• Tidak ada hasil yang ditemukan

dampak pemindahan (relokasi) pasar padang aro

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "dampak pemindahan (relokasi) pasar padang aro"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

DAMPAK PEMINDAHAN (RELOKASI) PASAR PADANG ARO KECAMATAN SANGIR KABUPATEN SOLOK SELATAN

YuriPujiawati, Dasrizal, RozanaEkaPutri

Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]

ABSTRACT

This research aims to reveal and describe about: 1) Impact of market relocation to South Solok District government, 2) Impact of market relocation to market traders Padang Aro South Solok District, 3) Impact of market relocation to community around market Padang Aro South Solok Regency. This type of research is descriptive. The population in this study were the people around Padang Aro (556 KK), old market merchants and new market Padang Aro (563 people), as well as government officials in charge of the market (14 people). This research sample is taken by using simple random sampling technique or random sample. The results of this study as follows: 1) The impact of relocation on the government in outline has a good impact. This is because the market situation of Padang Aro after the relocation is much better and tidier than before in the relocation. 2) The impact of the relocation to the community is a good outline. 3) The impact of the merchant has the following effects: a) The trader's response to Padang Aro's market relocation is good with the percentage of 80.2%. b) Transportation to market of Padang Aro including good with percentage of 75,4%. c) Trader's capital and income in Padang Aro market including poor with percentage 52,9%. and d) Trader's capital and income in the Padang Aro market are included with a good percentage of 66.4%.

Keywords: Impact, Relocation, Market, Padang Aro

PENDAHULUAN

Relokasi merupakan perpindahan atau pemindahan lokasi, baik tempat berdagang ataupun suatu industri dari satu tempat ke tempat lainnya dengan alasan-alasan tertentu. Salah satu bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Solok Selatan adalah dengan mengadakan relokasi pasar.

Program relokasi ini diharapkan mampu mengatasi kelemahan utama pasar tradisional yang identik dengan masalah kotor, becek, kemacetan, bau dan sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah

pengunjung pasar, maka diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pedagang.

Berdasarkan kebijakan pemerintah Kabupaten Solok Selatan, pada tahun 2013 dilakukan pemindahan lokasi (relokasi) pada salah satu pasar tradisional di Kabupaten Solok Selatan yaitu pasar Padang Aro, dengan alasan lokasi pasar lama tidak memungkinkan lagi untuk menampung jumlah pedagang yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan daerah. Pada dasarnya

(2)

2 kegiatan relokasi memiliki dampak positif dan negatif baik dilihat dari sisi sosial maupun ekonomi terhadap para pelaku ekonomi di dalamnya.

Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan pada tanggal 7 April 2017, dapat diketahui bahwa lokasi pada pasar

lama ini menyebabkan

terjadinyakemacetan, hal ini disebabkan karena pengelolaan pasar ini belum optimal. Kios maupun los berdiri secara tidak teratur. Selain itu, lapangan parkir juga tidak ada sehingga masyarakat yang ingin berbelanja terpaksa harus memarkirkan kendaraannya di bahu jalan bahkan ada yang memakai badan jalan. Hal ini menyebabkan terjadinya macet sehingga pemerintah perlu turun tangan untuk menyediakan tempat yang lebih layak untuk pasar.

Lokasi pasar baru Padang Aro lebih luas dari pasar lama. Pasar lama Padang Aro memiliki luas 2,5 Ha sedangkan pasar baru Padang Aro luasnya 4 Ha dengan luas bagunan yaitu 2,5 Ha. Pasar baru Padang Aro dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti tempat parkir, WC umum, mushola, dan lain-lain. Jumlah kios sebanyak 206 kios dan 5 los dan kondisi bangunan termasuk kategori baik. Sarana penyediaan jasa yang digunakan pengunjung untuk sampai ke lokasi pasar berupa ojek motor.Jarak dari pasar lama dan pasar baru hanya berjarak sekitar 1 Km.

Penelitian ini bertujuan untuk mengung-kapkan dan mendeskripsikan tentang : 1) Dampak relokasi pasar terhadap pemerintah Kabupaten Solok Selatan, 2) Dampak relokasi pasar terhadap pedagang pasar Padang Aro Kabupaten Solok Selatan, 3) Dampak relokasi pasar terhadap masyarakat di sekitar Pasar Padang Aro Kabupaten Solok Selatan.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.

Penelitian desktiptif adalah sebuah peneli- tian yang bertujuan untuk memberikan atau menjabarkan suatu keadaan atau feno- mena yang terjadi saat ini dengan menggu- nakan prosedur ilmiah untuk menjawab masalah secara aktual. Penelitian ini akandilaksanakandi Padang Aro Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan. Berdasar-kan observasi awal yang penulis lakukan, telah dilakukan relokasi pada pasar Padang Aro dan telah dilakukan revitalisasi terhadap pasar lama.

Menurut Sugiyono (2013: 117), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

dan kemudian ditarik

kesimpulannya.Populasi dalam pe-nelitian ini adalah Masyarakat sekitar pasar Padang Aro (556 KK), Pedagang pasar lama dan

(3)

3 pasar baru Padang Aro (563 orang), serta pegawai pemerintahan yang berwenang terhadap pasar (14 orang).

Sampel menurut Arikunto (2010:109) adalah “sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti”. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive random sampling. Sesuai dengan masalah penelitian yang telah dirumuskan dan tujuan yang hendak dicapai, data yang akan dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder.

Adapun yang akan menjadi data primer dalam penelitian ini adalah keterangan- keterangan yang diperoleh langsung dari hasil angket dampak relokasi pasar Padang Aro di Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan.

Maka yang akan menjadi data sekunder dalam penelitian ini adalah arsip dari Dinas Pasar berupa profil dan data informan yang terkena dampak relokasi pasar Padang Aro dan data wilayah pasar Padang Aro baik yang lama maupun pasar yang baru.

Metode pengumpulan data deskriptif pada penelitian ini menggunakan cara sebagai berikut : 1) Observasi, 2) Angket, 3) Studi Dokumen. Sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian deskriptif ini, untuk teknik analisa data digunakan dalam bentuk formula persentase (%).

HASIL DAN PEMBAHASAN DariSegi Pemerintah

Penataan Wilayah

Berdasarkan Interval data terlihat bahwa penataan wilayah Padang Aro setelah diadakan relokasi pasar Padang Aro, maka didapatkan hasil :

Dapat disimpulkan bahwa penataan wilayah Padang Aro setelah di adakan relokasi pasar Padang Aro termasuk baik dengan persentase 83,04%.

Pembangunan Pasar

Berdasarkan Interval data terlihat bahwa pembangunan pasar Padang Aro setelah diadakan relokasi pasar, maka didapatkan hasil :

Dapat disimpulkan bahwa pembangunan pasar Padang Aro setelah di adakan relokasi pasar Padang Aro termasuk baik dengan persentase 81.4%.

Lalu Lintas dan Kenyamanan Pasar Berdasarkan Interval data terlihat bahwa lalu lintas dan kenyamanan menurut pemerintah, maka didapatkan hasil:

Dapat disimpulkan bahwa arus lalu lintas dan kenyamanan pasar padang aro setelah di adakan relokasi pasar Padang

(4)

4 Aro termasuk baik dengan persentase 78.8%.

Tanggapan Tentang Dampak Relokasi Berdasarkan Interval data terlihat bahwa dampak relokasi pasar Padang Aro, maka didapatkan hasil :

Dapat disimpulkan bahwa dampak relokasi pasar Padang Aro, maka didapatkan termasuk baik dengan persentase 80.1%.

Dari Segi Masyarakat Tanggapan Relokasi

Berdasarkan Interval data terlihat bahwa tanggapan tentang relokasi pasar Padang Aro, maka didapatkan hasil :

Dapat disimpulkan bahwa tanggapan masyarakat Padang Aro setelah di adakan relokasi pasar Padang Aro termasuk baik dengan persentase 75.8%.

Akses Menuju Pasar Padang Aro

Berdasarkan Interval data terlihat bahwa akses menuju pasar Padang Aro, maka didapatkan hasil :

Dapat disimpulkan bahwa akses menuju pasar Padang Aro setelah di adakan relokasi pasar Padang Aro termasuk baik dengan persentase 77.4%.

Pengaruh Relokasi

Berdasarkan Interval data terlihat bahwa pengaruh relokasi, maka didapatkan hasil :

Dapat disimpulkan bahwa pengaruh relokasi pasar Padang Aro menurut masyarakat setelah termasuk baik dengan persentase 75.9%.

Biaya dan Harga

Berdasarkan Interval data terlihat bahwa pengaruh relokasi, maka didapatkan hasil :

Dapat disimpulkan bahwa pengaruh relokasi pasar Padang Aro menurut masyarakat setelah termasuk baik dengan persentase 71.9%.

Dari Segi Pedagang Tanggapan Relokasi

Berdasarkan Interval data terlihat bahwa tanggapan pedagang tentang relokasi pasar Padang Aro, maka didapatkan hasil :

Dapat disimpulkan bahwa tanggapan pedagang tentang relokasi pasar Padang Aro termasuk baik dengan persentase 80,2%.

(5)

5 Transportasi Menuju Pasar Padang Aro

Berdasarkan Interval data terlihat bahwa transportasi menuju pasar Padang Aro, maka didapatkan hasil :

Dapat disimpulkan bahwa transportasi menuju pasar Padang Arotermasuk baik dengan persentase 75.4%.

Modal dan Pendapatan

Berdasarkan Interval data terlihat bahwa modal dan pendapatanpedagang di pasar Padang Aro, maka didapatkan hasil :

Dapat disimpulkan bahwa modal dan pendapatanpedagang di pasar Padang Aro termasuk kurang baik dengan persentase 52.9%.

Kenyamanan dan Biaya Berjualan di Pasar Padang Aro

Berdasarkan Interval data terlihat bahwa modal dan pendapatanpedagang di pasar Padang Aro, maka didapatkan hasil :

Dapat disimpulkan bahwa modal dan pendapatanpedagang di pasar Padang Aro termasuk baik dengan persentase %.

Dampak relokasi pasar padang aro di bagi atas 3 yaitu :

Pertama,dampak relokasi terhadappemerintah dari segi penataan

wilayah berdampak baik. Hal ini karena keadaan pasar Padang Aro sesudah di relokasi jauh lebih baik dan rapi dari pada sebelum di relokasi. Hal ini karena dengan di relokasinya pasar Padang Aro, tidak ada lagi pedagang lapak yang berjualan di sembarang tempat sehingga mengganggu kenyamanan semua orang, baik itu pedagang, pengguna jalan, maupun masyarakat yang menggu-nakan pasar sebagai tempat melakukan aktivitas ekonomi. Selanjutnya dari segi pembangunan pasar, dampak relokasi ini berdampak baik terhadap bangunan pasar, hal ini tidak terlepas dari perbedaan ukuran luas pasar sebelum dan sesudah di relokasi.

Pasar Padang Aro setelah di relokasi memiliki luas 4 Ha sehingga semua pedagang dapat tertampung dan tidak ada lagi yang berjualan di sembarang tempat.

Pendapat ini sejalan dengan pendapat Mutia (2011:10) yang menyatakan bahwa banyakdampak yang bisa ditimbulkan dari dan selama proses relokasi tersebut.

Dampak yang dirasakan bisa berupa dampak positif dan juga dampak negatif.

Maka dari itu pemerintah merelokasikan pasar tradisional untuk mendukung pembangunan dalam tingkat kota atau kabupaten, sehingga akan berdampak baik bagi kesejahteraan masyarakat dan menguntungkan banyak pihak baik pedagang maupun masyarakat sehingga

(6)

6 dampak yang ditiimbulkan berupa dampak yang baik (Positif).

Kedua, dampak relokasi terhadappedagang secara garis besar berdampak baik. Untuk indikator tanggapan relokasi yaitu berdampak baik.

Hal ini karena pasar lebih besar dan tempat berjualan juga telah disediakan lebih rapi sehingga pasar tidak lagi terlihat tidak tertib. Selain itu pedagang juga merasa nyaman meninggalkan barang di pasar karena masing-masing telah disediakan tempat atau toko untuk berdagang. Untuk indikator transportasi menuju pasar Padang Aro menurut pedagang juga berdampak baik, hal ini karena rata-rata pedagang juga telah memiliki mobil angkutan barang sendiri, kecuali pedagang lapak yang selalu mengambil stock barang dari agen besar.

Namun secara keseluruhan pada indikator transportasi pedagang berdampak baik bagi pedagang itu sendiri.

Berdasarkan hasil temuan di atas, akan penelitian ini sejalan dengan pendapat Limbong (2006:283).Yang mengatakan bahwa keputusan relokasi ke tempat lain seringkali sepihak dari pemerintah kota sehingga setelah para pedagang pindah ke tempat yang baru pendapatan pedagang tersebut merosot. Akibatnya para pedagang kembali lagi ke tempat semula atau mencari lokasi lain yang dianggap dapat menggantikan lokasi yang lama. Hal ini menimbulkan masalah baru, karena para

pedagang menciptakan kantong-kantong PKL yang baru yang tidak sesuai dengan kondisi tata ruang kota.

Ketiga, dampak relokasi terhadapmasyarakat adalah secara garis besar berdampak baik. Hal ini karena masyarakat sendiri juga menginginkan pasar dengan ukuran yang luas sehingga pada saat berbelanja tidak lagi mengalami kesulitan, baik dalam memilih barang yang akan di beli maupun mengalami hal-hal yang sering terjadi di pasar lainnya seperti becek, antri dan desak-desakan dan hal lainnya yang membuat masyarakat tidak nyaman dalam berbelanja. Dari segi akses menuju pasar Padang Aro masyarakat menilai berdampak baik karena relokasi pasar ke tempat yang baru tidak berjarak terlalu jauh hanya berjarak sekitar 1 Km dari posisi yang lama. Selain itu masyarakat banyak yang telah memiliki kendaraan sendiri sehingga tidak mengeluarkan ongkos tambahan saat menuju ke pasar Padang Aro setelah di relokasi.

Berdasarkan hasil temuan di lapangan, untuk hasil yang kedua tidak sejalan dengan pendapat mutia (2011:10) yang mengatakan bahwa hal yang biasa terlihat dalam proses relokasi pasar tradisional adalah terjadinya konflik antara para pedagang dengan aparat yang merelokasi.

Kebanyakan dari masya-rakat tersebut masih berpikiran sempit dan tertutup

(7)

7 makanya mereka sangat sulit untuk bisa menerima perubahan (Mutia, 2011:910).

Dalam hal ini masyarakat sudah berfikiran sangat terbuka karena masyarakat juga menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik sehingga masyarakat umumnya menyetujui adanya relokasi pasar Padang Aro.

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dampak relokasi pasar Padang Aro Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan, maka di ambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Dampak relokasi terhadap pemerintah secara garis besar berdampak baik.

Hal ini karena keadaan pasar Padang Aro sesudah di relokasi jauh lebih baik dan rapi daripada sebelum di relokasi.

2. Dampak relokasi terhadap pedagang secara garis besar berdampak baik.

Namun salah satu indikator dampak relokasi terhadap pedagang memiliki dampak yang kurang baik pada indikator modal yaitu biaya sewa dan pendapatan pedagang yang berkurang karena hilangnya pelanggan.

3. Dampak relokasi terhadap masyarakat adalah secara garis besar berdampak baik. Hal ini karena masyarakat sendiri juga menginginkan pasar dengan ukuran yang luas sehingga pada saat

berbelanja tidak lagi mengalami kesulitan, baik dalam memilih barang yang akan di beli maupun mengalami hal-hal yang sering terjadi di pasar lainnya seperti becek, antri dan desak-desakan dan hal lainnya yang membuat masyarakat tidak nyaman dalam berbelanja.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Yogyakarta: PT Rineka Cipta.

Limbong, Dayat, 2006. Penataan Lahan Usaha PKL Ketertiban vs Kelangsungan Hidup.

Medan: Pustaka Bangsa Press Mutia, Fatma. 2011. Relokasi Pasar

Tradisional (Studi Kasus Di Pasar Yuka Martubung Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan Kotamadya Medan). Medan : Universitas Sumatera Utara (Skripsi)

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian KuantitatifKualitatif R&D.

Bandung Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan Pedagang Kaki Lima (PKL) terhadap relokasi pasar ke MTC Giant dan untuk mengetahui bagaimana dampak relokasi Pedagang Kaki

Relokasi ini memiliki tujuan diantaranya agar pasar Ngasem tidak ditinggalkan para konsumen karena penataan lokasi yang kurang optimal serta diharapkan dengan pemindahan lokasi pasar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak sosial ekonomi relokasi pasar terhadap pedagang PASTY (Pasar Satwa Dan Tanaman Hias Yogyakarta) serta pendapat

disini terlihat bahwa Pasar Pasthy diposisikan bukan hanya sebagai pasar hewan saja namun Pasar Pasthy merupakan tempat wisata alternatif keluarga di Yogya, meskipun dalam segi

Adapun beberapa fenomena – fenomena yang terjadi di pasar tente setelah di lakukan relokasi tersebut sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelian tentang dampak

Dari penyajian data yang telah disampaikan di atas, dapat kita pahami bahwa dalam proses sebelum relokasi adalah tahap perumusan kebijakan yang didalamnya

Tidak efektifnya kebijakan relokasi pasar sutomo medan ini disebabkan karena untuk kesekian kalinya para pedagang sutomo medan tidak ingin lagi pindah dikibatkan

Dalam penelitian ini persepsi yang dimaksud ialah persepsi pedagang terhadap kondisi pasar setelah pedagang di relokasi ke tempat berdagang yang baru meliputi biaya sewa, kondisi