• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dr. Hi. Ihvani Malik, S.Sos, M.Si Dr. Burhanuddin. S,Sos, M.Si

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Dr. Hi. Ihvani Malik, S.Sos, M.Si Dr. Burhanuddin. S,Sos, M.Si "

Copied!
159
0
0

Teks penuh

SWT yang telah melimpahkan rahmat dan bantuannya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan disertasi yang berjudul “ANALISIS STRATEGI PENANGANAN KOMUNIKASI KRISIS PR” (Studi Kasus pada Refinery Unit V PT.Pertamina (Persero) Kota Balikpapan Kalimantan Timur)". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris penerapan strategi dan faktor pendukung dan penghambat dalam menghadapi komunikasi krisis kehumasan.Faktor pendukung dan penghambat dalam menghadapi krisis Humas Refinery Unit V PT.Pertamina (Persero) Balikpapan Kota, Kalimantan Timur.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana penerapan strategi dalam menghadapi krisis komunikasi pada Public Relations Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan Kalimantan Timur. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam menghadapi krisis PR unit kilang V PT. Pertamina (Persero), di kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Metode penelitian deskriptif kualitatif dan hasil penelitian Irwan menemukan minyak lumpur di perairan Teluk Balikpapan dan dilakukan bersama bagian komunikasi PT. Perbedaan hasil penelitian sebelumnya tidak ada kaitannya dengan nama yang ingin diteliti oleh peneliti yaitu permasalahan krisis yang terjadi pada perusahaan. Lion Mentari Airlines sehubungan dengan krisis komunikasi yang terjadi, dengan pemberitaan di media yang mengungkap tahapan-tahapan yang dilakukan Public Relations dalam pengembangan permasalahan yang muncul dan penanganan krisis komunikasi antara karyawan dan manajemen di PT.

  • Komunikasi Krisis
  • Manajemen Komunikasi Krisis
  • Strategi Komunikasi Krisis
  • Komunikasi Dalam Penanganan Krisis
  • Krisis Komunikasi Dalam Public Relations

Strategi komunikasi merupakan upaya untuk mengetahui efektivitas penyelesaian krisis komunikasi yang terjadi di perusahaan. Komunikasi tidak hanya bersifat verbal, namun dalam situasi krisis, tindakan nyata perusahaan lebih diperlukan, dan strategi komunikasi krisis harus disesuaikan dengan karakteristik situasi krisis yang dialami organisasi. Komunikasi krisis dengan pemangku kepentingan dimulai dengan respons awal terhadap krisis.

Kerangka Berfikir

Mereka mengatakan bahwa gambaran ideal humas adalah kesan yang benar, yang seluruhnya didasarkan pada pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman terhadap realitas yang sebenarnya. Berita humas melalui (Kasali 2016:17) Komunikasi tidak hanya memfasilitasi fungsi manajemen lainnya seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi, tetapi juga menghubungkan perusahaan dengan lingkungan eksternal. Fungsi humas adalah memberikan bimbingan dan arahan kepada perusahaan ketika menghadapi permasalahan dan krisis.

Fokus Penelitian

Sama halnya dengan tugas Public Relations dari Pertamina, ketika terjadi komunikasi krisis, Public Relations harus menguasai sebagian dari komunikasi krisis dan mengetahui cara mengelola krisis dari proses yang sedang berjalan dengan menerapkan tindakan manajemen komunikasi krisis untuk menjembatani krisis yang menimpa organisasi atau organisasi. perusahaan, merencanakan strategi untuk mengelola komunikasi penting di berbagai tingkat hingga menciptakan komunikasi krisis yang baik yang mengarah pada reputasi perusahaan.

Deskripsi Fokus

Komunikasi krisis sangat penting untuk mengatasi kondisi krisis yang merupakan titik balik yang dapat membawa penanganan permasalahan ke arah yang lebih baik atau bahkan lebih buruk. Perusahaan dituntut untuk menangani komunikasi krisis dengan berbagai pihak dalam waktu singkat, namun efektif dan akurat. Dalam kasus tumpahan minyak yang terjadi, peran Humas harus dimaksimalkan karena diperlukan strategi yang tepat untuk menangani krisis komunikasi yang dihadapi oleh PT Unit V kilang.

Waktu dan Lokasi

Jenis dan TipePenelitian

Informan

Regional Manager Communication & CSR Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) atas nama Roberth Marchelino Verieza. Merujuk pada kriteria tersebut, peneliti memilih informan yang dinilai memiliki informasi yang dibutuhkan peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu Pejabat Humas & CSR Wilayah Kalimantan sebagai sumber yang tepat untuk memberikan informasi sesuai dengan rumusan masalah yang dikemukakan oleh pihak peneliti. Observasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peneliti terlibat langsung dengan objek penelitian.

Teknik AnalisiData

Dalam konteks pengumpulan data, peneliti telah menulis subjek seperti buku, jurnal, internet, dan foto, karena dokumentasi digunakan sebagai sumber data yang digunakan untuk menguji bahkan menafsirkan.

Pengumpulan Data

  • Teknik PengabsahanData
    • Sejarah Singkat Perusahaan
    • Anak Perusahaan PT.Pertamina (Persero) 1) PT. Pertamina EP
    • Logo PT. Pertamina (Persero)
    • Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan a) Visi dan Misi Perusahaan
    • Profil Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Balikpapan
    • Struktur Organisasi

PT Pertamina (Persero) merupakan perusahaan yang tergolong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri minyak dan gas bumi. PT Pertamina (Persero) mempunyai kegiatan usaha di bidang energi yaitu minyak dan gas bumi, energi baru dan terbarukan, kegiatan yang berhubungan dengan energi, serta hal-hal yang dapat menunjang kegiatan usaha di bidang energi. Sektor hulu lebih fokus pada eksplorasi migas dan optimalisasi pencarian cadangan migas, termasuk eksplorasi dan produksi minyak, gas, dan energi panas bumi, serta eksploitasi energi Coal Bed Methana (CBM).

Usaha Pemasaran dan Niaga pada PT Pertamina (Persero) meliputi kegiatan distribusi produk minyak bumi dan petrokimia yang dihasilkan dari kilang minyak milik perseroan maupun yang diimpor dari luar negeri. Kemudian PN Permina bergabung dengan PN Pertamin menjadi PN pertambangan minyak dan gas bumi (Pertamina) pada tanggal 20 Agustus 1968. Pemerintah mengatur peran Pertamina untuk memproduksi dan mengolah minyak dan gas dari ladang minyak serta untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dan gas di Indonesia.

Berdasarkan PP Nomor 31 Tahun 2003 tanggal 18 Juni 2003, Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara berubah nama menjadi PT Pertamina (Persero) yang menjalankan kegiatan usaha minyak dan gas bumi pada sektor hulu yang lebih rendah. Ruang lingkup usaha: pengelolaan dan pengembangan sumber daya jasa pengeboran, yaitu jasa pengeboran untuk industri minyak dan gas bumi, baik darat maupun lepas pantai, logistik dan jasa terkait lainnya yang meliputi eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi serta panas bumi. Bidang usaha : jasa teknologi, jasa perdagangan non BBM dan industri pertambangan minyak dan gas bumi.

Bidang usaha : Angkutan laut untuk pendistribusian berbagai produk seperti minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM) dan non bahan bakar minyak.

Gambar 4.1 Logo PT. Pertamanina  Filosofi logo PT. Pertamina:
Gambar 4.1 Logo PT. Pertamanina Filosofi logo PT. Pertamina:

Hasil Penelitian 1. Kronologis Kejadian

  • Strategi Komunikasi Krisis
  • Komunikasi Dalam Penanganan Krisis
  • Pilihan Strategi dalam Penanganan Komunikasi Krisis

Berikut ini adalah kesepakatan program Humas Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan Kalimantan Timur selama satu minggu untuk mengurangi masa kritis berkepanjangan di wilayah yang terkena dampak tumpahan minyak (Oil Spill) sebagai berikut. Nuansa lengkap : Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Balikpapan bertanggung jawab penuh atas krisis tersebut dan meminta maaf kepada pihak-pihak terkait. Berikut strategi komunikasi krisis yang diterapkan oleh Public Relations Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Balikpapan khususnya.

Humas Kilang Unit V PT Pertamina (Persero) Balikpapan Sebagai penghubung antara perusahaan atau lembaga yang diwakili dengan masyarakat. Membentuk citra perusahaan, artinya peran Humas Refinery Unit V PT Pertamina (Persero) Balikpapan berupaya menciptakan citra bagi organisasi atau lembaga dengan melakukan kegiatan dalam rangka penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR). Tanggung Jawab Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan tidak hanya mengacu pada restorasi citra atau perbaikan citra yang dilakukan, namun juga perluasan hak milik.

Terkait cara komunikasi di saat krisis, berikut intervensi unit kilang V PT.Pertamina (Persero) Kota Balikpapan kepada pihak lain. Unit Pengilangan V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan memperhatikan kepentingan masyarakat dan memberikan ganti rugi atas segala kerugian yang ditimbulkan. Respon awal terhadap krisis yang dilakukan PT Refinery Unit V. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan memuat lima aspek yaitu cepat, stabil, terbuka, menawan dan informatif.

Berikut strategi penanganan krisis komunikasi yang diterapkan oleh Public Relations Refinery Unit V PT. Pertamina Balikpapan Kota Kalimantan Timur. Pilihan strategi tersebut merupakan upaya Refinery Unit V PT Pertamina (Persero) Kota Balikpapan dalam mengelola krisis akibat tumpahan minyak di perairan Balikpapan. Pertamina Peduli merupakan bagian dari program sosial dan lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR) Refinery Unit V PT Pertamina (Persero) Kota Balikpapan yang dilaksanakan di berbagai kecamatan.

Gambar 4.4 Laporan Media Monitoring Communication Relation & CSR Region  Kalimantan
Gambar 4.4 Laporan Media Monitoring Communication Relation & CSR Region Kalimantan

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Strategi Komunikasi Krisis Pada Public Relations Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero)

Dalam situasi komunikasi krisis mengenai kecelakaan tumpahan minyak, peran Public Relations sangat penting untuk membantu perusahaan. Untuk Humas Unit Senapan V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan menjalankan fase ini dengan baik. Strategi pertahanan yang dimaksud adalah Humas Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Balikpapan yang mengurangi kemungkinan bahwa hal ini akan menghasilkan perbaikan situasi yang jarang terjadi.

Saat menyusun strategi komunikasi krisis sebagai suatu konsep, pendekatan atau rencana komunikasi umum terhadap program-program yang dirancang untuk menangani komunikasi krisis yang dilaksanakan oleh Humas Refinery Unit V PT Pertamina (Persero) Balikpapan sebagai berikut. Justifikasi : Humas Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Balikpapan mendapat musibah yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain, namun berupaya meminimalisir kerugian yang dirasakan. Integrasi: Humas Refinery Unit V PT Pertamina (Persero) Balikpapan akan didukung penuh oleh pemangku kepentingan dengan mengingatkan pemangku kepentingan akan hal-hal positif yang telah dilakukan perusahaan.

Kredit penuh : Humas Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Balikpapan bertanggung jawab penuh atas krisis tersebut dan meminta maaf kepada pihak-pihak terkait. Faktor Pendukung Humas Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan Kalimantan Timur dalam menangani krisis komunikasi pada kasus tumpahan minyak (Oil Spill) di perairan Kota Balikpapan yang menyebabkan krisis komunikasi adalah sebagai berikut. Untuk menyampaikan pesan secara efektif dan efisien, praktisi dari Public Relations Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan Kalimantan Timur harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan informasi.

Pers menyambut baik sikap Humas Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan yang membina hubungan dan silaturahmi dengan para jurnalis, baik secara formal maupun informal, sehingga publikasinya mengandung informasi yang positif.

PENUTUP

Saran

Penulis memberikan saran berdasarkan hasil penelitian yang diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi Humas Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan Kalimantan Timur dalam menghadapi krisis komunikasi yang terjadi jika terjadi tumpahan minyak di perairan wilayah Balikpapan. Unit Pengilangan V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan Kalimantan Timur khususnya pada fungsi Communication Relations harus mampu membangun hubungan dengan para jurnalis (Media Relations) yang ada di Kota Balikpapan, seperti membuat grup Whattsapp atau Telegram untuk seluruh jurnalis Kalimantan dan mengadakan pertemuan dengan para jurnalis. sehingga mereka dapat mengambil manfaat dari Hubungan baik yang terjalin akan mempercepat pemulihan citra dan menghindari tekanan dari media dengan pemberitaan negatif. Unit Pengilangan V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan Kalimantan Timur harus memberikan pemahaman mengenai tumpahan minyak dan dampak yang ditimbulkan serta cara mengatasinya hingga mengetahui tolak ukur pencapaian target tertentu.

Peran seluruh kalangan sangat diperlukan, Refinery Unit V PT Pertamina (Persero) Kota Balikpapan Kalimantan Timur menjalin relasi dengan masyarakat, pemerintah dan mahasiswa untuk dapat mengikuti sosialisasi ini. Regional Manager Communications and CSR Refinery Unit V PT Pertamina (Persero) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur: Roberth Marchelino Verieza. Apakah ada tim khusus ketika terjadi komunikasi krisis di perusahaan Anda mengenai tumpahan minyak yang terjadi?

Bagaimana masyarakat didekati dan dikomunikasikan mengenai tumpahan minyak selama dan setelah krisis? Yang jelas masyarakat mempunyai kemampuan dan dapat dipercaya baik oleh manajemen Refinery Unit V PT.Pertamina (Persero) Kota Balikpapan maupun masyarakat atau masyarakat luas. Jabatan : Regional Manager Communications & CSR Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan Kalimantan Timur Hari/Tanggal : Kamis, 12 November 2020.

Strategi pemaafan yang lengkap yaitu Refinery Unit V PT. Pertamina (Persero) Kota Balikpapan, bertanggung jawab penuh atas krisis tersebut dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang berkepentingan secara transparan.

Gambar

Ilustrasi kerangka pikir penelitian “Analisis Strategi Penanganan Komunikasi  Krisis  Public  Relations  mengacu  pada  salah  satu teori  Timothy  W
Gambar 4.1 Logo PT. Pertamanina  Filosofi logo PT. Pertamina:
Gambar 4.2Kantor PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit V   Balikpapan
Gambar 4.3 Struktur Organisasi Communication Relation & CSR Region  Kalimantan
+7

Referensi

Dokumen terkait

127–138 Analisis Situasi Upaya Percepatan Penurunan Stunting dengan Pendekatan Keluarga Berisiko Stunting (Studi Kasus di Kabupaten Jombang Jawa Timur). Widati Fatmaningrum,