• Tidak ada hasil yang ditemukan

cara produksi obat tradisional yang baik

N/A
N/A
Khrisna Agung Cendekiawan

Academic year: 2025

Membagikan "cara produksi obat tradisional yang baik"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

CARA PEMBUATAN OBAT

TRADISIONAL YANG BAIK

(CPOTB)

Oleh :

Moch. Amrun Hidayat, S.Si., Apt.

Kuliah Obat Tradisional

(2)

CPOTB

I. Ketentuan Umum II. Personalia

III. Bangunan IV. Peralatan

V. Sanitasi & Hygiene

VI. Pengolahan & Pengemasan VII. Pengawasan Mutu

VIII. Inspeksi Diri IX. Dokumentasi

X. Penanganan thd hasil pengamatan produk di peredaran

(3)

LANDASAN UMUM

OT diperlukan u/ memelihara, mengobati &

memulihkan kesehatan

Perlu dilakukan langkah2 agar OT senantiasa aman, bermanfaat & bermutu

Kontrol thd bahan baku, bangunan, prosedur

& pelaksanaan proses pembuatan, peralatan yg digunakan, pengemasan serta personalia

(4)

Definisi CPOTB

CPOTB merupakan cara pembuatan obat tradisional yg diikuti dengan

pengawasan menyeluruh &

bertujuan untuk menyediakan obat tradisional yg senantiasa memenuhi persyaratan yg berlaku

(Kepmenkes No. 659/MENKES/SK/X/1991)

(5)

PERSONALIA

1. Sehat fisik dan mental 2. Memiliki pengetahuan,

keterampilan dan kemampuan sesuai dengan tugasnya

3. Mempunyai sikap dan

kesadaran yg tinggi untuk

melaksanakan CPOTB

(6)

Apoteker (penanggung jawab teknis)

1. Penyiapan prosedur pembuatan dan pengawasan pelaksanaan proses pembuatan

2. Kebenran bahan, alat dan prosedur pembuatan

3. Kebersihan pabrik

4. Keamanan dan mutu obat tradisional

(7)

BANGUNAN

Bangunan didirikan di lokasi yg terhindar dari pencemaran & tidak mencemari

lingkungan

Memenuhi persyaratan hygiene & sanitasi

Memiliki ruang2 pembuatan yg rancang

bangun & luasnya sesuai dgn bentuk, sifat &

jumlah OT yg dibuat, jenis & jumlah

peralatan yg digunakan, jumlah karyawan serta fungsi ruangan

(8)

PERALATAN

Terbuat dari bahan yg tidak mempengaruhi keamanan & mutu OT

Rancang bangun yg tepat shg dpt menjamin kemanan, mutu & keseragaman OT dari

batch ke batch

Ukuran & kapasitas produksi yg sesuai dgn jumlah produksi & luas ruangan

Letak sesuai, tidak mencemari & mudah dibersihkan

(9)

PERALATAN MINIMAL

Timbangan gram & miligram

Mikroskop dgn perlengkapannya

Alat gelas sesuai keperluan

Lampu spiritus

Bahan kimia & larutan pereaksi sesuai keperluan

Literatur : MMI, FI, EFI

(10)

SANITASI & HYGIENE

Pada setiap aspek pembuatan OT harus dilakukan upaya untuk menjamin kondisi yg memenuhi persyaratan kesehatan

Personalia, bangunan, peralatan, bahan, proses

pembuatan, pengemas & setiap hal yg merupakan sumber

pencemaran produk

(11)

PENGOLAHAN & PENGEMASAN

Bhn baku & bhn pengemas hrs memenuhi persyaratan yg berlaku  pengujian berkala

Validasi proses, validasi ulang

No pencemaran fisik, kimia atau jasad renik!!

Nomor kode produksi  kemudahan penelusuran kembali

Pengolahan  hindari kontaminasi silang!!

Pengemasan  cek kebenaran!!

Penyimpanan  teratur & rapi, FIFO

(12)

PENGAWASAN MUTU

Dilakukan agar OT yg dibuat senantiasa memenuhi persyaratan yg berlaku

Dilakukan terhadap bahan baku, bahan

pengemas, proses pembuatan, produk ruahan

& produk jadi

(13)

INSPEKSI DIRI

Inspeksi diri secara berkala harus dilakukan agar rangkaian pembuatan selalu memenuhi CPOTB

Kelemahan-kelemahan yg terjadi pada pembuatan harus diperbaiki

(14)

DOKUMENTASI

Instruksi yg menyangkut pembuatan obat tradisional harus dilakukan secara tertulis dgn jelas

Sistem dokumentasi harus dapat

menggambarkan riwayat lengkap setiap tahap kegiatan sehingga dapat ditelusuri kembali produk dari setiap batch yg

dikehendaki

(15)

PENANGAN TERHADAP HASIL

PENGAMATAN PRODUK DI PEREDARAN

Keluhan & laporan masyarakat yg

menyangkut keamanan mutu & hal-hal lain harus diperiksa, dievaluasi & ditindaklanjuti

OT yg terbukti menimbulkan efek samping yg merugikan atau mutu & keamanannya tidak memadai lagi harus ditarik dari peredaran &

dimusnahkan

Referensi

Dokumen terkait

Merancang konsep pengendalian mutu yang dapat diterapkan pada produk Onde-onde Ubi Jalar Ungu di UKM “ Nolina ” dari bahan baku, proses produksi dan produk akhir

Pengawasan mutu yang dilakukan untuk bahan baku (simplisia) dan bahan pembantu dilakukan sejak memesan atau dari pedagang (leveransir), yaitu bahan baku harus

Pengawasan mutu yang dilakukan untuk bahan baku (simplisia) dan bahan pembantu dilakukan sejak memesan atau dari pedagang ( leveransir ), yaitu bahan baku harus

memproduksi kremes ayam. Evaluasi pengendalian mutu kremes ayam dilakukan dengan pengecekan terhadap bahan baku, proses produksi dan produk akhir. Perancangan konsep

Edmar Mandiri Jaya meliputi pengawasan mutu bahan baku, pengawasan mutu bahan pembantu, pengawasan mutu proses produksi, dan pengawasan mutu produk akhir... Limbah

Pengawasan mutu dilakukan terhadap bahan baku, bahan pengemas, proses produksi, dan produk akhir dengan pengujian sifat fisikokimia dan mikrobiologis sehingga produk

Ia mempunyai kewenangan mendelegasikan/menetapkan personil, apabila diperlukan, untuk memberi persetujuan atas bahan awal, produk antara, produk ruahan dan produk

ruangan, alat-alat yang akan dipakai untuk proses pengemasan, kesesuaian antara produk ruahan yang akan dikemas dengan bahan pengemas yang akan digunakan dan