PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
Konsep dan Pengertian Audit
Akibat negatif menunjukkan bahwa program atau kegiatan berjalan pada tingkat kinerja yang lebih rendah dari kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan konsekuensi positif menunjukkan bahwa program atau kegiatan telah terlaksana dengan baik dengan tingkat kinerja yang lebih tinggi dari kriteria yang telah ditetapkan.
Audit Operasional
Pabrik Semen Tonasa I berlokasi di Desa Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Audit operasional manajemen produksi yang dilakukan PT Semen Tonasa merupakan upaya untuk memantau tindakan yang dilakukan unit kerja dalam menjalankan proses produksi. Semen Tonasa Pangkep dibagi berdasarkan wewenang, tanggung jawab dituangkan secara tertulis dalam uraian tugas yang ditetapkan oleh perusahaan.
Bagi Semen Tonasa Pangkep, peneliti menemukan bahwa dengan melakukan audit operasional secara efektif, maka manajemen produksi juga akan berjalan dengan baik. Semen Tonasa Pangkep dapat mewujudkan manajemen produksi yang baik dengan meminimalkan potensi risiko dan kerugian yang mungkin terjadi. Semen Tonasa Pangkep telah menerapkan prosedur terkait sistem pengendalian internal dalam siklus manajemen produksi dengan baik.
Semen Tonasa Pangkep diharapkan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk mencapai kualitas dalam proses manajemen produksi dan tentunya untuk mencapai tujuan perusahaan yang lebih baik.
Efektivitas, Efesiensi, dan Ekonomis
Pengendalian Intern
Risiko yang relevan dengan pelaporan keuangan mencakup peristiwa dan kondisi internal dan eksternal yang mungkin timbul dan berdampak buruk terhadap kemampuan entitas untuk mencatat, memproses, meringkas, dan melaporkan data keuangan secara konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. Sistem informasi yang relevan untuk tujuan pelaporan keuangan, termasuk sistem akuntansi, terdiri dari metode dan catatan yang dirancang untuk mencatat, memproses, meringkas dan melaporkan transaksi entitas (baik peristiwa maupun kondisi) dan untuk memperhitungkan aset, kewajiban, dan ekuitas yang terlibat. Kualitas informasi yang dihasilkan dari sistem mempengaruhi kemampuan manajemen untuk mengambil keputusan yang tepat dalam mengendalikan operasi entitas dan menyiapkan laporan keuangan yang andal.
Komunikasi mencakup memastikan pemahaman tentang peran dan tanggung jawab individu mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Auditor harus memperoleh pengetahuan yang memadai tentang sistem informasi yang relevan dengan pelaporan keuangan untuk memahaminya.
Proses Produksi
Suatu proses produksi yang dilakukan dalam pengolahan produk jadi oleh satu departemen atau satu tahap proses produksi. Suatu proses produksi yang dilakukan dalam pengolahan produk jadi oleh beberapa departemen atau lebih dari satu departemen. Sistem produksi kontinyu adalah suatu proses produksi yang dilakukan dengan tujuan mengubah bentuk produk, walaupun terjadi perubahan model, namun tidak mengubah susunan dan fungsi alat yang digunakan.
Produksi standar adalah proses produksi berdasarkan karakteristik produk yang distandarisasi yang digunakan untuk memperkirakan persediaan dan menentukan produk yang dijual. Produksi made-to-order merupakan proses produksi yang dilakukan berdasarkan sifat produk sesuai dengan spesifikasi pelanggan.
Penelitian Terdahulu
Audit operasional berperan dalam membantu manajemen mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk meningkatkan efisiensi manajemen produksi dan kualitas produk. Dari uraian tersebut maka perusahaan harus dapat menjalankan seluruh aktivitasnya dengan efisien, karena jika terjadi inefisiensi maka hal ini dapat merugikan karena dapat menimbulkan kekalahan dalam persaingan dengan perusahaan lain dan juga mengurangi keuntungan yang seharusnya diperoleh perusahaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan 2 metode yaitu penelitian lapangan dengan menggunakan wawancara, observasi dan penelitian dalam bukti dokumenter dan catatan bisnis serta menggunakan penelitian kepustakaan.
Kerangka Pikir
- Hipotesis
Pada tanggal 15 Desember 1979, pembangunan Pabrik Semen Tonasa II telah selesai dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 28 Februari 1980. Perluasan Pabrik Semen Tonasa tidak berhenti pada Semen Tonasa II dan Semen III yang mempunyai kapasitas total. sebesar 1.180.000 ton/tahun. Tonasa Unit IV dilaksanakan secara swakelola oleh PT Semen Tonasa dibantu oleh PT Rekayasa Industri sebagai konsultan.
Selain itu, PT Semen Tonasa juga sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap atau Boiler Turbine Generator (BTG) di pelabuhan Biringkassi berkapasitas 2x25 MW yang dikerjakan oleh Chenda Chemical Engineering Corporation of China (CC E CC). Semen Tonasa Pangkep dikerjakan langsung oleh manajer produksi, dengan cara observasi langsung dan inspeksi sesekali.
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Pada tanggal 3 April 1985 Pabrik Semen Tonasa III selesai dibangun dan diresmikan oleh Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri Lee Kwan Yew dari Singapura. Dengan hadirnya unit bagging semen di daerah-daerah, kendala pemasaran PT Semen Tonasa seperti keterlambatan pengiriman semen dapat diatasi dengan baik. Semen Tonasa Pangkep menilai risiko dalam penggunaan teknologi baru, rekrutmen karyawan, sistem informasi baru yang digunakan dalam pengelolaan proses produksi.
Semen Tonasa Pangkep terus melaksanakan kegiatan pengembangan sumber daya manusia dengan memberikan pendidikan dan pelatihan di dalam dan luar negeri. Dengan melakukan manajemen risiko yang baik maka efektivitas audit operasional akan berjalan dengan baik, sehingga pengelolaan produksi juga akan berjalan dengan baik.Terlihat pada sektor produksi dari tahun 2009 hingga tahun 2013, PT Semen Tonasa Pangkep mengalami peningkatan produksi setiap tahunnya.
Jenis dan Sumber Data
Metode Pengumpulan Data
Bungin (2003) menjelaskan bahwa metode pengumpulan data adalah “dengan cara apa dan bagaimana data-data yang diperlukan dapat dikumpulkan agar hasil akhir penelitian dapat mewakili informasi yang valid dan dapat dipercaya”. Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yaitu data yang dikumpulkan berdasarkan informasi atau informasi yang berkaitan dengan masalah yang diajukan, dan data atau keterangan dalam bentuk tertulis yang berkaitan dengan keadaan perusahaan dan uraian tugas masing-masing bagian perusahaan. perusahaan. perusahaan. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari perusahaan, melalui wawancara dengan manajer perusahaan, manajer produksi dan karyawan terkait dengan permasalahan yang sedang dibahas.
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari perusahaan melalui dokumen dan laporan tertulis serta informasi lain yang berkaitan dengan masalah tersebut. Kedua data ini sangat penting dan diperlukan untuk keakuratan sejumlah informasi yang relevan dengan data variabel penelitian, sehingga dalam penelitian kita dapat menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan.
Metode Analisis
Dengan selesainya proyek pembangunan pabrik Semen Tonasa I pada tanggal 2 November 1968, status perusahaan ditingkatkan menjadi “pabrik” hingga tahun 1971. Semen Tonasa (Persero) dikelola dan dipimpin oleh seorang direksi. terdiri atas seorang ketua dan direktur yang dibantu oleh tiga orang direktur. Sampel proses pelaksanaan audit operasional PT Semen Tonasa yang ada saat ini umumnya mengadopsi sampel audit internal yang dilakukan oleh departemen SKAI (Satuan Kerja Audit Internal).
Semen Tonasa Pangkep dapat melakukan manajemen risiko secara berkelanjutan, akurat dan komprehensif, sehingga akan meningkatkan kepastian pencapaian tujuan dan memberikan keyakinan bahwa PT. Semen Tonasa Pangkep yang baik dan berkontribusi besar diharapkan mampu memberikan penilaian dan pengawasan terhadap seluruh aktivitas yang terjadi di perusahaan, khususnya aktivitas manajemen produksi.
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Visi dan Misi Perusahaan
Membantu pengembangan hubungan usaha untuk meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri bagi pertumbuhan sektor industri hulu dan hilir khususnya industri kecil, kelompok ekonomi lemah dan pertumbuhan ekonomi lainnya. Meningkatkan kapasitas produksi secara ekonomis untuk mengimbangi perkembangan permintaan semen terutama pada wilayah pemasaran baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Struktur Organisasi dan Uraian Tugas
Semen Tonasa (Persero) mengikuti cara atau prinsip organisasi fungsional yang telah dinyatakan dan diuraikan, secara jelas dan tegas menekankan pemisahan tugas, wewenang dan tanggung jawab. Bagi Semen Tonasa Pangkep, agar produksi dapat berjalan efisien dan berkualitas, perlu dilakukan manajemen, karena hal ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang menyebabkan kegagalan. Semen Tonasa Pangkep membuat daftar risiko yang mencakup identifikasi risiko pada indikator kinerja utama pada setiap proses manajemen produksi, analisis risiko, dan pengendalian atau mitigasi risiko.
Semen Tonasa Pangkep telah menerapkan dengan baik prosedur-prosedur yang terdapat dalam lima komponen pengendalian internal yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pengawasan, untuk mencapai tujuan produksi yaitu manajemen produksi yang baik dan kualitas produk yang baik pada lantai kerja. PT. Semen Tonasa Pangkep bertujuan untuk memotivasi pegawai dalam mencapai tujuan organisasi dalam pengelolaan produksi dan berpegang pada standar perilaku yang telah ditetapkan untuk menghasilkan tindakan dan hasil yang diinginkan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Audit Operasional
Semen Tonasa (Persero) didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No. II/MPRS/1960 tanggal 5 Desember 1960 tentang Rencana Pembangunan Nasional Semesta Periode 1961-1969. Pembangunannya dimulai pada bulan Juni 1962 dan seluruhnya dilaksanakan oleh Proyek Tonasa Semen dibantu kontraktor lokal untuk segala jenis pekerjaan. Setelah 16 tahun beroperasi, ternyata pabrik benih Tonasa I yang menggunakan proses basah tidak bisa lagi beroperasi secara ekonomis akibat berulang kali kenaikan harga minyak pemanas.
Selain itu, dengan adanya pabrik Semen Tonasa II dan mulai beroperasinya pabrik Semen Tonasa III pada tahun 1984 membuat kebutuhan semen di wilayah pemasaran PT Semen Tonasa masih dapat disuplai oleh pabrik Semen Tonasa II dan Tonasa III. . Oleh karena itu, pada bulan November 1984 diputuskan untuk menghentikan sementara Semen Tonasa I sambil mempertimbangkan kemungkinan penggunaan lebih lanjut. Pabrik Semen Tonasa III yang terletak satu lokasi dengan Pabrik Semen Tonasa II dibangun berdasarkan persetujuan Bappena: No. 32/EXC-LC/B.V/1981 dan No. 2177/WK/10/1981 tanggal 30 Oktober 1981.
Tonasa mempunyai bahan baku yang cukup dan dukungan pemerintah terhadap perusahaan pelat merah ini, pabrik semen Tonasa IV didirikan berdasarkan surat keputusan. Pabrik semen Tonasa Unit IV dibangun di lokasi yang sama dengan Tonasa II dan III, dengan kapasitas lebih besar yaitu 2.300.000 ton/tahun dengan menggunakan teknologi canggih yaitu Digital Control System (DCS) dalam proses pengendalian operasionalnya. Untuk membantu kelancaran operasional produksi dan pemasaran Semen Tonasa di wilayah timur Indonesia, pada tahun 1995 PT.
Pengelolaan Produksi
Semen Tonasa Pangkep memerlukan suatu proses yang dilakukan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain dari entitas yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai atas pencapaian tujuan produksi perusahaan, yaitu pengendalian internal. Lingkungan pengendalian adalah dasar bagi semua komponen pengendalian internal lainnya, yang menyediakan disiplin dan struktur. Sehingga apabila terjadi kesalahan dapat cepat teratasi dan komunikasi antar departemen dapat berjalan dengan baik.
Semen Tonasa Pangkep, sehingga kualitas informasi yang dihasilkan sistem mempengaruhi kemampuan manajemen dalam mengambil keputusan yang tepat dalam mengendalikan aktivitas entitas dan menyiapkan laporan keuangan dan komunikasi yang andal, termasuk memberikan pemahaman peran dan tanggung jawab individu mengenai pengendalian internal atas keuangan. pelaporan. Semen Tonasa Pangkep yaitu sistem informasi akuntansi yang efektif dapat memberikan keyakinan yang cukup bahwa setiap proses produksi telah dicatat, disahkan dan dikaji secara wajar, sehingga kualitas informasi yang dihasilkan dari sistem tersebut mempengaruhi kemampuannya.
Efektifitas Audit Operasional Terhadap Pengelolaan Produksi
Jadi dari hasil penelitian diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa efektivitas audit operasional manajemen produksi di PT. Setelah dilakukan pengujian data dengan menggunakan analisis deskriptif, maka dapat dijelaskan bahwa apabila efektivitas audit operasional dilakukan dengan baik maka manajemen produksi akan berjalan dengan baik dan hasil produksi juga akan meningkat. Sebaiknya auditor mengkhususkan diri pada audit kegiatan manajemen produksi untuk meningkatkan pelaksanaan terkait di bidang proses pelaksanaan manajemen produksi.
Untuk meningkatkan kualitas manajemen produksi, tentunya seluruh kegiatan harus dilaksanakan secara benar dengan memperhatikan dan segera melaksanakan rekomendasi dari operator penilaian operasional. Keterbatasan penelitian ini adalah hanya menggunakan variabel kinerja audit bisnis sebagai variabel yang mempengaruhi manajemen produksi, sehingga peneliti menyarankan pada penelitian selanjutnya perlu menambahkan variabel lain yang lebih penting dalam mempengaruhi variabel manajemen produksi, sehingga dapat dibandingkan dengan hasil penelitian penulis.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Hal ini terlihat dari standar dan kriteria kinerja yang dipenuhi yaitu produk akhir kegiatan operasional mencapai tujuannya baik dari segi kualitas hasil pekerjaan, kuantitas hasil pekerjaan, serta batas waktu dan target produksi yang ditentukan. . jumlah.
Saran