• Tidak ada hasil yang ditemukan

CURRICULUM VITAE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "CURRICULUM VITAE "

Copied!
137
0
0

Teks penuh

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan yang diukur dengan price-to-book value (PBV). Selain faktor-faktor diatas, dalam penelitian ini penulis menambahkan Good Corporate Governance sebagai faktor lain yang mempengaruhi nilai perusahaan. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa keputusan investasi mempengaruhi nilai perusahaan dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan mempengaruhi nilai perusahaan.

Ni Made Intan Wulandari dan I Gusti Bagus Wiksuana (2017) menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Nilai perusahaan dipengaruhi oleh beberapa komponen antara lain keputusan investasi, ukuran perusahaan dan tata kelola perusahaan yang baik. Bagi institusi pendidikan, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi berupa tambahan literatur pada bidang studi ini, sehingga dapat menambah wawasan melalui bukti empiris mengenai pengaruh keputusan investasi, ukuran perusahaan dan tata kelola perusahaan yang baik terhadap perusahaan. . nilai.

Selain itu diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan mengenai dampak keputusan investasi, ukuran perusahaan dan tata kelola perusahaan yang baik terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk mengetahui dampak keputusan investasi, ukuran perusahaan dan tata kelola perusahaan yang baik untuk memaksimalkan nilai perusahaan.

Gambar 2.1 : Kerangka Pemikiran....................................................................47  Gambar 4.1 : Hasil Uji Normalitas…………………………………………...83
Gambar 2.1 : Kerangka Pemikiran....................................................................47 Gambar 4.1 : Hasil Uji Normalitas…………………………………………...83

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Identifikasi Masalah
  • Perumusan Masalah
  • Pembatasan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika Penulisan Skripsi

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap literatur dan menambah pengetahuan serta referensi bagi peneliti selanjutnya ketika melakukan penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini. Penyusunan hasil penelitian ini terdiri dari 5 bab yang saling berhubungan, yaitu sebagai berikut:

LANDASAN TEORI

Landasan Teori

  • Teori Keagenan (Agency Theory)
  • Teori Sinyal (Signalling Theory)
  • Keputusan Investasi
  • Ukuran Perusahaan
  • Good Corporate Governance
  • Nilai Perusahaan

Penelitian Terdahulu

Kerangka Pemikiran

Pengembangan Hipotesis

  • Pengaruh Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan

METODE PENELITIAN

Metode Penelitian

Desain Penelitian

Populasi dan Sampel

Jenis dan Sumber Data

Metode Pengumpulan Data

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

  • Variabel Dependen (Y)
  • Variabel Independen (X)
    • Keputusan Investasi
    • Ukuran Perusahaan
  • Operasionalisasi Variabel

Metode Analisis Data

  • Analisis Regresi Data Panel
    • Uji Chow
    • Uji Hausman
  • Analisis Statistik Deskriptif
  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Normalitas
    • Uji Heterokedastisitas
    • Uji Multikolonieritas
    • Uji Autokorelasi
    • Analisis Regresi Linier
  • Pengujian Hipotesis (Uji Residual)
    • Uji Statistik F (F-test)
    • Uji Statstik t (test)
    • Koefisien Determinasi

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Uji Hausman

Uji Hausman dilakukan untuk mengetahui model estimasi regresi data panel antara fixed effect dan random effect. Berdasarkan Tabel 4.5 di atas diketahui probabilitas intersep acak persamaan regresi efek acak sebesar 0,2701. Nilai tersebut lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa hasil persamaan regresi pada penelitian ini menggunakan model random effect.

Uji Asumsi Klasik

  • Uji Normalitas
  • Multikolinieritas
  • Uji Autokorelasi
  • Uji Heteroskedastisitas

Dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dengan jumlah observasi sebanyak 118. Salah satu syarat dalam uji hipotesis klasik adalah data yang diperoleh tidak boleh mengandung unsur multikolinearitas. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan terlihat pada tabel 4.6 bahwa nilai tersebut tidak ada yang melebihi nilai 0,8, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak ditemukan adanya multikolinearitas antar variabel independen.

Uji autokorelasi ini dilakukan untuk menguji adanya hubungan antara residu pengamatan yang satu dengan residu pengamatan lainnya. Syarat yang diberlakukan pada pengujian ini adalah jika nilai D-W berada di antara maka tidak terjadi autokorelasi. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, seperti terlihat pada Tabel 4.7, nilai D-W pada model penelitian adalah sebesar 1,919625 yang berarti nilai D-W tersebut sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, sehingga dapat disimpulkan bahwa model penelitian tidak mengalami autokorelasi.

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah terjadi kesalahan dan apakah residu persamaan regresi yang dianalisis tidak menunjukkan varians yang konstan terhadap suatu observasi.

Analisis Regresi Linear Berganda

Variabel independen : Keputusan Investasi (PER), Ukuran Perusahaan (SIZE), Kepemilikan Manajerial (MAN) dan Kepemilikan Institusional (INST). Jika keputusan investasi (PER), ukuran perusahaan (SIZE), persentase kepemilikan manajerial (MAN) dan persentase kepemilikan institusional (INST) diasumsikan konstan, maka nilai perusahaan (PBV) yang dihasilkan adalah sebesar 1,977607. Koefisien regresi PER sebesar 0,001134 menunjukkan bahwa nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,001134 setiap kenaikan PER satu satuan dan sebaliknya.

Koefisien regresi SIZE sebesar -0.021381 menunjukkan bahwa nilai perusahaan akan mengalami penurunan sebesar -0.021381 setiap kenaikan satu satuan SIZE dan sebaliknya. Koefisien regresi MAN sebesar -3.857770 menunjukkan bahwa nilai perusahaan akan mengalami penurunan sebesar -3.857770 setiap kenaikan MAN sebesar satu satuan dan begitu pula sebaliknya. Koefisien regresi INST sebesar -0,372155 menunjukkan bahwa nilai perusahaan akan mengalami penurunan sebesar -0,372155 setiap kenaikan satu satuan INST dan sebaliknya.

Pengujian Hipotesis

  • Koefisien Determinasi dan Uji Simultan (F)
  • Uji Parsial (Uji t)

Hal ini menunjukkan bahwa keputusan investasi, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan perbankan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013–2017. Berdasarkan hasil persamaan regresi pada Tabel 4.11 di atas diperoleh probabilitas PER sebesar 0,0342 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 5% dan. Jadi hal ini menunjukkan bahwa keputusan investasi berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, sehingga dapat dikatakan H1 diterima.

Berdasarkan hasil persamaan regresi pada tabel 4.11 di atas diperoleh probabilitas SIZE sebesar 0,7248 atau lebih besar dari signifikansi 5% dan koefisien regresi sebesar -0,021381. Nilai koefisien yang negatif menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan (PCV). Hal ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, sehingga dapat dinyatakan H2 ditolak.

Berdasarkan hasil regresi tabel perbandingan 4.11 di atas diperoleh probabilitas MAN sebesar 0,0015 atau kurang signifikan dari 5% dan koefisien regresi sebesar -3,857770. Nilai koefisien yang negatif menunjukkan bahwa proporsi kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan (FV). Dengan demikian menunjukkan bahwa proporsi kepemilikan manajerial berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, sehingga dapat dikatakan H3 ditolak.

Berdasarkan hasil regresi pada Persamaan Tabel 4.11 di atas diperoleh probabilitas INST sebesar 0,0449 atau signifikan kurang dari 5%. Nilai koefisien yang negatif menunjukkan bahwa proporsi kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan (PBV). Jadi hal ini menunjukkan bahwa proporsi kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, sehingga dapat diketahui bahwa H4 ditolak.

Analisis Penelitian

  • Pengaruh Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan
  • Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan
  • Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan
  • Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Nilai Perusahaan

Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian terdahulu yaitu Wijaya dan Wibawa (2010), Afzal (2010) dan Ayem dan Nugroho (2017) yang menyatakan bahwa keputusan investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga mendukung teori signaling, dimana informasi keputusan investasi yang tinggi memberikan sinyal yang baik kepada investor mengenai nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang terbentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluang investasi.

Pengeluaran investasi memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan di masa depan dan dengan demikian meningkatkan harga saham sebagai indikator nilai perusahaan. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan proksi LN terhadap total aset seperti pada tabel 4.9 menunjukkan hasil yang memberikan pengaruh negatif tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan yang berarti ukuran perusahaan tidak dapat meningkatkan nilai perusahaan.

Meidiawati (2015) dan Berliani (2017) menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan karena ukuran perusahaan tidak menjadi pertimbangan investor dalam melakukan investasi. Pengaruh proporsi kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan dengan perwakilan (MAN) seperti pada tabel 4.9 menunjukkan bahwa hasil berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini tidak mendukung teori keagenan, yang menyatakan bahwa persentase saham yang dimiliki oleh institusi dapat mengurangi konflik antara manajer dan agen dengan cara menyelaraskan kepentingan manajer dan pemegang saham guna meningkatkan nilai perusahaan.

Penelitian Rustendi dan Farid (2008) sejalan dengan penelitian tersebut yang menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sugiarto (2011) dan Suastini dkk juga menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini bertentangan dengan hipotesis yang menyatakan bahwa kepemilikan manajerial akan meningkatkan nilai perusahaan, seperti yang ditunjukkan oleh hasil sebelumnya dari Muryati dan Suardikha (2014) dan Solikin et al., (2015) yang menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian yang dilakukan tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kusumanigtyas (2015) dan Wida dan Suartama (2014) yang menemukan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Implikasi Manajerial

Hasil penelitian untuk variabel independen kepemilikan manajerial menunjukkan bahwa hasilnya berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris maka semakin rendah nilai perusahaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa jika kepemilikan manajerial yang tinggi tidak efektif maka akan menurunkan nilai perusahaan.

Hasil penelitian untuk variabel independen kepemilikan institusional menunjukkan bahwa hasilnya berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi kepemilikan saham institusi maka semakin rendah nilai perusahaannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa jika kepemilikan institusional yang tinggi tidak efektif maka akan menurunkan nilai perusahaan.

Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kepemilikan manajerial tidak akan meningkatkan nilai perusahaan. Variabel kepemilikan institusional (INST) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan seperti perkiraan harga dan nilai buku. PBV Hal ini menunjukkan bahwa ketika kepemilikan institusional meningkat maka tidak akan meningkatkan nilai perusahaan.

Pengaruh PER ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel moderasi”. Analisis pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, return on assets dan struktur modal terhadap nilai perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 “Pengaruh Corporate Governance -Mekanisme Kualitas Laba dan Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.

“Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kualitas Laba Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Manufaktur Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2007”.

PENUTUP

Kesimpulan

Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat investasi perusahaan maka semakin besar pula kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut sehingga nilai perusahaan pun akan meningkat. Variabel ukuran perusahaan (SIZE) tidak mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan relatif terhadap price to book value (PBV). Hal ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan bukanlah faktor penting bagi investor untuk berinvestasi, namun investor cenderung melihat faktor lain yang dianggap mempunyai pengaruh lebih besar terhadap tingkat pengembalian investasi yang dihasilkan perusahaan.

Variabel kepemilikan manajerial (MAN) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, begitu pula dengan pendekatan price-to-book value (PBV).

Keterbatasan Penelitian

Saran

Disarankan bagi investor yang ingin berinvestasi pada saham emiten perbankan agar memperhatikan faktor-faktor seperti keputusan investasi yang diproksikan PER sebagai dasar dalam mempertimbangkan untuk berinvestasi pada sektor ini, karena PER yang tinggi dapat meningkatkan nilai Perseroan. Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan dapat menambahkan proksi lain untuk melihat nilai perusahaan dari beberapa sudut pandang yang berbeda, seperti Tobins' Q. Menambahkan variabel lain seperti struktur modal, rasio keuangan, suku bunga, tingkat inflasi, nilai tukar dan beberapa variabel pengukuran lainnya dapat mempengaruhi nilai perusahaan.

Pengaruh Tata Kelola Perusahaan Terhadap Kinerja Perusahaan Industri Yordania: Sebuah Studi Empiris di Bursa Efek Amman”. “Pengaruh free cash flow dan keputusan pendanaan terhadap nilai pemegang saham dengan investment opportunity set dan dividen sebagai variabel moderasi”. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan: Peran mediasi ukuran perusahaan (studi empiris dari Indonesia)”.

Tingkat Konservatisme Akuntansi di Indonesia dan Hubungannya dengan Karakteristik Dewan sebagai Salah Satu Mekanisme Tata Kelola Perusahaan.”

Referensi

Dokumen terkait