Cara Untuk Membentuk Akhlak | M. Quraish Shihab Podcast
LINK : https://youtu.be/DOYdSsPi5Lk?si=Vqxl5zwnb7fsmlwK LINK terkait :
Judul LINK :
Sumber Transcript: Transcript dari hasil konversi video (youtube) https://anthiago.com/transcript/
Pertama lakukan dulu takhalluq
Imam Al Ghazali berkata, berbuat baiklah pada anak yatim, maka ketika kita melakukan kebaikan itu secara terus menerus, itulah yang disebut akhlak.
Yang perlu dilakukan dalam pembentukan akhlak:
1. Pertama, pembiasaan berbuat baik
Pembiasaan dan keteladanan mungkin tidak dirasakan saat ini, namun akan dirasakan setelah anak tumbuh remaja atau dewasa.
2. Kedua, keteladanan, 3. Lingkungan
4. Olah jiwa, ini paling sulit; Nabi bersabda : berakhlaklah dengan akhlak Tuhan, pelajari Asma`ul Husna. Atau teladani akhlak orang-orang yang meneladani akhlak Allah, yaitu Rosululloh.
Untuk siapa berakhlak mulia/akhlak dilihat dari konteks lingkupnya:
1) Luar baik (perbuatan nyata yang baik), untuk keluar dari diri kita sendiri, misal : kita memberi makanan kepada orang lain.
2) Dalam baik (hati yang baik), untuk diri sendiri dalam hati, misal : (terkait dengan yang pertama) ketika memberi kepada orang lain, kita dalam hati menghinakan dia apa tidak, kita iri atau tidak sama orang lain.
Sasaran berakhlak : 1) Kepada Allah
Akhlak kepada Allah itu, kita menyadari dan berprasangka bahwa Allah itu baik.
Orang tasawuf memandang bahwa Allah itu baik sehingga sampai-sampai semua urusannya di serahkan kepada Allah.
2) Kepada manusia
Akhlak kepada manusia itu, kita menyadari dan berprasangka bahwa manusia itu baik.
Bisa kita menyadari bahwa manusia atau sesorang itu baik.
Langkah orang-orang tasawuf, pertama jangan berbuat buruk/dosa; baru kedua, berbuat baiklah. Yang dilakukan pertama oleh mereka adalah makrifah (mengenal Allah).
Langkah pertama dalam membentuk akhlak adalah jangan melakukan perbuatan buruk, baru kedua berbuat baik.
Langkah pertama, menyingkirkan keburukan dulu, baru kedua memakai hiasan.
Pengalaman M. Quraish Shihab,
Yang paling berpengaruh terhadap beliau adsa 2 orang guru, yaitu 1) Habib Abdul Qadir Bil Faqih, 2) Syeh Abdul Halim Mahmud (Kairo Mesir). Mereka hanya mengajarkan sedikit wirid, tapi lebih banyak selalu mengajarkan akhlak. itu cara menuju Allah. Mengetahui sifat-sifat Allah adalah hal yang mutlak bagi orang-orang pejalan menuju Allah untuk mencapai ikhsan.
“ yang nyata dari Nabi adalah akhlak, agama mudah… yang terpenting dari semua itu adalah akhlak.
Quote: “jangan engkau berprasangka buruk terhadap seseorang kecuali telah benar-benar secara nyata terbukti berbuat buruk, bahkan jika sudah berkali-kali. Jika dia berbuat buruk maka jangan benci orangnya tapi bencilah perbuatannya, inilah yang diajarkan Nabi”