PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
85Istiqomatullaily, Pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu (wawancara tanggal 25 Juni 2021 di kantor pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu). 89Istiqomatullaily, Pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu (wawancara tanggal 25 Juni 2021 di kantor pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu).
Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
Pengertian Pembelajaran
Dikatakan pula bahwa pembelajaran adalah proses pemberian bimbingan atau bantuan kepada siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara pendidik dan peserta didik serta sumber belajar yang berlangsung dalam lingkungan belajar.12 Nasional,.
Pengertian Pondok Pesantren
69 Khoirunnisa, Ustadzah yang mengajar di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu, (Wawancara tanggal 24 Juni 2021 di ruang guru Pondok Pesantren). 74Qomariyah, Ustadzah yang mengajar di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu, (wawancara tanggal 29 Juni 2021 di ruang guru Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu). 75Istiqomatullaily, Ustadzah yang mengajar di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu, (wawancara tanggal 25 Juni 2021 di Kantor Pengelola Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu).
76Mirna, kvindelig studerende på Salafiyah Hidayatul Qomariyah Islamic Boarding School, Bengkulu City, (interview den 24. juni 2021 på ledelseskontoret for Salafiyah Hidayatul Qomariyah Islamic Boarding School, Bengkulu City). 77Ajeng, kvindelig studerende på Salafiyah Hidayatul Qomariyah Islamic Boarding School, Bengkulu City, (interview den 24. juni 2021 på ledelseskontoret for Salafiyah Hidayatul Qomariyah Islamic Boarding School, Bengkulu City). 80Qomariyah, Ustadzah, som underviser på Salafiyah Hidayatul Qomariyah Islamic Boarding School, Bengkulu City, (Interview den 29. juni 2021 på lærerkontoret for Hidayatul Qomariyah Salafiyah Islamic Boarding School).
81 Novita Ike Sholihah, Pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu (wawancara tanggal 24 Juni 2021 di depan Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Ndalem Kota Bengkulu). 83Qomariyah, Ustadzah yang mengajar di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu, (Wawancara tanggal 29 Juni 2021 di ruang guru Pondok Pesantren Hidayatul Qomariyah Salafiyah). 88Qomariyah, Ustadzah yang mengajar di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu, (Wawancara tanggal 29 Juni 2021 di ruang guru Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah).
91Istiqomatullaily, Ustadzah fra Hidayatul Qomariyah Salafiyah Islamic Boarding School, Bengkulu City, (interview den 25. juni 2021 på ledelseskontoret for Hidayatul Qomariyah Salafiyah Islamic Boarding School, Bengkulu City). 93Istiqomatullaily, Ustadzah fra Hidayatul Qomariyah Salafiyah Islamic Boarding School, Bengkulu City, (interview den 25. juni 2021 på ledelseskontoret for Hidayatul Qomariyah Salafiyah Islamic Boarding School, Bengkulu City).
Dinamika Perkembangan Pesantren dari Masa ke Masa
Revolusi Industri 0
Tantangan Revolusi Industri 4.0
Keterlibatan pesantren dalam dunia modern telah dibuktikan dengan fakta sejarah yang tidak mungkin dipungkiri. 50Erfan Gazali, “Pesantren di Kalangan Generasi Alfa dan Tantangan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0”, OASIS: Jurnal Ilmiah Kajian Islam, Vol. 52 Samsurrohman Msi, “Pesantren dan Tantangan Arus Global (Dakwah Pondok Pesantren di Era Globalisasi)”, Jurnal Al-Qalam: Vol.
Bahkan, bagi pemerintah Belanda, lembaga ini bukan hanya dianggap tidak berguna untuk tujuan kolonial, namun juga dipandang sebagai lembaga yang sangat berbahaya dan mengancam upaya kolonialisme. Berdasarkan pandangan tersebut, tempat tinggal umat Islam saat itu mengalami tekanan yang sangat berat, bahkan dianggap oleh penjajah Barat sebagai sarang pemberontak dan ancaman terhadap kenyamanan kekuasaan kolonial di Indonesia pada khususnya. Oleh karena itu, hunian syariah harus mampu menghadapi era revolusi industri 4.0 yang awalnya memberikan tantangan dan hambatan menjadi peluang emas bagi perkembangan masyarakat Indonesia.
53Ricky Satria Wiranata, “Tantangan, Prospek dan Peran Pesantren dalam Pendidikan Karakter di Era Revolusi Industri 4.0”, Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam, Vol. Perekonomian Indonesia berada pada level yang sangat rendah, tingkat kemiskinan semakin meningkat dan pendapatan semakin jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan. Hal ini tidak hanya memerlukan kesempatan kerja yang disediakan oleh pemerintah dan sektor swasta, namun juga penyediaan sumber daya yang memadai.
Kajian Pustaka
Perbedaan tesis di atas dengan yang dikaji peneliti adalah tesis di atas mengkaji tentang kepemimpinan pendidikan di pesantren dalam kaitannya dengan era revolusi industri 4.0. Sedangkan yang peneliti teliti adalah dinamika atau perubahan pembelajaran yang terjadi di pesantren dalam menyikapi era Revolusi Industri 4.0. Persamaan kedua penelitian ini adalah sama-sama mengkaji pesantren di era Revolusi Industri 4.0.
Persamaan dari kedua penelitian ini adalah sama-sama melakukan penelitian di pesantren mengenai dunia pendidikan di era Revolusi Industri 4.0. Perbedaan jurnal di atas dengan jurnal yang diteliti peneliti adalah jurnal di atas mengupas permasalahan dan tantangan santri di era revolusi industri 4.0, sedangkan jurnal yang dikaji peneliti membahas tentang dinamika atau perubahan pembelajaran yang sedang terjadi. di pesantren sebagai respon terhadap Revolusi Industri 4.0. Kedua penelitian ini mempunyai kesamaan yaitu sama-sama melakukan penelitian di pesantren dan membahas tentang Revolusi Industri 4.0.
Perbedaan majalah diatas dengan majalah yang diteliti peneliti adalah majalah diatas mengupas tentang tantangan pondok pesantren di era globalisasi, sedangkan majalah yang diteliti peneliti membahas tentang dinamika atau perubahan pembelajaran yang terjadi di pondok pesantren. . sebagai respons terhadap Revolusi Industri 4.0. Perbedaan majalah diatas dengan majalah yang diteliti peneliti adalah majalah diatas mengupas tentang tantangan, prospek dan peran pesantren dalam pendidikan karakter di era Revolusi Industri 4.0 sedangkan majalah yang peneliti teliti membahas tentang dinamika atau perubahan. dalam pembelajaran yang berlangsung di pesantren sebagai respon terhadap Revolusi Industri 4.0. Kesamaan dari kedua penelitian ini adalah sama-sama melakukan penelitian mengenai Revolusi Industri 4.0 di pesantren.
Kerangka Berpikir
Perbedaan jurnal diatas dengan yang diteliti peneliti adalah jurnal diatas mengupas tentang Tantangan, Prospek dan Peran Pondok Pesantren dalam Pendidikan Karakter di Era Revolusi Industri 4.0, sedangkan yang diteliti peneliti adalah tentang Dinamika atau Perubahan Pembelajaran yang Terjadi di Pondok Pesantren Sebagai Respon Revolusi Industri 4.0. Kesamaan dari kedua penelitian ini adalah sama-sama melakukan penelitian terhadap pesantren dalam kaitannya dengan Revolusi Industri 4.0. Salafiyah Kota Hidayatul Qomariyah Bengkulu)”.
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Sumber Data
Pengajar atau Pengajar di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu dan berbagai santri di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari dokumentasi berupa teks, soft file atau dokumen lain yang berkaitan dengan penelitian. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber tertulis yang terdapat pada buku-buku atau dokumentasi dan literatur lain yang berkaitan dengan penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini yang menjadi objek observasi meliputi tiga aspek yaitu tempat, pelaku dan kegiatan di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu. Teknik wawancara merupakan teknik penggalian data melalui percakapan yang dilakukan dengan tujuan tertentu, dari dua pihak atau lebih. Pewawancara merupakan orang yang mengajukan pertanyaan, sedangkan orang yang diwawancara berperan sebagai narasumber yang akan memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
Wawancara dapat dilakukan untuk membangun informasi tentang orang, peristiwa, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, keprihatinan, merekonstruksi harapan-harapan terpadu di masa depan, memverifikasi, mengubah dan memperluas informasi dari berbagai sumber dan mengubah atau memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti. seperti segitiga. Wawancara mendalam adalah wawancara yang dilakukan secara fleksibel dan terbuka, tidak terstruktur secara ketat dan tidak dalam suasana formal. Tujuan utama wawancara adalah untuk dapat menyajikan konstruksi aktual dalam konteks mengenai individu, peristiwa, aktivitas, perasaan, motivasi, respon atau persepsi, tingkat dan bentuk keterlibatan, dan lain-lain.
Oleh karena itu, dalam wawancara mendalam, informan dapat mengemukakan pendapatnya dan pendapat tersebut dapat dijadikan landasan untuk penelitian selanjutnya. Metode dokumentasi adalah suatu metode penelitian yang mencari data tentang barang atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, risalah rapat, legenda, agenda, dan lain-lain. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data yang bersumber dari arsip-arsip di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu yang berkaitan dengan Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu dalam menyikapi revolusi industri 4.0.
Uji Keabsahan Data
Triangulasi sumber berarti membandingkan kembali derajat keandalan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Misalnya membandingkan hasil observasi dengan wawancara, membandingkan apa yang dikatakan secara umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada. Triangulasi waktu digunakan untuk memvalidasi data yang berkaitan dengan perubahan suatu proses dan perilaku manusia, karena perilaku manusia berubah seiring berjalannya waktu.
Untuk memperoleh data yang valid melalui observasi, peneliti harus melakukan observasi, bukan hanya satu kali observasi. Untuk itu diperlukan desain survei pengumpulan dan analisis data yang lebih lengkap agar dapat memberikan hasil yang lebih komprehensif. Karena setiap peneliti mempunyai gaya, sikap dan persepsi yang berbeda-beda ketika mengamati suatu fenomena, maka hasil observasi ketika mengamati fenomena yang sama juga bisa berbeda.
Observasi dan wawancara dengan bantuan dua atau lebih pengamat/pewawancara akan dapat memperoleh data yang lebih akurat. Triangulasi metode dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teknik pengumpulan data untuk memperoleh data yang sama. Sedangkan dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode, dalam hal ini peneliti memeriksa kembali data yang diperoleh dari berbagai sumber dan mengumpulkannya seperlunya.
Teknik Analisis Data
67Umi Iluryati, Ustadzah die lesgeeft aan de Salafiyah Hidayatul Qomariyah Islamic Boarding School, Bengkulu City, (interview op 29 juni 2021 op het lerarenkantoor van de Hidayatul Qomariyah Salafiyah Islamic Boarding School). 68Mamlu‟atul Hidayah, beheerder van de Salafiyah Hidayatul Qomariyah Islamic Boarding School, Bengkulu City, (interview op 23 juni 2021 voor het Islamic Boarding School Management Office). 70Aulia Jum'atin, administrateur van de Salafiyah Hidayatul Qomariyah Islamic Boarding School, Bengkulu City, (interview op 25 juni 2021 bij het Islamic Boarding School Management Office).
71 Siti Ruqoyyah, Ustaja yang mengajar di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Bengkulu (wawancara tanggal 28 Juni 2021 di kelas Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Bengkulu). 72Mamlu‟atul Hidayah, pengelola Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah kota Bengkulu, (Wawancara tanggal 23 Juni 2021 dihadapan kantor pengelola pondok pesantren). 78 Dewi Fatimah santri Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu (wawancara tanggal 24 Juni 2021 di kantor tata usaha Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu).
82Ani Rahmawati, Ustadzah yang mengajar di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu (wawancara tanggal 2 Juli 2021 di ruang guru Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu). 84Mamlu‟atul Hidayah, Pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu, (Wawancara tanggal 23 Juni 2021 di depan kantor pengurus ponpes). 86Ani Rahmawati, Ustadzah yang mengajar di Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu (wawancara tanggal 2 Juli 2021 di ruang guru Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu).
87Mamlu‟atul Hidayah, beheerder van de Salafiyah Hidayatul Qomariyah Islamic Boarding School, Bengkulu City, (interview op 23 juni 2021 voor het Islamic Boarding School Management Office). 92Mamlu‟atul Hidayah, Ustadzah van de Hidayatul Qomariyah Salafiyah Islamic Boarding School, Bengkulu City, (interview op 23 juni 2021 voor het Islamic Boarding School Management Office).