• Tidak ada hasil yang ditemukan

Copy of RTT Gol Tugas rev(1)

N/A
N/A
Rlmcy

Academic year: 2025

Membagikan "Copy of RTT Gol Tugas rev(1)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA TATA TANAM GLOBAL (RTTG) Daerah Irigasi Way Kandis 1.500 Ha Dibagi dalam 3 Golongan Pemberian air irigasi

Golongan 1 Luas 544 ha Pola Tanam Padi (H) 100%= 544 Ha-Padi (K) 25% = 136 Ha-Palawija 1 20% = 217.6 Ha - Palawija 2 = 40% = 435.2 Ha136 218 435 Golongan 2 Luas 363 ha Pola Tanam Padi (H) 100%= 363 Ha-Padi (K) 25% = 90.75 Ha-Palawija 1 20% = 145.2 Ha - Palawija 2 = 40% = 290.4 Ha91 145 290 Golongan 3 Luas 247 ha Pola Tanam Padi (H) 100%= 247 Ha-Padi (K) 25% = 61.75 Ha-Palawija 1 20% = 98.8 Ha - Palawija 2 = 0% = 0 Ha62 99 198 Awal Pemberian air irigsi Nov 1, jarak waktu antara golongan yang beurutan adalah setengan bulanan

Berarti awal pengolahan tanah Golongan 1 mulai Nov 1, Golongan 2 mulai Nov 2 dan Golongan 3 mulai Des 1 Ingat !!!!

Kegiatan pemberian air irigasi di sawah ada 4 kegiatan :

1. Kegiatan pemberian air irigasi untuk pengolahan tanah (LP) satuan kebutuhan ainya 1,07 l/dt/ha 2. Kegiatan pemberian air irigasi untuk pertumbuhan 1 padi (PT1) satuan kebutuhan ainya 0,82 l/dt/ha 3. Kegiatan pemberian air irigasi untuk pertumbuhan 2 padi (PT2) satuan kebutuhan ainya 0,40 l/dt/ha 4. Kegiatan pemberian air irigasi untuk palawija 1 atau palawija 2 (Plw) satuan kebutuhan ainya 0,25 l/dt/ha

Besarnya satuan kebutuhan air tersebut di atas berbeda2 setiap daerah, tetapi kalau kita tidak punya data2 daerah setempat bisa menggunakan satuan kebutuhan air tersebut di atas

Ingat ! Kebutuhan air irigasi di BS (bangunan sapap tersier) = faktor tersier x satuan kebutuhan air x luas

Faktor tersier = 100% / efisiensi saluran tersier, faktor sekunder = 100% / efisiensi saluran seunder, faktor primer = 100% / efisiensi saluran primer

Faktor tersier = faktor kehilangan air di saluran tersier, Faktor skder = faktor kehilangan air di saluran skder, Faktor primer = faktor kehilangan air di saluran primer Untuk menghitung kebutuhan air irigasi di BS, misalnya di Des 2 maka lihat !!! Kegiatan apa saja dalam 1 kolom dengan Des 2, oleh karena itu harus hati2 mengisi kolom-kolom setengah bulanan tersebut, jika salah mengisi maka otomatis juga akan salah menghitung kebutuhan air irigasi, coba lihat kolom Des 2, apa saja???

lihat RTTG kolom Des 2 : ada kegiatan pertumbuhan 1 padi Gol 1 542 ha, kegiatan pertumbuhan 1 padi gol 2 472 ha dan kegiatan pengolahan tanah LP gol 3 486 ha maka kebutuhan air di BS = 1,25 x 0,82 x 542 + 1,25 x 0,82 x 472 + 1,25 x 1,07 x 486 = 1.689 l/dt

Mei 1 ada kegiatan apa ??? Yaitu ada PT1 gol 1 135 ha, WLR gol 1 135 ha, Plw gol 1 84 ha, PT1 gol 2 118 ha, Plw gol 2 68 ha, PT1 gol 3 122 ha dan Plw gol 3 148 ha.

maka kebutuhan air di BS = 1,25 x 0,82 x 135 + 1,25 x 0,38 x 135 + 1,25 x 0,25 x 84 + 1,25 x 0,82 x 118 + 1,25 x 0,25 x 68 + 1,25 x 0,82 x 122 + 1,25 x 0,25 x 148 = = 542 l/dt

Setiap 1 daerah irigasi harus mempunyai RTTG (rencana tata tanam global) dan RTTD (rencana tata tanam detai)

Pada RTTG kita belum bisa melihat berapa ha padi dan palawija di setiap petak tersier, tetapi pada RTTD sudah dapat kita lihat berapa ha padi dan palawija di setiap petak tersier.

Berarti kita harus buat RTTG dan RTTD untuk setiap Daerah Irigasi, RTTG dan RTTD disetujui dan disahkan oleh Bupati atas usulan2 dari para organisasi P3A yang berada dalam 1 Daerah Irigasi.

(2)

RENCANA TATA TANAM GLOBAL Daerah Irigasi Way Kandis 500 Ha Sistem Tanam

I II I II I II I II I II I II I II I II I II I II I II I II

Padi dan Plw(542 Ha) Gol 1 LP PT1 PT2 LP PT1 PT2 Plw

-Padi Pengolahan Tanah 544.0 544.0 136.0 136.0

-Padi Pertumbuhan 1 544.0 544.0 544.0 544.0 544.0 136.0 136.0 136.0 136.0 136.0

-Padi Pertumbuhan 2 544.0 136.0

-WLR 544.0 544.0 136.0 136.0

-Palawija 217.6 217.6 217.6 217.6 217.6 133.7 435.2 435.2 435.2 435.2 435.2 435.2

Padi dan Plw(472 Ha) Gol 2

-Padi Pengolahan Tanah 363.0 363.0 90.8 90.8

-Padi Pertumbuhan 1 363.0 363.0 363.0 363.0 363.0 90.8 90.8 90.8 90.8 90.8

-Padi Pertumbuhan 2 363.0 90.8

-WLR 363.0 363.0 90.8 90.8

-Palawija 145.2 145.2 145.2 145.2 145.2 145.2 290.4 290.4 290.4 290.4 290.4 290.4 2025.8

Padi dan Plw(486 Ha) Gol 3 534.175

-Padi Pengolahan Tanah 247.0 247.0 61.8 61.8 156

-Padi Pertumbuhan 1 247.0 247.0 247.0 247.0 247.0 61.8 61.8 61.8 61.8 61.8

-Padi Pertumbuhan 2 247.0 61.8

-WLR 247.0 247.0 61.8 61.8

-Palawija 98.8 98.8 98.8 98.8 98.8 98.8

Satuan Kebut.air (l/dt/ha)

-Padi Pengolahan Tanah 1.6 1.6 1.6 1.6 1.6 1.6 1.6 1.6

-Padi Pertumbuhan 1 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8

-Padi Pertumbuhan 2 0.4 0.4 0.4 0.4 0.4 0.4

-WLR 0.4 0.4 0.4 0.4 0.4 0.4 0.4 0.4 0.4 0.4

-Palawija 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3

Kebut.air di BS (L/dt) ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### 892.0 894.4 588.7 500.2 504.6 456.8 601.9 525.0 364.8 257.6 226.8 226.8 90.8

Kehil.air di Jar.Utama(L/dt) 168.6 281.2 323.4 220.7 223.4 223.4 241.6 178.5 138.3 138.6 91.2 77.5 78.2 70.8 93.3 81.4 56.5 39.9 35.1 35.1 14.1

Jum Kebut.air irigasi (L/dt) ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### 679.9 577.7 582.8 527.6 695.2 606.4 421.3 297.6 261.9 261.9 104.8

Debit andalan (L/dt) ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### 600.0 600.0 500.0 500.0 500.0 500.0 350.0 350.0 200.0 200.0 200.0

Faktor K 0.8 0.7 1.0 1.5 1.2 1.2 1.1 1.5 1.0 1.0 0.9 1.0 0.9 0.9 0.7 0.8 0.8 1.2 0.8 0.8 1.9

Debit dialirkan (L/dt) #### ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### ##### 600.0 577.7 500.0 500.0 500.0 500.0 350.0 297.6 261.9 261.9 104.8

Keterangan :

Kehilangan air di saluran induk 5% (faktor primer 1,05) Kehilangan air di saluran sekunder 10% (faktor primer 1,11) Kehilangan air di saluran tersier 20% (faktor tersier 1,25)

APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT

NOP DES JAN FEB MAR

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian evaluasi jaringan irigasi Kaiti Samo dengan luasan ±818,1 Ha ini yang akan di analisa adalah besaran kebutuhan air, debit saluran, (Saluran Primer, Sekunder, dan

Kebutuhan air irigasi dengan memperhitungkan faktor jarak yaitu dengan memperhitungkan kehilangan air di sepanjang saluran irigasi diperkirakan dapat menghemat kebutuhan air

Hampir setiap tahun dimusim penghujan terjadi banjir pada Saluran Primer Wonorejo I yang memicu Saluran Sekunder dan Saluran Tersier tidak bisa mengalirkan air

Hasil yang didapatkan dari penelitian ini, yaitu nilai efisiensi penyaluran air rata-rata saluran sekunder daerah irigasi air duku 66,493%.. Kata kunci: efisiensi,

Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa efisiensi pada saluran sekunder dapat dikatakan dalam keadaan tidak efisien untuk menyalurkan air dari saluran primer ke saluran

Kegiatan Pemeliharaan Saluran Irigasi Pekerjaan Pemeliharaan. Saluran Irigasi Desa

EPMK = Adzp/Asa x 100% Dengan : EPMK = Efisiensi pemakai Adzp = Air yang dapat ditahan pada zone perakaran Asa = Air yang diberikan sampai diareal irigasi 3 Efisiensi Penyimpanan

Faktor-faktor penyebab kehilangan air pada irigasi Air Duku disebabkan oleh nilai kehilangan air akibat evaporasi terbesar disepanjang saluran sekunder adalah pada saluran sekunder BT 0