• Tidak ada hasil yang ditemukan

Trait self-control sebagai moderator pengaruh fear of missing out terhadap prokrastinasi akademik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Trait self-control sebagai moderator pengaruh fear of missing out terhadap prokrastinasi akademik"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Trait self-control sebagai moderator pengaruh fear of missing out terhadap prokrastinasi akademik

SCIENCE AND PRACTICE ISSN 2807-8764

ejournal.umm.ac.id/index.php/pjsp 2022, Vol 10(2):79–84

DOI:10.22219/pjsp.v2i1.19905

©The Author(s) 2022 cba4.0 International license

Audita Izza Balqis

1

dan Citra Andina Putri

2

Abstract

Social media has grown rapidly giving an impact on academic activities. Fear of missing out (FoMO) is a phenomenon that develops due to the use of social media, which is thought to be a contributor to academics. This study aims to determine the effect of FoMO on academic procrastination by considering the role of the trait of self-control. 116 participants filled out online questionnaires to measure the Academic Procrastination Scale (APS), Brief Self-control Scale (SCS), and Fear of Missing Out Scales (FoMOS). Data analysis was carried out using the moderating regression method, showing that the trait of self-control significantly moderated the effect of FoMO on academic procrastination. This study implies that the self-control trait can be used as a reference in reducing the level of academic procrastination.

Keywords

affective commitment,job satisfaction, Work-Life Balance

Pendahuluan

1

Prokrastinasi di bidang akademik merupakan permasalahan

2

umum para mahasiswa. Prokrastinasi akademik didefinisikan

3

sebagai perilaku penundaan yang dilakukan dengan sengaja

4

oleh individu terhadap tugas atau pekerjaannya, meskipun

5

sadar adanya dampak buruk dari penundaan tersebut (Steel

6

& Klingsieck , 2016). Penelitian yang dilakukan oleh

7

Muyana (2018) menunjukkan bahwa sebanyak 81% dari 229

8

mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik pada kategori

9

tinggi. Diikuti dengan penelitian olehSari & Fakhruddiana

10

(2019) menemukan tingkat sebesar 82,5 % mahasiswa

11

melakukan prokrastinasi pada kategori sedang. Data dari

12

penelitian tersebut menunjukkan bahwa, prokrastinasi secara

13

konsisten merupakan permasalahan yang serius dialami oleh

14

para mahasiswa di bidang akademik.

15

Dampak negatif dari prokrastinasi bagi individu yang

16

berkaitan dengan pencapaian akademik serta subjective well-

17

being (Steel & Klingsieck,2016). Selain itu konsekuensi

18

negatif dari prokrastinasi akademik yaitu menurunnya

19

prestasi akademik, tidak dapat menyelesaikan tugas, hasil

20

pengerjaan yang tidak maksimal, menurunkan produktivitas,

21

serta membuang waktu dengan sia-sia (Karatas,2015). Secara

22

spesifik, prokrastinasi juga menyebabkan penurunan nilai

23

yang lebih terkait dengan penyelesaian tugas selama kuliah,

24

bukan pada ujian akhir (Morris & Fritz,2015). Prokrastinasi

25

juga berdampak pada kesehatan, seperti stres beserta reaksi

26

fisiknya, gangguan tidur, kelelahan, dan gangguan mental

27

(Grunschel et al.,2013; Patrzek et al.,2012). Selain itu

28

prokrastinasi akademik mengganggu aspek afektif, seperti

29

kecemasan, kemarahan, ketidakpuasan, kesedihan, penyesalan,

30

serta perasaan tertekan (Grunschelet al.,2013;Patrzeket al.,

31

2012) . Berbagai dampak tersebut berimplikasi pada aktivitas

32

akademik yang terganggu.

33

Riset-riset terdahulu telah menemukan bahwa prokrastinasi

34

akademik disebabkan oleh berbagai macam faktor. Studi

35

yang dilakukan oleh Suhadianto (2019) menunjukkan 36

prosentase mencapai 80% individu mengalami prokrastinasi 37

karena persepsi terhadap tugas (waktu pengumpulan yang 38

masih lama, sifat tugas yang terlalu sulit), sifat malas, dan 39

motivasi yang rendah. Prokrastinasi juga berkaitan dengan 40

kecenderungan neurotisme (Baunet al.,2020). Prokrastinasi 41

akademik berkorelasi positif dengan motivasi eksternal, 42

serta berkorelasi negatif dengan motivasi instinsik (Kok, 43

2016). PenelitianPenneyet al.(2018) menyebutkan bahwa 44

prokrastinasi berkorelasi dengan kecemasan secara umum. 45

Berdasarkan tinjauan literatur dan hasil penelitian 46

sebelumya, dapat ditarik garis bahwa faktor yang menye- 47

babkan individu melakukan prokrastinasi yaitu berkaitan 48

dengan faktor internal individu. Penelitian ini berusaha untuk 49

menguji faktor yang berperan secara spesifik. Bahwasannya 50

faktor eksternal yang diduga turut berperan dalam menye- 51

babkan individu melakukan prokrastinasi, yaitu faktor sosial. 52

Seperti yang dikemukakan oleh McCloskey & Scielzo 53

(2015), mahasiswa memiliki karakteristik identic dengan 54

masa penyesuaian sosial dan kemandirian. Pada masa ini, 55

mengembangkan relasi dan meluangkan waktu untuk keber- 56

samaan dengan keluarga maupun teman menjadi sangat 57

penting. Begitu pula sifat kemandirian yang menjadi ciri 58

khas individu yang berada pada masa remaja akhir atau 59

dewasa awal. Dalam hal ini, mahasiswa merasa memiliki hak 60

kebebasan akan segala hal yang mereka lakukan. Hal ini yang 61

kemudian menjadi risiko dalam mengesampingkan tanggung 62

jawab akademiknya dengan lebih memilih aktivitas sosial. 63

1,2Universitas

Korespondensi:

Email:

(2)

Aktivitas sosial dapat dilakukan dengan mudah melalui

64

jejaring sosial. Jejaring sosial seperti Instagram, memper-

65

mudah pengguna untuk membagikan aktivitas sehari-hari

66

maupun mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh orang

67

lain. MenurutOkeke & Anierobi (2020) kemudahan akses

68

yang bisa dilakukan oleh individu dalam melakukan interaksi

69

sosial, memungkinkan individu untuk berperilaku secara

70

kompulsif dalam penggunaan media sosial. Hal tersebut

71

berkaitan dengan kebutuhan akan terkoneksi secara sosial,

72

mengetahui aktivitas orang lain, dan terhubung dengan orang

73

lain memberikan kepuasan secara emosional. Fenomena

74

yang muncul akibat penggunaan media sosial yang banyak

75

diperbincangkan yaitufear of missing out(FoMO).

76

FoMO merupakan perasaan cemas yang muncul ketika

77

individu melihat orang lain mengalami pengalaman

78

menyenangkan, sementara individu tersebut tidak ikut

79

mengalaminya atau tidak hadir di dalamnya (Przybylskiet al.,

80

2013). FoMO merupakan bentuk kecemasan yang berkaitan

81

dengan aspek relasi interpersonal. Sesuai dengan pernyataan

82

Alt (2015), FoMO diasosiasikan dengan penggunaan media

83

sosial yang berlebihan. Hal ini terjadi karena individu yang

84

mengalami FoMO ditandai dengan adanya keinginan untuk

85

terus terhubung pada aktivitas yang dilakukan orang lain

86

secara online (Przybylski et al.,2013). Terdapat penelitan

87

yang menyatakan bahwa, FoMO cenderung terjadi pada

88

individu yang menggunakan Instagram (Vittoriaet al.,2018).

89

Instagram memfasilitasi pengguna untuk membagi foto

90

atau video terkait aktivitas yang mereka lakukan (Alhabash

91

& Ma , 2017). Sebanyak 40% pengguna Instagram di

92

Indonesia dalam rentang usia 18-24 tahun (NapoleonCat,

93

2017). Tujuan mahasiswa menggunakan Instagram untuk

94

memperoleh informasi orang lain, dokumentasi, kekerenan,

95

dan kreativitas (Sheldon & Bryant ,2016). Hal tersebut

96

membuat individu mudah dan cepat mengetahui aktivitas

97

orang lain.

98

Pada penelitian sebelumnya, disebutkan bahwa FoMO

99

menjadi prediktor terhadap prokrastinasi akademik pada

100

mahasiswa (He,2017;Xuet al.,2016;Masuret al.,2014).

101

Hal ini disebabkan individu yang mengalami FoMO akan

102

cenderung lebih fokus pada kecemasan mereka. Individu

103

yang mengalami FoMO rentan untuk menghabiskan waktunya

104

dengan menggunakan dan memeriksa Instagram secara terus

105

menerus (Fox & Moreland ,2015), dengan tujuan untuk

106

terkoneksi dengan aktivitas orang lain maupun peristiwa

107

yang sedang terjadi sebagai sumber kecemasan. Hal ini

108

yang kemudian menyebabkan individu melakukan aktivitas

109

yang tidak berkaitan dengan tugas dan pekerjaannya atau

110

menunjukkan perilaku prokrastinasi akademik.

111

Individu yang mengalami FoMO diprediksikan memiliki

112

kecenderungan untuk melakukan prokratinasi akademik.

113

Namun ada faktor lain yang diduga berperan dalam hubungan

114

tersebut. Prokrastinasi akademik dapat dikaitkan dengan

115

kemampuan seseorang dalam hal pengendalian diri. Trait self-

116

control menurutTangneyet al.(2004) merupakan kemampuan

117

individu untuk mengatur pikiran, perasaan serta perilaku.

118

Trait self-control juga dikatakan sebagai sumber dalam

119

membentuk keyakinan, niat, motivasi serta usaha untuk

120

berperilaku (Hankonenet al.,2014). Trait self-control menjadi

121

faktor penting yang berkaitan dengan prokrastinasi. Trait

122

self-control memberikan peran penting dalam menentukan

123

kesuksesan, namun juga berkaitan dengan prokratinasi di

124

bidang akademik (Wijaya & Tori,2018).Kimet al.(2017) 125

juga menemukan bahwa individu yang memiliki trait self- 126

control tinggi dilaporkan memiliki prokrastinasi yang rendah. 127

Sementara, individu yang memiliki prokratinasi akademik, 128

menunjukkan buruknya trait self-control. 129

Trait self-control berperan sebagai faktor penghambat 130

perilaku sehingga mereka akan fokus pada perilaku yang 131

relevan (Gillebaart ,2018). Hal ini kemungkinan terjadi 132

pada individu yang tidak bisa mempertahankan fokusnya 133

pada tanggung jawab akademiknya. Ketika individu memulai 134

tugasnya, namun tidak memiliki sumber daya psikologis 135

(misalnya niat) dan motivasi untuk menyelesaikan tugasnya 136

karena kurangnya pengendalian diri, maka akan terjadi 137

keterlambatan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 138

tugasnya (Geng et al., 2018). Dalam hal ini individu 139

yang mengalami FoMO gagal dalam mengendalikan diri 140

untuk melakukan dirinya untuk memeriksa media sosial 141

Instagram. Dengan demikian, hal ini berdampak pada perilaku 142

prokrastinasi individu. Selaras dengan hal tersebut, beberapa 143

studi juga telah dilakukan menunjukkan bahwa kontrol diri 144

secara negatif memprediksi prokrastinasi akademik (Genget 145

al.,2018;Zhaoet al.,2019). 146

Penelitian sebelumnya telah mengakaji mengenai peran 147

trait self-control sebagai variabel moderator. Misalnya, studi 148

yang dilakukan oleh Van Eerde & Venus (2018) bahwa 149

trait self-control secara signifikan menekan prokrastinasi 150

dalam pekerjaan meskipun individu memiliki kualitas tidur 151

yang rendah. Studi meta-analisis juga menyatakan bahwa 152

kontrol diri, mampu memoderasi konsep variabel yang terkait 153

dengan berbagai perilaku (De Ridderet al.,2012). Selain 154

itu, studi yang dilakukan olehWidhiastuti & Kanaka (2021) 155

menyebutkan bahwa kontrol diri berperan sebagai moderator 156

terhadap FoMO dan prokrastinasi akademik. Berdasarkan 157

tinjauan literatur tersebut, menjadi dasar penelitian ini untuk 158

mengeksplorasi lebih lanjut mengenai peran trait self-control 159

dalam mempengaruhi FoMO terhadap prokratinasi akademik. 160

Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 161

peran trait self-control sebagai penentu pengaruh FoMO ter- 162

hadap prokrastinasi akademik. Fokus penelitian ini dilakukan 163

pada pengguna media sosial Instagram. Hal ini didasarkan 164

pada data bahwa di Indonesia Instagram menempati peringkat 165

keempat setelah YouTube, Facebook, dan WhatsApp (We Are 166

Social,2020). Penelitan ini diharapkan dapat memberikan 167

informasi tambahan terkait pentingnya faktor psikologis 168

seperti FoMO dalam mempengaruhi aktivitas belajar maupun 169

tanggung jawab akademik pada mahasiswa. Manfaat yang 170

ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu, agar kedepannya 171

dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam 172

pengembangan intervensi bagi mahasiswa. 173

Metode

174

Desain Penelitian

175

Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan variabel 176

independen berupa Fear of Missing Out (FoMO), variabel 177

moderator trait self-control dan variabel dependen berupa 178

prokrastinasi akademik. Analisis dengan metode regresi 179

moderasi dilakukan untuk melihat peran trait-self control 180

sebagai penentu pengaruh FoMO terhadap prokratinasi 181

akademik mahasiswa. 182

(3)

Subjek Penelitian

183

Partisipan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 116 mahasiswa

184

di Indonesia yang berstatus aktif. Penelitian ini juga

185

melakukan penjaringan untuk memperoleh data partisipan

186

yang aktif menggunakan Instagram dalam penggunaan harian

187

dengan rerata selama lebih dari tiga jam. Teknik pengambilan

188

sampel berjenis random sampling yang direkrut secara online.

189

Penelitian dilakukan dengan penyebaran survei secara online

190

melalui media sosial.

191

Instrumen Penelitian

192

Academic Procrastination Scale (APS) digunakan untuk

193

mengukur prokrastinasi akademik. APS merupakan hasil

194

pengembangan dari McCloskey & Scielzo (2015)

195

yang berdasar pada pengembangan alat ukur Tuckman

196

Procrastination Scale (1991). Pada penelitian ini APS melalui

197

proses modifikasi ke dalam bahasa Indonesia. Alat ukur ini

198

memiliki 25 aitem, dengan reliabilitas sebesar (α = 0.97).

199

Skala ini berbentuk skala Likert1-5.

200

Brief Self-Control Scale (SCS) digunakan untuk mengukur

201

trait self-control. Alat ukur ini merupakan hasil adaptasi dari

202

Tangneyet al.(2004) ke dalam bahasa Indonesia olehYusainy

203

(2017). SCS memiliki 13 butir pertanyaan yang memiliki nilai

204

reliabilitas sebesar (α= 0.88). Skala ini berbentuk skala Likert

205

1-5.

206

Fear of Missing Out Scales (FoMOS) digunakan untuk

207

mengukur fear of missing out pada individu. Penelitian ini

208

menggunakan FoMOS hasil adaptasi ke bahasa Indonesia

209

dariPrzybylskiet al.(2013). FoMOS memiliki 13 pertanyaan

210

dengan nilai reliabilitas sebesar (α = 0.95). Skala ini

211

berbentuk skala Likert 1-5.

212

Prosedur Penelitian

213

Pemrolehan partisipan dilakukan melalui pranala yang disebar

214

secara online. Partisipan membaca informasi mengenai

215

penelitian ini, kemudian diminta menigisi lembar persetujuan

216

akan keikutsertaan dalam penelitian. Partisipan diminta untuk

217

mengisi data demografis dikemudian dilanjutkan dengan

218

pengisian kuesioner penelitian untuk mengukur prokrastinasi

219

akademik (Academic Procrastination Scale), trait self-control

220

(Brief Self-Control Scale), dan fear of missing out (Fear

221

of Missing Out Scales). Pada bagian akhir, partisipan

222

diinformasikan mengenai kompensasi yang diperoleh, yaitu

223

berupa e-money sebesar 25.000 bagi 5 orang yang beruntung.

224

Hasil

225

Profil partisipan sebanyak 116, terdiri dari perempuan

226

sebanyak 85 partisipan (73.3%) dan laki-laki sebanyak 31

227

partisipan (26.7%). Usia partisipan dalam rentang 18-28

228

tahun (M=21.33; SD=2.16). Skor partisipan pada skala

229

FoMO sebanyak 35.3 % responden termasuk pada FoMO

230

dengan tingkat tinggi, 30.2% berada pada tingkat sedang, dan

231

34.5% termasuk pada tinggi rendah. Pada skala trait self-

232

control skor responden sebanyak 65.5% berada pada kategori

233

rendah, 19.8% pada kategori tinggi, dan 14.7% pada kategori

234

sedang. Pada skala prokrastinasi akademik, 34.5% partisipan

235

termasuk pada kategori rendah, 31.9% pada kategori sedang,

236

dan 33.6% dalam kategori tinggi. Berdasarkan data kategori

237

Tabel 1. Uji Regresi Moderasi

Model Uji Prokrastinasi Akademik

Coff S p

Brief SCS −0.392 0.199

FoMO 0.468 0.155 0.032

FoMO x Brief SCS −0.124 0.454 0.007

Gambar 1. Model Grafik

tersebut, pada skala FoMO dan prokrastinasi akademik tidak 238

menunjukkan perbedaan secara signifikan. 239

Pengujian independent sample t-test, dilaporkan adanya 240

perbedaan antara partisipan laki-laki dan perempuan 241

pada FoMO. Partisipan laki-laki lebih cenderung men- 242

galami FoMO dibandingkan partisipan perempuan (t=4.319, 243

p=0.003). Sedangkan dalam hal prokrastinasi akademik, dan 244

trait self-control tidak dilaporkan adanya perbedaan antara 245

laki-laki dan perempuan. 246

Berdasar tabel tersebut, pengaruh FoMO terhadap prokrasti- 247

nasi akademik, ditemukan hasil sebesar (B=0.468, p=0.032). 248

Hal ini menunjukkan bahwa secara signfikan, FoMO menjadi 249

prediktor pada prokrastinasi akademik. Selanjutnya dilakukan 250

uji regresi moderasi, menunjukkan hasil bahwa terdapat 251

pengaruh yang signifikan trait self-control dalam memoderasi 252

pengaruh FoMO terhadap prokrastinasi akademik (B=-0,124, 253

p=0,007). Hasil tersebut menunjukkan bahwa peran trait self- 254

control berperan secara negatif dalam memoderasi pengaruh 255

FoMO terhadap prokrastinasi akademik. Model secara keselu- 256

ruhan mampu memprediksi sebesar 82,1 %. Sedangkan 19,9% 257

dipengaruhi oleh faktor lain. 258

Keterkaitan antara FoMO, prokratinasi akademik, dan 259

trait self-control dipetakan dalam grafik pada gambar 1. 260

Pada kategori partisipan yang memiliki trait self-control 261

rendah, semakin tinggi tingkat FoMO diikuti dengan 262

semakin meningkatnya tingkat prokrastinasi akademik secara 263

signifikan. Pada kategori partisipan yang memiliki trait self- 264

control sedang, semakin tinggi tingkat FoMO diikuti dengan 265

semakin meningkatnya tingkat prokrastinasi akademik, 266

namun peningkatannya tidak setinggi pada individu dengan 267

kategori trait self-control rendah. Berbeda halnya pada 268

kategori partisipan yang memiliki trait self-control tinggi, 269

semakin tinggi tingkat FoMO diikuti dengan semakin 270

menurunnya tingkat prokrastinasi akademik secara signifikan. 271

Hal ini membuktikan bahwa trait self-control memang 272

memiliki peran dalam menurunkan pengaruh FoMO terhadap 273

prokrastinasi akademik. 274

(4)

Diskusi

275

Analisis menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik

276

dipengaruhi oleh FoMO. Hasil ini mengonfirmasi temuan

277

Przybylskiet al.(2013) yang mengungkapkan bahwa FoMO

278

dapat berdampak pada penurunan aktivitas akademik. Hasil

279

ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh

280

Li & Ye (2022) yang mengungkapkan bahwa FoMO

281

mampu memprediksi perilaku prokrastinasi yang irasional.

282

Lebih lanjut dijelaskan bahwa FoMO menyebabkan individu

283

menggunakan jejaring sosial secara berlebihan.

284

Selanjutnya penelitian ini menguji aspek trait self-

285

control dalam perannya untuk melemahkan pengaruh FoMO

286

terhadap prokrastinasi akademik. Hasil penelitian diperoleh

287

bahwa trait self-control berperan negatif secara signifikan

288

dalam memoderasi pengaruh FoMO terhadap prokrastinasi

289

akademik. Hasil tersebut selaras dengan hasil riset-riset

290

sebelumnya bahwa trait self-control dapat dikatakan sebagai

291

variabel yang mampu berperan sebagai penghambat pengaruh

292

FoMO terhadap prokrastinasi akademik (De Ridder et

293

al., 2012; Wijaya & Tori , 2018; Van Eerde & Venus

294

, 2018; Widhiastuti & Kanaka , 2021). Hasil tersebut

295

mengimplikasikan bahwa individu yang memiliki trait self-

296

control yang tinggi melaporkan perilaku prokrastinasi yang

297

rendah.

298

Individu yang memiliki trait self-control yang tinggi juga

299

diasumsikan pada umumnya tidak memerlukan usaha yang

300

banyak dalam mengesampingkan sesuatu yang tidak relevan.

301

Akan tetapi, mereka lebih berperilaku secara efektif, yaitu

302

membentuk kebiasaan melakukan aktivitas atau mengerjakan

303

tugas secara rutin dan disiplin (Gillebaart & de Ridder,2015;

304

De Ridderet al.,2012). Efek moderasi dari trait self-control

305

mengindikasikan individu dengan trait self-control yang

306

tinggi, lebih mudah untuk menetapkan niat dan membentuk

307

kebiasaan (Haggerat al.,2019;Widhiastuti & Kanaka,2021).

308

Trait self-control berperan dalam perilaku menghindari

309

distraksi sehingga mereka akan fokus pada perilaku yang

310

relevan (Gillebaart,2018). Studi yang dilakukan olehEntet al.

311

(2015) menyebutkan bahwa individu dengan trait self-control

312

yang tinggi lebih berkaitan dengan perilaku menghindari

313

distraksi daripada menahan godaan oleh distraksi itu

314

sendiri. Dalam hal FoMO, individu dengan trait self-control

315

mengendalikan penggunaan smartphone mereka akibat dari

316

kecemasan jika tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan

317

orang lain. Selain itu individu juga mampu untuk mengelola

318

emosi berupa kecemasannya yang menjadi sumber distraksi

319

aktivitas akademik mereka (Fox & Moreland,2015). Hal

320

inilah yang menjadi kontribusi agar individu tetap melakukan

321

aktivitas yang berkaitan dengan tanggung jawab akademik.

322

Ditinjau dari Temporal Motivation Theory (TMT),

323

prokrastinasi dijelaskan melalui perspektif perilaku

324

berdasarkan efikasi diri, motivasi, batas waktu (deadline),

325

dan kemampuan untuk berencana (Steel & Klingsieck ,

326

2016). Berdasarkan teori ini, motivasi dalam menyelesaikan

327

tugas dapat dipahami, bahwa individu lebih melakukan

328

prokrastinasi pada tugas yang sulit dan tidak menyenangkan

329

serta memberikan penghargaan (reward) yang kecil. Hasil

330

penelitian ini diperoleh bahwa prokrastinasi secara signifikan

331

dipengaruhi oleh FoMO. Hal ini menandakan bahwa

332

aktivitas sosial dapat dikatakan sebagai distraksi terhadap

333

aktivitas akademik. Penggunaan media sosial Instagram

334

sebagai sarana untuk terkoneksi dengan orang lain dapat 335

dikatakan sebagai bentuk reward secara instan. Usaha 336

untuk terkoneksi dengan orang lain juga berdasar pada 337

kecenderungan manusia barusaha untuk diterima secara 338

sosial dan berusaha meminimalsir penolakan dari orang lain. 339

Hal ini yang kemudian menjadikan manusia untuk terus 340

berusaha mengetahui informasi maupun aktivitas orang lain, 341

seperti melalui media sosial. 342

Hasil analisis diketahui bahwa partisipan laki-laki 343

mengalami FoMO lebih tinggi daripada perempuan. Serupa 344

dengan penelitianPrzybylskiet al.(2013) yang menyatakan 345

level FoMO pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan. 346

Diasumsikan bahwa laki-laki cenderung menilai aktivitas 347

sosial sebagai hal yang penting. Kemungkinan bahwa laki-laki 348

cenderung tidak ingin tertinggal akan aktivitas sosial secara 349

langsung seperti aktivitas nongkrong. Selain itu, kemungkinan 350

juga partisipan laki-laki tidak ingin tertinggal oleh trend. Hal 351

ini didukung oleh riset yang dilakukan olehLearyet al.(2013) 352

yang menyatakan bahwa laki-laki memiliki kecenderungan 353

kebutuhan akan pertemanan maupun percintaan (need to 354

belong) yang lebih tinggi daripada perempuan. Meskipun 355

demikian, beberapa riset lain menemukan bahwa tingkat 356

FoMO yang tinggi lebih terjadi pada perempuan. Seperti 357

penelitian olehBeyenset al.(2016), yang menemukan bahwa 358

FoMO lebih tinggi daripada laki-laki karena perempuan 359

memiliki kecenderungan untuk dapat diterima dan diakui oleh 360

kelompok. Hal tersebut menjadikan perempuan lebih rentan 361

dalam mengalami stres khususnya di media sosial.Sponcil 362

& Gitimu (2013)juga menyebutkan bahwa perempuan lebih 363

banyak menggunakan media sosial untuk terkoneksi dengan 364

teman, keluarga, serta menghabiskan waktu untuk mencari 365

hiburan. Selain itu perempuan dilaporkan lima kali lebih 366

banyak dalam penggunaan media sosial. 367

Kesimpulan

368

Penelitian ini telah menemukan bahwa adanya peran 369

trait self-control dalam melemahkan pengaruh FoMO 370

terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Trait self- 371

control yang tinggi memiliki kontribusi dalam prokrastinasi 372

akamemik, sehingga individu tetap melaksanakan tanggung 373

jawab akademiknya. Hasil penelitian ini dapat mendukung 374

penelitian-penelitan sebelumnya mengenai peran trait self- 375

control. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa 376

trait self-control mampu berperan sebagai penghambat 377

prokrastinasi akademik. 378

Melihat adanya peran yang signifikan pada trait self- 379

control, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam 380

intervensi pada aktivitas akademik terutama dalam hal 381

prokrastinasi akademik. Meskipun demikian, penelitian ini 382

juga memiliki kelemahan, yaitu kemungkinan adanya bias 383

dari responden karena menggunakan metode kuesioner, 384

adanya kemungkinan responden yang mengisi dua kali atau 385

lebih, serta jumlah responden yang termasuk kurang. Hal ini 386

dapat digunakan sebagai rujukan untuk penelitian selanjutnya 387

untuk dapat dilakukan lebih baik. Selain itu penelitian 388

selanjutnya juga dapat dilakukan dengan meneliti adanya 389

faktor lain atau model penelitian lainnya untuk memberikan 390

gambaran yang lebih luas dan komprehensif. 391

(5)

References

392

Alhabash, S. & Ma, M. (2017). A tale of four platforms: Motivations

393

and uses of Facebook, Twitter, Instagram, and Snapchat among

394

college students?.Social Media Society,1-13.https://doi.org/10.

395

1177/205630511769154

396

Alt, Dorit. (2015). College students’ academic motivation, media

397

engagement, and fear of missing out. Computers in Human

398

Behavior, 49,111-119.http://dx.doi.org/10.1016/j.chb.2015.02.

399

057

400

Baun, S., Junias, M. S., Benu, J. M. (2020). Relationship Between

401

Neuroticism Type Of Personality Academic Procrastination

402

In Dawan’s Ethnic Students In The District Of South Central

403

Timor.Journal of Health and Behavioral Science, 2(4), 241-251.

404

https://doi.org/10.35508/jhbs.v2i4.2971

405

Beyens, I., Prison, E., & Eggermont, S. (2016). “I don’t want

406

to miss a thing”: Adolescents’ fear of missing out and its

407

relationship to adolescents’ social needs, Facebook use, and

408

Facebook related stress.Computers in Human Behavior, 64,1-8.

409

https://doi.org/10.1016/j.chb.2016.05.083

410

De Ridder, D. T. D., Lensvelt-Mulders, G., Finkenauer, C., Stok,

411

M., & Baumeister, R. F. (2012). Taking stock of self-control: A

412

meta-analysis of how trait self-control relates to a wide range

413

of behaviors.Personality and Social Psychology Review,16(1).

414

76-99.https://dx.doi.org/10.1177/1088868311418749

415

Ent, M. R., Baumeister, R. F., & Tice, D. M. (2015). Trait self-

416

control and the avoidance of temptation. Personality and

417

Individual Differences,74.12-15.https://doi.org/10.1016/j.paid.

418

2014.09.031

419

Fox, J., & Moreland, J. J. (2015). The dark side of social networking

420

sites: an exploration of the relational and psychological stressors

421

associated with Facebook use and affordances.Computers in

422

Human Behavior,45,168-176.http://dx.doi.org/10.1016/j.chb.

423

2014.11.083

424

Geng, J., Han, L., Gao, F., Jou, M., & Huang, C. C. (2018). Internet

425

addiction and procrastination among Chinese young adults: A

426

moderated mediation model.Computers in Human Behavior, 84,

427

320-333.https://doi.org/10.1016/j.chb.2018.03.013

428

Gillebaart, M. (2018). The ‘operational’ definition of self-control.

429

Frontiers in Psychology,9,1231.https://doi.org/10.3389/fpsyg.

430

2018.01231

431

Gillebaart, M., & de Ridder, D. T. (2015). Effortless self-control:

432

A novelperspective on response conflict strategies in trait self-

433

control. Social and Personality Psychology Compass, 88-99.

434

https://doi.org/10.1111/spc3.12160

435

Grunschel, C., Patrzek, J., & Fries, S. (2013). Exploring reasons and

436

consequences of academic procrastination: An interview study.

437

European Journal of Psychology of Education, 28, 841–861.

438

https://doi.org/10.1007/s10212-012-0143-4

439

Hagger, M. S., Hankonen, N., Kangro, E.-M., Lintunen, T., Pagaduan,

440

J., Polet, J., Ries, F., & Hamilton, K. (2019). Trait self-

441

control, social cognition constructs, and intentions: Correlational

442

evidence for mediation and moderation effects in diverse

443

health behaviors.Applied Psychology: Health and Well-Being,

444

11(3).407-437https://doi.org/10.1111/aphw.12153

445

Hankonen, N., Kinnunen, M., Absetz, P., Jallinoja, P. (2014). Why do

446

people high in self-control eat more healthily? Social cognitions

447

as mediators.Annals of Behavioral Medicine, 47(2), 242-248.

448

https://doi.org/10.1007/s12160-013-9535-1

449

He, S. (2017) A Multivariate Investigation into Academic 450

Procrastination of University Students.Open Journal of Social 451

Sciences, 5, 12-24.https://doi.org/10.4236/jss.2017.510002 452

Karatas, H. (2015). Correlation among academic procrastination, 453

personality traits, and academic achievement.Anthropologist, 454

20(1,2), 243-255.http://www.sciepub.com/reference/238448 455

Kim, J., Hong, H., Lee, J., & Hyun, M. H. (2017). Effects of time 456

perspective and self-control on procrastination and Internet 457

addiction. Journal of Behavioral Addictions, 6(2), 229–236. 458

https://doi.org/10.1556/2006.6.2017.017 459

Klingsieck, K. B. (2013). Procrastination: When good things don’t 460

come to those who wait. European Psychologist, 18, 24-34. 461

http://dx.doi.org/10.1027/1016-9040/a00013 462

Kok, J. K. (2016). The relationships between procrastination 463

and motivational aspects of self regulation.Jurnal Psikologi 464

Malaysia, 30(1).http://journalarticle.ukm.my/10079/1/204-765- 465

1-PB.pdf 466

Leary, M. R., Kelly, K. M., Cottrell, C. A., & Schreindorfer, L. 467

S. (2013). Construct Validity of the Need to belong Scale : 468

Mapping the Nomological Network. Journal of Personality 469

Assessment, 95(6), 37–41.http://dx.doi.org/10.1080/00223891. 470

2013.819511 471

Li, X. & Ye, Y. (2022). Fear of Missing Out and Irrational 472

Procrastination in the Mobile Social Media Environment: A 473

Moderated Mediation Analysis.Cyberpsychology, Behavior, and 474

Social Networking, 25(1). 59-65.https://doi.org/10.1089/cyber. 475

2021.0052 476

Masur, P.K., Reinecke, L., Ziegele, M. and Quiring, O. (2014). 477

The Interplay of Intrinsic Need Satisfaction and Facebook 478

Specific Motives in Explaining Addictive Behavior on Facebook. 479

Computers in Human Behavior, 39, 376-386.https://doi.org/10. 480

1016/j.chb.2014.05.047 481

McCloskey, J. & Scielzo, S. A. (2015).Finally!: The development 482

and validation of the academic procrastination.https://doi.org/ 483

10.13140/RG.2.2.23164.64640 484

Morris, P. E., & Fritz, C. O. (2015). Conscientiousness and 485

procrastination predict academic coursework marks rather than 486

examination performance.Learning and Individual Differences, 487

39, 193–198.https://doi.org/10.1016/j.lindif.2015.03.007 488

Muyana, S. (2018). Prokrastinasi akademik dikalangan mahasiswa 489

program studi bimbingan dan konseling.Counsellia: Jurnal 490

Bimbingan dan Konseling, 8(1), 45-52.http://doi.org/10.25273/ 491

counsellia.v8i1.1868 492

NapoleonCat (2017, March 17),Instagram user demographics in 493

Indonesia Retrieved May 1, 2019, fromhttps://napoleoncat.com/ 494

blog/instagram-user-demographics-in-indonesia-march-2017/ 495

Okeke, N. U., & Anierobi, E. I. (2020).The influence of social media 496

on aggressive behaviours of in-school adolescents in Anambra 497

State.Journal of Nigerian Academy of Education 16(1), 279- 498

292.https://www.researchgate.net/publication/354054649 499

Patrzek, J., Grunschel, C., & Fries, S. (2012). Academic procrasti- 500

nation: The perspective of university counsellors. International 501

Journal for the Advancement of Counselling, 34, 185–201.https: 502

//doi.org/10.1007/s10447-012-9150-z 503

Penney, A. M., Crompton, J., Hutchison, T. (2018). Procrastination 504

and anxiety: Exploring the contributions of multiple anxiety- 505

related disorder.Current Issues in Personality Psychology, 6(2), 506

122-129.https://doi.org/10.5114/cipp.2018.73054 507

Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, 508

V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates 509

(6)

of fear of missing out. Computers in Human Behavior,

510

29(4),1841–1848.https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014

511

Sari, W. L. & Fakhruddiana, F. (2019). Internal locus of control,

512

social support and academic procrastination among students in

513

completing the thesis.International Journal of Evaluation and

514

Research in Education, 8(2), 363-368.https://doi.org/10.11591/

515

ijere.v8i2.17043

516

Sheldon, P. & Bryant, K. (2016). Instagram: Motives for its use

517

and relationship to narcissism and contextual age.Computers in

518

Human Behavior, 58. 89-97.https://doi.org/10.1016/j.chb.2015.

519

12.059

520

Steel, P., & Klingsieck, K. B. (2016). Academic procrastination:

521

Psychological antecedents revisited.Australian Psychologist,

522

51, 36-46.https://doi.org/10.1111/ap.12173

523

Suhadianto, N.P. (2019). Eksplorasi faktor penyebab, dampak,

524

dan strategi untuk penangana prokrastinasi akademik pada

525

mahasiswa.Jurnal Riset Aktual Psikologi, 10(2).http://ejournal.

526

unp.ac.id/index.php/psikologi/

527

Sponcil, M., & Gitimu, P. (2013). Use of social media by college

528

students: Relationship to communication and self concept.

529

Journal of Technology Research, 4(1), 350-361.https://www.

530

researchgate.net/publication/266344276

531

Tangney, J., Baumeister, R. F., & Boone, A. L. (2004). High self-

532

control predicts good adjustment, less pathology, better grades,

533

and interpersonal success.Journal of Personality, 72, 271-324.

534

http://dx.doi.org/10.1111/j.0022-3506.2004.00263.x

535

Van Eerde, W., & Venus, M. (2018). A daily diary study on sleep

536

quality and procrastination at work: the moderating role of trait

537

self-control.Frontiers in psychology, 9, 2029.https://doi.org/10.

538

3389/fpsyg.2018.02029

539

Vittoria, F., Abeele, M. V., van Rooij, A., Coco, G. L., & De Marez, L. 540

(2018). Fear of missing out as a predictor of problematic social 541

media use and phubbing behavior among flemish adolescents. 542

International Journal of Environmental Research and Public 543

Health, 15, 1-18.http://dx.doi./10.3390/ijerph15102319 544

Xu, S., Wang, Z. J., David, P. (2016). Media multitasking and well- 545

being of university students.Computers in Human Behavior, 55, 546

242-250.https://doi.org/10.1016/j.chb.2015.08.040 547

We Are Social. (2020). Digital 2020: Indonesia. Diakses 16 548

Januari, 2021 darihttps://datareportal.com/reports/digital-2020- 549

indonesia 550

Wijaya, H. E., & Tori, A. R. (2018). Exploring the role of self-control 551

on student procrastination.International Journal of Research 552 in Counseling and Education, 2(1).https://doi.org/10.24036/ 553

003za0002 554

Widhiastuti, R. & Kanaka, S. (2021). Academic procrastination with 555

self-control as moderator.Economic Education Analysis Journal, 556

10(2).http://dx.doi./10.15294/eeaj.v10i2..46623 557

Yusainy, C. (2017). Feeling full or empty inside? Peran perbedaan 558

individual dalam struktur pengalaman afektif.Jurnal Psikologi, 559

44(1).https://doi.org/10.22146/jpsi.18377 560

Zhao, J., Meng, G., Sun, Y., Xu, Y., Geng, J, & Han, L. (2019). The 561

relationship between self-control and procrastination based on 562

the self-regulated theory perspective: the moderated mediation 563

model. Current Psychology. https://doi.org/10.1007/s12144- 564

019-00442-3 565

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tidak langsung pola asuh demokratis terhadap prokratinasi akademik melalui self efficacy MTs Darul Karomah Singosari Malang, dari