• Tidak ada hasil yang ditemukan

CINTA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Muhammad Burhantio

Academic year: 2024

Membagikan "CINTA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

CITA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA– PERTEMUAN 6

Oleh : ISMAIL, SH, MH

(2)

NEGARA KESATUAN ATAU UNITARISME

 unitarisme pada dasarnya menggambarkan tentang kesatuan dalam bernegara dan berbangsa. Menurut C.F Strong, konsep Negara Kesatuan atau unitarisme adalah struktur negara yang kekuasaan dan

wewenang legislatif tertingginya berada dalam suatu

organisasi legislatif nasional dan kekuasaan negara

dipusatkan pada pemerintah pusat.

(3)

Negara kesatuan merupakan negara yang pemerintah pusatnya mempunyai wewenang untuk mengatur keseluruhan daerahnya.

Pemerintah pusat menguasai kedaulatan secara penuh baik ke dalam ataupun ke luar. Dimana hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan rakyatnya dapat dilakukan secara langsung.

Dalam negara kesatuan, hanya terdapat satu kepala negara, satu konstitusi, satu kabinet menteri, dan satu parlemen. Termasuk juga dengan pemerintahan, yaitu pemerintah pusat sebagai penguasa tertinggi dalam segala aspek pemerintahan.

(4)

PENGERTIAN NEGARA KESATUAN

Negara yang berdaulat, diselenggarakan sebagai satu kesatuan tungggal, dimana perintah pusat merupakan yang tertinggi serta

satuan – satuan subnasionalnya hanya menjalankan suatu kekuasaan yang sudah dipilih oleh pemerintah pusat untuk didelegasikan. Bagian pemerintahan kesatuan ini diterapkan oleh banyak Negara di dunia.

Dalam Negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala Negara, satu dewan menteri (kabinet), serta satu parlemen. Demikian pula

dengan pemerintah, yaitu pemerintah pusat yang memegang

wewenang tertinggi di dalam segala aspek pemerintahan. Ciri utama Negara kesatuan adalah supremasi parlemen pusat dan tidak adanya badan –badan lain yang berdaulat.

(5)

NEGARA KESATUAN INDONESIA

Indonesia merupakan negara kesatuan yang menggunakan sistem desentralisasi melalui otonomi daerah. Artinya, pemerintah pusat memberikan sebagian kewenangan kepada pemerintah daerah.

Namun dengan beberapa pengecualian, terutama terkait politik.

1. Politik luar negeri, 2. Yustisi,

3. Agama,

4. Pertahanan/Keamanan 5. Moneter dan fiskal

tetap menjadi kewenangan Pemerintah pusat dan tidak diberikan kepada daerah.

(6)

2 SISTIM NEGARA KESATUAN:

 SENTRALISASI.

semua aspek diatur langsung oleh pemerintah pusat tanpa adanya campur tangan dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah hanya berhak untuk menjalankan peraturan pemerintah pusat dan tidak berhak untuk mengatur rumah tangganya sendiri atau membuat peraturan sendiri.

DESENTRALISI

diartikan sebaliknya. Daerah diberi wewenang untuk mengatur dan mengembangkan rumah tangganya secara mandiri (otonomi daerah), namun pemerintah pusat tetap berperan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

(7)

Kebaikan Negara kesatuan sistem sentralisasi

• Terdapat keseragaman hukum diseluruh wilayah Negara

• Pemerintah mengurus langsung semua urusan sampai kedaerah

• Tidak membutuhkan biaya besar

(8)

kelemahan Negara kesatuan sistem sentralisai

• Bertumpuknya pekerjaan pemerintah pusat yang dapat menghambat proses pelaksanaan

pembangunan .

• Rakyat akan bersifat apatis dan tidak mempunyai

tanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan di daerahnya .

• Pertuaran yang dibuat pemerintah pusat sering tidak

sesuai dengan kebutuhan daerah

(9)

Kebaikan Negara kesatuan desentralisasi

 Pemerintah daerah dapat membuat peraturan yang sesuai dengan situasi dan kondisi daerahnya .

 Karena peraturan sesuai dengan kondisi dan keadaan

daerahnya maka rakyat dapat berperan secara aktif

dalam pembangunan untuk memajukan daerahnya.

(10)

Kelemahan Negara kesatuan desentralisasi

 Tidak adanya keseragaman peraturan diseluruh wilayah Negara .

 Sistem ini membutuhkan biaya yang besar .

(11)

BENTUK NEGARA KESATUAN

Bentuk Negara kesatuan merupakan bentuk Negara yang sederhana tetapi dapat menghasilkan Negara yang kuat karena hanya terdapat satu pemerintah yang berdaulat ke dalam dan keluar. Sisi negatifya dikhawartikan bentuk

Negara ini menimbulkan pemusatan kekuasaan yang

birokratis sehinga dapat menghambat kelancaran urusan pemerintahan . keburukana itu dapat dihilangkan apabila pelaksanaan kekuasaan Negara memiliki kontrol yang tinggi terhadap diri sendiri (moral) dan ada kontrol dari rakyat

melalui lembaga yang berwenang .

(12)

NEGARA KESATUAN INDONESIA

Indonesia merupakan negara kesatuan yang menggunakan sistem desentralisasi melalui otonomi daerah. Artinya, pemerintah pusat memberikan sebagian kewenangan kepada pemerintah daerah.

Namun dengan beberapa pengecualian, terutama terkait politik.

1. Politik luar negeri, 2. Yustisi,

3. Agama,

4. Pertahanan/Keamanan 5. Moneter dan fiskal

tetap menjadi kewenangan Pemerintah pusat dan tidak diberikan kepada daerah.

(13)

TUJUAN DAN FUNGSI NKRI

Tujuan merupakan sesuatu yang dengan ideal ingin

dicapai/diraih, sedangkan fungsi adalah melakukan tujua yang ingin dicapai. Tujuan dan fungsi dari NKRI adalah sebagai berikut:

Tujuan NKRI Berdasarkan Pembukaan UUD 1945

• Sebagai pelindung segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

• Memajukan kesejahteraan umum

• Mencerdaskan kehidupan bangsa

• Ikut melaksanakan ketertiban dunia menurut kemerdekaan,

perdamaian abadi dan keadilan social.

(14)

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang menganut negara kesatuan. Negara kesatuan tersebut tertuang dalam UUD 1945 Pasal 1 Ayat 1 yang berbunyi,

“Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk republik”. Bentuk pemerintahan NKRI adalah republik,

sehingga negara diselenggarakan berdasarkan prinsip

kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara demokratis,

yang dibentuk melalui pemilihan umum (Pemilu).

(15)

PENJELASAN NKRI DALAM UUD 1945

• Pasal 18 ayat (1) menyatakan bahwa Negara Kesatuan

Republik Indonesia terbagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu terbadi atas kota dan kabupaten yang

masing-masing kota, kabupaten dan provinsi tersebut memilki pemerintahan daerah yang diatur dengan Undang-Undang.

• Ayat (2), Negara Kesatuan Republik Indonesia terbagi atas

daerah provinsi dan daerah provinsi tersebut terbagi atas

kabupaten dan kota, yang setiap provinsi, kabupaten serta

kota tersebut memiliki pemerintahan daerah yang diatur

dalam Undang-Undang.

(16)

Pasal 18 UUD 1945 menjelaskan NKRI

Negara Kesatuan Republik Indonesia terbagi atas daerah provinsi dan daerah provinsi tersebut terbagi atas kabupaten dan kota, yang setiap provinsi, kabupaten serta kota tersebut memiliki pemerintahan daerah yang diatur dalam Undang-Undang.

Pemerintahan Daerah Provinsi, daerah kabupaten dan kota mengatur dengan menjalankan sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan

Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten serta kota mempunyai DPRD yang anggotanya dipilih dari pemilihan umum (Pemilu)

Gubernur, Bupati dan Walikota adalah kepala pemerintahan masing-masing daerah provinsi, kabupaten dan kota yang dipilih dengan cara demokrasi

Pemerintahan dearah menjalankan otonomi dengan seluasnya kecuali bidang pemerintahan yang oleh undang-undang ditetapkan menjadi bidang pemerintah pusat

Pemerintah daerah memiliki hak menentukan peraturn daerah dan peraturan-peraturan lain untuk menjalankan otonomi dan tugas pembantuan

Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam Undang-Undang.

(17)

BENTUK, SYSTEM NKRI

Negara Indonesia berbentuk Pemerintahan yang Demokrasi, Sistem presidensial yang terdiri dari beberapa provinsi dan ribuan pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Yang kaya akan budaya dan sumber daya alam melimpah. Yang terdiri dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan tujuan dan fungsi masing-masing. Agar lebih detailnya berikut ini penjabarannya.

NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah negara kesatuan yang berupa republik dengan sistem desentralisasi, yang mana pemerintah daerah menjalankan otonomi dengan luas pada bidang pemerintahan, yang sudah ditentukan oleh

undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

(18)

CITA NKRI

1. MELINDUNGI SEGENAP BANGSA DAN SELURUH TUMPAH DARAH INDONESIA.

Indonesia bertujuan untuk melindungi semua warga negara

maupun penduduk asing di dalam wilayahnya Tujuan ini sejalan dengan tujuan kemanusiaan universal untuk menciptakan

perdamaian dunia yang berdasarkan kebebasan, perdamaian yang berkelanjutan, dan keadilan sosial, Tujuan negara ini juga mencakup kewajiban negara untuk menjaga kesatuan wilayahnya yang luas dan strategis serta melawan tindakan yang

mengancam persatuan dan keamanan negara.

(19)

CITA NKRI

2. MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM

Indonesia bertujuan untuk mencapai kesejahteraan bagi semua rakyatnya, baik dalam aspek material maupun spiritual, dengan

memperhatikan nilai-nilai agama dan keadilan sosial. Tujuannya adalah menciptakan kebahagiaan dalam kehidupan di dunia dan akhirat,

dengan memberikan prioritas pada keadilan sosial dalam pencapaian kesejahteraan ekonomi. Tujuan ini memiliki konsep berbeda dengan konsep kemakmuran individu yang lebih dianut oleh negara-negara Barat.

(20)

CITA NKRI

3. MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA

Rakyat Indonesia juga berperan aktif dalam meningkatkan kecerdasan mereka. Mereka harus memiliki pemahaman yang baik tentang teori kenegaraan Indonesia, memiliki kesadaran hukum, dan

memprioritaskan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi

atau kelompok.Pemahaman tentang sejarah kenegaraan Indonesia juga penting, ebih lanjut, rakyat harus menyadari bahwa kekuasaan

tertinggi berada di tangan mereka. Untuk itu, rakyat melakukan pemilihan wakil-wakil rakyat yang memahami kebutuhan mereka.

(21)

CITA NKRI

4. IKUT MELAKSANAKAN KETERTIBAN DUNIA BERDASAR KEMERDEKAAN, PERDAMAIAN ABADI,

DAN KEADILAN SOSIAL

Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian integral dalam mewujudkan ketertiban dunia yang didasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Tentunya hal ini juga termasuk dalam ranah hubungan internasional.

Tujuan negara ini dapat dilihat dari keterlibatan Indonesia sebagai anggota berbagai organisasi internasional, baik yang bersifat regional seperti ASEAN maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia memiliki potensi besar untuk menjalin kerja sama politik internasional dalam rangka menjaga perdamaian global.

Dengan demikian, Indonesia berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan yang sesuai dengan prinsip- prinsip yang tercantum dalam konstitusi ini demi mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian bagi rakyatnya.

(22)

Sekian

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Tugas Pokok : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pendidikan. Urusan

Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip Negara

Yang dimaksud dengan “asas otonomi dan tugas pembantuan” dalam ayat ini adalah bahwa pelaksanaan urusan pemerintahan oleh daerah dapat diselenggarakan secara langsung

“Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintahan daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi yang

Pada Pasal 18 ayat (2) dan ayat (5) UUD 1945 dinyatakan pemerintahan daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas

Dinas Perikanan Kota Batam mempunyai Tugas Pokok ”merumuskan kebijakan teknis pelaksanaan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan

*) Perangkat Daerah provinsi dan kabupaten/kota selain melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah juga melaksanakan Tugas

dengan undang-undang"; Pasal 18 ayat (2): "Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi