cara penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan.

Untuk margin laba bersih dengan rumus:

Margin laba bersih (Net Profit Margin) merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan.

Hasil pengembalian investasi atau lebih dikenal dengan nama return on investment (ROI) merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Rumus untuk mencari return on investment (ROI) dapat digunakan sebagai berikut.

Hasil pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rumus untuk mencari Return on Equity (ROE) dapat digunakan yaitu:

Menurut Kasmir (2018) analisis trend atau tendensi merupakan analisis laporan keuangan yang biasanya dinyatakan dalam persentase tertentu. Dalam analisis trend perbandingan analisis dapat dilakukan dengan

(4)

menggunakan analisis horizontal atau dinamis.

Rumus untuk mencari angka indeks adalah:

METODE PENELITIAN Gambar 3.1

Desain Penelitin

Sumber: Masrur (2019)

Desain penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi dari responden melalui sampel yang diteliti. Desain penelitian ini digunakan untuk menganalisis perkembangan laba rugi terhadap kelangsungan usaha.

Penelitian ini dilakukan pada PT. Bumi Sarana Beton yang beralamat di Gedung Wisma Kalla Lt. 10 Jl. Dr. Sam Ratulangi No.

08, Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sampai Agustus tahun 2019.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan

yang menjadi Sampel dalam penelitian ini selama tahun 2015 sampai dengan tahun 2017.

Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (Peneliti sebagai tangan kedua)

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Observasi, yaitu dengan cara penulis terjun langsung ke lapangan dalam hal ini PT. Bumi Sarana Beton Makassar untuk melihat secara langsung kondisi perusahaan dan struktur kerja perusahaan tersebut.

Dokumentasi,adalah untuk mendapatkan data secara kuantitatif, maka penulis mengumpulkan dan mempelajari laporan dan bahan-bahan tertulis supaya pembahasan hasil penelitian lebih baik dan mengarah pada sasaran yang diminta.

Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis data kuantitatif dengan lebih menekankan pada metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif merupakan data yang telah diperoleh di lapangan diolah sedemikian rupa sehingga memberikan data yang sistematis, faktual, dan akurat berdasarkan masalah yang diteliti.

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan laba rugi bagi kelangsungan usaha pada PT Bumi Sarana Beton.

Metode analisis deskriptif yang digunakan untuk menganalisis data yaitu dengan cara melakukan perhitungan analisis laporan keuangan terhadap laporan keuangan PT Bumi Sarana Beton. Analisis keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio keuangan dan analisis trend.

HASIL DAN PEMBAHASAN Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Jenis- jenis rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Profit Margin on Sales atau Ratio Profit Margin, Hasil Pengembalian Investasi (Return on Investment/ ROI), dan c. Hasil Pengembalian Ekuitas (Return on Equity/

ROE).

Profit Margin on Sales atau Ratio Profit Margin atau margin laba atas penjualan merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan.

Terdapat dua rumus untuk mencari profit margin yaitu:

PT. Bumi Sarana Beton

Laporan Keuangan

Observasi Dokumentasi

Analisis DeskriptifKuantitatif

Kesimpulan/Rekomendasi

(5)

1). Untuk margin laba kotor dengan rumus:

Margin laba kotor menunjukkan laba yang relatif terhadap perusahaan, dengan cara penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan. Adapun komponen laporan keuangan PT. Bumi Sarana Beton yang digunakan dalam rasio ini ditunjukkan pada tabel 4.1. berikut ini.

Tabel 4.1

Data penjualan dan Harga Pokok Penjualan

Sumber: PT. Bumi Sarana Beton Untuk tahun 2015:

Untuk tahun 2016:

Untuk tahun 2017:

Apabila rata-rata industri untuk profit margin adalah 20%, maka margin laba perusahaan tahun 2015 kurang bagus karena berada dibawah rata-rata industri. Tetapi pada tahun 2016 dan tahun 2017 margin laba dapat dikatakan bagus karena berada diatas rata-rata.

2). Untuk margin laba bersih dengan rumus:

Margin laba bersih (Net Profit Margin) merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan. Adapun komponen laporan keuangan PT Bumi Sarana Beton yang digunakan dalam rasio ini ditunjukkan pada tabel 4.2. berikut ini.

Tabel 4.2

Data Penjualan dengan Laba Setelah Bunga dan Pajak

Sumber: PT Bumi Sarana Beton Untuk tahun 2015:

Untuk tahun 2016:

Untuk tahun 2017:

Apabila rata-rata industri untuk net profit margin adalah 2%, margin laba perusahaan tahun 2015, 2016, dan 2017 dapat dikatakan kurang baik karena berada di bawah rata-rata industri.

Hasil pengembalian investasi atau lebih dikenal dengan nama return on investment (ROI) merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Rumus untuk mencari return on investment dapat digunakan sebagai berikut.

Adapun komponen laporan keuangan PT Bumi Sarana Beton yang digunakan dalam rasio ini ditunjukkan pada tabel 4.3 berikut ini.

(6)

Tabel 4.3

Data Laba sesudah bunga dan pajak dengan total aktiva

Sumber: PT Bumi Sarana Beton Untuk tahun 2015:

Untuk tahun 2016:

Untuk tahun 2017:

Perhitungan ROI tahun 2015 menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang diperolehnya sebesar 0.93%. Sedangkan, ada tahun 2016 turun menjadi 0,77% dan pada tahun 2017 turun menjadi 0,19%. Artinya hasil pengembalian investasi terus mengalami penurunan dan hal tersebut menunjukkan manajemen kurang mampu untuk memperoleh ROI. Apabila rata-rata industri untuk return on invesment adalah 1%, berarti margin laba perusahaan untuk tahun 2015, 2016, dan 2017 kurang bagus karena masih di bawah rata-rata industri.

Hasil pengembalian ekuitas atau Return on Equity (ROE) merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rumus untuk mencari Return on Equity (ROE) dapat digunakan sebagai berikut.

Adapun komponen laporan keuangan

PT Bumi Sarana Beton yang digunakan dalam rasio ini ditunjukkan pada tabel 4.4 berikut ini.

Tabel 4.4

Data Laba setelah Bunga dan Pajak dengan Total Ekuitas

Sumber: PT Bumi Sarana Beton Untuk tahun 2015:

Untuk tahun 2016:

Untuk tahun 2017:

Perhitungan ROE tahun 2015, menghasilkan tingkat pengembalian ekuitas yang diperoleh sebesar 3,7%. Pada tahun 2016 turun menjadi 2,9%. Kemudian, tahun 2017 turun menjadi 0,8%. Hal tersebut menunjukkan manajemen kurang mampu untuk memperoleh ROE bersamaan dengan menurunnya ROI. Apabila rata-rata industri untuk ROE adalah 3%, berarti pada tahun 2015 kondisi perusahaan cukup baik karena berada di atas rata-rata industri. Tetapi, pada tahun 2016 dan 2017 kurang baik sebab, berada di bawah rata-rata industri.

Analisis trend merupakan analisis laporan keuangan yang biasanya dinyatakan dalam persentase tertentu. Apabila data yang digunakan lebih dari dua atau tiga periode, metode yang digunakan adalah angka indeks.

Data yang akan dipakai untuk melakukan

(7)

analisis trend dengan persentase adalah data yang paling pertama. Kemudian data tersebut dibandingkan dengan data selanjutnya. Artinya data paling awal dianggap sebagai tahun dasar sebagai awal perhitungan. Rumus untuk mencari angka indeks adalah sebagai berikut.

Adapun data laporan laba rugi perbandingan PT Bumi Sarana Beton periode 2015 – 2017 dapat ditunjukkan pada tabel 4.5 berikut ini:

Tabel 4.5

Laporan Laba Rugi Perbandingan PT Bumi Sarana Beton

Pos-pos laba rugi 2015 2016 2017 Trend %

2016

Trend % 2017 PENDAPATAN 153.796.169.855 168.161.621.290 134.151.420.848 109 87 BEBAN POKOK PENJUALAN (132.608.315.298) (135.350.579.345) (102.082.179.523) 102 77 LABA BRUTO 21.187.854.557 32.811.041.945 32.069.241.325 155 151 Beban Pemasaran dan penjualan (3.083.323.452) (4.266.653.924) (3.672.152.288) 138 119 Beban administrasi dan umum (11.399.621.023) (14.665.820.208) (19.525.029.220) 129 171 Penghasilan (beban) lain-lain-neto 3.902.033.828 (761.523.141) (849.467.276) -20 -22 Beban Keuangan (7.060.206.909) (7.845.830.347) (6.790.814.206) 111 96 Pajak final konstruksi (1.413.978.127) (848.251.408) (409.656.180) 60 29 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 2.132.758.874 4.422.962.917 822.122.155 207 39 MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN

Pajak kini (719.458.005) (1.252.507.140) (1.179.909.750) 174 164 Pajak tangguhan (161.716.741) (294.261.877) 744.834.017 182 -461 Beban pajak Penghasilan-Neto (881.174.746) (1.546.769.017) (435.075.733) 176 49 LABA TAHUN BERJALAN 1.251.584.128 2.876.193.900 387.046.422 230 31 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

Pengukuran kembali imbalan kerja 771.830.763 (1.831.647.422) 34.885.993 -237 5 Beban pajak terkait (192.957.691) 457.911.855 (8.721.498) -237 5 JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 578.873.072 (1.373.735.567) 26.164.495 -237 5 JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 1.830.457.200 1.502.458.333 413.210.917 82 23 Sumber: PT. Bumi Sarana Beton, Data diolah

Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa pendapatan akhir tahun 2016 sebesar 109% dari pendapatan tahun 2015. Pendapatan akhir tahun 2016 naik sebesar 9% jika dibandingkan dengan tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan adanya penambahan barang yang terjual. Kemudian pendapatan akhir tahun 2017 sebesar 87% dari pendapatan tahun 2015.

Pendapatan akhir tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 13% dari pendapatan tahun 2015. Hal ini dikarenakan turunnya jumlah

barang yang terjual.

Beban pokok penjualan akhir tahun 2016 sebesar 102% dari tahun 2015. Beban pokok penjualan naik sebesar 2% dari tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan seiring dengan meningkatnya penjualan. Kemudian beban pokok penjualan pada akhir tahun 2017 sebesar 77%. Beban pokok penjualan mengalami penurunan sebesar 23% dari tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan seiring dengan menurunnya penjualan.

(8)

Laba bruto akhir tahun 2016 sebesar 155% dari tahun 2015. Laba bruto akhir tahun 2016 naik sebesar 55% dari tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan penjualan. Kemudian laba bruto akhir tahun 2017 sebesar 151% dari tahun 2015. Laba bruto akhir tahun 2017 naik sebesae 51% dari tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan penjualan mengalami penurunan.

Laba sebelum pajak penghasilan akhir tahun 2016 sebesar 207% dari tahun 2015.

Laba sebelum pajak penghasilan naik sebesar 107% dari tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan pendapatan bersih. Kemudian laba sebelum pajak penghasilan akhir tahun 2017 sebesar 39% dari tahun 2015. Laba sebelum pajak penghasilan akhir tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 61% dari tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan beban-beban usaha.

Laba tahun berjalan akhir tahun 2016 sebesar 230% dari tahun 2015. Laba tahun berjalan akhir tahun 2016 naik sebesar 130%

dari tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan seiring dengan meningkatnya laba bruto ditahun 2016. Kemudian laba tahun berjalan akhir tahun 2017 sebesar 31% dari tahun 2015.

Laba tahun berjalan akhir tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 69% dari tahun 2015. Hal disebabkan oleh adanya penurunan laba bruto.

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan akhir tahun 2016 sebesar 82% dari tahun 2015. Jumlah laba komprehensif tahun berjalan akhir tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 18% dari tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan naiknya beban-beban usaha. Kemudian jumlah laba komprehensif tahun berjalan akhir tahun 2017 sebesar 23%

dari tahun 2015. Jumlah laba komprehensif tahun berjalan akhir tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 77% dari tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan pendapatan bersih mengalami penurunan

Berdasarkan perhitungan rasio profitabilitas terlihat bahwa kondisi net profit margin perusahaan cukup memprihatinkan karena menunjukkan penurunan yang cukup drastis setiap tahunnya. Di tahun 2016 turun dari 1,19% menjadi 0,98%. Apabila rata-rata industri net profit margin adalah 2%, berarti margin laba tahun 2015 sebesar 1,19% dan tahun 2016 sebesar 0,98% kurang bagus dikarenakan berada di bawah rata-rata industri.

Kemudian di tahun 2017 margin laba sebesar 0,19%, ini berarti bahwa margin laba tahun 2017 juga kurang bagus dikarenakan berada di bawah rata-rata industri.

Kondisi ROI juga menurun pada tahun 2016 yaitu dari 0.93%. menjadi 0,77% dan pada tahun 2017 juga turun menjadi 0,19%.

Artinya hasil pengembalian investasi terus mengalami penurunan dan ini menunjukkan manajemen kurang mampu untuk mendapatkan ROI. Apabila rata-rata industri untuk return on invesment adalah 1%, berarti margin laba perusahaan untuk tahun 2015, 2016, dan 2017 kurang bagus dikarenakan masih di bawah rata-rata industri.

Tidak jauh berbeda dengan ROI, kondis ROE juga mengalami penurunan cukup tajam, yaitu pada tahun 2016 sebesar 3,7%

turun menjadi 2,9%. Kemudian, pada tahun 2017 turun menjadi 0,8%. Hal tersebut menunjukkan manajemen kurang mampu untuk memperoleh ROE seiring dengan menurunnya ROI. Apabila rata-rata industri untuk ROE adalah 3%, berarti pada tahun 2015 kondisi perusahaan cukup bagus dikarenakan berada di atas rata-rata industri.

Akan tetapi, pada tahun 2016 dan 2017 cukup memprihatinkan dikarenakan berada di bawah rata-rata industri.

Berdasarkan hasil perhitungan analisis trend pada tabel 4.5 dapat diketahui bahwa:

Pendapatan akhir tahun 2016 sebesar 109%

dari pendapatan tahun 2015. Pendapatan akhir tahun 2016 naik sebesar 9% jika dibandingkan dengan tahun 2015. Kemudian pendapatan akhir tahun 2017 sebesar 87% dari pendapatan tahun 2015. Pendapatan akhir tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 13% dari pendapatan tahun 2015.

Beban pokok penjualan akhir tahun 2016 sebesar 102% dari tahun 2015. Beban pokok penjualan naik sebesar 2% dari tahun 2015. Kemudian beban pokok penjualan pada akhir tahun 2017 sebesar 77% . Beban pokok penjualan mengalami penurunan sebesar 23%

dari tahun 2015. Laba bruto akhir tahun 2016 sebesar 155% dari tahun 2015. Laba bruto akhir tahun 2016 naik sebesar 55% dari tahun 2015. Kemudian laba bruto akhir tahun 2017 sebesar 151% dari tahun 2015. Laba bruto akhir tahun 2017 naik sebesae 51% dari tahun 2015.

Laba bruto akhir tahun 2016 sebesar 155% dari tahun 2015. Laba bruto akhir tahun 2016 naik sebesar 55% dari tahun 2015. Hal

(9)

ini disebabkan karena adanya kenaikan penjualan. Kemudian laba bruto akhir tahun 2017 sebesar 151% dari tahun 2015. Laba bruto akhir tahun 2017 naik sebesae 51% dari tahun 2015. Hal ini disebabkan karena penjualan mengalami penurunan.

Laba sebelum pajak penghasilan akhir tahun 2016 sebesar 207% dari tahun 2015.

Laba sebelum pajak penghasilan naik sebesar 107% dari tahun 2015. Kemudian laba sebelum pajak penghasilan akhir tahun 2017 sebesar 39% dari tahun 2015. Laba sebelum pajak penghasilan akhir tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 61% dari tahun 2015.

Laba tahun berjalan akhir tahun 2016 sebesar 230% dari tahun 2015. Laba tahun berjalan akhir tahun 2016 naik sebesar 130%

dari tahun 2015. Kemudian laba sebelum pajak akhir tahun 2017 sebesar 31% dari tahun 2015.

Laba tahun berjalan akhir tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 69% dari tahun 2015.

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan akhir tahun 2016 sebesar 82% dari tahun 2015. Jumlah laba komprehensif tahun berjalan akhir tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 18% dari tahun 2015.

Kemudian jumlah laba komprehensif tahun berjalan akhir tahun 2017 sebesar 23% dari tahun 2015. Jumlah laba komprehensif tahun berjalan akhir tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 77% dari tahun 2015.

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya maka dapat ditarik simpulan yaitu: 1) Kondisi perkembangan laba (rugi) PT. Bumi Sarana Beton Makassar periode 2015-2017 dapat dikatakan kurang baik, karena rasio profitabilitas yang didapat perusahaan cederung turun dalam kurun waktu 3 tahun tersebut, 2) Terdapat berbagai macam faktor yang menyebabkan laba rugi PT. Bumi Sarana Beton selalu mengalami penurunan selama periode 2015-2017. Faktor-faktor tersebut adalah : a). Pendapatan bersih yang mengalami penurunan yang cukup drastis yaitu ditahun 2017 mengalami penurunan sebesar 13% dari tahun 2015, walaupun pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 9% dari tahun 2015 ; b) Tingginya biaya-biaya usaha seperti beban pemasaran dan penjualan, dan beban

administrasi dan umum.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, saran yang dapat diberikan adalah Sebaiknya pihak PT. Bumi Sarana Beton terus meningkatkan profitabilitasnya pada periode selanjutnya yaitu tahun 2018 agar laba yang diperoleh PT. Bumi Sarana Beton meningkat yaitu dengan cara menekan biaya atau beban-beban yang dikeluarkan dalam kegiatan usahanya dan meningkatkan pendapatan-pendapatan dalam usaha PT. Bumi Sarana Beton itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Andriyani, Ima. 2015. Pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di bursa efek indonesia Ima Andriyani 1. Manajemen dan Bisnis Sriwijaya 13(3).

Harmono. 2016. Manajemen keuangan Berbasis Balanced Scorecard. In ed. Rini Rachmatika. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hasti, Astuty. 2015. Analisis laporan keuangan dalam mengukur tingkat profitabilitas pada PT. Pln (persero) area makassar.

Akmen Jurnal Ilmiah 12(3). Diakses pada tanggal 23 September 2019 melalui website: https://e-jurnal.stienobel- indonesia.ac.id/index.php/akmen/article/

view/456.

Iskandar, Sultan. 2016. Analisis Profitabilitas Terhadap Tingkat Pertumbuhan Berkelanjutan Pada Koperasi Karyawan PT. Telkom Makassar. Jurnal Equity 10(2). www.jurnalequity.org.

Jaya, Ketut Asmara. 2014. Laporan Keuangan Merupakan Alat Dalam Memprediksi Kecendrungan Terjadinya Kebangkrutan Perusahaan Dengan Menggunakan Model. Akuntansi XVIII(02): 166–87.

Kasmir. 2018. Analisis Laporan Keuangan.”In Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Kurniawan T, Angga Primasandi. 2015.

Analisis pengaruh kemampuan membayar klaim, profitabilitas, risiko underwriting, dan reasuransi terhadap solvabilitas perusahaan asuransi (Studi Pada Perusahaan Asuransi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2013). Universitas Diponegoro.

Pura, Rahman. 2012. Pengantar Akuntansi 1 Pendekatan Siklus Akuntansi. In Jakarta:

(10)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 96-105 105 Erlangga.

Rivai, Veithzal., Andria Permata Veithzai, and Arifiandy Permata Veithzal. 2013.

“Credit Management Handbook Manajemen Perkreditan Cara Mudah Menganalisis Kredit. In Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Rizal, Muhammad. 2018. Analisis Kinerja Keuangan PT . Garuda Indonesia Tbk,Jurnal Serambi Ekonomi Dan Bisnis, ISSN 2354-970X. (June).

Rudianto. 2012. Pengantar akuntansi Konsep Dan Teknik Penyusunan Laporan Keuangan. In ed. Suryadi Saat. Jakarta:

Erlangga.

Sebayang, Esynasali Violetta. 2014. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay. Universitas Diponegoro.

Sugiono, Arief, and Edi Untung. 2016.

Panduan Praktis Dasar Analisa Laporan Keuangan. In ed. Adipramono. Jakarta:

PT Grasindo.

Tohir, M. 2018. Analisis rasio keuangan untuk mengukur kinerja keuangan pada PT.

Nabila Timur Indonesia di makassar.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP.

Tompodung, Osin. 2014. Analisis net profit margin pada usaha laundry di kota Manado. EMBA 2.

Warren, Carl S. Reeve, James M. Duchac, Jonathan E. Wahyuni, Ersa Tri. Jusuf, Amir Abadi. 2017. Pengantar akuntasni 1 Adaptasi Indonesia. In ed. Erma Sri Suharsi. Jakarta: Salemba Empat.

Wulandari, Yesi. 2015. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi luas pengungkapan informasi sukarela pada laporan keuangan tahunan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BursaEfek Indonesia Tahun 2011- 2013. Universitas Diponegoro.

Referensi

Dokumen terkait