Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih positif kepada para dosen, mahasiswa dan staf yang telah mencurahkan seluruh pemikirannya dalam penyusunan buku yang kini diterbitkan oleh IAIN Jember Press ini. Dan tentunya kita berharap karya-karya yang ditulis oleh berbagai pihak dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan/atau dunia akademis sehubungan dengan program GELARKU (Gerakan Lima Ratus Buku) periode ketiga yang dimulai pada tahun ini oleh IAIN Jember.
DAFTAR ISI
HAKEKAT FATWA
PENGERTIAN FATWA
6Kadarusman, Articulation of Islamic Politics in Indonesia: Study of the Post-Reformation MUI Fatwa in the MUI Fatwa in Legal and Legislative Perspective (Jakarta: Balai Pusdiklat Kemenag RI, 2012), s. 185. 10Atho Mudzhar, "MUI Fatwa as an Object of Islamic Law and Source Social History” i MUI Fatwa in Legal and Legislative Perspective (Jakarta: Balai Pusdiklat Kemenag RI, 2012), s. xxv.
FIQH, KANUN DAN QADLA
- Fiqh
Dalam pengertian pertama, fiqh adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari norma-norma syariat dalam hubungannya dengan mereka. Hal serupa juga disampaikan Abdul Wahab Khalaf dalam bukunya “Ilmu Ushul al Fiqh”. Fiqh merupakan ilmu hukum Islam yang bersifat praktis dan bersumber dari dalil-dalil yang rinci.
رجا هلف أطخاف مكح اذاو نارجا هلف باصاف دهتجاف مكالحا مكح اذإ دحو
Karena ijtihad maka kebenaran fiqh bersifat relatif atau relatif karena fiqh hanyalah zhan (sesuatu yang diduga kuat mengandung kebenaran) dari usaha maksimal para mujtahid dalam upaya menyelidiki hukum Islam yang tersembunyi di dalam dalil-dalilnya. Oleh karena itu status fiqhnya adalah zhanni yang artinya hasil kesimpulan fiqh itu benar, namun mengandung kemungkinan salah atau sebaliknya.23.
احمر تيما فلاتخ
Mengingat sifat fiqh yang dapat menimbulkan perbedaan pendapat, maka umat Islam tidak boleh alergi terhadap perbedaan pendapat yang timbul dalam masalah fiqh. Sikap yang patut kita ambil dalam menyikapi perbedaan pendapat di bidang fiqh adalah memandangnya sebagai kekayaan intelektual yang sangat berharga.26 Sehingga keberadaannya menjadi berkah bagi seluruh makhluk di muka bumi.
ملسم هاور(
Sehingga hukum Islam akan selalu up to date atau cocok dan relevan untuk diterapkan disetiap tempat dan sepanjang zaman. Hal ini sejalan dengan apa yang diriwayatkan oleh Muhammad Ibnu Ibrahim al Hamdi yaitu.
نيد ملاسلاا هيرغب اين لدا حلصتلا لب لاحو ةماو نكام و نامز كلل حلاص
مك الحا مكحفلالخا عفريو مازلا
Kanun
Al Majallah merupakan contoh undang-undang Islam yang terawal dalam bentuk undang-undang (model undang-undang moden sistem perundangan Rom) dan mempunyai kekuatan paksaan. Dalam erti kata lain, hanya undang-undang Islam yang termaktub dalam kanun (s) dianggap sebagai undang-undang.
Qadla
Ini jelas merugikan kerana yang dimaksudkan dengan undang-undang Islam sebenarnya lebih luas daripada sekadar undang-undang seperti yang difahami oleh masyarakat yang hidup dengan budaya taqnin al ahkam. 43. Menyelesaikan perkara-perkara untuk menghapuskan litigasi dan menghapuskan perselisihan, dengan hukum-hukum syara', yang bersumberkan al-Quran dan Sunnah Rasulullah.
DASAR HUKUM FATWA
Ada dua jenis fatwa yang diberikan Nabi, yaitu (1) fatwa yang diberikan langsung oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an; (2) fatwa berupa pendapat Nabi sendiri sebagaimana tercantum dalam hadis. Tanya jawab tersebut dapat dilihat pada ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
تلبنس عبس و فاجع عبس نلهكلاي نمس ترقب عبس ىرا نىا كلملا لاقو لاملا اهيا اي تسبي رخاو ضرح
Dalam beberapa ayat Al-Qur'an, istilah fatwa adalah dengan berbagai bentuk derivasi dari kata fatwa, termasuk sebagai aftaa dalam QS.
نوبرعت ايءرلل متنك نا يايءر فى
ب اتكلا فى مكيلع لىتي امو نهيف مكيتفي للها لق ءاسنلا فى كنتفتسيو نهوحكنت نا نوبغرتو نهل بتك ام نهن وتؤت لا تيلا ءاسنلا مىتي فى
اميلع هب نكا للها ن اف
مهتفتسافبزلا ينط نم مهنقلخ انا انقلخ نم ما اقلخ دشا مها
هيلع للها لص للها ل ولسر قىستسا ةدابع نب دعس نا سابع نبا نع للها لىص للها لوسر ل اقف هضقت مل ردن اهيلعو تتام تيما نا لاقف ملسو
KEDUDUKAN FATWA
Oleh itu, fatwa ulama menjadi rujukan orang ramai dalam pengamalan hukum agama. Al Ghazali juga mewajibkan orang ramai meminta fatwa kepada ulama dan mengikut fatwa yang mereka keluarkan.
PERAN DAN FUNGSI FATWA
Selain itu, fatwa yang dikeluarkan oleh seorang mufti juga berperan dalam mengkonversi makna umum hukum Islam ke dalam hal-hal yang spesifik.76. Oleh karena itu, fatwa yang merupakan pendapat para ulama merupakan jawaban sebatas terhadap pertanyaan atau keadaan yang ada pada saat itu, yang muncul akibat perubahan yang dialami masyarakat.
LEMBAGA-LEMBAGA FATWA DI INDONESIA
MAJELIS TARJIH MUHAMMADIYAH
Apabila ta’arudl al adailah (perbedaan ketentuan hukum) terjadi pada saat ijtihad (istinbath), maka MT-PPI mengambil langkah-langkah sebagai berikut: 9. Kerangka metodologi pengembangan pemikiran Islam (PPI) adalah dengan menggunakan bayani-, pendekatan burhani dan irfani.10.
LAJNAH BAHTSUL MASAIL NAHDHATUL ULAMA (NU)
- Metode Qauly
- Metode Ilhaqy
- Metode Manhajy
Dalam ketentuan umum dijelaskan tentang al Politik al Mu'tabarah (kitab baku), yaitu kitab-kitab yang disepakati oleh para anggota Lajnah Bahtsul Masail Diniyyah sebagai referensi yang bermanfaat. Menurut Lajnah Bahtsul Masail Diniyyah, metode kauli ini dinilai masih representatif untuk menjawab segala kebutuhan masyarakat dengan segala tantangannya.
DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM (PERSIS) Persatuan Islam atau yang disingkat menjadi PERSIS berdiri
Pada bagian kedua dijelaskan bahwa sumber hukum Islam adalah Al-Qur'an dan Sunnah. Penerimaan dan keyakinan terhadap kandungan dan kandungan Al-Qur'an, meskipun terkesan bertentangan dengan aqli dan.
DEWAN SYARIAH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA
SEJARAH MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempengaruhi tatanan sosial bangsa Indonesia secara keseluruhan. 2Siti Musdah Mulia, Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam Jauhar, Jurnal Pemikiran Islam Kontekstual (Jakarta: PPS UIN Jakarta, 2003), vol.4, no.Sejak awal tahun 1970-an, sudah ada komitmen di kalangan umat Islam Indonesia untuk Membentuk Majelis Ulama di tingkat pusat.
Hasil diskusi tersebut ditandatangani piagam pembentukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dilantik kepengurusan untuk periode yang dipimpin oleh Prof.
PERAN DAN TUGAS MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)
Pertama, memberikan fatwa dan nasehat yang baik kepada pemerintah dan umat Islam mengenai berbagai permasalahan sosial pada umumnya. Sedangkan umat Islam masih tersebar di ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), PERSIS dan lain-lain. Oleh karena itu, umat Islam memerlukan wadah untuk memperjuangkan aspirasinya ketika berhadapan dengan umat lain.
Kedua, harapan MUI – sebagai pemegang peran – terhadap pemerintah dan umat Islam, yaitu sebagai pemberi fatwa dan nasehat kepada pemerintah dan umat Islam mengenai permasalahan agama dan sosial.15.
STRUKTUR ORGANISASI MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)
1 Tahun 2000 tentang Pedoman Dasar Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) tentang Tugas dan Wewenang. Fatwa jenis ini dihasilkan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan biasa disebut 19 Pedoman Kerja Lembaga Pengkajian Makanan, Obat-obatan dan Minuman Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) V tentang Mekanisme Kerja, Ayat 1-3.
Sedangkan untuk fatwa sosial, tidak ada ketentuan dalam peraturan yang mengharuskan fatwa Majelis Ulama Indonesia menjadi dasar peraturan.
SISTEM DAN PROSEDUR PENETAPAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)
Dengan adanya pedoman baru ini, diharapkan masyarakat dapat melihat dengan jelas proses, tata cara dan mekanisme penetapan fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan adanya pedoman penetapan fatwa baru, masyarakat dapat menilai bahwa fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memenuhi standar. Dalam melaksanakan ijtihad, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat melakukan ijtihad insya'i dan juga dapat melakukan ijyihad intiqa'i.
Baik ijtihad insya'i maupun ijtihad intiqa'i Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukannya secara kolektif (ijtihad jama'i).
DEWAN SYARIAH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA (DSN-MUI)
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) merupakan lembaga yang secara struktural berada di bawah MUI. Pemerintah menyerahkan sepenuhnya domain syariah terkait lembaga keuangan syariah kepada Dewan Syariah Nasional. Biasanya untuk merinci pelaksanaan fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang ada.
1 Tahun 2000 tentang Pedoman Dasar Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) tentang Mekanisme Kerja.
DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS)
Setelah terbentuknya Dewan Syariah Negara (DSN) pada tahun 1999, Dewan Pengawas Syariah (DPS) bertindak sebagai wakil Dewan Syariah Negara. 2 Tahun 2000 tentang Pedoman Rumah Tangga Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) tentang fungsi dan tugas DPS. Anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) dapat ditunjuk oleh lembaga keuangan syariah, paling sedikit satu orang disertai rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendapat persetujuan Dewan Syariah Nasional.
Dewan Pengawas Syariah (DPS) melaporkan kepada Dewan Syariah Nasional mengenai perkembangan produk dan operasional lembaga keuangan syariah yang diawasinya minimal dua kali dalam satu tahun anggaran.
FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA
SISTEM HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA
- UUD 1945,
Oleh karena itu, penggunaan hukum Islam sebagai hukum positif bagi umat Islam di Indonesia merupakan hasil dari nilai-nilai filosofis, sosiologis dan hukum.10. 12 Azizy mengajukan proses positivisasi ini bersamaan dengan selesainya teori resepsi Christian Snouck Hurgronye mengenai penerapan hukum Islam di Indonesia. Qodri Azizy, Eklektisisme Hukum Nasional: Kontes antara Hukum Islam dan Common Law (Yogyakarta: Gama Media, 2002), hal. 161-163.
Bentuk sistem hukum nasional akan selalu mendapat pengaruh dari hukum lain, misalnya hukum adat, hukum Islam, dan hukum negara lain (misalnya negara kolonial).
EKSISTENSI HUKUM ISLAM DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA
Teori penerimaan menyatakan bahwa hukum Islam baru diumumkan dan dapat dilaksanakan sebagai hukum jika hukum adat menerimanya. Selain itu, teori resepsi juga mendapat kritik dari para ahli bidang hukum Islam di Indonesia, seperti Hazairin35 dan Sajuthi Thalib.36. Sebab hukum Islam merupakan hukum yang ada dan dijalankan oleh mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam.
Melihat kenyataan tersebut, maka hukum Islam di Indonesia perlu diberi peluang untuk ditransformasikan menjadi hukum nasional.
FATWA MUI DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA Setelah periode penutupan pintu ijtihtad, menurut sebagian
Sumber hukum materiil ini dilihat dari sudut pandang sejarah, sosiologi, antropologi, kebudayaan, termasuk pendapat para ahli agama. Mengenai sumber hukum, hukum agama menurut Bagir Manan mencakup sumber hukum materiil dalam kelompok tradisi (pendapat agama dan moral, tradisi dalam bidang hukum)54. Namun Utrecht memasukkan hukum agama sebagai sumber hukum formal, menjelaskan bahwa di wilayah yang pola hidup masyarakatnya sangat erat kaitannya dengan agama, maka sumber hukum (agama) sangatlah penting.55 Perbedaan pendapat ini tidak mengurangi arti. kedudukan hukum agama sebagai sumber hukum, baik formal (sebagai dokumen hukum yang berwibawa) maupun materil (bahan penentu pembentuk hukum), dan yang perlu digarisbawahi adalah pengakuan ilmu.
Kekuatan pandangan umum telah mendorong pihak-pihak (umat Islam) untuk mematuhi fatwa tersebut, dapat dilihat dari “fatwa terlarang”.
FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA
Kedua lembaga ini menunjuk Dewan Syariah Nasional sebagai mitra pengaturan lembaga keuangan syariah. Fatwa Dewan Syariah Negara mengikat lembaga keuangan syariah karena suatu fatwa tertentu akan dijadikan peraturan hukum (kanun) dan menjadi pedoman serta pedoman bagi lembaga pengatur untuk mengeluarkan peraturan tentang lembaga keuangan syariah (al taqnin). Ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan menentukan kedudukan khusus fatwa Dewan Syariah Nasional.
Fatwa Dewan Syariah Negara menjadi landasan hukum bagi Lembaga Keuangan Syariah (SFI) dalam menjalankan kegiatan usahanya.
FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA
DSN-MUI)
STATISTIK FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL Hingga akhir tahun 2014, Dewan Syariah Nasional Majelis
- Waktu dan Jumlah Penetapan Fatwa DSN MUI
- Bidang Fatwa yang ditetapkan DSN MUI
- Dasar dan Motif DSN MUI dalam Penetapan Fatwa Fatwa-fatwa yang ditetapkan oleh DSN berasal dari
92/DSN-MUI/IV/2014 tentang Pembiayaan yang didampingi Rahn (al Tamwil al Mautsuq bi al Rahn).
FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL TENTANG EKONOMI SYARIAH
- Fatwa Tentang Perbankan Syariah
- Fatwa Tentang Asuransi Syariah
Fatwa yang ditetapkan oleh DSN berlaku bagi seluruh Lembaga Keuangan Syariah (SHIA), dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai perwakilan dari DSN bertugas melakukan pengawasan terhadap kegiatan usaha yang dilakukan oleh Lembaga Keuangan Syariah (Bank Syariah) agar dapat sesuai dengan Fatwa DSN. Fatwa DSN tentang perbankan dapat dikelompokkan menjadi enam bagian, yaitu tentang prinsip perbankan syariah, penggalangan dana, penyaluran/pembiayaan dana, akad jual beli, akuntansi/pelaporan keuangan dan jasa. A. 90/DSN-MUI/XII/2013 tentang Pengalihan Pembiayaan Murabahah Antar Lembaga Keuangan Syariah (LKS). 6) Fatwa DSN No.
84/DSN-MUI/XII/2012 tentang Tata Cara Pengakuan Keuntungan Al Tamwil Bil Murabahah (Pembiayaan Murabahah) pada Lembaga Keuangan Syariah.