Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan seluruh proses penelitian ini. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum (Rektor Universitas Diponegoro Semarang) yang memberikan izin belajar di Program Doktor Ilmu Lingkungan UNDIP dan membebaskan biaya pendidikan. Hartuti Purnaweni, MPA dan Bapak Dr.
Tn. Dr. Budi Warsito, S.Si., M.Si. selaku Ketua Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan UNDIP yang melakukan promosi selama proses pembelajaran. Tn. dan Ny. Dosen program doktor Ilmu Lingkungan UNDIP yang memberikan berbagai ilmu dan mengarahkan penulis untuk mengembangkan dan menerapkannya untuk kepentingan lingkungan. Tn. Prof.Dr.Ir.Suripin, M.Ing selaku Co-Promotor yang memberikan motivasi dan bimbingan tanpa mengenal rasa bosan, sehingga penulis dapat menyelesaikan seluruh tahapan proses penelitian ini dengan baik dan lancar.
Pak. atau Ibu Tenaga Kependidikan pada program PhD ilmu lingkungan hidup dan Sekolah Pascasarjana, yang telah memberikan pelayanan administrasi dan kerjasama. Kepala BBWS Pemali Juana yang telah memberikan izin penelitian lapangan dan memberikan data penelitian berupa dokumen. Manajer Waduk Gembong dan operator lapangan yang membantu pengumpulan data dan bantuan survei lapangan.
Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Waduk Gembong dan Gabungan Petani Pemakai Air yang banyak meluangkan waktunya berdiskusi dan memberikan data penelitian.
DAFTAR ISI
METODE PENELITIAN 4.1 Tempat dan Waktu Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan
DAFTAR TABEL
Skor r dan nilai pandangan pertanyaan persepsi masyarakat Skor r dan nilai pandangan pertanyaan partisipasi masyarakat Keandalan persepsi masyarakat. Keandalan jika ada item pertanyaan yang dihapus Keandalan pernyataan partisipasi masyarakat Keandalan jika ada item yang dihapus. Skor r dan nilai pandang pertanyaan persepsi petani Skor r dan nilai pandang pertanyaan partisipasi petani.
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR SINGKATAN
GLOSARI
Dampak tindakan tertentu terhadap lingkungan, terutama tindakan yang dilakukan manusia (Botkin et al., 2003). Kelimpahan maksimum suatu populasi atau spesies yang dapat dipertahankan oleh suatu habitat atau ekosistem untuk mempertahankan kelimpahan tersebut di masa depan (Botkin et al., 2003). Deforestasi: Penebangan pohon untuk tujuan komersial dan lainnya, atau pembakaran hutan untuk mengubah lahan menjadi tujuan pertanian (Botkin et al., 2003).
Tatanan unsur-unsur lingkungan hidup yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produk lingkungan hidup (Republik Indonesia, 2021). Jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer per unit aktivitas tertentu (Republik Indonesia, 2021) Gas-gas di atmosfer, baik yang bersifat alami maupun antropogenik, yang menyerap dan memancarkan kembali radiasi infra merah (Republik Indonesia, 2021). Hipotesis: Pernyataan yang dikemukakan sedemikian rupa sehingga dapat diuji dan disangkal (Botkin et al., 2003).
Mengelola upaya untuk mengurangi risiko perubahan iklim melalui kegiatan yang dapat mengurangi emisi atau meningkatkan serapan GRK dan menyimpan/meningkatkan stok karbon dari berbagai sumber emisi (Republik Indonesia, 2021) Pemanasan. Peningkatan rata-rata suhu global atmosfer dekat permukaan bumi yang disebabkan oleh alam atau manusia (Botkin et al., 2003). Perubahan iklim: Perubahan suhu rata-rata tahunan dan aspek iklim lainnya selama periode waktu mulai dari dekade hingga ratusan tahun hingga beberapa juta tahun (Botkin et al., 2003).
Pertumbuhan dengan laju peningkatan adalah persentase konstan dari ukuran saat ini, yaitu pertumbuhan terjadi pada laju konstan per detik. periode waktu (Botkin et al., 2003) Sekelompok individu dari spesies yang sama yang hidup di wilayah yang sama (Botkin et al., 2003). Dalam ekologi, pertumbuhan populasi terkadang diukur sebagai peningkatan jumlah individu atau biomassa per populasi satuan waktu dan terkadang seiring bertambahnya persentase jumlah atau biomassa per satuan waktu (Botkin et al., 2003). SDGs: Dokumen yang berisi tujuan dan sasaran global tahun 2016 hingga 2030, yang bertujuan untuk mempertahankan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, menjaga keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan dan pembangunan inklusif, serta menerapkan tata kelola yang mampu untuk mempertahankan peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya (Republik Indonesia, 2017).
ABSTRAK
ABSTRACT
RINGKASAN
Ketidakpastian iklim dapat menyebabkan curah hujan berfluktuasi dengan pola yang tidak menentu dan dapat ekstrim dalam interval waktu tertentu (Sunusi et al., 2017; Asfaw et al., 2018), namun juga dapat memiliki pola gelombang sinusoidal yang periodik (Mahmood et al., 2019) . Penyusunan rencana operasional waduk mempertimbangkan karakteristik curah hujan lokal (Aydin et al., 2019) dan prakiraan berdasarkan model deret waktu (Asadi et al., 2013; Farajzadeh et al., 2014), serta perilaku hidrologi di bawah kondisi hujan. perubahan kondisi di masa depan (Szporak-Wasilewska et al., 2015). Hubungan antara curah hujan yang mewakili kondisi iklim, air, tanah dan penggunaan lahan menjadi dasar pemodelan hidrodinamik sedimentasi (Jajarmizadeh et al., 2012; Norzilah et al., 2016).
Kesesuaian penggunaan lahan dan pengelolaannya berperan penting dalam dinamika keseimbangan air di waduk (Nugroho et al., 2013) dan kondisi sub DAS (Wahyuningrum et al., 2018). Aktivitas antropogenik dan alami mengendalikan komposisi sedimen yang menentukan kapasitas waduk (Ghandour et al., 2014; Desta et al., 2017a). Perubahan tata guna lahan dan dampaknya merupakan faktor penting dalam dinamika neraca air dan keberlanjutannya (Nugroho et al., 2013; Sun et al., 2016; Karlsson et al., 2016), yang penilaiannya memperhitungkan ekologi, sosial dan aspek ekonomi.
Meningkatnya jumlah penduduk serta tuntutan sosial ekonomi mempengaruhi aktivitas penggunaan lahan, sehingga perlu dikembangkan model pengelolaan danau yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara perlindungan lingkungan, pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan sosial masyarakat (Oming et al., 2000). Pemahaman yang baik mengenai opini publik dan persepsi individu yang berbeda diperlukan untuk membuat kebijakan perubahan iklim yang efektif (Hitayezu et al., 2017) dan mengembangkan skenario alternatif yang berbeda (Li et al., 2017). Ketidakpastian iklim dapat menyebabkan curah hujan berfluktuasi dengan pola yang tidak teratur dan dalam interval waktu tertentu dapat bersifat ekstrim (Sunusi et al., 2017; Asfaw et al., 2018), namun dapat juga mempunyai pola gelombang periodik sinusoidal (Mahmood et al., 2019).
The reservoir operation plan takes into account local rainfall characteristics (Aydin et al., 2019) and its predictions based on time series models (Asadi et al., 2013; Farajzadeh et al., 2014) as well as its hydrological behavior under changing conditions in the future (Szporak- Wasilewska et al., 2015). The relationship between precipitation, which represents climatic conditions, water, soil and land use, is the basis for modeling the hydrodynamics of sedimentation (Jajarmizadeh et al., 2012; Norzilah et al., 2016). The suitability of the land use and its management play an important role in the dynamics of the water balance of the reservoir (Nugroho et al., 2013) and the state of its underwater watershed (Wahyuningrum et al., 2018).
Anthropogenic and natural activities control sediment composition, which determines reservoir capacity (Ghandour et al., 2014; Desta et al., 2017a). Land conversion and its impacts are important factors in the dynamics of the water balance and its sustainability (Nugroho et al., 2013; Sun et al., 2016; Karlsson et al., 2016), whose valuation takes into account ecological, social, and economic aspects (Molina , 2016). A good understanding of public opinion and different individual perceptions is necessary to make effective climate change policies (Hitayezu et al., 2017) and develop alternative scenarios (Li et al., 2017).
The model for sustainable management of water availability in the Gembong Reservoir is constructed based on an analysis of the ecological implications to formulate climate change and adaptation strategies. Land use change was analyzed based on the truncated spline regression model, 3-compartment CFG (Community, Farmer, Government) balance model based on the principles of sustainable development goals and the sustainable management model of water availability in Gembong Reservoir as an effort to mitigate climate change. What is new in the research is the holistic approach to sustainable management of water availability in the Gembong Reservoir from an environmental perspective, which integrates indicators of climate change and anthropogenic land use activities as well as community perceptions and participation as consideration in the preparation of local action plans for climate change mitigation and adaptation.
BIODATA SINGKAT PENULIS