PENDAHULUAN
Konteks Penelitian
Tokoh penting yang berperan dalam perkembangan Hizbut Tahrir di Indonesia adalah Abdurahman Al-Baghdadi dan Abdullah bin Nuh. Hizbut Tahrir Indonesia mengadakan pertemuan internasional yang dihadiri sekitar 100.000 simpatisan di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pada Agustus 2007. 6 Greg Fealy, "Hizbut Tahrir Indonesia: Seeking a 'Total' Islamic Identity", dalam Shahram Akbarz adeh dan Fethi Mansouri, Islam and Kekerasan Politik: Diaspora Muslim dan Radikalisme di Barat (London dan New York: Tauris Academic Studies, 2007), 15.
Pelarangan ideologi Hizbut Tahrir di Indonesia disambut baik oleh banyak pihak yang menilai Hizbut Tahrir adalah organisasi terlarang yang tidak sejalan dengan fondasi bangsa Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengkaji dan membahasnya dalam disertasi yang berjudul “Strategi Dakwah Mantan Anggota Hizbut Tahrir Indonesia di Kabupaten Jember Pasca Bubarnya Pemerintahan Republik Indonesia.”
Fokus Penelitian
Dakwah eks anggota HTI juga menyasar ibu-ibu di pinggiran kota, yakni Kecamatan Wuluhan, dengan Liqo' setiap hari Selasa. Mantan anggota HTI juga menyebarkan dakwahnya melalui media sosial berupa Instagram, WhatsApp, dan berbagai platform lainnya. Mantan anggota HTI tetap menjalankan dakwahnya dengan mengganti nama agar tidak menyerupai organisasi yang dilarang pemerintah.
Survei terhadap strategi dakwah eks anggota HTI khususnya di wilayah Jembera perlu dilakukan guna mengetahui bagaimana eks anggota HTI menyebarkan ideologinya sehingga masyarakat dapat memahami dan tidak terjebak dalam ideologi tersebut. mantan anggota HTI. Bagaimana bentuk kegiatan dakwah eks anggota HTI di Kabupaten Jember pasca bubarnya pemerintahan Republik Indonesia?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan dapat menjadi penambah khazanah keilmuan seluruh sivitas akademika UIN Kiai Haji Achmad Siddiq serta dapat diambil hikmah dan komitmen yang terkandung dalam penelitian yang telah berlangsung. Secara umum diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi lebih lanjut mengenai strategi dakwah eks anggota HTI baik sebelum dibubarkan maupun setelah dibubarkan, serta untuk mengetahui aktivitas eks anggota Hizbut Tahrir. . mereka dapat melindungi diri mereka agar tidak terseret ke dalam ideologi Hizbut Tahrir.
Definisi Istilah
Strategi dakwah mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia pasca dibubarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia di Kabupaten Jember.
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Namun masih belum ada pembahasan dan pengusutan mengenai Hizbut Tahrir setelah dibubarkan oleh pemerintah dan khusus Kabupaten Jember. Kegiatan Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia di Surabaya pasca terbentuknya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan.” Nurfitriyanti, Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar dengan judul skripsi “ Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia Berbasis Multimedia (Analisis Framing Dakwah Hizbut Tahrir di Buletin Al Islam dan Majalah Online Al Wa’ie)”.
9 Nurfitriyanti, “Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia Berbasis Multimedia (Analisis Framing Dakwah Hizbut Tahrir di Buletin Al Islam dan Majalah Al Wa’ie Online)”, (Skripsi: UIN Alauddin Makassar. Oleh karena itu, penelitian ini bersifat suplemen selaras dengan beberapa penelitian sebelumnya dengan memfokuskan pada strategi dakwah Hizbut Tahrir pasca dibubarkan oleh pemerintah Republik Indonesia.
Kajian Teori
Hizbut Tahrir bertujuan meneruskan kehidupan Islam “فانثتسا ةيم لاسلاا ةيحلا” dan bertanggung jawab atas penyebaran Islam. Sejak berdirinya Hizbut Tahrir (HT) pada tahun 1953 di al-Quds atau Baitul Maqdis, organisasi ini telah mempunyai Palestina yang besar. 15 Mohammad Nuruzzaman, “Catatan Hitam Hizbut Tahrir” (Yogyakarta: Belibis Pustaka Soffiudin, Gerakan Politik Hizbut Tahrir Indonesia, (Ciputat Baru: Pustaka Compass, 2017),1.
Hizbut Tahrir muncul di hadapan masyarakat Indonesia pada tahun 2000 dengan menyelenggarakan Konferensi Khilafah Islamiyah Internasional di Senayan Jakarta yang dihadiri 5.000 orang. Hizbut Tahrir menolak keras filsafat, sekularisme, hermeneutika, kapitalisme dan ideologi lain yang tidak sesuai dengan Islam. Langkah mendesak Hizbut Tahrir adalah memperbaiki pemikiran Islam, mengorganisir umat Islam untuk kembali berpikir berdasarkan Al-Quran dan hadis.
Ideologi Hizbut Tahrir merupakan ideologi Khilafah Islam yang dimaksud dalam salah satu buku mereka, yang dijelaskan pada salah satu bab mengenai klaim kebenaran hasil kerja mereka. Pada dasarnya gerakan Hizbut Tahrir Indonesia berorientasi pada pemeliharaan sistem pemerintahan dengan menganut ideologi khilafah. Ahidul Asror memaparkan gerakan khilafah yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia sebagai upaya menyerukan berdirinya kekuatan politik tunggal bagi seluruh umat Islam di muka bumi ini.
Begitu pula dengan Hizbut Tahrir Indonesia yang akan mengedepankan khilafah Islam dalam visi dakwahnya, dalam hal ini adalah 3. Pembangunan ini tidak hanya bertujuan untuk berinteraksi dengan umat, namun juga bertujuan untuk mengembangkan umat Islam secara umum dengan pemikiran dan pemikiran keislaman. hukum yang diambil dari pemikiran Hizbut Tahrir. 37 Eunis Kjhoerunisa, Makna Strategi Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia dengan Strategi Dakwah Nabi Muhammad SAW, Jurnal Komunika, vol.
METODE PENELITIAN
Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Lokasi penelitian menunjukkan di mana penelitian itu dilakukan. 40 Peneliti memilih Kabupaten Jember sebagai lokasi penelitian untuk mengumpulkan informasi mengenai strategi dakwah yang dilakukan eks anggota HTI pasca pembubaran dan bentuk kegiatan dakwah eks anggota HTI pasca pembubaran. Sejak gerakan HTI sendiri sempat masif di Kabupaten Jember, terbukti beberapa kajian halakhic terhadap mantan anggota HTI masih terus dilakukan di berbagai wilayah Kabupaten Jember seperti Kecamatan Wuluhan dan Tanggul. Peneliti menemukan, Kecamatan Tanggul dan Sumbersari memiliki banyak mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia.
Kawasan Sumbersari menjadi pusat penyebaran eks anggota HTI karena terdapat perguruan tinggi yang menjadi sasaran dakwah eks anggota HTI. Topik penelitian adalah sesuatu yang diteliti, baik berupa barang maupun orang, yang memuat data-data yang diperlukan untuk suatu penelitian. 41 Panduan penulisan karya ilmiah menjelaskan hal tersebut. Mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia yang tidak lagi mengamalkan ajaran Hizbut Tahrir (Seseorang yang menyatakan meninggalkan ajaran Hizbut Tahrir).
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik observasi dan teknik dokumentasi. Wawancara dalam penelitian ini diberikan kepada mantan dan anggota aktif HTI sebagai narasumber penelitian ini. Observasi dilakukan dengan mengamati segala sesuatu yang berhubungan dengan topik penelitian yaitu dakwah eks anggota HTI di berbagai tempat baik dunia nyata maupun dunia maya.44 3.
Dokumentasi disini maksudnya peneliti ingin mencari data atau dokumen tentang hal-hal yang diperlukan untuk penelitian ini. Data yang diperoleh melalui metode dokumentasi adalah.
Analisis Data
Penelitian kualitatif menyajikan data dalam bentuk deskripsi yang menggambarkan fokus masalah yang diteliti. Data berupa observasi dan wawancara disajikan dalam bentuk mantan anggota yang ceritanya berkaitan dengan fokus penelitian. Data diamati pada daerah kesimpulan, suatu kesimpulan mencakup segala sesuatu yang ada dalam hasil observasi atau wawancara.
Data yang disimpulkan dipersembahkan dalam bentuk rumusan supaya mudah difahami oleh orang lain.
Keabsahan Data
Cara yang dapat digunakan untuk menilai keabsahan data adalah dengan membandingkan beberapa sumber yang saling berkaitan, Seorang peneliti tidak hanya menggunakan satu informan saja sebagai acuan utama tanpa melakukan perbandingan dengan sumber yang lain. Kegiatan uji keabsahan data antara lain adalah dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari sumber dengan teori yang ada. 47 Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menguji keabsahan data yang diperoleh dalam proses penelitian: 1.
Tahap – Tahap Penelitian
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Objek Penelitian
Penyajian Dan Analisis Data
Pembahasan Temuan
Peneliti membagi strategi dakwah yang dilakukan mantan anggota HTI berdasarkan metode al-bayanuni. 40. yang digunakan oleh eks anggota HTI di Kabupaten Jember adalah Gema Pembebasan dan Kembali ke Identitas Muslim. Tahapan dakwah merupakan tingkatan atau jalur yang dilakukan oleh mantan anggota HTI menuju sasaran dakwahnya.
Dakwah lisan yang dilakukan oleh mantan anggota Hizbut Tahrir Kabupaten Jember secara umum terbagi menjadi dua bagian, yaitu halakah dan seminar. Halakah adalah kegiatan dakwah yang dilakukan oleh mantan anggota HTI berupa pengarahan tujuan dakwah secara pribadi oleh seorang musrif. Seminar yang dipimpin oleh para mantan anggota HTI ini menghadirkan tokoh-tokoh yang terkait dengan pemahaman para mantan anggota HTI.
Dakwah bil qolam yang dilakukan eks anggota HTI di wilayah Jember dilakukan melalui media cetak dan online. Strategi dakwah para mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia pasca dibubarkan oleh pemerintah Republik Indonesia justru merupakan kegiatan dakwah yang mereka laksanakan secara terencana dan masif. Strategi Dakwah Mantan Anggota Hizbut Tahrir Indonesia di Kabupaten Jember Pasca Bubarnya Pemerintahan Republik Indonesia.
Apa yang dilakukan pendeta mantan anggota HTI terhadap orang yang baru pertama kali mengenal HTI? Peneliti: Apa strategi lain yang dilakukan mantan anggota HTI dalam beraktivitas di bidang ini?
PENUTUP
Kesimpulan
Saran – Saran
Penelitian mengenai topik Hizbut Tahrir Indonesia dapat dikembangkan dengan meneliti sesuatu yang berkaitan dengan gerakan dakwah Hizbut Tahrir Indonesia sebagai upaya memperluas pengetahuan tentang Hizbut Tahrir Indonesia. Penelitian ini dapat dijadikan rujukan ilmiah bagi gerakan dakwah Indonesia Hizbut Tahrir, sehingga dapat dijadikan rujukan akademis untuk penelitian selanjutnya. Penelitian ini juga dapat dijadikan referensi bagi Universitas dalam mengetahui pergerakan mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia di lingkungan sekitar Universitas.
Kegiatan Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia di Surabaya Pasca Terbentuknya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan”, skripsi: UIN Sunan Ampel Surabaya. Relevansi Strategi Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia dengan Dakwah Nabi Muhammad SAW. 'wah strategi, Jurnal Komunika, Vol. Hizbut Tahrir Indonesia: Mencari Identitas Islam yang 'Total'", dalam Shahram Akbarz Adeh dan Fethi Mansouri (eds), Islam dan Kekerasan Politik: Diaspora Muslim dan Radikalisme di London Barat dan New York: Studi Akademik Tauris.
Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia Berbasis Multimedia (Analisis Framing Dakwah Hizbut Tahrir di Buletin Al Islam dan Majalah Al Wa’ie Online)", Skripsi: UIN Alauddin Makassar. Bersama ini kami membahas tentang skripsi yang berjudul "Da 'wah strategi mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia di Kabupaten Jember pasca pembubaran pemerintahan Republik Indonesia" termasuk hasil penelitian dan juga hasil Kalryal Salyal sendiri, kecuali artikel yang menjadi acuan sumber. Alamat : Informasi Tanggul Kramat Sukoharjo Jember: Mantan anggota Mantan anggota HTI dengan ini menyatakan hal sebagai berikut.
Telah dilakukan penelitian untuk memperoleh data sehubungan dengan penyusunan skripsi yang berjudul “STRATEGI DAKWAH BAGI MANTAN ANGGOTA HIZBUT TAHRIR INDONESIA DI KABUPATEN. Mantan anggota HTI ini juga melakukan penelitian tertutup mengenai tujuan dakwahnya, sehingga tidak terbuka, mereka melakukannya di rumah-rumah pribadi, nama kajiannya salah satunya, Muslimahan, bukan Muslimatan (Muslimatan identik dengan NU. Langkah pemikiran yang dilakukan eks anggota HTI menuju tujuan dakwahnya, adalah dengan menjauhi sasaran dakwahnya, adalah dari tokoh agama, seolah-olah sasaran dakwahnya adalah orang NU, maka orang tersebut akan terpaksa membenci dan menjauhi tokoh NU, seperti memfitnah KH Ma'ruf Amin, sebut saja KH Ma' ruf Amin seorang ustadz su' (sesat) karena. Semangat itu menular kepada santri santri. Kiai Karim tidak berbaiat kepada HTI namun memberikan kemudahan bagi anggota HTI dalam menjalankan aktivitasnya .