MAHASISWA DI STKIP PGRI SUMATRA BARAT (Studi Kasus: Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologiyang
Kos di Jalan Penjernihan II Gunung Pangilun Padang)
ARTIKEL
Oleh
SARIFA HIDAYU NPM. 10070145
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2015
3
THE EFFECT OF USING HANDPHONE TOWARDS STUDENTS’
ATTITUDE IN STKIP PGRI SUMATERA BARAT (A Study Case Of Students’ in Sociology Education Depertmn
Who Lived in Penjernihan II Gunung Pangilun)
1Sarifa hidayu2Adiyalmon, S.Ag. M.Pd3Yuhelna, MA Sosiologi Education Program
,STKIP PGRI West Sumatera
ABSTRACT
This research was about effect of using handphone toward studeents‟ attitude in sociology education department who lived in Penjeernihan II Gunung Pangilun based on the researcher observation, she found that there were 10 tstudents who used more than one handphones. The effect of it was the students couldn I live wittout it and it make them forget about the times. It was suitable with the baekgsound of the problem of this research. This reseasch zim was to describe the negative impoct of handphone foulards students attitude in STKIP PGRI Sumatera Barat. The researcher used Robert K. Merton fungsional structural theory which proposed the manifest and latenfunction. The manifest function her means the function that we want, mean while the laten function means the function that we don‟t want.The type of this rerearch that used was dualitative which used descriptive the location of this researah was in penjernihan II Gunung Pangilun Padang.
In choosing respondent the researder used purposive sampling technidue. It means that the respiondent chose by the researcher evenfually. The instrument used was observation, interview and documentation. The suitability of the data was test by using triangulation data the data collected were analyzed by interactive model which unsist of data reduction data serving and making conclusion.The findings of this research showed that the effet of using handphone forward students affidude were a) disturb the way of thinking or concentration, b) less caring between friends and c) the cost became hiqher.
Key word: The Effect Of Using Handphone Towards Students‟ Attitude.
1Mahasiswa Program Studi Pendiikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat
2Pembimbing I, Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIPPGRISumatera Barat
3Pembimbing II, Staf Pengajar Program Studi Pendidikan SosiologiSTKIPPGRISumatera Barat
PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat, sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai dengan kebutuhan perkembangan.Teknologi juga dapat diartikan sebagai sarana manusia untuk menyediakan kebutuhan.Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) adalah suatu ilmu yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia.Dalam menghadapi IPTEK masyarakat Indonesia harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya (Setiadi, 2011: 168).
Dalam menghadapi era teknologi modern dan industrialisasi, maka dituntut adanya keahlian untuk menggunakan, mengelola, dan senantiasa menyesuaikan dengan teknologi dan ilmu pengetahuan yang baru.Selain itu sikap mental dan nilai hidup yang harus mengarah terhadap nilai tersebut.Kesadaran yang timbul di negara barat mengenai akibat yang ditimbulkan teknologi memang dapat di mengerti.Mereka mulai mempersoalkan nilai-nilai yang dipakai oleh masyarakat di negara berkembang sebaiknya dapat dimanfaatkan. Oleh karna itu perlu sekali Negara berkembang mempercepat proses pemindahan teknologi. Di pihak lain, baik di negara maju maupun negara berkembang, akan merasa bahwa teknologi hanya dapat membawa bencana tetapi bukan meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Salah satunya adalah media komunikasi handphone. Komunikasi merupakan seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang terwujud pembicaraan, gerak-gerik badaniah sikap) perasaa-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.
Dengan tafsiran pada orang lain, sesorang memberi reaksi berupa tindakan terhadap maksud orang lain tersebut dan sehingga berdampak pada perilaku (Soekanto, 2012:60).
Dampak merupakan akibat dari pengaruh yang bersifat positif maupun negative, yang merupakan tindakan, ataupun peristiwa terhadap pendapatan umum maupun sikap yang terjadi pada suatu hal. Arti dampak adalah pengaruh kuat yang mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif), sehingga menyebabkan perubahan yang berarti pada sesuatu hal (Hoetomo, 2005: 130). Masyarakat menyatakan bahwa kegunaan benda-benda selalu dibingkai oleh konteks budaya, karena benda-benda merupakan sarana yang membuat kategori dasar tanpak terlihat sebagai acuan klasifikasi seseorang dalam masyarakat, dengan dari itu benda-benda tersebut berperan sebagai sumber identitas sosial dan pembawa makna sosial.
Benda-benda mampu menciptakan atau menggerakkan asumsi-asumsi dan keyakinan
budaya, menjadikan keyakinan tersebut sebagai sebuah realitas, sebuah fakta, yang oleh Douglas dan Isherwood disebut sebagai kekonkritan (concreteness), hal itu tidak akan menjadi demikian kalau tidak dimiliki. Benda berpengaruh terhadap pemantapan kehidupan manusia, dan dapat bertindak sebagai pertanda atau penampilan identitas sosial dan pengantar pengaruh antarpribadi, dan bahkan makna dalam benda tersebut dapat berubah-ubah, sehingga mampu memasukkan suatu sistem produksi, komunikasi modern, film, atau iklan yang mempengaruhi partisipasi masyarakat termasuk handphone (Lury, 1998: 17).
Handphone merupakan alat untuk berkomunikasi yang sangat penting.Pada masa sekarang ini, manusia selalu termotivasi untuk selalu berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya setiap waktu. Tanpa handphone ditangannya masyarakat merasa ada sesuatu yang kurang lengkap dalam hidupnya dan masyarakat tersebut akan merasa ketinggalan zaman.
Handphone bukan barang asing bagi siapapun.
Bahkan, anak kecil pun sudah banyak bermain dengan handphone. Pada awalnya handphone merupakan barang mewah, tetapi sekarang sudah tidak lagi.Handphone telah menjadi bagian gaya hidup bagi masyarakat terutama mahasiswa itu sendiri. Sehingga terjadinyaa perubahan prilaku mahasiswa itu sendiri yang selalu menggunakan handphone setiap saat (Marus, 2013:2).
Jika teknologi suatu kelompok mengalami perubahan hal ini juga berdampak pada cara mereka berhubungan dengan yang lain.
Peran teknologi dalam mempengaruhi perubahan manusia terutama mahasiswa bukanlah sebuah hal yang perlu dipertanyakan lagi.Mahasiswa yang tidak akan mampu hidup tanpa handphone(Martono 2011:278). Handphone juga menjanjikan kemajuan perubahan. Karna Siapa saja yang mampu mengakses Handphone, maka ia akan mengalami sedikit atau banyak kemajuan entah dalam bentuk apapun. Seseorang tidak akan ketinggalan informasi mana kala ia menggenggam sebuah handphone karna mempengaruhi gaya hidup, dan bahkan handphone juga telah menjadi gaya hidup itu sendiri (Martono 2011:289).
Perilaku adalah aktifitas sepanjang atau beberapa orang yang terlibat dalam aksi subjektif yang berarti bagi mereka yang memiliki tujuan sebagaimana yang ditafsirkan oleh pihak-pihak yang terlibat didalamnya.Max Weber menjelaskan bahwa yang menjadi perilaku sosial manusia adalah perilaku yang mempunyai tujuan tertentu dalam wujud yang jelas. Perilaku itu harus yang mempunyai arti bagi pihak-pihak yang terlibat dan kemudian berorientasi terhadap perilaku yang sama terhadap pihak lain. Akhyar hasibuah (2011:15) mengungkapkan bahwa
perilaku adalah tata litas penghayatan dan aktivitas merupakan akhir jalinan dan dimana terjadi saling mempengaruhi antara berbagai macam kemampuan jiwa yang jarang berdiri sendiri.
Jika diperhatikan, mayoritas siswa maupun mahasiswa mempunyai hadphone dengan fitur yang sangat lengkap Berbagai fasilitas ada didalam handphone-nya, sehingga mereka dapat melakukan apapun dengan handphone tersebut.Mahasiswa menggunakan handphone tidak hanya untuk memudahkan berkomunikasi dengan keluarga, dosen dan teman-temannya.
Tetapi, mahasiswa menggunakan handphone tersebut juga dimanfaatkan untuk bermain game, mendengar music, browsing internet untuk
“berselancar” di dunia maya, serta facebook-an dan BBM-man (Riswan, 2013:1).
Masuknya sebuah teknologi informasi
bisa mempermudah mahasiswa
berkomunikasi.Tapi perkembangan teknologi informasi tidak saja mampu menciptakan kehidupan dunia global. Tanpa disadari komunitas manusia telah hidup didua dunia kehidupan, yaitu kehidupan masyarakat nyata dan kehidupan masyarakat maya (cyber community).
Kehidupan masyarakat nyata bisa dirasakan sebagai kehidupan nyata atau bisa dilihat, sedangkan masyarakat maya merupakan sebuah kehidupan masyarakat yang tidak dapat dilihat secara langsung dengan indra penglihatan tapi melalui indara pendengaran manusia, namun dapat dirasakan dan disaksikan sebagai sebuah realita (Bungin, 2009: 163).
Jika mahasiswa tersebut membawa handphone ke kampus atau pada waktu kuliah mahasiswa tersebut mempergunakan handphone untuk berkomunikasi dengan dosen, teman- temannya dan bahkan mahasiswa tersebut menggunakankan handphone cuma untuk BBM- man dan berfoto-foto (selfi-selfi) untuk menghilangkan rasa bosannya.Selfi merupakan salah satu revolusi bagaimana seorang manusia ingin diakui oleh orang lain dengan memajang atau sengaja memamerkan foto tersebut ke jejaring sosial atau media lainnya. Setelah itu mahasiswa kembali ketempat kos-nya, bukan untuk istirahat dan menggulang kembali pelajaran tetapi mahasiswa juga menggunakan handphone setiap waktu.
Berdasarkan obsevasi awal yang dilakukan tanggal 09 Juni 2014 dengan mewawancarai jumlah mahasiswa ada 3 orang mahasiswa sosiologi NPM 2010 yang menggunakan jenis handphone biasa ada 5 handpone dan jugamenggunakan hanphone android ada 4 hanphone. Jumlah mahasiswa NPM 2011 ada 4 orang mahasiswa masing masing mereka menggunakan 2 hanphone biasa dan juga menggunakan 2 hadphone android.
Jumlah mahasiswa NPM 2012 ada 3 orang mahasiswa yang menggunakan jenis handphone biasa ada 3 handphone dan masing mahasiswa tersebut juga memiliki handphone android yang berjumlah 3 hadphone, sedangkan mahasiswa NPM 2013 ada 3 mahasiswa yang menggunakan handphone biasa yang berjumlah 2 handphone dan mereka juga menggunakan handphone android yang berjumlah 2 handphone.
Awalnya mahasiswa tersebut cuma hanya mempergunakan handphone cuma sekedar untuk berkomunikasi saja, tetapi kenyataannya mahasiswa juga menggunakan handphone untuk BBM dan membuka aplikasi lainnya seperti facebook, BBM-man, chating, we chat.
Mahasiswa tersebut tidak peduli tentang keselamatannya bahkan tidak tahu apa yang terjadi, jika mahasiswa khususnya pendidikan sosiologi yang selalu menggunakan handphone dalam pelajaran dan sebagiannya. Sehingga berbagai macam bentuk perilaku dalam diri individu atau mahasiswa itu sendiri seperti mahasiswa itu lupa dengan tugas kuliah dan mahasiswa itu sendri hanya fokus dengan handphonenya saja. Bahkan mahasiswa tersebut berkomunikasi dengan orang lain setiap waktu serta BBM-man ditangannya dan pada akhirnya mahasiswa itu lupa dengan tugasnya sebagai mahasiswa seharusnya belajar dan mengulang kembali pelajaran yang sudah dipelajari. Tetapi pada kenyataanya mahasiswa tersebut hanya sibuk dengan handphone nya setiap saat dan setiap waktu.
Dari fenomena di atas mahasiswa tersebut menggunakankan handphone cuma untuk BBM- man dan berfoto-foto (selfi-selfi) untuk menghilangkan rasa bosannya. Selfi merupakan salah satu revolusi bagaimana seorang manusia ingin diakui oleh orang lain dengan memajang atau sengaja memamerkan foto tersebut ke jejaring sosial atau media lainnya. Setelah itu mahasiswa kembali ketempat kos-nya, bukan untuk istirahat dan menggulang kembali pelajaran tetapi mahasiswa juga menggunakan handphone setiap waktu.maka penulis lebih menekankan pada bagaimana dampak penggunaan handphone terhadap perilaku mahasiswa STKIP PGRI Sumatra Barat Prodi Penddidikan Sosiologi yang kos di Jalan Penjernihan II Gunung Pangilun Padang, Jawabanya akan dilakukan melalui penelitian yang mendalam, hasilnya akan ditulis berupa skripsi dengan judul “Dampak Penggunaan Handphone Terhadap Perilaku Mahasiswa Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatra Barat Yang Tinggal Kos Di Jalan Penjernihan II Gunung Pangilun Padang”
6
TUJUAN
Dengan demikian tujuan dari penelitian ini mendeskrifsikan dampak negatif penggunaan handphone terhadap perilaku mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat yang kos dijalan penjernihan II gunung pangilun dan Teori yang digunakan untuk mengkaji masalah dampak pemanfaatan handphone terhadap perilaku mahasiswa adalah menggunakan teori fungsional menurut Robert K. Merton.Merton awalnya memusatkan perhatian tentang fungsionalis stuktural pada fungsi satu struktur sosial atau pada fungsi satu institusi sosial tertentu saja.Paradigma analisis fungsional Merton, mencoba memuat batasan-batasan beberapa konsep analitis dasar dari bagi analisa fungsional dan menjelaskan beberapa tidak pastian arti yang terdapat didalam postulat-postulat kaum fungsional.Merton mengutip tiga postulat yang terdapat didalam analisa fungsional yang kemudian disempurnakannya satu demi satu.Postulat pertama , adalah kesatuan fungsional masyarakat yang dapat dibatasi sebagai “suatu keadaan dimana seluruh bagian dari sistem sosial berkerja sama dalam suatu tingkat keselarasan atau konsisten internal yang memadai, tampa menghasilkan konflik berkepanjangan yang tidak dapat diatasi atau diatur”Postulat kedua“ fungsionalisme universal, berkaitan dengan postulat pertama.
Fungsionalisme universal menganggap bahwa
“seluruh bentuk sosial dan kebudayaan yang sudah baku memiliki fungsi-fungsi positif”.Serta postulat ketiga, adalah “indispensability”.Ia menyatakan bahwa dalam tipe peradapan, setiap kebiasaan, ide, objek material, dan lain-lain (Ritzer, 2011:138).
Merton juga menekankan tentang tindakan-tindakan yang berulang kali atau yang baku yang berhubungan dengan bertahannya suatu sistem sosial dimana tindakan itu berakar.
Tetapi tidak seperti person, Merton tidak menaruh perhatian pada orientasi subyektif induvidu yang terlibat dalam tindakan seperti itu, melainkan pada konsekuensi-konsekuensi social obyektifnya.Merton tetap mempertahankan suatu perbedaan yang tajam antara motif-motif subyektif (tujuan atau orientasi) induvidu dan konsekuensi sosial obyektif yang muncul dari tindakan itu. Menurut Merton, fungsi didefenisikan sebagai konsekuensi-konsekuensi yang dapat diamati yang menimbulkan adaptasi atau penyesuaian dari sistem tertentu. Tetapi, jelas ada bias ideologis bila orang hanya memusatkan perhatian pada adaptasi atau penyesuaian diri, karena adaptasi dan penyesuaian diri selalu mempunyai akibat positif.
Perlu diperhatikan bahwa satu faktor social dapat
mempunyai akibat negatif terhadap sistem sosial.
Merton juga memperkenalkan konsep fungsi nyata (manifest) dan fungsi tersembunyi (latent). Fungsi manifest adalah fungsi dikehendaki dan obyektif yang membantu penyesuaian atau adaptasi dari sistem dan disadari oleh para partispan dalam sistem tersebut. Sedangkan fungsi laten adalah yang tidak dikehendaki dan tidak dimaksudkan atau disadari. Maka dalam stuktur yang ada, hal-hal yang tidak relevan juga disfungsi laten dipengaruhi secara fungsional dan disfungsional (Ritzer, 2011:139-141).
Jika dihubungkan dengan teori tersebut dengan judul tersebut dampak pemanfaatan handpone terhadap perilaku mahasiswa, ternyata media komunikasi handphone mempunyai pengaruh pada pola tindakan sosial, Sehingga terjadinya perubahan perilaku pada diri mahasiswa sosiologi yang menggunakan media komunikasi hadphone.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan padabulan November sampai Desember tahun 2014. Tempat penelitian ini, di Jalan Penjernihan II Gunung Pangilun Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Informan penelitian adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi yang kos di Jalan Penjeernihan II Gunung Pangilun Padang.
Informan yang diambil berdasarkan purposive sampling sehingga yang menjadipenelitian ini adalah sebanyak 10 orang mahasiswa Prodi Pendidikan sosiologiyang kos di Jalan Penjernihan II Gunung Pangilun Padang dan Mahasiswa lainnya yang kenal dengan informan.
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan obsevasi dan wawancara atau mencari data dilapangan dengan membuat catatan lapangan sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti.
Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi, serta mengunakan analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data (display data) dan menarik kesimpulan. Lokasi penelitian dilaksanakan di Jalan Penjernihan II Gunung Pangilun Padang.
Adapun alasan pemilihan lokasi, karna peneliti melihat melalui observasi peneliti bila di bandingkan dengan daerah penjernihan I dan III, penjernihan II yang tidak ada sebagian yang tidak Ibu kos. Sehingga bisa melihat bagaimana perilaku Mahasiswa tersebut yang kos di Jalan Penjernihan II Gunung Pangilun. Jadwal 4
7
penelitiannya dilaksanakan pada bulan November sampai Desember tahun 2014.
HASIL PENELITIAN
Mahasiswa diambil dari suku kata pembentuknya. Maha dan Siswa, atau pelajar yang paling tinggi levelnya. Sebagai seorang pelajar tertinggi, tentu mahasiswa sudah terpelajar, sebab mereka tinggal menyempurnakan pembelajarannya hingga menjadi manusia terpelajar yang paripurna.
Mahasiswa yang biasanya merasa dirinya sudah merasa dewasa dan rentan akan merasakan pergaulan yang bebas bahkan merasa dirinya tidak perlu pengawasan orang tua dan merasa dirinya paling benar dalam dirinya. Sehingga dia terpengaruh dengan pergaulan temannya dan mengikuti model-model mahasiswa sekarang.
Ingin tampil lebih menarik sesuai dengan perkembangan zaman sekarang, oleh karna itu dengan di usia merasa dirinya semakin dewasa dan mengikuti gaya teman-temanya dalam memiliki handphone.
Berdasarkan penelitian peneliti lakukan tentang dampak menggunakan handphone terhadap perilaku mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi di STKIP PGRI Sumatera Barat yang Kos penjernihan II Gunung Pangilun bahwa kondisi kehidupan anak kos di jalan penjernihan II gunung pangilun padang ternyata pada mahasiswa tersebut mengisi waktu luangnya hanya untuk telepon dan sms, dalam handphone saat ini juga diberi fitur untuk mengirim email, chatting (instant messaging) dan juga browser. IM adalah fitur yang sangat d minati oleh mahasiswa. Selain untuk membicarakan masalah pribadi, IM juga dapat digunakan untuk berdiskusi dengan teman sekelompok dengan fitur group chat. Fitur ini juga dapat digunakan untuk saling mengirim data seperti gambar, suara, bahkan dokumen tugas pun bisa dikirim dengan aplikasi ini. Mahasiswa tersebut berlomba memiliki handpone agar mahasiswa bisa mempermudah proses komunikasi dengan baik. Namun adanya komunikasi mahasiswa menjadi candu berkomunikasi, dulunya hanya sebatas kepentingan saja seperti dengan teman, keluarga dan dosen maupun pacar. Bahkan adanya handphone mahasiswa bisa menghilangkan kebosanan, sehingga memutuskan menghilangkan kebosanan atau kejenuhanya dengan berkomunikasi dengan orang lain seperti teman untuk curhat dan bahkan pacarnya sendiri.
Bahkan mahasiswa juga menggunakan handphone untuk membantu dalam mencari tugas lewat internet dan mampu menghilangkan bosan atau kejenuhan dalam diri mahasiswa tersebut.
Dalam menggunakan handphone ternyata ada terdapat fungsi manifest bagi mahasiswa itu sendiri antara lain seperti sebagai alat memperoleh info dan komunikasi dari dosen, teman, keluarga dan pacar, sebagi alat mencari tugas dari dosen dan sebagai alat hiburan sedangkan fungsi laten dalam handphone bagi mahasiswa tersebut antara lain yaitu sebagai alat Browsing Internet dan sebagai alat mengambil gambar atau foto-foto (selfi-selfi) ternyata dari fungsi handphone tersebut semua itu juga berdampak terhadap perilaku mahasiswa dalam menggunakan handphone.Handphone merupakan juga merupakan suatu kebutuhan bagi mahasiswa, sehingga mahasiswa terpengaruh pada handphone biasa sampai handphone pengeluaran yang di yang canggih dan memiliki berbagai macam fitur yang terdapat didalamnya.
Handphone yang sangat canggih dan modis yang ada saat ini adalah hadphone yang perkembangannya terus diikuti oleh anak muda (mahasiswa). Semakin canggih handphone yang seseorang punya, biasanya memperlihatkan semakin ia terlihat „wah‟ di antara teman- temannya. Keadaan ini terkadang memacu teman-teman disekitarnya untuk terus berusaha bisa menyamakan keadaan atau bahkan ingin mempunyai handphone yang lebih mahal. Hal itu dapat merubah perilaku mahasiswa menjadi rasa ingin memiliki karena terpengaruh dari teman- teman sebaya dan terpengaru oleh berbagai macam aplikasi yang mengiurkan di dalam handphone tersebut, sehingga mahasiswa tersebut sibuk dengan handphone yang dimilikinya semua itu mengakibatkan mahasiswa tersebut tidak bisa mengatur waktu dengan baik.
Fenomenanya Mahasiswa tersebut hanya sibuk dengan handphone nya saja. Terkadang mahasiswa tersebut membedakan mana handphone untuk berkomunikasi dan mana handphone untuk berfoto (selfi-selfi), music dan membuka situs jejaringan social seperti halnya facebook, twitter, we chat, BBM, sehingga mahasiswa menjadi autis social.
Kejadian ini banyak dialami oleh sebagian besar mahasiswa dan anak-anak remaja zaman sekarang terutama yang hidup di lingkungan yang serba canggih dan modern seperti di kota. „Autis‟ jejaring sosial membuat mahasiswa tersebut menjadi pemalas, tidak suka belajar, tidak bisa mengatur waktu, pembangkang, tidak sabaran dan pemarah.
Adanya handphone membuat mahasiswa terpengaruh selalu menggunakan handphone, sehingga berdampak terhadap perilaku mahasiswa dalam menggunakan handphone. Semua itu membuat mahasiswa tersebut seringkali membuka situs jejaringan social untuk menghilangkan kebosana. Bahkan
8
juga digunakan oleh mahasiswa untuk mencari teman. Semua itu sering dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri seperti dirumah dijalan bahkan dalam pelajaran.
Upaya tersebut diperoleh melalui hasil dari penelitian yang telah dilakukan, terkait dengan dampak negatif penggunaan Handphone terhadap perilaku mahasiswa yaitu :
A. Menggangu Pikiran atau Menghilangkan Konsentrasi
Komunikasi pada dasarnya merupakan sebuah proses yang menyangkut hubungan suatu masyarakat dengan lingkungan sekitarnya, sehingga suatu hubungan terjalin baik satu sama lain. Adanya handphone mahasiswa tidak lagi membutuhkan buku lagi, karna sudah ada handphone yang bisa mempermudah mahasiswa untuk belajar dan mencari tugas.Handphone dapat mempermudah pengetahuan, tetapi handphone juga bisa menimbulkan kehilangan konsentrasi atau menggangu pikiran mahasiswa, sehingga mahasiswa hanya fokus dengan handphone nya saja.Mahasiswa tersebut lebih mementingin handphone nya saja dan mahasiswa tersebut tidak lagi ada konsentasi dengan pelajaran atau dengan kuliahn nya.Pada akhirnya membuat mahasiswa tersebut prestasi belajarnya menjadi menurun akibat dari handphone tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa mahasiswa lebih mengfokuskan handphonenya saja.Mahasiswa tersebut rela meninggalkan tugas yang mau dikerjakan dari pada meninggalkan handphone nya.
B. Kurangnya Kepedulian antar Teman
Salah satu dampak negative penggunaan handphone terhadap perilaku mahasiswa adalahKomunikasi merupakan sebagai proses interaksi suatu masyarakat dengan lingkungan maupun sekitarnya.dengan adanya alat komunikasi masyarakat maupun mahasiswa bisa menjalin hubungan lebih baik dengan sekitarnya maupun jauh dan dekat. Sehingga mempermudah mahasiswa mendapatkan informasi dari siapapun yang diinginkan.Dengan adanya handphone mahasiswa sering melakukan komunikasi atau telponan dengan orang yang diinginkan tiada hentinya, sehingga mahasiswa menjadi candu dalam komunikasi tanpa memandang waktu.Mahasiswa tersebut hanya sibuk dengan handphone yang mereka miliki dan tidak peduli lagi dengan teman lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa mahasiswa sering berkomunikasi Bahkan mahasiswa beranggapan
tanpa berkomunikasi dengan mereka, mahasiswa beranggapan bahwa berkomunikasi itu lebih penting.Bahkan mahasiswa tersebut menjadi ketergantungan dengan berkomunikasi tanpa memandang waktu.Peneliti melihat bahwa mahasiswa yang sedang asyiknya telpon- telponan, sehingga mahasiswa tersebut meninggalkan tugasnya dulu ketika ada panggilan di handphone nya. Mereka tidak pernah peduli dengan teman-teman sekitarnya.
C. Tingginya Uang Pengeluaran
Dengan adanya handphone membuat mahasiswa untuk berkomunikasi dengan teman, dosen, orang tua dan pacar.Jika suatu handphone tersebut tidak memiliki pulsa maka komunikasi tidak dapat dilakukan. Tanpa pulsa mahasiswa merasa bosan dan merasa kehilangan dengan apa harus menelpon dengan temannya dan lain- lainnya. Jika kita memiliki handphone maka pengeluaran kita akan bertambah. Apa lagi mahasiswa tersebut memiliki handphone lebih dari satu maka keungannya akan makin lama makin menipis sehingga membuat pemborosan dalam dirinya.
Dari pernyataan di atas dampak menggunakan handphone terhadap perilaku mahasiswa dalam keuangan untuk membuka jejaringan sosial maupun berkomunikasi dan handphone tersebutsebagai barang koleksi bagi mahasiswa.karna hadphone tersebut menyediakan banyak fasilitas sehingga bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa dan memiliki bayak manfaat yang bisa dirasakan.Selain banyak manfaatnya tetapi handhpone juga banyak dampak negative bagi mahasiswa tersebut.Dengan handphone tersebut bisa berdampak terhadap perilaku mahasiswa menjadi ketergantungan sehingga merubah perilaku mahasiswa menjadi buruk seperti rendahnya minat belajar, kurangnya kepedulian dengan teman dan tingginya pengeluara yang di alami oleh mahasiswa ketika menggunakan handphone secara ketergantungan, Sehingga mahasiswa tersebut menjadi autis social.
Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan dengan sabar sehingga penulis dapat menyelesaikan jurnal ini.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dampak menggunakan handphone terhadap perilaku mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat dapat disimpulkan sebagai berikut:Menggangu pikiran atau hilangnya konsentrasi mahasiswa menjadi ketergantungan dengan handphone 6
9
secara terus menerus berkomunikasi dan sibuk dengan handphone, sehingga mahasiswa beranggapan handphone lebih utama dari pada membeli buku pelajaran. Semua itu membuat mahasiswa hanya sibuk dengan handphone nya saja, sehingga berdampak pada IP dan prestasi mahasiswa tersebut menurun, kurang kepeduliannya terhadap teman.Semua itu di akibatkan oleh mahasiswa tersebut sibuk dengan nelpon-nelpon dan bermain game, mendengarkan music serta membuka jejaringan social seperti facebook, BBM, dan Twiter.
Hal ini menunjuk sutu yang tidak dikehendaki dan disadari oleh mahasiswa, karna handphone bisa berdampak buruk semua itu bisa mengakibatkan.Sehingga kurangnya interaksi dengan temannya sekitar dan hanya sibuk dengan dunianya saja dan tingginya uang pengeluaran.Semua itu di akibatkan oleh seringnya berkomunikasi dan sibuk dengan dunia handphone nya saja, sehingga senakin tingginya uang pengeluaran setiap hari untuk tetap berkomunikasi dan keungan tak bisa lagi terkontrol lagi dan pada akhirnya pemborosan terjadi pada diri mahasiswa itu sendiri.
SARAN
Jurnal ini diolah dari skripsi dengan judul
“Dampak Penggunaan Handphone Terhadap Perilaku Mahasiswa di STKIP PGRI Sumatra Barat (Studi Kasus: Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi yang Kos di Jalan Penjernihan II Gunung Pangilun Padang)”
Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan dengan sabar sehingga penulis dapat menyelesaikan jurnal ini.pemukiman masyarakat /Lurah agar mempergunakan perkebangan teknologi terutama handphone dengan sebaik mungkin, Ibu pemilik kos agar lebih memperhatikan anak kos dan menegaskan peraturan-peraturan untuk anak kos tersebut, Mahasiswa agar menggunakan handphone sebagai mestinya dan mengunakan handphone sebagai menambah pengetahuan bukan membuat mahasiswa menjadi bodoh dengan adanya handphone.Peneliti selanjutnya agar dapat mengkaji permasalahan yang lebih berberbeda dari penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Bungin, Burhan. 2009. Sosiologi Komunikasi- Teori Paradigm Dan Diskursus Teknologi Komunikasi Di Masyarakat. Jakarta:
Kencana
George Ritzer Dan Douglas J. Goodman. 2011. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media Group.
Herimanto dan Winarno.2011. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta Timur: PT Bumi Aksara.
Liliweri, Prof. Dr. Alo. 2011. Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Kencana Prenada Media Grop.
Lury, Celia. 1998. Budaya Konsumen. Jakarta:
Yayasan Obor Indonesia
Martono, Nanang. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial Perspektif Klasik, Modren, Pasmodren Dan poskolonial. Jakarta: Rajawali Pers.
Setiadi, Dr. Elly. Kama, Hakam Dan Drs. Ridwan Effendi. 2011. Ilmu Sosial & Budaya Dasar Edisi Kedua. Jakarta: Kencana Prenada Media Grop.
Soekanto, Soerjono. 2001. Sosiologi suatu pengantar.
Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
_________. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta:
PT Rajagafindo Persada.
Soekanto, Soerjono. 2001. Sosiologi suatu pengantar.
Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.