• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAKWAH SEBAGAI KONSEP PERUBAHAN SOSIAL

N/A
N/A
Tiyas Indarti

Academic year: 2024

Membagikan "DAKWAH SEBAGAI KONSEP PERUBAHAN SOSIAL "

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

DAKWAH SEBAGAI KONSEP PERUBAHAN SOSIAL Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

Sosiologi Dakwah

Dosen Pengampu:

Ahmad Lukman Fahmi, LC., M.A.

Disusun Oleh:

Kelompok 8 / PAI-6F Tiyas Indarti (201200192) Vina Mufida Alviani (201200197)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

2023

(2)

ii

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahiim,

Puja dan Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya penyusun dapat menyelesaikan tugas membuat makalah ini tanpa ada halangan suatu apapun. Tidak lupa sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang dinantikan syafaatnya di yaumil qiyamah nanti. Terima kasih juga penyusun ucapkan kepada Bapak Ahmad Lukman Fahmi, LC., M.A. selaku dosen mata kuliah Sosiologi Dakwah yang telah membimbing dalam menyusun makalah ini, dan ini merupakan suatu kebanggaan bagi pemakalah karena telah diberikan kepercayaan oleh Bapak Ahmad Lukman Fahmi, LC., M.A. untuk menjelaskan materi mengenai “Dakwah Sebagai Konsep Perubahan Sosial”.

Oleh karena itu, kami sebagai pemakalah mencoba untuk memaparkan pengetahuan yang kami ketahui dalam bentuk makalah yang kami buat ini. Kami sadar bahwa tulisan yang kami buat jauh dari kata sempurna, untuk itu kami selalu membuka diri akan kritik dan saran yang membangun bagi setiap para pembaca untuk melengkapi makalah yang kami buat. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua yang membacanya. Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan makalah ini. Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi Dakwah sekaligus sebagai penambah wawasan penyusun dalam mempelajari masalah tersebut. Penyusun juga berharap makalah yang kami buat ini akan berguna bagi orang lain.

Ponorogo, 18 Maret 2023

Penyusun

(3)

iii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan ... 2

BAB II PEMBAHASAN ... 3

A. Pengertian Perubahan Sosial ... 3

B. Faktor Penyebab Perubahan Sosial ... 3

C. Dampak Perubahan Sosial... 5

D. Dakwah Sebagai Inti Studi Perubahan Sosial ... 7

BAB III PENUTUP ... 9

A. Kesimpulan ... 9

DAFTAR PUSTAKA ... 10

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Perubahan sosial dianggap sebagai sebuah fenomena yang bersifat problematik sampai sekarang. Perubahan sosial yang dituju dalam aktivitas dakwah adalah perubahan yang terencana atau planned changed.

Dalam hal ini dakwah gerakan sosial yang berhasil mereformasi masyarakat adalah seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Secara garis besar, dakwah Rasul mencakup berbagai aspek, seperti penguatan aspek sosio-religius berupa pemantapan akidah umat yang dimulai dengan pembangunan masjid, dan penguatan sosio-politik dan sosio-ekonomi dengan penerapan perintah zakat dan pelarangan riba serta mendorong etos kerja.1

Perubahan di abad modern ini dirasa akan lebih sulit, karena perubahan di banyak aspek, baik karena berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta semakin kompleksnya masalah kemasyarakatan yang dihadapi oleh manusia saat ini. Disisi lain, perkembangan media komunikasi yang semakin modern tampaknya akan sangat membantu aktivitas dakwah Islam. Peluang dakwah Islam akan semakin terbuka lebar ketika para da’i (juru dakwah) mampu memanfaatkan media massa dengan meminimalisasi dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif dari media yang ada. Dengan demikian, salah satu tugas penting seorang da’i dalam mengartikulasikan dan mengomunikasikan pesan-pesan dakwahnya sehingga pesan dan tujuan dakwahnya dapat tercapai adalah tidak hanya memahami dan mengetahui materi-materi dakwah yang disampaikan, tetapi juga mengerti dan memahami situasi dan realitas masyarakatnya.

Perubahan sosial memang harus menjadi sasaran utama dari dakwah.

Dengan demikian, dakwah juga tidak bisa dilepaskan dari adanya proses komunikasi, karena dakwah, komunikasi dan perubahan sosial

1 Abubakar Madani, “Dakwah dan Perubahan Sosial: Studi Terhadap Peran Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi,” Lentera 1, no. 1 (2017): 2.

(5)

2

harus selalu sinergis antara satu sama lainnya. Dakwah tanpa komunikasi tidak akan mampu berjalan menuju target-target yang diinginkan yaitu terciptanya perubahan masyarakat yang memiliki nilai di berbagai bidang kehidupan. Aktualisasi dakwah berarti upaya penataan masyarakat terus menerus di tengah-tengah dinamika perubahan sosial sehingga tidak ada sudut kehidupan pun yang lepas dari perhatian dan pengharapannya. Oleh karena itu makalah ini akan memberikan penjelasan mengenai “Dakwah sebagai Konsep Perubahan Sosial”.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan perubahan sosial?

2. Apa penyebab dan dampak dari perubahan sosial?

3. Bagaimana konsep dakwah sebagai inti studi perubahan sosial?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui makna dari perubahan sosial.

2. Untuk mengetahui penyebab dan dampak dari perubahan sosial.

3. Untuk mengetahui konsep dakwah sebagai inti studi perubahan sosial.

(6)

3 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Perubahan Sosial

Perubahan sosial diartikan secara beragam oleh para ahli. Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial terjadi pada pola serta kegunaan masyarakat. Menurut William F. Ogburn, perubahan sosial merupakan perubahan yang meliputi unsur kebudayaan material maupun immaterial.

Menurut Selo Soemarjan, perubahan sosial merupakan perubahan badan kemasyarakatan yang berpengaruh terhadap struktur sosial, seperti nilai, sikap, dan pola tingkah laku masyarakat.

Perubahan sosial bukanlah suatu hasil, melainkan suatu proses yang masih berkelanjutan. Perubahan sosial merupakan suatu keniscayaan yang terus berlanjut. Perubahan sosial juga sering diartikan sebagai suatu upaya untuk melakukan perbaikan kehidupan supaya lebih baik. Sejatinya, perubahan sosial dilakukan masyarakat untuk menaikkan status atau kelas sosial mereka, serta untuk mempermudah kehidupan.

Dari pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, terutama pada bagian kebudayaan, baik secara material maupun immaterial yang kemudian dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan sosial suatu masyarakat.2

B. Faktor Penyebab Perubahan Sosial

1. Faktor yang bersumber dari dalam masyarakat a. Bertambah dan berkurangnya penduduk

Laju pertambahan penduduk yang sangat cepat menyebabkan terjadinya perubahan struktur masyarakat, terutama yang menyangkut lembaga kemasyarakatan. Perubahan pada lembaga sistem hak milik tanah orang mengenal hak milik individu atas

2 Sevina Yushinta Anjani dan Binti Maunah, “Perubahan Sosial serta Upaya Menjaga Kesinambungan Masyarakat,” Jurnal Pendidikan IPS 12, no. 2 (Desember 2022): 50.

(7)

4

tanah, sewa tanah, gadai tanah, bagi hasil, dan seterusnya yang sebelumnya tidak dikenal seperti yang terjadi di Pulau Jawa.

Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan karena urbanisasi atau transmigrasi Perpindahan penduduk mungkin akan mengakibatkan kekosongan, misalnya dalam bidang pembagian kerja, stratifikasi sosial, dan seterusnya yang dapat mempengaruhi lembaga kemasyarakatan.

b. Penemuan baru

Penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan dapat dibedakan dalam pengertian discovery dan invention. Discovery adalah penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik berupa suatu alat baru maupun ide baru. Discovery baru menjadi invention jikalau masyarakat sudah mengakui, menerima, serta menerapkan penemuan baru tersebut. Di samping penemuan baru di bidang unsur kebudayaan jasmaniah, terdapat pula penemuan baru di bidang unsur kebudayaan rohaniah. misalnya ideologi baru, aliran kepercayaan baru, dan sistem hukum baru.

c. Pertentangan (conflict)

Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat mungkin terjadi antara perorangan ataupun antara kelompok yang dapat mengakibatkan terjadinya perubahan.

d. Pemberontakan atau revolusi

Revolusi yang terjadi pada bulan Oktober 1917 di Rusia misalnya menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan besar di sana. Negara yang mula-mula berbentuk kerajaan absolut berubah menjadi diktator proletariat yang didasarkan pada doktrin Marxisme.

2. Faktor yang bersumber dari luar masyarakat a. Lingkungan alam fisik

Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia, misalnya terjadinya bencana alam gempa bumi, angin topan, banjir besar, dan lain-lain akan menyebabkan terjadinya

(8)

5

perpindahan penduduk ke tempat lain dan harus menyesuaikan diri dengan tempat tinggal baru yang dapat mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan.

b. Peperangan

Peperangan dengan negara lain dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan, oleh karena biasanya negara yang menang akan melaksanakan negara yang kalah untuk menerima kebudayaan.

Negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia II, seperti Jerman mengalami perubahan-perubahan besar dalam masyarakatnya sesudah perang berakhir.

c. Pengaruh kebudayaan lain

Hubungan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik, artinya masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya dan juga menerima pengaruh dari masyarakat lain tadi. Tetapi, biasanya masyarakat yang mempunyai kebudayaan lebih tinggi taraf teknologinya yang banyak memberi pengaruh. Apabila hubungan tersebut berjalan melalui alat komunikasi massa, seperti radio, televisi, film, majalah, dan surat kabar, maka ada kemungkinan pengaruh itu datangnya hanya dari satu pihak saja, yaitu dari masyarakat yang secara aktif menggunakan alat komunikasi tadi.3 C. Dampak Perubahan Sosial

Menurut Alvin Toffler seperti yang dikutip oleh AB Syamsuddin, berpendapat bahwa abad yang kita masuki sekarang ini merupakan abad perubahan manusia dari gelombang pertama, kedua, dan menuju gelombang perubahan ketiga. Di masa peradaban ketiga ini, bentuk manifestasi yang paling jelas yaitu perkembangan yang ada dalam sains

3 AB Syamsuddin, Sosiologi Dakwah (Makassar: Alauddin University Press, 2013), 188.

(9)

6

dan teknologi, revolusi komunikasi, revolusi informasi, dan revolusi sosial.4 Dampak dari perubahan sosial tersebut antara lain yaitu:5

1. Integrasi sosial.

Dampak perubahan sosial yang ada di masyarakat, perlu diikuti dengan adanya penyesuaian baik unsur masyarakat maupun unsur baru. Unsur yang saling berbeda dapat saling menyesuaikan diri. Sebagai sebuah negara, Indonesia terdiri dari suku bangsa yang beraneka ragam, dan semua unsur atau komponen yang ada di dalam bangsa tersebut diharapkan dapat menyesuaikan diri. Sehingga integrasi sosial atau integrasi nasional Indonesia akan tercipta.

2. Disintegrasi sosial.

Disintegrasi sosial merupakan proses terpecahnya suatu kelompok sosial menjadi bagian-bagian kecil yang terpisah satu sama lain menjadi beberapa unit sosial.6 Disintegrasi sosial ini dapat terjadi karena hilangnya ikatan kolektif yang mempersatukan anggota kelompok satu sama lain.

Perubahan sosial sering ditandai dengan adanya perubahan unsur kebudayaan. Jika dibandingkan dengan kebudayaan rohani, biasanya kebudayaan kebendaan lebih cepat dalam berubah. Terkait hal ini, dapat dikemukakan beberapa hal yaitu:7

1. Anomie

Anomie merupakan keadaan kritis yang ada di masyarakat karena adanya perubahan sosial di mana norma atau nilai lama telah memudar, tetapi norma atau nilai baru yang akan menggantikan norma atau nilai lama tersebut belum terbentuk. Sehingga dalam kehidupan masyarakat seolah-olah tidak ada norma atau nilai yang berlaku.

2. Cultural lag

4 Lukman S Tahir, Studi Islam Interdisipliner: Aplikasi Pendekatan Filsafat, Sosiologi, Dan Sejarah (Yogyakarta: Qirtas, 2004), 145.

5 AB Syamsuddin, Sosiologi Dakwah, 214.

6 Abubakar Madani, “Dakwah dan Perubahan Sosial: Studi Terhadap Peran Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi,” 12.

7 AB Syamsuddin, Sosiologi Dakwah, 215.

(10)

7

William F. Ogburn berpendapat bahwa Cultural lag merupakan taraf kemajuan antara berbagai bagian dalam kebudayaan, atau ketertinggalan antara unsur kebudayaan material dengan non material.

3. Mestizo culture

Mestizo culture atau kebudayaan campuran adalah proses percampuran unsur kebudayaan yang satu dan unsur kebudayaan lain yang mempunyai warna dan sifat yang berbeda. Hal ini merupakan ciri-ciri sifat formalisme yang berarti hanya dapat meniru bentuknya, tetapi tidak mengerti arti yang sesungguhnya. Terbukti dengan meningkatnya pola konsumsi masyarakat serta adanya demonstrasi efek atau pamer kekayaan yang semakin besar dan hal ini dapat menimbulkan disintegrasi sosial.

D. Dakwah Sebagai Inti Studi Perubahan Sosial

Dakwah sebagai proses perubahan sosial mempunyai peran dalam mengubah nilai dalam masyarakat sesuai dengan tujuan-tujuan dakwah Islam. Dalam memerankan perubahan sosial tersebut, dakwah tidak hanya berupaya pada penyampaian atau penyadaran saja, tetapi dakwah juga berupaya bersifat lebih sistematis dalam kegiatan-kegiatan yang dapat menopang dakwah dalam mencapai tujuan-tujuannya. Upaya-upaya tersebut diantaranya yaitu:8

1. Mengarahkan kesadaran umat, agar orientasi dan kontribusi dakwahnya semakin jelas, sehingga kerja-kerja dakwah menjadi sinergis, efisien dan produktif. Dengan hal itu maka akan mudah diarahkan untuk melakukan kebaikan.

2. Upaya memberikan arahan umat dilanjutkan dengan upaya irsyad atau membimbing, sehingga dengan adanya bimbingan tersebut, para umat tidak mudah tergoda oleh “iming-iming” menggiurkan yang berisi tipuan belaka serta tidak frustasi dan pesimis dalam menghadapi beratnya problematika.

8 Muhammad Alim Ihsam, “Dakwah dan Perubahan Sosial Masyarakat di Kota Palu,”

ISTIQRA, Jurnal Penelitian Ilmiah 5, no. 2 (2017): 260.

(11)

8

3. Upaya aplikatif lain bagi dakwah dalam memerankan perubahan sosial adalah upaya himayah atau advokasi, yakni memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai ajaran dalam dakwah itu sendiri maupun terhadap kehidupan masyarakat dalam bentuk-bentuk kedzaliman yang dihadapi.

Terdapat beberapa peranan dakwah dalam perubahan sosial, antara lain yaitu:9

1. Pemberian motivasi.

Pemberian motivasi merupakan pendekatan dalam rangka pergerakan dakwah. Dakwah Islam seharusnya memberikan motivasi yang mendorong, para pelaku dakwah itu hanya semata-mata mengharap keridhoan Allah SWT.

2. Bimbingan.

Dengan adanya bimbingan maka dapat menjamin terlaksananya tugas-tugas dakwah yang sesuai dengan rencana dan ketentuan, serta agar apa yang menjadi tujuan dan sasaran dakwah tersebut dapat tercapai dengan baik.

3. Perjalinan hubungan.

Perjalinan hubungan ini berguna agar keharmonisan dan sinkronisasi dalam usaha-usaha dakwah dapat terwujud.

4. Penyelenggaraan komunikasi.

Komunikasi dakwah ini bertujuan agar terjadinya perubahan tingkah laku, sikap atau perbuatan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

5. Sumber daya manusia.

Sumber daya manusia ini bertujuan untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengolah dirinya sendiri dan seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.

9 Muhammad Alim Ihsam, 261.

(12)

9 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, terutama pada bagian kebudayaan, baik secara material maupun immaterial yang kemudian dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan sosial suatu masyarakat. Kemudian, faktor penyebab perubahan sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor yang bersumber dari dalam masyarakat (bertambah dan berkurangnya penduduk, penemuan baru, pertentangan, pemberontakan atau revolusi) dan faktor yang bersumber dari luar masyarakat (lingkungan alam fisik, peperangan, pengaruh kebudayaan lain).

Mengenai dampak dari perubahan sosial tersebut, terdapat dua dampak yaitu integrasi sosial dan disintegrasi sosial. Integrasi sosial ini merupakan dampak perubahan sosial yang ada di masyarakat dan diikuti dengan adanya penyesuaian, baik unsur masyarakat maupun unsur baru.

Sedangkan disintegrasi sosial yaitu proses terpecahnya suatu kelompok sosial menjadi bagian-bagian kecil dan menjadi beberapa unit sosial.

Ada beberapa peranan dakwah dalam perubahan sosial, diantaranya yaitu pemberian motivasi, bimbingan, perjalinan hubungan, penyelenggaraan komunikasi, dan sumber daya manusia. Dakwah tidak hanya berupaya pada penyampaian dan penyadaran saja, tetapi dakwah juga berupaya bersifat lebih sistematis dalam kegiatan-kegiatan yang dapat menopang dakwah dalam mencapai tujuannya.

(13)

10

DAFTAR PUSTAKA

Anjani, Sevina Yushinta, dan Binti Maunah. “Perubahan Sosial serta Upaya Menjaga Kesinambungan Masyarakat.” Jurnal Pendidikan IPS 12, no. 2 (Desember 2022): 50.

Ihsam, Muhammad Alim. “Dakwah dan Perubahan Sosial Masyarakat di Kota Palu.” ISTIQRA, Jurnal Penelitian Ilmiah 5, no. 2 (2017): 260.

Madani, Abubakar. “Dakwah dan Perubahan Sosial: Studi Terhadap Peran Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi.” Lentera 1, no. 1 (2017): 12.

Syamsuddin, AB. Sosiologi Dakwah. Makassar: Alauddin University Press, 2013.

Tahir, Lukman S. Studi Islam Interdisipliner: Aplikasi Pendekatan Filsafat, Sosiologi, Dan Sejarah. Yogyakarta: Qirtas, 2004.

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah penduduk yang semakin bertambah lagi majmuk, masalah pendekatan, cabaran menangani masalah dalaman umat Islam, pertentangan dengan lain-lain ideology dan

Perubahan sosial adalah keniscayaan yang tak bisa ditawar. Perubahan dimaksud merupakan variasi atas cara hidup yang telah diterima bersama, baik karena perubahan-perubahan

Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah segala perubahan- perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem

Yang diandaikan akan mengalami perubahan yang sangat lambat adalah perubahan kesadaran, atau jika memang tidak ada faktor baru di tingkat kenyataan sosial, maka kesadaran itu

• Kingsley Davis memberikan definisi perubahan sosial adalah sebagai berikut: perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi

Penyebab terjadi perubahan perilaku beragama alumni Pesantren di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry adalah karena faktor lingkungan dan budaya baru, yang

Hubungan Antara Perubahan-perubahan Sosial dengan Hukum Pada dasarnya perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat disebabkan oleh dua faktor saja, yaitu faktor

Menurut bidang perubahan yang diinginkan, dibedakan menjadi 2, yaitu: • Gerakan sosial terbatas dengan tujuan hanya untuk mengubah aspek tertentu dalam masyarakat tanpa menyentuh