Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Brawijaya 3840
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kelas (Studi pada: SDN Mulyorejo 3 Malang)
Dhevanda Savira Ibadillah1, Satrio Agung Wicaksono2, Welly Purnomo3 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
Abstrak
Sekolah merupakan sebuah lembaga yang memiliki beberapa komponen yang harus dikelola seperti komponen kurikulum dan pembelajaran. Pada SDN Mulyorejo 3 Malang, beberapa tugas dalam komponen tersebut seperti kegiatan penyusunan jadwal masih dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet dan untuk menghasilkan jadwal diperlukan waktu yang cukup lama. Selain itu kegiatan manajemen kelas yang kurang baik dikarenakan seluruh mata pelajaran dimuat dalam satu Classroom serta kegiatan presensi dilakukan melalui grup WhatsApp. Oleh karena itu untuk menyelesaikan masalah tersebut, sekolah ingin membangun sebuah sistem yang dapat mendukung kegiatan tersebut. Sistem dikembangkan dengan menggunakan metode waterfall yang didalamnya terdapat tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi sistem menggunakan framework CodeIgniter, serta pengujian sistem menggunakan black box testing serta user acceptance testing. Berdasarkan hasil black box testing didapatkan hasil bahwa sistem yang dikembangkan telah sesuai dengan rancangan yang dibuat. Sedangkan hasil penerimaan pengguna pada staf TU mendapatkan nilai 94,28% yang berarti bahwa sistem dapat diterima dengan sangat baik. Lalu hasil penerimaan pengguna pada guru mendapatkan nilai 50% yang berarti bahwa sistem cukup diterima. Sedangkan hasil penerimaan pengguna pada siswa mendapatkan nilai 87,5% yang berati bahwa sistem dapat diterima dengan sangat baik.
Kata kunci: penjadwalan, manajemen kelas, metode waterfall, sistem informasi manajemen kelas Abstract
School is an institution that has several components that must be managed such as curriculum and learning components. At SDN Mulyorejo 3 Malang, some of the tasks in these components, such as scheduling activities, are still done manually using a spreadsheet and require a long time to generate a schedule. In addition, class management activities are not good because all subjects are contained in one classroom and attendance activities are carried out through WhatsApp groups. Therefore, to solve this problem, the school wants to build a system that can support these activities. The system was developed using the waterfall method in which there are stages requirements analysis, system design, system implementation using the CodeIgniter framework, and system testing using black box testing and user acceptance testing. Based on the results of black box testing, it was found that the system developed was in accordance with the design made. While the results of user acceptance on TU staff get a value of 94.28% which means that the system can be received very well. Then the results of user acceptance on the teacher get a value of 50% which means that the system is quite acceptable. While the results of user acceptance on students get a value of 87.5% which means that the system can be received very well.
Keywords: scheduling, class management, waterfall method, class management information system
1. PENDAHULUAN
Menurut KBBI, sekolah merupakan sebuah lembaga yang memiliki fungsi sebagai tempat dilaksanakannya proses
belajar mengajar . Sebagai sebuah lembaga, sekolah memiliki beberapa komponen yang harus dikelola seperti komponen kurikulum dan pembelajaran. Pada SDN Mulyorejo 3 Malang beberapa tugas yang dilakukan
dalam kegiatan pengelolaan kurikulum dan pembelajaran seperti penyusunan jadwal pelajaran dilakukan secara manual menggunakan perangkat lunak spreadsheet dengan cara sebagai berikut (1) menentukan mata pelajaran; (2) menentukan banyaknya jam pelajaran; (3) menentukan guru pada setiap mata pelajaran. Setiap guru yang mengajar akan diberikan warna yang berbeda-beda untuk memudahkan mendeteksi ada atau tidaknya bentrokan dalam jadwal yang dibuat dan untuk menghasilkan jadwal membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu selama 2 – 7 hari pada jam kerja (8 jam). Jadwal yang telah dibuat akan dibagikan kepada setiap wali kelas serta guru dalam bentuk file spreadsheet. Lalu setiap wali kelas akan membagikan jadwal pelajaran kepada siswa dengan cara mencetak jadwal pelajaran tersebut dan dibagikan dalam bentuk foto melalui grup Whatsapp.
Permasalahan lain yang dihadapi yaitu kegiatan manajemen kelas seperti pembagian kelas yang kurang baik dikarenakan seluruh materi serta tugas dari seluruh mata pelajaran dalam satu kelas dimuat dalam satu Classroom. Hal tersebut dapat membuat guru serta siswa bingung dalam mengakses materi serta tugas. Selain itu dikarenakan dalam platform Classroom tidak memiliki fitur yang mendukung kegiatan presensi kehadiran siswa, maka presensi kehadiran siswa dilakukan melalui grup Whatsapp dengan cara siswa mengirimkan pesan yang berisi pernyataan kehadiran dalam grup tersebut.
Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan, pihak sekolah ingin membangun sebuah sistem yang dapat membantu pihak TU, guru, maupun siswa dalam melaksanakan kegiatan penyusunan jadwal, serta manajemen kelas menjadi lebih mudah.
Untuk mengembangkan sistem tersebut akan dilakukan dengan menggunakan metode waterfall. Metode waterfall merupakan satu dari beberapa metode pengembangan yang masuk ke dalam SDLC (Software Development Life Cycle) model, dimana proses pengembangan dilakukan secara berurutan. Terdapat 4 fase utama yang digunakan dalam metode waterfall antara lain analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian sistem (Sommervile, 2011). Tahap analisis
kebutuhan sistem dilakukan pengumpulan data terlebih dahulu kepada narasumber mengenai permasalahan yang dihadapai serta solusi yang diinginkan. Selanjutnya masuk pada tahap perancangan model serta arsitektur sistem yang dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan. Rancangan model serta arsitektur sistem dibuat dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language). UML merupakan sebuah alat yang memiliki fungsi untuk mengubah hasil analisis serta desain sistem yang akan dikembangkan ke dalam bentuk visual yang mudah dipahami (Braun, et.al., 2001).
Selanjutnya masuk pada tahap implementasi
hasil rancangan. Proses
pengimplementasian hasil rancangan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa platform serta framework. Selanjutnya masuk pada tahap pengujian sistem.
Pengujian black box hanya berfokus pada hasil keluaran sistem dari beberapa kemungkinan masukan yang dimasukkan ke dalam sistem yang berfungsi untuk menguji fungsionalitas sistem (Mustaqbal. dkk, 2015). Pengujian juga dilakukan dengan menggunakan user acceptance testing untuk melihat hasil penerimaan pengguna terhadap sistem serta untuk memastikan bahwa sistem yang dikembangkan telah sesuai dengan kebutuhan (Perry, 2006).
Berdasarkan penjelasan latar belakang tersebut, peneliti menyusun laporan skripsi ini dengan harapan bahwa nantinya penelitian ini dapat membantu pihak sekolah dalam mendukung kegiatan penyusunan jadwal pelajaran, serta manajemen kelas menjadi lebih mudah.
2. METODOLOGI
Pada bab metodologi menjelaskan tahapan yang dilakukan oleh peneliti dalam mengembangkan sistem informasi manajemen kelas. Tahapan penelitian berada pada gambar 1.
Gambar 1 Tahapan Penelitian
2.1 Studi Literatur
Pada tahapan tersebut, peneliti melakukan pendalaman materi terhadap topik penelitian.
Peneliti akan mencari teori mengenai penjadwalan, manajemen kelas, informasi mengenai objek yang dijadikan bahan penelitian, metode waterfall, UML, CodeIgniter, serta metode yang digunakan dalam tahap pengujian.
2.2 Analisis Kebutuhan
Pada tahapan tersebut, peneliti melakukan analisis dan pendefinisian kebutuhan sistem dalam mengembangkan sistem informasi manajemen kelas yang dilakukan berdasarkan hasil pengumpulan data dari wawancara dengan pihak sekolah. Kebutuhan sistem akan didefinisikan menjadi kebutuhan fungsional serta non fungsional. Selain itu juga dihasilkan use case diagram, serta use case scenario.
2.3 Perancangan Sistem
Pada tahapan tersebut, peneliti membuat rancangan sistem dari hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya.
Pembuatan rancangan alur kerja sistem dibuat dengan menggunakan activity diagram, sequence diagram, serta class diagram.
Selanjutnya pembuatan desain rancangan antarmuka sistem dibuat dengan menggunakan wireframe.
3.5 Implementasi Sistem
Dalam tahapan tersebut, peneliti melakukan implementasi sistem dari hasil analisis kebutuhan serta rancangan sistem. Dalam melakukan pengembangan sistem informasi manajemen kelas, peneliti akan menggunakan MySQL sebagai basis data, CodeIgniter sebagai
framework, serta PHP sebagai bahasa pemrograman.
3.6 Pengujian Sistem
Dalam tahapan tersebut, peneliti melakukan pengujian sistem. Peneliti akan melakukan pengujian menggunakan pengujian black box serta pengujian acceptance. Pengujian black box memiliki fungsi untuk menguji kesesuaian sistem dengan kebutuhan yang telah ditentukan.
Lalu pengujian acceptance memiliki fungsi untuk menilai penerimaan pengguna terhadap sistem.
3.7 Kesimpulan dan Saran
Dalam tahapan terserbut, peneliti mengambil kesimpulan terhadap hasil penelitian pengembangan sistem informasi manajemen kelas. Peneliti juga memberikan saran bagi peneliti selanjutnya yang serupa dengan yang peneliti lakukan.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Analisis Kebutuhan
3.1.1 Proses Bisnis
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan pihak sekolah didapatkan 3 alur kegiatan yaitu kegiatan penyusunan jadwal, pembagian kelas, serta pelaksanaan presensi kehadiran. Alur kegiatan yang dilakukan saat ini dijelaskan pada proses bisnis saat ini yang terdapat pada gambar 2.
Gambar 2 Proses Bisnis Saat Ini Pelaksanaan Presensi Kehadiran
Dari hasil analisis tersebut didapatkan alur kegiatan rekomendasi yang diberikan oleh peneliti yang dijelaskan pada proses bisnis rekomendasi yang terdapat pada gambar 3.
Gambar 3 Proses Bisnis rekomendasi Pelaksanaan Kegiatan Presensi
3.1.2 Use Case Diagram
Berdasarkan hasil analisis proses bisnis dilakukan identifikasi terhadap kebutuhan yang diperlukan untuk pengembangan sistem. Hasil dari identifikasi kebutuhan berupa kebutuhan fungsional sebanyak 12, kebutuhan non fungsional sebanyak 1, use case diagram, serta use case scenario.
Berikut merupakan hasil identifikasi kebutuhan use case diagram yang terdapat pada gambar 4.
Gambar 4. Use Case Diagram
Detail pada setiap kegiatan use case diagram ada di dalam use case scenario.
Berikut merupakan hasil identifikasi kebutuhan use case scenario dari kegiatan presensi yang terdapat pada tabel 1.
Tabel 1 Use Case Scenario Guru Membuka Presensi Kehadiran
Actor Guru
Brief Description
Guru dapat membuka presensi kehadiran siswa
Pre- Conditions
Guru telah masuk dalam sistem
Main Flow 1. Guru membuka menu
‘Presensi’.
2. Sistem menampilkan tabel berisi data presensi.
3. Guru menekan tombol ‘+
Buat Presensi Kehadiran’.
4. Sistem menampilkan form pembuatan presensi.
5. Guru memasukkan pilihan jadwal, tanggal, materi, serta status kehadiran pada form.
6. Guru menekan tombol
‘Tambah’
7. Sistem mengecek data presensi yang dimasukkan dengan database.
8. Sistem menyimpan presensi kehadiran siswa yang telah dibuat.
9. Sistem menampilkan pesan
‘presensi berhasil dibuat’.
Alternative Flows-1
8.1 Sistem menampilkan pesan error ‘data presensi yang dimasukkan telah terdaftar dalam database’.
8.1.1 Menuju flow ke-2.
Post- Conditions
Guru telah membuat presensi kehadiran siswa
3.2 Perancangan Sistem
Perancangan sistem dalam membangun sistem informasi manajemen kelas pada SDN Mulyorejo 3 Malang dilaksanakan berdasarkan hasil analisis kebutuhan. Perancangan sistem dijelaskan dalam 4 jenis yaitu perancangan arsitektur, alur kerja, basis data sistem, serta desain antarmuka sistem.
3.2.1 Perancangan Arsitektur Sistem Dalam tahapan tersebut dijelaskan cara kerja antara pengguna, sistem serta komponen lainnya dalam melakukan aktivitas digunakan sebuah gambar yang terdapat pada gambar 5.
Gambar 5 menjelaskan mengenai salah satu aktivitas yang dapat dilakukan pengguna staf TU yaitu membuat kelas.
Gambar 5 Rancangan Arsitektur Sistem
3.2.2 Perancangan Alur Kerja Sistem Untuk menjelaskan rancangan alur kerja sistem digunakan activity diagram, sequence diagram, serta class diagram.
3.2.2.1 Activity Diagram
Setelah kegiatan setiap pengguna dan detail kegiatan telah dijelaskan, selanjutnya dilakukan perancangan alur aktivitas yang digunakan oleh pengguna dan sistem dalam melakukan suatu kegiatan dalam sistem. Berikut merupakan activity diagram dari kegiatan presensi kehadiran yang terdapat pada gambar 6.
Gambar 6 Activity Diagram Kegiatan Presensi Kehadiran
3.2.2.2 Sequence Diagram
Setelah activity diagram dibuat, selanjutnya dibuat perancangan alur kerja dalam sistem ketika pengguna melakukan suatu kegiatan. Berikut merupakan sequence diagram dari kegiatan presensi kehadiran yang terdapat pada gambar 8.
3.2.2.3 Class Diagram
Setelah sequence diagram dibuat, selanjutnya dibuat perancangan kelas yang dibuat berdasarkan atribut serta method yang dijelaskan dalam sequence diagram.
Perancangan kelas dibagi menjadi dua yaitu perancangan pada controller yang terdapat pada gambar 7 serta perancangan pada model yang terdapat pada gambar 9.
Gambar 7 Class Diagram Controller
3.2.2 Perancangan Basis Data Sistem Setelah class diagram dibuat, selanjutnya dibuat perancangan basis data yang dibuat berdasarkan atribut yang dijelaskan dalam class diagram view. Rancangan basis data dibuat menggunakan physical data model yang terdapat pada gambar 10.
Gambar 8 Sequence Diagram
Gambar 9 Class Diagram View
3.2.3 Perancangan Desain Antarmuka Sistem
Setelah seluruh rancangan alur kerja sistem dibuat, selanjutnya dibuat rancangan antarmuka sistem yang dibuat dengan menggunakan wireframe yang merupakan gambaran kasar dari rancangan desain antarmuka sistem yang dikembangkan. Rancangan desain antarmuka sistem dapat dilihat pada gambar 11.
3.3 Implementasi Sistem
Implementasi sistem atau pengembangan sistem dilaksanakan berdasarkan hasil perancangan sistem seperti perancangan alur kerja sistem, basis data, serta antarmuka sistem.
Hasil implementasi antarmuka sistem terdapat pada gambar 12.
Gambar 10 Physical Data Model
Gambar 11 Wireframe
Gambar 12 Implementasi Antarmuka Sistem
3.4 Pengujian Sistem Setelah implementasi sistem dilakukan, berikutnya dilakukan pengujian terhadap sistem. Pelaksanaan pengujian sistem dillaksanakan dengan menggunakan black box testing dan user acceptance testing.
3.4.1 Black Box Testing Black box testing dilaksanakan untuk memeriksa kesesuaian sistem dengan kebutuhan. Hasil dari black box testing terdapat pada tabel 2.
Tabel 2 Hasil Black Box Testing Kode
Pengujian
Tujuan Pengujian Hasil Pengujian
PV-01 Menyimpan jadwal Valid PV-02 Menyimpan data
presensi kehadiran
Valid
PV-03 Mengakses kelas (classroom)
Valid
PV-04 Mencari informasi presensi kehadiran
Valid
PV-05 Menyimpan pilihan kehadiran
Valid
3.4.2 User Acceptance Testing
User acceptance testing dilaksanakan untuk menilai penerimaan pengguna terhadap sistem.
Hasil pengujian yang telah dilakukan kepada pengguna staf TU mendapatkan nilai 94,28%.
Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa sistem pada pengguna staf berada pada kategori sangat baik sehingga dinilai dapat diterima dengan sangat baik.
Hasil pengujian yang telah dilakukan kepada pengguna guru mendapatkan nilai 50%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa sistem pada pengguna guru berada pada kategori cukup sehingga dinilai cukup diterima.
Hasil pengujian yang telah dilakukan kepada pengguna siswa mendapatkan nilai 87,5%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa sistem pada pengguna siswa berada pada kategori sangat baik sehingga dinilai dapat diterima dengan sangat baik.
4. KESIMPULAN
Berikut merupakan kesimpulan yang diambil berdasarkan penelitian pengembangan sistem informasi manajemen kelas yang telah dilakukan, yaitu:
1. Berdasarkan hasil pengujian penerimaan pengguna yang dilakukan pada staf TU dapat diketahui bahwa proses penyusunan jadwal belajar mengajar dan pembagian jadwal pada SDN Mulyorejo 3 Malang dapat dipermudah dengan adanya fitur jadwal dalam sistem. Dalam fitur tersebut, staf TU dapat menyusun jadwal dengan dua cara yaitu dengan mengunggah berkas atau dengan mengisi data pada form. Selain itu pembagian jadwal dapat dipermudah dengan pengguna mengakses fitur jadwal dalam sistem.
2. Berdasarkan hasil pengujian penerimaan pengguna yang dilakukan pada guru dapat diketahui bahwa proses pembagian kelas (classroom) serta pelaksanaan presensi kehadiran pada SDN Mulyorejo 3 Malang dapat dipermudah dengan adanya fitur kelas, serta presensi. Dalam fitur kelas, guru dan siswa dapat mengakses kelas yang telah dibuat menggunakan Google Classroom.
Guru dan siswa akan diundang melalui email untuk masuk dalam Google Classroom. Selain itu fitur presensi yang dapat digunakan oleh guru untuk membuka presensi kehadiran serta melihat data presensi kehadiran sedangkan oleh siswa dapat digunakan untuk mengisi presensi kehadiran serta melihat data presensi kehadiran.
3. Untuk mengukur penerimaan pengguna pada sistem informasi manajamen kelas pada SDN Mulyorejo 3 Malang digunakan metode user acceptance testing. Hasil penerimaan pengguna pada staf TU mendapatkan nilai 94,28% yang berarti bahwa sistem dapat diterima dengan sangat baik oleh pengguna staf TU. Lalu hasil penerimaan pengguna pada guru mendapatkan nilai 50% yang berarti bahwa sistem cukup diterima oleh pengguna guru.
Sedangkan hasil penerimaan pengguna pada siswa mendapatkan nilai 87,5% yang berati bahwa sistem dapat diterima dengan sangat baik oleh pengguna siswa.
5. DAFTAR PUSTAKA
Braun, et al., 2001. Object Oriented Analysis and Design Team. Kennesaw State University CSIS 4650 – Spring 2001.
Mustaqbal, M. S., Firdaus, R. F., & Rahmadi, H.
(2015). Pengujian Aplikasi Menggunakan Black Box Testing Boundary Value Analysis (Studi Kasus Aplikasi Prediksi Kelulusan SNMPTN). Jurnal Ilmiah Teknologi Terapan, 31-36.
Perry, W.E., 2006. Effective Methods for Software Testing 3rd. Indianapolis:
Indiana.
Sommerville, I., 2011. Software Engineering. 9th ed. London: Addison-Wesley.