ALL
ef, -rr
PENGARUII PENERAPAIY STRATEGI PEMBELAJ AKTIT'TIPE TIM PENDENGAR TERIIADAP HASIL BELAJARIMATEMATIKA
SISWAKELAS XI IPA SMAN 5 PADAIIG
Yolanda Friska Dila*), Villia Anggraini**), Tika Septia**)
*) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat
**) Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRACT
This research caused by learning outcomes of student was relatively low. It
was due to lack of foccus students in the learning process
of
mathematics. This study aimed to determine whether the leaming outcomes of students' mathematicsby applying active learning strategies type listening team was beuer than the leaming outcomes by applying conventional learning in grade )([ IPA at SMA N 5 Padang. This type of research was experiment res€arch design with random against the subject. The sampling technique randomized experiments class was a grade XI IPA 2 and the control class was a grade XI IPA 3. The instrument of final test used the essay with the
rcliabilif
of the test w?s rrr:
0.701. Data testanalysis technique used was the t test of the parties. Hypothesis testing was done by t test one party with t"o*t
:
3.12 and tuur":
1.67 with o:0.05. Because tcount)
ttauu then the hypothesis was accepted.
It
could be concluded that the learning outcomesof
students' mathematicsby
applying active learning strategiesListening Team type was better than the learning outcomes
by
applyingconventional learning grade
)il
IPA at SMAN 5 Padang.Keywords: Listening Team, learning outcomes.
PENDAIIULUAN
Matematika merupakan salah
satu
ilmu
dasar yang memegang peranan penting dalam pembentukanpola
pikir
siswa. Oleh karena itu, mata pelajaran matematika menjadi mata, pelajaran wajib disetiap jenjang pendidikan.Hal ini
disebabkan karena matematika digunakan olehdisiplin ilmu lain
sebagai ilmu penunjang,seperti dalam
ilmupengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial.
Berdasarkan hasil observasi di
SMA
Negeri5
Padang, terlihat bahwa falctor penyebab hasil belajarsiswa rendah karena siswa tidak fokus dalam kegiatan pembelajaran.
Hal ini terjadi
karena proses pembelajaranyang
dilaksanakanguru masih menggunakan rnetode
konvensional.
Pada saat
guruPENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TIM PENDENGARTERHADAP HASIL BELAJAR MATENATIKA
SISWA KELAS XI IPA SMAN 5 PADANG
Yolanda Friska Dila*), Viilia Anggraini**), Tika Septia**)
*) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera
**; Staf Prosram Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera
ABSTRACT
This research caused by learning outcom€s of student was relatively low. It
was due to lack of foccus students in the learning process
of
mathematics. This sturdy aimed to determine whether the leaming outcomes of students' mathematicsby applying active learning strategies type listening team was better than the leaming outcomes by applying conventional learning in grade Xl IPA of SMA N 5 Padang. This tlpe of research was experiment research design with random against the sudect. The sampling technique randomized experiments class was a
grade XI IPA 2 and the control class was a $ade XI IPA 3. The instrument of final test used the essay with the reliability of the test was rrr :0.701. Data test
analysis technique used was the t test of the parties. Hypothesis testing was done by t test one parb/ with Looot
:
3.12 and ttuu":
1.67 with a:0.05. Because tourx)
ttutk then the hypothesis was accepted.
It
could be concluded that the learning outcomesof
students' mathematicsby
applying active learning strategiesListening Team type was better than the leaming outcomes
by
applying conventional'learning grade XI IPA of SMAN 5 Padang.Kelrvords: Listening Team, learning outcomes.
[*f
PENDAHULUAN
Maternatika merupakan salah
satu ilmu dasar yang memegang peranan penting dalam pembentukan
pola pikir siswa. Oleh karena itu, rnata pelajaran matematika menjadi mata pela3aran wa3ib dsettap ienjang
pendidikan.
Hal ini
disebabkankarena matematika digrnakan oleh
disiplin
ihnu lain
sebagai ilmu penunjang, seperti dalam ihnupengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial.
Berdasarkanr hasil observasi di
SMA Negeri
5
Padang, terlihat bahwa faktor penyebab hasil belajarsiswa rendah karena siswa tidak fokus dalam kegqatan pembelajaran.
Hal ioi terjadi
karena proses pembelajaranyang
dilaksanakanguru masih menggunakan metode
konvensional.
Pada saat
gurupembelajaran yang dilaksanakan guru masih menggunakan metode konvensional. Pada saat guru menjelaskan materi pelajaran hanya sedikit siswa yang memperhatikan dengan sungguh-sungguh, sebagian siswa sibuk dengan kegiatan masing- masing. Saat guru memerintahkan siswa untuk mengerjakan latihan, hanya beberapa siswa saja yang mengerjakan latihan dengan sungguh-sungguh. Penggunaan metode diskusi sangat jarang dilakukan, pada saat guru menggunakan metode diskusi keaktifan siswa dan semangat kompetisi antar kelompok ketika berdiskusi masih kurang. Siswa hanya mengandalkan kemampuan teman yang mereka anggap pintar pada kelompoknya.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Padang diperoleh informasi bahwa dalam pembelajaran matematika mereka kurang antusias untuk belajar, karena siswa beranggapan matematika membosankan, sulit dan menegangkan sehingga mereka tidak memahami materi dengan baik. Saat
mengerjakan latihan jika ada kendala atau kesulitan dalam mengerjakan latihan siswa kurang antusias untuk melanjutkan karena siswa hanya menunggu siswa lain yang berkemampuan tinggi saja. Pada saat guru menjelaskan materi banyak diantara siswa yang tidak fokus sehingga ketika diberikan soal banyak siswa yang tidak mengerjakannya.
Upaya untuk mengatasi masalah di atas diperlukan strategi pembelajaran yang tepat dan mampu melibatkan siswa untuk lebih aktif dalam belajar dan mau berinteraksi dengan temannya. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat diterapkan guru yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Tim Pendengar. Diharapkan dengan strategi pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Silberman (2006: 121) mengemukakan bahwa strategi ini merupakan cara untuk membantu siswa tetap fokus dan jeli selama berlangsungnya proses pembelajaran berbasis ceramah. Strategi ini dirancang untuk mengatasi kesulitan
siswa dalam memahami suatu masalah dan dapat membantu menekankan hal-hal penting yang sulit dilupakan siswa, sehingga lebih ingat dalam pembelajaran yang baru disampaikan.
Tim Pendengar mempunyai kelebihan menurut Silberman (2006:
121) guru dapat mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai bahan pelajaran yang disampaikan, peserta didik menjadi lebih fokus selama proses pembelajaran berlangsung.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa dengan penerapan strategi pembelajaran aktif tipe Tim Pendengar lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan penerapan pembelajaran Konvensional pada siswa kelas XI IPA SMA N 5 Padang.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah random terhadap subjek. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 pada tanggal 23 Januari sampai 07 Januari 2017 di SMA N 5 Padang. Populasi
dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA N 5 Padang Tahun Pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari lima kelas, dari lima kelas dipilih dua kelas sebagai sampel, yaitu kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas kontrol.
Kelas eksperimen merupakan kelas yang pembelajarannya dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Tim Pendengar sedangkan kelas kontrol merupakan kelas yang
pembelajarannya dengan
menggunakan pembelajaran konvensional.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes akhir berbentuk essay. Sebelum diadakan tes akhir dilakukan uji coba tes di SMA Negeri 5 Padang. Berdasarkan hasil analisis butir soal dan hasil perhitungan yang telah dilakukan maka diperoleh r11= 0,70 dan rtabel = 0,37 karena r11 > rtabel, berarti soal reliabel.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis data hasil belajar matematika siswa melalui tes akhir yang diberikan pada kelas sampel diperoleh rata-rata, simpangan baku, skor tertinggi dan
skor terendah seperti yang disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Deskripsi Data Skor Pemahaman Konsep Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Kelas
Sampel x S xmax xmin
Eksperimen 83,66 11,30 100 62 Kontrol 73,27 14,78 97 51
Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen lebih besar dari nilai rata-rata siswa kelas kontrol, sedangkan simpangan baku kelas eksperimen lebih kecil dari simpangan baku kelas kontrol, Ini menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen memiliki keragaman nilai yang kecil, sehingga menyebabkan pada umumnya nilai siswa tersebar tidak terlalu jauh dari nilai rata-rata kelas.
Hasil pengujian hipotesis dengan uji t-satu pihak diperoleh thitung = 3,12 dan ttabel=1,67, karena thitung> ttabelmaka tolak H0dan terima H1. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Tim Pendengar lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan
menerapkan pembelajaran konvensional kelas XI IPA SMA N 5 Padang.
Pelaksanaan strategi pembelajaran aktif tipe Tim Pendengar. Dimana, diawali dengan guru meminta siswa untuk duduk dalam tim dan kelompok yang telah ditentukan yaitu sebanyak 4 tim yang terdiri dari 8 kelompok dan dalam kelompok tersebut masing-masing kelompok memiliki 4 orang anggota.
Setiap kelompok akan diberi lembar diskusi dan lembar jawaban sebagai lembar hasil diskusi dalam kelompok.
Siswa dapat menanyakan materi yang tidak dimengerti kepada guru dan kelompok masing-masing.
Guru menjelaskan materi berbasis ceramah. Siswa berdiskusi dan menjalankan tugasnya sesuai dengan perannya masing-masing yaitu tim pemberi contoh menyiapkan contoh soal dimana soal diambil dari buku pegangan dan setelah berdiskusi perwakilan tim pemberi contoh mempresentasikan contoh soal didepan kelas, tim penanya menyiapkan soal yang ada pada latihan pada buku pegangan untuk diajukan kepada semua tim
dan menuliskan soal dipapan tulis, tim penjawab menyelesaikan pembahasan dari soal yang diajukan dan mempresentasikn didepan kelas, tim kesimpulan menyiapkan kesimpulan tentang materi yang dibahas dan mempresentasikan didepan kelas. Guru memberikan penegasan terhadap diskusi yang telah dilakukan dan memberikan tugas dirumah sebagai acuan untuk melihat pemahaman siswa terhadap materi. Kegiatan pembelajaran pada penelitian ini diakhiri dengan memberikan tes akhir pada kedua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada tes akhir siswa kelas eksperimen kelompok tinggi telah mampu untuk menyelesaikan indikator, mengaplikasikan ke pemecahan masalah, serta mampu merepresentasikankannya kedalam bentuk representasi matematis. Hal ini dapat dilihat pada lembar jawaban siswa Gambar 1.
Gambar 1. Contoh Lembar Jawaban Tes Akhir Siswa Kelas
Eksperimen Kelompok Tinggi
Berdasarkan Gambar 1, menunjukkan bahwa siswa mampu menyelesaikan indikator soal no 4.
Siswa mampu menentukan faktor- faktor persamaan linier yang diminta dan mampu menggunakan cara horner dalam penyelesaian soal.
Pada kelas kontrol kelompok tinggi, siswa mampu menyelesaikan indikator soal no 4. Hal ini terlihat pada gambar 2.
Gambar 2. Contoh Lembar Jawaban Tes Akhir Siswa Kelas Kontrol Kelompok Tinggi.
Berdasarkan Gambar 2, menunjukkan bahwa siswa mampu menyelesaikan indikator soal no 4.
Siswa mampu menentukan faktor- faktor suku bayak yang diminta dan menggunakan cara horner dalam penyelesaian soal .
Siswa kelas eksperrimen kelompok sedang telah mampu untuk menyelesaikan indikator soal yang diminta, mengaplikasikan ke
pemecahan masalah. Hal ini terlihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Contoh Lembar Jawaban Tes Akhir Siswa Kelas
Eksperimen Kelompok Sedang.
Berdasarkan Gambar 3 terlihat bahwa siswa sudah mampu menentukan faktor-faktor suku banyak yang diminta dengan melihat pembagi dari persamaan yang diminta. Siswa mampu menggunakan cara horner untuk mendapatkan faktor-faktor yang diminta.
Siswa kelas kontrol kelompok sedang belum mampu menyelesaikan indikator soal no 4. Hal ini dapat dilihat seperti Gambar 4.
Gambar 4. Contoh Lembar Jawaban Tes Akhir Siswa Kelas Kontrol Kelompok Sedang.
Berdasarkan Gambar 4 terlihat bahwa siswa belum mampu menentukan
faktor-faktor suku banyak yang diminta.
Siswa sudah mampu menggunakan cara horner tetapi belum dapat mendapatkan faktor-faktor yang diminta.
Siswa kelompok rendah kelas eksperimen tidak dapat menyelesaikan faktor-faktor persamaan linier yang diminta. Hal ini terlihat pada gambar 5.
Gambar 5. Contoh Lembar Jawaban Tes Akhir Siswa Kelas
Eksperimen Kelompok rendah.
Siswa kelompok rendah kelas kontrol tidak mampu menentukan faktor-faktor persamaan linier yang diminta dan tidak mengerjakan soal indikator no 4. Hal ini terlihat pada gambar 6.
Gambar 4. Contoh Lembar Jawaban Tes Akhir Siswa Kelas Kontrol Kelompok rendah.
Berdasarkan Gambar 6 terlihat bahwa siswa belum mampu menentukan faktor-faktor suku banyak yang diminta dan tidak mennyelesaikannya dengan tuntas.
Secara keseluruhan dari tes akhir yang dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif tipe Tim Pendengar memiliki dampak positif terhadap hasil belajar matematika siswa. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan Melda Fauziah (2014) dengan judul ” Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Tim Pendengar Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas IX SMPN 29 Solok Selatan.” penelitian tersebut menemukan pemahaman konsep dengan menerapkan strategi aktif tipe Tim Pendengar semakin baik daripada pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.
Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan strategi Pembelajaran aktif Tipe Tim
Pendengar lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap masalah yang telah dikemukakan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Tim Pendengar lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional di kelas XI IPA SMA N 5 Padang.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. (2010).
Prosedur Penelitian. Jakarta:
Rineka Cipta.
Istarani. (2012). Kumpulan 40 Metode Pembelajaran. Medan:
Media Persada.
Muliyardi. (2002). Strategi Pembelajaran Matematika . Padang: FMIPA.
Siberman, Melvin. (2013).
Pembelajaran Aktif: 101 Strategi untuk Mengajar
Secara Aktif. Jakarta : PT Indeks.
Tim Penulis. (2013). Pedoman Penulisan Skripsi. Padang:
Sekolah Tinggi Keguruan dan ilmu Pendidikan (STKIP)
PGRI SUMBAR. Matematika FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.