• Tidak ada hasil yang ditemukan

Download (434kB) - - Electronic theses of IAIN Ponorogo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Download (434kB) - - Electronic theses of IAIN Ponorogo"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

Upaya Komite Madrasah Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Al-Quran di Mi Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan. Karena permasalahan tersebut, pihak madrasah bekerjasama dengan panitia untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran membaca Al-Qur'an. Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan upaya komite madrasah sebagai mediator dalam mengatasi kesulitan siswa dalam belajar membaca Al-Qur’an, (2) menjelaskan upaya komite sebagai penunjang mengatasi kesulitan belajar. . membaca Al-Quran di MI Muhamadiyah 4 Kasihan.

Oleh karena itu penulis mengambil judul “Upaya Komite Madrasah Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Al-Quran di Mi Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan”. Bagaimana upaya komite madrasah sebagai mediator dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al Quran di MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan. Bagaimana upaya komite madrasah sebagai pemberi dukungan untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran membaca Al-Quran di MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan.

Untuk mendeskripsikan upaya komite madrasah sebagai mediator dalam mengatasi kesulitan pembelajaran membaca Al-Qur’an di MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan. Untuk mendeskripsikan upaya komite madrasah sebagai pemberi dukungan untuk mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Qur’an di MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan.

SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Baik Dewan Pendidikan maupun Komite Sekolah disebut sebagai badan independen yang mewadahi partisipasi masyarakat dalam bidang pendidikan. Sebagai konsekuensi dari semakin luasnya pemahaman tentang partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan, maka dibentuklah wadah untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat yaitu Komite Sekolah. Komite Sekolah merupakan badan yang menampung partisipasi masyarakat untuk meningkatkan mutu, pemerataan dan efisiensi pengelolaan pendidikan, baik pendidikan di sekolah maupun di luar sekolah.

24 Nanang Fattah, Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Dewan Sekolah, (Bandung: C.V. Pustaka Bani Quraish) secara sistematis sebagai bentuk partisipasi dalam pengelolaan pendidikan melalui Komite Sekolah. 25. Pembentukan Komite Sekolah dimaksudkan untuk mewujudkan organisasi kemasyarakatan sekolah yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta mempunyai kepedulian terhadap peningkatan mutu sekolah.

Peran Komite Sekolah sama dengan peran Dewan Sekolah, yaitu memberikan pertimbangan dalam penetapan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan. Selain itu, Komite Sekolah berperan sebagai pengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan, serta sebagai mediator antara sekolah dan masyarakat.31. Fungsi Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah adalah: 1) mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, 2) kerjasama dengan masyarakat dan.

Dapat dipahami bahwa komite sekolah merupakan lembaga independen yang bertanggung jawab terhadap program pendidikan di sekolah sebagai representasi partisipasi masyarakat dalam pendidikan. Sebagai wakil masyarakat, anggota Komite Sekolah berasal dari unsur masyarakat. Syarat, hak dan kewajiban serta jangka waktu keanggotaan Komite Sekolah diatur dalam AD-ART.

Kepemimpinan dewan sekolah ditentukan oleh AD/ART yang terdiri dari sekurang-kurangnya seorang ketua, sekretaris, bendahara, dan bidang yang ditunjuk berdasarkan kebutuhan. Pimpinan dewan sekolah terpilih bertanggung jawab atas musyawarah anggota sebagai forum tertinggi di bawah AD dan ART. Pengurus dewan sekolah menyusun program kerja yang disetujui oleh anggota dan menitikberatkan pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan bagi siswa.

KESULITAN BELAJAR a. Pengertian Belajar

Setiap siswa datang ke sekolah tidak lain karena untuk belajar di kelas agar menjadi orang yang berilmu di masa depan. Siswa harus memanfaatkan sebagian besar waktu yang ada untuk belajar, tidak harus di sekolah, di rumah juga harus disediakan waktu untuk keperluan belajar. Seorang siswa dapat dilihat atau diduga mengalami kesulitan belajar apabila yang bersangkutan menunjukkan kegagalan tertentu dalam mencapai tujuan belajarnya.

Siswa gagal apabila tidak mencapai tingkat keberhasilan atau penguasaan minimal dalam suatu pelajaran tertentu dalam waktu tertentu. B). Siswa dikatakan tidak berhasil bila tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangan, termasuk penyesuaian sosial sesuai dengan organismenya. d)..jika yang bersangkutan gagal mencapai tingkat penguasaan yang dipersyaratkan sebagai prasyarat melanjutkan pada jenjang pembelajaran berikutnya. Dari keempat definisi di atas dapat disimpulkan bahwa seorang pembelajar diduga mengalami ketidakmampuan belajar apabila yang bersangkutan gagal mencapai tingkat kualifikasi hasil belajar tertentu berdasarkan kriteria keberhasilan yang tercantum dalam TIK atau kriteria tingkat kinerja atau kemampuan. dalam kurikulum atau tingkat perkembangan.41.

Siswa yang mengalami ketidakmampuan belajar dapat diidentifikasi berdasarkan kriteria atau indikator ketidakmampuan belajar pada siswa. 41 Abin Syamsuddin Makmun, Alat Sistem Pengajaran Modal Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja PT Rosdakarya, kenyataannya hasil belajarnya selalu di bawah potensi yang seharusnya dicapai. Misalnya suka bolos, tidak mengerjakan tugas, jangan' tidak ingin bekerja dengan teman-temannya, terisolasi, dll.

Secara umum langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dapat dilakukan melalui enam tahapan yaitu pengumpulan data, pengolahan data, diagnosis, pengobatan dan evaluasi. Dalam prognosisnya dilakukan kegiatan penyusunan program dan dibuat prediksi mengenai bantuan yang akan diberikan kepada anak untuk membantunya mengatasi kesulitan belajar. Perlakuan disini dimaksudkan untuk memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar sesuai dengan program yang disusun pada tahap prognosis.

Misalnya pengajaran untuk belajar individu dan kelompok, melalui pengajaran remedial, melalui bimbingan orang tua, dan lain-lain.

TELAAH HASIL PENELITIAN TERDAHULU

Program yang sudah berjalan adalah kegiatan membaca Alquran sepulang sekolah. Awalnya kegiatan ini ragu untuk dilaksanakan, namun atas permintaan orang tua yang ingin anaknya bisa membaca Al-Qur'an, saat itu seluruh panitia berdiskusi mengenai hal tersebut. Karena program ini juga melibatkan orang tua, maka peran orang tua sangat penting dalam hal ini, seperti memberikan motivasi agar rajin membaca Al-Qur'an.

Salah satu permasalahannya adalah siswa kesulitan membaca Al-Quran, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan anak atau kurangnya pelajaran yang didapat. Hasil musyawarah kemarin, pembacaan Al-Quran tetap dilakukan di rumah dan diawasi oleh berbagai guru. Untuk memaksimalkan program ini, sebaiknya anak-anak atau pelajar juga tetap membaca Al-Quran di rumah. oleh karena itu orang tua harus selalu membimbing anaknya dalam belajar”.59. Hasil wawancara peneliti dengan guru agama bapak TH dan SY menunjukkan bahwa peran komite atau orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Al Quran adalah pihak sekolah atau dewan guru harus bekerjasama dengan orang tua.

Peran komite madrasah sebagai mediator adalah komite sekolah khususnya pengurus komite bertindak sebagai mediator antara sekolah dengan orang tua siswa, misalnya madrasah mempunyai program studi Al-Quran maka komite sekolah mengalihkannya. kepada orang tua siswa yang dimediasi oleh komite sekolah. Disampaikan IR, pengurus panitia, dewan guru, wali siswa bahu-membahu mengatasi permasalahan pembelajaran membaca Al-Quran melalui dewan guru di sekolah yang mendidik siswa belajar membaca Al-Quran, komite sekolah dan orang tua siswa memberikan semangat kepada putra-putranya. untuk -putrinya untuk terus belajar. Upaya Komite Madrasah sebagai pendukung untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran membaca Al-Quran di MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo Pacitan.

Sampai saat ini panitia hanya bisa membantu berupa ruang, papan tulis, Al-Qur'an, Iqro' dan yang terpenting menyediakan tenaga pengajar. Fasilitas tersebut antara lain papan tulis, Al-Quran dan guru untuk membantu kelancaran program ini. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Bpk. YA dan Tuan. SHE mengatakan sebagai kepala madrasah, peran panitia dalam menunjang kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur'an sangat penting.

Peran panitia sebagai supporter juga dirasakan oleh Bapak AS sebagai pembimbing dalam mempelajari Al-Qur’an.

ANALISIS DATA

Menampung dan menyalurkan aspirasi dan inisiatif masyarakat untuk membuat kebijakan operasional dan program pelatihan pada unit masyarakat setempat. Mewujudkan suasana kondisi yang transparan, bertanggung jawab, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan mutu layanan pendidikan di bidang pendidikan. Dalam salah satu teori disebutkan bahwa pembentukan komite sekolah untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat berarti komite yang dibentuk dapat memenuhi keluhan dan gagasan masyarakat mengenai proses pendidikan, yang perkembangannya tidak lepas dari pengaruh masyarakat.

Setiap orang yang ada di sekolah ini mempunyai peranan yang penting, salah satunya adalah memajukan madrasah ini, baik itu komite sekolah, dewan guru, siswa, orang tua dan tokoh masyarakat setempat yang mempunyai pengaruh atau dengan kata lain daya tarik. Sebagai penghubung antara masyarakat, sekolah dan orang tua siswa menyampaikan saran, kritik kepada orang tua siswa dan warga sekitar sekolah demi kemajuan dan keberhasilan dalam seluruh program dan kegiatan akademik. Misalnya saja ketika siswa MI Muhammadiyah IV Kasihan Tegalombo Pacitan mulai mengadakan kegiatan pembelajaran membaca Al-Quran, bermula dari usulan salah satu orang tua siswa dan pihak panitia yang memberikan masukan untuk diadakannya kegiatan pembelajaran membaca Al-Quran. Alquran sepulang sekolah.

Pasalnya banyak siswa MI Muhammadiyah IV Kasihan Tegalombo Pacitan yang masih mengalami kesulitan dalam belajar membaca Al-Quran dikarenakan kurangnya pengawasan orang tua dan kemampuan orang tua dalam memberikan bimbingan serta faktor kesulitan dalam belajar membaca Al-Quran. siswa juga dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk itu panitia dan orang tua menyarankan agar kegiatan pembelajaran membaca Al-Quran dilakukan sepulang sekolah dan terkadang setelah pulang ke rumah pada pukul 15.00 WIB, hingga selesai. Keberadaan komite sekolah pada lembaga pendidikan swasta akan membentuk suatu ikatan yang menghubungkan ikatan persatuan antara sekolah, orang tua dan masyarakat.

Analisis upaya komite madrasah sebagai pemberi dukungan untuk mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Qur’an di MI.

PENUTUP

Kepala madrasah hendaknya lebih meningkatkan program belajar membaca Al-Qur’an, baik dari segi fasilitas maupun tenaga pengajar. Sebab semangat orang tua menjadi salah satu motivasi anak membaca ayat Al-Qur'an. Kontribusi Peran Komite Sekolah Terhadap Mutu Pelayanan Pendidikan Di SMKN 1 Depok UIN Disertasi Syarif Hidayatullah.

Referensi

Dokumen terkait

Sebab lain timbulnya budaya sekolah adalah tugas sekolah yang khas yakni mendidik anak dengan menyampaikan sejumlah pengetahuan, sikap, keterampilan sesuai dengan kurikulum dengan

Tujuan penelitian ini adalah: 1 Untuk mengetahui persentase pencapaian hasil belajar siswa dengan menggunakan Metode Discovery and Inquiry pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV-A di SD

Jurnal yang ditulis Ahsanulkhaq tahun 2019, dengan judul “Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Melalui Metode Pembiasaan.” Hasil penelitiannya menjelaskan bahwa: 1 upaya guru PAI

Serta masyarakat meyakini adanya sesajen tersebut memiliki makna yang luar biasa salah satunya untuk menghindari bencana tolak balak.7 Perbedaan dengan penelitian yang kedua dengan

Sehingga pengadaan dana tidak hanya murni uang dari pemerintah, untuk menciptakan sarana dan prasarana yang memadai.58 Selanjutnya Ibu Tri Hadisebagai guru di MAN

Motivasi yang baik dan memadai dapat mendorong siswa menjadi lebih aktif dalam belajar dan dapat meningkatkan prestasi belajar dikelas.5 Wasliman berpendapat bahwa hasil belajar yang

Atau ada faktor lain dari luar sekolah dan keluarga yang mempengaruhi kedisiplinan siswa di MA Ma’arif Hidayatul Mubtadiin Plaosan Magetan.10 Berdasarkan fenomena diatas, penulis

Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo SKRIPSI Diajukan Kepada Program Sarjana S-1 pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan