• Tidak ada hasil yang ditemukan

DARI PANDANGAN IMAM SYAFI’I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DARI PANDANGAN IMAM SYAFI’I "

Copied!
100
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Penelitian Relevan

Dimana peneliti disini fokus pada akad Mudharabah yaitu akad kerjasama yang dilakukan antara nelayan dengan pemilik tas di Desa Bojo. Penelitian ini fokus pada pelaksanaan akad mudharabah bagi nelayan dan pemilik bagang di Desa Bojo dari sudut pandang Imam Syafi’i. Bentuk akad dengan lafadz atau kata-kata yang digunakan pemilik bagang dan nelayan di Desa Bojo ketika melakukan perjanjian bagi hasil.

Hal ini tercermin dari pendapat Modding, salah satu pemilik bagang di Desa Bojo. Modal yang digunakan dalam sistem bagi hasil bagi nelayan dan pemilik bagang di Desa Bojo adalah dalam bentuk uang tunai. Karena adanya sistem bagi hasil antara nelayan dan pemilik karung, kedua belah pihak tidak hanya berpotensi memperoleh keuntungan, namun kedua belah pihak juga berpotensi mengalami kerugian.

Akad Mudharabah antara nelayan dan pemilik bagang di Desa Bojo merupakan suatu usaha antara pemilik modal dengan nelayan, dimana pemilik modal menyediakan segala dana yang diperlukan dan nelayan yang mengelola usaha tersebut. Implementasi Akad Mudharabah di Desa Bojo Dilihat dari sudut pandang Imam Syafi’i, setiap usaha yang dilakukan tentu saja untuk mendapatkan keuntungan, namun juga untuk memberikan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi para pelaku usaha, seperti halnya pada sistem bagi hasil bagi nelayan dan nelayan. pemilik bagang di desa Bojo, tentunya demi kesejahteraan nelayan dan pemilik usaha. Bentuk kontrak atau kerjasama yang dilakukan pemilik bagang dan nelayan adalah kontrak lisan yang meliputi perjanjian, pembagian keuntungan dan penentuan nisbah keuntungan.

Benar sekali saya melakukan wawancara dalam rangka penyusunan skripsi yang berjudul “Implementasi Akad Mudharabah antara Nelayan dan Pemilik Bagang di Desa Bojo dari Sudut Pandang Imam Syafi’i”.

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir

Landasan Teoritis

Kerangka Konseptual

Penerapan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah tindakan menerapkan atau menggunakan keterampilan pengetahuan baru dalam suatu bidang untuk kegunaan atau tujuan tertentu.31 Sedangkan menurut beberapa ahli, penerapan adalah suatu tindakan mempraktekkan suatu teori, metode dan lain-lain. hal-hal untuk mencapai suatu tujuan, kepentingan-kepentingan tertentu dan untuk kepentingan yang diinginkan oleh suatu kelompok atau kelompok yang direncanakan dan diatur terlebih dahulu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa implementasi adalah suatu tindakan yang dilakukan, baik secara individu maupun kelompok, dengan tujuan mencapai tujuan yang telah disepakati. Mudharabah adalah bahasa masyarakat Irak dan Qiradh atau Mukaradah adalah bahasa masyarakat Hijaz33 namun pengertian qiradh dan mudharabah mempunyai arti yang sama.

Istilah Mudharabah merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Irak, sedangkan masyarakat Hijaz menyebut Mudharabah dengan istilah mudharabah atau qirad, sehingga dalam perkembangan selanjutnya mudharabah dan qirad juga merujuk pada arti yang sama.34 Sedangkan pengertian mudharabah menurut DSN fatwa no.07/DSN-MUI/IV/2000 adalah: mudharabah adalah pembiayaan yang disalurkan LKS kepada pihak lain untuk usaha produktif. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian mudharabah adalah suatu akad yang dilakukan oleh Shahibul Mal dengan mudhaarib untuk suatu usaha tertentu dengan pembagian keuntungan sesuai perjanjian.

Jika usaha yang dilakukan mengalami kerugian, maka kerugian tersebut ditanggung oleh shahibul maal, sepanjang kerugian tersebut bukan karena kelalaian mudharib, namun bila kerugian tersebut disebabkan oleh kelalaian mudharib, maka mudharib harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut. kehilangan. Menurut fuqaha, mudbarabah adalah perjanjian antara dua pihak (orang) yang saling mendukung satu sama lain, salah satu pihak mengalihkan hartanya kepada pihak lain untuk diperdagangkan dengan bagian keuntungan yang telah ditentukan, misalnya setengah atau sepertiga dengan syarat yang telah ditentukan. Mereka adalah orang-orang yang turut serta menangkap ikan dari kapal penangkap ikan, dari anjungan, orang-orang yang melakukan pekerjaan seperti membuat jaring, mengangkut ikan, dan menangkap ikan.36.

Adalah seseorang atau badan hukum yang dengan hak tertentu mempunyai kekuasaan/kepemilikan atas kapal atau perahu serta alat penangkapan ikan lainnya yang digunakan dalam usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh orang lain atau nelayan. Apabila pemiliknya tidak melaut, maka ia menjadi punggawa sebagai pemilik. Desa Bojo yang terletak di Kabupaten Barru Kecamatan Mallusetasi merupakan desa dengan pantai yang cukup luas, sebagian besar penduduknya bertempat tinggal di pesisir pantai dan mempunyai potensi produksi perikanan yang cukup baik, serta merupakan desa nelayan karena sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai nelayan. Perkembangan madzhab iSyafi'i idi iPersi terjadi bersamaan dengan berkembangnya idi iKhurasan dan iMa iWaran iNahr, pencatat sejarah iAs iSakhawi juga menjelaskan bahwa iSyeik iYa'qup iBin iIshaq ian iNisaburi iAl iAsfaraini adalah salah satu yang mula-mula menyiarkan iSyafi 'i idi madzhab iAsfarain, iPersi.

Madhab iSyafi’i naipasdek idiay Khurasan, Khurasan iadalahisebuah inegeri itua iyat flyer idiay Central Asia iCentral ket naipadamag iti iini ii iida iada ikarena ket adda iti bagida idiay Iran, Afghanistan, Union Soviet ken Tiongkok.

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Fokus Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Teknik Pengumpulan dan Pengelolaan Data

Untuk memperoleh hasil bagaimana praktek Mudharabah terjadi di desa Bojo, peneliti melakukan beberapa wawancara dengan pelaku kontrak di wilayah tersebut yaitu narasumber utama dan beberapa pemilik Bagang. Adanya kesepakatan antara pemilik bagang dengan para nelayan di Desa Bojo, sehingga keduanya terikat kontrak. Dalam pelaksanaannya, setelah berakhirnya kontrak, pemilik bagang menjelaskan kesepakatan tersebut secara lisan sebelum keluar. ke laut. Ternyata pemilik bagang hanya memberikan instruksi kepada para pekerja nelayan sebelum melaut, menjelaskan kepada para nelayan tentang sistem bagi hasil dan pembagiannya tergantung cuaca pada hari itu.

Ketika perjanjian antara pemilik bagang dan nelayan sudah siap dibuat, maka pemilik bagang mengumpulkan seluruh nelayan yang telah mendaftar sebelumnya untuk membicarakan isi perjanjian mengenai pembagian keuntungan yang akan mereka hasilkan bersama. Jelas bahwa bentuk kontrak yang digunakan oleh pemilik bagang dan nelayan hanya bersifat lisan dan sebagian besar sudah mengetahui isi perjanjian tersebut. Dari segi permodalan, biasanya pemilik batangnyalah yang memanfaatkannya untuk membeli minyak, es batu, dan lain-lain.” 65.

Berdasarkan pandangan di atas maka modal yang digunakan adalah modal yang berupa uang dan modal yang dikeluarkan sehari-harinya jelas dan dicatat dalam pembukuan pemilik Bagang. Sedangkan modal yang digunakan oleh sebagian pemilik bagang terdiri dari barang-barang yang dijual namun dengan harga yang jelas dan dicatat dalam buku catatan pemilik bagang, sehingga dapat disimpulkan bahwa modal yang digunakan dalam sistem bagi hasil sesuai dengan konsep mudharabah. Sistem bagi hasil yang disepakati oleh pemilik bagang dan nelayan di desa Bojo adalah hasil penjualan ikan dibagi dua, satu bagian untuk pemilik bagang dan satu lagi untuk nelayan. Satu bagian dibagi berdasarkan jumlah nelayan. dan pemilik bagnag mendapat dua bagian nelayan. , semuanya dibagikan setelah biaya operasional atau tunjangan harian para nelayan dibayarkan, hal tersebut diungkapkan Alang Rahman yang berprofesi sebagai nelayan.

“Dalam bagangku aku membagi hasilnya dengan 60; 40 setelah membayar biaya sehari-hari, 60 untuk pemilik bagang dan 40 untuk nelayan untuk para nelayan, dibagi lagi dengan jumlah nelayan yang melaut.” 75. Menurut para nelayan, bagi hasil sangat merugikan karena sebaliknya para pekerja perikanan merasa sangat dirugikan karena sebagian besar pemilik bagang merampas hak-hak nelayan. Jika terjadi kerugian maka pemilik bagang akan kehilangan atau mengurangi modalnya, dan nelayan tidak mendapat apa-apa.

Jadi setelah pekerja perikanan mendapat ikan, pekerja perikanan membawa ikan hasil tangkapannya kepada pemilik kantong dan kedua belah pihak menjualnya. Penerapan dan pembagian nisbah keuntungan dalam sistem bagi hasil bagi nelayan dan pemilik Bagang di desa Bojo menurut pandangan Imam Syafi'i. Pada bab ini penulis akan memaparkan hasil penelitian dan pembahasan, sesuai dengan rumusan masalah yang dirumuskan mengenai pelaksanaan akad mudharabah antara nelayan dan pemilik Bagang di desa Bojo, dari pandangan Imam Syafi'i. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, investor atau shohibuil mijal adalah pemilik bagang, sedangkan pengelola modal atau mudharib adalah nelayan.

Dalam pelaksanaan pembagian hasil akad Mudharabah, sistem bagi hasil adalah 50% bagi pemilik bagang dan 50% bagi pengelola (nelayan).85. 2 Praktek akad mudharabah antara nelayan dan pemilik bagang di desa Bojo sesuai dengan pendapat Imam Syafi yaitu ada dua pihak yang terlibat yaitu nelayan dan pemilik bagang, ada modal dan keuntungan, dibagi menurut ke perjanjian. , dan pemilik bagang memberikan bonus kepada nelayan. Jawaban : iya dek sepenuhnya milik pemilik bagang, namun jika terjadi kerugian nelayan bertanggung jawab penuh, jarang sekali bagang yang bertanggung jawab.

Jawaban: ya, itu semua adalah modal pemilik bagang, namun jika terjadi kerugian biasanya nelayan dan pemilik baganglah yang bertanggung jawab.

Gambar

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir

Referensi

Dokumen terkait

Model akad gaduh kambing yang digunakan yaitu model akad syirkah (kerja sama), Namun demikian hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat kesenjangan antara teori

Berdasarkan hasil validitas empiris, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas yang diperoleh, maka soal tersebut dinyatakan layak untuk digunakan dalam