EKSISTENSI PERUSAHAAN REKAMAN PITUNANG RECORD TAHUN 1993-2012
JURNAL
OKTIA FRILIAN INDAH NPM. 12020122
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG 2017
EKSISTENSI PERUSAHAAN REKAMAN PITUNANG RECORD TAHUN 1993-2012
JURNAL
OKTIA FRILIAN INDAH NPM. 12020122
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG 2017
EKSISTENSI PERUSAHAAN REKAMAN PITUNANG RECORD TAHUN 1993-2012
JURNAL
OKTIA FRILIAN INDAH NPM. 12020122
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2017
HALAMAN PERSETUJUAN JURNAL
EKSISTENSI PERUSAHAAN RE,KAMAN PITT]NANG RECORI) TAHIIN
1993-2012Nama
: OktiaFrilian
IndahNPM :12020122
Program
Studi:
Pendidikan SejarahInstitusi
: Sekolah Tinggi Keguruan danIlmu
Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat.Padang,04
April2}l7
Disetujui Oleh,
ing
II
Refni Yulia,
SS,M,Hum
Drs.Kharles, ilI.Hum
Pembimbing IEXISTENCE OF A RECORD COMPANY PITUNANG RECORD YEAR 1993-2012
Oktia Friliau Inclahl Refiri Yulia2
\(\r:rr\er3
Progrm Studi Peudidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRAK
Penelitian ini rlengkaji tentang elsistensi perusahaan rekaman Pitunang Record tahun 1993-2012. Adapun rumusan tnasalah dalam penelitian ini antara lain: Bagaimana latar belakang berdirinya perusahaan rekaman Pitunang Record tahun 1993-2013, bagaimana usaha perusahaan rekaman Pitunang Record untuk terus eksis atau bertahan dari tahun 1993-2012. Tujuan penelitian ini adalah : Mendeskripsikan latar belakang berdirinya perusahaan rekaman Pitunang Record tahun 1993-2012, mendeskripsikan usaha perusahaan rekaman Pitunang Record untuk terus eksis atau bertalran dari tahun 1993-2012.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang bersifat deskriptif dan analitis yaitu menggambarkan, menjelaskan hasil penelitian dan kemudian dianalisis. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian sejarah: Heuristik, Kritik sumber, interpretasi data, historiografi. Hasil penelitian
ini
rnenjelaskan: Perusahaan rekamandi
Kota Padang sebelum tahun 1990-an masih sangat sedikit. Tahun 1990-an perusahaan rekaman di Sumatera Barat mulai berkembang, salah satunya berdiri perusahaan rekaman Pitunang Recordyang disebut sebagai era kedua kebangkitan musik Minang
di
Sumatera Barat, karena telah mampu mengembangkarVmemajukan kembali musik Minang di SurrateraBarat, dan terlepas dari bisnis rekaman yang dikuasai oleh satu perusahaan rekaman yakni Tanama Record. Eksistensi perusahaan rekaman Pitunang Record dapat dilihat dari boomingnya beberapa album diantaranya album .Kasiali 7 Muaro (Zalmon) dan beberapa lagu laimya seperti Rilalvm Ncut Ttulclcan (Rosnida), Cinto Putioh Babungo Ungu (Anroys), Gantpo Baclarah (Ody Malik), Bunccrno Rctnah Minang (Irna Gempita), Katil;o Cinto Musti Mctngalah (Febian). Berdasarkan hasil penelitial dapar disimpulkan bahwa didalam mempertahankan eksistensi/keberadaan perusahaan rekaman pitunang Record dalam industri rekamau telah melakukan berbagai usaha agar terus eksis dalarn industri rekanran yaitu dalarn rneniltgkatkan kualitas procluk dan strategi dalam mengh adapi contpetitor.Kata Kunci: Existence, Record Company, Music Minang
1 2 3
Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah
STKIP PGRI Sumatera Barat STKIP PGRI Surnatera Barat
EKSISTENSI PERUSAHAAN REKAMAN PITUNANG RECORD TAHUN 1gg3-20l2 Oleh
Oktia Friliau Indahl Refiri Yulia2
Kharles3
Program Studi Pendidikan Seiarah STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT
This study examines the existence of a record company Pitunang Record year 7993-2012. Tlte formulation of the problem in this research are: What is the background Pitunang founding the
record company Record year 1993-2013, how Pitunang record company Record attempt to continue to exist orpersist from year 1993 to 2012.The purpose of this study were to describe the establishment of the record company background Pitunang Record year 7993-2012, describe the record company Pitunang Record attempt to continue to exist or survive from this 1993-2012.
Penelitian year history research methods, descriptive and analytical that describes, explains the results of the study and then analyzed. This study also uses historical research methods: Heuristic ,
criticism source, interpretation of the data, historiography. The results of this study explains: The record company in Padang before the 1990s are still very few. 1990 record compaly in West Sumatra began to grow, one of which stood the record company Pitunang Record is refirred to as the era of the revival of music Minangkabau in West Sumatra, because it has been able to develop
/
advance back music Minangkabau in West Sumatra, and in spite of the record business that controlled by a record company that is Tanama Record. The existence of the record cornpany Pitunang record can be seen from the booming several albums including albums Kasiak Z Muaro (Zalmon) and seveial other songs like Rilakan Nan Tamakan (Rosnida), Cinto putiah Babungo Ungu (Anroys), Gampo Badarah (Ody Malik), Bancano Ranah Minang ( Ima Gempita), Katiko Cinto Musti Mangalah (Febian). Based on the results of this study concluded that in maintaining the existence/presence Pitunang record company Record in the record industry has made various efforts in order to continue to exist in the record industry, namely in improving the quality of products and strategies in the face of competitors.Keywords; Eksistensi, Perusahaan Rekaman, Musik Minang
t Mahasiswa STKIP PGRI Surnatera Barat
2 Dosen Program Studi Pe,didikau Sejarah
srKlp
pGRI Surnatera Barat' Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah
srKlp
pGRI Sumatera BaratPENDAHULUAN A. Latar Belakang
Perusahaan dalam sudut pandang ekonomi, merupakan wadah untuk mencapai tujuan bersama para pendirinya dengan melakukan kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat.1Perusahaan dapat juga disebut sebagai media yang terorganisasi karena memiliki satu atau lebih usaha yang dapat diperjual belikan, bermotivasikan keuntungan dan memiliki konsumen sebagai penerima produksi perusahaan itu sendiri.
Sangat banyak jenis usaha yang dapat diperdagangkan oleh sebuah perusahaan.
Salah satu jenis usaha yang menarik untuk diketahui adalah perusahaan yang bergerak dibidang permusikan. Memulai bisnis ini memang sulit, apalagi untuk tetap berada dipuncak, perusahaan rekaman bertanggung jawab atas pembayaran semua rekaman dan pembuatan video yang dikeluarkan.2
Berdirinya Pitunang Record pada tahun 1993, dinamika kehidupan industri musik itu hadir lagi hal ini dikarenakan dengan suatu perubahan yang dipelopori oleh tiga orang untuk salah satu karya yang luar biasa pada saat album Kasiak Tujuah Muaro dirilis.
Pertama oleh seorang penyanyi bernama Zalmon muncul sebagai idola baru penyanyi Minang dengan teknik vokal suara ratok (meratap/sedih) yang untuk pertama kalinya diindustri rekaman, kedua seorang pemusik Ferry Zein pada saat itu masih dianggap seorang seniman yang masih belum banyak mengetahui tentang musik Minang, dan ketiga seorang produser dan pencipta lagu Agus Taher yang masih dibawah bayang- bayang pencipta hebat lain seperti Nuskan Syarif. Hal ini memicu lahirnya perusahaan- perusahaan rekaman lain, produser, pemusik maupun pencipta lagu.
Kehadiran Pitunang Record dalam tempo satu dekade, suksesnya ternyata mampu menghadirkan Sumatera Barat sebagai pusat industri rekaman kedua terbesar setelah Jakarta. Penggarapan album Zalmon, merupakan produk rekaman
1Rahman Putra, Pengantar Akuntansi 1, ( Jakarta: Erlangga, 2013), hal. 13
2 Weiss Mitch dan Gaffney Perri, Managing Artists in Pop Music, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2005). Hal. 42 dan 333
fenomenal sepanjang sejarah rekaman lagu- lagu Minang ditanah air, dan dapat diterima dari semua kalangan dan juga disenangi etnis non Minang. yang akhirnya menghantarkan Pitunang Record mampu terlepas dari monopoli bisnis rekaman di Sumatera Barat.3
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana latar belakang berdirinya perusahaan rekaman Pitunang Record Tahun 1993- 2012?
b. Bagaimana usaha perusahaan rekaman Pitunang Record untuk terus eksis atau bertahan dari tahun 1993-2012
C. Tujuan Penelitian
a. Mendiskripsikan latar belakang berdirinya perusahaan rekaman Pitunang Record Tahun 1993-2012 b. Mendiskripsikan usaha perusahaan
rekaman Pitunang Record untuk terus eksis atau bertahan dari tahun 1993-2012
Eksistensi dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah keberadaan, kehadiran yang mengandung unsur bertahan. Sesuai asal kata Eksistensi itu sendiri, yakni existere, yang artinya, keluar dari, melampaui atau mengatasi. Jadi eksistensi tidak bersifat kaku dan terhenti, melainkan lentur atau kenyal dan mengalami perkembangan atau sebaliknya kemunduran, tergantung pada kemampuan dalam mengalturasikan potensi-potnsinya.4
Perusahaan menurut J.C. Rietveldt merupakan organisasi perusahaan yang ditujukan untuk memperoleh pendapatan atau penghasilan. Perusahaan menurut Basu Swastha D.H. dan Ibnu Sukotjo W adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengordinasikan sumber- sumber ekonomi untuk
memuaskan
3 “Zalmon dan Revolusi Musik Minang”, Surat Kabar Padang Ekspres, 25 Mei 2011
4Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( Jakarta: Balai Pustaka, 1989), hlm. 883
kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
5 Perusahaan adalah setiap badan usaha yang menjalankan kegiatan dalam bidang perekonomian secara terus-menerus, bersifat tetap, dan terang- terangan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dan laba yangdibuktikan dengan catatan (pembukuan).
Kata benda “Rekaman” berarti setiap reproduksi mekanis, dalam suatu bentuk yang sekarang dikenal atau yang kemudian dikembangkan, dari mana suara (dengan atau tanpa citra visual) dapat dirasakan, direproduksi, ataupun dikomunikasikan, baik secara langsung maupun dengan bantuan mesin, alat, atau proses, termasuk tanpa membatasi rekaman konvensional dan bentuk pita rekaman.6 Rekaman berarti sesuatu yang direkam dapat berupa suara, gambar, cetakan dan sebagainya. Sebuah lagu yang telah tercipta pada dasarnya adalah sebuah karya intelektual pencipta sebagai perwujudan kualitas rasa, karsa dan ciptanya
.
Perusahaan rekaman dapat menjadi suatu kesempatan bagi musisi atau penyanyi dengan karya cipta musik atau lagu menjadi sumber hidupnya.7Perusahaan rekaman ada yang besar dan ada yang kecil. Perusahaan rekaman yang besar disebut dengan Major Label yaitu perusahaan rekaman yang bertindak sebagai penerbit musik, produksi, dan distributor bagi karya cipta yangdirekam di perusahaan rekaman Major Label yang memiliki ruang lingkup pemasaran diseluruh wilayah yang ada di Indonesia maupun Internasional.8 Perusahaan Independent (Indie Label) adalah perusahaan rekaman yang didirikan secara mandiri Independent tanpa adanya hubungan, baik nama maupun kepentingannya dengan sebuah perusahaan rekaman lain dan memiliki ruang lingkup yang tidak seluas Major Label, hanya dalam satuatau beberapa wilayah saja.
5 Francis Tantri, Pengantar Bisnis, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2010), hlm. 3
6Ibid, hlm. 332
7David Ellefson, Making Musik Your Business, Panduan Memasuki Bisnis Musik, (Jakarta: PT. gramedia Pustaka Utama, 2003), hlm. 53
8Ibid, hlm. 47-48
Musik merupakan salah satu hal universal yang dapat diterima oleh manusia dengan berbagai perbedaannya, sekaligus merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bagi banyak orang, musik merupakan hiburan yang menyenangkan. Banyak sekali orang yang menikmati musik, tetapi baru sedikit yang berusaha memahaminya.9
Seniman merupakan makhluk yang memiliki kelebihan, kehalusan jiwa yang tidak tersamai oleh awam dalam menikmati dan menciptakan keindahan. Jadi, seorang seniman berfungsi sebagai media komunikasi antara pencipta karya dan penikmat seni.10 Mengungkapkan apa yang dirasakan sehingga orang lain tergugah perasaannya secara sama. Menjadi seorang seniman, seseorang harus memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi. Kreatifitas adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya. Seniman yang kreatif adalah seniman yang peka dan tanggap terhadap lingkungan hidupnya, baik tradisi budayanya maupun lingkungan alamiahnya.
D. Metode Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian sejarah, ada beberapa tahap dalam penulisan yaitu Heuristik, kritik
sumber,
interpretasi dan penulisan karya ilmiah atau skripsi (historiografi).111. Tahap Heuristik
Heuristik merupakan langkah kerja sejarawan untuk mengumpulkan sumber- sumber (sources) atau bukti-bukti (evidences). Kata heuristik berasal dari kata
“heuriskein” dalam bahasa Yunani yang bararti mencari atau menemukan. Bahasa Latin, heuristik dinamakan seebagai ars inveniendi (seni mencari) atau sama artinya dengan istilah arts of invention dalam bahasa Inggris.
9Karina Andjani, Apa itu musik, (Serpong Tangerang: Pascawacana Albertus Harsawibawa, 2014), hlm. 1
10Nooryan Bahari, Kritik Seni Wacana, Apresiasi, dan Kreasi, (Yokyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), hlm.61
11Louis Gottschalk, Mengerti Sejarah (Jakarta: UI pers, 1989), hlm.35
Tahap mengumpulkan data untuk mendapatkan berbagai sumber yang mendukung penelitian ini, dilihat dari siapa dan kapan menyampaikannya terdapat sumber sejarah primer (primary sources) dan sumber sejarah sekunder (secondary sources).
Data primer (sources primary) didapatkan dari pengamatan langsung yaitu wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait dengan tema yang dibahas, dan diskusi terfokus kepada pimpinan perusahaan rekaman Pitunang Record yaitu Agus Taher, serta melalui sumber tulisan seperti arsip yaitu berupa Surat Tanda Pendaftaran Industri Kecil, dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan berupa Koran yaitu Koran Singgalang, Harian Umum Semangat, Padang Ekspres yang memberitakan Perusahaan Pitunang Record dalam industri rekaman, Peranan lagu dan musik Minang, dan penyanyi Minang.
Sedangkan data sekunder (secondary sources) adalah sumber tulisan yang terkait dengan penulisan ini seperti Seperti buku-buku, skripsi, artikel di media internet. Sumber sekunder berupa buku- buku yang relevan dengan topik yang dibahas. Sumber tulisan tersebut didapatkan melalui studi kepustakaanyaitu perpustakaan STKIP PGRI Sumatra Barat, ruang baca prodi sejarah, perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Padang, Fakultas Sastra dan Seni Universitas Padang, dan kantor perusahaan rekaman Pitunang Record.
2. Tahap Kritik Sumber
Kritik sumber adalah uji validasi sumber-sumber sejarah12. Atau setelah selesai dalam langkah pengumpulan sejarah dalam bentuk dokumen/arsip. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan kritik sumber lebih dikenal adalah kumpulan fakta-fakta atau informasi-informasi sejarah yang sudah diuji kebenarannya melalui proses validasi.
Terdapat dua jenis kritik sumber yaitu kritik internal dan kritik eksternal. Kritik internal adalah yaitu penulis melakukan uji kebenaran mengenai informasi suatu dokumen. Mengenai kebenaran (the truth) itu sendiri merupakan suatu masalah yang tidak pernah tuntas untuk dibahas, pengujian
12Ibid, hlm. 65
terhadap keaslian dan keabsahan data.kritik internal menguji lebih jauh lagi mengenai isi dokumen, dan informasi yang terkandung dalam suatu dokumen benar dan dapat dipercaya, kredibel dan reliebel. Data yang telah diperoleh diuji keabsahannya dengan cara pertanyaan wawancara tersebut dipertanyakan kembali dihari yang berbeda.
Kritik eksternal ingin menguji (keaslian) suatu sumber, agar diperoleh sumber yang sungguh-sungguh asli dan bukan tiruan atau palsu.13
3. Tahap Interpretasi
Analisis sintesis atau Interpretasi yaitu bertujuan untuk membuat hubungan kausalitas dan merangkaikan fakta sejarah yang sejenis dan kronologis untuk memperoleh alur cerita yang sistematis melalui penafsiran fakta yang telah diuji kebenarannya, agar dapat diceritakan kembali. Fakta yang diperoleh kemudian disusun, dianalisis dan diinterpretasikan dengan cara menghubungkan dan membandingkan fakta-fakta yang diteliti terhadap fakta yang disajikan. Fakta tersebut disusun pada tahapan klasifikasi masalah penelitian yang ditujui pada tahapan ini penulis banyak menghubungkan data yang diperoleh dari studi pustaka dan studi arsip, atau penggabungan tema dengan sumber yang sesuai dengan topik.
4. Tahap Historiografi
Historiografi yaitu penulisan dalam bentuk karya tulis ilmiah setelah direkonstruksi kembali keseluruhan peristiwa masa lampau yang diperoleh dari data dan fakta yang benar-benar akurat, yang telah didapat dengan menggunakan bahan yang baik dan benar agar komunikatif dan mudah dipahami pembaca. Hasilnya barulah ditulis dalam bentuk skripsi.
13Ibid, hlm. 67-72
LATAR BELAKANG BERDIRINYA PERUSAHAAN REKAMAN
PITUNANG RECORD
A. Perkembangan Perusahaan Rekaman di Sumatera Barat Sebelum Tahun 1990- an
Suksesnya Orkes Gumarang dan juga Band Lime Stone memicu terjadinya booming bisnis lagu Minang di Sumatera Barat. Masih dalam periode 1970-an belasan produser kaset bermunculan di Kota Padang yang umumnya berasal dari pedagang elektronik dan penjual kaset, yang pertama kali muncul USB Record Antara Baru Record, Medisca Record, Diamond Record dan Tanamo Record, dan Sinar Padang.14 Seiring bermunculannya produser pada saat itu, melakukan proses rekaman masih dengan sistem yang sangat sederhana dan belum mempunyai peralatan yang lengkap seperti adanya studio rekaman, melakukan perekaman suara yaitu hanya menggunakan tip biasa dengan berada disuatu ruangan kosong yang tertutup.15 Saat itu hanya terdapat dua studio rekaman yakni Edo Record dibilangan pulau Karam milik seorang Tionghoa dan studio Ganto Minang di Purus II Padang milik seorang seniman kocak yakni Syamsi Hasan.16
Selanjutnya, pada tahun 1978 muncul perusahaan rekaman Tanama Record yang sebelumnya bermarkas dan juga telah sukses di Jakarta dan pindah ke Kota Padang.17 Dapat dikatakan Tanama Record merupakan perusahaan rekaman terbesar di Sumatera Barat bahkan diwilayah Pulau Sumatera.
Hadirnya Tanama Record, membuat produser rekaman yang sebelumnya telah hadir di Padang kalah saing dan mulai menghilang, dan berhenti berproduksi, tahun 1980an hanya Sinar Padang milik H. Yuskal yang bertahan, yang sekali-kali merekam
14Agusli Taher, Perjalanan Panjang Musik Minang Modern. (Cirebon: Sindang Laut, 2016). Hal 16
15Wawancara dengan Agus Taher (Pimpinan dan Produser perusahaan rekaman Pitunang Record). Tanggal 20 Oktober 2016,di Lubuk Kilangan Padang
16Ibid, hal. 16
17Ibid, hal. 17
dan menghasilkan album/lagu dengan genre rabab dan lagu kim.18
Tanama Record inilah yang menguasai industri rekaman di Sumatera Barat, meski pada awalnya belum memiliki studio rekaman sendiri, dan masih menyewa studio Edo Record. Dalam waktu lima tahun Tanama Record berkembang dan menguasai bisnis rekaman diwilayah Sumatera, dan jug telah memiliki studio rekaman sendiri yang sudah berstandar studio Jakarta. Sukses dengan sejumlah penyanyi seperti Tiar Ramon dan Elly kasim, hal ini juga dikarenakan pada saat itu persaingan belum terlalu banyak, kualitas produk rekaman masih rendah, dan perusahaan rekaman masih sedikit. Tanama Record juga mencari penyanyi-penyanyi terbaik untuk dikontrak, dan studio rekamannyapun tidak disewakan untuk penyanyi yang tidak dibawah labelnya.19 Pada akhirnya studio rekaman yang sebelumnya hadir juga berhenti berproduksi.
Era 1950-an - 1970-an walaupun lagu pop Minang telah sukses, namun lagu Minang belum mampu menjadi tuan rumah di Ranah Minang, hal tersebut dapat diukur dari omset penjualan kaset dan respon masyarakat yang dapat diukur dari acara kenduri dan malam-malam kesenian yaitu dengan pesona lagu Barat, Koes Plus, D’Loyid, Panbers, Broery, Edy Silitonga masih belum terkalahkan oleh lagu Minang.20 Perusahaan rekaman Pitunang Record yang muncul pada tahun 1993 yang membangkitkan kembali musik Minang dengan lagu Kasiak 7 Muaro, hingga memicu lahirnya kembali perusahaan- perusahaan rekaman lain seperti Minang Record, Caroline Record, Gita virma dan Central Record dan para seniman Minang juga bemunculan.21
18Ibid, hal. 18
19 Wawancara dengan Musfar Sutan Pamuncak (Produser Tanama Record).
Tanggal 22 Oktober 2016 di Belanti Barat 5 Lolong Padang.
20Ibid, hal 18
21 Wawancara dengan Agus Taher (Pimpinan dan Produser perusahaan rekaman Pitunang Record). Tanggal 20 Oktober 2016,di Lubuk Kilangan Padang
B. Profil Perusahaan Rekaman Pitunang Record
1. Latar Belakang Lahirnya Perusahaan Rekaman Pitunang Record
Perusahaan Rekaman Pitunang Record berdiri atas izin industri pada tahun 1993.22 Beralamat di Kecamatan Koto Tangah Kelurahan Batang Kabung di Komplek Permata Biru Blok F.20 Padang.23Sekarang beralamat di Komplek Griya Agro Lestari Blok A.4, RT.05, RW 1 Cengkeh Lubuk Kilangan Padang. Perusahaan Rekaman Pitunang Record didirikan oleh Agusli Taher (dalam dunia seniman nama Agusli Taher lebih dikenal dengan nama Agus Taher, untuk selanjutnya disebut Agus Taher).
Agus Taher
merupakan pemilik,
pimpinan, dan produser. Agus Taher lahir pada 19 Agustus 1951 di Desa Seberang Palinggam Padang
2. Ide Awal Berdiri Perusahaan Rekaman Pitunang Record
Agus Taher sebagai pendiri berbagai pengalaman telah dilalui, sukses dalam bidang pendidikan dan dalam karir Agus Taher telah meraih berbagai prestasi dan penghargaan atas lagu-lagunya yang telah dibawakan penyanyi-penyanyi populer ditahun 1980-an yang sering meraih juara diajang-ajang festival lagu Minang populer di Jakarta.
Melihat dari sukses dan boomingnya karya terakhir Agus Taher dengan album Rambayan Taduang tahun 1990-an yang diproduksi Tanama Record, dicermati oleh isteri Agus Taher yang bernama Yunimisnun dan terinspirasi untuk mendirikan perusahaan rekaman sendiri. Zalmonpun juga menginisiatif dalam pendirian perusahaan rekaman tersebut. Pertimbangan Agus Taher ketika itu seniman yang sebaiknya untuk terjun langsung kedalam industri rekaman, Agus Taher dengan sangat
22 Arsip, Satu Rangkap Surat Tanda Pendaftaran Industri Kecil
23Arsip, Satu Rangkap Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
nekat dan memberanikan diri dengan menggadaikan SK (Surat Keputusan)
pegawainya selama tiga tahun.
3. Kendala Awal Dalam Pendirian Perusahaan Rekaman Pitunang Record
Awal berdirinya perusahaan rekaman Pitunang Record pada tahun 1993 berbagai macam rintangan dan kendala menghadang, mulai dari perusahaan rekaman yang didirikan untuk mendapatkan izin industri, seorang produser harus memiliki seperangkat peralatan studio, dan kendala dalam menyiapkan album, hingga yang terberat urusan pemasaran, terutama bagi produser pendatang baru. Pemasaran relatif tertutup, industri rekaman pada saat itu yang dikuasai oleh perusahaan rekaman Tanama Record yang menguasai bisnis rekaman, dikarenakan juga belum banyaknya saingan antara perusahaan rekaman lainnya. Semua penyanyi-penyanyi, pemusik terbaik dikontrak, sehingga sulit bagi perusahaan rekaman lain untuk dapat bersaing, dan juga mengakibatkan perusahaan-perusahaan rekaman lain melemah dalam memproduksi rekaman.
C. Visi Dan Misi Perusahaan Rekaman Pitunang Record Dalam Industri Rekaman Di Sumatera Barat
Visi: mendorong seniman untuk dapat berkarya lewat bisnis rekaman, dengan menghantarkan industri rekaman yang sungguh menopang perkembangan musik didalam suatu industri rekaman, mencetak industri rekaman agar dapat mendukung perkembangan musik Minangkabau agar dapat menjadi Tuan Rumah sendiri di wilayah Sumatera Barat.
Misi:
1. Menghasilkan album yang berkualitas, karena daya jual album sangat ditentukan oleh kekuatan penyanyi, pemusik, lagu, dan studio rekaman.
2. Menjadikan bisnis rekaman bersaing secara sehat, dimana fenomena lagu lama tidak berulang kali direkam. Secara bisnis tidaklah sehat, karena akan terjadi kompetisi
dan saling menjatuhkan apabila beberapa produser merilis lagu yang sama
3. Membuka peluang dan kesempatan kepada seniman untuk berkiprah, sehingga Sumatera Barat mampu melahirkan seniman yang handal.
D. Struktur Kepengurusan Perusahaan Rekaman Pitunang Record
Susunan kepengurusan Pitunang Record dari kepemilikan, penanggungjawab dan produser dipegang oleh satu orang yang sama (Agusli Taher), satu orang maneger executive (Yunimisnun), satu orang yang bertugas dalam shooting editing/PH (Raymal Ramayon), dan satu orang pembantu umum (Desni).
Sejak awal berdiri tahun 1993-2012 kepengurusan selaku pemilik, pimpinan dan produser diurus oleh satu orang saja yaitu Agusli Taher.
USAHA PERUSAHAAN REKAMAN PITUNANG RECORD UNTUK TERUS
EKSIS TAHUN 1993-2012 A. Eksistensi Perusahaan Rekaman
Pitunang Record Dalam Industri Rekaman Di Sumatera Barat 1993- 2012
1. Album Rekaman dan Penyanyi Salah satu ciri khas musik Minang yang diyakini oleh masyarakat Minang sejak dahulu adalah ratok. Ciri khas inilah yang kemudian membawa lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Tiar ramon dan Zalmon dengan lagu Kasiak Tujuah Muaro mendapatkan kesuksesan.24 Zalmon dengan karakter suara serak-serak basah, dan bernyanyi dengan irama yang mendayu- dayu, maka saat itulah muncul teknik bernyanyi khas ratok (ratap/kesedihan).
Jadilah dan terciptalah Zalmon sebagai
24Alan Agvio, Sexri Budiman Sebagai Pencipta Lagu Minang Tahun 1974 - 2014:
Tinjauan Biografi. Skripsi. Padang: Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat, 2015. Hal 27
penyanyi rekaman pertama teknik ratok (ratap/kesedihan) di industri rekaman dengan karakter suara dan lagu yang dipopulerkannya.25
Kesuksesan dari album tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya pembajakan dengan kaset yang terdapat lagu Buruak Sisiak, Kasiak Tujuah Muaro, Pasan Buruang, Pasan Mandeh, dan Surek Undangan. Pada Negara Jiran Malaysia dan daerah bagian Trengganu, Pulau Pinang, Negeri Sembilan, Pedas dan Kuala Lumpur, puluhan ribu cetakan bajakan lagu Zalmon diperdagangkan dengan harga antara RM 9 s.d RM 12,50. Pasar utamanya adalah perantau Minang dan beredar kaset bajakan dengan harga antara Rp.6.000- Rp.7.000/kaset.26
Omset penjualan kaset kosong juga meningkat, dalam bulan Januari saja tidak kurang dari 30.0000 kaset kosong yang terjual. Hal tersebut, dapat dikatakan bahwa lagu-lagu tersebut membangkitkan lagi kegemaran generasi muda untuk menyanyikan lagu-lagu Minang baik panggung terbuka ataupun pada fesvifal atau lomba lagu Minang yang belakangan ini sering dilaksanakan.27
Tahun 1993 melalui album perdananya
“Buruak Sisiak” di Pitunang Record akhirnya mencapai karirnya bernyanyi dan semakin naik ke tangga teratas lagu-lagu berirama Minang, kaset yang berlabel Kasiak Tujuah Muaro sampai saat ini telah beredar 8.000 copi, dan penyanyinya mendapatkan bonus sebuah rumah.28 Suksesnya Pitunang Record oleh penyanyi Zalmon, membuat Zalmon hanya bertahan dua album saja, karena banyak produser lain yang menginginkan merekamnya. Album Kasiak Tujuah Muaro adalah album box office terhebat yang pernah diproduksi untuk lagu-lagu Minang.
25Ibid, hal 140
26 “Kaset Zalmon Dibajak di Negeri Jiran”, Surat Kabar Singgalang, Minggu 26 Januari 1997
27 Agus Taher: Kasiak 7 Muaro Dibajak, Surat Kabar Harian Umum Semangat, Sabtu 5 Maret 1994
28 Zalmon “Ganggam Baro” Tidak
“Buruak Sisiak” Seperti Judul Albumnya, Surat Kabar Singgalang, Minggu 6 Februari 1994
Untuk lagu pop Minang yang bersampul Rilakan Nan Tamakan yang dinyanyikan oleh Rosnida tahun 1994 setelah suksesnya Zalmon juga meraih sukses dipasaran dan kalangan masyarakat Minang. Rhian D’Kincai menyebut lagu ini lagu terbaik karya Agus Taher dengan lagu Gamad pertama yang memakai Reffrein.29 Penyanyi kedua yang pernah menyanyikan Lagu Rilakan Nan Tamakan adalah Ody Malik yang juga merupakan penyanyi dari Pitunang Record di tahun 2000-an.
Tahun 1995 Anroys merupakan seorang pendatang baru yang bersuara merdu, para pengamat musik Minang meramalkan bakal menyamai popularitas Tiar Ramon dan Zalmon.30 Sekaligus munculnya Nedi gampo sebagai pemusik pendatang baru didalam merilis album, diantaranya album perdana Anroys yaitu Cinto Putiah Babungo Ungu dengan genre musik pop. Lagu tersebut tercatat karya Agus Taher di Pitunang Record yang mencapai puncak hits, bahkan menjadi gumam manis ditengah masyarakat, yang sudah digumamkan oleh hampir sebagian besar anak-anak muda didaerah ini.31
Pitunang Record yang diproduseri oleh Agus Taher hampir keseluruhan album/lagu- lagu hasil ciptaannya sendiri. Selama tahun 2000-an Pitunang Record disebut sebagai perusahaan rekaman yang memproduksi lagu-lagu yang bertemakan musibah/sebuah bencana yang pernah terjadi dimasa tersebut, kemudian termotivasi untuk membuat/menghasilkan lagu yang bisa dinikmati oleh masyarakat dan mengingat akan sebuah peristiwa yang pernah terjadi
29 Lagu Minang Yang Tidak Pernah Ditinggalkan Oleh Penggemarnya, Rosnida dalam Surat Kabar Haluan Minggu, Senin 15 Agustus 1994
Wawancara dengan Agus Taher dan Sexri Budiman Reffrein adalah pengulangan (klimaks), dengan irama/ musik telah berbentuk (sudah berbentuk kedua)
30 Karya Terbaik Agusli Taher, Surat kabar Singgalang, Minggu, 15 Oktober 1995
31Agusli Taher Profil Pencipta Lagu
“Gardu Depan”; Doktor Pertanian Yang Lebih Dikenal Sebagai Seniman, Surat Kabar Harian Umum Semangat, 12 Maret 1994
agar bisa diambil hikmahnya. Penyanyi tersebut adalah Ody Malik dan Ima Gampita yang hadir dan meraih sukses bagu pencinta musik Minang di masyarakat, Ody Malik yang disebut dengan teknik vokal suara yang hampir menyerupai Zalmon yakni Ratok (sedih). Lagu yang bertemakan musibah tersebut seperti Bancano Bukik Lantiak, Bancano Patuih Tongga, Gampo Badarah, Sibunian Bukik Sambuang yang mana lagu ini sebelumnya memperoleh juara satu pernah dinyanyikan Gamawan Fauzi pada festival
lagu
Minang bernafaskan islam di Solok.32Selanjutnya Ima Gampita merupakan penyanyi cilik yang hadir pada tahun 2000 dengan beberapa lagu bertemakan musibah/bencana alam yang pernah populer seperti Rimbo Aceh Panyabuang Nyao, Tsunami Aceh, dan Bancano Ranah Minang.
Kebetulan pada masa itu, beberapa kejadian sedang melanda daerah Minang, dan Agus Taher sebagai pencipta lagu dan produser berinisiatif menciptakan lagu bertemakan bencana alam, dan sebagai teguran bagi masyarakat Minang. Ima adalah seorang penyanyi cilik yang sering menjuarai Festifal, antara lain juara satu festival Pedati di Bukittinggi.33
Selain pop Minang yang bercirikan ratok yang membawakan kesuksesan, muncul genre musik yang berbeda dari sebelumnya yaitu Slow Rock Minang yang dibawakan oleh Febian berkarakter suara keras namun halus ketika lagu Katiko Cinto Musti Mangalah, Anak Jalanan, Pasrah Tak Rila yang dicatat sebagai lagu hit pada periode 2003-2006. Tahun 2009-2012, hadir pula penyanyi Elda yang langsung hadir sebagai penyanyi dendang papan atas ketika albumnya dirilis tahun 2010, dengan beberapa album diantaranya berisi 10 lagu dendang karya Agus Taher.
32 Wawancara dengan Agus Taher (pimpinan dan produser Pitunang Record). Tanggal 27 Oktober 2016 di Padang
33 Wawancara dengan Ima Gampita (penyanyi Minang). Tanggal 24 Januari 2017
1. Ikut Dalam Organisasi Rekaman Jika suatu perusahaan tidak masuk dalam satu organisasipun, sebagian produser akan mendapatkan sebuah pengakuan bahwa perusahaan tersebut berada dilingkungan industri yang semestinya dan bukan perusahaan yang terkucil atau mengucilkan diri sehingga sulit mendapatkan informasi perkembangan industri musik terbaru.34 Perusahaan rekaman Pitunang Record tergabung dalam anggota dan kepengurusan Asirindo. Asirindo adalah wadah produser Minang yang mandiri yang berpusat di Sumatera Barat dengan anggota tersebar di Sumatera Barat, Riau, Medan, Jambi, dan Jakarta. Dalam perkembangannya tidak semua perusahaan rekaman yang bergerak dalam rekaman lagu Minang menjadi anggota Asirindo. Karena kendala dalam persyaratan yang belum terpenuhi terutama adanya surat izin industri dari lembaga Pemerintah untuk sebuah perusahaan rekaman.
2. Produser yang Kreatif dan Karyanya
Agus Taher produser dari Pitunang Record juga merupakan sekretaris dari organisasi Asirindo.
a) Pencipta Lagu
Sebagai seorang produser rekaman dalam label perusahaan rekaman Pitunang Record, Agus taher disela kesibukannya juga menciptakan berbagai lagu Minang yang direkam oleh banyak penyanyi terutama penyanyi yang bernaung dilabel perusahaan rekamannya. Sudah lebih dari 400 lagu yang diciptakannya.
34 Wawancara dengan Agus Taher (pimpinan dan produser Pitunang Record). Tanggal 27 Oktober 2016 di Padang
b) Karyanya
Tabel 3: Prestasi yang diraih produser Pitunang Record
No
Prestasi Tahun
1
Citra Musik dari Gubernur Sumbar (Muchlis Ibrahim)1998
2
Anugerah Musik dari Gubernur Sumatera Barat (Zainal Bakar)2004
3
Nugraha BhaktiMusik Indonesia (Award Bergengsi Tingkat Nasional)
2005
4
Anugerah TuahSakato dari Gubernur
Sumatera Barat (Gamawan Fauzi)
2008
Sumber: Arsip (Sertifikat/piala) produser Pitunang Record
3. Respon Penyanyi dan Masyarakat Terhadap Pitunang Record
Penyanyi musik Minang juga memberikan respon yang positif terhadap lagu-lagu yang telah diproduksi Pitunang Record, sebagaimana yang dijelaskan dalam wawancara dengan seorang penyanyi Pitunang Record
“Uda manekuni dunia rekaman ko alah lamo sajak tahun 1994, itupun partamo kali uda balagu untuak diajak rekaman di Pitunang Record nan dipimpin pak Agus Taher nan uda idolakan. Album nan partamo itu judulnyo Cinto Putiah Babungo Ungu, alhamdulillah album tu cukuik sukses, sarato laku dipasaran. disinanlah untuak partamo kali uda dikenal urang sabagai penyanyi Minang. Indak
hanyo ciek album, alah banyak lagu/album uda di Pitunang Record dari tahun 1994 sampai kini. Salain dari uda panyanyi lain nan rekaman di Pitunang Record seperti Ody Malik, Dessy Shantya, Ima Gampita uda sangaik maapresiasi, soalnyo album-album nan dihasilkan pasti manjadi lagu nan capek dikenal urang, dan ndak kalah populer dari label perusahaan rekaman lain”.
“Abang menekuni dunia rekaman ini telah lama sejak tahun 1994, itupun pertama kali abang beryanyi untuk diajak rekaman di Pitunang Record yang dipimpin bapak Agus Taher yang abang idolakan.
Album yang pertama itu judulnya Cinto Putiah
Babungo Ungu,
alhamdulillah album itu cukup sukses, serta laku dipasaran. Disitulah untuk pertama kali abang dikenal orang sebagai penyanyi Minang. Tidak hanya satu album, telah banyak lagu / album abang di Pitunang Record dari tahun 1994 sampai sekarang. Selain dari abang penyanyi lainnya yang rekaman di Pitunang Record seperti Ody malik, Dessy Shantya, Ima Gampita yangmana uda sangat mengapresiasi, soalnya album-album yang dihasilkan pasti menjadi lagu yang cepat dikenal orang, yang tidak kalah populer dari label perusahaan rekaman lain.”35
35Wawancara dengan Anroys (penyanyi Minang). Tanggal 07 November 2016 di Padang
Beberapa masyarakat yang diwawancarai terkait Pitunang Record dan lagu-lagu hasil produksinya memang sangat merespon. Ketika disebutkan nama-nama para penyanyi mereka langsung mengetahui lagu-lagu yang pernah dinyanyikan. Seperti lagu Kasiak Tujuah Muaro, Rilakan Nan Tamakan, Bancano patuih Tongga, Tsunami Aceh, Cinto Putih Babungo Ungu, Katiko Cinto Musti Mangalah, Salamaik Pagi Minang Kabau, Pasrah tak Rila, Dendang Parintang dan lain-lain. Berikut kutipan salah satu wawancara dengan salah satu masyarakat terkait apa yang diketahui mengenai keberadaan Pitunang Record.
Informasi terkait didapat dari Rani dan Hasan.
“ Pitunang Record tau uni mah, apolagi jo apak Agus Taher, jadi apak tu yang punyo perusahaan rekaman tu. Nan uni tau samo penyanyi di Pitunang Record tu yo nan taka adiak kecean tadi (Zalmon, Androys), Ima nan acok bana uni mandanga lagunyo. Lagunyo sadiah jo manjiwai bana nyo malaguannyo taka lagu Tsunami Aceh.
“Iya kakak tahu dengan Pitunang Record, apalagi dengan bapak Agus Taher, jadi bapak Agus Taher yang mempunyai perusahaan rekaman tersebut. Yang kakak tahu dengan penyanyi Pitunang Record seperi yang adik disebutkan tadi.
Zalmon, Androys, Ima yang sering kakak mendengarkan lagunya. Lagunya sedih dan sangat menjiwai dalam menyanyikannya seperti lagu Tsunami Aceh.36”
“Iyo lai tau apak mah (Pitunang Record), apak
36Wawancara dengan Rani.
Tanggal 01 November 2016, di Limau Manih Padang
sabana mangidolakan panyanyi-panyanyinyo.
Diantaronyo Zalmon samo lagunyo Kasiak Tujuah Muaro, Ody Malik jo Fabian. Kalau Ody malik suaronyo maibo-ibo ampiang samo taka Zalmon, Fabian agak parau tapi merdu. Banyak apak mangoleksi kasetnyo ma.
Lagu nan apak suko banyak, antaronyo Jan Gamang Mainai Jari (Ody Malik), Anak Jalanan (Fabian.)”
“Iya bapak tahu (Pitunang Record), bapak sangat mengidolakan penyanyi-penyanyinya.
Diantaranya Zalmon dengan lagunya Kasiak Tujuah Muaro, Ody Malik dan Fabian. Kalau Ody Malik dengan karakter suaranya ratap/ sedih hampir
sama dengan Zalmon, Fabian sedikit serak tapi
merdu.Bapak banyak mengoleksi kasetnya. Lagu yang bapak suka banyak, antaranya Jan Gamang Mainai Jari (Ody Malik), Anak Jalanan (Fabian).37”
B. Strategi Perusahaan Rekaman Pitunang Record dalam Industri Rekaman di Sumatera Barat
1. Meningkatkan Kualitas Produk a. Kepiawaian dalam memilih
penyanyi
Banyak hal yang dapat menentukan kualitas dari sebuah produk rekaman, salah satunya adalah memilih seorang penyanyi. Paras dari seorang penyanyi juga sangat
37Wawancara dengan Hasan. Tanggal 01 November 2016, di Siteba Padang
menentukan, dan yang terpenting adalah suara. Mencari penyanyi yang memilik suara unik, serta karakter suara dari penyanyi yang dimiliki memiliki karakter suara yang berbeda- beda. Sehingga masyarakat lebih cepat mengenal, dan tidak memberikan kebosanan dari para pendengar.
b. Memilih/membuat lagu yang cocok dengan karakter vokal suara
Lagu yang bagus dan seharusnya sudah tepat dan pas untuk disodorkan kepada seorang penyanyi belum tentu lagu tersebut cocok untuk penyanyi tersebut. Ada kalanya lagu yang diciptakan bagus tetapi tidak dinyanyikan oleh penyanyi yang tepat, adakalanya lagu yang diciptakan tidak bagus tetapi dinyanyikan dengan baik oleh penyanyi, dan adakalanya lagu dan penyanyi sama bagus sehingga lagu tersebut populer dan diterima oleh masyarakat.38Oleh sebab itu pemilihan lagu sangatlah penting bagi seorang penyanyi, dan vokal suara atau karakter suara sangat menentukan dalam pemilihan lagu.
c. Menciptakan dan menghasilkan berbagai genre musik
Genre diciptakan untuk memberikan warna baru bagi pendengar dan penikmat musik, supaya tidak memberikan kebosanan dan kejenuhan. keragaman motif atau genre yang terdapat pada lagu Minang pada perusahaan Pitunang Record yaitu:
Pop Minang (khas Ratok): Kasiak Tujuah Muaro, Cinto Putiah Babungo Ungu, Lapeh Bimbiang Tangan Gamad: Rilakan Nan Tamakan Dendang Darek: Dendang Parintang Minang Slow Rock: Katiko Cinto Musti Mangalah, Pasrah Tak Rila, Anak Jalanan Dangdut Minang: Sadang Iyo Baindakkan
Indang Piaman: Baputiah Mato
38Alan Agvio, Sexri Budiman Sebagai Pencipta Lagu Minang Tahun 1974 - 2014:
Tinjauan Biografi. Skripsi. Padang: Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat, 2015. Hal 2
Rabab: Dek Tabu Raso Timbarau Dendang Pauah: Lai Tabao Batinggakan
Minang melayu: Hanyo Tingga Pusaro39
2. Strategi Menghadapi Kompetitor Kompetitor merupakan orang-orang yang saling bersaing antar lawan dari pekerja/pembisnis, para kompetitor saling berlomba untuk memojokkan atau berusaha mengalahkan lawan, persaingan menjadi hal mutlak yang harus dihadapi oleh para pebisnis. Strategi kompetitor dalam merebut pasar tak jarang membuat pebisnis panik.
Persaingan yang terjadi antar perusahaan rekaman dengan kompetisi yang keras dalam industri musik Minang.
Perusahaan rekaman Pitunang Record menghadapi dengan sebuah kiat khusus yaitu Agus Taher sebagai produser dan pencipta lagu terhadap album/lagu yang pernah dinyanyikan oleh penyanyi yang berada dilabel perusahaan rekamannya tidak mengizinkan lagunya untuk dinyanyikan oleh penyanyi yang tidak berada/bernanung dilabel Pitunang Record, Terutama lagu yang pernah populer dinyanyikan penyanyi sebelumnya. Sehingga apabila direkam kembali oleh penyanyi lain yang berada di label perusahaan rekaman lain akan menghilangkan kepopuleran tersendiri bagi penyanyi sebelumnya. Hal ini akan memberikan dampak yang merugikan bagi perusahaan rekaman tersebut. Baik bagi para penyanyi maupun produser. Begitupun sebaliknya Pitunang Record tidak akan merekam lagu-lagu yang pernah direkam oleh label perusahaan rekaman lain. Karena akan memberikan kejenuhan selera pasar.
Sebab lagu yang direkam dan dihasilkan lagu-lagu itu saja.40 Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bisnis yaitu daya jual album itu sangat ditentukan oleh penyanyi/kualitas suara, lagu, pemusik, dan studio rekaman.
39 Wawancara dengan Agus Taher (pimpinan dan produser Pitunang Record). Tanggal 10 November 2016 di Padang
40 Wawancara dengan Agus Taher (pimpinan, dan produser perusahaan rekaman Pitunang Record). Tanggal 10 November 2016, di Lubuk Kilangan Padang
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Perusahaan rekaman Pitunang Record berdiri diatas izin industri tahun 1993, Kemunculan Pitunang Record inilah disebut sebagai era kedua kebangkitan kembali industri musik Minang di Sumatera Barat, karena mampu lepas dari bisnis rekaman yang dikuasai oleh perusahaan rekaman Tanama record pada tahun 1970an-1980an.
Maka Pitunang Record dikenal sebagai perusahaan rekaman pertama yang bisa sukses bersaing dengan perusahaan rekaman ternama.
Eksistensi perusahaan rekaman Pitunang Record dapat dilihat dari perjalanan karir musiknya dalam industri rekaman yang telah banyak melahirkan penyanyi-penyanyi populer yang dikenal oleh masyarakat dan album/lagu yang membangkitkan kembali musik Minang di sumatera Barat. Hal ini dikarenakan dengan suatu perubahan yang dipelopori oleh tiga orang pada saat album Kasiak Tujuah Muaro dirilis, dan beberapa lagu lainnya seperti Rilakan Nan Tamakan (Rosnida), Cinto Putiah Babungo Ungu (Anroys), Gampo Badarah (Ody Malik), Bancano Ranah Minang (Ima Gempita), Katiko Cinto Musti Mangalah (Febian). Hal ini memicu lahirnya perusahaan-perusahaan rekaman lain, produser, pemusik, penyanyi maupun pencipta lagu.
Menjalani bisnis dalam industri rekaman banyak berbagai rintangan dan kendala yang menghadapi ditengah banyaknya persaingan dengan perusahaan rekaman lain, dan untuk tetap berada dan dikenal oleh masyarakat harus banyak menemukan inovasi-inovasi baru dalam pengetahuan berbisnis rekaman. Strategi dalam mempertahankan keberadaan dan eksisnya dalam dunia rekaman dengan menjalankan fungsi dan kiat-kiat khusus baik itu dalam meningkatkan kualitas produk rekaman dan strategi menghadapi kompetitor.
B. Saran
Terkait dengan tema penelitian, adapun beberapa hal yang dapat disarankan dalam penelitian ini adalah:
1. Agar setiap perusahaan rekaman dapat mempertahankan keberadaan dan selalu eksis dalam industri rekaman hiburan
2. Diharapkan bagi para seniman Minang agar dapat menghasilkan karya-karya dalam bermusik agar tetap menjaga kualitas musik Minang dan tetap menjaga unsur musik Minangkabau.
3. Diharapkan untuk seluruh masyarakat Minang agar selalu mencintai dan mendengarkan musik - musik Minang
DAFTAR PUSTAKA A. Arsip / Dokumen
Satu Rangkap Surat Tanda Pendaftaran Industri Kecil
Satu Rangkap Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
B. Buku
Agusli Taher, Perjalanan Panjang Musik Minang Modern. (Cirebon: Sindang Laut, 2016)
David Ellefson, Making Musik Your Business, Panduan Memasuki Bisnis Musik, (Jakarta: PT. gramedia Pustaka Utama, 2003)
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( Jakarta: Balai Pustaka, 1989) Francis Tantri, Pengantar Bisnis, (Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada, 2010 Karina Andjani, Apa itu musik,(Serpong
Tangerang: Pascawacana Albertus Harsawibawa, 2014)
Louis Gottschalk, Mengerti Sejarah (Jakarta: UI pers, 1989)
Nooryan Bahari, Kritik Seni Wacana, Apresiasi, dan Kreasi, (Yokyakarta:
Pustaka Pelajar, 2008),
Rahman Putra, Pengantar Akuntansi 1, ( Jakarta: Erlangga, 2013)
Weiss Mitch dan Gaffney Perri, Managing Artists in Pop Music, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2005)
C. SKRIPSI
Dean Stales Yori, 2014. Orkes Gumarang:
Pelopor Musik Minang Modern Tahun 1953-1980. Skripsi. STKIP PGRI Padang Sumatra Barat.
Fazlur Rahman, Eksistensi Lime Stone Band PT. Semen Padang 1970-1998.
Skripsi. Unand Padang: Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya. 2011 Yus Amri, 2005. Perkembangan Musik Pop
Minang Dalam Kurun Waktu 1980an Sampai 2000an (Bidang Sosial). Skripsi. STKIP PGRI Padang Sumatra Barat.
E. KORAN
Agusli Taher Profil Pencipta Lagu “Gardu Depan”; Doktor Pertanian Yang Lebih Dikenal Sebagai Seniman, Surat Kabar Harian Umum Semangat, 12 Maret 1994
Agus Taher: Kasiak 7 Muaro Dibajak, Surat Kabar Harian Umum Semangat, Sabtu 5 Maret 1994
Kaset Zalmon Dibajak di Negeri Jiran, Surat Kabar Singgalang, Minggu 26 Januari 1997
Karya Terbaik Agusli Taher, Surat kabar Singgalang, Minggu, 15 Oktober 1995
Lagu Minang Yang Tidak Pernah Ditinggalkan Oleh Penggemarnya, Rosnida dalam Surat Kabar Haluan Minggu, Senin 15 Agustus 1994 Zalmon “Ganggam Baro” Tidak “Buruak
Sisiak” Seperti Judul Albumnya, Surat Kabar Singgalang, Minggu 6 Februari 1994