Setelah dilakukan pemeriksaan dan penelitian secara cermat, ternyata skripsi ini memenuhi syarat untuk diajukan dan dipertahankan di hadapan panel penguji skripsi di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Dinyatakan dapat diterima di hadapan majelis penguji dan disetujui sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum Ekonomi Syariah di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui apakah pembiayaan mudharabah efektif atau tidak dalam meningkatkan pertumbuhan pendapatan operasional PT Bank Sulselbar cabang Makassar.
Bank Sulselbar sebagai X1, efektivitas pembiayaan mudharabah sebagai X2, sistem pembiayaan mudharabah sebagai
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Masalah
Manfaat Penelitian
Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya bank syariah terdiri atas BUS (Bank Umum Syariah), UUS (Unit Usaha Syariah) dan BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah). Beberapa contoh bank umum syariah adalah Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah Bukopin, Bank Muamalat Indonesia dan lain sebagainya. Sebelum dilakukannya transaksi antara nasabah dengan bank syariah, terlebih dahulu dilakukan perjanjian/akad antara bank syariah dengan nasabah yang bersangkutan.
Masyarakat dapat memperoleh pembiayaan dari bank syariah sepanjang memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku. Bank syariah menyalurkan uang kepada masyarakat dengan menggunakan berbagai akad, antara lain akad jual beli dan akad kemitraan atau kerjasama usaha.
Pembiayaan
Berbagai jenis produk layanan yang dapat ditawarkan oleh bank syariah antara lain layanan pengiriman uang (transfer), pemindahbukuan, pengumpulan surat berharga, dan lain-lain. Mitra usaha/mitra adalah pihak yang menerima pembiayaan dari bank syariah, atau pengguna dana yang disalurkan oleh bank syariah; Kepercayaan bank syariah memberikan keyakinan kepada pihak penerima pembiayaan bahwa mitra akan memenuhi kewajiban mengembalikan dananya kepada bank syariah sesuai dengan jangka waktu tertentu yang disepakati.
Bank syariah yang memberikan pembiayaan kepada mitra usaha sama dengan bank yang memberikan keyakinan kepada pihak penerima pembiayaan, bahwa pihak penerima pembiayaan akan mampu memenuhi kewajibannya; Akad adalah perjanjian kontraktual atau perjanjian yang dilakukan antara bank syariah dengan nasabah atau rekanan; Risiko setiap dana yang disalurkan/diinvestasikan oleh bank syariah selalu mencakup risiko tidak dikembalikannya dana tersebut.
Pembiayaan mudharabah dan musyarakah yang diberikan oleh bank syariah berdampak pada perbaikan makroekonomi. Pembiayaan yang diberikan bank kepada nasabah akan mendapat imbalan berupa bagi hasil, margin keuntungan dan pendapatan sewa, tergantung pada perjanjian pembiayaan yang disepakati antara bank syariah dengan mitra usaha (nasabah); Pemberian pembiayaan kepada nasabah secara sinergi akan memasarkan produk perbankan syariah lainnya seperti produk dana dan layanan.
Pembiayaan yang disalurkan bank syariah dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Secara tidak langsung pembiayaan bank syariah dapat meningkatkan pendapatan pemerintah yaitu penerimaan pajak, antara lain: pajak penghasilan bank syariah dan pajak penghasilan nasabah. Merupakan proses analitis yang dilakukan bank syariah untuk mengevaluasi permohonan pembiayaan yang diajukan oleh calon nasabah.
Mudharabah
Analisis 6A yaitu: Analisis aspek hukum, Analisis aspek pemasaran, Analisis aspek teknis, Analisis aspek manajemen, Analisis aspek keuangan, Analisis aspek sosial ekonomi yang bertentangan. http://www.slideshare.net/rikaramlawati/perbankansyariahpe piyagaan). Qiradh yang diberi huruf Qaf diambil dari kata Al-qardhu yang artinya Al-qadh'u (potongan). Qiradh juga dapat diambil dari kata muqaradhah yang berarti al-musaawah (persamaan) karena pemilik modal dan pengusaha mempunyai hak yang sama atas keuntungan.
Disebut demikian karena para mudharib pada abad pertengahan harus melakukan perjalanan ke tempat yang jauh untuk mendapatkan keuntungan dalam usahanya. Secara hukum, mudharabah berarti kontrak kemitraan dimana mitra pertama (yaitu pemilik dana) berhak mendapatkan keuntungan dari modal yang ditransfernya; ia disebut rabbul mal yang artinya pemilik modal (ra'sul mal); sedangkan pihak lain juga berhak memperoleh keuntungan karena tenaga dan keahlian yang diberikannya; dia disebut mudharib karena dia mendapat keuntungan dari jerih payah dan usahanya (Muhammad). Oleh karena itu, Islam memberikan prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman dalam setiap jenis muamalah.
Apabila telah ditunaikan solat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah keredhaan Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al – Jumu’ah: 10). Selain diambil daripada al-Quran, asas hukum mudharabah diambil daripada hadis-hadis Nabi.Dalam lafaz Hijaz disebut juga qiraadh kerana diambil daripada perkataan muqaaraadhah yang bermaksud penyamaan dan penyeimbangan.
Berikut adalah perbandingan antara usaha pengurus modal dengan modal yang dimiliki oleh pemodal, supaya kedua-duanya seimbang. Dalam kes ini, pemilik modal memotong sebahagian daripada hartanya untuk dipindahkan kepada pengurus modal dan akan memotong keuntungan perniagaannya (Al - Mughni). Begitu juga dalam hadis yang diriwayatkan oleh Daruquthni (M. Asro dan M. Kholid dari Hakim bin Hizam bahawa mengharuskan seseorang apabila mendapat modal sebagai qiradh, jangan kamu belanjakan modalku dengan jiwa, jangan bawa dia ke laut. , jangan bawa dia ke tengah-tengah banjir.
Pendapatan Usaha
Dalam kontrak bagi hasil perlu dirancang skema bagi hasil yang optimal, yaitu skema yang secara efisien dapat mendorong pengusaha (debitur) untuk berusaha sebaik-baiknya dan dapat mengurangi terjadinya pemalsuan. Berikut bentuk skema bagi hasil (Muhammad, 2001): Pertama, bagi hasil (disebut juga bagi hasil dan bagi hasil), yang dijadikan dasar perhitungannya adalah keuntungan, yaitu selisih antara penjualan/pendapatan usaha dan biaya-biaya usaha, baik berupa harga pokok penjualan/biaya produksi, biaya penjualan, serta biaya umum dan administrasi. Bagi hasil dapat diartikan sebagai sistem pembagian keuntungan yang diterima suatu usaha; Kedua, pembagian laba kotor yang dijadikan dasar penghitungan adalah laba kotor, yaitu penjualan atau pendapatan usaha dikurangi harga pokok penjualan atau biaya produksi; Ketiga, pembagian pendapatan yang dijadikan dasar perhitungan adalah pendapatan hasil penjualan/usaha.
Artinya nasabah perbankan syariah akan mendapat bagi hasil sebesar 65% dari hasil investasi yang dihasilkan bank syariah melalui pengelolaan dana masyarakat di sektor riil.
Hipotesis Penelitian
Kerangka Konseptual Operasional Variabel
Kerangka Pikir
Lokasi Penelitian
Jenis Penelitian
Defenisi Operasional Variabel
Efektivitas pembiayaan Mudharabah merupakan dampak atau pengaruh produk pembiayaan mudharabah yang dapat memberikan hasil usaha. Sistem pembiayaan mudharabah adalah suatu tatanan atau cara yang teratur yang digunakan dalam pembiayaan mudharabah mulai dari penyaluran hingga pengelolaannya hingga membentuk kelancaran usaha. Jenis data dalam penelitian ini adalah data internal yang diperoleh langsung dari PT.
Yaitu data yang diperoleh dari perusahaan yang berupa angka-angka, yang meliputi: (1) Laporan laba/rugi; (2) Neraca. Yaitu data yang diperoleh dari perusahaan berupa informasi yang meliputi: (1) Sejarah singkat atau berdirinya PT. Sumber data dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu data primer dan sekunder, dan data primer adalah data yang dikumpulkan di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian.
Sedangkan data sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh orang-orang yang melakukan penelitian dari sumber yang ada. Dalam penelitian ini data primer merupakan data yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan pihak terkait.
Populasi Dan Sampel
Teknik Pengumpulan Data
Banyaknya soal yang tersedia diambil dari setiap poin yang diperoleh dari masing-masing variabel indikator, baik variabel independen maupun variabel dependen. Kuesioner diberikan langsung kepada responden dengan tujuan agar lebih efisien dan efektif dalam menjangkau jumlah sampel dan memudahkan memberikan penjelasan mengenai pengisian kuesioner. Dalam penelitian ini data yang dimaksud adalah laporan keuangan, sejarah, tujuan, visi dan misi perusahaan serta catatan terkait pembiayaan mudharabah.
METODE ANALISIS DATA
PLS mengasumsikan bahwa data penelitian bebas distribusi, artinya data penelitian tidak bergantung pada satu distribusi tertentu (seperti distribusi normal). PLS digunakan untuk mengetahui kompleksitas hubungan antara suatu konstruk dengan konstruk lainnya serta hubungan antara suatu konstruk dengan indikatornya. Model internal memerinci hubungan antara konstruk dengan konstruk lainnya, sedangkan model eksternal memerinci hubungan antara konstruk dengan indikator-indikatornya.
Konstruk eksogen mempengaruhi konstruk lain, dan konstruk endogen adalah konstruk yang dijelaskan oleh konstruk eksogen. PLS dapat beroperasi pada model hubungan konstruk dan indikator yang reflektif dan formatif, sedangkan SEM hanya beroperasi pada model hubungan reflektif (Ghazali, 2006).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Berdasarkan tabel 4.22 di atas terlihat bahwa nilai indikator yang mempunyai korelasi dengan variabel bank adalah nilai standardized loading untuk indikator tersebut. Nilai common value X5 = 0,973 menunjukkan bahwa indikator X7 valid, sehingga dapat dijelaskan pada konstanta Sistem Pembiayaan Mudharabah (β), serta pada indikator (X9, dominan mempengaruhi Efektivitas Pembiayaan Mudharabah variabel yaitu 99,90%.
Berdasarkan Tabel 4.24 diatas terlihat nilai AVE (Average Variable Extracted) setiap variabel pada PT. Berdasarkan tabel 4.25 di atas terlihat bahwa nilai-nilai indikator mempunyai korelasi dengan variabel PT. Gambar 4.5 diatas menunjukkan bahwa kontribusi variabel sistem pembiayaan mudharabah masih relatif stagnan dan tidak berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan pendapatan usaha.
Gambar 4.6 di atas menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan pendapatan usaha memberikan kontribusi sebesar 0,021 atau 2,10% terhadap sistem pembiayaan mudharabah. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel pertumbuhan pendapatan perusahaan dengan memberikan peningkatan kontribusi pada variabel sistem pembiayaan mudharabah. Dari Gambar 4.7 diatas terlihat nilai variabel sistem pembiayaan mudharabah sebesar dan variabel pertumbuhan pendapatan usaha sebesar.
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel sistem pembiayaan mudharabah dengan variabel pertumbuhan pendapatan usaha memberikan kontribusi yang cukup baik terhadap variabel efektivitas pembiayaan mudharabah. Gambar 4.5 diatas menunjukkan kontribusi variabel efektivitas pembiayaan mudharabah sebesar 0,827 yaitu 82,7%, kontribusi variabel sistem pembiayaan mudharabah sebesar 0,650 yaitu 6,50%, dan kontribusi variabel pertumbuhan pendapatan usaha sebesar -0,052. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel efektivitas pembiayaan mudharabah dengan sistem pembiayaan mudharabah untuk memberikan kontribusi yang baik bagi PT.
Hasil pengujian model luar yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel efektivitas pembiayaan mudharabah dapat mempengaruhi pertumbuhan pendapatan usaha pada bank. Hasil pengujian model luar yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel sistem pembiayaan Mudharabah tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan pendapatan usaha pada bank.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA