DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... 1
SUSUNAN ACARA ... 8
TATA TERTIB DALAM SERI PARALEL... 9
PEMAKALAH SESI PARALEL ... 10
PENGEMBANGAN ASESMEN PEMBELAJARAN IPA TERINTEGRASI STEM ... 15
Sugiyanto, S.Pd., M.Si. ... 15
MODEL INTEGRASI STEM PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR ABAD 21 DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 ... 16
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si. ... 16
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN ... 18
Tri Wahyunia, Muhardjito*, Erti Hamimi ... 18
MODEL PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINTIFIK SISWA ... 19
Finny Tessa Avionita1, Vita Ria Mustikasari1*, I Wayan Sumberartha2 ... 19
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MELALUI PEMBELAJARAN INTERACTIVE DEMONSTRATION PADA MATERI GETARAN, GELOMBANG, DAN BUNYI ... 20
Resti Endang Kusuma Ningrum1, Sutopo2*, Vita Ria Mustikasari1 ... 20
LEARNING CYCLE 7E: APLIKASI DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HOTS ... 21
Debby Puspitasari, Vita Ria Mustikasari*, Erti Hamimi... 21
PENGARUH MODEL SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK ... 22
Suci Rekamala Puji Rahayu1, I Wayan Sumberartha2*, Novida Pratiwi1 ... 22
PENGARUH MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP TEKANAN ZAT SISWA SMPN 9 MALANG ... 23
Aulia Yuni Pratiwi, Sugiyanto*, Muhammad Fajar Marsuki ... 23
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) ... 24
PEMBELAJARAN BERBASIS STEM DALAM PEMBELAJARAN IPA ... 25
PEMBELAJARAN DENGAN PEMODELAN PADA MATERI MATA DAN PENGLIHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS VIII ... 26
Nurul Umi Marfuah1, Sutopo2*, Erni Yulianti1 ... 26
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII ... 27
Faridatus Sholikha1, Muhardjito1*, I Wayan Sumberartha2 ... 27
PENGARUH PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMPN 1 MALANG KELAS VIII... 28
Nailah Nur Zhafirah, Erni Yulianti*, Sugiyanto ... 28 LEARNING CYCLE 7E: PENERAPAN DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENGEMBANGKAN HOTS SISWA SMP ... 29
Riska Dwi Anggraini, Vita Ria Mustikasari*, Sugiyanto ... 29 PENGARUH PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP PADA KEGIATAN BELAJAR MENGANALISIS PENCEMARAN LINGKUNGAN ... 30
Ayu Kamala Prakasiwi1, Lia Yuliati2*, Novida Pratiwi1 ... 30 PENGARUH INTEGRASI STEM DALAM MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP ... 31
Siti Aisyah Rohmatin1, Parno2*, Novida Pratiwi1 ... 31 ANALISIS KREATIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK ... 32
Elmi Rahma Arif Fadilah1, Sentot Kusairi2*, Erni Yulianti1 ... 32 PENGARUH MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII SMPN 2 BANTUR PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN ... 33
Tito Dwi Kurniawan1, I Wayan Sumberartha2*, Vita Ria Mustikasari1 ... 33 PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP NEGERI 4 MOJOKERTO ... 34
Herdianna Indawati, Sugiyanto*, Muhardjito ... 34 PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PENCEMARAN LINGKUNGAN SISWA KELAS VII SMPN 3 SINGOSARI ... 35
Silva Ayu Indah Permata, Novida Pratiwi*, Sugiyanto ... 35 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ANDROID PADA KEGIATAN MENGANALISIS SISTEM PERNAPASAN MANUSIA UNTUK KELAS VIII SMP/MTs ... 36
Nurmaula Idba Safrina, Munzil*, Sugiyanto ... 36 PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI-STEM TERHADAP PENGUASAAN KONSEP CAHAYA DAN OPTIK ... 37
Antiningrum Purwaningsih1, Lia Yuliati2*, Vita Ria Mustikasari1 ... 37 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMPN 1 BATU PADA KEGIATAN MENGANALISIS TERJADINYA PENCEMARAN LINGKUNGAN ... 38
Arini Catur Lina, Sugiyanto*, Muhardjito ... 38 PENGARUH MODEL SCIENCE INTEGRATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERIKIR KRITIS PADA TEMA GETARAN, GELOMBANG, DAN BUNYI SISWA SMP ... 39
Oktaviana Wahyuningtyas1, Lia Yuliati2*, Novida pratiwi1 ... 39 ANALISIS PERENCANAAN BAHAN AJAR IPA BERBENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK KEGIATAN MENGANALISIS KONSEP ENERGI BAGI KELAS VII SMP ... 40
Savira Mahdia, Sugiyanto*, Agung Mulyo Setiawan ... 40 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS TERHADAP HOTS IPA SISWA KELAS VIII SMPN 3 SINGOSARI ... 41
Puput Yuliyana1, I Wayan Sumberartha2*, Muhammad Fajar Marsuki1 ... 41 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN REACT TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 3 SINGOSARI MATERI TEKANAN ZAT ... 42
Nur Habibah, Muhardjito, Muhammad Fajar Marsuki* ... 42 ANALISIS PENGUASAAN KONSEP DAN KREATIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM UNTUK MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN ... 43
Risty Triskarevi Raharjo1, Sentot Kusairi2*, Erni Yulianti1 ... 43 PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 2 JABON SIDOARJO ... 44
Sesanti, Vita Ria Mustikasari*, Novida Pratiwi ... 44 ANALISIS PENGUASAAN KONSEP DAN KREATIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM MATERI PEMANASAN GLOBAL ... 45
Safira Amalia Fardiana1, Sentot Kusairi2*, Erti Hamimi1 ... 45
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN
PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP KELAS VIII PADA MATERI TEKANAN ZAT . 46 Septi Putri Ayu1, Sutopo2*, Vita Ria Mustikasari1 ... 46 LEARNING CYCLE 7E: APLIKASI PENILAIAN FORMATIF PADA PEMBELAJARAN IPA ... 47
Mahda Yulia Astary, Vita Ria Mustikasari*, Erni Yulianti ... 47 LC 7E: PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP ... 48
Zakiyah Fayiz Sobirin, Vita Ria Mustikasari*, Erni Yulianti ... 48
ANALISIS PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA
KETERLAKSANAAN KEGIATAN MENGANALISIS PENCEMARAN LINGKUNGAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E ... 49
Alifia Rahayu, Sugiyanto*, Novida Pratiwi ... 49 PENGARUH MODEL PBL DAN DL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SMP KELAS VIII ... 50
Devi Purnita, Novida Pratiwi*, Muhardjito... 50 PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS VII MTsN 2 MALANG MELALUI MODEL LEARNING CYCLE 5E... 51
Abdul Fattah Noor1, I Wayan Sumberartha2*, Sugiyanto1 ... 51
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERBASIS PjBL-STEM PADA MATERI
TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA SEBAGAI PELUANG UNTUK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK ... 52 Lutviyah Dwi Nurfadhilah1, Parno2*, Sugiyanto1 ... 52 ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN ILMIAH PADA PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) ... 53
Anindya Putri, Erni Yulianti*, Novida Pratiwi ... 53 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK ... 54
Fithria Nur Rahmawati, Munzil*, Agung Mulyo Setiawan ... 54
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI IPA KUARTET SEBAGAI MEDIA
PEMBELAJARAN IPA SISWA SMP KELAS VIII PADA MATERI SISTEM EKSKRESI ... 55 Nadia Nurmalita, Munzil*, Novida Pratiwi... 55 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN EKOSISTEM BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK SISWA KELAS VII SMPN 1 NGEBEL ... 56
Lilis Eka Herdiana, Novida Pratiwi*, Muhardjito ... 56 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS KOMPUTER PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN DAN KESEHATAN MANUSIA UNTUK SMP KELAS VIII ... 57
Sekar Yuliana Saputri, Munzil*, Novida Pratiwi ... 57 PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME EDUKASI MATERI SISTEM TATA SURYA KELAS VII SMP ... 58
Rohmatul Ifani, Munzil, Agung Mulyo Setiawan ... 58 JOYFUL-INQUIRY: PEMBELAJARAN IPA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA ... 59 Kholida Farhania1, Hadi Suwono2*, Vita Ria Mustikasari1 ... 59 ANALISIS LITERASI SAINS PADA MATERI TEKANAN ZAT DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING ... 60
Lailatul Fitri Nurjanah1, Erni Yulianti1*, I Wayan Sumberartha2 ... 60 ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP PADA MATERI TATA SURYA MELALUI MODEL LEARNING CYCLE 5E ... 61
Lena Lusiana, Munzil*, Erni Yulianti ... 61 PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN EKOSISTEM BERBASIS DISCOVERY-INQUIRY UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP... 62
Diana Rahma Ayunita1, Ibrohim2*, Erti Hamimi1 ... 62 KAJIAN LITERASI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS GAME ANDROID UNTUK SISWA SMP/MTS KELAS VIII PADA MATERI GETARAN ... 63 Aulia Varadila Slamet1, Hadi Suwono2*, Muhammad Fajar Marsuki1 ... 63
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PENGUASAAN
KONSEP TEKANAN ZAT SISWA KELAS VIII SMPN 5 MALANG ... 64
Fita Nur Chasanah, Sugiyanto*, Erni Yulianti ... 64
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PENDEKATAN SCIENCES, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY (SETS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 7 SMPN 2 MALANG ... 65
Dianita Fitri Ramadhani1, Muhardjito1*, I Wayan Sumberartha2 ... 65
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT, OBSERVE AND EXPLAIN (POE) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP ... 66
MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE-5E BERBASIS STEM ... 67
PjBL-STEM: APLIKASI DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS ... 68
Alvita Kartika Pryadiani1, Arif Hidayat2*, Vita Ria Mustikasari1 ... 68
KAJIAN HASIL PELAKSANAAN PELATIHAN PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI BAGI GURU SD DI KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2018 ... 69
Lintang Ratri Prastika1*, Lukman Nulhakim1, dan Lili Indarti1,2 ... 69
MEDIA PEMBELAJARAN PROSEDUR PENGGUNAAN SENTRIFUS BERBASIS VIDEO UNTUK PEMBELAJARAN BLEANDED LEARNING ... 70
Deny Sutrisno*, Barmi Hartesi ... 70
MEDIA PEMBELAJARAN RANTAI MAKANAN BERBASIS AUGMENTED REALITY MENGGUNAKAN METODE RULE-BASED DAN LINEAR CONGRUENTIAL GENERATOR ... 71
Usman Nurhasan*, Anugrah Nur Rahmanto, Trizha Juniar Kusumaningrum ... 71
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATICS) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS XI MIPA 3 SMAN 1 TALUN KAB. BLITAR ... 72
Niko Oktarian... 72
ANALISIS DAN PETA KOMPETENSI GURU KIMIA SMA/MA ... 73
Mamat Supriatna ... 73
PENGARUH PENGETAHUAN INTUITIF TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA ... 74
Yuniar Alam*, Ratika Sekar Ajeng A, Nira Nurwulandari ... 74
PENGARUH INTEGRASI STEM PADA MODEL PROJECT BASED LEARNING MELALUI PEMBUATAN MINIATUR PARKIRAN HIDROLIK TERHADAP LITERASI SAINS KOMPETENSI SISWA PADA POKOK MATERI FLUIDA STATIS ... 75
Intan Pramesti Ndadari ... 75
PEMANFAATAN LIMBAH MAKANAN SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK SEDERHANA DENGAN TEKNIK ELEMEN VOLTA ... 76
Yuli Estrian*, Moh. Toifur ... 76
IMPLEMENTASI METODE ANALOGI FAR (FOKUS-AKSI-REFLEKSI) PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN 4C SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 4 KEPANJEN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 ... 77
Naili Mukhsinah... 77 AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SETELAH MENGGUNAKAN MODEL
PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA MATERI GETARAN DAN
GELOMBANG ... 78 Roudhoutul Aulia Rochim1*, Nur Kuswanti2, Noer Af’idah1 ... 78
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN
AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID PADA MATERI LISTRIK STATIS UNTUK SISWA SMA ... 79
Badryatusyahryah*, Imas Ratna Ermawaty, Mirza Nur Hidayat ... 79 PENGAPLIKASIAN STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING AND MATH) DALAM PEMBELAJARAN DAN PRAKTIKUM BERBASIS INTERNET OF THINGS MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY ... 80
Odie Zainal Makhali1*, Davy Numairi Atthobari1, Muhammad Ryski Syah Putra1, Denny Oktavina Radianto2 ... 80 ANALISIS PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS XI SMAN 9 MALANG PADA ELASTISITAS DENGAN METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI INTERAKTIF ... 81 Magfira Cindy Dianningrum1*, Endang Purwaningsih1, dan Rusna Laksmisari2 ... 81 EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN INTERDISIPLINER MATA KULIAH TEKNIK MENGGUNAKAN MEDIA ONLINE PADA PRODI ME ANGKATAN 2019 ... 82
Muhammad Satriyo Budiman1, Novan Daza Trinanda1, M. Fa’iq Dzaky Mubarok1, Deny Octavina Radianto2 ... 82 ANALISIS KEMAMPUAN MENYUSUN PERENCAAN PEMBELAJARAN FISIKA MAHASISWA CALON GURU PADA KAJIAN PENGALAMAN LAPANGAN (KPL) ... 83
Fia Tutut Riswanti... 83 PENGGUNAAN APLIKASI SOFTWARE ITEMAN (ITEM AND TEST ANALYSIS) PADA SOAL TRY OUT UN IPA SMP TAHUN 2019 ... 84
Nuril Huda1*, Tutik Sri Wahyuni2 ... 84 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICT OBSERVE EXPLAIN) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SMP NEGERI 32 SEMARANG ... 85
Ratna Pujiwati ... 85 PENGEMBANGAN POTENSI KELAPA MELALUI PENYULUHAN, PELATIHAN DAN PEMASARAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DI DESA GAJAHREJO KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG ... 86
Oktaviani Dina Pertiwi*, Dita Feby Indriani, Hanna Merryta Simbolon, Nuzulul Widya Iswara, Erti Hamimi ... 86
PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DIPADU METODE ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMP ... 87
Yunik Nuramidah... 87 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN RUMAH BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KONSEP LISTRIK SISWA SMP ... 88
Sri Widji Oetami ... 88 PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DIPADU METODE PUZZLE BLOCK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISTEM GERAK PADA MANUSIA SISWA SMP ... 89 Ely Hanifah ... 89 PENERAPAN PEMBELAJARAN INQUIRY BERBANTUAN RUMAH BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKASISWA SMP ... 90
Hariyanto... 90 EAT BULAGA, BERMAIN DAN BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASIBELAJAR IPA SISWA KELAS VII E SMPN 2 PARE ... 91
Kristien Endah Riwayati ... 91 PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DIPADU DENGAN SNOWBALL THROWING DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX-I SMP PAWYATAN DAHA 1 KEDIRI ... 92
Emy Rachmawati ... 92 PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA DAN KETERAMPILAN SISWA SMP ... 93
Titin Heriyani ... 93 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN ETNOID (ETNOSAINS ANDROID) PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS VIII SMP/MTS DI KABUPATEN TULUNGAGUNG ... 94 Faudina Permatasari ... 94 ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI IMPLEMENTASI INTEGRASI STEAM DALAM CPS ... 95
Dyne Rizki Puspitasari ... 95
SUSUNAN ACARA
SEMINAR NASIONAL PEMBELAJARAN IPA KE 4 UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Hari : Sabtu
Tanggal : 5 Oktober 2019
No. Waktu Acara
1 07.00 – 08.00 Registrasi peserta 2 08.00 – 08.02 Pembukaan
3 08.02 – 08.05 Menyanyikan lagu Indonesia Raya 4 08.05 – 08.15 Tarian pembuka
5 08.15 – 08.35 Sambutan-sambutan a. Ketua Pelaksana
b. Dekan/Wakil Dekan/Koordinator Prodi Pendidikan IPA 6 08.35 – 08.40 Pembacaan do’a
08.40 – 08.45 Penyerahan vandel dan foto bersama (dekan, pemateri, dan dosen)
Sesi 1 7 08.45 – 09.30 Pemateri 1
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si.
09.30 – 09.45 Tanya jawab
Sesi 2 8 09.45 – 10.30 Pemateri 2
Prof. Dr. Sutopo, M.Si.
9 10.30 – 11.15 Pemateri 3
Sugiyanto, S.Pd, M.Si.
10 11.15 – 11.45 Sesi Tanya jawab
11 11.45 – 11.50 Instruksi MC mengenai sesi paralel 11.50 – 11.55 Penutup
12 11.55 – 12.55 Ishoma 13 12.55 – 16.00 Sesi paralel
TATA TERTIB DALAM SERI PARALEL
1. Peserta harus berada di ruangan yang telah ditentukan, paling lambat 10 menit sebelum sesi paralel dimulai.
2. Peserta harus mengisi presensi sebelum mengikuti sesi paralel.
3. Setiap peserta pemakalah harus mengumpulkan file presentasinya dalam bentuk MS Powerpoint (PPT) kepada panitia sebelum sesi paralel berlangsung (bagi yang belum mengumpulkan file presentasi).
4. Bagi peserta pemakalah yang tidak mengumpulkan file presentasinya kepada panitia sebelum sesi paralel dimulai, maka waktu yang diperlukan peserta pemakalah untuk menyiapkan file presentasinya dipotong dari alokasi waktu penyajian makalahnya.
5. Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian acara sesi paralel dan mengisi angket tingkat kepuasan agar dapat memperoleh sertifikat. Sertifikat dicetak berdasarkan biodata yang diberikan oleh peserta kepada panitia. Panitia tidak akan menyetak ulang sertifikat peserta meskipun terdapat kesalahan nama, sehingga peserta dimohon mengecek nama masing- masing saat mengisi presensi.
6. Peserta hanya boleh berbicara dalam sesi diskusi setelah dipersilahkan oleh moderator.
7. Baik peserta non pemakalah maupun peserta pemakalah yang sedang tidak menyajikan makalahnya dilarang membuat keramaian sendiri.
8. Peserta diharapkan menggunakan mode getar (silent mode) pada HP saat kegiatan berlangsung.
9. Peserta yang ingin mengambil foto diharapkan tidak mengaktifkan fitur flash/blitznya pada kameranya.
10. Sesi paralel dilakukan dengan 9-10 orang peserta pemakalah untuk setiap ruangan, sedangkan peserta non pemakalah boleh mengikuti sesi paralel di ruang manapun.
11. Sesi presentasi dilakukan per 3 orang peserta pemakalah yang masing-masing diberikan waktu 6-7 menit untuk penyajian makalahnya.
12. Moderator akan memberikan kode kepada pemakalah saat 2 menit sebelum waktu penyajian makalahnya berakhir.
13. Setelah 3 orang peserta pemakalah telah menyajikan makalahnya, sesi diskusi untuk ketiga orang peserta pemakalah tersebut dilakukan bersamaan dengan waktu maksimal 10 menit.
14. Kegiatan pada no. 11 sampai 13 dilakukan secara berulang hingga seluruh peserta pemakalah dalam ruang tersebut telah menyajikan makalahnya.
15. Mohon bantuannya untuk mengisi Anggket Tingkat Kepuasan melalui laman berikut.
Link : https://forms.gle/gAvajbTAuYaLjY7K6
PEMAKALAH SESI PARALEL
A. Paralel 1
Tempat : Gedung O3 Ruang : 105
Fasilitator : Erni Yulianti, S.Pd., M.Pd.
Tema : STEM
No Pemakalah
1 Antiningrum Purwaningsih 2 Risty Triskarevi Raharjo 3 Safira Amalia Fardiana 4 Lutviyah Dwi Nurfadhilah 5 Dian Febriyati
6 Niko Oktarian
7 Elmi Rahma Arif Fadilah 8 Intan Pramesti Ndadari 9 Odie Zainal Makhali
B. Paralel 2
Tempat : Gedung O3 Ruang : 107
Fasilitator : Sugiyanto, S.Pd., M.Si.
Tema : Strategi Pembelajaran
No Pemakalah
1 Debby Puspitasari 2 Riska Dwi Anggraini 3 Abdul Fattah Noor 4 Lena Lusiana 5 Faudina Permatasari 6 Sri Widji Oetami 7 Ely Hanifah 8 Kholida Farhania 9 Lailatul Fitri Nurjanah
C. Paralel 3
Tempat : Gedung O3 Ruang : 201
Fasilitator : Agung Mulyo Setiawan, S.Pd., M.Si.
Tema : Media Pembelajaran
No Pemakalah
1 Aulia Varadila Slamet 2 Nurmaula Idba Safrina
3 Sekar Saputri 4 Rohmatul Ifani 5 M Satriyo Budiman 6 Deny Sutrisno
7 Trizha Kusumaningrum 8 Moh Riky
9 Lilis Herdiana
D. Paralel 4
Tempat : Gedung O3 Ruang : 202
Fasilitator : Novida Pratiwi, S.Si., M.Si.
Tema : STEM
No Pemakalah
1 Siti Aisyah Rohmatin 2 Ana Azzmi
3 Alvita Pryadiani 4 Titin Heriyani 5 Yunik Nuramidah 6 Mayakrisdayanti 7 Fithria Nur Rahmawati 8 Oktaviani Dina Pertiwi 9 Badryatusyahryah
E. Paralel 5
Tempat : Gedung O3 Ruang : 204
Fasilitator : Yessi Afriyenni, S.Pd., M.Sc.
Tema : Strategi Pembelajaran
No Pemakalah
1 Nurul Umi Marfuah 2 Yuniar Alam
3 Wanda Indriana Puspita 4 Dyne Rizki Puspitasari 5 Suci Rekamala Puji Rahayu 6 Aulia Yuni Pratiwi
7 Oktaviana Wahyuningtyas 8 Puput Yuliyana
9 Nur Habibah
F. Paralel 6
Tempat : Gedung O3 Ruang : 205
Fasilitator : Dr. Muhardjito, M.S.
Tema : Asesmen
No Pemakalah
1 Lintang Ratri Prastika 2 Mamat Supriatna 3 Fia Tutut Riswanti 4 Magfira Cindy 5 Nuril Huda 6 Savira Mahdia 7 Alifia Rahayu 8 Sesanti
9 Mahda Yulia Astary 10 Zakiyah Fayiz Sobirin
G. Paralel 7
Tempat : Gedung O3 Ruang : 207
Fasilitator : Muhammad Fajar Marsuki, S.Pd., M.Sc.
Tema : Strategi Pembelajaran IPA
No Pemakalah
1 Herdianna Indawati 2 Silva Ayu Indah Permata 3 Arini Catur Lina
4 Devi Purnita 5 Kristien Endah R.
6 Emy Rachmawati 7 Diana Rahma Ayunita 8 Fita Nur Chasanah 9 Dianita Ramadhani
H. Paralel 8
Tempat : Gedung O3 Ruang : 301
Fasilitator : Isnanik Juni Fitriyah, S.Pd., M.Si.
Tema : Strategi Pembelajaran
No Pemakalah
1 Yuli Estrian 2 Naili Mukhsinah
3 Roudhoutul Aulia Rochim 4 Ratna Pujiwati
5 M Agung Laksono Gempur 6 Ayu Kamala Prakasiwi 7 Tito Dwi Kurniawan 8 Faridatus Sholikha 9 Haryanto
I. Paralel 9
Tempat : Gedung O3 Ruang : 301
Fasilitator : Erti Hamimi, S.Pd., M.Sc.
Tema : Strategi Pembelajaran
No Pemakalah
1 Tri Wahyuni 2 Finny Avionita
3 Resti Endang Kusuma Ningrum 4 Puteri Lailatul Fitriyah
5 Nailah Nur Zhafirah 6 Septi Putri Ayu 7 Anindya Putri 8 Nadia Nurmalita 9 Eltrida
10 Doni 11 Rosita 12 Dian Novita
“Education is what remains after one has forgotten what one has learned in school”
Albert Einstein
PENGEMBANGAN ASESMEN PEMBELAJARAN IPA TERINTEGRASI STEM
Sugiyanto, S.Pd., M.Si.
Program Studi Pendidikan IPA
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Pembelajaran IPA dengan mengintegrasikan STEM semakin banyak diminati dan dilakukan oleh para dosen dan guru. Fenomena ini didorong oleh semangat mereka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang mereka selenggarakan. Berbagai laporan menyatakan bahwa integrasi STEM dalam pembelajaran telah berhasil meningkatkan motivasi dan atosiasme siswa dalam belajar IPA di kelas. Beberapa dari laporan itu menyatakan bahwa integrasi STEM dalam pembelajaran IPA berpengaruh positip terhadap hasil belajar siswa. Namun di sisi lain, banyak guru IPA dalam forum seminar nasional maupun MGMP mempertanyakan bagaiman pelaksanaan asesmen dalam pembelajaran IPA yang terintegrasi STEM. Investigasi lebih mendalam terhadap kesulitan mereka diperoleh bahwa kesulitan itu disebabkan oleh rendahnya kemampuan mereka dalam mendeskripsikan proses belajar siswa dan hasil belajar siswa yang mereka harapkan dalam pembelajaran IPA terintegrasi STEM. Keadaan ini berimplikasi pada kesulitan para guru dalam mengembangkan rubrik penilaian terhadap proses belajar maupun hasil belajar siswa. Artikel ini mengusulkan beberapa alternativ solusi untuk membantu para guru mengembangkan asesmen dalam pembelajaran IPA terintegrasi STEM.
Kata Kunci: Asesmen Pembelajaran, Pembelajaran IPA Terintegrasi STEM, Proses Belajar, Hasil Belajar
MODEL INTEGRASI STEM PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR ABAD 21
DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si.
Universitas Negeri Semarang Email: [email protected]
Abstrak
Pada saat ini kita memasuki era revolusi industri 4.0 dan disruptive innovation yang ditandai cepatnya informasi dan perubahan. Pada saat ini juga ditandai pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, serta perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih.
Menghadapi tantangan tersebut, maka dalam konteks pembelajaran IPA di Perguruan Tinggi dan Sekolah dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan dosen dan guru IPA bagi generasi melenial tersebut. Pada tulisan ini akan mengupas model integrasi STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) pada pembelajaran IPA untuk mengembangkan keterampilan berpikir abad 21 dan menghadapi tantangan revolusi Industri 4.0. Pendekatan STEM dalam pembelajaran IPA berarti dalam pembelajaran IPA tersebut, seorang pendidik harus mengintegrasikan keempat disiplin tersebut, serta wujud implementasinya dalam bentuk pembelajaran sains berbasis STEM. Makalah secara rinci mengungkap perkembangan revolusi industri, konsep dan tujuan pendidikan STEM dan keterampilan berpkir abad 21 dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, kerangka konseptual pola integrasi STEM dalam pendekatan Saintifik melalui desain instruksional ADDIE (Analisis, Desain, Development, Implementasi, dan Evaluasi), serta contoh pola integrasi pendekatan saintifik PjBL dengan STEM pada pembelajaran pencernaan makanan untuk mengembangkan keterampilan berpikir abad 21. Tahap pengembangan model integrasi STEM dalam pembelajaran IPA di Indonesia membuka peluang riset pendidikan IPA bagi dosen, guru, dan mahasiswa untuk mengembangkan model inovatif unit pembelajaran IPA dan fitur perangkatnya terintegrasi STEM; serta pengujian efektivitasnya melalui riset ilmiah.
Kata Kunci: Integrasi STEM, Pembelajaran IPA, Era Industri 4.0
“Change is the end result of all true learning”
Leo Buscaglia
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATERI SISTEM
PERNAPASAN
Tri Wahyunia, Muhardjito*, Erti Hamimi
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Pada abad 21, siswa diharapkan tidak hanya mampu untuk menyerap materi namun juga menerapkannya dalam berbagai masalah kehidupan. Pembelajaran merupakan sarana untuk mengasah kemampuan tersebut. Salah satu kemampuan yang diperlukan siswa adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pendidik membutuhkan alat ukur untuk mengetahui seberapa jauh siswa mampu menggunakan kemampuan analisis, evaluasi dan mencipta.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan soal sebagai instrumen penilaian yang sesuai dan akurat untuk mengukur Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi sistem pernapasan manusia. Tahapan pada penelitian ini menggunakan tiga tahapan yaitu penelitian awal, hasil desain pengembangan produk dan hasil uji coba. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh 11 soal yang valid dan terdapat 2 soal yang tidak valid. Reliabilitas soal ini diperoleh 0,89, nilai tersebut menyatakan bahwa soal memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Kisi-kisi soal telah melalui validasi isi dan konstruk oleh ahli dan memperoleh kriteria sangat baik. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa soal ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi sistem pernapasan manusia.
Kata Kunci: Instrumen Penilaian, Berpikir Tingkat Tinggi, Materi Sistem Pernapasan
MODEL PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINTIFIK SISWA
Finny Tessa Avionita1, Vita Ria Mustikasari1*, I Wayan Sumberartha2
1 Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Literasi saintifik sangat penting di dunia pendidikan yang dapat mengembangkan cara berpikir siswa serta dapat diterapkan dalam kehidupan. Pembelajaran yang berpusat pada pencapaian literasi saintifik dapat mengajarkan pada siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan model PBL dalam meningkatkan literasi saintifik siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif.
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP kelas 8. Teknik analisis data yaitu penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan data kemampuan awal siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mengenali masalah ilmiah dan menjelaskan fenomena dengan menggunakan bukti ilmiah, literasi saintifik siswa masih rendah, pembelajaran belum berpusat pada pencapaian literasi saintifik. Pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional.
Kata Kunci: Literasi Saintifik Siswa, Model Pembelajaran IPA
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MELALUI PEMBELAJARAN INTERACTIVE DEMONSTRATION PADA MATERI GETARAN, GELOMBANG,
DAN BUNYI
Resti Endang Kusuma Ningrum1, Sutopo2*, Vita Ria Mustikasari1
1 Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Pemahaman konsep merupakan salah satu fokus utama dalam pembelajaran IPA. Kesalahan pemahaman konsep yang dialami oleh siswa dipengaruhi oleh pembelajaran yang seringkali belum mampu menunjang siswa untuk mengkonstruk secara mandiri pengetahuan yang diperoleh melalui penyelidikan secara langsung. Model pembelajaran interactive demonstration mengemas pembelajaran lebih bermakna melalui demonstrasi yang interaktif antara guru dengan siswa sehingga mampu melatih kemampuan berpikir siswa dan menunjang peningkatan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi getaran, gelombang, dan bunyi serta mendeskripsikan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran interactive demonstration. Penelitian ini menggunakan mixed methods jenis embedded experimental design. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas VIII C SMPN 3 Singosari tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 31 siswa. Data kuantitatif berupa hasil pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif berupa hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran, hasil jawaban LKS dan hasil wawancara serta hasil dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan sebaran normal. Hasil uji beda sebesar 0,000 pada signifikasi 0,05 dan memiliki d-effect sebesar 1,4912 dengan kriteria sangat tinggi serta N-gain 0,445 kriteria medium bawah sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa dapat meningkat melalui pembelajaran yang menggunakan model interactive demonstration.
Kata Kunci: Interactive Demonstration, Pemahaman Konsep
LEARNING CYCLE 7E: APLIKASI DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HOTS
Debby Puspitasari, Vita Ria Mustikasari*, Erti Hamimi
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
HOTS (Higher Order Thinking Skills) dibutuhkan dalam pembelajaran IPA. Kurikulum 2013 menyarankan agar pembelajaran di sekolah mampu mengasah HOTS. Pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk memecahkan persoalan dapat mengembangkan HOTS siswa.
Learning Cycle 7E memfasilitasi siswa untuk dapat membangun pemahaman dan pengetahuan melalui fenomena dan permasalahan yang dapat disajikan dalam tahapan pembelajaran.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi literatur. Hasil studi literatur menunjukkan hasil yaitu pembelajaran Learning Cycle 7E perlu diterapkan untuk meningkatkan HOTS siswa.
Kata Kunci: Learning Cycle 7E, HOTS, Pembelajaran IPA
PENGARUH MODEL SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK
Suci Rekamala Puji Rahayu1, I Wayan Sumberartha2*, Novida Pratiwi1
1 Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Model pembelajaran SETS berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Penelitian ini untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran SETS pada kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Jenis penelitian yang diterapkan yaitu eksperimen kuasi dengan bentuk penelitian posttest only control design. Lokasi penelitian di SMPN 1 Karangploso dengan populasi penelitian adalah kelas VII tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 9 kelas. Pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh model SETS pada kemampuan pemecahan masalah.
Kata Kunci: SETS, Discovery Learning, KPM
PENGARUH MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP TEKANAN ZAT SISWA SMPN 9 MALANG
Aulia Yuni Pratiwi, Sugiyanto*, Muhammad Fajar Marsuki
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran STM terhadap pemahaman siswa SMP. Penelitian ini merupakan quasi experimental dengan bentuk Pretest- Posttest Control Group Design. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah cluster random sampling dengan satu kelas sebagai kelas eksperimen (VIIIA, n = 34) yang belajar dengan model STM dan satu kelas sebagai kelas kontrol (VIIIB, n = 34) yang belajar dengan model konvensional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes kemampuan pemahaman konsep tekanan zat berbentuk soal pilihan ganda sejumlah 15 butir. Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran divalidasi ahli menggunakan skala Guttman kemudian dihitung persentase validitasnya. Tes kemampuan pemahaman konsep tekanan zat divalidasi ahli, empiris dan reliabilitas. Uji validasi empiris menggunakan rumus pearson correlation bivariate dengan taraf signifikansi 0,05. Uji reliabilitas menggunakan rumus KR-20 dengan tingkat reliabilitas r
= 0,634 (tinggi). Data hasil tes kemampuan pemahaman konsep dianalisis menggunakan uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas dengan uji-F, uji beda dengan independent sample t-test, dan dilanjutkan dengan N-Gain Score yang berbantuan SPSS versi 22.0 IBM dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil uji menunjukkan bahwa kelas eksperimen (0,098) dan kelas kontrol (0,078) memiliki data yang terdistribusi normal. Hasil uji homogenitas (0,422) menunjukkan bahwa data homogen. Hasil uji beda (0,0) menunjukkan bahwa model pembelajaran STM berpengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman konsep. Peningkatan pemahaman konsep siswa berdasarkan uji N-Gain Score yakni sebesar 0,31 (sedang) pada kelas eksperimen dan 0,08 (rendah) pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji tersebut, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep secara signifikan pada siswa kelas ekperimen.
Kata Kunci: Pembelajaran IPA, Model Pembelajaran STM, Pemahaman Konsep, Tekanan Zat
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS)
Puteri Lailatul Fitriyah, Novida Pratiwi*, Vita Ria Mustikasari
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pembelajaran yang diperlukan untuk meningkatkan HOTS. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskiptif kualitatif. Kegiatan wawancara dan kajian literatur dilakukan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan HOTS perlu ditingkatkan karena pembelajaran yang dilakukan kurang merangsang siswa untuk berpikir. Model pembelajaran Learning Cycle 7E dapat melatih siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran dengan model Learning Cycle 7E yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Kata Kunci: Learning Cycle 7E, HOTS
PEMBELAJARAN BERBASIS STEM DALAM PEMBELAJARAN IPA Dian Febriyati, Vita Ria Mustikasari*, Muhardjito
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Pembelajaran IPA menekankan pengalaman secara langsung dari kehidupan sekitar.
Kehidupan sekitar dapat menjadi suatu konteks yang dapat diangkat dalam pembelajaran IPA.
Kemampuan yang penting dimiliki pada abad 21 adalah kemampuan pemecahan masalah.
Kemampuan ini dilatihkan melalui pembelajaran yang mengedepankan masalah yang ada di kehidupan untuk menemukan solusi secara tepat. Inovasi pembelajaran diperlukan dalam pembelajaran yang melatihkan kemampuan pemecahan masalah, pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) adalah pendekatan yang dapat membantu dalam abad 21 ini. STEM adalah pendekatan yang mengintegrasikan 4 disiplin ilmu.
Pembelajaran berbasis STEM membuat pembelajaran siswa menjadi lebih bermakna sehingga berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah.
Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Pembelajaran IPA, STEM
PEMBELAJARAN DENGAN PEMODELAN PADA MATERI MATA DAN PENGLIHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA
KELAS VIII
Nurul Umi Marfuah1, Sutopo2*, Erni Yulianti1
1 Prodi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Pembelajaran dengan pemodelan (Modeling Instruction) adalah pembelajaran yang menekankan pada penerapan model dari fenomena fisik secara konseptual. Pembelajaran dengan pemodelan menuntut siswa mengembangkan model, menguasai konsep, dan menerapkan konsep pada suatu fenomena. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan pemodelan terhadap penguasaan konsep siswa pada materi mata dan penglihatan. Jenis penelitian embedded mixed methods. Penelitian ini menggunakan data kualitatif berupa hasil observasi proses pembelajaran, jawaban lembar kerja siswa, serta hasil wawancara dengan siswa, sedangkan data kuantitatif berupa hasil pretest dan posttest siswa. Subyek penelitian siswa kelas VIII H SMPN 1 Kepung tahun ajaran 2018/2019 semester 2 yang terdiri dari 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai d-effect size sebesar 3,59 termasuk dalam kategori tinggi sekali, dan N-gain 0,80 termasuk dalam kategori tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan pemodelan pada materi mata dan penglihatan dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa kelas VIII
Kata Kunci: Pembelajaran dengan Pemodelan, Penguasaan Konsep
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII
Faridatus Sholikha1, Muhardjito1*, I Wayan Sumberartha2
1 Prodi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Think-Talk-Write (TTW) ialah pembelajaran yang memiliki keunggulan dalam memfasilitasi siswa untuk menemukan pengetahuan baru sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Pengkajian ini dilaksanakan agar mengetahui pengaruh model pembelajaran TTW pada kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian yang berjenis Quasi Experimental menggunakan desain Pottest-Only Control Grup. Pengambilan sampel dalam hal ini menerapkan teknik purposive sampling. Berdasarkan observasi maka dapat diambil ikhtisar bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif pada kelas yang melaksanakan pembelajaran TTW dan siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik. Setelah melalui uji Tukey diketahui bahwa siswa mampu berpikir kreatif lebih tinggi setelah menerima perlakuan TTW.
Kata Kunci: Think-Talk-Write, Berpikir Kreatif
PENGARUH PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMPN 1 MALANG KELAS VIII
Nailah Nur Zhafirah, Erni Yulianti*, Sugiyanto
Prodi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Model inkuiri terbimbing mampu memfasilitasi siswa untuk terlibat secara aktif menemukan pengetahuannya sendiri dalam pembelajaran, sehingga dapat meninsgkatkan kemampuan berpikir kriris siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan model inkuiri terbimbing pada materi getaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMPN 1 Malang. Penelitian ini menggunakan eksperiman mixed method tipe embedded experiment. Data diperoleh dari nilai pretest dan posttest serta hasil observasi selama pembelajaran berlangsung. Analisis data kuantitatif menggunakan nilai skewness, paired sample t-test, nilai N-gain, dan d-effect size. Analisis data kualitatif berdasarkan deskripsi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP kelas VIII pada materi getaran dan gelombang. Paired sample t-test menunjukan adanya perbedaaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Rata-rata N-gain sebesar 0,633 dengan kategori medium atas dan nilai d-effect size sebesar 2,579 dengan kategori tinggi sekali.
Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Berpikir Kritis
LEARNING CYCLE 7E: PENERAPAN DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENGEMBANGKAN HOTS SISWA SMP
Riska Dwi Anggraini, Vita Ria Mustikasari*, Sugiyanto
Prodi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA Universitas Negeri Malang
E-mail: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model LC untuk mengembangkan HOTS dalam kegiatan pembelajaran IPA pada kegiatan menganalisis sifat-sifat cahaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan HOTS perlu dikembangkan karena pembelajaran kurang merangsang siswa untuk berpikir. Berdasarkan analisis tersebut, maka diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Kata kunci: Learning Cycle, HOTS
PENGARUH PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP PADA KEGIATAN
BELAJAR MENGANALISIS PENCEMARAN LINGKUNGAN Ayu Kamala Prakasiwi1, Lia Yuliati2*, Novida Pratiwi1
1 Prodi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Creative Problem Solving (CPS) merupakan model pembelajaran yang membantu siswa dalam menyusun strategi untuk memecahkan permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran CPS terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa.
Penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan pretest-posttest control group design. Penelitian dilakukan di kelas VII SMPN 4 Malang tahun pelajaran 2018/2019. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara kelas eksperimen dan kontrol. Kemampuan pemecahan masalah siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran CPS lebih tinggi dari kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunakan discovery learning.
Kata kunci: CPS, Kemampuan Pemecahan Masalah
PENGARUH INTEGRASI STEM DALAM MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP
Siti Aisyah Rohmatin1, Parno2*, Novida Pratiwi1
1 Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
E-mail: [email protected]
Abstrak
Pembelajaran IPA memiliki tujuan agar siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thingking Skills) dan salah satu dari kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut adalah kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis siswa di Indonesia masih rendah.
Hal ini dikarenakan proses pembelajaran yang cenderung menekankan aspek pemahaman berdasarkan ingatan atau hafalan. Penggunaan pendekatan STEM dapat mendorong siswa untuk mengasah kognitif, manipulatif dan afektif, mendesain, mengembangkan dan memanfaatkan teknologi, serta mengaplikasikan pengetahuan. Pendekatan STEM dalam model pembelajaran learning cycle 7E dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh STEM dalam model pembelajaran learning cycle 7E terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan pretest posttest control group design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling.
Pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes kemampuan berpikir kritis sebanyak 11 soal uraian dengan reliabilitas 0,79 pada 72 siswa SMPN 4 Malang yang terdiri dari 36 siswa kelas VIII E sebagai kelas eksperimen dan 36 siswa kelas VIII C sebagai kelas kontrol.
Pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan pendekatan STEM dalam model pembelajaran learning cycle 7E, sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran learning cycle 7E. Instrumen yang digunakan telah melalui uji ahli sebelum digunakan. Data penelitian dianalisis menggunakan uji- t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan pendekatan STEM model pembelajaran learning cycle memiliki rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa lebih tinggi yaitu 74,41 dibandingkan dengan rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model learning cycle 7E yaitu 64,25. Hal ini diindikasikan oleh hasil uji t-test kemampuan berpikir kritis siswa didapatkan thitung (4.60) > ttabel (1.99). Hasil ini diperoleh dikarenakan keempat aspek STEM (science, technology, engineering, and mathematics) yang terintegrasi ke dalam sintaks learning cycle 7E membantu siswa dalam memahami masalah yang disajikan dan mengaitkan dengan materi yang dipelajari. Oleh sebab itu, siswa dapat mengaplikasikan konsep yang baru diterima kedalam fenomena, fakta atau teknologi kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini perlu dilanjutkan untuk mengkaji STEM dalam model pembelajaran learning cycle 7E terhadap indikator kemampuan berpikir kritis yang lain.
Kata Kunci: Learning Cycle 7E, STEM, Kemampuan Berpikir Kritis
ANALISIS KREATIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK
Elmi Rahma Arif Fadilah1, Sentot Kusairi2*, Erni Yulianti1
1 Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Kreativitas dan penguasaan konsep merupakan suatu keterampilan dan kemampuan yang harus dimiliki siswa sekolah menengah, terutama dalam menghadapi Abad 21. Hasil riset terkait kemampuan dan keterampilan tersebut masih ditemukan siswa Indonesia belum mengalami perkembangan. Pembelajaran STEM diprediksi dapat meningkatkan kreativitas dan penguasaan konsep siswa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penguasaan konsep dan kreativitas generik siswa yang belajar dengan pembelajaran STEM pada materi cahaya dan alat optik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-G SMPN 8 Malang.
Metode penelitian ini adalah Mixed Methods Embedded Experimental Design. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan uji normalitas, uji paired sample t-test, uji N-gain, dan uji d-effect size. Analisis data kualitatif berdasarkan penjelasan siswa menjawab soal. Data penelitian diperoleh dari pretest dan posttest. Soal kreativitas generik menggunakan 10 butir soal adaptasi Torrace Test of Creativity Thinking (TTCT) dengan aspek fluency, flexibility dan originality. Soal penguasaan konsep menggunakan 14 butir soal pada ranah C2-C6. Data yang diperoleh terdistribusi normal. Hasil uji paired sample t-test kreativitas generik siswa t hitung> t tabel, sehingga dinyatakan ada perbedaan nilai pretest dan posttest siswa. Hasil N-gain diperoleh sebesar 0,39 (medium) dan d-effect size sebesar 2,20 (tinggi sekali). Hasil uji paired sample t-test penguasaan konsep siswa t hitung> t tabel, sehingga dinyatakan ada perbedaan nilai pretest dan posttest siswa. Hasil N-gain diperoleh sebesar 0,6294 (medium) dan d-effect size sebesar 4,19 dengan (tinggi sekali). Kesimpulan hasil penelitian adalah kreativitas generik dan penguasaan konsep siswa pada materi cahaya dan alat optik meningkat setelah belajar dengan pembelajaran STEM.
Kata Kunci: Penguasaan Konsep, Kreativitas Generik, STEM, Cahaya, Alat Optik
PENGARUH MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII SMPN 2 BANTUR PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN
Tito Dwi Kurniawan1, I Wayan Sumberartha2*, Vita Ria Mustikasari1
1 Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
E-mail: [email protected]
Abstrak
Rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa dipengaruhi oleh pembelajaran yang belum mampu mengembangkan potensi kemampuan berpikir. Pembelajaran model CPS menuntut siswa untuk aktif dalam pembelajaran sehingga mampu mengembangkan potensi kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari model CPS terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini adalah experimental quasy design dengan populasi siswa kelas VII SMPN 2 Bantur yang terdiri dari 189 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan sampel kelas VII-C sebagai kelas eksperimen dan VII-E sebagai kelas kontrol masing-masing terdiri dari 31 siswa. Uji normalitas menggunakan uji Lilliefors, uji homogenitas menggunakan uji Barlett, uji kesamaan rata-rata menggunakan uji-t dua pihak, uji hipotesis menggunakan uji-t satu pihak dan uji lanjut menggunakan uji Tukey. Hasil penelitian menyatakan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa yang belajar dengan model CPS lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran DL. Hal tersebut dibuktikan dengan uji Tukey dimana Qhitung ≥ Qtabel. Kata Kunci: Pencemaran Lingkungan, CPS, Kemampuan Berpikir Kreatif
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP NEGERI 4 MOJOKERTO
Herdianna Indawati, Sugiyanto*, Muhardjito
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Strategi Pembelajaran Inkuiri memfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran untuk membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi pada materi menganalisis konsep getaran, gelombang, dan bunyi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi menganalisis konsep getaran, gelombang, dan bunyi dalam kehidupan sehari-hari kelas VIII.
Jenis penelitian ini yaitu Quasi Eksperimental Design dengan pretest-postest control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Mojokerto tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari dua kelas. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Hasil yang didapat: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran inkuiri dan strategi pembelajaran konvensional, (2) kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran inkuiri lebih tinggi daripada strategi pembelajaran konvensional.
Kata Kunci: Strategi Inkuiri, Berpikir Tingkat Tinggi
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PENCEMARAN
LINGKUNGAN SISWA KELAS VII SMPN 3 SINGOSARI Silva Ayu Indah Permata, Novida Pratiwi*, Sugiyanto
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Problem-based Learning berbasis kearifan lokal memfasilitasi siswa untuk fokus, peka, dan peduli pada masalah di daerahnya sebagai suatu konteks dalam belajar sehingga kemampuan pemecahan masalah mengenai pencemaran lingkungan menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran PbL terhadap kemampuan pemecahan masalah materi pencemaran lingkungan siswa kelas VII. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas kontrol 34 siswa dan kelas eksperimen 34 siswa. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikan 0,000 < α = 0,05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0,646 (sedang) lebih besar daripada kelas kontrol sebesar 0,484 (sedang).
Kesimpulan dari penelitian ini ialah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang belajar dengan model pembelajaran PbL lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah siswa kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran 5M.
Kata Kunci: Problem-based Learning, Kearifan Lokal, Pemecahan Masalah
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ANDROID PADA KEGIATAN MENGANALISIS SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
UNTUK KELAS VIII SMP/MTs Nurmaula Idba Safrina, Munzil*, Sugiyanto
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Hasil observasi di SMP/MTs di kabupaten Pasuruan bahwa siswa merasakan kesulitan dalam memahami materi sistem pernapasan karena terlalu banyak hapalan dan penjelasan yang diperoleh dari guru. Oleh karena itu dibutuhkan media pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk memahami materi. Tujuan dari penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menghasilkan produk media pembelajaran interaktif IPA berbasis android untuk memfasilitasi siswa kelas VIII SMP/MTs materi sistem pernapasan manusia dalam memahami materi.
Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan kali ini ialah Alessi & Trollip dengan tiga tahapan yaitu 1) Perencanaan; 2) Desain; dan 3) Pengembangan. Uji kelayakan media delakukan dengan validasi ahli materi, validasi ahli media yang dilakukan oleh satu dosen pendidikan IPA dan uji keterbacaan dilakukan oleh 10 siswa kelas VIII SMP/MTs yang telah menempuh materi sistem pernapasan dan 3 guru IPA. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian media pembelajaran interaktif berbasis android yang dikembangkan valid dan layak untuk digunakan.
Kata Kunci: Media Pembelajaran Interaktif, IPA
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI-STEM TERHADAP PENGUASAAN KONSEP CAHAYA DAN OPTIK
Antiningrum Purwaningsih1, Lia Yuliati2*, Vita Ria Mustikasari1
1 Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran inkuiri-STEM terhadap penguasaan konsep siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan pretest posttest control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kelas eksperimen menggunakan pembelajaran inkuiri-STEM dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran inkuiri. Instrumen perlakukan terdiri dari RPP dan LKS.
Instrumen pengukuran terdiri dari lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan soal penguasaan konsep. Uji prasyarat normalitas menggunakan uji Liliefors, uji homogenitas menggunakan uji F. Analisis data terdiri dari uji beda menggunakan uji t serta uji lanjut menggunakan uji rerata. Hasil uji beda diperoleh nilai thitung lebih tinggi daripada nilai ttabel
(2,15 > 1,67), sehingga terdapat perbedaan penguasaan konsep antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Nilai rerata kelas eksperimen lebih tinggi daripada nilai rerata kelas kontrol (66,27 > 58,43). Penguasaan konsep siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri-STEM lebih tinggi daripada penguasaan konsep siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri.
Kata Kunci: Inkuiri-STEM, Penguasaan Konsep, Cahaya dan Optik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMPN 1 BATU PADA KEGIATAN MENGANALISIS TERJADINYA PENCEMARAN LINGKUNGAN
Arini Catur Lina, Sugiyanto*, Muhardjito
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran PBL berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis (KBK) siswa pada materi pencemaran lingkungan. Rancangan penelitian menggunakan mixed methods dengan embedded experimental design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII E SMPN 1 Batu. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Silabus, RPP, LKS berpikir kritis, dan soal tes KBK berbentuk esai. Uji prasyarat normalitas menggunakan Kolmogrov Smirnov, uji homogenitas menggunakan uji F. Data kualitatif berupa respons siswa terhadap LKS dan observasi selama pembelajaran, sedangkan data kuantitatif berupa hasil nilai pretest dan posttest yang didapatkan oleh siswa. Analisis data secara kuantitatif menggunakan paired sample t-test, d-effect size, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa terdapat perbedaaan antara sebelum dan sesudah penerapan model PBL ditunjukkan dengan hasil paired sample t-test, nilai thitung (19,546) > nilai ttabel (2,042). Besarnya perbedaan hasil pretest ke posttest dihitung menggunakan d-effect size sebesar 3,95 termasuk berkategori sangat tinggi. Peningkatan nilai berkategori medium dengan hasil 0,635 diperoleh dari perhitungan rata-rata gain ternormalisasi (N-gain). Model pembelajaran PBL berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMPN 1 Batu pada kegiatan menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan.
Kata Kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Pencemaran Lingkungan
PENGARUH MODEL SCIENCE INTEGRATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERIKIR KRITIS PADA TEMA GETARAN, GELOMBANG, DAN
BUNYI SISWA SMP
Oktaviana Wahyuningtyas1, Lia Yuliati2*, Novida pratiwi1
1 Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Kemandirian kerja ilmiah sangat berpengaruh terhadap proses siswa dalam belajar mengenai sains. Model pembelajaran Science Integrated Learning (SIL) merupakan model pembelajaran yang menekankan kemandirian dan keaktifan siswa pada proses pembelajarannya. Penelitian ini dilakukan bertujuan agar mengetahui pengaruh model pembelajaran SIL terhadap kemampuan berpikir kritis (KBK) siswa SMP. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Experimental dengan menggunakan pretest-posttest kontrol group design. Siswa kelas VIII SMPN 8 Malang tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 9 kelas merupakan populasi dalam penelitian ini. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling.
Hasil uji beda kemampuan akhir (possttest) siswa diperoleh thitung (3,56) > ttabel (1,67). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan berpikir kritis siswa yang belajar menggunakan model SIL dengan pendekatan scientific approach dan pendekatan scientific approach, (2) kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar menggunakan model SIL dengan pendekatan scientific approach lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang hanya belajar menggunakan pendekatan scientific approach.
Kata Kunci: Science Integrated Learning, Scientific Approach, Berpikir Kritis
ANALISIS PERENCANAAN BAHAN AJAR IPA BERBENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK KEGIATAN MENGANALISIS KONSEP ENERGI BAGI KELAS VII SMP
Savira Mahdia, Sugiyanto*, Agung Mulyo Setiawan
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan bahan ajar IPA berpendekatan saintifik untuk kegiatan menganalisis konsep energi bagi kelas VII SMP/MTs. Pengembangan bahan ajar dilakukan dengan menggunakan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan (1974). Salah satu tahapan pengembangan bahan ajar yang dilakukan adalah tahapan perencanaan (design). Pada tahapan ini dilakukan perencanaan bahan ajar yang dikembangkan.
Pengembangan ini meliputi pemilihan media, pemilihan format dan perencanaan awal.
Berdasarkan hasil pemilihan media pada tahap perencanaan, pengembang melakukan pengembangan berupa bahan ajar cetak.
Kata Kunci: Bahan Ajar, Model 4D, Tahap Perencanaan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS TERHADAP HOTS IPA SISWA KELAS VIII SMPN 3 SINGOSARI
Puput Yuliyana1, I Wayan Sumberartha2*, Muhammad Fajar Marsuki1
1 Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
2 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang
Email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SSCS terhadap HOTS (Higher Order Thinking Skills) IPA siswa kelas VIII SMPN 3 Singosari.
Berlandaskan wawancara dan observasi yang ditujukan kepada guru IPA dan siswa kelas VIII SMPN 3 Singosari, menunjukkan bahwa HOTS siswa pada pelajaran IPA masih tergolong tingkat rendah. Siswa menganggap IPA merupakan materi yang sulit untuk dipahami. Siswa kurang tertarik dengan pembelajaran yang dilakukan karena mereka hanya mendengarkan penjelasan teori tanpa mencari sendiri konsep yang dipelajari. Siswa kurang terbiasa dihadapkan pada soal yang berorientasi pada HOTS sehingga membuat mereka kesulitan d