Gambaran ideal kerukunan Muslim-Tionghoa di pusat kota Kediri Perspektif trilogi kerukunan dan pembangunan perdamaian. Tidak lupa penulis juga mengucapkan salam Om Swastyastu, Namo Budaya, Salut of Virtue kepada seluruh umat beragama di Indonesia.
Kerukunan Umat Muslim-Tionghoa di Kota Kediri
Latar Belakang
Podrobneje preberite Rini Fidiyani, »Kerukunan Umat Beragama dalam Kebebasan Beragama di Indonesia (Mempelajari Kerukunan dan Toleransi Umat Beragama di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kab. Glej več v Delmus Puneri Salim, »Kerukunan Umat Beragama Vs Kebebasan Beragama di Indonesia«, Jurnal Potret: Riset Islam di Misel.
Ruang Lingkup Pembahasan
Serangkaian kajian konseptual dipadukan dengan kajian faktual, lebih tepatnya di pusat Kota Kediri, menghadirkan model kerukunan antara umat Islam dan etnis Tionghoa. Kemudian bab terakhir menganalisis gambaran objektif kerukunan umat beragama di kota Kediri yang relevan dengan trilogi kerukunan bangsa Indonesia.
Metode Kajian
Oleh karena itu, bab ini memuat kajian sosiologis tentang keberagaman di Indonesia, analisis trilogi kerukunan dan relevansinya dengan teori peacebuilding sebagai konsep yang membawa kondisi perdamaian dari akar hingga ke puncak sosio-religius. Untuk mendapatkan data sampel implementasi konseptual, peneliti menggali data di pusat Kota Kediri sebagai kota tempat tinggal umat Islam dan etnis Tionghoa.
Memaknai Ulang Kerukunan dan Keberagamaan
Kata hidup bersama dan tanpa mengurangi hak asasi satu sama lain memiliki implikasi makna dialogis, yaitu pertama sinyal pemikiran yang mengkontraskan istilah “kerukunan umat beragama” dengan. Setelah toleransi tercapai, tahap utama dari sifat kerukunan dapat tercapai, yaitu adanya kerjasama antar umat beragama.
Pijakan Dasar Kerukunan dan Keberagamaan
Dengan demikian, struktur dasar kerukunan umat beragama sebenarnya dimaksudkan untuk mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia. Namun, pemerintah dengan peraturan yang ada, terkadang tidak representatif, akhirnya mendirikan FKUB di setiap daerah yang mengurusi kerukunan umat beragama.
Prinsip Kerukunan: Resiprokalitas dan Dialog
Berpikiran positif saat bersosialisasi adalah bagian dari menghormati agama lain.55 Dalam kerangka kehidupan bermasyarakat, aturan tentang kerukunan umat beragama memang diperlukan. Sekalipun Islam mayoritas, di wilayah tertentu Islam minoritas dan agama lain mayoritas.
Problem Kerukunan: Kategorisasi Konflik Berlatar Agama
62 Temesgen Tilahun, “Johan Galtung's Concept of Positive and Negative Peace in Contemporary Ethiopia: An Assessment”, Academicresearch Journals. Thus, we can conclude that religious movements, which often act in the name of religion, are mostly supported by group interests.67 3.
Model Komunikasi Antar Budaya
- Konsep Pemikiran
- Implementasi
An example of a negative peace that can be used as a reference is the case of the community conflict that took place in Ambon and Moluccas in 1999-2004. The role of the kiai is not only limited to the spiritual aspect, but also to the wider aspects of social life.
Model Kearifan Lokal
Ketiga, kearifan lokal mengikuti pola dan tradisi umum yang berlaku di setiap daerah. Dengan kelima ciri tersebut, penelitian John Haba berperan penting dalam penyelesaian konflik agama dengan menggunakan pendekatan kearifan lokal. Haba memperkenalkan bahwa kearifan lokal dapat menghentikan tindakan anarkis atas nama agama sekaligus menjadi konsep yang elastis untuk menyelesaikan penyelesaian konflik.
Anju Nofarof Hasadungan dkk., “Transformasi Kearifan Lokal Pela Gandong dari Resolusi Konflik Menjadi Pendidikan Perdamaian di Maluku”, FIKRI: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya.
Model Peace Education
Peace education provides an alternative by teaching students how violence can occur and informing students about critical issues of peace education, namely peacekeeping, peacemaking, and peacebuilding. Peace education must be based on the belief in morality, democratic values and religious ethics. Here, institutions must eliminate warfare through the peace education program; reconstruct existing social and political habits.
Dari aspek-aspek tersebut jelaslah bahwa pendidikan perdamaian mengajarkan makna saling menghormati, cinta sesama manusia tanpa memandang perbedaan agama dan mengutamakan kemanusiaan dengan prinsip keadilan.
Model Akomodasi Kultural
Dengan ajaran ini, struktur penyelesaian konflik dibangun dari unsur yang paling bawah yaitu menanamkan pengertian pada setiap generasi, memberikan nasehat untuk saling pengertian kepada semua pihak terutama di daerah yang beragam. 113 Penelitian Samsul Ode dan Nur Aini menegaskan bahwa budaya mampu menawarkan solusi atas konflik agama yang terus terjadi di masyarakat. Sebuah konsep penyelesaian konflik yang dibangun sejak lama, musyawarah bebas, tidak ada aturan (ada etika), semua pihak berunding secara damai solusi terbaik, boleh ada perantara atau tidak.
115 Ketiga model alternatif penyelesaian konflik ini tidak hanya diterapkan pada konflik agama, tetapi pada semua konflik dengan latar belakang apapun.
Keragaman: Konstruk Epistemologi
Sebagaimana tertuang dalam sila pertama Pancasila, tidak ada penyebutan “nama agama” di sana, melainkan “agama saja” 124 Hal ini membuktikan bahwa keragaman merupakan keniscayaan yang disepakati bersama. Semua orang harus menyembah Tuhan dengan cara budaya, yaitu tanpa "egoisme agama" dan negara Indonesia harus menjadi negara yang bertuhan. Saling menghormati…dll, lihat di naskah Soekarno, Bung Karno dan Ekonomi Mandiri: Kenangan 100 Tahun Bung Karno.
Pada bagian ini lembaga formal dan informal berperan dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama.127 Arbitrase disini terdiri dari dua hal; dilombakan dan tidak dilombakan.
Konstruk Relasi Islam-Katolik
Maka wajar jika ada kelompok masyarakat yang mengikuti kegiatan berjilbab, meskipun berbeda agama, baik Katholik maupun Sunda Wiwitan. Umat Katolik Sunda dan Wiwitan ikut terlibat dan membantu persiapan, mulai dari mendandani mesjid hingga menyiapkan makanan. Bahkan, tak hanya umat Islam, kehangatan silaturahmi antara umat Katolik-Muslim-Sunda Wiwitan pun saling silih berganti.
Bedanya, pada tanggal ini umat Sunda Wiwitan tidak bertamu ke rumah melainkan menggelar acara kemeriahan yang dihadiri seluruh umat beragama.
Konstruk Otoritas Keagamaan
Menjalin hubungan baik terlebih dahulu, melalui koordinasi untuk menciptakan kerukunan umat beragama antara pemerintah dan tokoh agama setempat, agar tidak terjadi konflik atau dualisme kebijakan yang berlawanan, sehingga pimpinan dapat menantang. 141 Kerjasama antara pemuka agama dan pemerintah dijelaskan oleh Clifford Geertz dalam buku Syamsul Arifin yaitu:. Sama halnya dengan orang Kristen, pengikutnya dijaga oleh para pemuka agama agar tidak berkonflik dan terstruktur.
Hasil penelitiannya adalah: 1) fenomena toleransi tidak lepas dari upaya dan peran pemerintah daerah, tokoh agama dan dukungan elemen masyarakat;
Konstruk Relasi Kepemimpinan
- Modal Kekerabatan Genetikal
- Basis Pendidikan Multikultur
- Korelasi Nilai Ideologi
- Peran Tokoh Agama
Gambaran interaksi sosial keagamaan di Lamongan memang telah menjadi rule model kerukunan umat beragama secara national. Multicultural education in the United States grew out of the multiculturalist movement that began in the 1950s in the form of the civil rights movement. Third, the role of the elite as policymakers and planners may take the form of value creation and norms that underlie and regulate social behavior.
110 Model Aturan Kerukunan Umat Beragama .. tokoh agama 155 Kedua, ukuran kritis kepemimpinan peningkat perdamaian, yaitu proses arbitrasi dipilih oleh seorang tokoh atau tokoh agama yang dianggap lebih berpengaruh dan mampu melakukan amah sebagai tokoh agama. .
Sejarah Singkat Kota Kediri
Pada zaman Sri Jayabaya hiduplah dua pujangga terkenal yaitu Mpu Panuluh yang kemudian menyelesaikan kitab Mahabarata. Sejak hijrahnya Kerajaan Medang dari Mataram ke arah timur menjelang milenium kedua, berdirilah Kerajaan Kadiri atau Panjalu yang berkedudukan di Keraton Daha, Kerajaan Kadiri merupakan penerus Kerajaan Medang setelah pembagian wilayah oleh Meninggalnya Raja Airlangga, puncak kejayaan kerajaan Kediri adalah pada masa pemerintahan Raja Jayabaya. Panjalu juga disebut oleh para penulis kemudian sebagai Kerajaan Kadiri/Kediri, dengan wilayah yang terbentang dari Kabupaten Kediri hingga Kabupaten Madiun sekarang.
Perkembangan Kota Kediri menjadi suatu badan pemerintahan sendiri dimulai ketika Kotamadya Kediri diresmikan pada tanggal 1 April 1906 berdasarkan Staasblad (Lembaran Negara) no.
Selayang Pandang Kota Kediri
Bahasa Indonesia merupakan bahasa formal masyarakat kota Kediri, sedangkan bahasa Jawa banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh keluarga, tetangga, teman atau penutur bahasa Jawa lainnya. Berbeda dengan bahasa Jawa dialek Surabaya dan Malang yang memiliki logat dan gaya bahasa Jawa yang diucapkan dan egaliter, bahasa Jawa mayoritas masyarakat Kediri dan daerah Mataraman Jawa Timur lainnya cenderung mengalami penyempurnaan menjadi dari segi penggunaan kata dan tuturan. .
Kondisi Kependidikan Kota Kediri
Sistem pendidikan formal ini merupakan pendidikan berbasis modern dengan struktur, jenjang, periode tertentu. Dari segi pendidikan kota ini memiliki puluhan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah negeri dan swasta.Ada tiga sekolah yang kemudian masuk dalam segitiga emas pendidikan di Kota Kediri (sekolah bergengsi), yaitu SMA Negeri 2 Kediri, SMA Negeri 1 Kediri dan SMA Negeri 7 Kediri. Kemudian disusul SMA lainnya seperti SMA Negeri 3 Kediri, SMA Negeri 8 Kediri, SMA Negeri 6 Kediri.
Dan sekolah menengah swasta seperti St. SMA Katolik Agustinus Kediri, SMA Kristen Petra Kediri.
Kondisi Perekonomian Kota Kediri
Menurut keterangannya, untuk berdagang di kota pasar tradisional beratap Kediri, mereka harus mulai memasarkan produknya dengan bantuan pembeli, yaitu dari mulut ke mulut. Dari segi ekonomi modern kota Kediri yang dicirikan dengan pemasaran produk dengan sistem yang berada di pasar modern, seperti menjual berbagai macam pakaian di mall. Ini merupakan inovasi untuk mengikuti arus perkembangan ekonomi di kota Kediri, memasarkan produk tertentu melalui pasar modern merupakan hal yang strategis, dimana peminatnya banyak baik dari kalangan menengah ke atas.
Industri rokok Gudang Garam yang terletak di kota ini menjadi penopang sebagian besar perekonomian masyarakat Kediri yang juga merupakan bisnis rokok terbesar di Indonesia.
Eksistensi Umat Muslim dan Tionghoa di Kota Kediri
Namun dalam perkembangannya, terjadi jaringan antara etnis Tionghoa dengan masyarakat Kediri, terlepas dari muatan religi yang mereka sampaikan. Banyak pendatang dan penduduk asli sendiri yang menganggap etnis Tionghoa sebagai masyarakat perkotaan yang paling menonjol. Sedangkan jika menyangkut umat Islam, keberadaan etnis Tionghoa dijaga ketat agar tidak terjadi penyesatan ideologis.
Seperti halnya Muslim, sebagian kecil terlibat aktif ketika etnis Tionghoa memiliki tujuan.
Manifestasi Kerukunan Muslim dan Tionghoa
Rini Fidiyani, “Kerukunan Umat Beragama di Indonesia (Studi Kerukunan dan Toleransi Umat Beragama di Desa Cikakak Kecamatan Wangon Kab. 192). Di satu sisi sikap umat beragama di Kota Kediri termasuk sikap beragama, namun di sisi lain , Paralelisme Segalanya Kegiatan ini mengajak seluruh masyarakat untuk saling berinteraksi secara harmonis dalam membangun kerukunan bangsa dan umat beragama di desa/kota setempat.
197 Wujud strategi kerukunan umat beragama ini merupakan hasil penelitian mendalam yang melibatkan aspek psikologis, sosiologis, dan religius.
Membaca Keragaman di Indonesia: Teropong Sosiologis
Nurchalis Madjid melihat inklusivitas dengan menganggap agama lain sebagai bentuk implisit dari inti agama yang dianut. Dalam pengertian sederhana, pengertian inklusif berarti mengikutsertakan pemeluk agama lain sebagai bagian dari ajaran agamanya sendiri. Gavin Flood (2013), menyatakan bahwa makna sederhana dari pluralisme adalah melihat agama lain sebagai cara yang sah untuk sampai pada kebenaran.
Sikap kebhinekaan seperti ini lahir dari pemahaman yang mendalam terhadap agama sendiri dan melihat ajaran agama lain.
Analisis Trilogi Kerukunan: Sosiological Review Kota Kediri
- Kerukunan Intern Umat Beragama
- Kerukunan Antarumat Beragama
- Kerukunan Antara Umat Beragama dengan Pemerintah
Sebagaimana layaknya sebuah wilayah, peran para pemuka agama adalah menjaga kerukunan dalam ruang-ruang batin agama masing-masing. Begitu pula dengan kesucian tokoh agama Islam-Tionghoa di Kota Kediri. Dengan kewenangan tersebut, upaya untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama dikoordinasikan dengan para pemimpin agama yang berbeda.
Namun, yang terpenting adalah bisa duduk sejajar dengan pemuka agama dan pemuka adat.
Analisis Teori Peacebuilding
- Penjelasan Teori Peacebuilding
- Analisis Implementasi Muslim-Tionghoa
Dengan demikian, umat Islam dan etnis Tionghoa dalam menjalin hubungan yang harmonis diuntungkan dengan adanya tokoh agama, pemerintah melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan karakter masyarakat itu sendiri. Lihat dalam Asy'ari, Menuntut Islam Indonesia dalam Mewujudkan Pembangunan Perdamaian Umat Beragama di Era Konflik", Jurnal Fenomena. Dari kegiatan tersebut, sikap dan sifat dapat saling mendorong untuk menjaga kerukunan umat beragama.
Asumsi ini, dalam teori pembangunan perdamaian, dikatakan sebagai totalitas partisipatif, di mana kerukunan beragama dimasukkan dalam agenda kerukunan.274 Tidak ada individu, kelompok, atau kelas yang dibedakan menjadi objek kerukunan.