PENDAHULUAN
Masalah Pokok
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Pengertian Bank
- Jenis-Jenis Bank
- Fungsi Bank
- Tujuan Bank
- Sumber Dana Bank
- Kinerja Keuangan Perbankan
- Laporan Keuangan
- Analisis Laporan Keuangan
- Kesehatan Bank
- Return On Asset (ROA)
- Capital Adequacy Ratio (CAR)
- Biaya Operasional Pendapatan Operasional
Tinjauan Empiris
Analisis Pengaruh Rasio CAR, BOPO, NPL, NIM dan LDR terhadap Kinerja Keuangan (Studi kasus pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEJ periode Juni 2002-Juni 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel CAR, NIM, LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA.BEI periode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR, NIM dan LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, kecuali BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA pada perusahaan perbankan. Hasil analisis menunjukkan bahwa data NPL, CAR, LDR dan BOPO signifikan secara parsial terhadap ROA bank yang go public pada tingkat signifikansi kurang dari 5%. Berdasarkan hasil penelitian ternyata variabel independen (CAR, BOPO, LDR) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (ROA) pada tingkat signifikansi 5.
CAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA, BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, dan LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.
Kerangka Konsep
Hipotesis
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Daftar perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dijadikan sampel dapat dilihat pada tabel berikut. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dan berupaya menjawab permasalahan analisis rasio kecukupan modal dan biaya operasional, pendapatan operasional, return on assets pada industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Kota Makassar. Bursa Efek Indonesia (BEI) atau nama lainnya Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan bursa resmi di Indonesia.
Bursa Efek Jakarta ditutup pada masa Perang Dunia I, dan kemudian dibuka kembali pada tahun 1925. Pada periode tersebut, tidak ada satupun perusahaan yang go public. Dari tahun 1979 hingga 1984 saja, dua puluh tiga perusahaan lain menawarkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta. Berdagang. Pada tahun 2008, pasar modal Indonesia dilanda krisis keuangan global yang mengakibatkan penghentian sementara perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 sampai dengan 10 Oktober 2008.
Bank ini merupakan badan usaha milik negara Indonesia yang pertama kali didirikan pada tahun 1987. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal dari Bank Industri Negara (BIN), sebuah bank industri yang didirikan pada tahun 1951. Pada aset periode 2015-2016 mengalami penurunan sebesar 0,31%.
Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2014 hingga tahun 2015, modal ditempatkan perusahaan meningkat sedangkan laba perusahaan mengalami penurunan. Hal ini berbanding lurus dengan imbal hasil aset pada tahun 2014 yang mencapai laba sebesar 3,04%, dan pada tahun 2015 sebesar 2,90% dan mengalami penurunan sebesar 0,14%. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2014 hingga tahun 2015, perusahaan mampu mengelola asetnya secara efektif, namun pada tahun 2015 hingga tahun 2016, beban perusahaan meningkat sedangkan laba perusahaan mengalami penurunan.
Pada tahun 2014, perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan rata-rata return on assets (ROA) tertinggi yaitu. Rata-rata rasio kecukupan modal (CAR) tertinggi terjadi pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014 sebesar 78,93% dan terendah pada tahun 2015 sebesar 67,29%. Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) memiliki rata-rata tertinggi pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014 sebesar 448,15% dan terendah pada tahun 2015 sebesar 156,46%.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis CAR dan BOPO terhadap ROA Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2016. Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif terhadap Return On Assets (ROA) pada sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2016.
Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran
Populasi dan Sampel
Populasi adalah suatu wilayah umum yang terdiri dari obyek/subyek yang mempunyai jumlah dan ciri-ciri tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik. Dimana jumlah bank yang terdaftar di BEI menurut data PIPM perwakilan Makassar ditetapkan sebanyak 42 bank. Sampel penelitian ini ditentukan pada perusahaan perbankan BUMN yang terdaftar di BEI selama tiga tahun yaitu tahun 2014 hingga 2016.
Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu. Menyajikan laporan keuangan dan rasio-rasio yang diperlukan dalam penelitian ini selama tiga tahun berturut-turut dan diserahkan kepada Bank Indonesia. Dengan kriteria tersebut maka sampel dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 4 unit sampling dengan menggunakan metode purposive sampling.
Sektor perbankan yang dijadikan sampel meliputi bank-bank milik negara yang terdiri dari: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia. Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan terutama studi dokumenter Laporan Keuangan Bank Indonesia dari Bursa Efek Indonesia tahun 2014 sampai dengan tahun 2016.
Teknik Analisis
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Profil Perusahaan Perbankan
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada awalnya didirikan di Indonesia sebagai bank sentral dengan nama “Bank Negara Indonesia” berdasarkan peraturan pemerintah bukan undang-undang no. 2 Tahun 1946 tanggal 5 Juli 1946. Pada masa Perang Kemerdekaan tahun 1948, kegiatan BRI terhenti untuk sementara dan baru kembali beroperasi setelah Perjanjian Renville pada tahun 1949, berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Bersatu. Pada tahun 2003, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT.
Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1963, bank ini kembali menjadi Staatsspaarbank atau lebih dikenal dengan BTN. Selain itu, dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1994, BTN juga telah memiliki izin sebagai bank devisa. Keunggulan BTN mulai terlihat pada tahun 2002, ketika BTN diposisikan sebagai bank umum dengan fokus pada KPR nonsubsidi.
Tak berhenti sampai disitu, pada tahun 2008 BTN juga mendaftarkan transaksi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK Eba) di Bapepam. Sebelumnya Bank Dagang Negara dikenal dengan nama Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij yang didirikan di Batavia (Jakarta) pada tahun 1857. Selanjutnya pada tahun 1960 menjadi Bank Dagang Negara, bank pemerintah yang membiayai sektor industri dan pertambangan.
Bank Bumi Daya didirikan melalui proses panjang yang dimulai dengan nasionalisasi perusahaan Belanda, De Nationale Handelsbank NV, menjadi Bank Umum Negara pada tahun 1959. Pada tahun 1964, Chartered Bank (sebelumnya merupakan bank milik Inggris) juga dinasionalisasi. dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan kegiatan Bank tersebut. Sejarah Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) diawali oleh perusahaan dagang Belanda N.V Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1842 dan mengembangkan kegiatannya di bidang perbankan pada tahun 1870.
Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini pada tahun 1960, dan kemudian pada tahun 1965, perusahaan ini digabungkan dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Pada tahun 1968, Bank Negara Indonesia Unit II dipecah menjadi dua unit, salah satunya adalah Departemen Ekspor-Impor Bank Negara Indonesia Unit II yang akhirnya menjadi Bank Exim, bank milik negara yang membiayai kegiatan ekspor dan impor. Pada tahun 1970, Bapindo memberikan pembiayaan jangka menengah dan panjang di sektor manufaktur, transportasi dan pariwisata.
Hasil Penelitian
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah return on assets (Y), yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan tingkat kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan modal yang cukup. Hal ini menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal berbanding lurus dengan return on aktiva yang artinya semakin banyak modal yang dimiliki perusahaan maka semakin banyak pula pendapatan yang diterima perusahaan.
Biaya operasional Pendapatan operasional (BOPO) merupakan perbandingan antara biaya yang dikeluarkan suatu bank dalam menjalankan kegiatan utamanya dengan pendapatan yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa biaya operasional Pendapatan operasional berpengaruh negatif terhadap return on assets, artinya semakin tinggi biaya yang dikeluarkan suatu perusahaan maka semakin rendah laba yang diterima perusahaan. Namun jika biaya yang dikeluarkan tinggi dan pendapatan yang diterima juga tinggi berarti perusahaan mampu mengelola biaya operasional secara efisien.
Apabila biaya operasional, pendapatan operasional menurun maka return on aset juga menurun dan sebaliknya. Artinya Perusahaan BBRI mampu mengalokasikan biaya-biayanya secara efisien sehingga seluruh biaya yang dikeluarkan mampu menghasilkan keuntungan. Hal ini menunjukkan bahwa biaya operasional Pendapatan operasional berpengaruh negatif terhadap return on assets, artinya semakin tinggi biaya yang dikeluarkan suatu perusahaan maka semakin rendah laba yang diterima perusahaan.
Pembahasan
SIMPULAN DAN SARAN
SARAN
Setelah melakukan penelitian, pembahasan dan menarik kesimpulan dari hasil penelitian, penulis menyampaikan beberapa saran terkait penelitian yang telah dilakukan agar dapat menjadi masukan dan refleksi yang berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan antara lain. Pihak manajemen perusahaan diharapkan untuk selalu menjaga tingkat permodalan sehingga meningkatkan return aset bank. Sebab, peningkatan BOPO berarti beban operasional semakin tinggi, sehingga return on assets (ROA) bank pada akhirnya akan menurun.
Atau dengan kata lain pengambil kebijakan perlu meningkatkan efisiensi yang berarti menurunkan BOPO agar return on aset bank umum lebih baik. Dampak CAR, NPL dan LDR terhadap ROA pada Bank Umum di Indonesia (2006-2010). Analisis pengaruh rasio CAR, BOPO, NPL, NIM dan LDR terhadap kinerja keuangan (studi kasus pada perusahaan perbankan yang tercatat di BEJ periode Juni 2002-Juni 2007).
Pengaruh Capital Adequacy Ratio, BOPO dan Loan to Deposit Ratio terhadap Return On Asset Bank BUMN Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2011. Analisis pengaruh NPL, CAR, LDR dan BOPO terhadap profitabilitas bank (perbandingan bank umum publik dan bank umum non go public di Indonesia periode tahunan. Analisis pengaruh CAR, NPL, BOPO, NIM dan LDR terhadap ROA ( Studi Kasus pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2004-2007).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas Industri Perbankan (Studi Pada Bank Umum Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Tesis ini belum diterbitkan. Pengaruh CAR, NPL, LDR, NIM dan BOPO terhadap profitabilitas bank (studi kasus pada bank umum yang terdaftar di BEI tahun 2007 – 2011).