• Tidak ada hasil yang ditemukan

doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "doc"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Perhitungan Struktur

Jembatan Beton Bertulang Anak Sungai Mahakam Di Desa Loa Pari Kec Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara

Beton Bertulang Sungai Tiga Pulau Kecmatan Loa Kulu Desa jongai Kartanegara Jumadi

Program Studi Teknik Sipil INTISARI

Transportasi merupakan bagian penting dari kehidupan manusia salah satunya adalah jembatan dimana jembatan merupakan penghubung antara daerah yang terpisakan oleh bentang alam seperti sungai sehingga untuk memperlancar transportasi dibutuhkan kan jembatan beton bertulang yang kuat untuk menunjangnya.Jembatan awalnya jembatan kayu, karena jembatan ini sudah tidak layak pakai. Oleh karena itu perlu untuk meningkatkan kemampuannya jembatan didesain ulang menjadi jembatan beton bertulang. Setelah dilakukan analisis berdasarkan peraturan pembebanan jembatan yang berlaku di Indonesia maka di peroleh dimensi struktur serta diameter tulangan yang akan dipakai .jembatan ini sendiri direncanakan dengan panjang 18 m. agar menghasilkan jembatan bisa digunakan sesuai dengan umur rencananya maka dalam perhitungan nya harus dilkakukan dengan teliti serta memperhatikan standar-standar yang sudah ditentukan.

Kata Kunci: jembatan kayu, transportasi, jembatan beton bertulang, pembebanan jembatan.

(2)

Structure calculation Reinforced Concrete Bridge Anak Sungai Mahakam Di Desa Loa Pari Kec Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara

tan Loa Kulu Desa jongai Kartanegara Jumadi

Program Studi Teknik Sipil ABSTRACT

Transportation is an essential part of human life one of which is the bridge where the bridge is a link between the area terpisakan by the landscape like a river so as to facilitate the transport needs strong reinforced concrete bridge to menunjangnya.Jembatan first wooden bridge, because this bridge have been unsuitable . Therefore it is necessary to improve its ability to bridge the redesigned into a reinforced concrete bridge. After the analysis is based on the loading bridge rules that apply in Indonesia then obtained dimensional structure and diameter of reinforcement to be used .jembatan itself is planned with a length of 18 m. in order to produce the bridge could be used in accordance with the age of the plan then in its calculation must dilkakukan carefully and pay attention to the standards that have been determined.

Keywords: wooden bridges, transportation, reinforced concrete bridges, loading bridges.

(3)

PENGANTAR

J Jembatan sebagai sarana transportasi mempunyai peranan yang sangat penting bagi pergerakan lalu lintas dan mendorong peningkatan serta perekonomian penduduk suatu daerah. Dimana fungsi jembatan adalah menghubungkan rute atau lintasan transportasi yang terpisah baik oleh sungai, rawa, danau, selat, saluran, jalan raya, jalan kereta api, dan perlintasan lainya.

Melihat pentingnya fungsi dari suatu jembatan maka pembuatan jembatan harus memenuhi persyaratan jembatan yang ada. Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan jembatan adalah ketahanan jembatan tersebut dalam menahan beban yang bekerja baik yang di sebabkan oleh manusia ataupun kendaraan yang melintas di atas jembatan.

Jembatan yang dijadikan objek dalam penelitian ini terletak dan dibangun di atas Anak Sungai Mahakam di wilayah Desa Loa Pari Keamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Desa Loa Pari adalah desa yang penduduknya bermata pencarian di sektor pertanian dan perkebunan.

Kondisi jembatan di Desa Loa Pari ini sudah tidak layak di lalui, selain membahayakan, komposisi struktur jembatan juga tidak sangat mendukung karena jembatan ini hanya menggunakan batang - batang pohon yang di susun dan di sejajarkan dan itupun sudah terlihat kering dan sebagian batang pohon sudah lapuk. dilakukan Penelitian yaitu merencanakan struktur jembatan beton bertulang, agar mendapat kelayakan konstruksi jembatan dan keamanan serta kenyamanan pengguna jembatan di Desa Loa Pari Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian adalah mengadakan analisa perhitungan bangunan jembatan guna mendapatkan gambaran pembangunan jembatan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Bina Marga dengan perhitungan :

 Perencanaan jembatan bangunan atas

 Perencanaan jembatan bangunan bawah METODE PERENCANAAN

Data Penelitian ini yang akan dibahas adalah perencanaan struktur atas (yang meliputi tiang sandaran, trotoar, plat lantai dan Balok T) dan struktur bawah jembatan (yang meliputi abutment, tiang pancang). Adapun langkah-langkah perencanaan sebagai berikut:

(4)

Mulai

Data Perhitungan Perhitungan Pembebanan

Kontrol

Tidak

Ya

Analisis Struktur Jembatan Beton Bertulang

Perhitungan Perencanaan Lantai Kendaraan

Perhitungan Dimensi Penampang Struktur

Jembatan

Perhitungan Struktur Atas

Perhitungan Struktur Bawah

Hasil Desain Selesai Kontrol

Tidak

Ya

Kontrol

Tidak

Ya

Kontrol

Tidak

Ya

Kontrol

Tidak

Ya

Kontrol

Tidak

Ya

Gambar 1. Alur perencanaan Jembatan DATA PERRENCANAAN JEMBATAN

(5)

HASIL PEMBAHASAN Perhitungan Struktur Atas

a) Perhitungan Tiang Sandaran

Tiang sandaran menggunakan material beton bertulang ukuran penampang 15 cm x 15 cm sedangkan untuk tingginya adalah 1 m untuk baja tulangannya digunakan baja tulangan D 12 mm sedangkan sengkangnya mengunakan tulangan Polos Ø 16 mm.

Gambar 2. Detail Penulangan tiang sandaran

b) Perhitungan Trotoar

Trotoar direncanakan menggunakan mutu beton 25 mpa dengan tebal 15 cm dan lebar 1 m. Pembebanan yang digunakan dalam perencanaan trotoar adalah beban vertikal terpusat (p) dan Beban Vertikal merata (q . b2

).

c) Perhitungan Plat Lantai Jembatan

Plat Lantai menggunakan beton bertulang dengan tebal 20 cm dan mutu beton 25

(6)

mpa. Beban yang diperhitungan dalam perencanaan plat lantai jembatan menurut RSNI T-02-2005 :

d) Perhitungan balok T

Balok T direncanakan dengan lebar 0,60,753 m dan tinggi 1,5 m untuk jarak 1,38 m sedangkan mutu beton yang digunakan adalah 25 mpa. Beban yang diperhitungkan dalam perencanaan Balok T adalah sebagai

berikut :

1. Berat sendiri (MS) 2. Beban mati tambahan 3. Beban lajur (D)

4. Beban truck (T) 5. Gaya rem (TB) 6. Beban angin (EW)

7. Pengaruh temperatur (ET) 8. Beban gempa (EQ

Pembesian balok T

ρ Mu =Momen rencana ultimit

balok = 4354,82 KNm

f’c = Mutu beton = 24,9 Mpa

fy =Mutu baja tulangan = 390 Mpa

ts = Tebal slab beton = 200 mm

b = Lebar balok = 750 mm

h = Tinggi balok = 1500 mm

Lebar sayap balok diambil nilai yang terkecil dari = 2450 mm

S = 1830 mm

12. ts = 12 . 200 = 2400 mm

d =Diambil lebar efektif sayap balok = 1830 mm d’ =Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton = 50 mm

Es =Modulus elastis baja = 200000 Mpa

ρb = b1 . 0,85 . fc’/ fy . 600/(600+fy)

= 0,85. 0,85 24,9 / 390 .600 / (600+ 390) = 0,0279 Rmax = 0,75 . ρb . fy.[1-1/2.0.75.ρb.fy/(0.85.fc')]

= 0,75 0,0279 . 390 (1-1/2. 0,75 . 0,0279 .390/(0,85. 24,9))

= 6,597

f =Faktor reduksi kekuatan lentur = 0,8

(7)

d =Tinggi efektif balok T

= h - d'

= 1500 – 50 = 1450 mm

Mn =Momen nominal rencana Mn = Mu/φ

= 4354,82 / 0,8 = 5443,522 KNm

Faktor tahanan momen

Rn = Mn . 106 / (beff . d2)

= 5443,522 .10 6(1830. 14502) = 1,415 Rn < Rmax = 1,415 < 6,597

Rasio tulangan yang diperlukan

ρ = 0.85 . fc’ / fy . [ 1 - √ (1 – 2 . Rn / ( 0.85 . fc’ ))]

= 0,85 . 24,9 / 390 .(1-√(1-2. 1,415/(0,85 . 24,9))

= 0,0038

ρ min =Rasio tulangan minimum

= 1.4 / fy

= 1,4 / 390 = 0,00359

As =Luas tulangan yang diperlukan

= ρ . beff . d = 9971,25 mm2

Diameter tulangan yang digunakan D 32

As1 = 0,25. л. D2

= 0,25. 3,14 . 322 = 804,25 mm2

As =Jumlah tulangan yang diperlukan

= As1 . n

= 804,25 . 12 = 9650,973 buah

Digunakan tulangan 12 D 32

td =Tebal selimut beton = 50 mm

ds =Diameter sengkang yang digunakan = 13 mm

n =Jumlah tulangan tiap baris = 6

(8)

X = Jarak bersih antara tulangan

= ( b – nt . D - 2 . td - 2 . ds) / (nt - 1)

= ( 750 – 6 . 32 -2 . 50 -2 . 13) (6-1) = 86,4 mm

Untuk menjamin agar Girder bersifat daktail, maka tulangan tekan diambil 30% tulangan tarik , sehingga :

As' = 30% . As

= 0,3 . 9650,973

= 2895,2918 mm2

Digunakan tulangan 6 D 32

4.3.5.13 Kontrol kapasitas momen ultimit

h ts

b

0.003

Cc a

Ts

Gambar 4.15 Tegangan dan regangan

Ts = Tebal slab beton = 200 mm

B = Lebar efektif sayap = 1830 mm

b = Lebar badan Girder = 750 mm

h = Tinggi Girder = 1500 mm

d’ = Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton = 50 mm

d = Tinggi efektif balok T = 1450 mm

As = Luas tulangan = 9650,97 mm2

f’c = Kuat tekan beton = 24,9 Mpa

fy = Kuat leleh baja = 390 Mpa

Untuk garis netral berada di dalam sayap Balok T , maka : Cc > Ts Cc = Gaya internal tekan beton pada sayap

= 0,85 . fc' . B. ts

= 0,85 . 24,9 . 1830 . 200 = 7746390 N

Ts = As . fy

= 9650,97 . 390 = 3763879,33N

Gaya internal tarik baja tulangan

Cc > Ts Garis netral di dalam sayap a = As . fy / ( 0,85 . fc' .B )

= 9650,97. 390 (0,85 . 24,9 . 1830) = 97,18 mm C = Jarak garis netral

(9)

= a / b1 = 114,33 mm es = Regangan pada baja tulangan tarik

= 0.003 * (d - c) / c

= 0,003 . (1450 –114,33 ) /114,33 = 0,0350

< 0,03 Mn = Momen nominal

= As . fy . ( d - a / 2 ) . 10-6

=9650,97.390 (1450-97,18 /2).10-6

= 5274,743 KNm

Kapasitas momen ultimit = f * Mn = 0,8 . 5274,743 = 4219,7941 KNm

4.3.5.14 Tulangan geser

Vu = Gaya geser ultimit rencana = 909,62 KN

F’c = Kuat tekan beton = 24,9 Mpa

Fy = Kuat leleh baja = 390 Mpa

Φ = Faktor reduksi kekuatan geser = 0,75

b = Lebar balok T = 750 mm

d = Tinggi efektif balok T = 1450 mm

Vc = Kuat geser nominal beton

= (√ fc') / 6 . b * d . 10-3

=(√ 24,9 ) / 6 . 750 . 1450 . 10-3

= 904,436 KN ϕ . Vc = 678,327 ϕ . Vs = Vu - ϕ . Vc

= 909,62 - 0,75 . 904,436 = 231,291 KN

Vs = Gaya geser yang dipikul tulangan geser

=231,291 . 0,75

= 308,387KN

Kontrol dimensi Girder terhadap kuat geser maksimum : Vsmax = 2 / 3 . √ fc' . [ b . d ] . 10-3

= 2/3 . √ 24,9 . (750 . 1450 ) .10-3

= 3167,743 KN Vs < Vsmax

Dimensi balok memenuhi persyaratan kuat geser,

Digunakan sengkang berpenampang 2 D 13

Luas tulangan geser sengkang, Av = 0,25 . л. D2 . n

= 0,25 .3,14 . D2 .n

= 265 ,465 mm2

S = Jarak tulangan geser (sengkang) yang diperlukan

= Av . fy . d / Vs

= 265 ,465 .390 . 1450 / 308,387

= 486,791 mm

Digunakan sengkang 2 D 13

Pada badan balok T dipasang tulangan susut minimal dengan rasio tulangan, ρsh = 0,001

Ash = Luas tulangan susut

= ρh . b . d

= 0,001 . 750 . 1450

(10)

= 1087,5 mm2

Diameter tulangan yang digunakan D 13

n = Jumlah tulangan susut yang diperlukan

= Ash / ( л /4 . D2 )

= 1087,5 /(3.14 /4 . 132)

= 8,19 buah

Digunakan tulangan 6 D 13 Perhitungan Struktur Bawah

a) Abutment

Data struktur atas

Lebar jalur lalu lintas b1 2.75 m

Lebar trotoar b2 1.0 m

Lebar median b3 0.0 m

Lebar total jembatan b 7.5 m

Tebal slab lantai jembatan ts 0.20 m

Tebal lapisan aspal ta 0.05 m

Tebal trotoar tx 0.15 m

Tebal genangan air th 0.05 m

Panjang bentang jembatan L 18.0 m

Lebar Lantai Kendaraan 5.5 m

Lebar balok memanjang 0.75 m

Tabel 1. Data Struktur Atas Dimensi Abutment

2.85 h1

h2

h3

h4

c h7

h9

Bx

1.43 1.43

Bx/2 Bx/2

o

2.64 1.74 0.8

0.71 0.29 0.75

0.32

0.60 0.60

0.32 h5

h8

h10 1

2

4

5

6 8

7

0.49 9

10

11

13 123

Gambar 3. Dimensi Abutment Tabel 2 Data dimensi abutment

Notasi (m) Notasi (m)

Notas

i (m)

(11)

h1 0.750 ts 0.200 b1 0.300

h2 0.750 tb 1.500 b2 0.300

h3 0.700 tbr 0.75 b3 0.600

h4 0.300 h5 1.740 b4 0.900

c 0.750 b5 1.000

h7 0.300 h8 0.320 bx 2.800

h9 0.600 h10 0.600 by 8.500

H 3.850 h6 3.000 b0 0.800

Berat jenis beton bertulang wc 25 KN/m3

Berat jenis tanah ws 26.11 KN/m3

Dua kali Tebal wing wall tww 1.000 m

Letak titik berat

abutment o =

Bx/2 o 1.400 m Letak

garis x1 x1 = 0 - (b1 + b4) x1 0.200 m Letak

garis x2 x2 = o - [b5 + (b3/2)] x2 0.100 m Letak

garis x3 x3 = o - b5 x3 0.400 m Tabel 3 Parameter berat baigan dan momen pada abutment Notasi Parameter berat bagian Berat Lengan Momen

b (m) h(m) Shape direct KN m KN.m Abutment

1 0.3 3.9 1.0 -1 245.4 0.4 -85.9

2 0.3 1.4 1.0 -1 89.3 0.7 -58.0

3 0.3 0.3 0.5 -1 9.6 0.7 -6.2

4 0.6 0.8 1.0 1 95.6 0.4 38.3

5 0.9 0.3 0.5 -1 28.7 0.8 -23.0

6 0.9 0.6 1.0 -1 114.8 1.0 -109.0

7 1.0 0.3 0.5 1 34.0 0.7 24.9

8 1.0 0.6 1.0 1 127.5 0.7 89.3

Jumlah 744.81 -129.7

Tabel 4 Paremeter berat bagian wing wall

Wing

Wall

9 0.3 0.5 1 -1 3.8 0.7 2.4

10 1.4 1.9 1 -1 66.5 1.5 99.8

11 1.4 0.3 1 -1 10.5 1.5 15.8

12 0.3 0.3 0.5 -1 1.1 0.7 0.7

13 1.7 0.8 1 -1 31.9 1.4 43.0

14 1.7 0.3 0.5 -1 6.4 1.4 8.6

15 Lateral stop

block 0.2 -1 10.0 1.0 10.0

(12)

Jumlah 130.125 -180.3 Tabel 5 Parameter berat bagian tanah

Tanah

16 0.3 0.5 1.0 -1 33.29 0.7 21.6387

17 0.6 2.2 1.0 -1 292.95 0.8 234.363

18 0.3 0.3 0.5 -1 9.99 0.7 6.4916

19 0.6 0.8 1.0 -1 99.87 1.0 94.8772

20 0.9 0.3 0.5 -1 29.96 1.0 28.4632

Jumlah 466.06 -385.834

Tabel 6 Rekap berat dan momen

Elemen Berat Momen

Abutment 744.813 -129.660

Wing wall 130.125 -180.306

Tanah 466.064 -385.834

Jumlah 1341.001 -695.801

Tabel 7 Beban total berat sendiri struktur dan momen

Beban akibat berat sendiri struktur bawah PMS2 1341.00 KN Momen akibat berat sendiri struktur bawah MMS2 -695.80 KN/m Beban total akibat berat sendiri

struktur PMS = PMS1 + PMS2 PMS 3793.50 KN

Momen total akibat berat sendiri

struktur MMS=MMS1+MMS2 MMS -450.55 KN/m

Beban Yang Bekerja Pada Abutment

Beban yang bekerja pada abutment adalah sebagai berikut : a. Berat sendiri struktur atas

b. Berat sendiri struktur bawah c. Beban mati tambahan d. Beban tekanan tanah e. Beban lajur D f. Beban pedestrian g. Gaya rem (TB)

h. Pengaruh temperatur (ET) i. Pengaruh angin (EW) j. engaruh beban gempa

k. Gesekan pada perletakan (FB) Kesimpulan

1. Berdasarkan Perhitungan pembebanan jembatan RSNI T 02 2005 diperoleh perencanaan sebagai berikut :

Tabel 8 Jenis – Jenis beban

(13)

No Jenis – Jenis Beban Berat Satuan

1 Beban truk 157,5 KN

2 Beban mati tambahan 2,91 KN/m

3 Beban angin 1,764 KN/m

4 Berat total beban mati

tambahan 117,843 KN/m

5 Beban angin total pada abutment

67,129 KN

6 Beban tekanan tanah 1386,578 KN/m

7 Berat sendiri struktur atas 4905,00 KN

8 Berat sendiri struktur bawah 1341,001 KN

9 Berat Balok T 5063 Kg

10 Berat sendiri breast wall 441,1 KN

Sumber : Hasil perhitunganDar

1. Dimensi hasil perhitungan struktur atas jembatan beton bertulang sebagai berikut : Tabel 9 Dimensi dan penulangan Struktur atas jembatan beton T 02

No

Dimensi dan penulangan Dimensi Satuan

1 Panjang Jembatan 18 m

2 Lebar Jembatan 7.5 m

3 Jarak antar balok T 1.830 m

4 Tebal Plat lantai 20 cm

5 Tebal Trotoar 15 cm

6 Lebar trotoar 1 m

7 Lebar dan panjang Tiang sandaran

15/15 cm

8 Tinggi balok T 1.50 m

9 Lebar balok T 75 cm

10 Diameter tualangn balok T 32 mm

11 Diameter tulangan diafragma 25` mm

12 Diameter tulangan trotoar 16 mm

13 Diameter tulangan tiang

sandaran 12 mm

14 Mutu beton tiang sandaran 20,75 Mpa

15 Mutu beton trotoar 25 Mpa

16 Mutu beton plat lantai 25 Mpa

17 Mutu beton balok T 24,9 Mpa

18 Mutu beton diafragma 24,9 Mpa

Sumber : Hasil perhitungan

1. Dimensi hasil perhitungan penulangan Struktur bawah jembatan beton bertulang ialah sebagai berikut :

Tabel 10 Dimensi hasil perhitungan penulangan struktur bawah No Dimensi Penulangan

Struktur bawah

Dimensi Satuan

1 Mutu beton breast wall 20,75 Mpa

(14)

2 Diameter tulangan breast wall

25 mm

3 Geser pada breast wall 37869 N

4 Diameter tulangan geser breast wall

16 mm

5 Mutu beton back wall 20,75 Mpa

6 Diameter tulangan back wall 19 mm

7 Geser pada back wall 91104 N

8 Diameter tulangan geser back wall

13 mm

9 Mutu beton Wing wall 20,75 Mpa

10 Diameter tulangan Wing wall 22 mm

11 Gaya geser Wing wall 25623 N

12 Diameter tulangan geser wing wall

13 mm

13 Diameter Pancang 500 mm

Sumber : Hasil perhitungan

Saran

Adapun saran sebagai berikut :

1. Dalam melakukan perhitungan sebaiknya kita memperhatikan beban-beban yang bekerja pada jembatan agar struktur jembatan menjadi kuat dan sesuai dengan umur rencananya.

2. Dalam perhitungan pembebanan sebaiknya kita memperhatkan standar-standar beban yang ada dalam peraturan SNI Jembatan.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

RSNI T-02-2005 Standar Pembebanan Untuk Jembatan, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

RSNI T-12-2004 Perencanaan Struktur Beton Untuk Konstruksi Jembatan, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

SNI 20-2833-2008 Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Jembatan, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

SNI 03-1725-1989 Tata Cara Perencanaan Jembatan Jalan Raya, Badan Standarisasi

Nasional Indonesia, Jakarta.

Supriyadi Bambang, 2007. Jembatan, Vol 4.Yogyakarta.

Wuaten, H.M., 2007. Struktur Tahan Gempa, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,

Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

Wuaten, H.M., 2008. Struktur Beton Bertulang, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas

(16)

Teknik,

Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

Referensi

Dokumen terkait