• Tidak ada hasil yang ditemukan

dukungan sosial lsm dengan kepatuhan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "dukungan sosial lsm dengan kepatuhan"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tujuan Penelitian

Rumusan Masalah

Target Luaran

TINJAUAN PUSTAKA

  • Dukungan Sosial
    • Definisi dukungan sosial
    • Bentuk dukungan sosial
    • Sumber dukungan sosial
    • Pentingnya dukungan sosial
  • Lembaga Swadaya Masyarakat
  • Gay Waria dan LSL ( GWL )
    • Definisi GWL
    • Faktor resiko pada GWL
    • Prosess melakukan perubahan sikap dan prilaku GWL
    • Cara menggerakan perubahan prilaku GWL
  • HIV/AIDS
    • Definisi HIV/AIDS
    • Cara penularan HIV/AIDS
    • Strategi pencegahan HIV/AIDS
    • Program pencegahan HIV/AIDS
    • Sasaran pencegahan HIV/AIDS
  • Kepatuhan
    • Definisi kepatuhan
    • Variabel yang mempengaruhi tingkat kepatuhan
    • Mengatasi ketidakpatuhan
  • Voluntary Counsultation And Testing ( VCT ) HIV/AIDS
    • Definisi VCT
    • Tahap dalam melakukan VCT
    • Prinsip pelayanan VCT
    • Alasan GWL harus menjalani VCT
  • Hubungan dukungan sosial LSM dengan kepatuhan menjalankan
  • Kerangka Teori
    • Kerangka Konsep

Sedangkan menurut Ganster, dkk., (dalam Apollo & Cahyadi, 2012) dukungan sosial adalah tersedianya hubungan yang bermanfaat dan mempunyai nilai khusus bagi individu yang menerimanya. Lebih lanjut menurut Cohen & Syme (dalam Apollo & Cahyadi, 2012), dukungan sosial adalah sumber daya yang diberikan orang lain kepada individu yang dapat mempengaruhi kesejahteraan individu yang bersangkutan. Hoberman (dalam Isnawati & Suhariadi, 2013) dukungan sosial mengacu pada berbagai sumber daya yang disediakan oleh hubungan interpersonal seseorang.

Menurut Apollo & Cahyadi (2012), manfaat dukungan sosial adalah mengurangi kecemasan, depresi dan gejala penyakit fisik pada orang yang mengalami stres dalam pekerjaan. Sedangkan menurut Tarmidi & Kambe (2010), dukungan sosial dapat diterapkan pada lingkungan keluarga yaitu orang tua. Jadi dukungan sosial orang tua adalah dukungan yang diberikan orang tua kepada anaknya baik secara emosional, penghargaan, informasi, maupun kelompok.

Dukungan sosial orang tua dapat dibedakan menjadi dua hal yaitu dukungan positif dan dukungan negatif. Jumlah sumber dukungan sosial yang tersedia merupakan persepsi individu mengenai seberapa banyak orang yang dapat diandalkan ketika individu tersebut membutuhkan bantuan (pendekatan berbasis kuantitas). Kepuasan terhadap dukungan sosial yang diterima dikaitkan dengan persepsi individu bahwa kebutuhannya akan terpenuhi (pendekatan berbasis kualitas).

Keberhasilan Menurut Apollo & Cahyadi, 2012, faktor penghambat pemberian dukungan sosial adalah sebagai berikut. Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kepatuhan LSM Dalam Melakukan Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV/AIDS Bagi Gay Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV/AIDS Bagi Gay Waria Dan LSL (GWL). Ada hubungan antara dukungan sosial dari LSM dengan kepatuhan pelaksanaan VCT HIV/AIDS pada GWL di Puskesmas Bojong Rawalumbu Kota Bekasi Tahun 2020.

Tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial LSM dengan kepatuhan terhadap pelaksanaan tes HIV/AIDS pada GWL di Puskesmas Bojong Rawalumbu Bekasi Tahun 2020.

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian

Tahapan Penelitian

Lokasi Penelitian

Pada penelitian ini akan dilakukan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dukungan sosial LSM dan kepatuhan tes HIV/AIDS pada GWL di Puskesmas Bojong Rawalumbu Bekasi tahun 2020. Analisis bivariat pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial LSM dan kepatuhan HIV/AIDS DST AIDS pada GWL di Puskesmas Bojong Rawalumbu Kota Bekasi Tahun 2020. Distribusi frekuensi kepatuhan pelaksanaan VCT HIV/AIDS pada GWL di Puskesmas Bojong Rawalumbu Kota Bekasi Tahun 2020 .

Dukungan sosial LSM sangat diperlukan dalam program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS pada kelompok rentan, termasuk kaum homoseksual atau GWL. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dampak dukungan sosial LSM sangat penting bagi GWL yang berisiko mengalami HIV/AIDS. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan peneliti di Puskesmas Bojong Rawalumbu Kota Bekasi ditemukan adanya hubungan antara dukungan sosial dari lembaga swadaya masyarakat dengan kepatuhan pelaksanaan tes HIV/AIDS di GWL.

Maka dari hasil analisis peneliti dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara dukungan sosial LSM dengan kepatuhan pelaksanaan VCT HIV/AIDS pada GWL di Puskesmas Bojong Rawalumbu. Pusat, Kota Bekasi. Secara tidak langsung GWL menerima baik atau buruknya dukungan sosial akan mempengaruhi kepatuhan GWL dalam melaksanakan VCT HIV/AIDS. Oleh karena itu, dukungan sosial sangat erat kaitannya dengan penentuan kepatuhan GWL dalam menjalani VCT HIV/AIDS.

Ada hubungan antara dukungan sosial dari LSM dengan kepatuhan pelaksanaan VCT HIV/AIDS pada GWL di Puskesmas Bojong Rawalumbu Kota Bekasi Tahun 2020 dengan p-value = 0,000. Dukungan Sosial Kepada LSM yang Kepatuhan Melakukan Voluntary Consultation and Testing (VCT) HIV/AIDS pada Gay Transgender dan LSL (GWL) di Puskesmas Bojong Rawalumbu Kota Bekasi Tahun 2020.”

BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

Anggaran Biaya

Justifikasi anggaran biaya ditulis secara rinci dan jelas serta disusun sesuai format tabel 4.1 dengan komponen sebagai berikut.

Jadwal Penelitian

Berdasarkan hasil tabel 5.1 distribusi frekuensi di atas terlihat bahwa dari 30 responden, 2 responden (6,7%) memberikan dukungan sosial kurang, 12 responden (40,0%) memberikan dukungan sosial cukup, 16 responden memberikan dukungan sosial baik, mendukung. mendukung. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti didapatkan bahwa responden GWL yang mendapat dukungan sosial LSM paling banyak dengan dukungan sosial baik sebanyak 16 responden (53,3%), kemudian responden GWL yang mendapat dukungan sosial LSM cukup sebanyak 12 responden (40,0 %). ). ), dan responden GWL yang kurang mendapat dukungan sosial LSM paling sedikit sebanyak 2 responden (6,7%). Hal ini dikarenakan GWL rentan terhadap stigma baik dari masyarakat setempat maupun dari petugas kesehatan itu sendiri, sehingga GWL sangat membutuhkan peran dukungan sosial dari LSM.

Dukungan sosial yang diberikan oleh LSM dalam hal ini berupa dukungan emosional, rasa syukur, informasi dan pendampingan. Namun ada sebagian GWL yang merasa kurang mendapat dukungan sosial dari LSM, karena kesibukan LSM, sehingga kecil kemungkinannya untuk memberikan dukungan kepada GWL. Dukungan sosial tidak hanya sekedar pemberian bantuan saja, namun bagaimana penerimanya memandang pentingnya bantuan itu adalah hal yang penting.

Berdasarkan analisa peneliti terhadap hasil penelitian diatas diketahui bahwa tingkat kepatuhan GWL erat kaitannya dengan baik dukungan sosial yang diberikan oleh LSM. Frekuensi penyaluran dukungan sosial LSM terhadap GWL di Puskesmas Bojong Rawalumbu Kota Bekasi tahun 2020 paling dominan dengan kategori dukungan sosial baik sebesar 53,3%, sedangkan untuk dukungan sosial LSM cukup sebesar 40,0% dan kemudian untuk kategori paling tidak dengan berkurangnya dukungan sosial dari LSM sebesar 6,7%. Kami berharap peneliti selanjutnya dapat memperluas variabel lain yang terkait dengan kepatuhan VCT HIV/AIDS pada komunitas GWL yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti dukungan sosial dari petugas kesehatan, diskriminasi dari komunitas, keluarga, teman, dan ketakutan untuk dianiaya. positif. hasil serta jumlah sampel yang dipilih.

Konflik peran ganda perempuan menikah yang bekerja ditinjau dari dukungan sosial keluarga dan penyesuaian pribadi. 2013) Hubungan dukungan sosial dengan penyesuaian diri pada masa persiapan pensiun pada karyawan PT Pupuk Kaltim.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

  • Data Geografis
  • Visi dan Misi

Dilihat dari letak geografisnya, luas Desa Bojong Rawalumbu adalah 581.927 Ha yang terbagi dalam 41 RW dan 287 RT dengan batas wilayah sebagai berikut. Sisi Utara : Berbatasan dengan Desa Lulu Jaya Sisi Selatan : Berbatasan dengan Desa Bojong Menteng Sisi Barat : Kali Bekasi. Puskesmas Bojong Rawalumbu terletak dipinggir jalan dekat dengan instansi pemerintah lainnya seperti Kantor Kecamatan Rawalumbu, KUA dan instansi lainnya.

Untuk mencapai Puskesmas dapat menggunakan angkutan umum dengan tarif yang cukup murah bagi warga sekitar.Wilayah yang paling jauh jangkauan Puskesmas adalah RW 01, RW 03, RW 04, RW 05, RW 041 dan kawasan BTN Narogong didukung oleh angkutan ojek dengan tarif yang sama. Cukup mahal menjadi kendala warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Guna memudahkan pelayanan kesehatan bagi warga, Puskesmas Bojong Rawalumbu membagi wilayah kerjanya menjadi tiga wilayah binaan yang dikoordinasikan oleh 8 pengawas wilayah (Binwil), serta pembangunan 49 Posyandu dan 21 Posbindu.

Hasil penelitian

  • Analisa Univariat

Pembahasan hasil penelitian

  • Dukungan Sosial LSM
  • Kepatuhan Menjalankan VCT HIV/AIDS
  • Hubungan Dukungan Sosial LSM Dengan Kepatuhan Menjalankan

Distribusi frekuensi kepatuhan VCT HIV/AIDS pada GWL di Puskesmas Bojong Rawalumbu Kota Bekasi Tahun 2020. Sumber: hasil olah data terkomputerisasi, Juni 2020). Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Titi Haerana, Muslimah 2015 yang berjudul hubungan pengetahuan, sikap, motivasi dan peran petugas LSM dalam perilaku pencegahan HIV/AIDS pada komunitas GWL Jambi 2015 dengan hasil yang diperoleh dari 28 komunitas GWL yang berpendapat peran LSM petugas miskin, 19 orang (67,9%) memiliki perilaku pencegahan HIV/AIDS yang buruk dan 9 orang (32,1%) memiliki perilaku pencegahan HIV/AIDS yang baik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ternyata responden GWL yang paling dominan yakin melakukan VCT untuk HIV/AIDS sebanyak 26 responden (86,7%), dan responden GWL yang tidak yakin sebanyak 4 responden (13,3%). ) diyakinkan untuk melakukan VCT HIV/AIDS.

Berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa responden GWL yang melakukan DCT untuk HIV/AIDS di Puskesmas Bojong Rawalumbu Bekasi sebagian besar patuh dan mengikuti anjuran dokter dan petugas kesehatan sesuai ketentuan yang disebutkan. Hal ini dibuktikan dengan responden yang pernah ke DCT karena HIV/AIDS, mempunyai keinginan yang kuat untuk mengetahui status kesehatan, pencegahan dan penatalaksanaan PMS atau HIV/AIDS. Dukungan sosial yang baik dari LSM akan membuat GWL mengalami hal-hal positif dalam hidupnya, memiliki harga diri yang tinggi dan citra diri yang lebih baik, serta mengurangi rasa cemas, sehingga GWL semakin berani dan positif dalam mematuhi DST untuk HIV/AIDS karena mereka menyadari perilaku mereka yang berisiko tinggi tertular PMS di kelompoknya.

Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Titi Haerana, Muslimah (2015) dengan judul hubungan pengetahuan, sikap, motivasi dan peran petugas LSM terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada komunitas GWL Jambi pada tahun 2015 dengan hasil yang diperoleh dari 28 komunitas GWL yang menilai peran petugas LSM kurang baik, sebanyak 19 orang (67,9%) memiliki perilaku pencegahan HIV/AIDS yang buruk dan 9 orang (32,1%) memiliki perilaku pencegahan HIV/AIDS yang baik. Distribusi frekuensi kepatuhan terhadap kinerja VCT HIV/AIDS pada GWL di Puskesmas Bojong Rawalumbu Kota Bekasi tahun 2020 paling dominan dengan kategori kepatuhan sebesar 86,7%, sedangkan untuk kategori ketidakpatuhan sebesar 13,3%. . Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, ada beberapa hal yang dapat peneliti sarankan sebagai masukan bagi pihak-pihak terkait dalam program pencegahan HIV/AIDS, sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah penderita penyakit HIV/AIDS pada kelompok di risiko GWL di wilayah kerja Puskesmas Bojong Rawalumbu Kota Bekasi pada tahun 2020.

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Program Pengobatan Penderita HIV/AIDS di Poliklinik VCT (Voluntary Counseling Test). Hubungan pengetahuan, sikap, motivasi dan peran petugas LSM terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada komunitas GWL Jambi.

Keterbatasan penelitian

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Semua individu harus menahan diri untuk tidak melakukan perilaku berisiko HIV, seperti hubungan seks yang tidak bertanggung jawab, dan masyarakat harus mengupayakan pengetahuan yang tepat tentang HIV dan penularannya sehingga tidak ada lagi diskriminasi dan stigmatisasi terhadap pengidap HIV. Hubungan Pengendalian Diri dengan Perilaku Penatalaksanaan Diabetes di Puskesmas Rangkah Surabaya. Apabila dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, saya bersedia dituntut dan diproses sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengembalikan seluruh biaya penelitian yang saya terima kepada STIKes Medistra Indonesia.

Bacalah setiap pernyataan dengan cermat dan kemudian pilih salah satu dari empat kemungkinan jawaban yang sesuai dengan situasi Anda.

Gambar

Tabel 3. 1 Definisi Operasional
Tabel 4. 1 Anggaran Biaya Penelitian yang Diajukan
Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan

Referensi

Dokumen terkait

PENUTUP 6.1 Simpulan Berdasarkan pokok permasalahan dan tujuan penelitian ini, maka hasil penelitian analis data dan pembahasan, dapat diperoleh simpulan yang berkaitan dengan

Our contributions can be summarized as follows: • We propose delay differential neural networks DDNN, a continuous depth deep learning model based on delay differ- ential equations