Namun kualitas pelayanan publik pada masa Orde Baru cenderung menurun baik di pusat maupun di daerah. Pelayanan publik seringkali buruk pada masa Orde Baru, karena pemerintah pusat terlalu banyak campur tangan terhadap pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik di daerah.
Identifikasi Masalah
Pertama, dalam penyelenggaraan pelayanan publik terdapat indikasi bahwa birokrasi yang memberikan pelayanan publik pada Pemerintah Kabupaten/Kota tidak transparan kepada pelaku usaha (selanjutnya disebut warga negara atau masyarakat). Ketiga, dalam penyelenggaraan pelayanan publik, terlihat bahwa para birokrat pelayanan publik pemerintah kabupaten/kota tidak tanggap terhadap kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pelaku usaha.
Fokus Studi
Akuntabilitas rendah karena birokrat pelayanan publik tidak bertanggung jawab atas pelayanan publik yang dilakukan (do) atau tidak dilakukan (does not do) oleh birokrasi. 9 Instansi pemerintah daerah, seperti lembaga atau lembaga yang memberikan pelayanan publik, juga berpandangan positif terhadap lembaga atau lembaga pemerintah daerah lainnya.
Catatan
Sebaliknya, jika warga berpikiran negatif terhadap tindakan administratif yang dilakukan suatu lembaga atau instansi di bawah pemerintahan daerah, maka umumnya masyarakat juga akan berpikiran negatif terhadap lembaga atau instansi lain di pemerintahan daerah. Illinois: Scott Foresman Little, menggunakan variabel daya tanggap dan akuntabilitas sebagai indikator untuk mengukur kualitas pelayanan publik beserta akuntabilitasnya.
Pelayanan Publik: Jenis dan
Aktor Pemberi Layanan Publik
Citra negatif warga negara terhadap administrasi publik menurunkan tingkat kepercayaan warga terhadap pemerintah (Kampen, Walle & Bouckaert. 2003). Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan memuaskan warga negara untuk memperoleh, menumbuhkan, dan meningkatkan kepercayaan warga terhadap pemerintah.
Definisi Layanan Publik
Ketika pemerintah melalui ASN tidak memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan memuaskan maka akan menimbulkan citra publik yang negatif (King dan Stivers. 1998:6) atau perasaan negatif masyarakat (Kathi dan Cooper. Bedanya hanya pada aspek pelayanan publik. yang disediakan, tidak hanya barang dan jasa, tetapi juga jasa administrasi.
Jenis-jenis Layanan Publik
Pelayanan adalah jasa yang menyediakan atau menyediakan berbagai bentuk pelayanan yang diperlukan oleh masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, pos, dan lain-lain. Pelayanan administrasi adalah pelayanan yang menyediakan atau menyediakan berbagai bentuk dokumen resmi yang diperlukan masyarakat, seperti status kewarganegaraan, sertifikat kompetensi, sertifikat kepemilikan atau penguasaan suatu benda, dan lain-lain.
Pemerintah, Swasta dan Masyarakat sebagai Aktor Pemberi Layanan Publik
Tiga aktor dalam governance dan fungsi pokok
Penataan barang dan jasa publik dilakukan oleh pemerintah dan/atau bersama-sama penduduk untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan orang atau kelompok tertentu. Kelima, barang dan jasa publik dapat dikonsumsi oleh seluruh warga negara, dan tingkat konsumsi barang publik oleh satu orang tidak akan mengurangi ketersediaannya kepada orang lain yang juga berkepentingan untuk mengkonsumsinya.
Tipe, otoritas dan aktor dalam layanan publik
Pelaku pelayanan publik yang tergolong aparatur sipil negara dapat digolongkan menjadi administrator dan pelaksana. Selain kerjasama di atas, penyelenggara juga dapat melakukan kerjasama tertentu dengan pihak lain untuk memberikan pelayanan publik.
Paradigma Pelayanan Publik
Administrasi Publik Tradisional/Administrasi Publik Lama (OPA) atau Administrasi Publik Lama versus Administrasi Publik Baru (NPA) atau Administrasi Publik Baru. Masing-masing fase memberikan perhatian khusus pada penyelenggaraan pelayanan publik, dan untuk menjelaskan perkembangan teoritis pelayanan publik dalam paradigma administrasi publik, kami memetakan teori-teori yang setiap artikelnya secara eksplisit ditunjuk dari dua perspektif, yaitu perspektif manajerial atau perspektif neo- perspektif pemerintahan. ekonomi klasik dan teori pilihan rasional/publik dan perspektif politik.
Pelayanan Publik dalam Perspektif
Produksi pelayanan publik diserahkan kepada pihak swasta dan/atau pihak ketiga (LSM atau organisasi nirlaba lainnya). Jadi, dalam perspektif NPM, upaya peningkatan pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah dan birokratnya dilakukan dengan mengadopsi pendekatan yang digunakan oleh pihak swasta.
Pelayanan Publik dalam Perspektif Politik
Dan pelayanan yang berfokus pada pengguna dengan menetapkan standar pelayanan yang berbeda-beda telah diakui secara luas berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah (Purwanto.
Memosisikan Warga sebagai Citizen
Dan pelayanan yang fokus pada pengguna dengan menetapkan berbagai standar pelayanan telah banyak diakui berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik baik yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (Purwanto. 2005: 187). John Stewardt dan Kieron Walsh juga berpendapat bahwa diperlukan perubahan dalam manajemen pelayanan publik dimana “Penekanan dalam restrukturisasi manajemen pelayanan publik semakin banyak diberikan, baik oleh pemerintah maupun oposisi, pada penguatan posisi masyarakat sebagai pelanggan atau sebagai konsumen. a citizen in public services” Oleh karena itu, perbedaan penting dalam perspektif politik pelayanan publik adalah memposisikan warga negara tidak hanya sebagai pelanggan, namun warga negara sebagai pemilik kedaulatan yang mempunyai kedudukan sebagai pemegang saham.
Old Public Administration vs New Public Administration
Administrasi publik tradisional yang disebut administrasi publik birokrasi berkembang menjadi pemerintahan yang terpusat atau rezim sentralis – otoriter sehingga pelayanan publik berlangsung secara terpusat. Oleh karena itu, administrasi publik birokrasi cenderung bersifat statisme atau negara maksimal (yang kemudian disebut negara administratif) karena menekankan pada pendekatan yang berpusat pada negara, konsep pemegang saham, dan pemerintah dalam fokus.
Old Public Service vs New Public Service 6
- Towards a “New” Public Administration theory
- Towards a New Public Administration theory
- Towards a New Public Administration theory
- Towards a New Public Administration theory
Light states: “The new public services are much more diverse than the old, government-oriented public services”. The growing interest in non-governmental destinations, especially the non-profit sector, is the second feature of the new public service.
Public Governance vs New Public Governance 8
Pendekatan komprehensif ini merupakan upaya membangun teori holistik mengenai implementasi kebijakan publik dan penyediaan layanan publik dalam konteks “negara kosong” (Milward dan Provan 2003). Semua perspektif teoretis mengenai tata kelola ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman kita tentang implementasi kebijakan publik dan pemberian layanan publik.
Clients, Citizens dan Volunteers: Perspektif Manajemen dan Politik
Sebagai klien, mereka menerima nilai privat dari jasa yang diberikan oleh lembaga (barang, jasa, atau manfaat lain yang dikonsumsi secara individu) daripada nilai publik yang dikonsumsi secara kolektif, seperti yang terjadi pada barang publik. Warga negara adalah bagian dari “kita” kolektif, yang mengekspresikan aspirasinya melalui mekanisme “pemungutan suara” yang berlapis-lapis.
Catatan Akhir
The value base is based on an explicit assumption of the hegemony of the public sector for the implementation of public policy and the provision of public services. Of course, some authors have long recognized the fallibility of the PA paradigm without completely rejecting it as a framework for the design and delivery of public services.
Desentralisasi untuk Pemerintah Daerah dan
Dua hal penting adalah pemajuan demokratisasi dan desentralisasi di banyak negara, khususnya di dunia kedua dan ketiga. Demokratisasi dan desentralisasi yang berhasil terjadi di satu negara dan hal ini pada gilirannya mengarah pada demokratisasi dan desentralisasi di negara-negara lain, baik karena negara-negara tersebut tampaknya menghadapi masalah yang sama, atau karena keberhasilan demokratisasi dan desentralisasi di negara lain menunjukkan bahwa demokratisasi dan desentralisasi desentralisasi dapat menjadi solusinya. . untuk semua masalah yang mereka hadapi, atau karena negara-negara yang demokratis dan terdesentralisasi adalah negara yang kuat dan/atau dipandang sebagai model politik dan budaya.
Dari Sentralisasi ke Desentralisasi
Kekhawatiran ini tidak terbatas pada negara-negara maju tetapi juga pada negara-negara berkembang dan terbelakang. Meningkatnya persaingan antar dan di dalam negara menekankan pada alokasi efisien seluruh sumber daya, terlepas dari apakah sumber daya tersebut dikelola oleh pemerintah atau swasta, di semua tingkat, termasuk regional dan lokal.
Jenis-jenis Desentralisasi
Dekonsentrasi adalah pengalihan tugas dan fungsi administratif dari pemerintah pusat ke unit pemerintahan daerah. Desentralisasi adalah pengalihan tugas dan fungsi kepada pemerintahan tingkat subnasional atau pemerintah daerah.
Keuntungan Desentralisasi Bagi Pemerintah Daerah
Jika pemilih lokal melihat bahwa interaksi mereka dengan pemerintah daerah menghasilkan keputusan mengenai layanan publik daerah yang lebih sesuai dengan preferensi mereka dibandingkan keputusan yang dibuat di tingkat yang lebih tinggi, maka mereka akan merasa lebih dekat dengan pemerintah daerah. Tentu saja, sumber daya internal mereka terbatas, sehingga redistribusi dari yang kaya ke yang miskin harus menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Manfaat Desentralisasi untuk Pelayanan Publik Daerah
Kualitas dan kinerja pelayanan publik yang memuaskan harus menjadi salah satu orientasi bagi pemerintah daerah. Otonomi daerah memperpendek hierarki pengambilan keputusan urusan pelayanan publik di daerah sehingga lebih cepat.
Demokrasi dan Pelayanan P emerintah Daerah
Desentralisasi Membuat Pemerintah Daerah Demokratis
Where local governance democratises, local governments are increasingly responsive to and interactive with the community. According to Hans Kelsen, "decentralization allows a closer approach to the idea of democracy than centralization" (Winter. 1981:58).
Desentralisasi dan Demokrasi Pemberian Pelayanan Publik di Daerah
A specialized literature has appeared in the study of public administration, which links the role of public service with the effective functioning of a democratic society. In the literature it was found that the democratization of the public service has an impact on the productivity and quality of the public service.
Esensi Demokrasi dalam Kegiatan Administrasi Publik: Pelayanan Publik
Esensi administrasi publik demokratis
Administrasi publik untuk rakyat atau administrasi publik untuk warga negara menghendaki agar setiap kegiatan dan tindakan administrasi publik, seperti pengambilan kebijakan publik dan pemberian pelayanan publik, selalu berpihak pada rakyat. Sebaliknya, administrator publik yang tidak responsif tidak akan mau mewujudkan kepentingan publik dalam tindakan dan aktivitas administrasi publik seperti tindakan pengambilan kebijakan dan pemberian layanan publik.
Demokrasi Administrasi Publik Daerah
Dengan kata lain, penyelenggaraan publik yang diselenggarakan oleh rakyat menginginkan transparansi dan akuntabilitas, oleh rakyat menginginkan partisipasi dan keterwakilan, dan bagi rakyat ia menginginkan daya tanggap (Little.
Akomodasi Nilai-Nilai Demokrasi dalam Layanan Publik Daerah
Public participation continuum
Public education — Public education programs present relatively complete and balanced information so that citizens can draw their own conclusions. Public interaction – Public interaction techniques facilitate the exchange of information and ideas between citizens, planners and decision makers.
Public participation continuum menurut Cogan
Administrasi publik tradisional atau administrasi publik birokrasi menunjukkan kecenderungan penyelenggara pemerintahan atau birokrat tidak tanggap terhadap warga negara. Responsif dalam menanggapi keinginan masyarakat, seperti yang banyak dianut dalam literatur administrasi publik, akhir-akhir ini memandang birokrasi sebagai representasi masyarakat.
Interdependensi antara Dimensi-dimensi Administrasi Publik Demokratis
Access to information about government actions and performance is critical to promoting government accountability. Information that serves to make the actions of government officials transparent to the public improves government accountability (Gordon. 2000:1).
Menyoal Kualitas Pelayanan Publik Pemerintah Daerah
Oleh karena itu timbul keraguan dan kekhawatiran terhadap kemampuan pemerintah daerah (kota/kabupaten) dalam memberikan pelayanan publik di daerah otonom. Bahkan ada kekhawatiran pelayanan publik di daerah akan memburuk jika kewenangannya diserahkan kepada pemerintah daerah.
Hubungan Birokrat-Warga dalam Pelayanan Publik
Kerajaan Daerah dan birokrasi daerah sebagai ejen hendaklah melaksanakan apa yang menjadi kepentingan rakyat daerah sebagai pengetua. Rakyat sebagai pengetua mesti dilayan oleh negara sebagai agen melalui kerajaan wilayah dan birokrasi wilayah.
Mengukur Kualitas Layanan Publik Daerah
Dengan demikian, kita dapat dengan aman mengatakan bahwa tidak ada definisi kualitas yang diterima secara umum. Namun dari perspektif ini, pendekatan apa pun terhadap kualitas yang mengabaikan gejala kualitas tersebut berarti kehilangan esensinya.
Usaha Meningkatkan Kualitas Layanan Publik
Keluhan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik, termasuk keluhan pelaku usaha terhadap pelayanan izin usaha, masih tinggi di wilayah pasca Orde Baru. Menurut Cece Hidayat6, Kepala Unit YANTAP Pemerintah Kota Bandung, penyediaan pelayanan perizinan terpadu satu pintu merupakan solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik seperti pelayanan izin usaha.
Reformasi Pelayanan Publik sebagai Strategi Meningkatkan Kualitas Layanan Publik
Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan publik dapat dimulai dengan peningkatan integritas, kompetensi, konsistensi dan loyalitas yang dapat dicapai melalui pendidikan dan pelatihan yang tepat. 191 untuk investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, kualitas produk, serta kebijakan dan manajemen pelayanan publik.
Reformasi Layanan Publik: Perspektif Manajemen