• Tidak ada hasil yang ditemukan

CARA MERAWAT ANAK MENJADI SEHAT DAN PINTER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "CARA MERAWAT ANAK MENJADI SEHAT DAN PINTER"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya buku ini. Buku ini diterbitkan dengan judul Cara Merawat Anak Menjadi Sehat dan Pintar bagi Para Pengasuh dan Baby Sitter.

Diharapkan buku ini dapat membantu para pengasuh dan Baby Sitter selama pendidikan maupun sudah bekerja di suatu keluarga atau lembaga pengasuhan seperti Taman Penitipan Anak. Buku ini dapat juga dipakai sebagai bahan pendidikan kesehatan masyarakat oleh mahasiswa keperawatan. Buku ini merupakan hasil ringkasan dari beberapa buku dan hasil penelitian yang berkaitan dengan bayi dan anak. Disamping itu buku ini mendapat masukan dari berbagai para pengasuh bayi atau baby sitter yang berpengalaman dari berbagai daerah seperti Bali, Surabaya, Malang dan Jakarta. Dalam buku ini dibahas masalah perawatan bayi dan anak meliputi etika baby sitter, pengantar ibu melahirkan, masalah makanan, masalah kesehatan, pijat anak, serta banyak yang lainnya. Dengan materi tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan baby sitter yang mampu bersaing dikancah global.

Buku ini masih jauh dari sempurna, karenanya saran dan perbaikan sangat diharapkan dari pembaca.

Denpasar, Juni 2017 Penulis.

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………

Daftar Isi ……….

i ii

BAB I Sekilas Anak dan Baby Sitter ………..…….. 1

BAB II Profil dan Etika Baby Sitter ……….………. 2

BAB III Pengantar Ibu Melahirkan ………..……….. 10

BAB IV Pengantar Makanan dan Minuman ………….……….. 15

BAB V Air Susu Ibu dan Susu Formla …………..……… 17

BAB VI Makanan Pendamping ASI ………..………. 35

BAB VII Memandikan Bayi dan Anak……… 50

BAB VIII Perawatan Bayi Sehari – hari ………... 62

BAB IX Ilmu Kesehatan dan Perawatan Anak ………….…………. 71

BAB X Pengantar Tumbuh Kembang Anak ………. 86

BAB XI Stimulasi Tumbuh Kembang ……….………... 91

BAB XII Posisi Tidur Bayi ……….. 98

BAB XIII Pijat Bayi ………... 102

BAB XIV Senam Bayi ……… 107

BAB XV Lagu dan Renungan ……….. Daftar Pustaka ………. 112

Riwayat Penulis ……….. 113

(4)

BAB I

SEKILAS ANAK DAN BABY SITTER

Anak yang sehat dan pintar merupakan harapan setiap keluarga saat ini, oleh karena itu dibutuhkan perawatan sejak dini oleh pengasuh yang terampil. Dua tahun kehidupan anak adalah masa keemasan (the golden ages) karena pada usia 0 - 2 tahun perkembangan otak bayi mencapai 80%.

Apabila pada masa ini dilakukan pengasuhan dengan baik dengan cara melatih rasa ingin tahu anak, serta berusaha mengembangkan kecerdasannya, anak akan memiliki kecerdasan yang luar biasa ketika ia dewasa.

Penelitian menyatakan bahwa kesuksesan seorang anak sangat bergantung pada keterlibatan orang tua dan pengasuhnya. Orang tua diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dasar anaknya dengan baik. Tetapi jika orang tua tidak bisa mengasuh, merawat dan menjaga anak sepanjang hari karena bekerja atau alasan lain, maka diperlukan seorang pengasuh yang mampu mengasuh anak sehari - hari selama orang tua bayi tidak ada di rumah yang disebut dengan baby sitter.

Untuk mencetak baby sitter yang kompeten dibutuhkan Pelatihan Baby Sitter sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan bila digunakan melayani masyarakat dunia maka mengacu pada american red for baby sitting training, sehingga mampu menghasilkan baby sitter yang PRIMA yaitu singkatan dari profesional dan kompeten, Ramah dan sayang anak, integritas dan menjunjung tinggi etika serta kode etik, Mandiri dalam bertugas Aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak.

(American Red Cross, 2005)

(5)

BAB II

PROFIL DAN ETIKA BABY SITTER

Seorang Baby sitter harus memiliki profil dan etika dalam melaksanakan tugasnya, hal ini karena berhubungan langsung dengan manusia yang masih memiliki ketergantungan tinggi. Profil adalah pandangan tentang seseorang. Etika yaitu sesuatu tentang apa yang baik dan apa yang buruk (Sugiono, 2008). Pemahaman ini harus dipahami karena manusia yang diasuhnya adalah manusia kecil yang segalanya harus dibantu baik dalam makan, minum dan berpakaian belum bisa dilakukan sendiri. Bila kelompok ini tidak mendapat pengasuhan yang baik maka tumbuh kembang yang diharapkan tidak akan maksimal. Bila hal ini terjadi maka seluruh anggota keluarga tidak akan simpati dengan baby sitternya.

Oleh karena itu hubungan baby sitter dengan keluarga bayi atau anak itu sendiri harus baik sehingga kepercayaan yang diperoleh akan cukup dihargai dengan imbalan gajih atau upah yang memuaskan. Berikut ini akan diuraikan mengenai profil seorang baby sitter dan etika pada keluarga bayi atau anak yang di asuhnya.

Profil dan Pekerjaan Baby Sitter

Profil yang diharapkan dari seorang baby sitter adalah:

1. Memiliki motivasi dan etika kerja yang tinggi.

2. Terampil berkomunikasi dalam berbahasa Indonesia dan bahasa asing sesuai permintaan

3. Menciptakan lingkungan yang aman seperti kamar selalu bersih, ventilasi cukup, lantai tidak licin

(6)

4. Terampil memandikan bayi baru lahir, Batita, dan Balita 5. Terampil merawat tali pusat.

6. Terampil mencuci dan merebus botol

7. Terampil membuat dan memberikan minum susu buatan/ formula/ botol 8. Terampil membuat dan memberikan makan tambahan mulai bubur,

nasi tim saring, nasi tim biasa, nasi lembek plus sayur serta biscuit dan buah.

9. Terampil menidurkan bayi dengan posisi yang benar.

10. Terampil melakukan pijat dan senam bayi

11. Terampil melakukan pengukuran dan membaca hasil panas badan.

12. Terampil membaca kartu tumbuh kembang anak sesuai standar Kesehatan.

13. Terampil melihat tanda - tanda bila bayi akan sakit serta mencegah dan mengatasi paling sederhana.

14. Terampil merangsang perkembangan dengan permainan sesuai tingkat usia

15. Terampil merangsang perkembangan dengan menyanyikan lagu anak - anak.

16. Terampil menstimulasi tumbuh kembang dengan alat permainan edukatif

17. Terampil cara mengajarkan pemberian ASI eksklusif

(7)

Karakter dan Nilai Baby Sitter yang diinginkan oleh majikan 1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya

3. Berperan mewujudkan etika dan kepribadian yang baik sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia

4. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya

5. Menghargai keaneka ragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan original orang lain

6. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas

7. Mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab terhadap pengasuhan, perawatan dan penjagaan bayi yang dilaksanakan sehingga tidak memberikan dampak yang dapat menimbulkan keresahan khalayak, karena bertentangan dengan norma hukum dan norma sosial yang berlaku

8. Mampu memiliki rasa percaya diri dan bisa menyampaikan pendapatnya dengan cara yang santun, serta memiliki sifat kerja telaten, sabar, dan sopan (Kemendikbud, 2014)

(8)

Etika Baby Sitter Dalam Keluarga

1. Tunjukkanlah kemampuan bekerja dan rasa tanggung jawab. Anggota keluarga merasa senang dan puas bila melihat baby sitter tersebut benar - benar mampu bekerja di bidangnya seperti memandikan bayi sehingga bayi bersih, membuat susu sesuai teori yang benar dan tidak asal - asalan. Dengan demikian baby sitter tidak akan diremehkan oleh anggota dalam keluarga. Keluarga merasa tidak khawatair diasuh oleh baby sitternya bila akan meninggalkan anaknya ke kantor bahkan tugas keluar kota. Hal ini tidak menimbulkan kekecewan walaupun harus membayar baby siter dengan mahal.

2. Rawatlah si bayi dan anak dengan perasaan kasih sayang seperti kita merawat keluarga sendiri dengan syarat tidak menyimpang dari dasar ilmu perawatan. Anggota keluarga menginginkan baby sitter itu memiliki naluri/ perasaan yang tinggi terhadap anak yang diasuhnya, seperti: bila bayi menangis baby sitter diharapkan dapat mengerti apa sebabnya bayi menangis. Menangis dapat diartikan takut, sakit dan lapar. Kenapa demikian, hal ini disebabkan karena bayi belum bisa berbicara kalau dia lapar, setelah mengetahui bayi lapar baby sitter tidak akan mencubit, marah dengan kata kasar atau membiarkan bayi menangis terlalu lama. Disisi yang lain baby sitter diharapkan tidak memanjakan seorang bayi terlalu berlebihan seperti selalu menggendong bayi yang diasuhnya yang pada akhirnya menghambat tumbuh kembang anak.

3. Bepikirlah sebelum bekerja, agar apa yang kita kerjakan senantiasa tidak mengalami kesulitan, baik oleh si bayi maupun diri kita sendiri. Bila baby sitter akan memandikan bayi misalnya, pikirkan terlebih dahulu

(9)

perlengkapan lainnya. Hal ini supaya jangan sampai pada saat kita sedang memandikan bayi tetapi sabunnya terlupakan.

4. Jagalah kebersihan. Hampir semua keluarga menginginkan penampilan baby sitter itu bersih seperti : kuku tidak panjang, rambut dan pakaian rapi, badan dan gigi tidak berbau. Oleh karena itu baby sitter harus memiliki sikat gigi, handuk mandi, biasakan mandi pagi, kamar tidur harus rapi. Jika hal ini bisa dilakukan maka bayi yang diasuhnya juga akan bersih, kamar bayi pasti disapu dan dipel tiap hari sehingga tidak ada sedikitpun debu dalam kamar bayi tersebut. Begitu juga kasur usahakan dijemur 3 hari sekali supaya kumannya jadi hilang.

5. Jangan membuat keliru dalam memberikan obat. Bila bayi atau anak sakit ajaklah ke dokter, bidan, perawat, puskesmas atau RS dan bila mendapatkan obat jangan sampai membuat kekeliruan dalam memberikan obatnya. Bila dokter, bidan dan perawat memberikan anjuran pemberian obatnya 3x1 sehari berarti obat itu harus diberikan pada pagi 1 biji, siang hari 1 biji dan sore atau malam 1 biji, bila kita langgar aturan tersebut bisa menyebabkan keracunan. Setiap memberikan obat, harus dibaca dahulu siapa pemilik obat itu, apakah milik anaknya atau ibunya, cara pemberiannya apakah diminum atau dioleskan maka sebelum memberikan obat harus dibaca dahulu.

6. Noda – noda dan kotoran pada alat - alat harus segera dibersihkan, supaya tidak susah menggunakannya. Botol susu harus segera dicuci bila susunya sudah habis. Begitu juga popok harus segera dicuci bila terkena air kencing atau faeces (kotoran manusia). Jika popok ini tidak segera dicuci maka warna popok akan menjadi kuning dan sulit dibersihkan.

(10)

7. Bekerjalah dengan tenang, cepat dan tepat. Tenang berarti bila bayinya menangis baby sitter tidak boleh bingung, cepat artinya tidak boleh terlalu lama misalnya memandikan bayi terlalu lama bisa kedinginan, tepat artinya ukurannya tidak boleh lebih atau kurang sebab kalau buat susu airnya kurang bisa menyebabkan bayi sambelit tapi bila airnya lebih bisa menyebabkan berat badan tidak menjadi naik.

8. Tunjukkan perilaku/sikap yang baik sebagai baby sitter sehingga kesan dalam keluarga menjadi baik. Dalam bekerja tidak boleh sering main ketetangga, tidak boleh ikut campu uusan rumah tangga ditempat bekerja, jangan menjelekkan majikan ditempat bekerja, Keluarga sendiri atau teman atau pacar tidak boleh sering main ketempat bekerja supaya tidak mengganggu konsentrasi atau waktu kerja, Tidak boleh menggunakan telpon rumah majikan untuk kepentingan pribadi kecuali sudah mendapat ijin dari majikan terlebih dahulu. Begitu juga tidak boleh menghidupkan Hand phone selama bekerja artinya suara HP jangan berdering saat bekerja. Hal yang lain bisa membuat kesan yang baik terhadap keluarga adalah membiasakan tersenyum bila berhadapan dengan keluarga bayi, biasakan mengucapkan selamat pagi atau siang dan sore atau malam, mintalah maaf bila bersalah dan selalu mengucapkan terima kasih setelah berhadapan bicara dengan siapapun.

9. Prinsip dalam bekerja adalah

senyum

. Senyum itu singkatan dari Sambut pekerjaan dengan iklas, Empati yaitu rasakan pentingnya bekerjaan, Nalar yaitu menjiwai pekerjaan, Yakinkan bisa bekerja, Upayakan bekerja lebih baik dan mengucapkan terima kasih.

(11)

Syarat menjadi Baby Sitter

1. Sehat jasmani dan rohani. Baby sitter harus sehat dan tidak boleh sakit – sakitan, oleh karena itu baby sitter tidak boleh memiliki riwayat sakit jiwa, buta warna, epilepsy / kejang, dan penyakit menular. Pada prinsipnya semua majikan tidak mau menggunakan baby sitter yang sakit. Oleh karena itu seorang baby sitter harus bisa menjaga kesehatannya sebaik mungkin dengan cara : jangan begadang terlalu malam kalau bukan urusan anak, jangan terlalu sering minum air dingin dan jangan malu makan atau minum bila sudah waktunya.

2. Berbakat dan berminat dalam bidang perawatan. Baby sitter itu harus benar–benar menyenangi bayi atau anak, karena anak itu adalah kelompok orang yang sangat membutuhkan bantuan dengan iklas, janganlah menjadi baby sitter hanya karena gajihnya yang besar.

3. Jujur, sabar, rajin, sopan santun dan dapat dipercaya. Modal utama seorang baby sitter adalah kejujuran, kesabaran, sopan santun sehingga dapat dipercaya. Buktu kepercayaan ini bisa dilihat anak yang diasuh pertumbuhan dan perkembangannya bagus. Anak yang diasuh tidak sakit-sakitan.

4. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Baby sitter harus menyadari bahwa dirinya adalah seorang yang dipercaya oleh keluarga dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu tunjukkan jati dirinya dengan cara sikat gigi sebelum sarapan pagi, cuci tangan setiap sebelum dan sesudah melakukan tindakan, cuci kaki sebelum naik ke tempat tidur, menghindari minum dingin ketika batuk.

(12)

5. Mempunyai pengetahuan yang luas melalui pndidikan 3 bulan.

Pengetauan seorang baby sitter itu sangat penting. Oleh karena itu pendidikan baby sitter itu minimal 3 bulan. Kendatipun sudah selesai mengikuti pendidikan dan sudah bekerja, bila mengalami kesulitan dalam mengasuh anak disarankan baby sitter berkonsultasi kepada yang lebih tahu misal ke dokter atau bisa konsultasi perawatan ke kasih keluarga.

6. Mempunyai panggilan jiwa dan kasih sayang. Bila menyatakan diri sebagai baby sitter dan berbaju putih janganlah marah bila dipanggil zuster oleh siapapun, tetapi sebaliknya harus bangga dengan panggilan tersebut.

7. Bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Baby sitter harus iklas dan rela dalam melaksanakan pengasuhan anak, kendatipun ayah dan ibunya sedang tugas keluar kota baby sitter harus tetap mengasuh dengan penuh tanggung jawab. Hal ini akan dibuktikan dengan anak yang diasuhnya itu sehat ditandai dengan berat badan anak sudah meningkat tiap bulannya, cepat bisa bicara sesuai umur.

(13)

BAB III

PENGANTAR IBU MELAHIRKAN

Seorang baby sitter harus mengenal bagaimana sesungguhnya ibu dalam keadaan hamil dan apa yang perlu dibantu saat ibu sedang hamil dan juga saat sesudah melahirkan. Hal ini penting diketahui karena banyak baby sitter diambil sebelum bayi itu lahir dan bahkan banyak juga saat baby sitter mengasuh anaknya umur 2 tahun ibu bayi dalam keadaan hamil. Oleh karena itu baby sitter harus mengenal tanda atau perubahan yang dialami selama ibu hamil. Perubahan dan tanda ibu hamil adalah :

1. Perutnya membesar selama kurang lebih 9 bulan 10 hari 2. Mentruasi berhenti

3. Buah dada menjadi lembut dan padat 4. Perasaan muda tersinggung

5. Tenaga mudah lelah

6. Rasa mual muntah pagi hari terutama bulan kedua kehamilan.

7. Pada mata kaki terjadi pembengkakan 8. Susah buang air besar

9. Giginya menjadi hitam dan kecil

10. Kadang kehamilan terakhir terjadi kejang pada betis dan paha.

(14)

Pendidikan kesehatan pada ibu hamil adalah :

1. Sarankan supaya selama kehamilan selalu ada pendampingan terlebih saat menjelang akan melahirkan. Pendampingan yang utama adalah suami, bila tidak ada karena tugas maka baby sitter diharapkan dapat mendampinginya dalam pemenuhan kebutuhan.

2. Sarankan istirahat cukup, aktivitas dibatasi dan tidur cukup serta tidak mengangkat benda yang berat. Pada masa kehamilan tua tenaga mudah terasa lelah sehingga ibu hamil perlu istirahat 8 jam setiap malam dan dapat tidur siang secara teratur. Diusahakan pada saat sedang tidur pada tungkai kaki sedikit dinaikkan. Walau demikian ibu hamil perlu juga aktivitas ringan karena akan membantu proses persalinan.

(15)

3. Jagalah kesehatan selama kehamilan. Ibu hamil harus sering periksa ke dokter atau ke bidan atau perawat. Pada umumnya pemeriksaan yang dilakukan adalah penimbangan berat badan yang berfungsi untuk mengetahui apakah terjadi kenaikan yang menunjukkan kesehatan bayi.

Disamping itu sering dilakukan pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui kondisi keadaan pasien. Tekanan darah yang normal adalah 120/80. Kalau lebih atau kurang dari normal biasanya menimbulkan kepala pusing.

4. Disarankan agar ibu hamil menghindari minum obat apapun terutama kehamilan tiga bulan purnama. Disamping itu ibu hamil diharapkan menghindari rokok dan minum alkohol.

5. Peliharalah gigi dengan baik. Ibu hamil sering giginya menjadi kehitaman, hal ini dapat menjadi kerusakan gigi. Proses gigi hitam ini terjadi karena ada kaitannya dengan proses pembentukan tulang pada bayi. Oleh karena iu disarankan ibu hamil untuk sering periksa gigi.

6. Berikan penjelasan perkiraan akan kelahiran bayi. Perkiraan seorang ibu melahirkan dapat dilakukan dengan rumus tanggal ditambah tujuh dan bulan ditambah Sembilan yang dihitung dengan tanggal dan bulan menstruasi terakhir (Riyani Limoa, 2013) . Contoh memperkirakannya sebagai berikut.

(16)

Seorang ibu menstruasi terakhir tanggal 2 – 3 – 2017, setelah itu ibu hamil selanjutnya ditanya kapankah bayi itu akan lahir. Jawabnya adalah tanggal 2 +7 menjadi 9 sedangkan bulan 3+9 menjadi 12. Dengan demikian ibu hamil ini akan melahirkan tanggal 9-12-2017. Cara lain juga bisa dengan rumus HPL = HPHT +7 hari – 3bulan

Contoh : HPHT tanggal 26 November kapankah HPL. Jawab HPL = 26+7 =3 desember, lalu kurang3 bulan =3 september. Cara lain adalah dengan gambar diputar sebagai berikut. Gambar Lingkaran ini bisa diputar. Cara menggunakannya mudah saja. Angka nol sebagai awal permulaan perhitungan digeser sampai pada tanggal HPHT. Kemudian tinggal dilihat saja, pada minggu ke 40 jatuh pada tanggal berapa dan bulan apa. Itulah HPL

7. Berikan penjelasan masalah pentingnya makan selama kehamilan.

Kecerdasan seorang bayi banyak ditentukan dari jumlah konsumsi gizi mulai dari sejak dalam kandungan sampai bayi lahir usia 2 tahun. Oleh karena itu disarankan ibu hamil makan lebih banyak dari biasanya karena disamping untuk ibunya juga untuk gizi bayi dalam

(17)

Makanan yang dianjurkan pada ibu hamil Makanan yang dilarang pada ibu hamil

1. Beri penjelasan sikap yang baik selama kehamilan. Selama kehamilan bayi yang ada dalam kandungan tumbuh dengan memberikan tegangan ekstra pada otot tubuh khusunya bagian belakang, oleh karena itu posis ibu hamil sangat penting saat hamil.

Posisi berdiri Tegakkan kepala dengan dagu ke bawah, telinga sejajar dengan garis tengah bahu.Tegakkan bahu dan dada ke depan,Luruskan lutut, bokong tetap dalam posisi netral, Hindari posisi berdiri yang sama pada jangka waktu yang lama.,Istirahatkan kaki secara bergantian setiap 15 menit Posisi duduk : Duduklah pada bagian punggung dalam keadaan lurus dan bahu ke belakang.

Bokong diusahakan menyentuh sandaran kursi, Berikan bantal kecil pada punggung bagian bawah.Apabila harus duduk lama, usahakan berdiri dan berjalan ringan setiap satu jam untuk relaksasi, Hindari duduk dalam posisi yang lama selama lebih dari 30 menit. Letakkan siku dan lengan pada meja, usahakan bahu selalu dalam keadaan rilex

(18)

BAB IV

PENGANTAR MAKANAN DAN MINUMAN

Makanan dan minuman merupakan salah satu factor paling penting untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan. Makanan dan minuman untuk anak itu bermacam-macam dimulai dari: Asi, Susu Formula, bubur, Nasi Tim saring, Nasi Tim tidak disaring, Nasi Lembek dan Nasi biasa. Baby Sitter harus mampu mulai dari memberi informasi/

nasehat, memilihkan, mengolah atau membuat dan memberikan makanan.

Tahapan pemberian makanan sesuai umur:

1. Usia 0- 6 bulan. Beri ASI saja sampai bayi umur 6 bulan. Dimulai segera setelah lahir, paling sedikit 8 kali sehari, pagi, siang dan malam 2. Umur 6 bulan mulai diperkenalkan makanan pendamping ASI. ASI

diteruskan paling tidak sampai bayi berumur 1,5 – 2 tahun. Pada umur 4 – 6 bulan diperhatikan isyarat bayi yang memperlihatkan pemberian ASI saja kurang baginya, seperti lebih sering menangis diantara waktu menysui. Pada saat itu mulailah memperkenalkan makanan pendamping ASI. Makanan pertama yang dianjurkan pertama adalah bubur tepung beras ( tepung beras, gula,susu ). Ada 2 pilihan ibu membuat sendiri atau pabrik.

3. Umur 6 – 12 bulan. Mulai diberi makan 3 kali sehari dan makanan selingan 2 kali sehari, makanan berupa bubur nasi dan pada umur 9 bulan menjadi lebih padat, yaitu nasi tim disertai hati ayam, ikan, tahu, tempe, bayam, telur dan lain – lain. Jumlah secara bertahap semakin bertambah, Umur 6 bulan adalah 6 sendok makan, 7 bulan adalah 7 sendok makan, 8 bulan adalah 8 sendok makan, 9 bulan adalah 9 sendok makan, 10 bulan adalah 10 sendok makan, 11 bulan adalah 11 sendok

(19)

kacang hijau dan lainnya.. Perhatian tertuju pada bayi sambil diajak berbicara, tidak sambil melakukan pekerjaan lain atau berbicara dengan orang lain.

4. Umur sekitar 1 tahun, biarkan anak mencoba makan sendiri agar dapat mengembangkan kepandaiannya. Beri makanan keluarga mulai dengan jumlah sedikit dan potongan kecil-kecil.

5. Umur 2 tahun atau lebih, berikan makanan keluarga tiga kali sehari dan makanan selingan dua kali sehari.

6. Jadwal makan / minum bayi sehat

No. Umur Jenis dan Frekwensi makanan

1. 1,2,3,4,5,6,7 hari Asi / Formula 6x10cc, 20cc,30cc,40cc,50cc,60cc 2. 8,9,10 hari Asi/ Formula 6 x 70cc

3. 11,12,13,14 hari Asi/ Forula 6 x 90 cc

4. 1,2,3,4,5,6 bulan Asi / Formula 6 x 100, 120,140,160,180,200 cc 5. 7 bulan Asi/ Formula 4 x 200cc, bubur 1x, nasi tim saring

2 x, buah 1x

6. 8 bulan Asi/ Formula 4 x 200cc, nasi tim biasa 2 x, buah 1x

7. 9, 10 ,11 bulan Asi/ Formula 4 x 200cc, nasi tim biasa 2 x, buah 1 x, kuning telor 1x , biscuit 1x

8. 12 bulan atau 1 tahun

Asi/ Formula 4 x 200cc, nasi lembek 2 x, buah 1 x, kuning telor 1x , biscuit 1x, sayur, daging

9. 2 tahun Nasi biasa dan seperti dewasa yang penting tidak pedas.

(20)

BAB V

AIR SUSU IBU & SUSU FORMULA

Usia bayi 0 Sampai 6 bulan.

ASI adalah makanan pertama, utama dan terbaik bagi bayi yang bersifat alamiah, da paling sesuai untuk bayi usia 0 sampai 6 bulan, dimulai segera setelah lahir, paling sedikit 8 kali sehari pagi, siang dan malam. ASI ini diberikan secara terus menerus tanpa tambahan apapun sehingga disebut dengan ASI eksklusif. Keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi atau susu buatan lainnya adalah sebagai berikut::

1. ASI mengandung hampir semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi dengan konsentrasi yang sesuai dengan kebutuhan bayi.

2. ASI mengandung kadar laktosa yang lebih tinggi, dimana laktosa ini dalam usus akan mengalami peragian hingga membentuk asam laktat yang bermanfaat dalam usus bayi

3. ASI mengandung berbagai zat penolak yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi

4. Asi lebih aman dari kontaminasi, karena diberikan langsung maka kemungkinan tercemar zat berbahaya lebih kecil

5. Resiko alergi pada bayi kecil sekali karena tidak mengandung beta laktoglobulin

6. ASI dapat sebagai perantara untuk menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi

7. Temperatur ASI sesuai dengan temperatur tubuh bayi 8. ASI membantu pertumbuhan gigi lebih baik

(21)

9. Kemungkinan bayi tersedak ASI lebih kecil sekali karena payudara ibu telah diciptakan sedemikian rupa

10. ASI mengandung laktoferin untuk mengikat zat besi

11. ASI ekonomis, praktis tersedia setiap waktu dapa suhu yang ideal dan dalam keadan segar

12. Dengan memberikan ASI kepada bayi berfungsi menjarangkan kelahiran

Cara mengetahui apabila bayi telah kenyang dan cukup mendapat air susu ibu adalah dengan menimbang pertambahan berat badan bayi setiap bulannya. Disamping itu juga bisa dengan cara menimbang bayi sebelum dan sesudah menyusui, dimana kenaikan 1 gram BB = 1 ml ASI

Kenaikan berat bayi setiap bulan

Usia Bayi Kenaikan BB rata-rata tiap bulan.

1 – 3 bulan 4 – 6 bulan 7 – 9 bulan 10 – 12 bulan

700 gr 600 gr 400 gr 300 gr

CARA MEMBERIKANN ASI

1. Ketika ibunya datang dari kerja, janganlah baby sitter cepat-cepat mendekatkan diri kepada ibunya, walaupun bayinya menangis ketika melihat ibunya.

(22)

2. Berikan kesempatan kepada ibunya untuk istirahat kemudian mencuci tangan lalu membersihkan payudaranya.

3. Berikan posisi yang menyenangkan bagi bayi. Bila dimulai menyusui dengan payudara kiri, letakkan kepala bayi pada siku bagian dalam lengan kiri anda, sementara badannya menghadap badan anda.

Letakkan lengan kanan bayi diseputar pinggang anda, sementara tangan kiri anda memegang pantat atau paha kiri bayi. Sanggalah payudara kiri anda dengan keempat jari tangan kanan di bawahnya dan ibu jari diatasnya, tetapi tidak di atas bagian yang gelap (areola). Bantulah bayi menemukan puting susu tersebut. Bila bayi menemukan puting perhatikan agar hampir seluruh areola dikulumnya.

4. Bila bayi mengulum puting, lepaskan sebentar dan mulailah lagi.

5. Susukanlah bayi pada satu payudara dulu, biasanya dimulai dari kiri kemudian di pindah kesebelah kanan.

6. Untuk menghentikan pengisapan bayi, sisipkan ujung jari telunjuk anda kesudut mulut.

7. Dalam menyusui harus bersikap rilex, gembira dan tidak sikap tegang atau cemas sehingga pengeluaran air susu akan banyak.

(23)

MENYIMPAN ASI PERAH (ASI-P )

ASI pada dasarnya dapat disimpan, terutama bagi para ibu pekerja yang tidak memiliki waktu leluasa untuk menyusui bayinya. Berikut ini adalah cara menyimpan ASI perah.

1. Alat dan Bahan

a. Lemari pendingin,

b. asi perah dalam plastik dan botol, c. penghangat botol, cooler bag,

d. kemasan/ wadah asi perah plastik dan botol, e. label kertas,

f. bolpoin.

2. Cara Menyimpan ASI Perah

a. Siapkan wadah ASI yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi sekali minum, misalnya 125 ml.

b. Pastikan alat menyimpan dan tempat menyimpan ASI aman dan tidak terkontaminasi bakteri.

c. Apabila ASI akan diberikan kurang dari 4 jam, ASI tidak perlu disimpan di lemari es.

d. Apabila ASI dimasukkan dalam termos es (cooler bag) dapat bertahan 24 jam.

e. Apabila disimpan dalam lemari pendingin di tempat buah (chiller) dapat bertahan selama dua hari

f. Apabila disimpan di dalam freezer pada lemari es satu pintu dapat bertahan selama dua minggu dan freezer pada lemari es dua pintu dapat bertahan tiga bulan.

(24)

3. Daya Simpan ASI Perah

Daya simpan ASI perah dapat digambarkan sebagai berikut:

ASI Suhu

Ruangan

Lemari Es/

Kulkas

Freezer

ASI yang baru saja diperah (ASI segar)

Kolostrum – hari ke-5

(12-24 jam dalam suhu

<25ºC)

ASI matang : 24 jam dalam suhu 15ºC 10 jam dalam suhu 19-22ºC 4-6 jam dalam suhu 25ºC

3–8 hari dengan suhu 0-4ºC.

Jangan simpan di bagian pintu, tetapi simpan di bagian paling belakang lemari es/kulkas – paling dingin dan tidak terlalu terpengaruh perubahan suhu

2 minggu dalam freezer yang terdapat di dalam lemari es/kulkas (1 pintu).

3-4 bulan dalam freezer yang terpisah dari lemari es/kulkas (2 pintu).

6–12 bulan dalam freezer khusus yang sangat

dingin(<18ºC) ASIP beku-

dicairkan

dalam lemari es/kulkas tapi belum

dihangatkan

Tidak lebih dari 4 jam (yaitu jadwal minum ASIP berikutnya)

Simpan di dalam lemari es/kulkas sampai dengan 24 jam

JANGAN masukkan kembali dalam freezer

ASIP yang sudah dicairkan dengan air hangat

Untuk diminum sekaligus

Dapat disimpan selama 4 jam atau sampai jadwal minum

JANGAN masukkan kembali dalam freezer

(25)

ASIP yang sudah mulai diminum oleh bayi dari botol yang sama

Sisa yang tidak dihabiskan harus dibuang

Dibuang Dibuang

D. MENYIAPKAN ASI PERAH 1. Peralatan dan Bahan

a. ASI dalam wadah plastik dan dalam botol b. Cangkir kecil tempat susu

c. Sendok kecil

d. Alat penghangat botol

e. Kom/ wadah berisi air hangat 2. Tata Cara Menyiapkan ASI Perah

Sebelum diberikan pada bayi, seorang pengasuh bayi (baby sitter) harus mempersiapkan ASI perah terlebih dahulu. Cara menyiapkan adalah sebagai berikut:

a. Ambil ASI berdasarkan waktu pemerahan (yang pertama diperah diberikan lebih dahulu

Cara Melakukan Gambarnya

1. Ambil ASI berdasarkan waktu pemerahan (yang pertama diperah diberikan lebih dahulu)

(26)

2. Jika ASI beku (berada dalam freezer) cairkan dengan

memasukkan kedalam

refrigerator sehari sebelumnya

3. ASI beku dapat juga dicairkan di bawah air hangat yang mengalir

4. Setelah mencair rendam dalam baskom berisi air hangat atau dihangatkan dengan milk warmer sampai pada suhu ASI yang diinginkan (hangat)

5. Kocok terlebih dahulu agar susu larut dan teteskan ASI di punggung tangan untuk memeriksa kehangatannya

(27)

b. Cara Memberikan ASI Perah

Memberikan ASI perah dianjurkan tidak menggunakan botol karena dikhawatirkan bayi akan mengalami bingung puting.

Sebaiknya diberikan dengan menggunakan sendok kecil yang ujungnya tidak tajam

Adapun cara memberikan ASI yang tepat adalah :

Cara melakukan Gambar

1. Isi cangkir dengan ASI perah sampai setengah penuh

2. Gendong bayi dan dekap dalam posisi setengah tegak agar tidak tersedak.

3. Dekatkan sendok ke mulut bayi, tempelkan tepi sendok ke bibir atas bayi. Perlahan- lahan sandarkan tepi sendok ke bibir bawah bayi.

4. Dorong sendok sampai susu tepat menyentuh bibir bayi.

Tunggu sampai bayi menelan, kemudian berikan lagi.

(28)

SUSU BOTOL/ FORMULA

Susu botol itu diberikan kepada bayi apabila air susu ibu tidak mencukupi, ibu menderita sakit, ibunya bekerja dan atas indikasi lainnya.

Macam-macam susu formula itu diantaranya: Lactogen, Promil, Frisian Flag, SGM, S26, Dancow dll. Disamping macam-macam nama susu itu yang lebih penting diperhatikan di dalam memilih susu adalah harga susu itu disesuaikan dengan kemampuan keluarga dan membaca instruksi didalam kaleng seperti : masa berlakunya susu, susu tersebut digunakan untuk umur berapa, dan berapa CC campuran yang cocok antara susu dengan air. Untuk lebih memahami bagaimana tentang susu formula tersebut, akan dibahas tentang bagaimana cara mencampur susu botol itu dan bagaimana cara memberikan botol susu itu.

Cara mencampur susu botol.

Ada dua cara membuat atau mencampur susu botol yaitu teori pertama mencampur susu didalam gelas dahulu baru dimasukkan dalam botol. Teori kedua adalah mencampur susu langsung dimasukkan didalam botol. Pada umumnya masyarakat lebih suka membuat susu dengan cara kedua yaitu langsung dibuat dalam botol susu, adapun caranya sebagai berikut.

a. Peralatan yang disiapkan .

Dalam mencampur susu botol maka peralatan yang disiapkan adalah :

 Botol susu

 Gelas

 Spin dot

 Sendok

 Corong

 Sikat botol

 Termos air panas

 susu formula sesuai umurnya

(29)

b. Cara mencampur susu

Cara melakukan Gambar

1. Bersihkan meja untuk mempersiapkan susu formula.

2. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

3. Keringkan dengan lap bersih.

4. Siapkan air panas yang sudah dididihkan.

5. Diamkan selama 10-15 menit agar suhunya turun menjadi ± 70°

derajat celcius.

6. Pastikan susu yang digunakan tidak kedaluarsa (dicek masa berlaku susu) dan masih dalam keadaan baik untuk dikonsumsi (misal: tidak menggumpal, tidak ada kotoran).

7. Gunakan sendok takar yang disediakan dalam kemasan susu.

8. Tambahkan bubuk susu sesuai dengan takaran (biasanya Satu sendok kecil peres = 30 cc dan satu sendok besar peres = 60 cc)

(30)

9. Pastikan sendok dalam keadaan bersih dan kering. Setelah digunakan, kembalikan ke dalam kemasan dalam kondisi bersih dan kering.

10. Tutup botol, kemudian kocok pelan dengan memutar sampai semua larut dengan baik.

11. Dinginkan dengan merendam botol susu di air bersih dingin atau di air yang mengalir.

12. Cek suhu susu dengan meneteskan susu ke punggung tangan, dan jika susu sudah tidak panas maka susu siap diminun

Memberikan Susu Formula Melalui Botol A. Peralatan dan bahan

1. Botol yang sudah berisi susu 2. Tuala/bip

3. Tisu basah/ tisu kering/ sapu tangan

(31)

B. Cara memberikan susu formula

Cara melakukan Gambar

1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

2. Duduklah dengan nyaman saat memberikan susu pada bayi.

3. Pastikan bahwa bayi dalam posisi sedikit tegak dan Anda selalu menahan botol agar tidak ada gelembung udara pada botol bayinya yang akan membuat bayi tersedak.

4. Jika bayi mulai m e m p e r l a m b a t minumnya, tandanya bayi sudah kenyang dan pengasuh bayi (baby sitter) bisa membantu bayi untuk bersendawa.

Bantu melakukan sendawa.

Sendawa adalah suatu cara untuk mengeluarkan udara yang ada dalam lambung, dan biasanya dilakukan setelah bayi minum serta akan

(32)

menidurkan bayi. Tujuannya supaya susu yang diminum tidak terjadi muntah, tidak terjadi kolik, atau ASI masuk paru-paru.

Cara melakukan sendawa adalah sebagai berikut :

Cara melakukan Gambar

1. Posisikan tubuh bayi secara vertikal, dengan dagu menyandar ke bahu pengasuh bayi Wajah bayi menghadap ke belakang pengasuh bayi (baby sitter)

2. Sangga leher dan punggung bayi dengan tangan yang satunya sambil ditepuk-tepuk lembut pada bagian tengah puggung bayi

3. Bila anda menyusui bayi dengan susu botol, tangan yang satu memegang tubuh bayi dengan kepala sedikit ditinggikan dan tangan yang lain memegang botol.

(33)

4. Setelah bayi disusui dengan botol atau asi, angkatlah ia setinggi mata anda dan ulangi cara ini beberapa kali. Cara ini memang melelahkan otot lengan anda, tapi bayi dengan mudah dapat bersendawa.

5. Umumnya bayi senang bila dipangku dengan cara seperti ini.

Dapat melihat kekiri dan kekanan sambil perutnya dielus perlahan- lahan oleh ibunya. Cara ini juga memudahkan bayi bersendawa.

Perhatian 1.

1. Tanda-tanda susu bubuk yang sudah tidak baik adalah baunya berubah menjadi tengik, warnanya berubah, atau tampak lembap dan bergumpal- gumpal.

2. Baca aturan takar pada yang ada pada kemasan susu. Takaran yang tidak sesuai dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada bayi

3. Susu yang sudah dilarutkan sebaiknya diminum dalam waktu 2 jam. Bila dalam waktu 2 jam susu tidak habis, buanglah susu tersebut dan bila masih diperlukan buat yang baru.

(34)

4. Simpan kaleng susu di tempat yang sejuk, dalam suhu ruangan yang kering. Jangan letakan susu di tempat panas, terpapar matahari, ataupun di dalam lemari pendingin.

5. Untuk mengetahui hangatnya air susu dengan cara diteteskan kepunggung tangan, kalau terlalu panas rendam botol susu dalam kom berisi air dingin, jika kurang hangat botol susu direndam dalam kom berisi air hangat

6. Setelah digunakan, kaleng susu harus ditutup kembali rapat-rapat dan disimpan yang baik

Perhatian 2

1. Pemberian minum harus dilakukan dengan sabar, tenang, dan berhati- hati

2. Jika tersedak, segera tegakkan bayi dan tepuk-tepuk punggungnya perlahan-lahan, setelah bayi tenang baru diberi minum lagi

3. Jika tiba-tiba bayi muntah, segera kepala bayi dimiringkan supaya muntah tidak masuk ke jalan nafas

4. Pemberian minum harus dilakukan dengan sabar, tenang, dan berhati- hati

5. Jika tersedak, segera tegakkan bayi dan tepuk-tepuk punggungnya perlahan-lahan, setelah bayi tenang baru diberi minum lagi

6. Jika tiba-tiba bayi muntah, segera kepala bayi dimiringkan supaya muntah tidak masuk ke jalan nafas

(35)

Perhatian 3.

1. Jangan meletakkan ASI perah di bagian pintu kulkas karena sering dibuka dan mudah terpapar udara luar. Sebaiknya ASI disimpan pada bagian kulkas paling belakang yang terlindung.

2. Jangan meninggalkan bayi minum sendiri dengan memberi susu botol dan menopang botol tersebut dengan bantal

3. Selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa susu untuk menghindari susu berbau tenggik atau menggumpal.

4. Jangan menggunakan microwave untuk menghangatkan dan mensterilkan botol susu karena akan menciptakan titik titik panas pada botol plastik.

5. Apabila akan bepergian, siapkan termos berisi air panas dan air mineral.

Masukkan susu dalam wadah khusus (powder milk container). Letakkan dalam tas khusus.

MENSTERILIKAN PERALATAN MINUM BAYI

Mensterilkan botol dapat menggunakan alat sterilisator botol atau dengan merebus botol dan bagian-bagiannya. Botol dan spin sebaiknya tersedia sebanyak yang dibutuhkan, misalnya kalau dalam sehari 6 kali minum susu ditambah extra 1 kali di tengah malam maka harus disediakan botol dan spin sebanyak 7 buah. Tiap kali sesudah dipakai peralatan minum harus dicuci bersih. Agar terhindar dari bakteri maka peralatan disterilkan sebelum dipergunakan.

(36)

1. Prosedur Mensterilkan Peralatan Minum Bayi

a. Mensterilkan botol dilakukan pada semua bagiannya termasuk tutup dot

b. Botol harus di cuci bersih dengan semua bagiannya.

c. Karet dot terlebih dahulu dilepaskan dari penyangganya sebelum dicuci

d. Setelah botol selesai disterilkan harus diletakkan dalam posisi terbalik dan dibiarkan mengering secara alami

e. Botol tidak boleh dikeringkan dengan kain lap

2. Alat Dan Bahan Mensterilkan Alat Minum a. Kran Air

b. Busa

c. Sikat Botol d. Sikat Spin, e. Kompor f. Panci g. Botol Susu h. Alat Steril Botol i. Training Cup j. Cangkir Susu k. Sendok Bayi

l. Sabun Cair Khusus Peralatan Bayi (Liquid Cleanser) m. Tempat Menyimpan Botol

3. Cara Mensterilkan Alat Minum Susu Bayi

a. Botol dibilas dengan air mengalir, botol dilepas dari ring dan spin/niple

(37)

b. Kemudian dicuci dengan disikat menggunakan larutan sabun hangat, botol disikat menggunakan sikat botol sampai bersih

c. Sikat botol dan spin dibilas dengan air mengalir sampai bersih

d. Rebus dalam panci steril sampai mendidih 10 menit botol dan 3 menit spin.

e. Angkat dengan penjepit dan simpan dalam wadah khusus yang tertutup agar terhindar dari debu dan steril.

f.

(38)

BAB VI

MAKANAN PENDAMPING ASI (MP – ASI)

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan terbaik untuk mendampingi pemberian ASI setelah bayi berusia 6 bulan. Persyaratan MP- ASI adalah mudah dicerna dan bergizi tinggi. Adapun fungsi MP ASI adalah melatih atau membiasakan bayi supaya bisa dengan makanan selanjutnya sesuai usia, supaya biasa dengan makanan berserat untuk mencegah sambelit, memperkenalkan berbagai macam makanan sejak kecil.

Berikut beberapa jenis MP-ASI diantaranya : 1. Sayuran

Sayuran merupakan makanan bergizi yang memiliki risiko kecil penyebab alergi pada bayi. Mulailah memberikan makanan pendamping ASI kepada bayi dengan sayuran berwarna kuning hingga jingga yang bertekstur lebih lembut dan manis sebelum memberikan sayuran hijau Contohnya;

Wortel kaya akan vitamin A dan beta-karoten. Wortel merupakan pilihan tepat sebagai makanan pertama bayi.

Labu parang sumber kalium, vitamin C, serat, dan beta-kroten yang baik. Brokoli kaya vitamin C, beta-karoten, asam folat, zat besi, dan kalium. Kukus brokoli, jangan merebusnya sebab perebusan akan mengurangi kandungan vitamin C

Karena rasanya agak pahit, campurlah dengan sayuran yang manis, seperti labu parang atau wortel.

(39)

2. Buah

Buah-buahan berikut kaya akan vitamin dan bercita rasa manis sehingga cocok bagi bayi antara lain;

1) Pepaya sangat mudah dicerna dan kaya akan vitamin C serta beta- karoten.

2) Pisang mengandung gula yang mudah dicerna dengan lambat sehingga memberikan energi dalam rentang waktu yang cukup lama. Pisang juga baik untuk mengatasi masalah diare dan sembelit.

3) Buah biru mengandung kadar antioksidan paling tinggi dibandingkan dengan buah- buahan lain, serta mengandung vitamin C dan beta-karoten.

4) Apel sangat mudah dicerna dan mengandung pectin yang

membantu mencegah

sembelit. Pemberian apel tidak disarankan hingga bayi berusia 8 bulan karena mengandung sorbitol yang cukup tinggi. Jika apel dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan perut kembung bahkan diare

TANDA TANDA BAYI SIAP MENERIMA MAKANAN PENDAMPINGAN ASI (MP-ASI)

Perlu ditekankan bahwa sangat tidak disarankan untuk memberikan MP- ASI sebelum bayi berusia 6 bulan karena pencernaan bayi belum siap.

(40)

Sedangkan beberapa tanda bayi sudah dapat menerima makanan pendamping ASI adalah sebagaimana berikut:

1. Bayi sudah dapat menegakkan kepala.

2. Bayi sering memasukkan jari ke dalam mulut dan sudah dapat mengunyah makanan.

3. Bayi sudah dapat duduk sambil di sangga.

4. Bayi sudah mulai tertarik dengan makanan dibandingkan saat di beri botol atau puting susu

5. Bayi mulai tertarik dengan makanan orang dewasa

6. Bayi merespons dengan membuka mulut saat disuapin makanan. Bayi tetap rewel meskipun sudah diberi ASI sebanyak 4-5 kali sehari.

D. BAHAN MAKANAN YANG DIHINDARI DALAM MP-ASI Ada beberapa bahan makanan yang sebaiknya dihindari dan tidak diberikan kepada bayi antara lain:

1. Gluten (protein yang terkandung didalam tepung terigu, dan oat/

havermut).

2. Garam (dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal).

3. Telur setengah matang karena mengandung bakteri salmonella.

4. Gula murni dapat menyebabkan obesitas dan kerusakan gigi.

5. Ikan berduri banyak.

(41)

7. Cumi, udang dan kerang.

8. Makanan kaleng.

9. Makanan yang di asap 10.Bumbu tajam

11.Daging berlemak

12.Makanan yang mengandung gas dan MSG 13.Sayuran liat seperti kangkung, kacang panjang 14.Susu segar

15.Makanan olahan seperti sosis, bakso, dan daging asap

USIA BAYI TAHAPAN MENU MAKANAN

6-7 bulan Tekstur makanan lunak dan cair, sepeti bubur susu, bubur beras, sari buah, atau pure sayuran. Berikanlah satu atau dua bahan makanan terlebih dahulu untuk melatih pencernaanya.

6-7 bulan Pada bayi berusia di atas 6 bulan, jenis makanan baru harus diberikan satu per satu, menunggu jeda 7 hari sebelum mengenalkan makanan baru lain, sambil mengamati kemungkinan reaksi alergi bayi terhadap makanan.

8-10 bulan Bayi mulai menyukai beragam pilihan makanan, baik bahan maupun porsinya. Jenis bahan karbohidrat kompleks dan yang mengandung protein sudah dapat diberikan, seperti olahan berbahan ikan, bubur lunak dan finger foods juga dapat diberikan untuk melatih refleks menggengam.

11-12 bulan 1. Beragam jenis makanan baru, seperti telur, makaroni dan mi sudah dapat diberikan. Hal ini

(42)

disebabkan gigi bayi sudah mulai tumbuh dan sistem pencernaannya semakin sempurna.

2. Tekstur makanan sudah meningkat menjadi makanan lunak, seperti nasi tim. finger snack bagus diberikan untuk melatih daya genggam, mengunyah, serta kemampuan menggigit bayi.

3. Pada tahap ini diperlukan perhatian khusus dari pengasuh bayi (baby sitter), bayi harus ditemani dan dijaga saat makan agar tidak tersedak atau makanannya tumpah

MEMBUAT MP-ASI BAYI USIA 6 – 12 BULAN

MEMBUAT KALDU Alat yang Digunakan a. Panci

b. Kompor c. Sendok sayur

d. Mangkok sayur kecil e. Pisau

Bahan yang Digunankan a. 1 liter air

b. ½ kg potongan daging dan tulang tanpa lemak

c. 50 gr wortel, potong-potong d. 50 gr daun bawang, potong-

potong

Cara Membuat Kaldu

a. Masukkan semua bahan kedalam panci.

b. Rebuslah daging atau tulang dengan air dingin dan tidak matang.

c. Masak dengan api kecil. Jangan

(43)

e. 40 gr potongan bawang bombay f. 20 gr potongan batang seledri,

cuci bersih

sering diaduk supaya air rebusan tidak keruh.

MEMBUAT JUS BUAH Jus Alpukat

1. Bahan

a. 175 gr daging alpukat yang matang

b. 50 gr sirsak (cari yang manis) c. 1 sdm susu bubuk bayi

d. 75 ml air matang 2. Cara Membuat

Campur semua bahan, blender sehingga lembut dan sajikan segera.

Jus Pisang 1. Bahan

a. 1 pisang ambon atau pisang kepok yg masak

b. 1 buah peach

c. 200 ml susu bayi formula/ ASI Perah

2. Cara membuat

Semua bahan diblender sampai halus, tuang ke mangkuk / gelas dan siap untuk dihidangkan

(44)

Jus Apel Jeruk 1. Bahan

a. 100 gram daging apel, buang kulit dan bijinya

b. 50 gram air jeruk baby /pontianak / mandarin

2. Cara membuat : Blender daging apel halus, lalu angkat.

Tambahkan air jeruk manis, aduk merata.

MEMBUAT BUBUR BAYI Peralatan Yang Dibutuhkan 1. Panci sedang

2. Panci kecil

3. Panci kukus kecil 4. Kompor

5. Steam Sterilizer 6. Penjepit/ Korentang 7. Peralatan makan bayi 8. Pisau

9. Mangkok sedang 10.Mangkok kecil

11.Sendok besar dan kecil 12.Sendok sayur

13.Penyaring kawat 14.Blender

(45)

MEMBUAT BUBUR BERAS MERAH 1. Bahan

a. 100 gram beras merah, rendam, tiriskan, haluskan, dan diayak b. 600 kaldu ayam

c. 5 sdm susu formula 1

d. 100 gram pepaya matang dan haluskan e. 5 sdm air jeruk manis

2. Cara Membuat

a. Campur tepung beras merah dengan kaldu ayam, aduk rata. Jerang di atas api sambil diaduk hingga matang. Angkat.

b. Tambahkan susu formula 1, aduk rata. Tambahkan pepaya dan air jeruk manis, aduk rata.

c. Tuang ke dalam mangkuk bayi, siap untuk disajikan.

MEMBUAT BUBUR BERAS MERAH 1. Bahan

a. 100 gram beras merah, rendam, tiriskan, haluskan, dan ayak b. 600 kaldu ayam

c. 5 sdm susu formula 1

d. 100 gram pepaya matang, haluskan e. 5 sdm air jeruk manis

2. Cara Membuat :

a. Campur tepung beras merah dengan kaldu ayam, aduk rata. Jerang diatas api sambil diaduk hingga matang. Angkat.

b. Tambahkan susu formula 1, aduk rata. Tambahkan pepaya dan air jeruk manis, aduk rata.

c. Tuang ke dalam mangkuk bayi, siap untuk disajikan.

(46)

MEMBUAT TIM SARING WORTEL TEMPE Bahan:

a. 100 gr ( 1/2 ) gelas beras merah, cuci bersih, rendam 15 menit, tiriskan b. 750 ml ( 3 gelas) air

c. 1 sdm daging giling beku, parut kasar

d. 20 gr(1 buah sepanjang telunjuk) wortel, kupas, rebus/kukus, potong kecil-kecil

e. 35 gr (4 potong dadu) tempe,kukus, potong kecil-kecil

Cara Membuatnya:

a. Campur beras dengan air dan daging, masukkan dalam kuali keramik Slow Cooker dengan temperature high

b. Setelah mendidih, turunkan temperature ke low, masukkan wortel dan tempe, masak sambil sesekali diaduk hingga mendidih kembali

c. Masak lebih kurang 2 jam atau sampai menjadi bubur lembut (dapat menggunakan slow cooker untuk memasak lebih cepat)

d. Tuang dalam mangkuk, tekan-tekan dengan sendok atau saring dengan menggunakan saringan kawat.

e. Sajikan hangat

Sumber-Sumber Zat Gizi dan Kegunaannya

Ada lima kebutuhan gizi bayi yang harus dipenuhi agar tumbuh kembang bayi optimal yang dapat memenuhi kebutuhan dasar gizi bayi sebagaimana tergambar berikut

KEBUTUHAN GIZI

KEGUNAAN SUMBER

Karbohidrat Bahan baku utama beras, beras merah, tepung

(47)

dibutuhkan untuk menunjang aktivitas bayi.

macaroni, pasta, kentang, havermut.

Protein Bahan utama

pembentukan berbagai struktur organ, terutama otot, terma- suk sel-sel saraf otak

susu dan hasil olahannya (keju, krim dan yoghur), daging (ternak, unggas, dan ikan), telur, tahu, tempe dan kacang-kacangan (kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang merah)

Lemak Bahan sumber energi, dan dibutuhkan oleh beberapa jenis zat gizi, misalnya vitamin A, agar dapat diserap oleh tubuh

minyak sayur (terutama minyak jagung, minyak wijen, dan minyak bunga matahari), santan, mentega atau margarin

Vitamin dan mineral

Memperlancar

berbagai proses metabolisme di dalam tubuh, termasuk proses penghantaran perintah di antara sel- sel sara

bayam daun kangkung, brokoli, labu kuning, buncis muda, jagung, jamur merang, kacang kapri, wortel, pisang, jeruk, tomat, papaya, semangka, alpukat, melon, pir, dan apel

Air Memuaskan rasa haus

bayi dan membantu melancarkan kerja pencernaan bayi

ASI/PASI, air putih matang, sari buah segar dan makanan berkuah

(48)

Kebutuhan Asupan Gizi pada Bayi Sehat

Bahan makanan yang diperbolehkan untuk bayi usia 6-12 bulan tergambar pada tabel berikut:

USIA BAYI 6--7 BULAN

KARBOHIDRAT Tepung maizena, tepung beras merah, dan tepung beras putih

PROTEIN ASI, susu formula lanjutan sesuai usia

SAYURAN Labu kuning, bit, bayam, wortel, tomat, brokoli, labu kuning, dan kacang polong

BUAH Alpukat, melon, pisang, jeruk bayi, papaya, mangga, angur manis, dan jambu biji manis

USIA BAYI 7-9 BULAN

KARBOHIDRAT Beras merah, beras putih, kentang, tepung hungkwe, dan jagung manis, kentang (sebaiknya diberikan dalam bentuk lumat)

PROTEIN Protein hewani: daging sapi tanpa lemak, daging ayam tanpa kulit, hati ayam, ikan (gurame, lele, salmon, kakap, gindara, dan tenggiri), ASI-P, susu formula lanjutan sesuai usia

Protein nabati: tahu putih, tempe, kedelai, kacang merah, kacang hijau, dan kacang polong (sebaiknya diberikna dalam bentuk lumat)

SAYURAN Brokoli, bayam, wortel, dan labu kuning

BUAH-BUAHAN Pisang, melon, pepaya, alpukat, jeruk bayi, apel manis, pir, mangga, anggur manis, dan jambu biji

(49)

USIA BAYI 9-12 BULAN

KARBOHIDRAT Beras merah, beras putih, kentang, jagung, makaroni, roti gandum, bihun, suun, dan mi

PROTEIN Protein hewani: daging ayam tanpa kulit, daging sapi, hati ayam, aneka jenis ikan, kuning telur, keju, dan ASI-P/susu formula lanjutan sesuai usia.

Protein nabati : Tahu, tempe, kacang merah, kacang hijau, dan kacang polong.

SAYURAN Aneka sayuran yang tidak liat

BUAH Pisang, melon, pepaya, alpukat, jeruk bayi, apel manis, pir, mangga, anggur manis, dan jambu biji merah

Gizi lengkap dan seimbang harus mengandung:

1. Bahan makanan sumber tenaga yang berfungsi untuk beraktifitas.

contoh : beras, roti, kentang, dan mie.

2. Bahan makanan sumber zat pembangun yang berfungsi untuk pembentukan, pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh. contoh: daging, ikan, telur (protein hewani) tempe, dan tahu (protein nabati)

3. Bahan makanan sumber zat pengatur berfungsi untuk membantu mengatur proses metabolisme. contoh : sayuran: bayam, buncis, wortel, tomat, buah-buahan: pisang, pepaya, jeruk, dan apel

Contoh Porsi Pemberian MP-ASI dalam Sehari USIA

BAYI

KELOM POK MAKANAN

CONTOH JENIS MAKANAN

PORSI/

HARI

PORSI/

SAJIAN 6-7

bulan

Susu ASI atau susu formula 3-4

Karbohidrat bubur tepung 1-2 1-3 sdm.

(50)

beras

Buah pure buah

jus buah

1-2 1

1-2 sdm.

1 gelas

Sayuran pure sayuran 1-2 1-2 sdm.

8-12 bulan

Susu asi atau susu formula 3-4

Karbohidrat sereal bayi roti atau biskuit

2-3 1-2

2-4 sdm.

¼ lembar atau 2 bh biskuit

Buah pure buah

jus buah

2 1

3-4 sdm.

1 gelas kecil

Sayuran pure sayuran 2 3-4 sdm.

Protein ayam, daging merah, kacang-kacangan, kuning telur rebus

PERHATIAN 1.

1. Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan alir mengalir sebelum mengolah MP-ASI

2. Sebaiknya pengenalan makanan bayi dimulai dari satu jenis makanan, misalnya pisang, alpukat, dan pepaya. Kemudian setelah diberi makanan bayi, perhatikan responsnya, apakah bayi menerima atau tidak.

3. Jika bayi menolak, biasanya dengan cara memuntahkan makanan, jangan dipaksakan, berikan makanan bayi pendamping lainnya

4. Jangan biarkan bahan makanan mentah terlalu lama di suhu ruangan, karena bakteri potagen penyebab penyakit dapat menempel pada bahan makanan.

(51)

5. Pastikan bahan makanan dan alat masak sudah bersih sebelum digunakan.

6. Gunakan alat masak dan alat saji berlabel food grade yang aman untuk bayi.

7. Segera sajikan masakan setelah masak agar kualitas nutrisi tetap terjaga.

PERHATIAN 2

1. Apabila bayi mengalami reaksi alergi, maka gejala berikut dapat terlihat dalam hitungan menit: ruam, gatal-gatal, pilek, dan diare. Segera hentikan pemberian makan apabila gejala tersebut terlihat.

2. Jika setelah 15-30 menit bayi mulai mengalami muntah, kesulitan bernafas, atau pembengkakak pada bibir, mulut, lidah dan tenggorokan, segera laporkan ke pengguna jasa agar bisa di bawa larikan ke dokter.

PERHATIAN 3

Sebelum membut kaldu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

1. Daging sapi maupun ayam dapat dipakai untuk membuat kaldu. Baik itu tulang dan dagingnya. Apabila memakai daging sapi, pilihlah yang mengandung sedikit lemak. Apabila memakai tulang sapi, pilihlah tulang kaki atau iga. Kedua bagian ini akan memberikan rasa kaldu yang lezat.

2. Apabila hendak membuat kaldu ayam, sebaiknya menggunakan ayam kampung.

3. Apabila menggunakan tulang ayam negeri, rebus terlebih dahulu selama 5 menit dalam air mendidih. Setelah itu, buang air rebusannya, ganti dengan air yang baru, lalu teruskan membuat kaldu.

4. Bagian dari tulang ayam yang enak dibuat kaldu adalah tulang punggung, sayap, dan kaki/ceker

(52)

PERHATIAN 4.

Sebelum membuat Jus seorang pengasuh bayi harus memperhatikan :

1. Pilihlah buah asli yang manis karena akan mudah diterima oleh bayi seperti pisang, pepaya, jeruk, dan tomat, bukan minuman buah.

2. Berikanlah dengan porsi kecil dulu, kira-kira 30-50 ml jus buah sebagai pengenalan pada organ pencernaan bayi. Tetapi sebaiknya tidak melebihi 120-180 ml dalam sehari karena bayi bisa menjadi kembung atau diari bahkan tidak mau minum susu

3. Sebaiknya tidak diberikan gula dalam jus

4. Jus diberikan dengan menggunakan cangkir atau sendok, bukan diberikan lewat botol. Berikanlah kepada bayi dalam posisi bayi duduk atau di pangku dengan posisi kepala tegak, jangan dengan bayi sedang tiduran.

PERHATIAN 5

Pembuatan nasi tim untuk bayi mulai usia 7-9 bulan, awal pemberian nasi tim untuk bayi disaring menggunakan saringan kawat atau diblender sampai halus, berangsur-angsur tekstur dan kekentalannya dapat ditingkatkan sedikit atau diblender lagi demi sedikit sehingga ketika bayi berusia 10 bulan nasi tim sudah tidak perlu disaring

(53)

BAB VII

MEMANDIKAN BAYI DAN ANAK

Para pengasuh bayi harus terampil dalam memandikan bayi mulai dari bayi baru lahir, Batita dan Balita. Didalam memandikan ada istilah mandi seka dan mandi dalam Bak. Mandi seka biasanya diberikan sebelum bayi berusia satu bulan untuk mencegah kedinginan, kecuali bayi tersebut sangat sehat biasanya pada bayi dibawah satu bulan pagi hari diberi mandi Bak dan sore hari diberi mandi seka saja. Sesudah satu bulan memandikan bayi dua kali sehari akan menjaga kebersihan kulitnya dan akan membuat bayi merasa segar dan tidak hanya itu tetapi dalam memandikan ada sentuhan multi sensori yang dapat membentuk perkembangan otak. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membersihkan tubuh bayi menggunakan air dengan cara menyiram dan merendam diri dalam air berdasarkan urut-urutan yang sesuai. Memandikan bayi bisa dilakukan di dalam kamar bayi dengan menggunakan baby taffel khusus untuk bayi dan bisa juga di kamar mandi dengan menggunakan bak mandi khusus bayi.

Peralatan dan Bahan

Dalam memandikan bayi diperlukan peralatan dan bahan khusus untuk bayi yang terpisah penggunaan dan penyimpanannya dengan orang dewasa.

Peralatan dan bahan harus dijaga kebersihannya dan disesuaikan dengan kondisi bayi agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan baik berupa infeksi bakteri, virus, iritasi dan alergi pada bayi yang masih sangat peka.

Peralatan dan bahan yang harus disiapkan antara lain:

Peralatan Kosmetik

1. Baby tafel lengkap 1. Sabun bayi

(54)

2. Bak mandi bayi dan penyangga

3. Ember bertutup 2 buah untuk tempat pakaian kotor

4. Ember dengan air hangat kuku 5. Termos air panas

6. Nier bekken/ bengkok 7. Baskom sedang

8. Celemek/apron 9. Termometer air

10. Handuk kering besar dan sedang 11.Waslap lembut ( 2 atau 3 buah ) 12. Pakaian bayi lengkap

13. Disposable diapers/popok sekali pakai 14. Kain bedong

15. Sisir bayi

2. Shampo bayi 3. Baby oil 4. Baby cream 5. Minyak telon

6. Bedak ( tidak harus bagi bayi yang sensitif)

7. Kapas lidi/coon buds 8. Kapas bulat/coon ball 9. Kapas cebok

Penggunaan kosmetik diatas menyesuaikan dengan kondisi bayi

Ada beberapa model dalam memandikan bayi. Diantaranya adalah dengan cara memandikan bayi langsung dalam bak mandi yang sama, tetapi ada juga yang membersihkan bayinya diatas baby taffel kemudian memandikannya dalam bak mandi khusus bayi. Memandikan bayi harus dalam keadaan aman, nyaman dan menyenangkan bagi bayi, baby sitter harus senantiasa berinteraksi dengan bayi, bertatap mata dan mengajak bayi berkomunikasi selama proses memandikan bayi. Sebelum memandikan bayi, seorang baby sitter harus melaksanakan beberapa langkah sebagai berikut :

(55)

Cara melakukan

Gambar Cara

melakukan

Gambar 1. Siapkan air

mandi

dengan suhu kurang dari 30 oC

2. Mengukur panas air dengan siku, sebelumnya tangan harus bersih

sampai melewati siku 3. Matikan

kan

pendingin udara Sebelum membuka pakaian bayi

4. Tutuplah jendela- jendela dan pintu

selama proses memandika n bayi.

(56)

Cucilah tangan dengan Mengikuti pedoman 7 langkah cuci tangan yang benar seperti cara berikut (Nakita, 2011)

Cara mencuci Gambar Cara mencuci Gambar 1. Basahi

tangan

dengan air di bawah kran Ambil sabun cair

2.Telapak tangan kanan diatas punggung tangan kiri dan telapak tangan kiri diatas punggung tangan kanan

3.Telapak dan jari dengan tangan jari telapak

4.Letakkan

punggung jari ditelapak satunya di jari saling mengunci

5.Jempol kanan digosok, mutar oleh telapak kiri, lakukan hal yang sama

6.Jari kiri menguncup, gosok memutar ke kanan dan ke kiri pada telapak tangan.

7.Pegang pergelangan tangan kiri dan tangan kanan, begitu

(57)

Waktu Memandikan Bayi.

Waktu yang baik untuk memandikan bayi biasanya jam 08.00 – 08.30 pagi.

(sebelum diberi minum pada jam 09.00) dan sore hari pukul 16.00 sore.

Bayi baru lahir dan bayi yang lahir kurang bulan (premature) atau dengan kondisi lemah, kulitnya mudah mengelupas, mudah kedinginan, tidak dimandikan langsung dalam bak mandi bayi tetapi sebaiknya cukup dilap saja agar tetap terjaga kebersihannya. Kalau mau dimandikan, ditanyakan kepada pengguna jasa dahulu, apakah boleh dimandikan atau tidak.

Memandikan bayi sebaiknya tidak dilakukan sesudah minum, karena biasanya segera sesudah minum bayi akan tertidur.

Langkah-Langkah Memandikan Bayi

Nama kegiatan Gambar

1. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sampai bersih (pedoman 7 langkah mencuci tangan )

2. Pastikan semua bahan dan peralatan mandi sudah tersedia dengan lengkap

(58)

3. Letakkan bayi di atas meja bayi (baby tafel).

4. Bukalah pakaian bayi, bila bayi BAB, bersihkan terlebih dahulu.

5. Bayi dibungkus handuk kecil/sedang agar bayi tidak kedinginan

E. Membersihkan Bagian tubuh

Cara membersihkan bagian terpenting bayi adalah sebagai berikut:

Cara melakukan Gambar

Mata

Gunakanlah kapas bulat lembut yang dicelupkan ke dalam air matang hangat, peras, lalu usap perlahan mata bayi yang tertutup

dengan kapas tersebut.

(59)

Dimulai dari bagian pinggir mata yang dekat dengan batang hidung ke arah pinggir

mata terluar, lakukan juga untuk mata satu lagi.

Hidung

1. Bersihkan kotoran pada hidung bayi.

2. Gunakan kapas bertangkai (cotton bad) yang sudah dibasahi dengan air, matang hangat

Telinga

1. Bersihkan bagian belakang, luar, dan sekitar daun telinga bayi secara hati-hati dengan kapas bertangkai yang sudah dibasahi air hangat matang

Membersihkan Rambut dan kepala 1 Basahi waslap dengan

air hangat

(60)

2. Basahi rambut bayi dengan waslap

1. Ambil shampo dengan tangan kanan dan tuangkan di washlap

2. Usap perlahan kerambut, dengan washlap beberapa kali

Membersihkan Badan Bayi

1. Ambil washlap bersih, basahi dengan air hangat

2. Usap wajah bayi dengan lembut

3. Celup washlap dengan air hangat, usap seluruh badan bayi meliputi lipatan leher, dada, perut, punggung, ketiak, tangan, paha,

(61)

4. Washlap basah diberi sabun

5. Beri sabun ke seluruh badan bayi mulai dari lipatan leher, dada, perut, punggung, kelak, tangan, paha dan kaki

6. Ambil kembali washlap bersih, basahi dengan air hangat, bersihkan badan

7. Angkat bayi, selipkan tangan kiri ke bawah tengkuk bayi, pergelangan tangan menyang ga tengkuk, ibu jari dipun dak dan 4 jari diketiak bayi, pegang erat ketiaknya, tangan kanan memegang kedua belah kaki

8. Masukkan bayi ke dalam bak Mandi

(62)

9. Tangan kanan membersihkan sisa busa sabun di badan bayi dan lipatan – lipatan.

10. Biarkan bayi bermain dengan air, sedangkan kakinya didalam air kira-kira selama 2 menit

Mengeringkan Badan Bayi dengan Handuk

1. Angkat bayi dari dalam air

2. Bungkus handuk dan kauslah keringkan tubuh

3. Tekan perlahan dengan handuk seluruh bagian tubuh bayi dan lipatan kulit, jangan digosok gosokkan.

Memberikan Kosmetika Pada Bayi 1. Letakkan bayi di atas meja bayi 2. Usapkan minyak penghangat pada

dada, Perut atau punggung dan telapak kaki bayi.

Bedakilah tipis-tipis seluruh badan dan lipatan pada kulit bayi dengan

(63)

3. Angkat bayi, selipkan tangan kiri anda kebawah tengkuk bayi, pergelangan tangan menyangga tengkuk, ibu jari dipundak dan 4 jari diketiak bayi, pegang erat ketiaknya, tangan kanan memegang kedua belah kaki

4. Masukkan bayi kedalam bak Mandi

Meletakkan Bayi Di Ranjang/Box Bayi

1. Lengan kiri menopang tengkuk bayi, tangan kiri terbuka lima jari, menyangga punggung bayi dengan ujung lengan menjepit bokong 2. Letakkan tangan kiri anda

kebawah tengkuk bayi, pergelangan tangan menyangga tengkuk, tangan kanan terbuka memegang bokong .

Gambar

Gambar  Cara

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan: Ada pengaruh stimulasi assisted crawling terhadap kemampuan merangkak bayi pada usia 16-24 minggu dan juga selain stimulasi yang diberikan, peran handling di

Akan tetapi, saat ini dengan deteksi dini serta terapi stimulasi yang diberikan secara teratur dan intensif, kecerdasan anak yang menderita sindrom down dapat diperbaiki hingga sub

Penelitian yang sudah dilakukan menghasilkan prototipe produk convertible baby crib yang mampu mengikuti perkembangan kebutuhan bayi dan memperpanjang usia pakai produk.

masalah-masalah yang terjadi pada anak usia dini melalui kegiatan pelatihan yang diberikan. • Pihak pemerintah atau LSM: memberikan ide untuk pengembangan pelatihan pada

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pelatihan in- service bagi baby sitter berbasis kompetensi yang sesuai dengan prinsip perkembangan, perawatan

Beliau mengungkapkan bahwa bayi prematur sangat rentan mengalami penyakit karena organ tubuh mereka yang belum berfungsi secara sempurna, seperti kendala saat

Makanan yang diberikan pada bayi usia lebih dari 6 bulan dan ASI masih tetap diberikan. Makanan yang diberikan kepada bayi usia lebih dari 3 bulan dan ASI

Dalam hal ini dapat dilihat bahwa pemberian stimulasi yang tepat sesuai dengan usia bayi pada saat tumbuh kembang akan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi secara