Setelah diperiksa dan diteliti secara teliti, disertasi ini dinyatakan memenuhi syarat untuk diserahkan dan dipertahankan di hadapan tim penguji ujian tiruan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Dihadapan tim penguji dinyatakan diterima dan disahkan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya pembiayaan mudharabah dalam meningkatkan pertumbuhan pendapatan usaha PT Bank Sulselbar cabang Makassar.
Bank Sulselbar sebagai X1, efektivitas pembiayaan mudharabah sebagai X2, sistem pembiayaan mudharabah sebagai
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Masalah
Manfaat Penelitian
Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, bank adalah badan usaha yang menghimpun uang masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk lain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Bank berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Abdul Rahim, 2013). Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan berdasarkan jenisnya, bank syariah terdiri atas BUS (Bank Umum Syariah), UUS (Unit Usaha Syariah) dan BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah). Bank Syariah adalah bank yang kegiatannya mengacu pada hukum Islam dan tidak memungut bunga dalam kegiatannya atau membayar bunga kepada nasabah.
Imbalan yang diterima atau dibayarkan oleh bank syariah kepada nasabah bergantung pada akad dan perjanjian yang dibuat oleh nasabah dan bank. Beberapa contoh bank umum syariah adalah Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah Bukopin, Bank Muamalat Indonesia dan lain sebagainya. Transaksi antara nasabah dengan bank syariah didahului dengan perjanjian/akad antara bank syariah dengan nasabah yang bersangkutan.
Penggalangan dana dari masyarakat yang mempunyai kelebihan dana. Bank syariah menghimpun atau menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dengan akad al-wadiah dalam bentuk investasi dengan akad al-mudharabah. Masyarakat dapat memperoleh pembiayaan dari bank syariah apabila memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku. Bank syariah menyalurkan dananya kepada masyarakat melalui berbagai akad, antara lain akad penjualan dan perjanjian kemitraan atau kerja sama usaha.
Berbagai jenis produk layanan yang dapat ditawarkan oleh bank syariah antara lain layanan pengiriman uang (transfer), pemindahbukuan, pengumpulan surat berharga, dan lain-lain.
Pembiayaan
Mitra usaha/mitra adalah pihak yang menerima pembiayaan dari bank syariah atau pengguna dana yang disalurkan oleh bank syariah; Kepercayaan bank syariah memberikan keyakinan kepada pihak penerima pembiayaan bahwa mitra akan memenuhi kewajiban mengembalikan dana bank syariah sesuai jangka waktu tertentu yang disepakati. Perjanjian adalah perjanjian kontraktual atau persetujuan yang dilakukan antara bank syariah dengan nasabah atau rekanan;
Risiko suatu dana yang disalurkan/diinvestasikan oleh bank syariah selalu mengandung risiko tidak dapat dilunasinya uang tersebut. Pembiayaan mudharabah dan musyarakah yang dilakukan bank syariah berpengaruh terhadap perbaikan makroekonomi. Atas pembiayaan yang diberikan bank kepada nasabah, diperoleh imbalan berupa bagi hasil, margin keuntungan, dan pendapatan sewa, tergantung pada perjanjian pembiayaan yang disepakati antara bank syariah dengan mitra usaha (nasabah);
Pemberian pembiayaan kepada nasabah secara sinergi akan memasarkan produk perbankan syariah lainnya seperti produk dana dan layanan. Pembiayaan yang disalurkan bank syariah dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Secara tidak langsung pembiayaan bank syariah dapat meningkatkan penerimaan negara yaitu penerimaan perpajakan yang meliputi: pajak penghasilan bank syariah dan pajak penghasilan nasabah.
Merupakan proses analisis yang dilakukan bank syariah untuk mengevaluasi suatu permohonan pembiayaan yang telah diajukan oleh calon nasabah.
Mudharabah
Analisis 6A yaitu: Analisis aspek hukum, Analisis aspek pemasaran, Analisis aspek teknis, Analisis aspek manajemen, Analisis aspek keuangan, Analisis aspek sosial ekonomi yang bertentangan. http://www.slideshare.net/rikaramlawati/perbankansyariahpe piyagaan). Qiradh yang diberi huruf Qaf diambil dari kata Al-qardhu yang artinya Al-qadh'u (potongan). Qiradh juga dapat diambil dari kata muqaradhah yang berarti al-musaawah (persamaan) karena pemilik modal dan pengusaha mempunyai hak yang sama atas keuntungan.
Disebut demikian karena pada abad pertengahan para mudharib harus melakukan perjalanan ke tempat yang jauh untuk menjalankan usahanya guna mendapatkan keuntungan. Secara hukum, mudharabah berarti suatu akad kerjasama dimana mitra pertama (yaitu pemilik dana) berhak memperoleh keuntungan karena modal yang disetorkannya; ia disebut rabbul mal yang berarti pemilik modal (ra'sul mal); sedangkan pihak lain juga berhak memperoleh manfaat karena pekerjaan dan keahlian yang diberikannya; Disebut mudharib karena mendapat manfaat dari usaha dan usahanya (Muhammad. Apabila shalat dipanjatkan, maka bertebaranlah di muka bumi, mohon ampun kepada Allah dan banyak-banyaklah berzikir kepada Allah agar kamu selamat.” (KS .Al-Jumu'ah : 10).
Selain diambil dari Al-Qur'an, landasan hukum mudharabah diambil dari hadis Nabi SAW. Dalam istilah Hijaz disebut juga qiraadh karena diambil dari kata muqaaraadhah yang berarti pemerataan dan penyeimbang. Dalam hal ini pemilik modal mengurangi sebagian hartanya untuk diserahkan kepada pengelola modal dan akan dipotong keuntungan usahanya (Al – Mughni).
Begitu juga dalam hadis yang diriwayatkan oleh Daruquthni (M. Asro dan M. Kholid dari Hakim bin Hizam bahawa mengharuskan seseorang apabila mendapat modal sebagai qiradh, jangan kamu belanjakan modalku dengan jiwa, jangan bawa dia ke laut. , jangan bawa dia ke tengah-tengah banjir.
Pendapatan Usaha
Dalam mengadakan akad bagi hasil perlu dirancang suatu pengaturan bagi hasil yang optimal, yaitu yang secara efisien dapat mendorong pengusaha (obligor) untuk berusaha semaksimal mungkin dan mengurangi terjadinya pemalsuan. Berikut bentuk pengaturan bagi hasil (Muhammad, 2001): Pertama, bagi hasil (disebut juga bagi hasil dan bagi hasil), yang dijadikan dasar penghitungannya adalah laba, yaitu selisih antara penjualan dan pendapatan. pendapatan dan beban usaha, baik berupa beban pokok penjualan/biaya produksi, beban penjualan, serta beban umum dan administrasi. Bagi hasil dapat diartikan sebagai suatu sistem pembagian keuntungan dari suatu usaha; Kedua, bagi hasil kotor yang dijadikan dasar penghitungan adalah laba kotor, yaitu hasil penjualan atau pendapatan usaha dikurangi harga pokok penjualan atau harga pokok produksi; Ketiga, bagi hasil yang dijadikan dasar perhitungan adalah penjualan/pendapatan operasional.
Artinya nasabah bank syariah akan mendapat bagi hasil sebesar 65% dari hasil investasi yang dihasilkan bank syariah melalui pengelolaan dana masyarakat di bidang real estate.
Hipotesis Penelitian
Kerangka Pikir
Kerangka Konseptual Operasional Variabel
Lokasi Penelitian
Jenis Penelitian
Defenisi Operasional Variabel
Efektivitas pembiayaan Mudharabah merupakan dampak atau pengaruh produk pembiayaan mudharabah yang dapat memberikan hasil usaha. Sistem pembiayaan mudharabah adalah suatu tatanan atau cara yang teratur yang digunakan dalam pembiayaan mudharabah mulai dari penyaluran hingga pengelolaannya hingga membentuk kelancaran usaha. Jenis data dalam penelitian ini adalah data internal yang diperoleh langsung dari PT.
Yaitu data yang diperoleh dari perusahaan yang berupa angka-angka, yang meliputi: (1) Laporan laba/rugi; (2) Neraca. Yaitu data yang diperoleh dari perusahaan berupa informasi yang meliputi: (1) Sejarah singkat atau berdirinya PT. Sumber data dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu data primer dan sekunder, dan data primer adalah data yang dikumpulkan di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian.
Sedangkan data sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh orang-orang yang melakukan penelitian dari sumber yang ada. Dalam penelitian ini, data primer adalah data yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan pihak terkait.
Populasi Dan Sampel
Teknik Pengumpulan Data
Banyaknya soal yang tersedia diambil dari setiap item yang diperoleh dari masing-masing variabel indikator, baik variabel independen maupun variabel dependen. Kuesioner diberikan langsung kepada responden dengan tujuan agar lebih efektif dan efisien dalam mencapai jumlah sampel serta memudahkan dalam menjelaskan cara pengisian kuesioner. Penelitian ini mengacu pada data laporan keuangan, sejarah, tujuan, visi dan misi perusahaan, serta data pembiayaan mudharabah.
METODE ANALISIS DATA
PLS mengasumsikan data penelitian bebas distribusi, artinya data penelitian tidak bergantung pada satu distribusi tertentu (misalnya distribusi normal). PLS digunakan untuk mengetahui kompleksitas hubungan antara suatu konstruk dengan konstruk lainnya, serta hubungan antara suatu konstruk dengan indikatornya. Inner model menentukan spesifikasi hubungan antara suatu konstruk dengan konstruk lainnya, sedangkan inner model menentukan spesifikasi hubungan antara konstruk dengan indikator-indikatornya.
Konstruk eksogen mempunyai pengaruh terhadap konstruk lain, sedangkan konstruk endogen adalah konstruk yang dijelaskan oleh konstruk eksogen. PLS dapat bekerja pada model hubungan konstruk dan indikator reflektif dan formatif, sedangkan SEM hanya bekerja pada model hubungan reflektif (Ghazali, 2006).
Hasil Penelitian
Pada tanggal 26 Mei 2011, Bank Sulsel resmi berganti nama menjadi Bank Sulselbar sehingga Bank SulSel Cab. Persetujuan perubahan Anggaran Dasar (AD) Bank Sulsel menjadi Sulselbar ditandatangani oleh Direktur Jenderal Administrasi Umum Aidir Amin Daud. Untuk mengantisipasi perkembangan dunia perbankan saat ini dan masa depan serta persaingan global, Bank Sulsel Syariah mempunyai motto.
MAJU BERSAMA MENUJU BERKAH” artinya Bank Sulsel bertekad untuk terus meningkatkan kinerjanya dan mampu menjalankan tugas yang diamanahkan oleh pemangku kepentingan dengan rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi dalam upaya mencapai kesuksesan bersama. Mekanisme jual beli tersebut merupakan upaya pengalihan kepemilikan, dan margin keuntungan bank ditentukan terlebih dahulu dan menjadi harga jual barang tersebut. Ketentuan umum berlaku. spesifikasi barang yang dipesan harus jelas seperti jenis, tipe, ukuran, kualitas dan kuantitas; harga jual yang disepakati tercantum dalam kontrak dan tidak dapat diubah selama berlakunya kontrak; Jika terjadi perubahan kriteria pemesanan dan perubahan harga setelah penandatanganan kontrak, semua biaya tambahan akan ditanggung oleh klien.
Ketentuan umum dalam bai salam antara lain pada saat membeli produk produksi harus diketahui secara jelas spesifikasi seperti jenis, tipe, ukuran, kualitas dan kuantitas; apabila hasil produksi yang diterima cacat atau tidak sesuai dengan kontrak, maka pelanggan bertanggung jawab; dan karena bank tidak menggunakan barang yang dibeli atau dipesan sebagai persediaan, maka bank dapat mengadakan kontrak salam dengan pembeli ketiga atau kedua. Jadi pada dasarnya prinsip ijarah sama dengan prinsip jual beli, namun perbedaannya terletak pada tujuan transaksinya. Jika dalam jual beli tujuan transaksinya adalah barang, maka dalam ijarah tujuan transaksinya adalah jasa atau manfaat dari barang tersebut.
Dalam praktik perbankan, fasilitas hiwalah umumnya digunakan untuk membantu pemasok memperoleh modal tunai agar dapat melanjutkan produksi.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Masalah keagenan dan mekanisme pengendalian pada perusahaan dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi yang dikendalikan keluarga: Bukti dari perusahaan publik di Indonesia', disertasi, tidak dipublikasikan, Program Studi Ilmu Manajemen PPS Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.