Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia
Peristiwa sejarah bangsa Indonesia yaitu Supah Pemuda mendorong para pendiri bangsa untuk mempertahankan dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dengan berbagai cara.
Persatuan dan kesatuan bangsa sangat penting bagi warga negara secara individu, sebagai masyarakat, dan juga sebagai bangsa dan negara.
1. Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bagi Diri Sendiri
Menghargai semangat persatuan memiliki arti penting bagi diri sendiri, di antaranya yaitu:
• Mengembangkan sikap tenggang rasa dan saling menghargai dalam hidup bermasyarakat.
• Memperkuat persatuan di dalam keluarga yang dapat memengaruhi semangat persatuan di masyarakat.
2. Pentingnya Persatuan dan Kesatuan bagi Masyarakat
Dalam kehidupan masyarakat semangat persatuan dan kesatuan harus dimiliki seluruh anggota masyarakat, karena:
• Masyarakat yang bersatu akan lebih mudah menyelesaikan masalah di sekitarnya sehingga tercapai masyarakat yang aman, tenteram, dan damai.
• Masyarakat yang bersatu dapat mengatasi konflik dalam masyarakat yang dapat memecah belah.
• Dapat menumbuhkan sikap saling menghormati, bekerja sama, dan gotong royong dalam masyarakat.
3. Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bagi Bangsa dan Negara Indonesia
Persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia berarti persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Bangsa yang bersatu akan lebih cepat dan mudah mencapai tujuan untuk menjadi masyarakat yang adil dan makmur. Tujuan tersebut harus berdasarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Dasar Negara Indonesia, yaitu Pancasila.
Peristiwa yang menunjukkan pentingnya persatuan dan kesatuan antara lain sebagai berikut
A. Bagi Diri Sendiri
• Saling mencintai sesama anggota keluarga
• Mengakui keberadaan dan fungsi tiap-tiap anggota keluarga
• Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa salira
• Tidak memaksakan kehendak orang lain
• Adanya keterbukaan antar anggota keluarga
B. Bagi Masyarakat
• Hidup rukun dengan semangat kekeluargaan antarwarga masyarakat
• Setiap warga masyarakat menyelesaikan masalah sosial secara bersama-sama
• Bergaul dengan sesama warga masyarakat tidak membedakan-bedakan suku, agama, ras, ataupun aliran
• Menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam bergaul antarsuku bangsa
• Mengadakan bakti sosial di lingkungan masyarakat
C. Bagi Bangsa dan Negara
• Mendahulukan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
• Memberikan kesempatan yang sama kepada suku bangsa untuk memperkenalkan kesenian daerahnya ke daerah lainnya.
• Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa
• Memberikan kesempatan yang sama kepada semua daerah untuk mengembangkan kebudayaan daerah lainnya.
Seni Patung
Seni patung adalah sebuah karya tiga dimensi yang menyuguhkan sebuah keindahan atau nilai estetika.
Aspek Keterangan
Ciri-ciri Patung
1. Memiliki volume (panjang, lebar dan tinggi).
2. Memiliki tekstur. Tekstur adalah sifat permukaan yang memiliki karakter halus, licin, polos, kasap, mengkilap, berkerut, dan sebagainya
3. Memiliki warna. Unsur warna yang ada pada patung dapat dimanfaatkan sebagai salah satu nilai estetis pada karya seni patung.
4. Memiliki bentuk. Bentuk (form) adalah wujud fisik yang dapat dilihat 5. Berbentuk manusia, hewan, maupun tumbuhan
Jenis-jenis patung
Berdasarkan Fungsi :
Berdasarkan fungsinya patung dikelompokkan menjadi 6 kelompok sebagai berikut :
1. Patung Religi
Patung religi adalah jenis-jenis patung yang dibuat untuk tujuan patung untuk sarana beribadah Patung-patung pada zaman dahulu seringkali di buat untuk kepentingan keagamaan. Misalnya, pada era kejayaan Hindu dan Budha, patung di buat untuk menghormati dewa atau untuk mengenang orang-orang yang yang diagungkan. Misalnya raja atau pimpinan keagamaan atau
komunitas mereka.
2. Patung Monumen
Patung monumen adalah jenis-jenis patung yang kedua. Patung monumen biasa dibuat untuk peringatan sebuah peristiwa atau kejadian yang
bersejarah. Patung monumen juga dibuat untuk mengenang jasa seorang pahlawan besar dalam sebuah bangsa atau kelompok kenegaraan.
3. Patung Arsitektur
Patung arsitektur adalah patung yang memiliki nilai estetika, dan berfungsi untuk menopang suatu konstruksi bangunan. Patung arsitektur
mengutamakan kekokohan dan detil-detil keindahan guna memanjakan mata bagi yang memandangnya.
4. Patung Dekorasi
Patung dekorasi adalah patung yang biasanya berfungsi untuk menghias suatu bangunan atau suatu tempat. Patung dekorasi juga bisa Anda temukan terletak di sebuah taman baik taman pribadi maupun taman umum.
Tujuannya untuk mempercantik atau memperindah pemandangan di sekitarnya.
5. Patung Seni.
Patung seni adalah patung yang dibuat dengan tujuan murni untuk estetika.
Artinya, fungsi patung seni murni untuk dinikmati keindahannya dari segi bentuk dan makna bagi yang memahaminya. Patung seni bisa Anda temukan dalam pameran-pameran kesenian, di museum, atau di sebuah gedung dan tempat penting.
Bahan pembuat patung
1. Bahan lunak yaitu bahan yang digunakan lunak dan mudah dibentuk. Seperti tanah liat, plastisin, sabun dan lainnya.
2. Bahan keras yaitu bahan yang dapat berupa kayu atau batu-batuan. Misal kayu jati, kayu ulin, batu andesit, batu granit, batu marmer dan lainnya
Teknik pembuatan patung
1. Teknik pahat adalah pembuatan patung dengan mengurangi bagian-bagian tertentu pada bahan dasar keras.
2. Teknik cor adalah pembuatan patung dengan memanaskan logam hingga mencair kemudian dituangkan dalam cetakan patung yang telah dibentuk rupa patungnya.
3. Teknik butsir adalah pembuatan patung dengan mengurangi bahan lunak seperti tanah liat, gips dan bahan yang berstruktur lunak lainnya.
4. Teknik membentuk adalah pembuatan patung dengan cara membentuk patung secara bertahap sehingga tercipta patung yang diinginkan.
Tangga Nada Diatonis Mayor
Tangga nada merupakan susunan berjenjang, misalnya do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Dalam seni musik ada jenis tangga nada diatonis. Tangga nada diatonis terdiri atas delapan nada. Tangga nada diatonis dibagi lagi dalam dua jenis tangga nada, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor. Tangga nada diatonis mayor memiliki interval (jarak nada) 1 1 ½ 1 1 1 ½ . Ciri-ciri tangga nada diatonis mayor biasanya sebagai berikut.
1. Bersifat riang gembira.
2. Bersemangat.
3. Biasanya diawali dan diakhiri nada do. Namun, tidak menutup kemungkinan diawali dengan nada 5 (sol) atau 3 (mi) dan diakhiri nada 1 (do).
Lagu Halo-Halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki.
Lagu Di Timur Matahari Lagu diciptakan oleh W.R Supratman. Nada dasar lagu ini adalah Do=C.
Lagu Di Timur Matahari merupakan lagu dengan birama 4/4 dan tempo moderato.
Lagu mengheningkan cipta diciptakan oleh Truno Prawit dengan tempo yang lambat.
Birama lagu mengheningkan cipta adalah 4/4.
Tangga Nada Diatonis Minor
Tangga nada diatonis minor memiliki interval (jarak nada) 1 ½ 1 1 1 ½ 1 1. Tangga nada diatonis minor ada bermacam-macam salah satunya tangga nada diatonis minor harmonis. Tangga nada diatonis minor harmonis adalah tangga nada diatonis minor dengan nada ketujuh dinaikkan setengah. Perhatikan contoh urutan tangga nada diatonis minor harmonis berikut.
Ciri-ciri tangga nada diatonis minor biasanya sebagai berikut.
• Lagu bersifat sedih.
• Lagu kurang bersemangat.
• Melodi lagu biasanya diawali dan diakhiri nada 6 (la). Namun, tidak menutup kemungkinan
diawali nada 3 (mi) dan diakhiri nada 6 (la).
Secara umum, lagu bertangga nada diatonis minor bersifat sedih dan kurang bersemangat. Namun, ada pula lagu bertangga nada minor yang gembira dan bersemangat, misalnya lagu “Ayam Den Lapeh” dan “Bungong Jeumpa”.
Tanda kromatis adalah tanda untuk menaikkan, menurunkan, dan mengembalikan nada- nada yang dinaikkan atau diturunkan ke nada semula. Tanda kromatis ditempatkan di depan not yang ingin dinaikkan atau diturunkan nadanya.
Berikut beberapa tanda kromatis :
1. Kres (♯) digunakan untuk menaikkan nada ½ jarak. Nada yang dinaikkan ½ jarak mendapat akhiran “is” (contoh: G menjadi Gis).
2. Mol (♭) digunakan untuk menurunkan nada ½ jarak. Nada yang diturunkan ½ jarak mendapat akhiran “es” (contoh: B menjadi Bes).
Tarian
Tari kreasi adalah tari yang gerakannya merupakan perkembangan dari gerak tari tradisional.
Tari kreasi tidak memiliki aturan tertentu, baik gerak maupun aspek lainnya yang terdapat dalam tarian.
Ada tiga jenis tari kreasi yaitu tari kreasi daerah/tradisional, tari kreasi modern, dan tari kreasi kontemporer.
• Tari kreasi daerah/tradisional adalah tari yang mengalami perubahan dari tari tradisi, baik bentuk, gerak, ataupun aspek lainnya tetapi tetap dalam konteks ciri khas dari daerah tersebut.
• Tari kreasi modern adalah tari yang tidak memiliki aturan tertentu, baik dalam bentuk gerak ataupun aspek lainnya.
• Tari kontemporer adalah tarian yang dibuat berdasarkan isu yang beredar pada waktu tertentu.
Bentuk karya tari kreasi dapat berupa bentuk tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok.
1. Tari tunggal adalah karya tari yang diperagakan oleh seorang penari.
2. Tari berpasangan adalah karya tari yang diperagakan oleh dua orang penari.
3. Tari kelompok adalah karya tari yang diperagakan oleh lebih dari dua penari Tari Klana Topeng
Tari Klana Topeng merupakan bentuk karya tari tunggal. Tari ini berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Tari Klana Topeng pada umumnya ditarikan oleh penari putra.
Tema yang menjadi sumber tarian ini mengambil dari cerita panji. Cerita itu tentang Raja Klana Sewandana yang sedang jatuh cinta.
Gerak-gerik tarinya menggambarkan Prabu Klana yang sedang menghias diri. Ada gerak mengatur rambut. Ada gerak menghias kumis. Ada gerak menata pakaian. Ada juga gerak sedang bercermin. Iringan yang mengiringi tarian yaitu seperangkat gamelan Jawa.
Tari Kandagan
Tari Kandagan adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Tarian ini merupakan pengembangan dari Tari Renggarini, kreasi salah satu maestro tari Sunda yang bernama Raden Tjetje Somantri ditahun 1957. Kata kandagan ini sendiri artinya wadah untuk menyimpan perhiasan dan juga barang berharga. Nama Kandagan dimaksudkan bahwa tarian ini merupakan kumpulan dari berbagai gerakan tari yang indah.
Tari Daerah Berpasangan
Terdapat berbagai jenis tari di Indonesia. Ada tari daerah dan ada pula tari kreasi modern. Berdasarkan banyaknya penari yang menarikan, ada tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok.
Berikut beberapa contoh tari daerah berpasangan.
1. Tari Piring berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat
2. Tari serampang dua belas terkenal di daerah melayu (Melayu Deli), Sumatera Utara, (Ranah Minang) Sumatera barat, Pekanbaru (RIAU)
3. Tari Payung berasal dari Sumatera Barat 4. Tari Legong dari Bali
5. Tari Janger Dari Bali
6. Tari Ketuk tilu dari Jawa Barat
7. Tari Bamabangan Cakil Dari Jawa Tengah 8.Tari Zapin dari Riau
9. Tari Caci dari NTT