MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X SMAN 1 SEPUTIH AGUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015. PENGARUH KOMPETENSI PEDGOGIK GURU DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X SMAN 1 MATA PELAJARAN KEAGAMAAN ISLAM.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
- Penelitian Releven
- Hasil Belajar
- Pengertian Hasil Belajar
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
- Kriteria hasil belajar
- Kompetensi Pedagogik
- Pengertian Kompetensi Pedagogik
- Kriteria Kompetensi Pedagogik
- Indikator Kompetensi Pedagogik
- Pandangan Islam Tentang Kompetensi Pedagogik Guru
Untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik dan motivasi kerja guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
ﷲﻮﻓ ﮫﻨﻣ ﺎﻤﯿﻠﻌﺗ ﻦﺴﺣأ هﺪﻌﺑ ﻻو ﮫﻠﺒﻗ ﺎﻤﻠﻌﻣ ﺖﯾأر ﺎﻣ ﻲﻣأ و ﻲﺑﺄﺒﻓ ﺎﮭﯿﻓ ﺢﻠﺼﯾﻻ ةﻼﺼﻟا هﺬھ ّنإ لﺎﻗ ﻲﻨﻤﺘﺷﻻو ﻲﻨﺑﺮﺿﻻو ﻲﻨھﺮﻛﺎﻣ
نآءﺮﻘﻟا ةءاﺮﻗوﺮﯿﺒﻜﺘﻟاو ﺢﯿﺒﺴﺘﻟا ﻮھﺎﻤّﻧإ سﺎﻨﻟا مﻼﻛ ﻦﻣ ءﻲﺷ
Anak didik memiliki potensi dan bakat yang berbeda-beda, menjadi tanggung jawab seorang guru untuk mengembangkannya. Dengan menciptakan situasi pembelajaran yang edukatif dan dialogis, dapat membantu mengembangkan potensi dan bakat tersebut. Al-Qur'an menjelaskan metode pengajaran menurut Al-Qur'an, dalam Surah An-Nahl: 125 yaitu.
Penilaian pembelajaran ini digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dan mengevaluasi hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Selama bulan Ramadhan, malaikat Jibril selalu mengapresiasi bacaan Al-Qur'an Rasullah seperti dalam sejarah.
ﷲ لﻮﺳر ضرﺎﻌﯾ ﻞﯾﺮﺒﺟ نﺎﻛو نﺎﻛو ﻢﻠﺳ و ﮫﯿﻠﻋ ﷲ ﻲﻠﺻ ﷲ
Sesungguhnya Tuhanmu adalah Dia Yang lebih mengetahui orang-orang yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Apakah materi yang diberikan dapat dipahami oleh siswa dan dapat diterapkan dalam kehidupannya atau tidak.
و ﻞﯾﺮﺒﺟ هﺎﻘﻠﯾ ﻦﯿﺣ نﺎﻀﻣر ﻲﻓ نﻮﻜﯾ ﺎﻣ دﻮﺟأ نﺎﻛو سﺎﻨﻟأ دﻮﺟأ
Motivasi
- Pengertian Motivasi
- Pengertian Motivasi Kerja Guru
- Faktor-Faktor Motivasi Kerja Guru
Jika dikaitkan dengan seorang guru, maka motivasi kerja guru adalah motivasi yang mempengaruhi kinerja guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru. mencapai tujuan yang telah ditetapkan.” 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja guru adalah motivasi yang muncul dalam situasi dan lingkungan kerja guru. Motivasi kerja yang tinggi dari setiap guru yang mengikuti kegiatan ini merupakan faktor yang memuaskan bagi tercapainya tujuan pendidikan.
Sebaliknya, jika motivasi kerja guru rendah, tujuan sekolah tidak akan tercapai. Berdasarkan teori pokok di atas, dapat dirumuskan bahwa motivasi kerja adalah daya penggerak atau driving force yang membangkitkan dan mengarahkan tingkah laku dalam tindakan atau kerja dalam usaha nyata untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pendidikan Agama Islam
- Pengertian Pendidikan Agama Islam
- Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Islam harus memiliki landasan atau landasan yang kuat agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diajarkan dan menjadi tolak ukur seseorang dalam menjalani kehidupannya. Pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan Islam peserta didik agar menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, sosial, berbangsa dan bernegara. Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa pendidikan agama Islam bertujuan untuk membentuk manusia yang berkepribadian muslim dalam segala tindakannya dan selalu dilandasi ajaran Islam dengan penuh keimanan dan keikhlasan sebagai wujud ketakwaan dan ketundukan yang tulus kepada Allah SWT atau dengan kata lain, menciptakan kepribadian, yang menjadikan dirinya sebagai “Insan Kamil” yang berpola takwa.
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), h. Seputih Agung dengan KKM di sekolah dan untuk Pendidikan Agama Islam KKM ≥ 70.
Hipotesis Penelitian
Terdapat pengaruh antara Kompetensi Pedagogik dan Motivasi Kerja Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Seputih Agung Tahun Pelajaran 2014/2015. Pada tahun ajaran 2014/2015 tidak terdapat pengaruh antara kompetensi pedagogik dan motivasi kerja guru terhadap hasil belajar siswa kelas X Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Seputih Agung. Terdapat pengaruh kompetensi pedagogik guru dan motivasi kerja terhadap hasil belajar siswa kelas X Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Seputih Agung tahun pelajaran.
Rancangan Penelitian
38 Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk deskriptif kuantitatif sedangkan sifat penelitian ini adalah korelasi yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel x1 dan x2 terhadap variabel y dan menentukan lokasi variabel. penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Seputih Agung.
Definisi Operasional Variabel
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas 43 Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Hasil belajar dalam penelitian ini adalah hasil tengah semester ganjil siswa kelas X SMA Negeri 1 Seputih Agung. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan terjadinya perubahan atau terjadinya variabel terikat 44 Dalam penelitian ini variabel bebas adalah kompetensi pedagogik guru dan motivasi kerja guru.
Kompetensi pedagogik guru yang dimaksud adalah kompetensi pedagogik guru pendidikan agama kelas X SMA Negeri 1 Seputih Agung. Sedangkan motivasi kerja guru yang dimaksud dalam penelitian ini adalah motivasi kerja guru pendidikan agama kelas X SMA Negeri 1 Seputih Agung.
Populasi, Teknik Pengambilan Sampel dan Sampel 1. Populasi
- Teknik pengambilan sampel
- Sampel
Dari seluruh siswa di kelas X, 3 siswa non muslim yaitu 1 orang di kelas X 5, 1 orang di kelas X 7 dan 1 orang di kelas X 8. Berdasarkan pendapat di atas, pengambilan sampel dilakukan dengan cara undian seluruh kelas X 5 sampai dengan X 8 dan diambil satu kelas sebagai sampel dari hasil pengundian tersebut. 46 Bambang Soepeno, STATISTIK TERAPAN dalam Penelitian Ilmu Sosial dan Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), hal.
Sesuai dengan batasan masalah di atas maka dapat dinyatakan bahwa populasi dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas X SMA Negeri 1 Seputih Agung berjumlah 143 siswa kelas X yang terdiri dari 4 kelas yaitu kelas X 5, X 6 , X 7 dan X 8. Maka penulis mengambil satu kelas sebagai sampel dengan cara diundi dimana setiap kelas diberi nomor dan setelah diundi ternyata kelas X 7 yang keluar menjadi sampel yang terdiri dari 37 siswa dan 1 siswa non- Muslim, sehingga digunakan 36 siswa sebagai sampel.
Teknik Pengumpulan Data
- Dokumentasi
- Observasi (Pengamatan)
Kuesioner adalah suatu cara pengumpulan data dengan menggunakan pertanyaan tertulis untuk memperoleh informasi dari responden. 50. Sedangkan kuesioner tertutup adalah pernyataan yang mempersyaratkan responden untuk memilih salah satu alternatif jawaban dari setiap alternatif jawaban yang tersedia. Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kuesioner adalah cara untuk mendapatkan data dari jawaban responden yang telah menyiapkan daftar pertanyaan.
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kuesioner tidak langsung dan tertutup dimana penulis menggunakan siswa sebagai sumber data untuk mempelajari kompetensi pedagogik dan motivasi guru. Kegiatan observasi bertujuan untuk mengumpulkan data tentang situasi dan kondisi siswa kelas X SMA Negeri 1 Seputih Agung, khususnya pada saat proses belajar mengajar (PBM).
Instrumen Penelitian
Agar penelitian ini valid maka alat ukur dapat mengukur dengan tepat apa yang akan diukur, sehingga alat ukur tersebut mengandung keterkaitan dengan tujuan penelitian. Suatu instrumen dikatakan valid jika dapat mengukur data dari variabel yang diteliti secara tepat, jika tingkat validitas instrumen tersebut menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran variabel yang bersangkutan. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa validitas adalah alat ukur yang digunakan untuk menyatakan suatu fenomena yang sebenarnya, yaitu valid atau.
Reliabilitas dalam penelitian ini dikatakan reliabilitas, jadi suatu standar atau ukuran yang akan digunakan suatu kuesioner dalam suatu penelitian harus memiliki reliabilitas, artinya kuesioner tersebut mempunyai determinasi, konsistensi atau adanya unsur konstan dalam kuesioner tersebut. Artinya kuesioner tidak mengubah jawaban jika dicoba atau diuji berulang kali pada responden.
Teknik Analis Data
Setelah dilakukan perhitungan uji validitas, diketahui bahwa jika r-hitung lebih besar dari 0,339 (tingkat signifikan 5%, N = 0,36, df = N-2), maka instrumen dinyatakan valid. Berdasarkan hal tersebut, penulis menggunakan korelasi berganda dalam analisis datanya dan untuk mempermudah perhitungan digunakan aplikasi SPSS 16.0.
Hasil Penelitian
Data diperoleh penulis dari hasil penyebaran angket kompetensi pedagogik guru pendidikan agama Islam kelas X SMA Negeri 1 Seputih Agung. Hasil Penyebaran Kuesioner Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam Kelas X SMA Negeri 1 Seputih Agung. Terdapat pengaruh antara kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar siswa kelas X Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Seputih Agung tahun ajaran 2014/2015.
Terdapat pengaruh antara motivasi kerja guru terhadap hasil belajar siswa kelas X Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Seputih Agung tahun pelajaran 2014/2015. 76 a) Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pendidikan Agama Islam Kelas X SMA Negeri 1 Seputih Agung Tahun Pelajaran 2014/2015. Maka H1 diterima, artinya ada pengaruh antara kompetensi pedagogik guru (x1) terhadap hasil belajar siswa (y), yaitu b) Pengaruh antara motivasi kerja guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas X SMA Negeri 1 Seputih Agung tahun pelajaran 2014/2015.
Maka Ha diterima, artinya ada pengaruh antara motivasi kerja guru (x1) terhadap hasil belajar siswa (y), yaitu c) Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Motivasi Kerja Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Pendidikan Agama Islam X SMA Negeri 1 Seputih Agung tahun pelajaran 2014/2015.
Pembahasan
Maka Ha diterima, jadi ada hubungan antara Motivasi Kerja Guru (x1) dengan Hasil Belajar Siswa (y), yaitu. Tidak terdapat pengaruh antara Kompetensi Pedagogik dan Motivasi Kerja Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam X SMA Negeri 1 Seputih Agung Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan nilai α ≥ Sig. Maka Ha ditolak, sehingga tidak ada hubungan antara Kompetensi Pedagogik Guru ( ) dan Motivasi Kerja Guru ( ) dengan hasil belajar siswa (y), yaitu.
Keterbatasan Penelitian
PENUTUP
Kesimpulan
Kiranya penulis dalam penelitian ini dapat memberikan saran kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah khususnya di SMA Negeri 1 Seputih Agung. Bagi pihak sekolah khususnya guru PAI dalam bidang pendidikan sudah cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan lagi dari aspek kompetensi pedagogik dan motivasi kerja. Siswa hendaknya dapat meningkatkan motivasi belajar khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), baik di sekolah maupun di rumah, sehingga hasil belajar dapat lebih meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Guru Pendidikan Agama Islam Anda memeriksa catatan Anda ketika Anda akan mengikuti ulangan/ujian akhir sekolah. Apakah guru PAI anda memberikan ulangan harian setelah materi subbab selesai? Apakah guru PAI anda memberikan kegiatan belajar tambahan untuk memudahkan anda belajar PAI?
Apakah guru PAI anda memiliki tindakan remedial jika hasil ulangan yang anda terima tidak memenuhi standar. Apakah guru PAI anda memberikan hadiah berupa (sanjungan, pujian dan benda) jika anda berprestasi di mata pelajaran PAI.
LANDASAN TEORI
METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian
RIWAYAT HIDUP