• Tidak ada hasil yang ditemukan

efektivitas pembelajaran matematika melalui

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "efektivitas pembelajaran matematika melalui"

Copied!
144
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Karena perbedaan kemampuan yang dimiliki setiap siswa, maka guru diharapkan selalu lebih aktif dan kreatif dalam mengajar, cermat dan selektif dalam memilih model pembelajaran yang efektif. Model pembelajaran kooperatif tipe snowball merupakan model pembelajaran yang diawali dengan guru menyampaikan materi kemudian membentuk kelompok dan memanggil setiap ketua kelompok untuk memberikan penjelasan materi. Penelitian yang dilakukan Selfianti, model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing efektif diterapkan pada siswa kelas VII.1, terlihat rata-rata hasil belajar siswa sebesar 79,64, 31 dari 34 siswa atau 91,18% mencapai hasil belajar tuntas (dengan nilai minimal). dari 70).

Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) terdapat perbedaan keterampilan menyimak antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif Snowball Throwing. Berdasarkan uraian peneliti sebelumnya dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe snowball dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika. Model pembelajaran kooperatif Snowball Throwing melatih siswa untuk lebih tanggap dalam menerima pesan dari siswa lain yang berbentuk bola kertas dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam kelompok.

Model pembelajaran kooperatif snowball dapat merangsang keaktifan siswa di dalam kelas karena siswa dilibatkan dalam proses pembelajaran sehingga siswa menjadi aktif. Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka peneliti memilih judul “Efektivitas pembelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif melempar bola salju pada siswa kelas VII SMA Unismuh Makassar”.

Rumusan Masalah

Melempar bola salju baik untuk dilaksanakan karena adanya kemampuan siswa mempunyai kesamaan pendapat dan persepsi dalam menyelesaikan suatu masalah dan saling membantu satu sama lain. Dalam mode ini guru selalu memantau dan memberikan bimbingan serta memotivasi siswa selama proses pembelajaran.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Digunakan sebagai bahan perbandingan dengan model pembelajaran yang dilaksanakan selama ini sehingga diharapkan sekolah mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas.

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN

Kajian Pustaka

  • Efektivitas
  • Pembelajaran Matematika
  • Model Pembelajaran Kooperatif
  • Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowbal Throwing

Hasil belajar siswa merupakan nilai rata-rata yang diperoleh dari pretest dan posttest yaitu sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dalam pembelajaran matematika. Respon atau minat siswa merupakan tanggapan atau pendapat siswa setelah penerapan model pembelajaran yang dipilih yang diperoleh dengan cara memberikan angket. Menurut Riyanto, pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang dirancang untuk mengajarkan keterampilan akademik serta keterampilan sosial, termasuk keterampilan interpersonal.

Dengan demikian, pembelajaran kooperatif bergantung pada keefektifan kelompok siswa tersebut, yang mengacu pada model pembelajaran dimana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil dan saling membantu dalam belajar. Oleh karena itu, model pembelajaran snowball merupakan suatu model pembelajaran dimana guru terlebih dahulu memberikan materi yang akan disajikan, kemudian membentuk kelompok yang masing-masing diwakili oleh seorang ketua kelompok, menerima tugas dari guru, kemudian setiap siswa menanyakan suatu hal. pertanyaan berbentuk bola. (kuesioner) yang kemudian dilemparkan kepada siswa lainnya, masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh (Riyanto. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe lempar bola salju menurut Suprijon (2009:128) adalah seperti pada tabel 2.2 di bawah ini.

Keunggulan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throw adalah sebagai berikut. Keunggulan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throw adalah sebagai berikut.

Kerangka Pikir

Hipotesis Penelitian

Aktivitas siswa kelas VII SMP Unismuh Makassar saat pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Setidaknya 75% siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Respon siswa Kelas VII SMP Unismuh Makassar terhadap pembelajaran matematika akan positif jika persentase yang menjawab “ya” adalah ≥75%.

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Desain Penelitian
  • Satuan Eksperimen Dan Perlakuan
  • Definisi Operasional Variabel
  • Prosedur Penelitian
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Nilai belajar matematika siswa merupakan nilai rata-rata yang diperoleh melalui post-test yaitu setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball. Respon siswa merupakan tanggapan atau pendapat siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif snowball dalam proses pembelajaran. Jadi rata-rata persentase aktivitas keaktifan siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball sebesar 85,09%.

Jadi rata-rata persentase respon siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Snowball Throwing sebesar 86,36%. Data hasil analisis menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing telah tercapai. Ketuntasan belajar siswa setelah diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing klasik lebih dari 80%.

Respon siswa terhadap pembelajaran matematika melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Snowball secara umum positif. Efektivitas pembelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball pada siswa kelas VIII SMP Sari Buana Makassar.

Tabel  3.2  Kategorisasi  Standar  yang  Ditetapkan  oleh  Departemen  Pendidikan Nasional
Tabel 3.2 Kategorisasi Standar yang Ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Hasil Analisis Deskriptif
  • Hasil Analisis Inferensial

Berikut ini akan diuraikan hasil analisis statistik deskriptif yaitu hasil belajar matematika siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif melempar bola salju, meliputi hasil belajar siswa, hasil observasi siswa. ' kegiatan dan hasil angket jawaban siswa mengenai pembelajaran matematika. A. Untuk memberikan gambaran awal mengenai hasil belajar siswa kelas VII.B3 SMP Unismuh Makassar sebelum perlakuan (pre-test) selengkapnya disajikan pada Lampiran (D.1). Selain itu, berdasarkan hasil analisis deskriptif hasil belajar matematika pra perlakuan siswa ditunjukkan pada Lampiran D.1.

Setelah mengkonversi rata-rata skor hasil belajar siswa sebesar 24,55 ke dalam 5 kategori di atas, maka rata-rata skor hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Unismuh Makassar sebelum diajar melalui model pembelajaran kooperatif Snowball Throwing tergolong sangat rendah. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa di VII.B3 SMP Unismuh Makassar sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing tergolong sangat rendah. Data hasil belajar matematika siswa setelah dilakukan penelitian (posttest) kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif yang hasilnya dapat dilihat secara lengkap pada file terlampir (D.1).

Setelah rata-rata skor hasil belajar siswa sebesar 81,64 diubah ke dalam 5 kategori di atas, maka rata-rata skor hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Unismuh Makassar setelah diajar melalui model pembelajaran kooperatif Hedhja bola salju berada pada kategori teratas. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa kelas VII.B3 SMA Unismuh Makassar setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowballing pada materi aljabar. Secara deskriptif hasil belajar matematika siswa memenuhi kriteria keefektifan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif snowball dalam pembelajaran matematika pada materi Aljabar.

Tujuan uji normalitas adalah untuk melihat hasil belajar matematika siswa VII. kelas SMA Unismuh Makassar sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball berdistribusi normal. Keterangan : 𝜇 = nilai rata-rata nilai belajar siswa pada mata pelajaran matematika Berdasarkan hasil analisis SPSS 16 (Lampiran D.3), terlihat nilai p value (sig. (2-tailed)) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti rata-rata nilai belajar siswa setelah diajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif lempar bola salju lebih dari 69,9. Artinya H0 ditolak dan H1 diterima yaitu rata-rata nilai belajar siswa kelas VII.B3 SMA Unismuh Makassar setelah dilakukan ujian lebih tinggi atau sama dengan KKM.

Artinya H0 ditolak dan H1 diterima yaitu gain ternormalisasi hasil belajar siswa berada pada kategori tinggi. Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa persentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing telah memenuhi kriteria aktivitas. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa setelah diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing memenuhi kriteria keefektifan.

Tabel  4.1  Distribusi  Frekuensi  dan  Persentase  Nilai  Hasil  Belajar    Matematika  pada  Siswa  Kelas  VII.B 3   SMP  Unismuh  Makassar Sebelum diberikan Perlakuan (Pretest)
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi dan Persentase Nilai Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas VII.B 3 SMP Unismuh Makassar Sebelum diberikan Perlakuan (Pretest)

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Pembahasan Hasil Analisis Deskriptif
  • Pembahasan Hasil Analisis Inferensial

Hasil analisis data siswa sebelum pembelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VII.B3 SMP Unismuh Makassar berada pada kategori sangat rendah. Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing terjadi peningkatan yang signifikan, berada pada kategori tinggi. Hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing pada siswa kelas VII.3 SMP Unismuh Makassar menunjukkan rata-rata persentase sebesar 85,69% lebih dari persentase aktivitas siswa yang diharapkan. sebesar 75%.

Hasil analisis jawaban siswa menunjukkan bahwa 86,36% memberikan jawaban positif terhadap proses pembelajaran matematika materi aljabar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika siswa kelas VII di SMP Unismuh Makassar. Hasil belajar matematika siswa sebelum mendapat perlakuan diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dengan nilai mean 24,55 dan standar deviasi 10,155.

Sedangkan hasil belajar matematika siswa setelah diberi perlakuan model pembelajaran kooperatif snowball termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 81,64 dan standar deviasi sebesar 7,956. Rata-rata persentase frekuensi aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika menurut model pembelajaran kooperatif lempar bola salju tergolong dalam persentase atau volume aktivitas baik. Harapan kami kepada guru dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif lempar bola salju dalam proses pembelajaran mata pelajaran matematika.

Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa yang Diajarkan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Student Team Achievement Sharing (STAD) dengan Snowball Throwing pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 13 Surabaya. Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Model Kooperatif Tipe Snowball Throwing Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kecamatan Sungguminasa. Kuesioner Respon Siswa bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika melalui penerapan Cooperative Snowball Model.

Apakah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe snowball-balling memudahkan anda dalam memahami materi dengan baik? Apakah anda merasakan adanya kemajuan setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model kooperatif Snowball Throwing? Hasil analisis data deskriptif menggunakan SPSS 16.0 pada siswa kelas VII-B3 SMP Unismuh Makassar melalui penerapan model kooperatif tipe lempar bola salju.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Dengan demikian, siswa mencapai ketuntasan individu dan mencapai ketuntasan belajar klasikal dengan nilai gain ternormalisasi sebesar 0,76 termasuk dalam kategori tinggi.

Saran

Perbandingan Hasil Belajar Matematika melalui Penerapan Metode Throwing Two Stay Two Wandering dan Snowball Throwing pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kelara Kab. Dengan menggunakan sifat dan aturan tersebut, hasil penjumlahan dan pengurangan dalam bentuk aljabar dapat dinyatakan dalam bentuk yang lebih sederhana dengan memperhatikan suku-suku yang serupa. Jika dua bentuk aljabar mempunyai faktor yang sama, maka hasil pembagian kedua bentuk aljabar tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk sederhana dengan memperhatikan faktor yang sama.

Bentuk aljabar 8a dan 2a mempunyai faktor yang sama yaitu 2a, sehingga dapat disederhanakan hasil pembagian 8a dengan 2a yaitu 8a : 2a = 4. Kompetensi dasar : menjelaskan bentuk aljabar dan melakukan operasi pada bentuk aljabar (penjumlahan, pengurangan, perkalian). dan pembagian). Kompetensi Dasar : Menafsirkan bentuk-bentuk aljabar dan melakukan operasi-operasi pada bentuk aljabar (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) Indikator : 3.1.2 Menyelesaikan operasi penjumlahan dan pembagian.

2. Gambar dibawah menunjukkan sebuah persegi dengan panjang sisi 3𝑛 cm. Tentukan  keliling persegi tersebut dinyatakan dalam 𝑛  !
2. Gambar dibawah menunjukkan sebuah persegi dengan panjang sisi 3𝑛 cm. Tentukan keliling persegi tersebut dinyatakan dalam 𝑛 !

Gambar

Gambar 2.1 Skema Kerangka Pikir  C.  Hipotesis Penelitian
Tabel 3.1 Skema Desain Penelitian
Tabel  3.2  Kategorisasi  Standar  yang  Ditetapkan  oleh  Departemen  Pendidikan Nasional
Tabel  4.1  Distribusi  Frekuensi  dan  Persentase  Nilai  Hasil  Belajar    Matematika  pada  Siswa  Kelas  VII.B 3   SMP  Unismuh  Makassar Sebelum diberikan Perlakuan (Pretest)
+6

Referensi