• Tidak ada hasil yang ditemukan

ELEMEN 9 “Perangkat Lunak Gambar Teknik Listrik”

N/A
N/A
HANK

Academic year: 2024

Membagikan "ELEMEN 9 “Perangkat Lunak Gambar Teknik Listrik” "

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Elemen 9 DDK (Perangkat Lunak Gambar Teknik Listrik)

Instalasi Listrik Komersial (Universitas Negeri Yogyakarta)

Elemen 9 DDK (Perangkat Lunak Gambar Teknik Listrik)

Instalasi Listrik Komersial (Universitas Negeri Yogyakarta)

(2)

TEKNIK

KETENAGALISTRIKAN

ELEMEN 9

Perangkat Lunak Gambar Teknik Listrik

KELAS X

SMK TUJUH LIM A 1

PURW OKERTO

(3)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

MODUL AJAR DASAR-DASAR KETENAGALISTRIKAN

1. Informasi Umum a. Identitas

Nama Penyusun Sekolah

Tahun

Jenjang Sekolah Kelas

Alokasi Waktu Jumlah Pertemuan

b. Kata Kunci 1. Perangkat Lunak 2. Gambar Teknik Listrik c. Kode Perangkat M.9.2_A.9.2

d. Jumlah Peserta Didik maksimal 36 peserta didik

e. Moda Blended

f. Profil Pelajar Pancasila Beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak Mulia, Mandiri, Bernalar Kritis g. Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik diharapkan mampu memahami

standarisasi dan normalisasi gambar ketenagalistrikan sesuai Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL)

2. Peserta didik diharapkan mampu memahami konsep dan aturan gambar teknik ketenagalistrikan sesuai standar yang berlaku.

3. Peserta didik diharapkan mampu menggunakan garis-garis gambar teknik berdasarkan bentuk dan fungsi garis

4. Peserta didik diharapkan mampu menerapkan simbol huruf, simbol angka, dan etiket gambar Teknik Ketenagalistrikan

5. Peserta didik diharapkan mampu menerapkan simbol simbol listrik dan elektronika sesuai standar yang berlaku.

6. Peserta didik diharapkan mampu membuat dan menginterpretasikan gambar kerja pada bidang Ketenagalistrikan menggunakan software aplikasi.

h. Sarana dan Prasarana Buku Teks, PPT, Google Meet, Grup WhatsApp, Laptop, PC, Software Gambar Teknik, Google Classroom.

: Sudarto, S.Pd

: SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto : SMK

: X Teknik Ketenagalistrikan : 24 JP (6 x 45 menit)

: 4 Pertemuan @ 6 JP

(4)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

i. Karakteristik Peserta Didik 1. Siswa mengetahui tentang praktek dasar terkait dengan proses kerja dan teknologi yang diaplikasikan dalam bidang ketenagalistrikan (pada aspek intelektual).

2. Siswa cenderung memiliki energi yang besar, emosi berkobar-kobar, sedangkan pengendalian diri belum sempurna (pada aspek emosional).

3. Penghayatan dan pelaksanaan kehidupan keagamaan sehari-hari mulai dilakukan atas dasar kesadaran dan pertimbangan hati nuraninya serta mulai menemukan pegangan hidup dan jati diri yang definitive (aspek spiritual).

j. Materi Ajar 1. Standarisasi, normalisasi, konsep, dan aturan gambar teknik ketenagalistrikan sesuai standar yang berlaku

2. Garis-garis gambar teknik berdasarkan bentuk, fungsi garis, simbol huruf, simbol angka, dan etiket gambar Teknik Ketenagalistrikan

3. Mempresentasikan materi tentang simbol simbol listrik dan elektronika sesuai standar yang berlaku serta pengenalan Software aplikasi gambar kerja pada bidang ketenagalistrikan

4. Gambaran praktik membuat gambar kerja pada bidang ketenagalistrikan

2. Komponen Inti

a. Pemahaman Bermakna Pemahaman terkait gambar kerja akan menunjang kompetensi peserta didik dalam bidang ketenagalistrikan

b. Pertanyaan Pemantik 1. Menurut kalian, apa yang akan terjadi jika dalam membuat sebuah benda tanpa adanya gambar kerja?

2. Pekerjaan apa yang akan kalian dapatkan dengan berbekal pemahaman tentang gambar teknik,?

c. Kegiatan pembelajaran Pertemuan 1 (Daring sinkron dan asinkron) 1. Asinkron (Google Classroom/GC)

a) Guru membuat daftar hadir, upload materi dan upload LKPD untuk materi standarisasi, normalisasi, konsep, dan aturan gambar teknik ketenagalistrikan sesuai standar yang berlaku.

b) Eksplorasi konsep: siswa mengakses GC, mendownload dan mempelajari

(5)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

materi lalu mengerjakan LKPD yang sudah disediakan formatnya.

2. Sinkron (Google Meet) Pendahuluan

a) Salam

b) Memberi motivasi dan apersepsi kepada peserta didik untuk mengawali

pembelajaran

c) Menyampaikan tujuan pembelajaran d) Asesmen diagnostik (kognitif dan non

kognitif) Inti

a) Mulai dari diri: guru mengajukan pertanyaan pemantik, peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Guru memberikan gambaran materi pembelajaran pada pertemuan kali ini secara umum.

b) Ruang kolaborasi: guru membentuk kelompok peserta didik untuk mengkaji materi pembelajaran pada pertemuan kali ini.

c) Elaborasi pemahaman: setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya d) Koneksi antar materi: setiap kelompok

membuat laporan hasil identifikasi sesuai dengan materi yang sudah didiskusikan

e) Aksi nyata: peserta didik mengirim laporannya ke Google Classroom sebagai bahan penilaian.

Penutup

a) Guru memberikan kesimpulan dari serangkaian kegiatan pembelajaran b) Peserta didik melakukan refleksi materi

yang sudah dipelajari

c) Memberikan tugas observasi lebih lanjut di lingkungan sekitar secara

berkelompok berdasarkan LKPD yang sudah disediakan pada Google

Classroom.

Pertemuan 2 (Daring sinkron dan asinkron) 1. Asinkron (Google Classroom/GC)

a) Guru membuat daftar hadir, upload materi dan upload LKPD untuk materi garis-garis gambar teknik berdasarkan bentuk, fungsi garis, simbol huruf, simbol angka, dan etiket gambar Teknik Ketenagalistrikan.

b) Eksplorasi konsep: siswa mengakses GC, mendownload dan mempelajari

(6)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

materi lalu mengerjakan LKPD yang sudah disediakan formatnya.

2. Sinkron (Google Meet) Pendahuluan

a) Salam

b) Memberi motivasi dan apersepsi kepada peserta didik untuk mengawali

pembelajaran

c) Menyampaikan tujuan pembelajaran d) Asesmen diagnostik (kognitif dan non

kognitif) Inti

a) Mulai dari diri: guru mengajukan pertanyaan pemantik, peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Guru memberikan gambaran materi pembelajaran secara umum.

b) Ruang kolaborasi: guru membentuk kelompok peserta didik untuk membahas tentang materi pada pertemuan kali ini.

c) Elaborasi pemahaman: setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya d) Koneksi antar materi: setiap kelompok

membuat laporan hasil identifikasi sesuai dengan materi yang sudah didiskusikan

e) Aksi nyata: peserta didik mengirim laporannya ke Google Classroom sebagai bahan penilaian.

Penutup

a) Guru memberikan kesimpulan dari serangkaian kegiatan pembelajaran b) Guru dan Peserta didik melakukan

refleksi materi yang sudah dipelajari c) Memberikan tugas observasi lebih lanjut

di lingkungan sekitar secara

berkelompok berdasarkan LKPD yang sudah disediakan pada Google

Classroom.

Pertemuan 3 (Luring) Pendahuluan

a) Salam

b) Memberi motivasi dan apersepsi kepada peserta didik untuk mengawali pembelajaran c) Menyampaikan tujuan pembelajaran

d) Asesmen diagnostik (kognitif dan non kognitif)

Inti

a) Mulai dari diri: guru mengajukan pertanyaan pemantik, peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Guru mempresentasikan

(7)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

materi tentang simbol simbol listrik dan elektronika sesuai standar yang berlaku serta pengenalan Software aplikasi gambar kerja pada bidang ketenagalistrikan.

b) Ruang kolaborasi: guru meminta peserta didik untuk membentuk kelompok untuk membahas materi pada pertemuan kali ini dan diteruskan pengenalan software aplikasi gambar kerja.

c) Elaborasi pemahaman: setiap kelompok melakukan presentasi terkait materi pada pertemuan kali ini

d) Koneksi antar materi: setiap kelompok membuat laporan hasil identifikasi sesuai dengan materi yang sudah didiskusikan e) Aksi nyata: peserta didik menyampaikan

laporan hasil identifikasi di depan kelas Penutup

a) Guru memberikan kesimpulan dari serangkaian kegiatan pembelajaran

b) Guru dan Peserta didik melakukan refleksi materi yang sudah dipelajari

c) Memberikan tugas untuk persiapan kegiatan praktik pertemuan selanjutnya

Pertemuan 4 (Luring) Pendahuluan

a) Salam

b) Memberi motivasi dan apersepsi kepada peserta didik untuk mengawali pembelajaran c) Menyampaikan tujuan pembelajaran

d) Asesmen diagnostik (kognitif dan non kognitif)

Inti

a) Mulai dari diri: guru mengajukan pertanyaan pemantik, peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Guru memberikan gambaran praktik membuat gambar kerja pada bidang ketenagalistrikan.

b) Ruang kolaborasi: guru membuat gambar kerja sederhana dan diikuti oleh peserta didik.

c) Elaborasi pemahaman: Peserta didik

membuat gambar kerja sesuai dengan contoh dan pengembangannya

d) Koneksi antar materi: setiap peserta didik membuat laporan hasil praktik sesuai dengan hasil pembuatan gambar kerja

e) Aksi nyata: peserta didik menyampaikan laporan hasil praktik di depan kelas Penutup

a) Guru memberikan kesimpulan dari serangkaian kegiatan pembelajaran

b) Guru dan Peserta didik melakukan refleksi

(8)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

materi yang sudah dipelajari

c) Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat laporan portofolio hasil praktiknya

d. Asesmen Jenis:

Asesmen diagnostic (kognitif dan non kognitif) Asesmen formatif

Asesmen sumatif Teknik:

Observasi Penugasan Praktik Instrumen:

Lembar kerja peserta didik Lembar observasi

Portofolio

e. Pengayaan dan Remidial Memberikan bimbingan pada peserta didik yang belum memahami materi

Memberikan pengayaan informasi bagi peserta didik yang sudah memahami materi

f. Refleksi Guru

1. Apakah dalam membuka pelajaran dan memberikan penjelasan teknis atau intruksi yang disampaikan untuk pembelajaran yang akan dilakukan dapat dipahami oleh peserta didik?

2. Bagian manakah pada rencana pembelajaran yang perlu diperbaiki?

3. Bagaimana tanggapan peserta didik terhadap materi atau bahan ajar, pengelolaan kelas, latihan dan penilaian yang telah dilakukan dalam pembelajaran?

4. Apakah dalam berjalannya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan?

5. Apakah arahan dan penguatan materi yang telah dipelajari dapat dipahami oleh peserta didik?

Siswa

(9)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

1. Apakah kamu memahami intruksi yang dilakukan untuk pembelajaran?

2. Apakah media pembelajaran, alat dan bahan mempermudah kamu dalam pembelajaran?

3. Apakah materi yang disampaikan, didiskusikan, dan dipresentasikan dalam pembelajaran dapat kamu pahami?

4. Manfaat apa yang kamu peroleh dari materi pembelajaran?

5. Sikap positif apa yang kamu peroleh selama mengikuti kegiatan pembelajaran?

6. Kesulitan apa yang kamu alami dalam pembelajaran?

7. Apa saja yang kamu lakukan untuk belajar yang lebih baik?

(10)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

Lampiran

(11)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

MATERI AJAR

(12)

11 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

A. Fungsi Gambar Teknik

Fungsi gambar teknik salah satunya untuk menyampaikan informasi, Gambar teknik merupakan alat untuk menyatakan gagasan atau ide ahli teknik.

Gambar Teknik = Bahasa Teknik Tata Bahasa Teknik = Standar Gambar

Gambar Teknik dikenali oleh seluruh perusahaan yang berbeda karena memiliki standar gambar tertentu. Gambar teknik merupakan dokumen yang berisi mengenai data-data penting suatu produk yang tercantum secara padat.

Gambar 1 contoh hasil gambar kerja dengan perangkat lunak https://www.nrc.gov/docs/ML1025/ML102530301.pdf

(13)

12 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

B. Standarisasi Huruf dan Angka

Gambar teknik mempunyai tujuan menjelaskan maksud pelaksanaan dalam kegiatan teknik, atau menuntun suatu kegiatan keteknikan pada umumnya. Karena itu mengandung suatu petunjuk yang berfungsi penting dalam kegiatan penyelesaian keteknikan.

Untuk melengkapi keterangan-keterangan pada gambar teknik supaya tidak terjadi salah tafsir maka perlu adanya keterangan berupa huruf, angka serta lambang-lambang teknik dalam susunan yang meyakinkan.

Ciri-ciri yang perlu pada huruf dan angka pada gambar teknik,:

1. Jelas.

2. Seragam.

3. Dapat dibuat microfilmnya, atau cara reproduksi lainnya.

4. Huruf dan angka gambar teknik senantiasa menjadi cara untuk menunjukan maksud dan tujuan gambar teknik yang bersangkutan sejelas-jelasnya.

5. Huruf dan angka gambar teknik selain berfungsi seperti diatas, juga akan menjadi hiasan bagi gambar teknik itu. Oleh sebab itu posisi gambar maupun huruf dan angka perlu diatur sedemikian rupa sehingga mudah dibaca.

6. Pada dasarnya bentuk huruf dan angka gambar teknik dapat digolongkan menjadi dua:

a. Huruf dan angka untuk gambar teknik bangunan.

b. Huruf dan angka untuk gambar teknik mesin dan listrik.

7. Huruf dan angka tersebut dapat dibuat tegak atau miring. Gambar berikut memberikan contoh ukuran bentuk huruf dan angka yang sudah dinormalisir.

(14)

13 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

Gambar 2 Contoh Bentuk Huruf dan Angka Standard

Sumber : https://www.slideshare.net/yasar_arcy/teknik-gambar-listrik

C. Standarisasi Garis Gambar

Lembar garis ialah 10 % tinggi tulisan. Bila anda menggambar dengan tinta cina atau komputer, lebar garis ini dapat diberikan sebelumnya, misalnya: tinggi tulisan 5 m, lebar garis 0,5 mm. Pada penggambaran dengan pensil, lebar garis diperkirakan dari penglihatan, sedangkan lebar atau tebal garis dengan tinta atau CAD/Software Aplikasi ditampilkan dibawah ini.

(15)

14 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

Tabel 1 Lebar Garis Menurut Standar CAD/ Software Aplikasi

Sumber : https://www.slideshare.net/yasar_arcy/teknik-gambar-listrik

Dalam gambar teknik dipergunakan beberapa jenis garis, yang masing-masing mempunyai arti dan penggunaannya sendiri. Oleh karena itu penggunaannya harus sesuai dengan maksud dan tujuannya. Ada lima jenis garis gambar, yaitu :

1. Garis Gambar: Untuk membuat batas dari bentuk suatu benda dalam gambar 2. Garis Bayangan: Berupa garis putus-putus dengan ketebalan garis 1/2 tebal garis

biasa. Digunakan untuk membuat batas sesuatu benda yang tidak tampak langsung oleh mata.

3. Garis Hati: Berupa garis “strip, titik, strip, titik“ dengan ketebalan garis 1/2 garis biasa. Garis ini misalnya digunakan untuk menunjukkan sumbu suatu benda yang digambar.

(16)

15 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

4. Garis Ukuran: Berupa garis tipis dengan ketebalan 1/2 dari tebal garis biasa.

Garis ini digunakan untuk menunjukkan ukuran suatu benda atau ruang. Garis ukuran terdiri dari garis petunjuk batas ukuran dan garis petunjuk ukuran. Garis petunjuk batas ukuran dibuat terpisah dari garis batas benda, dengan demikian maka tidak mengacaukan pembaca gambar. Sedang garis petunjuk ukuran dibuat dengan ujung pangkalnya diberi anak tanda panah tepat pada garis petunjuk batas ukuran.

5. Garis Potong: Garis ini berupa garis “strip,titik,titik,strip” dengan ketebalan 1/2 tebal garis biasa. Semua gambar teknik yang dikehendaki dengan pemotongan, batas potongan harus di garis dengan garis potong ini.

Jenis garis menurut tebalnya ada tiga macam, yaitu: garis tebal, garis sedang dan garis tipis. Ketiga jenis tebal garis ini menurut standar ISO memiliki perbandingan! : 0,7 ; 0,5.

Tebal garis dipilih sesuai besar kecilnya gambar, dan dipilih dari deretan tebal berikut: 0, 18; 0, 25; 0, 35; 0, 5; 0, 7; 1; 1 4; dan 2 mm. Karena kesukaran-kesukaran yang ada pada cara reproduksi tertentu, tebal 0, 18 sebaiknya jangan dipakai. Pada umumnya tebal garis adalah 0, 5 atau 0, 7.

Jarak minimum antara garis-garis (jarak antara garis tengah garis) sejajar termasuk arsir, tidak boleh kurang dari tiga kali tebal garis yang paling tebal dari gambar.

Dianjurkan agar ruang antara garis tidak kurang dari 0,7 mm.

Penggunaan Garis

Penggunaan gari-garis ini disamping yang telah diuraikan diatas, Tabel berikut memperlihatkan contoh-contoh penggunaan garis menurut standar ISO.

(17)

16 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

Gambar 3 Jenis-Jenis Garis

Sumber : https://www.geraiteknologi.com/2021/04/jenis-jenis-garis-pada-gambar-teknik.html

Gambar 4 jarak antar garis

Sumber : https://www.slideshare.net/yasar_arcy/teknik-gambar-listrik

(18)

17 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

D. Garis-garis yang berimpit

Bila dua garis atau lebih yang berbeda-beda jenisnya berimpit, maka penggambarannya harus dilaksanakan sesuai dengan prioritas seperti gambar berikut :

1. Garis gambar (garis tebal kontinyu, jenis A) 2. Garis tidak tampak (garis gores sedang, jenis D)

3. Garis potong (garis bertitik, yang dipertebal ujung-ujungnya dan tempat-tempat perubahan arah, jenis F)

4. Garis-garis sumbu (garis bertitik, jenis E)

5. Garis bantu, garis ukur dan garis arsir (garis tipis kontinyu, jenis B).

E. Skala Gambar

Setiap jenis gambar mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Ada yang kecil dan ada yang besar. Oleh karena itu sering kali tidak memungkinkan menggambar suatu gambar dalam kertas gambar ukuran tertentu, dalam ukuran sebenarnya. Untuk ini ukuran gambar harus diperkecil jika bendanya besar, dan harus diperbesar jika bendanya terlalu kecil.

Pengecilan atau pembesaran gambar dilakukan dengan skala tertentu. Skala adalah perbandingan ukuran linear pada gambar terhadap ukuran linear dari benda sebenarnya.

Ada tiga macam skala gambar, yaitu:

1. Skala pembesaran

Skala pembesaran digunakan jika gambarnya dibuat lebih besar dari pada benda sebenarnya. Umpamanya jika bendanya kecil dan rumit seperti misalnya rangkaian kontrol pada lampu jalan, maka harus menggunakan skala pembesaran untuk menggambarkan rangkaian ini. Penunjukan untuk skala pembesaran adalah:

x: 1, sedangkan ukuran lengkap yang dianjurkan adalah: 50: 1 ; 20: 1 ; 10: 1 5: 1

; 2: 1

2. Skala penuh

Skala penuh dipergunakan bilamana gambarnya dibuat sama besar dengan benda sebenarnya. Skala ini dianjurkan untuk sedapat mungkin dipergunakan, agar supaya dapat membayangkan benda yang sebenarnya, atau untuk memudahkan pemeriksaan. Penunjukkan skala penuh adalah 1: 1.

3. Skala pengecilan

Skala pengecilan dipergunakan bilamana gambarnya dibuat lebih kecil daripada gambar yang sebenarnya, sedangkan penunjukkannya adalah 1: x.

(19)

18 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

Berikut ini daftar penunjukkan skala pengecilan yang dianjurkan :

1: 2 1: 5 1: 10

1: 20 1: 50 1: 100

1: 200 1: 500 1: 1000

1: 2000 1: 5000 1: 10000

Bila dibuat pada skala besar, pada saat gambar diperkecil dianjurkan untuk mengacu ke format DIN (Deutsche Industrie Norma/norma industri Jerman) sehingga detail-detail akan tampak jelas.

F. Tingkat pengecilan

Pada penggunaan format DIN, tingkat pengecilan ke format DIN berikutnya dengan foto kopi ialah 70,7%, misalnya dari DIN A3 menjadi DIN A4.

1. Tingkat pembesaran

Untuk pembesaran dari format DIN ke format DIN yang berikutnya yang lebih besar, digunakan tingkat pembesaran 141,4%, misalnya dari DIN A4 menjadi DIN A3. Pengecilan maupun pembesaran ini diatur secara otomatis pada mesin fotokopi.

a. Diagram

Diagram boleh memperlihatkan bagian dari bermacam-macam jaringan listrik, instalasi listrik, kelompok peralatan listrik yang saling berhubungan atau bersambungan.

b. Chart

Chart dapat dapat menggambarkan hubungan antara : 1. Perbedaan kerja

2. Kerja dan waktu

3. Kerja dan jumlah yang dihasilkan 4. Pernyataan dan beberapa bagian.

c. Table

Table adalah penempatan atau penambahan diagram atau chart.

G. Pengelompokan Diagram

Pengelompokan menurut tujuan digunakan untuk : 1. Menerangkan diagram

2. Menerangkan grafik dan tabel

(20)

19 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

3. Menerangkan diagram pengawatan 4. Menerangkan diagram cetak.

Diagram merupakan cara untuk menerangkan suatu bab pelajaran, sehingga dapat mengerti fungsi dari tiap peralatan suatu instalasi.

1. Blok diagram.

Diagram ini adalah diagram yang paling sederhana untuk dimengerti tentang prinsip bekerjanya. Dalam diagram ini instalasi atau equipmen dihubungkan bersama dengan digambarkan simbol-simbol, kotak atau gambar tanpa memperlihatkan titik sambung.

2. Circuit diagram

Diagram ini menerangkan circuit /hubungan dari suatu peralatan secara terperinci. Hal ini ditunjukkan dengan simbol suatu instalasi tentang hubungan kelistrikan yang berhubungan dengan cara kerjanya.

3. Diagram pengawatan atau daftar pengawatan

Diagram pengawatan diperlukan sebagai petunjuk dalam membuat dan memeriksa suatu hubungan pada suatu instalasi.

4.Diagram lokasi

Diagram lokasi memuat bagian-bagian keterangan tentang letak peralatan listrik misalnya terminal blok, stop kontak, modul-modul, dan sebagainya.

H. Diagram Rangkaian

Diagram rangkaian harus :

1. Menerangkan fungsi dari peralatan listrik atau bagian-bagiannya, bila perlu dengan keterangan/uraian atau tambahan.

2. Melengkapi data-data dalam mempersiapkan rangkaian diagram atau daftar.

3. Kesempatan memeriksa dan tempat-tempat terjadinya kesalahan. Tambahan dokument misalnya: buku-buku petunjuk, pengawatan, diagram lokasi atau daftar dapat diselipkan.

Isi diagram rangkaian

Diagram rangkaian harus menggambarkan simbol-simbol gambar, sambungan kelistrikan serta fungsi kekhususan dengan tidak terpengaruh oleh ukuran sebenarnya, bentuk atau letak dari pada bagian itu. Diagram harus cocok dengan rangkaian fungsinya.

Penyederhanaan diizinkan dalam beberapa hal :

(21)

20 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

1. Garis tunggal dapat sebagai pengganti seluruh rangkaian atau bagian bila hal ini berguna dalam tujuan-tujuan tertentu.

2. Bagian dari diagram rangkaian dapat diganti dengan diagram blok atau dengan garis lurus demi ruangan untuk memberikan penjelasan. Dalam hal ini buku- buku petunjuk dilampirkan guna memberikan keterangan-keterangan yang terperinci dari diagram rangkaian.

3. Bila rangkaian khusus perlu diulang. Hal ini lebih sempurna bila ditunjukkan rangkaian terperinci dengan petunjuk penempatan pada rangkaian lain.

4. Bila rangkaian lain diperlukan untuk menerangkan rangkaian yang bersangkutan, hal ini dapat diperlihatkan dalam bentuk-bentuk yang sederhana dengan menggunakan dengan buku-buku petunjuk yang ada hubungannya dengan diagram.

I. Pengelompokkan Berdasarkan Cara Penyajian 1. Cara penyajian dibedakan menjadi :

a) Jumlah kawat, perlengkapan atau peralatan yang ditunjukkan oleh satu simbol.

b) Pengaturan simbol yang menunjukkan element atau bagian dari perlengkapan listrik.

c) Penempatan simbol sesuai dengan lay out dari gambar nyata.

2. Jumlah kawat

a) Sesuai dengan jumlah penghantar dari peralatan listrik yang ditunjukkan dengan pengawatan tunggal, dapat diberikan dua cara penyajian :

1. Penyajian garis tunggal. Dua atau lebih penghantar dapat digambarkan dengan garis tunggal. Seperti dijelaskan pada gambar berikut

2. Penyajian dengan garis banyak. Tiap kawat digambar oleh garisnya sendiri.

J. Layout

Hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan rangkaian diagram adalah memindahkan layout yang jelas dengan keterangan yang diperlukan. Garis yang menunjukkan kawat pada diagram harus lurus dengan sedikit menggaris dengan simpang siur. Rangkaian khusus dapat digambarkan tegak lurus atau melintang.

(22)

21 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

Gambar 5. Rangkaian tegak lurus dan melintang

Sumber : Chudhori, Modul Pembelajaran List.Inst./ 6 / 04 / SMK / 2007

K. Pengelompokan alat yang berfungsi.

Hal ini disarankan bahwa simbol untuk rangkaian elemen berdasarkan pada fungsinya, tidak harus pada susunan dan satuan yang sama. Bila mungkin dalam pengelompokan ini diatur urutannya. Rangkaian selayaknya digambar berurutan dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah.

L. Simbol-Simbol Listrik

Simbol teknik listrik bertujuan untuk menyingkat keterangan-keterangan dengan menggunakan gambar. Simbol listrik sangat penting untuk dipelajari dipahami karena hampir semua rangkaian listrik menggunakan simbol-simbol. Gambar simbol untuk teknik telah diatur oleh lembaga normalisasi atau standarisasi. Beberapa lembaga yang menormalisasi simbol-simbol listrik antara lain:

1. ANSI : American National Standard Institute 2. JIC : Joint International Electrical Association

3. NMEA : National Manufacturer Electrical Assotiation 4. DIN : Deutche Industrial Norm

5. VDE : Verband Deutcher Elektrotechniker 6. NEC : National Electrical Code

7. IEC : International Electrical Commission.

Meskipun banyak lembaga yang mengeluarkan simbol listrik, namun dalam normalisasinya telah diatur sedemikian rupa sehingga suatu simbol tidak mungkin mempunyai dua maksud atau dua arti, begitu sebaliknya dua gambar simbol mempunyai satu maksud (interpretasi ).

(23)

22 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

Diantara negara yang sudah maju industri kelistrikannya menentukan normalisasi sendiri, bahkan diikuti oleh dunia teknik pada umumnya. Contoh negara yang mempunyai normalisasi sendiri adalah Amerika dan Jerman.

Simbol listrik dari kedua negara tersebut agak berlainan bentuk maupun interpretasinya, namun semua itu dapat dipahami karena sama-sama bertujuan untuk memudahkan dan membuat lancar kegiatan teknik yang dihadapi. Gambar berikut memperlihatkan sebagian perbedaan simbol listrik dari Amerika dan Jerman.

Indonesia berdasarkan pertemuan yang diprakarsai oleh LIPPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) antara ilmuwan dan kalangan industri telah berhasil membuat standar simbol yang berhubungan dengan teknik listrik arus kuat. Hasil tentang simbol listrik ini telah dituangkan dalam buku PUIL 1977 (Peraturan Umum Instalasi Listrik) dan diperbaharui lagi dalam PUIL 1987, PUIL 2000, dan PUIL 2011 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik).

Lembaran berikut ini menerangkan grafik simbol menurut 4 standar yang berbeda-beda, yaitu German, Inggris, Amerika/Kanada dan simbol Internasional, sehingga dapat suatu perbandingan antara keempat standar simbol tersebut. Pada buku teknik terutama sering ditemui penggunaan simbol yang berbeda-beda, dan yang diterangkan pada lembaran berikut adalah yang sering digunakan baik pada peralatan industri maupun instalasi. Walaupun demikian dalam menggambar atau membuat diagram dianjurkan menggunakan simbol Internasional, sebagai mana yang telah digariskan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

(24)

23 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

(25)

24 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

Gambar 5 perbedaan gambar IEC dan NEMA

Sumber : https://www.scribd.com/doc/291886912/Perbandingan-Gambar-Skematic-NEMA-dan-IEC

(26)

25 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

M. Mengatur simbol-simbol

Berdasarkan pengaturan penyajian simbol-simbol dari bagian atau peralatan listrik, terdapat beberapa cara penyajian :

1. Penyajian merakit.

Simbol-simbol untuk bagian yang berbeda dari suatu perlengkapan atau instalasi, digambarkan berdekatan seperti pada gambar.

2. Penyajian semi assembled (Setengah merakit).

Simbol untuk bagian-bagian yang berbeda dari sebuah peralatan listrik atau instalasi, dipisahkan, dan diatur sedemikian rupa, sehingga antara simbol-simbol mekanik dan bagian yang bekerja bersamaan dapat digambar dengan mudah.

3. Penyajian yang terpisah.

Simbol-simbol untuk bagian-bagian yang berbeda dari suatu peralatan listrik, dipisahkan dan diatur sedemikian rupa sehingga rangkaian mudah diikuti.

4. Topographical representation.

Letak dari simbol pada diagram ini harus seluruhnya diperlihatkan (Gambar nyata).

Ikutilah contoh gambar nyata yang dapat digunakan ialah : diagram pengawatan, diagram arsitektur, dan diagram jala-jala.

N. ETIKET GAMBAR TEKNIK

Setiap gambar teknik mempunyai judul dan keterangan-keterangan lain, jikalau sebuah gambar tidak ada judul dan keterangan yang melekat padanya, maka yang melihat gambar tersebut akan merasa bingung. Nah, untuk mempermudah pembuat dan yang melihat gambar, maka gambar teknik wajib diberi keterangan, yang biasa disebut dengan etiket gambar/kepala gambar.

Etiket gambar adalah bagian dari gambar yang memuat tentang data atau informasi dari gambar tersebut.Etiket merupakan bagian yang harus dicantumkan dalam gambar teknik, karena disinilah akan ditempatkan informasi penting tentang gambar tersebut. Didalam etiket gambar tertera keterangan-keterangan gambar agar sesuai dengan standar ISO antara lain :

a) Nama pembuat gambar

b) Nama gambar atau judul gambar c) Nama Perusahaan

d) Nomor gambar

e) Tanggal gambar dibuat atau selesainya gambar itu dibuat f) Tanggal diperiksanya gambar dan nama si pemeriksa gambar g) Ukuran kertas gambar yang digunakan

h) Skala gambar

(27)

26 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

i) Proyeksi yang dipakai pada gambar tersebut j) Satuan ukuran yang digunakan

k) Berbagai data yang diperlukan untuk kelengkapan gambar

l) Jenis Etiket Gambar

Secara umum terdapat dua jenis etiket gambar yaitu : a) Etiket Gambar Yang digunakan Di Sekolah/Pelatihan

Etiket jenis ini ditujukan untuk penggunaan dalam skala pelatihan atau sekolah dimana informasi yang tercantum di dalam etiket hanya memuat informasi dasar pada gambar dan tidak memuat informasi yang lebih detail. Berikut ini merupakan contoh etiket gambar yang digunakan di sekolah.

Gambar 6 Etiket yang digunakan Di Sekolah/Pelatihan

Sumber : http://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/171082-1601962090.pdf

b) Etiket Gambar Profesional

Etiket jenis ini ditujukan untuk proses pembuatan gambar yang berkaitan dengan instansi tertentu yang memuat gambar secara kompleks karena ditujukan untuk penggunaan skala industri atau proyek. Oleh karena itu jenis etiket ini harus memuat informasi yang lebih terperinci dan resmi.

(28)

27 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

Pengenalan Aplikasi Gambar Teknik

1.

Tampilan Utama aplikasi Sumber : Aplikasi Qelectrotech

2.

Pembuatan Etiket/Identitas Gambar

Sumber : Aplikasi Qelectrotech

(29)

28 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

3.

Pemilihan Komponen gambar Sumber : Aplikasi Qelectrotech

4.

Mengatur ketebalan garis Sumber : Aplikasi Qelectrotech

(30)

29 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

5.

Pemilihan Komponen Sesuai dengan kebutuhan gambar Sumber : Aplikasi Qelectrotech

6.

Pemilihan hasil gambar Sumber : Aplikasi Qelectrotech

Pilih “Print” untuk mencetak gambar, dan Pilih eksport PDF untuk menyimpannya dalam bentuk softfile (PDF)

Referensi :https://download.tuxfamily.org/qet/manual_0.7/build/index.html

(31)

30 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

ASESMEN

Jenis Asesmen : A. Diagnostik Non-Kognitif

B. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) C. Tertulis ( formatif atau penugasan)

(32)

31 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

ASESMEN DIAGNOSTIK NON-KOGNITIF

Informasi apas aja yang ingin digali? Pertanyaan kunci yang ingin ditanyakan 1. Kondisi emosi siswa 1. Bagaimana perasaanmu saat ini?

Tunjukkan dengan emotikon emosi yang ada di aplikasi WA mu.

2. Kegiatan dan kebiasaan siswa belajar dirumah

2. Jam berapa biasanya kamu belajar? Berapa lama biasanya kamu dapat focus ketika belajar dirumah?

3. Perasaan anak ketika belajar 3. Apa yang kamu rasakan ketika kamu belajar dirumah?

4. Siapa dan apa bentuk dukungan emosinya dirumah

a) Siapakah yang memberimu semangat ketika belajar dirumah?

b) Bagaimana bentuk dukungan yang kamu dapat ketika belajar di rumah?

Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan?

Alat bantu apa yang dibutuhkan?

1. Meminta anak memilih satu emoji dan mengirimkan di ruang obrolan.

wa atau aplikasi lain yang memungkinkan 2. Meminta siswa menjawab pertanyaan

yang disediakan oleh guru

1. angket/questionaire 2. link Google Form 3. aplikasi lain 3. Memberi feed back kepada siswa kelas/ kelas maya

(33)

32 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Tema : Perangkat lunak gambar tenik listrik Tujuan :

1. Peserta didik diharapkan mampu merencanakan gambar kerja dalam pelaksanaan pekerjaan ketenagalistrikan.

2. Peserta didik diharapkan mampu membuat gambar kerja dalam pelaksanaan pekerjaan ketenagalistrikan dengan software aplikasi

Pelaksanaan : Kelompok

Tugas : Lakukan observasi beberapa simbol berikut dengan melengkapi tabel yang sudah tersedia.

Kerjakan secara berkelompok !

No. Nama Simbol Fungsi

1.

2. Fuse

3. Push Button

4.

5. Overload Relay

6.

(34)

33 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

RUBRIK PENILAIAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

No Komponen/sub

Komponen Indikator/Kriteria Unjuk Kerja Skor

I Kelengkapan informasi

Nama simbol Gambar simbol dan fungsinya benar dan sesuai 3 Gambar simbol dan fungsinya benar namun tidak

sesuai

2 Gambar simbol dan fungsinya kurang tepat 1

Simbol Penamaan simbol sesuai dengan fungsinya 3

Penamaan simbol benar namun kurang sesuai dengan fungsinya

2 Penamaan simbol dan fungsinya tidak tepat 1

II Waktu

Ketepatan waktu kerja

LKPD dikumpulkan sebelum waktu yang ditentukan 3 LKPD dikumpulkan tepat di deadline 2 LKPD dikumpulkan melebihi deadline 1

Aspek Belum Kompeten (3-4) Cukup Kompeten (5-7) Kompeten (8-9) LKPD Peserta didik kurang

dalam pengerjaan LKPD

Peserta didik terlibat dalam pengerjaan LKPD

Peserta didik terlibat dalam penyusunan LKPD sesuai dengan tenggat waktu

(35)

34 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

SOAL PENGETAHUAN

1. Ceritakan bagaimana cara menggambar sebuah simbol pada aplikasi gambar menggunakan perangkat lunak!

2. Kamu membeli sebuah produk dari luar negeri, produk tersebut haruslah dirangkai terlebih dahulu untuk digunakan sebagaimana mestinya. Anda mulai merakit produk tersebut dengan bantuan buku panduan perakitan yang didalamnya berisi langkah kerja berbentuk gambar kerja dan anda berhasil merakitnya. Dari peristiwa diatas, hal apakah yang menjadi syarat sebuah gambar kerja? Jelaskan pendapatmu!

3. Buatlah simbol koneksi kabel dengan menggunakan aplikasi perangkat lunak dan ceritakan bagaimana prosesnya!

4. Identifikasi gambar berikut berdasarkan kelengkapannya!

(36)

35 Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

SISTEMATIKA LAPORAN

I. Identitas A. Nama B. Kelas

C. Judul Praktik

D. Tanggal pelaksanaan II. Tujuan Praktik

Setelah melakukan praktik/penngamatan peserta didik diharapkan:

A. Mengetahui …..

B. Membedakan ….

C. Dst.

III. Landasan Teori

Berisi tentang teori pendukung pelaksanaan praktik yang dapat mempermudah dan membantu dalam pelaksanaan praktik/pengamatan.

IV. Hasil Pengamatan

Berisi tabel/gambar/deskripsi hasil praktik/pengamatan V. Kesimpulan

Berisi deskripsi keunggulan/kekurangan/manfaat/kerugian hasil praktik/pengamatan

VI. Lampiran data pendukung

Berisi foto/gambar/dokumen pendukung praktik/pengamatan

(37)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

RUBRIK ASSESMEN PELAPORAN

No. Aspek Belum Kompeten (0-5) Cukup Kompeten (6-7) Kompeten (8-9) Sangat Kompeten (10)

1 Proses praktik pemantauan secara berkelompok

Peserta didik tidak terlibat dalam pemantauan

Peserta didik terlibat dalam pemantauan Peserta didik terlibat dalam penyusunan hasil pemantauan secara aktif namun menutup diri untuk diskusi

Peserta didik terlibat dalam penyusunan hasil pemantauan secara aktif dan terbuka untuk diskusi 2 Proses Presentasi

hasil

Peserta didik tidak mampu memprsentasikan hasil

Peserta didik mampu mempresentasikan hasil penyusunan namun dengan sikap yang kurang baik

Peserta didik mampu

mempresentasikan hasil penyusunan dengan sikap yang baik namun tidak mampu berdiskusi

Peserta didik mampu

mempresentasikan hasil penyusunan dengan sikap yang baik dan mampu berdiskusi

3 Hasil penyusunan laporan praktik

Peserta didik tidak menyusun laporan

Peserta didik kurang mampu mengidentifikasi permasalahan dan kurang mampu menyusun laporan praktik

Peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan tetapi tidak mampu menyusun hasil lapoaran praktik

Peserta didik mampu mengidenifikasi permasalahan dan menyusun lapaoran praktik dengan baik

Keterangan :

1. Siswa yang BELUM KOMPETEN maka harus mengikuti pembelajaran REMEDIAL.

2. Siswa yang CUKUP KOMPETEN diperbolehkan untuk memperbaiki pekerjaannya sehingga mencapai level yang kompeten PENGAYAAN.

3. Nilai KKM berada pada level CUKUP KOMPETEN dengan rentang skor 6-7.

(38)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

DAFTAR NILAI

No. NAMA Nilai Praktik

Berkelompok

Nilai Proses Presentasi

Nilai Laporan Total Nilai Ket.

Keterangan :

1. Siswa yang mempunyai nilai < 8 = Belum Lulus 2. Siswa yang mempunyai nilai > 8 = Lulus

(39)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

PENGAYAAN

1. Siswa membuat gambar teknik ketenagalistrikan yang ditentukan oleh guru pengampu secara mandiri.

(40)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

REMIDIAL

1. Siswa mencari gambar teknik ketenagalistrikan sesuai dengan intruksi guru pengampu.

2. Siswa membuat video penjelasan tentang point 1 dan diupload ke internet.

(41)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

GLOSARIUM

Diagram : Suatu representasi simbolis informasi dalam bentuk geometri dua dimensi sesuai teknik visualisasi.

Gambar teknik : Gambar yang dibuat dengan menggunakan cara, ketentuan, aturan yang baku

Garis potong : Garis yang berfungsi sebagai jalur pemotongan benda kerja Garis sumbu : Garis yang berbentuk strip dan titik secara bergantian

Garis ukur : Garis yang menunjukkan besarnya ukuran dari suatu permukaan atau garis sejajar dengan garis ukur

IEC : International Electrotechnical Commission; IEC) adalah suatu ornop standardisasi Internasional nirlaba yang menyiapkan dan mempublikasikan standar internasional untuk semua teknologi elektrik, elektronika, dan teknologi lain yang terkait, yang secara kolektif dikenal dengan

"elektroteknologi"

NEMA : National Electrical Manufacturers Association mengenai produsen peralatan listrik yang melakukan advokasi industri dan menerbitkan standar untuk produk listrik.

Simbol : Tanda khusus yang mewakili suatu maksud tertentu

Simbol-simbol : Tanda khusus dari pemberian ukuran seperti tanda diameter, toleransi, radius, dan lain-lain

Toleransi : Batas penyimpangan yang diizinkan

(42)

Perangkat lunak gambar tenik listrik - 2

DAFTAR PUSTAKA

Chudhori, Modul Pembelajaran List.Inst./ 6 / 04 / SMK / 2007

Wahyuningsih Dewi, Gambar Teknik Listrik, 2018, Surakarta : Mediatama

http://zulfikar.blog.uma.ac.id/wp-content/uploads/sites/392/2019/07/P1_Fungsi-dan- Standarisasi-Gambar-Teknik.pdf diakses pada 9 November 2021 pukul 13:35 WIB https://www.etsworlds.id/2020/04/membuat-etiket-pada-gambar-teknik.html diakses pada 9 November 2021 pukul 13:45 WIB

https://www.nrc.gov/docs/ML1025/ML102530301.pdf diakses pada 9 November 2021 pukul 16:00 WIB

https://download.tuxfamily.org/qet/manual_0.7/build/basics/index.html diakses pada 10 November 2021 pukul 15:30 WIB

https://www.nrc.gov/docs/ML1025/ML102530301.pdf diakses pada 10 November 2021 pukul 16:30 WIB

https://www.slideshare.net/yasar_arcy/teknik-gambar-listrik diakses pada 10 November 2021 pukul 17:00 WIB

https://www.geraiteknologi.com/2021/04/jenis-jenis-garis-pada-gambar-teknik.html diakses pada 10 November 2021 pukul 20:00 WIB

https://www.scribd.com/doc/291886912/Perbandingan-Gambar-Skematic-NEMA-dan- IEC diakses pada 8 Desember 2021 pukul 10:00 WIB

https://www.khaddavi.net/2018/05/cara-membaca-wiring-control-diagram.html diakses pada 8 Desember 2021 pukul 10:00 WIB (gambar soal).

http://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/171082-1601962090.pdf diakses pada 17 Desember 2021 pukul 10:57 WIB (gambar soal).

Gambar

Gambar Teknik = Bahasa Teknik  Tata Bahasa Teknik = Standar Gambar
Gambar 2 Contoh Bentuk Huruf dan Angka Standard
Tabel 1 Lebar Garis Menurut Standar CAD/ Software Aplikasi
Gambar 3 Jenis-Jenis Garis
+6

Referensi

Dokumen terkait

Edukasi mengenai pemanfaatan energi listrik yang efisien tersebut dapat diberikan melalui sebuah perangkat lunak edukatif sebagai implementasi dari interaksi manusia

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai efisiensi motor listrik dengan inti lilitan soft magnetic composite dan laminate menggunakan perangkat lunak Ansys

meningkatkan hasil belajar Menggambar Dengan Perangkat Lunak dengan membandingkan media pembelajaran proyeksi dan media pembelajaran cetak serta melihat karakteristik

Isi mata kuliah meliputi : Peran Gambar Mesin, Peralatan Gambar, Ukuran Kertas gambar, Huruf dan Angka, Macam Garis, Sekala Gambar, Etiket, Proyeksi Amerika, Proyeksi Eropa,

Tujuan tugas akhir ini adalah menerapkan Perangkat Lunak LEAP untuk memproyeksikan energi listrik, memproyeksikan jumlah pelanggan listrik, kebutuhan energi listrik

Sehingga diperlukan proses untuk mengembangkan model yang dapat secara konstruktif menjelaskan siklus perkembangan perangkat lunak dan menyediakan sebuah dasar rekayasa

Langkah yang kedua adalah menjalankan aplikasi dari perangkat lunak yang sudah dibuat dengan cara melakukan klik ganda pada ikon goosieroutersim.exe (GRS) yang terdapat pada

Yang dimaksud dengan interpretasi gambar rangkaian listrik adalah tafsiran atau terjemahan dari suatu gambar rangkaian listrik agar gambar tersebut dapat dibaca, dipasang,