• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cancer Screening Gene Solutions xx Pramita 150524

N/A
N/A
P4LSI Korwil Purwakarta

Academic year: 2024

Membagikan "Cancer Screening Gene Solutions xx Pramita 150524"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

KANKER, TEKNOLOGI, DAN PRODUKTIVITAS

Hera Noviana, DR

Business Development & Scientific Manager

(2)

PENDAHULUAN

https://gco.iarc.who.int/media/globocan/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheet.pdf

(3)

KANKER DI INDONESIA

Saat ini KANKER menjadi penyakit tidak menular penyebab kematian terbanyak setelah stroke dan

hipertensi di Indonesia

Di dunia, merokok menjadi faktor risiko utama yang menyebabkan 20%

kematian akibat kanker dan 70%

kematian akibat KANKER PARU

Di Indonesia, 230 ribu kematian akibat kanker sepanjang 2020. Sementara itu, data BPJS Kesehatan, tercatat

pembiayaan kanker pada 2020 mencapai Rp 3,5 triliun

(4)

APA ITU KANKER ?

Stadiu m 3 Stadiu

m 2 Stadiu

m 1 Stadiu

m 0

Kanker telah menyebar ke kelenjar getah

bening dan jaringan terdekat Kanker telah

berkembang dan masuk ke jaringan terdekat Tumor masih

berukuran kecil dan belum

menyebar Sel kanker

ditemukan dalam bentuk paling

awal

Stadiu m 4

Kanker telah menyebar ke organ yang jauh dari lokasi primer

Kanker adalah penyakit genetik yang disebabkan oleh perubahan gen (MUTASI) yang mengontrol cara sel tumbuh dan membelah

(5)

APA PENYEBAB KANKER?

• Perubahan Gen atau MUTASI dapat

disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal

o Faktor internal: 5% - 10% dari semua kanker berhubungan dengan mutasi gen yang diwariskan (herediter)

o Faktor eksternal:

✔ Familial: 10 - 20% penderita kanker berkumpul dalam keluarga atau

kelompok populasi karena berbagi risiko yang sama, seperti pola

makan dan lingkungan

✔ Sporadis: 70 – 85% kanker terjadi secara kebetulan (kejadian acak)

(6)

FAKTOR INTERNAL PENYEBAB KANKER

Merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh perubahan struktur dan/atau regulasi suatu gen, yang ditandai dengan

peningkatan risiko terkena kanker

Seiring dengan bertambahnya usia, sel- sel kehilangan kemampuannya untuk berfungsi secara tidak normal

Mutasi Gen yang diwariskan Ageing

1 2

(7)

FAKTOR EKSTERNAL PENYEBAB KANKER

Agents Classified by the IARC Monographs, Volumes 1–135 – IARC Monographs on the Identification of Carcinogenic Hazards to Humans (who.int)

(8)

FAKTOR EKSTERNAL - AGEN GROUP 1 IARC

(9)

SIAPA POPULASI YANG BERISIKO TINGGI TERHADAP KANKER?

Dewasa usia DI ATAS 40

TAHUN

Dewasa dengan membawa MUTASI YANG

DIWARISKAN penyebab

kanker

Dewasa dengan RIWAYAT KELUARGA

kanker

Dewasa dengan

GAYA HIDUP berisiko tinggi:

Perokok aktif / pasif

Mengkonsumsi alkohol

Paparan tinggi terhadap zat-zat karsinogennik

(10)

PENGOBATAN ATAU

PENCEGAHAN?

(11)

Biaya pengobatan kanker lebih rendah bagi pasien yang terdiagnosis di stadium awal dibandingkan dengan stadium lanjut untuk semua jenis kanker

Dengan mendeteksi kanker lebih dini, skrining kanker berpotensi mengurangi beban ekonomi akibat kanker bagi pasien, keluarga, dan masyarakat

Skrining kanker biaya awal jangka pendek dan keuntungan kesehatan jangka panjang

Stage I Stage II Stage III Stage IV 0

5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000

The cost of frst 12-month patient diagnosed with breast cancer ($)

+12%

+21%

+25%

Y.-C. T. Shih et al. J Natl Cancer Inst Monogr, 2022

Surveillance, Epidemiology, and End Results–Medicare analysis on breast cancer (US):

PENGOBATAN KANKER

(12)

PENGOBATAN KANKER &

TOKSISITAS FINANSIAL

▪ Toksisitas fnansial adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan efek samping finansial yang disebabkan oleh pengobatan kanker

o Dampak fnansial jangka panjang pengobatan kanker terhadap pasien & keluarga, serta

tempat pasien bekerja

▪ Jika dibandingkan biaya pengobatan Kanker pada tahun 2010 dan 2015, kenaikannya sekitar 200 - 350%

▪ Sedangkan efek non-fnansial, pasien yang terdiagnosis kanker harus menghadapi:

o Stres Finansial

o Stres Emosional & mental o Stres Fisik

o Penurunan produktivitas dalam berkarya

(13)

• Memiliki riwayat merokok 20 bungkus per tahun atau lebih

• Perokok aktif atau sudah berhenti dalam 15 tahun terakhir

• Berusia antara 50 - 80 tahun

Rekomendasi Skrining

🡪 Skrining kanker paru-paru direkomendasikan hanya untuk orang dewasa yang sangat

berisiko karena riwayat merokok dan usia

Beberapa Organisasi Kesehatan merekomendasikan skrining kanker paru-paru tahunan dengan metode Low-Dose CT-scan (LDCT) bagi individu:

https://www.cdc.gov/cancer/lung/basic_info/screening.htm 11

PENCEGAHAN - SKRINING KANKER PARU

(14)

Wanita usia 50 - 74 tahun dan memiliki risiko rata-rata mammogram setiap dua

tahun

Rekomendasi Skrining

• Mamogram

Berbasis x-Ray, digunakan untuk skrining kanker payudara bagi Wanita dengan risiko rata-rata

• Breast MRI

Digunakan bersama dengan mammogram HANYA untuk skrining wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara dan tidak digunakan untuk wanita dengan risiko rata-rata

Metode Skrining

https://www.cdc.gov/cancer/breast/basic_info/screening.htm

22

SKRINING KANKER PAYUDARA

(15)

• Wanita usia 21 – 29 tahun Tes Pap dan jika hasilnya normal, ulangi 3 tahun

• Wanita usia 30 – 65

Beberapa pilihan yang dapat dilakukan:

✔ Tes HPV pengulangan dalam 5 tahun, jika hasil normal

✔ Tes Pap + Tes HPV pengulangan dalam 5 tahun, jika hasil normal

✔ Tes Pap pengulangan dalam 3 tahun, jika hasil normal

• Wanita di tas usia 65 tidak perlu skrining lagi, jika hasil sebelumnya selalu normal

Rekomendasi Skrining

• Tes HPV mencari adanya virus HPV yang dapat menyebabkan perubahan sel serviks

• Tes Pap mencari adanya pra-kanker, perubahan sel serviks dapat menjadi kanker jika tidak ditangani dengan tepat

Metode Skrining

https://www.cdc.gov/cancer/cervical/basic_info/screening.htm

33

SKRINING KANKER SERVIKS

(16)

Rekomendasi Skrining

Metode Skrining

• USG

• CT scan

• Tumor marker Alfa Feto Protein (AFP) penanda tumor yang paling banyak digunakan untuk mendeteksi kanker hati. Namun, kehamilan, hepatitis, dan jenis kanker lainnya, juga dapat meningkatkan kadar AFP

https://www.cancer.gov/types/liver/what-is-liver-cancer/screening

Tidak ada rekomendasi metode skrining kanker hati saat ini, hanya USG untuk skrining Hepatitis

44

SKRINING KANKER HATI

(17)

Rekomendasi Skrining

Metode Skrining

• Dewasa mulai usia 45 - 75 tahun

• Usia 76 – 86, sesuai dengan rekomendasi dokter

• Usia >86 tidak perlu

Beberapa strategi skrining kanker kolorektal, termasuk pemeriksaan tinja, sigmoidoskopi fleksibel, kolonoskopi, dan CT kolonograf (kolonoskopi virtual)

55

SKRINING KANKER KOLOREKTAL

(18)

Cancer Type

% Mortali

ty

Screening Recommenda

tion1

Sensiti

vity (%) Specific

ity (%) PPV (%)

Complia nce to Guidelin

e (%) 5 Lung4 13,2 Annual LD-CT,

aged 50 – 80 85 87 6,9 14

Breast 9,6 Mammography

, aged 50 – 74 87 89 4,4 78,3

Cervix2 9,0

Cytological HPV test, women aged

21 – 65

95 85,5 <1% 80

Colorect

al3 7,6

Colonoscopy Stool-based

tests

Referenc e 73,8 –

92,3

Referenc e 94,9 –

86,6

Referenc e 3,7 – 8,7

69,7

1) CDC (accessed 25 Aug 2023) 2) Kim, et al. JAMA. 3) USPSTF. 2017. United States Food and Drug Administration Premarket Approval P130017. 4) Pinsky et al Ann Intern Med. 2015 . 5) Compliance from BRFSS Prevalence & Trends Data.

2015.

False Positive Rate LD- CT1

False Positive Rate of HPV screening test2

False Positive Rate of CRC screening stools3

False Positive Rate of Mammography4 12,8

%

13,4

% 14,5

%

11,1

%

Wanita 60 tahun dengan riwayat merokok melakukan skrining 4 jenis kanker

kumulatif laju positif palsu 43%

• Invasif

• Akses rendah

• Kurang efsien (time- spending)

• Tingginya akumulasi laju positif palsu

1) Pinsky PF, et al. Ann Intern Med. 2015;162:485-491. 2) Kim, et al. JAMA.

2018;320(7):706-714. 3) US Food and Drug Administration PMA P130017: FDA summary of safety and effectiveness data. August 11, 2014. Accessed March 21, 2020. 4) Lehman CD, et al. Radiology. 2017;283:49-58.

IMPLEMENTASI SKRINING DENGAN METODE

GUIDELINES

(19)

METODE YANG DIREKOMENDASIKAN GUIDELINES

Stadiu m 3 Stadiu

m 2 Stadiu

m 1 Stadiu

m 0

Kanker telah menyebar ke kelenjar getah

bening dan jaringan terdekat Kanker telah

berkembang dan masuk ke jaringan terdekat Tumor masih

berukuran kecil dan belum

menyebar Sel kanker

ditemukan dalam bentuk paling

awal

Stadiu m 4

Kanker telah menyebar ke organ yang jauh dari lokasi primer

Deteksi kanker dengan pencitraan

(20)

TEKNOLOGI TERKINI DI BIDANG BIOTEKNOLOGI & KESEHATAN

Gao, Qiang et al. The Innovation, Volume 3, Issue 4, 100259

20

Time-gap

(21)

TEKNOLOGI TERKINI DALAM DETEKSI DINI KANKER

Nguyen, V. T. C., Nguyen, T. H., Doan, N. N. T., Pham, T. M. Q., Nguyen, G. T. H., Nguyen, T. D., ... & Tran, L. S. (2023). Multimodal analysis of methylomics and fragmentomics in plasma cell-free DNA for multi-cancer early detection and localization. Elife 2023.

1

Mendeteksi sinyal ctDNA

2

Memprediksi Lokasi Tumor

Jika ctDNA terdeteksi

70%

35%

Simpel

(1X pengambilan

darah)

Nyaman

(skrining berbagai tipe

kanker)

Akurat

(Spesifsitas Tinggi)

Liquid biopsy deteksi circulating tumor DNA (ctDNA) ~ Inovasi Terobosan Multi-Cancer Early Detection (MCED)

(22)

SKRINING DENGAN TUMOR MARKER

CA 72-4 AFP CA 15-3 CYFRA 21-1

CEA CA-125 CA 19-9 Skrining

Kanker Skrining Penyakit Menular

Anti HCV HbsAg

Skrining Wanita

Mammografi / USG Pap Smear

Pemeriksaan Darah Full Blood Count

Pemeriksaan Fisik seluruh tubuh

Pemeriksaan Faeces

Faeces rutin Darah smear

Pemeriksaan Fisik umum

Pemeriksaan RadiologiMRI Otak non-

kontras

CT scan toraks non- kontras

USG abdomen

Paket Skrining Kanker tersedia di salah satu

Rumah Sakit Apakah SENSITIF dan AKURAT dalam deteksi kanker ?

(23)

SPOT-MAS

Tumor marker METODE SKRINING KANKER YANG DIREKOMENDASIKAN OLEH GUIDELINE

Breast Liver Colorectum Lung Stomach

CEA (5) CA19-9 (5) Mammography (6) Ultrasound (7) AFP (8, 9) Colonoscopy (10) Cologuard (10) FIT (10) Low-dose CT (11) Endoscopy (12)

Sensitivitas 72.4% (1) 6.6% 10.8% 87% 24.6% 32-80% Reference 92.3% 73.8% 85% 69%

Spesifisitas 97% (1) 95.5% 94.9% 89% 91.0% 99% Reference 86.6% 94.9% 87% 96%

Positive Predictive

Value (PPV) 60% (2) 4.1% 5.8% 4.4% 17.5% 3.5% Reference 3.7% 8.7% 6.9% 6.2%

Negative Predictive

Value (PPV) 99.9% (2) - - - - - - - - - -

Akurasi dalam

memprediksi Lokasi 80% (2) - - - - - - - - - -

PERFORMA BERBAGAI METODE SKRINING & DETEKSI DINI

(1) Nguyen, et al. "Multimodal analysis of methylomics and fragmentomics in plasma cell-free DNA for multi-cancer early detection and localization." eLife (2023): 2023-04. https://doi.org/10.7554/eLife.89083.1

(2) Nguyen, et al. "Clinical validation of a ctDNA-based assay for multi-cancer detection: An interim report from a Vietnamese Longitudinal Prospective Cohort Study of 2795 participants." Cancer Investigation 41.3 (2023): 232-248. https://doi.org/10.1080/07357907.2023.2173773 (3) Klein, et al. “Clinical validation of a targeted methylation-based multi-cancer early detection test using an independent validation set”. Annals of Oncology (2021), 32(9), 1167-1177.

(4) Schrag D, et al. PATHFINDER: A Prospective Study of a Multi-Cancer Early Detection Blood Test. Presentation at European Society of Medical Oncology (ESMO) Congress September 9-13, 2022; Paris, France.

(5) Sekiguchi, M., & Matsuda, T. (2020). Limited usefulness of serum carcinoembryonic antigen and carbohydrate antigen 19-9 levels for gastrointestinal and whole-body cancer screening.

(6) USPSTF. 2016. Lehman, et al. Radiology

(7) Son, Jung Hee et al. “Validation of US Liver Imaging Reporting and Data System Version 2017 in Patients at High Risk for Hepatocellular Carcinoma.” Radiology vol. 292,2 (2019): 390-397. doi:10.1148/radiol.2019190035 (8) Zhang, Jiaxin et al. “The threshold of alpha-fetoprotein (AFP) for the diagnosis of hepatocellular carcinoma: A systematic review and meta-analysis.” PloS one vol. 15,2 e0228857. 13 Feb. 2020

(9) Chun, Sejong et al. “Evaluation of alpha-fetoprotein as a screening marker for hepatocellular carcinoma in hepatitis prevalent areas.” Annals of hepatology vol. 14,6 (2015): 882-8. doi:10.5604/16652681.1171776 (10) USPSTF. 2017. United States Food and Drug Administration Premarket Approval P130017

(11) Pinsky et al Ann Intern Med. 2015

(12) Choi, Kui Son, et al. "Performance of different gastric cancer screening methods in Korea: a population-based study." PLoS One 7.11 (2012): e50041.

(24)

Referensi

Dokumen terkait

Schroeder et al., dalam studinya menunjukkan bahwa UBC Rapid memiliki sensitivitas dan sensitivitas yang paling rendah untuk mendeteksi kanker buli jika dibandingkan

Sedangkan pasien yang tingkat ekonominya rendah akan beresiko mengalami tingkat kecemasan yang tinggi dikarenakan pengobatan kanker dengan kemoterapi membutuhkan biaya yang